Indeks

PT GNE Diminta Umumkan, Investor yang Danai Produksi 1000 Unit Mobil Listrik

Ervyn Kaffah /Foto; Ast
Simpan Sebagai PDFPrint

Lembaga bisnis yang baik idealnya dikelola dengan profesional. Seperti mengajak pihak swasta untuk berinvestasi

MATARAM.lombokjournal.com — Rencana PT Grbang NTB Emas (GNE) memproduksi 1000 unit mobil listrik tahun 2020,  mendapat apresiasi berbagai pihak.

Hal tersebut dinilai sejalan dengan visi Gubernur dalam menumbuhkan industrialisasi di NTB.

Tapi, besarnya biaya produksi yang dibutuhkan PT GNE guna merealisasikan rencana tersebut, memunculkan pertanyaan terkait siapa investor yang siap mendanai.

“Mengupayakan supaya investor yang mendanai rencana produksi masal itu, bisa segera diumumkan kepada publik. Sehingga publik juga ikut merasakan semangat yang sekarang ada di PT GNE,” ujar Ervin Kaffah, Dewan Pengurus Fitra NTB, kepada lombokjournal.com. Rabu, (09/09/2020).

Perlunya PT GNE mengumumkan siapa investor yang mendanai, jadi indikasi positif terkait keseriusan PT GNE menjalankan dan mengelola perusahaan darah secara profesional.

Jika tidak, akan muncul kesan di masyarakat PT GNE hanya ‘sedang bermimpi’.

Kendati mimpi tersebut bagus untuk memulai langkah panjang industrialisasi di Provinsi NTB, namun langkah nyata tetap lebih penting dalam mengelola bisnis.

“Ya mimpi yang bagus, yang seharusnya berusaha untuk diwujudkan. Semestinya ya sungguh-sungguh untuk diwujudkan untuk menunjukkan bahwa sudah saatnya NTB ini industrialisasi seperti yang diharapkan Pak Gubernur,” ungkapnya.

Jangan Hanya Tunggu Anggaran Pemerintah

DR M Firansyah /Foto; Ist

Adanya investor jadi bukti PT GNE menjalankan usahanya tidak melulu mengharap kucuran anggaran Pemprov NTB.

Jika masih bergantung pada anggaran Pemda, ‘mimpi’ tersebut sulit terealisasi pada tahun ini. Sebab banyak proses ditempuh sebelum mendapat anggaran.

“Umumkan ke publik siapa Investornya. Artinya akan cukup layak, cukup reliable-lah mimpi itu untuk diwujudkan. Tapi kalau misalnya membayangkan itu dari duit Pemda ya kan panjang juga proses yang harus dilewati untuk mendapatkan dana sebesar itu,” terangnya.

Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Dr. M. Firmansyah menjelaskan,  fungsi BUMD seperti PT GNE sama dengan fungsi BUMN pada skala nasional.

Sama-sama perusahaan pendulang pendapatan untuk pemerintah.

Artinya, tujuan utama dibentuknya perusahaan untuk menambah pemasukan pemerintah dari sektor bisnis.

Lembaga bisnis yang baik idealnya dikelola dengan profesional. Seperti mengajak pihak swasta untuk berinvestasi.

Jika BUMD seperti PT GNE hanya mengharapkan kucuran dana dari Pemda, maka fungsinya tidak berbeda dengan Dinas selaku perpanjangan tangan Gubernur dalam mengelola pemerintahan.

“BUMD atau BUMN itukan perushaaan milik pemerintah. Tujuannya meningkatkan pendapatan pemerintah. Sehingga, memang pembiayaannya dari pemerintah sebagai pemegang saham. Namun, sebaiknya harus berpikir untuk mandiri secara finansial. Disitulah perlu manajemen yang lihai melihat peluang bisnis. Kalau terus dianggarkan dari pemerintah dong sama kayak Dinas-dinas,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Direktur Umum PT GNE Samsul Hadi menyampaikan jika perusahaan yang dipimpinnya berencana memproduksi masal 1000 unit mobil listrik dengan melibatkan sekolah kejuruan yang memiliki rekam jejak sukses memproduksi mobil listrik sendiri.

Ast

Exit mobile version