Indeks

Pelaku Pariwisata NTB Harus Waspada dan Perketat Protokol Covid-19

Awanadhi Aswinabawa
Simpan Sebagai PDFPrint

Harus disiplin dan komitmen, palagi sudah dikeluarkannya sertifikat CHSE

MATARAM.lombokjournal.com  —

Industri pariwisata di NTB didorong perketat protokol penanganan virus Corona Covid-19.

Terlebih di hotel-hotel, mengingat penyebaran Covid-19 bisa dari mana saja. Menteri Agama, Fahrul Razi  dinyatakan positif Covid-19 usai berkunjung ke NTB beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) NTB, Awanadhi Aswinabawa,  apa pun itu memberikan kesan yang kurang manis untuk NTB.

ia berharap kejadian tersebut tidak menjadi satu pengaruh yang sangat negatif, terutama pada pariwisata NTB.

“Kita harus lebih waspada lagi, mudah-mudahan tidak terlalu besar pengaruhnya buat kita (pelaku usaha pariwisata, red),” ujar Awanadhi Aswinabawa, Rabu (23/09/20)

Penyebaranya virus Covid-19 memang bisa terjadi kepada siapa saja. Sekarang yang perlu lakukan adalah menaati protokol kesehatan.

Tidak bisa dipungkuri harus disiplin dan komitmen. Apalagi sudah dikeluarkannya sertifikat CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) bagi usaha yang akan membukan tempat usahanya.

BACA JUGA;  PHRI imbau Usaha Perhotelan Perketat Protokol Covid-19

“Jadi CHSE dikeluarkan sebagai kontrol unutk menjalankan protokol new normal (kenormalan baru, red) itu tadi. Meskipun kita sudah hati-hati toh kita kebobolan lagi, kita harus displin lagi,” katanya.

AYA

Exit mobile version