Rencananya kampus Unram akan dipindah di antara salah satu lokasi di tiga daerah yakni Lobar, Lotim dan KLU, dengan kebutuhan luas lahan hingga 300 hektar
MATARAM.lombokjournal.com — Rencana perpindahan kampus Unram sendiri kabarnya telah mendapat persetujuan Mesnristekdikti, Prof H Mohamad Natsir, Ak, Phd..
Dan dikabarkan pula, Menristekdikti bahkan telah meminta Rektor Unram untuk membentuk tim proses perpindahan
Namun rRencana pemindahan kampus Unram menimbulkan berbagai pertanyaan, terkait nasib kampus Unram yang ada saat ini.
Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada kuliah umum di Unram, Senin (15/04) menyatakan kampus Unram yang ada saat ini tetap berfungsi namun difokuskan pada pendidikan pasca sarjana.
“Tentu tetap menjadi Unram tapi mungkin fokus nya lebih pada S2 dan S3 dan berbagai pendidikan eksekutif dan lainnya,” ungkap gubernur.
Adanya kekawatiran perpindaha kampus Unram akan berdampak pada ekonomi sekitar, Dr. Zul meminta agar pemilik kos dan bisnis untuk tidak kawatir.
Gubernur Zul menyatakan, roda perekonomian di lingkungan sekitar Unram tetap akan menggeliat karena Unram tetap beroperasi meski lebih di fokuskan pada pendidikan pasca sarjana.
“Nggak perlu khawatir karena kalau sekarang yang kos adalah mahasiswa S1 maka ke depan yang kos ya mahasiswa S2 dan mahasiswa S3,” ujar gubernur.
Rencananya kampus Unram akan di pindah di antara salah satu lokasi di tiga daerah yakni Lobar, Lotim dan KLU. Luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun kampus yang baru sekitar 300 hektar.
Muncul juga pertanyaan, kalau Unram harus pindah di lua kota Mataram, apakah masih relevan bernama Universitas Mataram?
AYA
