Indeks

Syukuran Desa Pansor Definitif, Dihadiri Bupati dan DPRD Badung

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar bersama anggota legisatif Badung, Bali, saat syukuran di Desa Pansor, Senin (11/08/20) (Foto; sid/humaspro)
Simpan Sebagai PDFPrint

Pemda KLU konsisten berjuang mengawal aspirasi dan keinginan masyarakat setempat, sehingga pemekaran Desa Pansor sampai sah definitif menurut ketentuan peraturan perundang-undangan

KAYANGAN.lombokjournal.com — Warga Desa Persiapan Pansor, Kecamatan Kayangan, mengadakan syukuran setelah desanya definitif  menjadi Desa Pansor,  Senin (10/08/20). Perhelatan selamatan atau syukuran itu digagas oleh Pemdes bersama warganya.

Acara syukuran itu jadi makin meriah karena dihadiri Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, Wakil Ketua I DPRD KLU H. Burhan M. Nur, SH beserta sejumlah anggota DPRD KLU, para Asisten, Kepala OPD, Camat Kayangan, dan sejumlah Kepala Desa.

Tak hanya itu, syukuran ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung I Wayan Regep, SH beserta segenap anggotanya.

Kehadiran anggota dewan dari Provinsi Bali yang sebelum Indonesia merdeka bersama NTB dan NTT dikenal dengan nama Sunda Kecil ini, ternyata paling menarik perhatian masyarakat.

Para wakil rakyat asal Baunng, Bali itu ikut serta menyaksikan kemeriahan dan antusiasme masyarakat dalam menyambut definitifnya Desanya.

Bupati H. Najmul Akyar menyampaikan hari itu merupakan hari bersejarah bagi Pemda KLU, Pemdes dan masyarakat Desa Pansor. Pasalnya, syukuran resmi definitifnya desa setempat dihadiri langsung oleh Ketua dan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Badung Provinsi Bali.

Dikatakan, secara kebetulan kunjungan kerja para Wakil Rakyat asal Badung ke KLU itu berkaitan dengan Pemerintahan Desa untuk melihat ikhtiar dan langkah-kangkah yang diupayakan segenap stakeholder,  mulai pemerintah daerah hingga pemerintah desa beserta sejumlah elemen yang terkait terhadap proses terbentuknya desa definitif di KLU.

Menurut bupati, hanya sepuluh Desa di KLU dari ribuan Desa yang didefinitifkan oleh Kemendagri tahun 2020.

“Tentu sekali perjuangan tak terhenti kita lakukan meskipun kita dilanda bencana alam gempa dan bencana non alam Covid-19 tahun ini. Hal ini memang patut kita syukuri bersama,” imbuhnya.

Menurutnya, tujuan pemekaran Desa untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan pemerintah kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa langsung menikmati produk pemerintahnya.

Sebelumnya Desa Persiapan Pansor dan Santong Mulia hanya menerima 15 persen ADD, lantaran terbagi ke dalam tiga wilayah yaitu Sesait, Santong Mulia dan Pansor.

Tahun berikutnya, hak mendapat ADD akan diberikan secara penuh. Tentu Kepala Desa saat ini ataupun siapa pun yang diamanahkan nantinya menjadi kepala Desa, maka tugasnya sebagai pelayan masyarakat Pansor.

Apalagi di Pansor jalan sudah bagus, fasilitas juga mendukung. Ia berjanji ke depan, pemda akan terus melengkapi fasilitas yang dibutuhkan seperti ambulans Desa dan Postu.

Bupati Najmu Akhyar melihat Desa Pansor cukup jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Hal itu ke depan akan menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Kemajuan suatu desa menjadi akumulasi kemajuan suatu kabupaten. Kepala Desa harus inovatif dan memiliki banyak inovasi dalam membangun desanya masing-masing,” terang Najmul.

Bisa mengalahkan Bali

Ketua Komisi I DPRD Badung I Wayan Regep, SH menyampaikan suatu kembanggaan bagi pihaknya dari Badung untuk kunjungan kerja sekaligus belajar proses pemekaran Desa di KLU, seraya berterima kasih dapat menyaksikan syukuran masyarakat atas definitifnya Desa Pansor.

Dikatakan Regeb, pemekaran Desa dapat diusulkan berawal dari aspirasi masyarakat. Suatu bentuk komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah daerah dan DPRD. Ketua Komisi I DPRD Badung itu melihat Lombok Utara luar biasa diprediksi bisa-bisa ke depan mengalahkan Bali.

Pasalnya, KLU memiliki sektor pariwisata yang unggul dan primadona, khususnya di tiga Gili yang dikatakannya mengalami perkembangan pesat.

Penjabat Kepala Desa Pansor, Kayadin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Pemda KLU yang telah konsisten berjuang mengawal aspirasi dan keinginan masyarakat setempat, sehingga pemekaran Desa Pansor sampai sah definitif menurut ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Semoga usaha dan ikhtiar bapak bupati dan jajaran pemda KLU selama ini dapat memberikan kemajuan Pansor kedepan. Desa Pansor ini adalah desa baru, tentu masih membutuhkan banyak masukan, binaan, dan bimbingan guna pwmbangunan lebih maju ke depannya,” tandas Kayadin.

Perayaan definitifnya masing-masing Desa pemekaran di KLU tampak dari antusiasme masyarakat dalam acara syukuran yang diselenggarakan lakukan.

Antusiasme itu bisa dilihat di tiap Desa, misalnya Desa Santong Mulia dengan Parade Dulang Sajinya, Desa Menggala Dengan Parade Dulang disertai mengarak Bupati dari Pendopo hingga di halaman kantor desa setempat.

Dari 10 Desa definitif sembilan Desa di antaranya telah menggelar syukuran, seperti Desa Sama Guna, Andalan, Batu Rakit, Gunjan Asri, Selelos, Santong Mulia, Menggala, Rempek Darussalam dan Desa Pansor.

Hanya Desa Segara Katon di Kecamatan Gangga yang belum merayakan peresmian definitifnya.

Acara peresmian, ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati dilanjutkan dengan penyerahan prasasti dan foto bersama.

sid

Exit mobile version