Indeks

Sirra Prayuna: Bersedia Mengabdi Total

Pengurus IKA Unram bersama Panitia Munas, menggelar rapat pembahasan rencana kegiatan Munas IKA Unram, Selasa (11/05/21) di gedung Rektorat Unram, Kota Mataram / Foto: Me
Simpan Sebagai PDFPrint

lombokjournal.com

MATARAM:

Terpisah, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IKA Unram, Sirra Prayuna mengatakan Jadi pengurus IKA itu musti kreatif agar tidak semata mata menggantungkan pada sumbangan.

Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini, sulit berharap pada sumbangan konvensional lagi. Biasanya yang jadi Ketum Ikatan Alumni dimana mana, maka yang sebaiknya  yang jadi Ketum IKA secara finansial di level cukup agar tidak membebani organisasi.

Problem IKA saat ini terkait mengintegrasikan program kampus, misalnya soal Akreditasi perlu dibicarakan lebih lanjut mengingat IKA ini organisasi yang karakternya guyup yang tidak punya kewajiban pertanggungjawaban secara struktural ke institusi Universitas Mataram.

“Justru orang yang di IKA itu punya kesediaan mengabdi secaea totalitas baik pikiran, tenaga dan finansialnya dengan segala kelebihan yang dimiliki. Tidak cukup hanya bermodalkan semangat seperti Ormas karena karakteristik kelembagaannya berbeda,” ulas Sirra Prayuna.

Mengingat organisasi Alumni bersifat Guyup, maka diperlukan orang orang yg memiliki komitmen tinggi yang punya landasan kebathinan yang kuat mengabdi dan membesarkan kampus.

“Dan itu tidak cukup dengan hanya bermodalkan gagasan semata, contoh soal tehnologi. Ditengah pergeseran interaksi sosial di masyarakat,yang biasanya hidup bersilaturahmi/ sering bertemu, sekarang dengan tehnologi merubah kebiasaan tersebut. Zoom, webinar , video conference,  dan lain lain salah satu akibat dari kemajuan tehnologi yang memperpendek interaksi ruang ruang sosial tersebut,. Tentu ada sisi positif dan negatifnya, Untuk diperlukan orang2. Untuk itu dibutuhkan orang orang yg memiliki gagasan inovatif kreatif memanfaatkan tehnologi sebagai salah satu basic perubahan sosial,” ulas Sirra .

Terkait Pemilihan Ketum IKA Unram, Sirra menambahkan dirinya menyambut baik ada orang-orang yang memiliki kesungguhan dalam membesarkan IKA Unram yang basisnya dalam kebersediaan mengabdi.

“Maka diksi yang dimunculkan bukan Kompetisi dalam pemilihan Ketum IKA mendatang. Basicnya kebersediaan mengabdi secara totalitas dalam memperkuat hubungan alumni dengan kampus, alumni dengan masyarakat, alumni dengan state,” tandas Sirra.

Sirra masih mempertimbangkan apakah maju atau tidak dalam pemilihan Ketum IKA mendatang.

Alasannya jika ada calon Ketum IKA yang lebih baik dari dirinya, ia siap dan legowo menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan.

“Kalau tidak aklamasi, saya tidak ingin berkompetisi untuk hal tersebut. Saya juga tidak mau ngoyo-ngoyo juga untuk maju. Karena di IKA ini ikhtiar saya hanya semata-mata jalan moral, yakni membesarkan Alumni dan Almamater agar dipandang dan bermartabat,” ujar Sirra Prayuna, Alumni Fakultas Hukum Angkatan 89 ini.

Baca hal:   1  /  2  3  /  4 

Hal awal: IKA Unram Rapat Persiapan Munas

Me

Exit mobile version