Indeks

Pertamina Ajukan Penambahan Stok BBM 7,5 Persen

Salah satu kendaraan tangki BBM (warna merah) di Pertamina Ampenan bersiap-siap mendistribusikan BBM ke salah satu titik di Kota Mataram, Selasa (15/05) (Foto: AYA/Lombok Journal)
Simpan Sebagai PDFPrint

Tidak ada penjatahan masing-masing SPBU, semua tergantung jumlah permintaan yang diajukan

Sigit Wicaksono

MATARAM.lombokjurnal.com — Mengantisipasi terjadinya lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama puasa hingga lebaran, Pertamina melakukan penambahan stok. Penambahan stok tersebut diajukan sebesar 7,5 persen dibandingkan sebelumnya.

“Untuk di Lombok dan Bima,” ujar Sales Executive Retail NTB Pertamina Rayon Ampenan, Sigit Wicaksono,  Selasa (15/05),

Ia menuturkan, penambahan tersebut untuk stok di awal Juni mendatang. Sedangan pada Mei ini stok dinilainya masih mencukupi.

Sigit mengungkapkan, lonjakan penggunaan BBM biasanya terjadi pada awal Ramadan. Hal ini berdasarkan pengamatan dari tren tahun-tahun sebelumnya.

“Orang kan masih euphoria belanja dan jalan-jalan ngabuburit,” sambungnya.

Sementara menjelag Idul Fitri, penggunaan BBM cenderung menurun dan stagnan.  Berbeda dengan penggunaan Elpiji yang terus meningkat. Pada saat itu masyarakat cenderung lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

“Pada saat itu orang lebih banyak diam di rumah untuk persiapan lebaran,”  katanya.

Ia melanjutkan, dari 7,5 persen penambahan stok yang diajukan, masih didominasi oleh premium. Pertamax sendiri masih di bawah 5 persen yang diajukan.

Sementara Pertalite sendiri diakuinya cenderung stagnan. Meski begitu, hal terpentng saat ini yang digalakkan adalah tidak adanya kekosongan  stok di SPBU.

“Yang penting jangan sampai SPBU kosong,” akunya.

Terkait penyaluran pasokan, Sigit mengatakan tidak ada penjatahan masing-masing SPBU. Semua tergantung jumlah permintaan yang diajukan.

Namun saat ini yang justru tengah membutuhkan penyesuaian adalah saranan dan fasilitas SPBU. Ada beberapa fasilitas yang harus segera di upgrade.

“Selain itu ada juga penambahan di lokasi yang overload dari kapasitas mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, beberapa lokasi yang overload lebih banyak di Kota Mataram. Sigit mengaku Pertamina memang fokus di Kota Mataram. Hal ini dikarenakan lebih banyak terjadi aktivitas setiap hari kecuali hari Minggu.

“Minggu itu kita isi lebih banyak agar Senin sudah banyak tertampung,” pungkasnya.

Sementara terkait penambahan SPBU, dalam waktu dekat ini Pertamina akan melakukan penambahan di KLU. Selain itu ada juga program BBM satu harga di NTB yang akan berlaku di empat titik.

“Stok kita selama Ramadan aman dan tercukupi,” tandasnya

AYA

Exit mobile version