Anak harus mendapat makanan yang bergizi, dan dididik memilah sampah agar tertanam intik jaga lingkungan
LOBAR.LombokJournal.com ~Untuk mencapai cita anak-anak setinggi-tingginya, maka anak-anak harus sehat. Anak harus gemar memakan makanan yang sehat yang terdapat protein hewani dan nabati.
“Selain itu, anak-anak juga harus dididik memilah sampah, supaya tertanam dari kecil untuk menjaga lingkungan,” ujar Umi Rohmi.
Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Bakti Seruni, Kartini, S. Pd., menyampaikan terimakasih kepada Wakil Gubernur meluangkan waktunya untuk berkunjung ketempat ini.
“Terkait program Bakti Seruni Berbagi dengan jimpitan beras. Sehingga setiap hari Senin dikumpulkan oleh anak-anak. Setelah terkumpul banyak bisa dimasak untuk anak-anak dan sisanya bisa dibagikan ke masyarakat sekitar PAUD,” ungkapnya.***
Program Talent Scouting Pondok Pesantren di Lombok
Caleg DPR RI PKB Dapil Pulau Lombok, Lalu Hardian Irfani, menyiapkan program talent scouting untuk menyiapkan masa depan santri pondok pesantren
MATARAM.LombokJournal ~ Lalu Hardian Irfani tengah menyiapkan program Talent Scouting untuk mencari individu dengan bakat-bakat terbaik di Pondok Pesantren (Ponpes) seluruh Pulau Lombok.
Menurut Ketua Komisi V DPRD NTB itu, kegiatan talent scouting itu menjadi panggung bakat-bakat unggul di ponpes, ini akan membuka mata khalayak bahwa Pondok Pesantren di Pulau Seribu Masjid memiliki potensi individu yang luar biasa di berbagai bidang.
“Kegiatan Talent Scouting ini kami rancang juga sebagai bagian dari upaya nyata untuk mengangkat marwah Pondok Pesantren,” kata Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa NTB ini, Selasa (29/08/23).
Lalu Hardian Irfani, politisi Lombok Tengah yang dekat dengan kalangan pondok pesantren ini dipersiapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar maju sebagai Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Dapil Pulau Lombok pada Pemilu 2024.
Lalu Hardian Irfani mengusus motto ‘Melayani Umat, Tawadhu Ulama’ ini mengatakan, pondok pesantrem telah lama menjadi pusat pendidikan Islam di Indonesia.
Pondok pesantren menjadi tempat para santri belajar agama, akhlak, dan ilmu pengetahuan umum.
Namun, di balik fokus utama pada pendidikan agama itu, kata Hardian, pondok pesantren juga memiliki banyak individu berbakat dalam berbagai bidang.
Anggota DPRD NTB yang biasa disapa Haji Ari ini mengemukakan, pondok pesantren merupakan tempat yang merangkul berbagai aspek kehidupan, sehingga bukan hanya pendidikan agama yang diutamakan.
Bahkan banyak pondok pesantren di Pulau Lombok yang memiliki program-program pelatihan dan kegiatan di luar kurikulum utama, seperti seni, olahraga, bahasa, musik, tari, debat, dan lainnya.
“Ini membuka pintu bagi para santri yang memiliki bakat-bakat kreatif dan potensi di bidang-bidang tersebut,” imbuh pria yang dikenal dekat dengan para alim ulama di Pulau Seribu Masjid ini.
Ditegaskan, program Talent Scouting yang disiapkan pihaknya tersebut akan menjadi panggung bagi santri-santri dengan bakat terbaik tersebut.
Nantinya, para santri yang terpilih dan terjaring dalam program Talent Scouting ini akan mendapat pembinaan yang akan mengarahkan mereka untuk pencapaian masa depan yang lebih baik.
Lalu Hadrian menjelaskan, bagi para santri talent scouting ini akan menjadi ajang bagi mereka mengembangkan potensi individu secara holistik. Sebab memang didesain untuk mengenali dan mendukung bakat para santri.
Bukan hanya mendukung pertumbuhan mereka dalam bidang tertentu, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri dan identitas positif.
“Santri dengan bakat-bakat unggul itu sering kali memiliki keterampilan khusus yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Seorang santri yang memiliki bakat dalam debat atau pidato dapat mengasah keterampilan berbicaranya, yang juga bermanfaat dalam pelajaran agama dan ilmu pengetahuan,” kata Hadrian
Talent scouting ini juga membantu para santri untuk lebih awal mengenali minat dan potensi karir mereka di masa depan. Ini membimbing mereka dalam memilih jalur pendidikan dan profesi yang sesuai dengan keahlian mereka.
Menurutnya, dengan santri-santri yang memiliki masa depan cerah, secara tidak langsung akan meningkatkan marwah, citra, dan reputasi pondok pesantren di mata masyarakat secara luas.
Ia menegaskan kesiapan dirinya menjembatani bakat-bakat terbaik dari pondok pesantren di Pulau Lombok untuk mencapai masa depan yang cerah tersebut dengan memanfaatkan jejaring yang dimilikinya. Program talent couting yang disiapkannya, akan memiliki link and match dengan para pemangku kepentingan.
Sehingga mereka yang memiliki bakat-bakat terbaik tersebut akan terus mendapat kesempatan secara berkelanjutan.
Hal itu memungkinkan mereka yang memiliki bakat di bidang akademik, bisa mengakses beasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan yang mereka inginkan. Sedang yang memiliki bakat di bidang olahraga juga akan didekatkan dengan industri olahraga sesuai dengan bakat mereka. Pun mereka yang memiliki kelebihan dan bakat di bidang seni, akan mendapatkan akses serupa.
“Sebagai panggung untuk para santri dengan bakat terbaik dari pondok pesantren di Pulau Lombok, Talent Scouting ini kami siapkan sebagai investasi masa depan untuk anak-anak kita yang menempuh pendidikan di pondok pesantren,” ucap Ari.
Dalam jangka panjang kata H Ari, para santri-santri yang telah sukses melalui program Talent Scouting ini, akan terlibat dalam pengembangan bakat adik-adik mereka.
Antara lain dengan berpartisipasi dalam bentuk dukungan pelatihan, mentorship, atau bahkan dukungan finansial.
“Kami meyakini sepenuhnya, dengan dukungan yang tepat, bakat-bakat unggul dari pondok pesantren dapat menginspirasi, mencapai prestasi luar biasa, dan pada akhirnya berkontribusi besar pada masyarakat secara luas,” kata Hadrian (*)
Bakti Stunting, Wagub NTB Kunjungi Desa Pengadang
Gerakan Gotong Royong Bakti Stunting kali ini dilakukan di Desa Pengadang, Lombok Tengah
LOTENG.LombokJournal.com ~ Dalam Gerakan Gotong Royong Bakti Stunting, para Kades dan Kadus diminta berperan masif untuk mengawal dan memantau masyarakatnya, agar hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dorongan itu disampaikan Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Jalillah di tengah kegiatan gerakan Gotong Royong Bakti Stunting, di Desa Pegadang Lombok Tengah, Senin (28/08/23)
Tema gptpng royong bhakti stunting itu yakni Intervensi Pemberian Protein Hewani, seperti telur, daging, ikan dan ayam.
Menurut Wagub NTB, gerakan gotong royong itu untuk menekan angka stunting yang juga disebabkan oleh sanitasi yang buruk, dan kurangnya asupan gizi yang baik pada masyarakat.
“Kita harus kompak, harus bersama-sama menjaga kesehatan keluarga termasuk kesehatan lingkungan agar kita semua bisa hidup sehat,” ujarnya.
Selain itu, Wagub NTB menghimbau penurunan angka stunting di Pegadang harus disegerakan. Mengingat angka stuntingnya termasuk tinggi, di atas 30 persen.
Bila masyarakat sehat maka generasi sepuluh hingga duapuluh tahun yang akan datang menjadi lebih baik.
Pada kesempatan itu Wagub juga memantau secara langsung pengukuran tinggi dan berat badan balita. Selanjutnya memberikan bantuan telur pada keluarga yang terindikasi stunting.
Usai dari Posyandu Cempaka, Wagub selanjutnya mengunjungi Posyandu Kecil Ceria Dusun Banjar 1 Pegadang, yang jaraknya 2 KM dari lokasi pertama.
Hadir mendampingi Wagub pada giat ini Asisten I Pemprov NTB, Karo Administrasi Pimpinan, Kadis Perdagangan, Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan , Kadis PMPD Dukcapil , Kadis Dikbud , Kadis Perdagangan, Kadis Perhubungan , Kadis Perkim , Kadis ESDM, Karo AP, Karo Hukum, Karo Kesra, Kepala BKKBN dan pejabat dari Kabupaten termasuk Camat dan Kades/Kadus setempat. ***
Asupan Gizi Protein Hewani dan Nabati Kunci Anak Sehat
Wagub NTB, Ummi Rohmi berharap orang tua memberi asupan gizi yang cukup sehat untuk mencegah stunting pada anak-anak
LOBAR.LombokJournal.com ~ Orangtua diminta memastikan memberi asupan gizi yang mengandung protein hewanidan nabati untuk pencegahan stunting pada anak.
Pentingnya pemberian asupan gizi sehat itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat melakukan monev stuntingdi Posyandu Keluarga Plamboyan Lembuak Narmada, Selasa (29/08/23).
“Pastikan anak-anak kita itu pemberian asupan gizi yang sehat sampai karena makanan ini adalah kuncinya untuk menjadi anak yang sehat,” ungkap Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.
Selain itu, Umi Rohmi mengingatkan petugas Posyandu selalu menggunakan alat timbangan digital antropometri, agar datanya menjadi akurat dan valid sehingga perlu dikroscek kembali sebelum diinput.
“Datanya harus dipastikan valid, karena dengan data valid kita bisa intervensi,” jelasnya.
“Bibit-bibit crosser kita banyak sekali di NTB ini. Dengan event yang teratur insya Allah satu saat akan banyak crosser-crosser dunia yang berasal dari NTB,” harap Bang Zul.
Hal itu dikatakan Bang Zul saat saat menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region 3 (BALI-NTB-NTT) putaran IV di Lantan 459 International Motocross Circuit, Lombok Tengah, Minggu (27/08/23).
Kejurnas Grasstrack Motocross tersebut digelar atas kerjasama antara Pemkab Lombok Tengah dan Bank NTB Syariah. Event itu diikuti lebih dari 100 peserta dari 3 daerah yaitu; Bali, NTB dan NTT dan diramaikan oleh sejumlah crosser muda asal Pulau Lombok.
Kehadiran para Crosser asal Lombok berhasil menyemarakkan atmosfer kompetisidan memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat pulau Lombok.
Sementara itu, Libin Micanek, asal Ceko pelatih dari crosser Desa Tetebatu mengungkapkan keberadaan sirkuit Motocross menjadi nilai plus di Provinsi NTB.
Dijelaskan Libin, Provinsi NTB semakin mantap menjadi pusat Sport Tourism di Indonesia dengan Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Motocrossnya.
Berkah juga didapatkan bagi para pelaku UMKMdi Desa Lantan selama digelarnya event tersebut.
Kepala Desa Lantan, Herwandi, mengungkapkan bahwa pedagang di sekitar area acara berhasil meraih keuntungan yang signifikan, bahkan mencapai hingga 400 ribu rupiah pada malam pertama jelang acara dimulai.
Herwandi menambahkan, acara ini tidak hanya sebagai pertandingan olahraga bergengsi semata, tetapi juga bisa menarik wisatawan untuk mengenal keindahan Lombok Tengah, terutama desa Lantan dan sekitarnya.***
Wagub NTB Terima Audiensi KPID NTB
Audensi KPID NTB dengan Wagub NTB juga terkait dengan Pencanangan Desa Peduli Penyiara
MATARAM.LombokJournal.com ~Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima audiensi dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Prov. NTB, di Ruang Kerja Wagub NTB, Senin (28/08/23).
KPID Prov. NTB yang akan menyelenggarakan penganugerahankepada lembaga penyiaran tahun 2023 melakukan audensi dengan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, di Ruang Kerja Wagub NTB, Senin (28/08/23).
Wagub NTB memberikan apresiasi dan dukungan kepada KPID yang juga akan melakukan
Pencanangan Desa Peduli Penyiaran dan Penandatanganan MOU bersama 4 (empat) lembaga, yang rencanya dilaksanakan pada tanggal 11 September 2023.
“Semoga kegiatannya lancar dan saya bisa hadir untuk ikut berpartisipasi,” tutur Ummi Rohmi panggilan Wagub NTB
Ketua KPID NTB, Ajeng Roslinda Motimori mengatakan, sebagai langkah preventif, KPID NTB membuat program melakukan fungsi pengawasan untuk masayarakat pada era digitalisasi.
“Ke depan, akan banyak lahir Lembaga Penyiaran (LP) baru, karena lebih mudah saat ini, yang dulu masih analog dan sekarang sudah digital dimana satu frekuensi bisa mencapai delapan channel, jadi tidak cukup saja pengawasan dari KPID tetapi kita juga melibatkan masyarakat sebagai pengawas partisipan,” katanya.
Turut hadir mendampingi Kepada Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M, Wakil Ketua Komisioner KPID NTB, Afifudin Adnan, S.Sos.I dan Anggota Komisionar KPID NTB, Yusron Saudi, ST, M.Pd. ***
Taiwan Jajaki Kerja Sama dengan Provinsi NTB
Kerja sama NTB dan Taiwan bisa dilakukan seperti di sektor Kebudayaan dan Pendidikan, Perdagangan dan Perekonomian serta Pariwisata dan lainnya
MATARAM.LombokJournal.com ~ Taiwan menjajaki kerja sama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam berbagai bidang, seperti bidang Kebudayaan dan Pendidikan, Perdagangan dan Perekonomian serta Pariwisata dan lainnya.
Hal itu diungkapkant Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah menerima silaturahmi Isaac Chiu, Director General Taipei Economic and Trade Office Surabaya (TETO Surabaya) yang menjajaki kerja sama, di Pendopo Gubernur, Senin (28/08/23).
“Pemerintah provinsi tentu sangat menyambut baik kunjungan, dan kerja samadengan Taiwan bukan permulaan, sudah pula kita lakukan seperti beasiswa S3 di salah satu universitas disana,” jelas Gubernur NTB.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB memaparkan beberapa potensi NTB kerja sama seperti sektor pertanian, tambang dan pendidikan seperti beasiswa dan kerjasama technopark.
Isaac Chiu, Director General Taipei Economic and Trade Office Surabaya (TETO Surabaya) mengatakan, pihaknya melihat peluang besar kerja sama itu mengingat jumlah tenaga kerja Indonesia di Taiwan sebanyak 35 ribu orang. Dan mahasiswa Indonesia disana sebanyak 17 ribu lebih.
Selain itu neraca perdagangan kedua negara yang terus meningkat memungkinkan kerja sama bisnis dilakukan.
“Kami akan menjajaki kemungkinan kerja sama bisnis dengan NTB tidak saja dalam pengiriman tenaga kerja”, ujarnya.
TETO adalah Kantor Perwakilan Pemerintah Taiwan yang kedua di Indonesia dengan fungsi utama adalah melayani visa untuk tenaga kerja Indonesia, visa kunjungan umum, visa pelajar, dan juga membantu para pengusaha Taiwan yang berada di Surabaya dan sekitarnya.
Hadir pula dalam pertemuan, Kadis Perindustrian, Kadis Dikbud dan KA Brida.***
NTB Ekspor Komoditi Vanili ke Amerika
Gubernur NTB, Bang Zul senang orang lokal NTB sudah mampu ekspor Vanili senilai 3 miliar
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melakukan pelepasan EksporKomoditi Vanili Organik ke United State of America (USA), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Mataram (28/08/23).
Ekspor komoditi Vanili ke Amerikan ini memiliki nilai sebesar 3 miliar atau setara 2,360 ton vanili organik.
Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB mengaku senang, karena ekspor Vanili ini menularkan produk turunan yang lain yang akan memancing ekspor-ekspor produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Menurut Bang Zul, ekspor ini penting karena memaksa untuk belajar dengan kualitas. Sebab para omportir tidak ada toleransi kalau tidak sesuai dengan kualitas, dab tidak akan diterima.
“Kita harus mengapgrade kemampuan dan tehnologi. Dengan adanya feedback inilah sehingga memaksa untuk meningkatkan kinerja kualitas di pasar global,” katanya.
Sementara itu, Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia NTB, Ahmad Fauzi menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada stakeholder yang menangani kegiatan ekspor dan tim genjot ekspor.
“Semoga tim genjot ekspor mampu meningkatkan nilai dan volume transaksi ekspor dari provinsi NTB,” katanya.***
Karang Taruna Lombok Barat Harus Jadi Pelopor Perubahan
Bang Zul ajak peserta kemah kebangsaan dari Karang Taruna se Lombok Barat bersemangat membangun perubahan
LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Bang Zul menghadiri Kemah Kebangsaan Karang Taruna Lombok Barat, di wisata Gunung Jae Desa Sedau, Narmada Lombok Barat, Sabtu (26/08/23).
Bang Zul menyampaikan pesan dari kisah Ashabul Kahfi, dengan inisiatif merubah sesuatu yang dilakukan pemuda Karang Taruna, dengan tidur pun mampu mengubah keadaan.
”Mungkin semangat Ashabul Kahfi ini, panitia Karang Taruna mengadakan tidur bersama dengan kemah di tempat ini,” ujar Bang Zul sapaan akrab Gubernur.NTB.
Ia mengaku senang bisa melihat langsung wajah-wajah pemuda dari Karang Taruna yang masih segar. Karena itu, ia mengajak semua peserta kemah kebangsaan dari Karang Taruna se-Lombok Barat bersemangat membangun perubahan yang bisa bersahabat dengan semua orang.
Bang Zul yang banyak berinteraksi dengan pemuda NTB ini, mengapresiasi Karang Taruna Lombok Barat produktif. Ketuanya masih muda, anggota DPRD masih muda.
Sehingga bisa menjadi motivasi Karang Taruna Lombok Barat, siap menjadi pelopor perubahan di Lombok Barat termasuk seluruh NTB.
Bang Zul menyampaikan selamat atas terselenggaranya kemah Kebangsaan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Lombok Barat.
“Mudah-mudahan besok tidak meninggalkan sampah, bisa menanam pohon, dan suatu saat tempat ini menjadi tempat terindah di NTB,” kata Bang Zul. ***
Gubernur NTB Bang Zul Dorong Ekonomi Kreatif Berkembang
Gubernur NTB hadiri rembuk komunitas industri NTB wadah pertukaran inovasi antar komunitas industri
MATARAM.LombokJournal.com ~Gubernur NTB (Nusa Tenggara Barat) Zulkieflimansyah menegaskan, industrialisasi dapat berkembang dengan terus belajar.
“Belajar yang sesungguhnya adalah dengan forum berbagi seperti ini. Tidak saja tentang bagaimana menemukan produk kreatif lainnya untuk dikembangkan tapi juga bekerjasama mengatasi kendala bisnis yang ada,” kata Gubernur NTB yang biasa disapa Bang Zul.
Ia mengatakan saat menghadiri kegiatan Rembuk Komunitas IndustriNTB sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, diskusi, dan pertukara gagasan serta inovasi antara komunitas dengan pemerintah, maupun komunitas dengan stake holder lainnya, di Hotel Lombok Plaza Mataram, Sabtu (26/08/23).
Khusus ekonomi kreatif, Gubernur NTB berpesan pada anggota KOIN (Komunitas Industri NTB) agar cerdas memanfaatkan perkembangan teknologi maupun bisnis dunia, yang kecenderungannya makin banyak diminati dan digeluti kaum milenial.
Kepala Dinas Perindustrian, Nuryanti mengatakan, forum ini dihajatkan agar para pelaku industri dan industri kreatif selain saling bertemu. Dan membuat terobosan kreatif juga agar dapat mendukung industrialisasi NTB yang telah dibangun sejak lima tahun terakhir.
“Karena para pelaku industri kreatif yang bergabung di KOIN ini masih merasa bekerja sendiri sendiri,” ungkap Yanti.
KOIN sendiri adalah komunitas pelaku industri kreatif yang beranggotakan mulai dari pelaku teater, fotografer, musik, multimedia, kuliner, youtuber dan konten kreator sampai dengan industri 4.0.
Ketua KOIN, Arta Sasmita mengatakan telah terdaftar 140 komunitas pelaku ekonomi kreatif dan telah memiliki program pengembangan yang komprehensif.
“Kami juga menggunakan open investment dan secure funding lainnya serta melakukan treatment untuk mengetahui posisi bisnis masing masing komunitas di pasar,” jelasnya.
Ditambahkannya, nantinya akan ada pula Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) sebagai wadah formal untuk pengembangan komunitas pelaku ekonomi kreatif dalam hal manajerial dan marketing yang lebih luas. (*)