Informasi kejadian diterima dari Kantor SAR Mataram, pada Senin 2 Maret 2026, korban sebelumnya diketahui bermain di bantaran sungai bersama temannya dan kemudian berenang seorang diri sebelum akhirnya terseret arus dan hilang.
Kantor SAR Mataram segera memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Bima menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan segera melaksanakan pencarian. Hingga pukul 22.00 WITA, hasil pencarian balita yang terseret arus sungaiitu masih nihil.
Operasi SAR dihentikan sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan kembali pada Selasa 3 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
“Pada hari kedua operasi area, pencarian (balita yang terseret arus sungai itu) dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” ujar Koordinator Pos SAR Bima, M Firdaus mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.
SRU 1 melakukan penyisiran sungaisejauh 5,91 kilometer dari titik awal kejadian. SRU 2 melaksanakan penyisiran ke arah hilir sungai sejauh 2 nautical mile (NM).
Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima, BPBD Kota Bima, Babinsa Rato, serta masyarakat setempat.dan
Bencana Hidrometeorologi, Banjir dan Longsor di Bima
Usai bencana, saat ini genangan air sudah mulai surut dan warga bergotong-royong melakukan pembersihan sisa lumpur secara mandiri.
MATARAM.LombokJournal.com ~Bencana hidrometeorologimengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan sejumlah akses jalan antar-desa terganggu di wilayah Bima.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (25/02/26) sore.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, banjir melanda Kecamatan Bolo dan Madapangga.
Di Kecamatan Bolo, Desa Nggembe menjadi titik terparah dengan 204 KK terdampak dan 177 unit rumah terendam air setinggi 10 hingga 40 cm. Sedangkan di Desa Rato, banjir merendam 15 unit rumah.
Di Kecamatan Madapangga,bencana banjir merendam puluhan rumah warga di Desa Monggo dan Ncandi.
Luapan air juga menggenangi jalan lintas Bolo-Dena di Desa Rade. Selain banjir, curah hujan tinggi turut memicu tanah longsor di Desa Waworada, Kecamatan Langgudu.
Material longsor dilaporkan sempat menutupi jalan lintas Tente-Karumbu.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya fenomena dinamika atmosfer seperti gelombang MJO, Kelvin, dan Low Frequency di wilayah NTB.
Derasnya air dari kawasan pegunungan membuat kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air.
Kondisi usai bencana, saat ini genangan air sudah mulai surut dan warga bergotong-royong melakukan pembersihan sisa lumpur secara mandiri.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bima bersama TNI/Polri dan aparat desa telah dikerahkan ke lokasi bencana untuk penanganan dan asesmen.
Berdasarkan laporan dari Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, hujan mulai turun pada pukul 22.25 WITA, Sabtu (21/02/26) hingga Minggu dini hari.
Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan genangan dan luapan air aau banjir yang merendam permukiman warga.
Di Desa Labuan Kananga, banjir merendam tiga dusun, yakni Dusun Sarae sebanyak 51 KK, Dusun Mada Oi 22 KK, dan Dusun Na’e 67 KK.
Total terdampak di desa ini mencapai 140 unit rumah atau 140 KK (526 jiwa).
Selain rumah warga, dua fasilitas pendidikan yaitu SDN 1 Labuan Kananga dan SDN 2 Labuan Kananga turut terendam. Satu unit Masjid At-Taqwa, Kantor Desa Labuan Kananga, serta satu unit pasar desa juga ikut terdampak banjir.
Sementara itu, di Desa Kawinda Na’e tepatnya di Dusun Soro Bura, sebanyak 20 unit rumah atau 20 KK (65 jiwa) terdampak genangan air. Di Desa Rasabou, tercatat 44 unit rumah atau 44 KK (135 jiwa) terdampak, yang tersebar di tiga RT, yakni RT 02 sebanyak 3 unit rumah, RT 03 sebanyak 36 unit rumah, dan RT 04 sebanyak 5 unit rumah.
Adapun di Desa Oi Panihi, banjir mengakibatkan kerusakan pada satu akses ruas jalan provinsi sehingga mengganggu mobilitasmasyarakat.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim BPBD melakukan koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Koramil, serta pemerintah desa setempat.
Petugas turun ke lapangan untuk melakukan pengamatan, pendataan, dan kaji cepat, sekaligus melaksanakan penanganan darurat dampak banjirdi wilayah terdampak.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan diseminasi informasi guna memastikan penanganan berjalan optimal serta kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali.(*)
Kunjungan AHY ke Bima Disambut Gubernur NTB
Kalau kunjungan ke Lombok AHY selalu disambut Gubernur NTB, sambutan sama juga dilakukan saat AHY ke Bima
BIMA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah, menyambut langsung kunjungan Ketua umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jum’at (15/4/2022) di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahudin Bima NTB.
Didampingi Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Bang Zul menyampaikan apresiasi dan ucapakan terimakasih atas kunjungan kerja AHY ke Bima.
Gubernur Zul dan AHY
“Selamat datang di Bima,” sambut Bang Zul saat ngobrol singkat di ruang VIP bandara.
Sementara itu, Ketua umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan sambutan Gubernur beserta Bupati Bima beserta jajarannya luar biasa.
“Sudah lama saya ingin ke Bima, akhirnya hari ini kesampaian. Kalau di Lombok sering dan selalu disambut Pak Gubernur,” kata putra pertama mantan Presiden SBY.
“Terimakasih Pak Gubernur, Ibu Bupati dan teman-teman atas sambutannya,” sambung AHY
Gubernur bersama AHY akan melakukan rangkaian kunjungan kerjanya di antaranya sholat Jum’at di Masjid Terapung Kota Bima .
Mengikuti kuliah umum STIE Bima, meninjau Pondok Pesantren Al-Husaini Bima, Silaturahmi dengan Toma dan Toga, sekaligus pemberian santuan untuk anak yatim
dan mengunjungi di Bazar Ramadhan Lapangan Serasuba Kota Bima
Turut hadir dalam penyambutan tersebut, Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noor, Anggota DPR RI Perwakilan NTB H. Qurais H. Abidin, ketua dan pengurus partai Demokrat NTB. ***
Berkelompok Simpan Padi di Uma Lengge dan Uma Jompa
Masyarakat Bima di Desa Maria secara berkelompok menyimpan padi di kompleks Uma Lengge dan Uma Jompa, lumbung khas Mbojo, yang sudah berusia ratusan tahun
BIMA.lombokjournal.com ~ Cobalah berkunjung ke Desa Maria Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Wilayah ini merupakan salah satu tempat unik di Kabupaten Bima, bagaimana masyarakat di sini masih mempertahankan sistem gotong royong ala nenek moyang mereka,
Di sebuah areal seluas lebih-kurang 70 are ini, bertengger lumbung-lumbung tradisional Mbojo yang masih berdiri dengan kokoh. Di antara lebih dari 100 lumbung khas tersebut, 12 di antaranya dinamakan Uma Lengge dan 90 lainnya disebut sebagai Uma Jompa.
Uma Lengge dan Uma Jompa, sama-sama merupakan lumbung khas suku Mbojo. Uma Lengge merupakan lumbung tertua suku Mbojo, sedangkan Uma Jompa adalah lumbung khas yang beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Komplek Uma Lengge dan Uma Jompa di Wawo
“Namun, keduanya sama-sama berusia ratusan tahun,” ujar Jonta, juru pelihara Uma Lengge, dalam wawancara beberapa waktu lalu.
Uma Lengge dan Uma Jompa terbuat dari kayu berkualitas seperti Jati dan kayu Kelapa.
Sejak zaman dulu, masyarakat Desa Maria telah mewarisi tempat penyimpanan padi khas ini.
Dulunya, menurut Jonta, hampir seluruh area sekitar kompleks Uma Lengge saat ini, terdapat ratusan Uma Lengge dan Uma Jompa. Keberadaan kompleks Uma Lengge menunjukkan masyarakat Mbojo, sejak dulu telah menganut sistem hidup berkelompok termasuk juga dalam melakukan penyimpanan logistik mereka.
Masyarakat Desa Maria, yang hingga saat ini masih banyak yang mata pencahariannya sebagai petani, menyimpan padi secara bersama-sama di lumbung Uma Lengge maupun Uma Jompa yang berada dalam satu kompleks. Masyarakat tidak menyimpan padi di rumah masing-masing.
Kompleks Uma Lengge ini dahulu dijaga oleh dua orang juru pelihara yang berfungsi sebagai pengamanan sekaligus merawat lumbung-lumbung ini.
Menurut Jonta, para juru pelihara itu dahulu dibayar dengan padi atau gabah yang dikumpulkan dari semua pemilik Uma Lengge dan Uma jompa. Tidak ada ketentuan pasti tentang berapa besar para pemilik Uma Jompa dan Uma Lengge ini memberikan padi atau gabahnya bagi juru pelihara, melainkan disesuaikan dengan banyak sedikit hasil panen tahun yang bersangkutan.
“Kalau panennya banyak ya…banyak pula yang diberikan kepada juru peliharanya,” kata Jonta.
Penyimpanan padi atau gabah secara bersama-sama di Uma Lengge dan Uma Jompa dalam satu kompleks, awalnya karena pernah terjadi kebakaran yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat terutama padi dan gabah.
Hal inilah, yang membuat masyarakat Desa Maria di Wawo, membuat lumbung secara bersama-sama yang dijaga secara khusus oleh dua juru pelihara desa.
Tiap kali panen tiba, masyarakat Desa Maria selalu menyimpan padi-padi dan gabah mereka di lumbung ini. Kepemilikan lumbung Uma Lengge dan Uma Jompa, diwarisi secara turun- temurun. Sehingga tidak ada keributan untuk saling rebut lokasi penyimpanan padi. Tiap kepala keluarga di Desa Maria, yang mendapat warisan secara turun-temurun, memiliki satu Uma Lengge. Ada pula yang dimiliki beberapa keluarga, namun masih bersaudara atau berfamili. Uma Lengge dan Uma Jompa dipakai hingga ke anak cucu.
Keberadaan Uma Lengge dinilai sangat membantu masyarakat dalam mengamankan logistik berupa padi dan gabah untuk kebutuhan mereka setahun. Masyarakat Desa Maria hanya melakukan panen satu tahun sekali. Menurut Maawiah, salah seorang pemilik Uma Lengge, padi dan gabah mereka aman tersimpan di lumbung ini. Selama ini, menurut yang ia dengar dari orang tuanya, nyaris tidak pernah terjadi pencurian gabah dan padi yang mereka simpan di Uma Lengge yang kini menjadi miliknya itu.
Keamanan padi dan gabah yang disimpan di Uma Lengge ini bukan semata-mata aman dari pencurian, melainkan juga aman dari binatang pengganggu seperti tikus.
Posisi Tinggi
Arsitektur Uma Lengge dan Uma Jompa, rupanya telah dipikirkan betul oleh leluhur masyarakat Mbojo, untuk mengamankan logistik utama mereka ini sehingga terhindar dari pencurian dan tikus pengganggu.
Posisi Uma Lengge dan Uma Jompa yang tinggi akan menyulitkan pencuri untuk mencapai tempat penyimpanan padi tersebut. Tinggi Uma Lengge dan Uma Jompa rata-rata mencapai sekitar 12 meter. Jika dilihat sepintas, pintu masuk Uma Lengge khususnya, tertutup alang-alang, sehingga tidak tampak jelas.
Pintu itu akan tampak terbuka, manakala sang pemilik sedang menaikkan atau menurunkan padi mereka dengan tangga yang tinggi. Tempat penyimpanan padi Uma Lengge ini, jika diperhatikan dari luar, berada di semacam loteng yang langsung berbentuk seperti atap.
Dengan tinggi 12 meter – dari tiang penyangga utama hingga ujung atapnya, lumbung tradisional Uma Lengge ini, memiliki dua ruang utama.
Yang pertama adalah ruang terbuka berbentuk segi empat dengan empat tiang utamanya, berlantai bambu berfungsi sebagai bale-bale atau tempat bersantai atau istirahat para pemiliknya. Tingginya dari tanah sekitar 2 meter. Pada empat tiang penyangga utama inilah, terdapat sebuah papan tebal dengan ukuran luas 30 cm x 30 cm (dalam bahasa Mbojo disebut Lampu), yang dipasang persis di antara ruang istirahat menuju ruang loteng lumbung.
Papan ini berfungsi untuk mencegah agar tikus dan binatang pengganggu lainnya tidak dapat mencapai loteng.
Konstruksi anti binatang pengganggu ini dibuat dengan pertimbangan dan kecerdasan nenek moyang masyarakat suku Mbojo. Dengan papan selebar itu, tentu saja tikus ataupun binatang lainnya dengan sendirinya tidak akan mungkin mencapai loteng, karena empat tiang penyangga utama inilah satu-satunya akses masuk ke loteng penyimpanan padi.
Bagian utama dari Uma Lengge adalah bagian loteng tempat penyimpanan padi. Tempat yang berbentuk seperti atap dengan luas sesuai dengan luas ruang terbuka tempat beristirahat di bawahnya ini, tingginya 4 meter. Di dalam loteng inilah padi disimpan.
Seluruh areal loteng yang konstruksinya langsung berfungsi sebagai atap ini ditutupi atap alang-alang. Atap alang-alang menjulang setinggi 4 meter inilah letak kekhasan Uma Lengge.
Loteng sebagai tempat penyimpanan padi pada Uma Lengge, dibuat dengan sangat kokoh hingga mampu menampung padi berton-ton. Keseluruhan konstruksi Uma Lengge dibuat tanpa menggunakan paku, melainkan pasak dan tali temali, khas rumah tradisional yang oleh para nenek moyang didapatkan dari alam sekitarnya. ***
Bima dan BPOLBF Perkuat Percepatan Pembangunan Pariwisata
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar rapat koordinasi dengan Kelompok Kerja lingkup Pemerintah kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai upaya percepatan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di 11 kawasan koordinatif.
BIMA.lombokjournal.com ~ Rapat Koordinasi Kelompok Kerja tersebut mengusung tema “Komunikasi, Koordinasi, Kolaborasi Pariwisata Kreatif Berkelanjutan dan Berdaya Saing” yang berlangsung selama 2 hari, 21–22 Juni 2021, di Hotel Marina Inn Kota Bima, NTB.
Dalam siaran persnya, Direktur Industri dan Kelembagaan Pariwisata BOPLBF, Neysa Amelia, menjelaskan, peran utama BPOLBF sebagai akselerator pembangunan pariwisata melalui fungsi otoritatif dan koordinatif di kawasan Labuan Bajo dan 11 Kabupaten lainnya di Bima, Flores, Lembata, dan Alor, bisa terlaksana jika sinergitas lintas instansi dan lembaga berjalan dengan baik.
“Koordinasi lintas kementerian, lintas kabupaten dan lintas kelembagaan menjadi komitmen BPOLBF, sehingga sinergitas dalam pembangunan pariwisata di Labuan Bajo, Flores dan Bima terlaksana seiring dengan ditetapkannya Labuan Bajo Flores sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas,” terang Neysa.
Neysa menegaskan, sebagai akselerator pembangunan dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdaya saing, BPOLBF tentu tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan unsur pentahelix (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media) sangatlah dibutuhkan.
“Sehingga diharapkan melalui sinergitas ini, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Bima yang berkelanjutan dan berdaya saing mampu diwujudkan melalui sistem perencanaan, serta monitoring yang baik,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Bima melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, H.M. Taufik, memaparkan bagaimana kebijakan Pemerintah Kabupaten Bima dalam menjalankan amanah memperkuat Destinasi Wisata Prioritas di Kabupaten Bima pada 2021 hingga 2025.
“Terdapat 6 kawasan prioritas pengembangan pariwisata di kabupaten Bima di antaranya kawasan SALAWA (Sape, Lambu, Wawo), kawasan Sangiang Api, kawasan Lewa Mori, kawasan Tanjung Langgudu, kawasan Lingkar Tambora dan kawasan Donggo dan sekitarnya. Pengembangan Ke 6 kawasan tersebut tertuang di dalam Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) Kabupaten Bima,” kata Taufik.
Pengembangan kawasan prioritas tersebut difokuskan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah kecamatan Sape dan kecamatan Lambu dalam memajukan kebudayaan dan mengangkat citra Bima, sebagai destinasi kelas dunia serta menjaga kelestarian lingkungan wilayah kecamatan Sape dan kecamatan Lambu.
Sebagai informasi, Bima sendiri adalah 1 dari 11 kabupaten kawasan koordinatif BPOLBF yang meliputi hanya 2 kecamatan, yaitu kecamatan Sape dan Lambu.
Baik kecamatan Sape maupun Lambu tersebut merupakan Kawasan atau Area Penyangga dan Transisi Cagar Biosfer Komodo yang ada di pesisir timur Sumbawa (NTB), selain kabupaten Manggarai Barat di pesisir barat Flores.
Kawasan Cagar Biosfer Komodo ditetapkan UNESCO pada tahun 1977 sebagai kawasan inti dengan luas 173.300 ha. Sedangkan Taman Nasional Komodo ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1980 dan menjadi situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991.
Pacuan Kuda Bima “Pacoa Jara”, Magnet Pariwisata Dunia
BIMA.lombokjournal.com ~ Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekaraf), Sandiaga Salahudin Uno, didampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menyaksikan tradisi pacuan kuda masyarakat Bima atau dalam bahasa setempat disebut “Pacoa Jara”.
Lomba kecepatan dan ketangkasan kuda yang digelar di arena pacuan kuda desa Panda, Kecamatan Palibelo, ini, merupakan salah satu tradisi masyarakat Bima yang menjadi daya tarik wisatawan.
Sandiaga Uno ditemani Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah
“Tradisi ini merupakan event daerah yang dapat menjadi magnet pariwisata di Indonesia bahkan dunia,” kata Sandi, Minggu (13/6/2021) saat kunjungan kerjanya untuk me-launching lomba desa wisata Nasional di Desa Maria, Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bahkan menurut Sandi, pacuan kuda ini dapat dikembangkan menjadi satu kegiatan pariwisata berskala nasional.
Ia berharap lomba pacuan kuda, yang melibatkan ribuan penonton, dapat menggerakkan dan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Zulkieflimansyah menyatakan, dukungan kebangkitan pariwisata untuk NTB oleh Menparekraf sangat luar biasa.
“Sudah beberapa kali pak Menteri berkunjung ke NTB, untuk support pariwisata kita,” ujarnya.
Kunjungan Menparekraf kali ini mengajak youtuber Atta Halilintar beserta isterinya, Aurel Hermansyah, dan juga Youtuber lokal, Rigen, untuk mendongkrak pariwisata NTB.
diskominfotikntb
Bima Kini Bakal Jadi Pesaing Destinasi Wisata di Indonesia
BIMA.lombokjournal.com ~ Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia, saat kunjungannya ke Desa Wisata Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (13/6/2021).
Di Desa Wisata Maria, ini, Sandiaga Uno mengunjungi situs bersejarah yang hingga kini masih lestari, yakni Uma Lengge.
Uma Lengge merupakan bangunan tradisional suku asli setempat yang disebut suku Mbojo, yang bangunannya berbentuk kerucut di bagian atap. Pada zaman dulu, Uma Lengge digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Wawo dan sekaligus juga berfungsi sebagai lumbung padi.
Sandiaga Uno
“Daya tarik wisata budaya Uma Lengge sangat langka. Bernilai sejarah tinggi karena ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur suku Mbojo yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata. Kami akan terus memberikan pendampingan di Desa Wisata Maria agar objek wisata ini tumbuh dan menjadi destinasi wisata baru di Indonesia,” tegas Sandiaga.
Pendampingan yang dimaksud Sandiaga adalah meliputi seluruh aspek yang diperlukan oleh desa wisata dengan penyusunan rencana pembangunannya serta dilanjutkan dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Kegiatannya berupa peningkatan pengetahuan serta keterampilan warga desa wisata, pendampingan institusi desa wisata, dan pembangunan fisik atau infrastruktur dengan melibatkan kementerian dan lembaga-lembaga terkait.
“Kita ingin desa wisata hadir membuka peluang ekonomi dan membuka lapangan kerja serta lapangan usaha seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi rakyat yang sangat membutuhkan pertolongan. Dalam program pembangunan nasional banyak hal yang belum tersentuh dan bagi kami inilah program yang berkeadilan dan tepat sasaran,” katanya.
Sandiaga menjelaskan dampak langsung dari kunjungan ke desa wisata yang dilakukan Kementerian Parekraf telah memacu kenaikan ekonomi desa yang sangat siginfikan. Sebagai contoh berdasarkan laporan, Desa Wisata Pujon Kidul kabupaten Malang kunjungannya meningkat setelah Kemenparekraf menggelar program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 di lokasi tersebut.
“Saya juga berharap Desa Wisata Maria dengan Uma Lengge ini naik kunjungannya, sehingga akan membuka lapangan usaha bagi warga desa di sini,” ujar Sandiaga.
diskominfotikntb
Bunda Niken: Terus Angkat Potensi Seni dan Kasidah Kabupaten Bima
Pembinaan LASQI bukan sekedar lomba di tingkat kabupaten atau provinsi, bagaimana pembinaan dilakukan di tingkat kecamatan hingga desa
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (DPW LASQI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyampaikan harapannya agar Ketua dan pengurus DPW LASQI Kabupaten Bima, masa bakti 2021-2025, terus mengangkat dan mengembangkan potensi seni dan kasidah di Kabupaten Bima.
“Kabupaten Bima memiliki potensi yang sangat bagus di bidang seni dan kasidah. Bahkan kiprahnya sudah merambah tingkat Nasional, untuk mewakili provinsi NTB, dalam berbagai festival LASQI,”pesan Bunda Niken sapaan akrab Ketua DPW LASQI Provinsi NTB, saat melantik pengurus DPW LASQI Kabupaten Bima, Senin (12/4/2021) di kantor Bupati Bima Godo Kec. Woha.
Potensi ini harus di angkat dan dikembangkan. Agar bisa bersaing dengan Kabupaten yang ada di seluruh Indonesia.
Dalam pembinaan LASQI bukan hanya sekedar lomba di tingkat kabupaten atau provinsi, tapi juga bagaimana pembinaan dilakukan di tingkat kecamatan hingga desa.
Alangkah indahnya, apabila kesenian tradisional seni islam dan kasidah dapat diarahkan sebagai alternatif hiburan bagi masyarakat.
Sehingga anak-anak, remaja, hingga dewasa mencintai ini. Dan dapat dipentaskan pada kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.
Disamping kasidah rebana, ada juga kasidah kolaborasi, yang menampilkan seniman tari, untuk ikut menampilkan performance yang indah dilihat dan didengar.
“Ini tanggungjawab LASQI, untuk terus perkenalkan seni islam dan kasidah,” harapnya.
Untuk itu, sinergi dan kerjasama antar pengurus yang memiliki potensi dan bakat dalam koreografer seni dan kasidah harus terus dibangun dan dijaga.
Ketua TP.PKK NTB ini juga mengapresiasi Ketua dan kepengurusan DPW LASQI Kabupaten Bima yang telah memiliki pengurus hingga tingkat kecamatan.
Terbukti hari ini, pelantikan pengurus DPW Kabupaten, juga sudah memiliki ketua DPW kecamatan.
“Ini tidak terlepas dari tangan dingin Ketua LASQI Kabupaten,” pujinya.
Dalam waktu dekat Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah festival LASQI tingkat Nasional, yang direncanakan sekitar bulan Oktober 2021.
“Harapannya Kabupaten Bima, dapat menampilkan performance terbaiknya, dengan pengurus baru ini,” tutup istri Gubernur NTB.
Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer mengaku, terbentuknya LASQI ini dapat memberikan kemajuan bagi seni dan kasidah di kabupaten Bima.
Harus menjadi perhatian bersama, mulai bergesernya budaya lagu bernuansa religi dan seni islam di tengah masyarakat. Kegiatan sosial kemasyarakatan kini banyak di isi dengan lagu berirama dangdut campuran.
“Maka perlu diisi dengan seni budaya dan kasidah,” kata Wabup.
Tujuan lainnya adalah mendongkrak dunia pariwisata di Bima dan NTB pada umumnya.
“Apalagi kasidah ini sudah membumi di masyarakat Indonesia,” diingatkannya.
Sehingga semangat pengurus baru DPW LASQI Kabupaten Bima dapat memajukan dan meningkatkan seni dan kasidah di Bima.
Ketua DPW LASQI Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan, mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas keluangan waktu Ketua DPW LASQI Provinsi NTB, yang telah memberikan perhatian kepada pengurus baru.
“Terima kasih kepada Hj. Niken Saptarini, telah bersama kami hari ini,” kata ketua TP.PKK Kabupaten Bima.
Ia mengatakan akan terus berbenah dan membawa kepengurusan DPW LASQI Kabupaten Bima lebih baik lagi. Dan mensukseskan program pemerintah sesuai leading sektor lembaganya.
Usai kegiatan tersebut, Ketua DPW LASQI NTB menyerahkan secara simbolis bantuan paket, untuk korban banjir di wilayah Kabupaten Bima, kepada ketua DPW LASQI Kabupaten Bima.
Pelantikan ini turut dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Bima, pengurus DPW LASQI Provinsi NTB dan Kabupaten Bima.
Edy @diskominfotik_ntb)
Lancar, Distribusi Bantuan dan Penanganan Fasilitas Publik Akibat Banjir Bandang di Bima
Bantuan logistik yang masuk langsung didata dan distribusikan
Penanganan distribusi bantuan korban banjir bandang, termasuk penanganan berbagai fasilitas publik di wilayah terjadinya bencana banjir bandang Kabupaten Bima, berjalan baik dan lancar.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Ir. Zainal Abidin menyampaikan itu di Posko Satgas Bencana Alam Banjir Kabupaten Bima, Minggu (11/4/2021) di Kantor Bupati Bima Godo, Kecamatan Woha.
Menurutnya, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, telah menghimbau untuk berkoordinasi dan sinergi dengan Pemkab Bima dan Satgas.
“Untuk mengawal bantuan dengan baik dan segera memperbaiki berbagai fasilitas publik pasca banjir,” kata Kalak BPBD Provinsi NTB tersebut.
Tim BPBD Provinsi NTB sejak awal sudah di Bima untuk melakukan pendataan dan assessment. Hingga sekarang, bersama BPBD Kabupaten Bima dan Satgas, tim BPBD NTB terus meng-update data.
Ada 2 posko dalam penanganan bencana banjir bandang ini. Posko Logistik yang berada di kantor BPBD Kabupaten Bima, dan Posko Induk di kantor Bupati Bima.
Tiap bantuan logistik yang masuk langsung didata dan distribusikan.
“Termasuk bantuan langsung dari Presiden RI, berupa 17 truk paket, yang berisi 13.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak,” kata Zainal.