Indeks

Pilot Project Rumah Tunnel, Untuk Meningkatkan Kualitas Garam Petani

Yusron
Simpan Sebagai PDFPrint

Dengan menggunakan rumah tunnel petani akan lebih cepat memproduksi hasil garam dan kwaliitas baik dan tidak tergantung musim tetap bisa memproduksi

MATARAM.lombokjournal.com

Dinas Perikanan dan Kelautan akan melakukan pilot project ‘rumah tunnel’ garam melalui bantuan dari Pemerintah Pusat. Hal ini guna meningkatkan kualitas hasil produksi petani garam di Nusa Teggara Barat tahun ini,

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Yusron menyatakan, rumah tunnel ini adalah satu  tehnologi untuk meningkatkan kualitas garam itu sendiri.

“Rumah tunnel itu ibaratnya pada lahan garam itu kita tutupi dengan kertas membrane, istilahnya menggunakn plastik tertentu yang punya kriteria  UV. Disitu prosesnya dinamai dengan tunnel garam,” ujar Yusron, Rabu (14/10/20).

Dikatakan, dengan menggunakan rumah tunnel petani akan lebih cepat memproduksi hasil garam dan kwaliitas baik dan tidak tergantung musim tetap bisa memproduksi. Seperti diketahui produksi garam NTB untuk kualitasnya masih kurang karena adanya bahan baku yang kadar air.

“Faktornya adalah bahan  baku airnya sendiri, kadar garamnya kurang. Masyarakat kita melakukun budi daya garam secar turun temurun pada lokasi tertentu. Kualitas air lautnya kurang NHCL nya selain itu cara  cara bertani garamnya belum menggunakan  tehnologi yang memadai,” terangnya.

Dengan adanya pilot project di petani garam yang ada di Jerowaru, Praya Timur dan Sekotong,  diharapkan petani garam bisa meningkatkan kwalitas garamnya.

“Kualitas dari garam itu bisa ditingkatkan, kalau sudah kualitasnya baik tentu proses Standar Nasional Indonesia (SNI) nya akan bisa berjalan lancar,” terang Yusron.

Nantinya untuk proses SNI akan diselesaikan oleh Dinas Perindustrian melalui Badan POM dan setelah itu tentu ada izin edar.

“Kaitan dengan itu kita mendorong supaya SNI dimiliki tentu persyaratannya tadi kualitasnya memadai,” tandasnya.

Aya

 

Exit mobile version