Memang permintaan hewan kurban menurun, namun harga hewan kurban mengalami kenaikan
MATARAM.lombokjurnal.com — Satu minggu menjelang hari raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Mataram mengalami penurunan. Diperkirakan ini bagian dari dampak wabah virus Corona atau covid-19.
Salah seorang pedagang hewan kurban di daerah Batu Dawe, Ampenan, Kota Mataram, Ahmad mengatakan, ada penurunan jumlah permintaan hewan kurban pada tahun ini hingga 50 persen.
“Rasanya menurun dibanding tahun kemarin, kalau tahun lalu satu minggu pertama sapi maupun kambing sudah laku 40 ekor tapi sekarang baru 20 ekor saja jauh turunnya,” kata Ahmad Kamis, (21/07/20).
Dibanding tahun-tahun sebelumnya, Ahmad mengungkapkan, tiga minggu sebelum lebaran permintaan kambing untuk hewan kurban sudah mulai ramai.
Ia menilai wabah Covid-19 ini sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat sehingga pembeli menjadi sepi.
“Biasanya kalau sudah dua minggu menjelang Idul Adha sudah mulai ramai, karena kita biasa menyiapkan sapi 20 hari sebelum hari H dan kambing 15 hari sebelumya,” ungkapnya.
Nmun meihat penurunan penjualan hewan kurban, bisa jadi pergerakan ekonomi masyarakat melambat karena Covid-19, tambahnya.
Ahmad menjelaskan, untuk mengantisipasi sepinya pembeli hewan kurban, ia melakukan inovasi yaitu berjualan melalui online atau media sosial. Menurutnya, karena adanya wabah ini pelanggannya lebih banyak memilih berbelanja melalui online.
“Kalau inovasi dari segi penjualan kita pakai media online, gencar kita lakukan dan kebanyakan yang beli dari online kalau yang beli langsung jarang,” jelasnya.
Meski demikian, memang permintaan hewan kurban menurun, namun harga hewan kurban mengalami kenaikan.
Kenaikan harga hewan kurban saat ini mencapai 40 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Kenaiakan hampir 40 persen, karena kalau dulu kita bisa beli 12 juta sekarang 16 sampai 17 juta untuk sapi dan 2 sampai 5 juta untuk kambing,” tutur Ahmad.
AYA
