Indeks

Pemprov NTB  Siap Kirim 15 Mahasiswa Asal Dompu Dan Bima  Kuliah S2 Di Malaysia

penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Gubernur Dr. Zulkieflimansyah, dengan Chancellor UPSI Prof. Dr. M. Dato’ Shatar bin Sabran pada Senin, (25/02) di Kampus Fakultas Seni dan Musik UPSI, di Malaysia (Foto; Dok Hms NTB)
Simpan Sebagai PDFPrint

Ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity)

lombokjournal.com 

MATARAM. —  Sebanyak  15 sarjana S1 asal Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat siap berangkat melanjutkan pendidikan jenjang S2 ke Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mulai Agustus 2019.

Para awardee yang lolos seleksi pada awal tahun 2019 itu akan menempuh pendidikan Master of Education dan Master of Arts di kampus berumur 96 tahun yang terletak di wilayah negara bagian Perak Malaysia itu.

Kerja sama bidang pendidikan yang tercakup dalam Program Beasiswa 1000 Mahasiswa S2 NTB ke Luar Negeri  itu, diperkuat oleh penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, dengan Chancellor UPSI Prof. Dr. M. Dato’ Shatar bin Sabran pada Senin, (25/02) di Kampus Fakultas Seni dan Musik UPSI, di Malaysia

Gubenur Zulkieflimansyah mengungkapkan, Malaysia dan Indonesia termasuk NTB, punya banyak persamaan. Yaitu sama-sama memiliki perbedaan dan kemajemukan di dalam masyarakatnya.

“Namun dari perbedaan dan kemajemukan itu, Malaysia mampu berkembang dan maju secara harmonis dalam setiap sendi kehidupannya. Termasuk dalam kemajuan sistem dan kualitas pendidikan tingginya,” kata Gubernur Zul dalam sambutan sebelum penandatanganan MoU.

Menurut Gubernur Zul, untuk mendobrak sekat-sekat perbedaan dan kemajemukan supaya tidak jadi penghambat kemajuan, adalah perubahan paradigma berpikir, melalui pendidikan.

Ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity).

Dikatakan Gubernur Zul, kerja sama dengan UPSI ini bukan baru kali ini. Sejak 2017 sudah ada program semacam pertukaran pelajar atau program magang para mahasiswa UPSI untuk belajar seni musik, tari dan kebudayaan ke Lombok.

“Dan dari situ, ketika potensi kerja sama beasiswa pendidikan tingkat Magister dan Doktoral di UPSI terbuka lebar dengan biaya kuliah yang murah tapi berkualitas tinggi, kenapa tidak kita ambil peluang itu?” lanjut Gubernur Zul.

Berikut nama para awardee asal Dompu dan Bima yang telah lolos seleksi beasiswa program pascasarjana ke UPSI Malaysia pada Agustus 2019 mendatang.

  1. Nurul Uyun – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Kala, Donggo, Kab. Bima
  2. Juryatina – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Rada, Bolo, Kab. Bima
  3. Firdaus – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Talabiu, Woha, Kab. Bima
  4. Ice Puspitasari – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Waworada, Langgudu, Kab. Bima
  5. Isbah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Ntonggu, Palibelo, Kab. Bima
  6. Ruwaidah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Sie, Monta, Kab. Bima
  7. Mahdin – STKIP Yapis Dompu – Desa Mumbu, Woja, Kab. Dompu
  8. Usnatul Fitriyah – STKIP Yapis Dompu – Desa Kareke, Dompu, Kab. Dompu
  9. Sintya Kurniati – STKIP Yapis Dompu – Desa Adu, Hu’u Kab. Dompu
  10. Bachrizal Bakhtiar D. – STKIP Yapis Dompu – Kelurahan Simpasai, Dompu, Kab. Dompu
  11. Burhanuddin – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Bada, Dompu, Kab. Dompu
  12. Tedy Hartadi – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Tanjung, Rasanae Barat Kota Bima
  13. M. Anis Fuadi – Universitas Jember – Kelurahan Mataka.

AYA/Hms NTB

 

Exit mobile version