MATARAM.lombokjournal.com —
Apakah Anda punya buku favorit untuk dibaca? Tentang Kisah Tenggelamnya Kapal Selam? Cerita Perkawinan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah? Atau buku lainnya, yang penting design sampulnya menarik, tebal yang melindungi buku favorit dari kerusakan?
Sekarang lebih banyak cara untuk membaca buku daripada sebelumnya. Selain perpustakaan dan toko buku tradisional, buku sekarang dapat dibeli secara online dan langsung diunduh ke semua jenis perangkat.
Anak-anak saat ini memiliki lebih banyak pilihan daripada yang dilakukan orang di masa lalu. Pilihan ini terkadang bisa membuat kewalahan. Dengan begitu banyak pilihan, bagaimana memilih buku yang akan Anda baca?
Saat Anda mencari buku baru, bisa jadi hal pertama Anda lihat adalah sampul bukunya.
Sampul buku seperti iklan. Ini seharusnya membuat Anda penasaran, memberi Anda gambaran isi buku itu, dan membujuk Anda melihatnya lebih dekat.
Manakah dari buku berikut yang pernah Anda baca? Apakah sampulnya berhasil menarik pembaca dan memberi mereka gambaran tentang isi buku itu?
Anda mungkin mendengar orang-orang memperingatkan agar tidak melakukannya. Peringatan ini biasanya berupa “Jangan menilai buku dari sampulnya”, “Anda tidak bisa menilai buku dari sampulnya”, atau “Jangan menilai buku dari sampulnya”.
Mengapa orang mengatakan kepada Anda untuk tidak menilai buku dari sampulnya? Ucapan ini adalah idiom. Artinya, Anda tidak boleh menilai nilai atau nilai sesuatu hanya berdasarkan penampilan luar.
Dalam kehidupan secara umum, ini adalah nasihat yang bagus. Penampilan dapat menipu. Sebelum Anda dapat membuat penilaian tentang nilai sesuatu, Anda perlu meluangkan waktu menyelidikinya sepenuhnya.
Perhatikan lebih dalam, lebih dekat. Anda mungkin terkejut dengan apa yang Anda temukan. Nilai sebenarnya tidak selalu terlihat jelas saat kita hanya melihat permukaannya.
Jika Anda banyak membaca, kemungkinan besar Anda akan menemukan buku yang tidak mengasyikkan seperti yang Anda kira berdasarkan sampulnya yang penuh warna dan menarik. Demikian pula, Anda mungkin pernah mengambil buku dengan sampul membosankan yang ternyata sangat bagus.
BACA JUGA:
Jadi pepatah lama memang berlaku berkali-kali: Anda tidak bisa serta merta menilai buku dari sampulnya.
BACA JUGA:
Jika Anda melihat buku yang sampulnya menarik bagi Anda, lihat lebih dekat. Mungkin ini akan menjadi favorit baru! Namun jangan lupa bahwa sampul yang kurang menarik, bukan berarti isinya tidak menyenangkan.
wonderopolis
