Laut Indonesia Punya Potensi Sumber Daya yang Melimpah

Sumber daya laut yang dimiliki Indonesia selain perikanan, juga sumber daya mineral kelautan, termasuk minyak dan gas bumi, timah, emas, pasir kuarsa, dan lainnya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perauran Indonesia dengan wilayah kelautan yang luas memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah. 

BACA JUGA : Jembatan Jatibaru Diresmikan Pj Gubernur NTB

sumber daya kekayaan sumber daya mineral laut yang kita miliki tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia

Namun bukan hanya ikan yang menjadi kekayaan laut Indonesia. Kekayaan lainnya beragam karena ada enam potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, yakni:

1. Perikanan Tangkap dan Budi Daya; merupakan potensi sumber daya laut terbesar di Indonesia. Sebab laut Indonesia memiliki potensi lestari yang besar, karena itu mendukung perikanan tangkap dan budi daya.

Berbagai jenis ikan, udang, dan krustasea dikembangbiakkan di perairan Indonesia yang luas,  termasuk ikan bandeng dan udang.

2. Hutan Mangrove (Hutan Bakau) : luas  hutan bakau sebagai salah satu sumber daya laut mencapai 3.617.000 hektar. Hutan Bakau memiliki fungsi ekologis meliputi habitat binatang laut sekaligus fungsi perlindungan pantai dari abrasi.

Lebih dari itu memiliki fungsi ekonomis, seperti penggunaan kayu bakar, arang, dan kertas

3. Terumbu Karang :  Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia, mencapai 284,3 ribu km2. Terumbu karang memiliki manfaat ekonomis sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan objek wisata bahari.

Secara ekologis, terumbu karang bermanfaat secara ekologis untuk mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat menyebabkan abrasi.

BACA JUGA : Rakor di Bima, Pj Gubernur NTB Dukung Lawan Destruktive Fishing

4. Pertambangan dan Energi: Kekayaan  sumber daya mineral kelautan yang kita miliki tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia. 

Sumber daya mineral ini di antaranya minyak dan gas bumi, timah, emas dan perak, pasir kuarsa, monasit dan zirkon, pasir besi, agregat bahan konstruksi, posporit, kromit, dan masih banyak lagi yang lainnya.

5. Padang Lamun : Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup di bawah permukaan air. Ini membentuk padang luas di dasar laut, dan menjaga stabilisasi dasar, dan fungsi sebagai perangkap sedimen

Padang lamun juga merupakan daerah penggembalaan dan asuhan bagi hewan di lautan.

6. Pariwisata Bahari : Potensi sumber daya dan keanekaragaman flora dan fauna dapat dikembangkan menjadi komoditas pariwisata. Dan melibatkan berbagai jenis wisata, seperti bisnis, pantai, budaya, pesiar, alam, dan olahraga.

BACA JUGA : Kontingen DKKI NTB ke Kejuaraan Grand Prix XI di Gresik

Dengan potensi sumber daya yang beragam ini, penting untuk menjaga kelestarian lingkungannya demi keberlanjutan ekosistem. Sudah selayaknya bersama-sama menjaga keindahan dan keberlanjutan laut Indonesia.

Potensi sumber daya Indonesia yang melimpah dan beragam ini, penting untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan ekosistem. ***

 

 




Jembatan Jatibaru Diresmikan Pj Gubernur NTB

Pj Gubernur meresmikan jembatan Jatibaru dengan panjang mencapai 10 meter yang.selesai dibangun pada tahun 2023 

BIMA.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, meresmikan Jembatan Jatibaru, Jum’at (23/02/24). 

Pj Gubernur meresmikan jembatan jatibaru

Jembatan yang terletak di Jalan Datuk Dibanta-Batas Kota ini, selesai dibangun pada tahun 2023 dengan panjang mencapai 10 meter.

BACA JUGA : Aset Pemprov NTB Dihibahkan untuk Tugas Pemerintahan

Proyek pembangunan Jermbatan Jatibaru  ini dilaksanakan oleh kontraktor CV. Yunita. Dengan supervisi dari konsultan CV. Asriguna Kreasi Samawa. Dana pembangunan jembatan senilai Rp 3,9 miliar berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN.

Pada acara peresmian jembatan tersebut, Pj Gubernur NTB, Miq Gite, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk secara masif melakukan penanaman pohon. 

Hal ini diharapkan dapat menjaga keasrian dan kelestarian Provinsi NTB serta melindungi daerah tersebut dari berbagai ancaman bencana yang dapat disebabkan oleh penebangan pohon.

BACA JUGA : Kerja Sama NTB-Amerika, Pj Gubernur NTB Bertemu Perwakilan Konjen Amerika

“Setelah peresmian jembatan ini, mari kita bersama-sama menanam pohon. Jangan hanya fokus pada penebangan, tetapi prioritaskan juga penanaman pohon agar ketika terjadi hujan, pohon dapat menyerap air sehingga dapat mencegah banjir,” ujar Miq Gite kepada masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Pada kesempatan ini, Pj Walikota Bima, H. Muhammad Rum, turut mendampingi Pj Gubernur NTB di Jatibaru. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk jajaran dinas PUPR dan berbagai unsur masyarakat. 

Setelah menyelesaikan kunjung kerja di Jatibaru, Miq Gite mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi potensi banjir. Yakni dengan melakukan penanaman pohon secara kolektif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan demi lingkungan yang sehat dan segar. 

BACA JUGA : Energi Terbarukan 100 persen tahun 2050 di NTB

“Lingkungan lestari, alam bestari,” tambahnya. nov/dyd

 




Rakor di Bima, Pj Gubernur NTB Dukung Lawan Destructive Fishing

 Rapat kordinasi (rakor) di Bima  membahas rencana aksi menangani maraknya kegiatan Destructive Fishing, seperti pengeboman ikan, penggunaan racun, dan bius ikan

BIMA.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penangkapan Ikan yang Merusak Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Destructive Fishing) di wilayah perairan Kabupaten Bima, Jum,at (23/03/24) 

BACA JUGA : Jembatan Jatibaru Diresmikan Pj Gubernur NTB

Usai rakor destruktive fishing dilanjutkan nersepakat mengatasinya

Rakor ini diadakan di Kota Bima sebagai langkah konkret mengatasi masalah penangkapan ikan yang merusak sumber daya laut.

Rapat tersebut membahas rencana aksi menangani maraknya kegiatan Destructive Fishing, seperti pengeboman ikan, penggunaan racun, dan bius ikan. 

Para peserta rakor juga menyetujui kerja sama dalam penanggulangan DF melalui penandatanganan nota kesepakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur NTB, akrab dipanggil Miq Gite, menjelaskan perlunya pendekatan dan sosialisasi intensif kepada masyarakat untuk menanggulangi DF. 

BACA JUGA : Aset Pemprov NTB Dihibahkan untuk Tugas Pemerintahan

Sosialisasi tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat di wilayah pesisir dan masyarakat umum.

Dalam rakor itu, Miq Gite juga menyoroti pentingnya pelibatan aparat keamanan dalam penegakan peraturan guna meningkatkan kesadaran masyarakat menuju perilaku yang lebih konstruktif

Ia menyatakan kehadirannya sebagai bentuk dukungan untuk menerapkan langkah-langkah yang telah disusun bersama.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, ST, MSi, menggambarkan rakor di Bima sebagai langkah nyata pemerintah untuk mencegah kerusakan sumber daya alam kelautan dan perikanan, sehingga kelestarian laut dapat terjaga dan berkelanjutan.

BACA JUGA : Kerja Sama NTB-Amerika, Pj Gubernur NTB Bertemu Perwakilan Konjen Amerika

Pada akhir acara, Pj Gubernur NTB bersama Bupati Bima dan Pj Walikota Bima menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan tentang kerja sama penanganan DF di wilayah perairan Kabupaten Bima. 

Nota kesepakatan ini mencakup rencana aksi penanganan DF, pemberdayaan masyarakat, sosialisasi dan edukasi, pengawasan dan patroli, serta pembinaan dan peningkatan peran Pokmaswas. nov/dyd

 

 




Aset Pemprov NTB Dihibahkan untuk Tugas Pemerintahan

Penyerahan aset berupa gedung dan lahan dari Pemerintah Provinsi NTB diharapkan melancarkan tugas pemerintahan yang jadi kewenangan masing-masing

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi menandatangani penyerahan aset, yakni Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), Berita Acara Serah Terima (BAST), dan Berita Acara Serah Terima Sementara (BASTS). 

BACA JUGA : Kerja Sama NTB-AS, Pj Gubernur NTB Bertemu Perwakilan Konjen Amerika

Pj Gubernur, Lalu Gita Ariadi menandatangani penyerahan aset

Penandatanganan serah terima itu antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Kota Mataram, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Mataram, Kamis (22/02/24) di Kantor Gubernur NTB. 

Pemerintah Provinsi NTB menghibahkan  gedung dan lahan dengan rincian sebagai berikut: 

(1) aset di Jalan Langko dan Jalan Majapahit kepada Pemerintah Kota Mataram, 

(2) aset gedung Ditlantas kepada Kepolisian Daerah NTB, dan 

(3) aset di kawasan Kebun Kopi kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Mataram. 

BACA JUGA : Energi Terbarukan 100 persen 2050 di NTB

Selain itu, Pemerintah Kota Mataram juga menghibahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB yaitu kawasan Kebun Kongok dan kawasan di Lingkar Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. 

Penyerahan aset itu bertujuan untuk kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan yang menjadi kewenangan masing-masing. 

“Mudah-mudahan dapat kita dimanfaatkan oleh masyarakat, dapat untuk peningkatan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat,” katanya. 

Selain itu, Pj. Gubernur NTB juga berharap dukungan seperti ini terus berkelanjutan untuk akselerasi pembangunan pemerintahan. 

BACA JUGA : Pemilu Tetap akan Dikawal Aparatur Sipil Negara 

Penandatanganan ini dihadiri dan disaksikan oleh Pj. Sekda Prov. NTB, Walikota Mataram, Wakapolda NTB, Sekda Kota Mataram, Kepala BPKAD Prov. NTB, Kepala BKD Kota Mataram, Kepala dan Sekretaris Pengadilan Tinggi Tata Usaha Kota Mataram, dan Karo Hukum Setda Prov. NTB. Novita/her

 

 




Kontingen DKKI NTB ke Kejuaraan Grand Prix XI di Gresik

Sebanyak 13 atlet dari kontingen Dai Kyokushin Karate Indonesia NTB yang berangkat ke ajang grand Prix ke XI di Gresik, Jatim, diharapkan meraih prestasi yang diharapkan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pj Sekda NTB, Drs Ibnu Salim melepas Kontingen Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI) NTB, di ruang rapat Pj Sekda kantor Gubernur, Mataram (22/02/24).

BACA JUGA : Aset Pemprov NTB Dihibahkan untuk Tugas Pemerintahan

Kontingen DKKI NTB berdialog di ruang kerja Pj Sekda

Pj Sekda menyambut baik dan memberikan apresiasi kontingen DKKI yang lahir di NTB yang tergolong masih baru yang lahir tahun 2022 di bawah naungan Kormi.

“Yang penting ke depan tetap konsisten dalam melaksanakan prinsip-prinsip keolahragaan,” ungkap Ibnu Salim.

Ditambahkan Ibnu Salim, pemerintah berharap kontingen DKKI NTB berkembang sebagai upaya mengolahragakan masyarakat.

“Yang penting kita sudah tahu keberadaan DKKI di NTB sehingga ke depannya harus mulai dipikirkan Pemda,” ujarnya.

BACA JUGA : Kerja Sama NTB-Amerika, Pj Gubernur NTB Bertemu Perwakilan Konjen Amerika

Selain itu, kejuaraan grand Prix ke XI di Gresik sebagai ajang untuk uji nyali dan uji keterampilan kontingen DKKI NTB, yang selama ini terus berlatih.

“Semoga kontingen DKKI NTB lancar pertandingan mampu meraih hasil yang diharapkan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DKKI Tony menyampaikan terimakasih telah diterima dengan baik oleh Pj Sekda.

Disebutkan para atlet yang akan akan bertanding di Grand Prix XI di Kota Gresik Berjumlah 13 Atlit bersama para official yang akan berangkat besok menggunakan kapal Kirana.

“Kita berangkat lebih awal karena para atlit ini akan bertanding pada hari Minggu tanggal 25 Februari  mendatang,” ungkapnya.

BACA JUGA : Arsvita, Program Overact Theatre Perluas Referensi Teater

Salah satu atlit yang tergabung dalam kontingen DKKI, Faisal asal Pejarakan, mengikuti kelas dewasa berat 55-60 sekitar 5 orang.

“Kita optimis bisa meraih juara pertama karena tahun lalu meraih juara di Bali piala Adiray,” ungkapnya. san/her

 

 




Kerja Sama NTB-AS, PJ Gubernur Bertemu Perwakilan Konjen AS

Lalu Gita Ariadi menyoroti potensiyang dimiliki NTB yang membuka peluang kerja sama investasi yang tersedia bagi investor dari Amerika Serikat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Gita Ariadi bertemu perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat, untuk memperkuat kerja sama antara NTB dan Amerika Serikat dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, investasi, pendidikan, dan pariwisata.

BACA JUGA : Pemilu ke Depan akan Tetap Dikawal Aparatur Sipil Negara

Lalu Gita Ariadi dan Konjen AmerikaJhon Mc Daniel, bertemu untuk bahas kerja sama
Lalu Gita Ariadi dan Jhon Mc Daniel

Pertemuan itu membahas Pj Gubernur NTB dan perwakilan Konsulat Jenderal Amerika Serikat membahas berbagai potensi kerja sama yang dapat ditingkatkan di masa mendatang. 

Mereka saling bertukar pandangan peluang kerja sama di bidang nvestasi, pertukaran pelajar, program pendidikan, dan promosi pariwisata, dengan tujuan untuk saling menguntungkan kedua belah pihak.

Pj Gubernur NTB menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen NTB dalam memperkuat kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat. 

Lalu Gita Ariadi juga menyoroti potensi-potensi yang dimiliki NTB yang bisa membukapeluang investasi yang tersedia bagi investor asing, termasuk dari Amerika Serikat.

BACA JUGA : Komunitas Akarpohon Gelar ‘Majelis Buku Tipis’

“Kami ingin tingkatkan SDM dan kami ingin sebanyak-banyaknya putra putri NTB mengakses beasiswa,” kata Gubentur NTB di Ruang tamu Gubernur NTB, Rabu (21/02/24).

Perwakilan Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Jhon Mc Daniel, menyambut baik hubungan erat antara NTB dan Amerika Serikat dalam berbagai sektor. 

Mereka juga menyampaikan ketertarikan dalam menjajaki lebih lanjut peluangdi bidang-bidang strategis yang menjadi fokus pembangunan NTB.

“Senang jika kerja sama ini bisa terjalin. Sekarang kami mencoba mencari mahasiswa di luar pulau Jawa,” jelasnya.

Dengan sinergi yang kuat, lanjutnya, diharapkan hubungan bilateral ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kedua belah pihak, serta mempercepat pembangunan dan kemajuan di NTB.

BACA JUGA : Arsvita, Program Overact Theatre Perluas Referensi Teater

“Semoga kerja sama ini bisa mempercepat pembangunan di NTB,” harapnya. panda/her

 

 




Energi Terbarukan 100 persen tahun 2050 di NTB

Pj Gubernur NTB mengatakan, pihaknya menampung sebanyak-banyaknya gagasan dan aspirasi bagaimana langkah-langkah strategi terkait energi terbarukan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ide dan gagasan menjadikan Provinsi NTB menuju 100 persen Energi Terbarukan oleh International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI) Indonesia mendapat apresiasi.

BACA JUGA : Kerja Sama NTB-AS, Pj Gubernur NTB Bertemu Perwakilan Konjen AS

Apresiasi itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, saat menghadiri Konsultasi Publik Peta Jalan Menuju 100 Persen Energi Terbarukan NTB tahun 2050, di Hotel Prime Park, Mataram, Selasa (21/02/24). 

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB saya sampaikan apresiasi atas ide gagasan ini, yang tentu merupakan tuntutan dan kebutuhan kita di masa yang akan datang,” tutur Miq Gite sapaan akrab Pj Gubernur.

Miq Gite mengatakan, kegiatan ini dihajatkan untuk menampung sebanyak banyaknya ide, gagasan, aspirasi dari berbabagai stakeholder, bagaimana potensi kekuatan peluang dan langkah-langkah strategi terkait energi terbarukan yang harus dilakukan. 

Agar misi besar penggunaan energi baru terbarukan secara optimal dapat dilakukan pada tahun 2050.

BACA JUGA : Pemilu ke Depan akan Tetap Dikawal Aparatur Sipil Negara 

“Apakah ide gagasan ini dapat terimplementasi atau tidak pada momentum yang kita proyeksikan 2050 yang akan datang. Jadi mari memanfatkan forum ini untuk mencoba menerawang ke depan bagaiamana potensi dan posisi kita dalam kaitan dengan renewable energy di masa yang akan datang,”  jelasnya. 

Miq Gite juga menyampaikan, Provinsi NTB sudah memulai komitmen, sejak tahun 2017 telah mengikuti seminar pertemuan intenasional Green Island Forum (IGIF) di Jeju, Korea Selatan.

“Pada pertemuan itu kita berkomitmen untuk memanfaatkan paradigma hijau dalam proses pembangunan, seperti Green Energy, Green Economy, Green Tourism, dan Green Techology. Jadi ini merupakan paradigma baru menuju pembangunan yang lebih sustainable,” jelasnya. 

Country Manager ICLEI Indonesia Arif Wibowo menjelaskan, pertimbangan terpilihnya Mataram dan Sumbawa sebagai pengimplementasian peta jalan, yaitu dikarenakan adanya komitmen yang sangat tinggi, potensi sumber daya energi yang melimpah dan potensi pengembangan industrialisasi.

BACA JUGA : Arsvita, Program Overact Theatre Perluas Referensi Teater

“Sesuai dengan komitmen global dan nasional, ini sudah direspon dengan sangat cepat dan tinggi. ada konsistensi komitmen juga sehingga sinergitas antara pemerintah dan ICLEI Indonesia terus diperkuat, ini sebuah modalitas yang startegis,” ungkapnya. serly/her

 

 




Arsvita, Program Overact Theatre Perluas Referensi Teater 

Tujuan program Arsvita menambah referensi tontonan pertunjukan teater, dan membiasakan menonton pertunjukan sebagai studi tentang semua aspek dari pertunjukan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Overact Theatre memperluas referensi mengenal teater melalui program Arsip Video Teater (Arsvita). Arsvita Vol. I digelar di Segara Space, Kota Mataram, Minggu (18/02/24) pukul 16.00 Wita. 

Peserta yang hadir di Arsvita Vol. 1 edisi bulan Februari ini didominasi pelajar SMA yang juga anggota ekstrakurikuler teater di sekolahnya. Tentu saja selain para pelajar kegiatan Arsvita juga dihadiri masyarakat umum. 

BACA JUGA : Komunitas Akarpohon Gelar ‘Majelis Buku Tipis’

pELAJAR MENGIKUTI PROGRAM ARSVITA

Video yang ditayangkan dan dibahas di Arsvita Vol. 1 edisi bulan Februari 2024 berjudul ‘Anak yang Dikuburkan. Pertunjukan itu adaptasi dari “Buried Child” karya Sam Shepard oleh Teater Satu (Lampung) yang telah dipentaskan di Komunitas Salihara, Jakarta tahun 2012.

“Arsvita adalah upaya dari Overact Theatre untuk memperluas sekaligus mendalami referensi mengenai teater. Dengan menonton dan mendiskusikan pertunjukan-pertunjukan teater asal Indonesia yang telah terdokumentasikan,” jelas Direktur Program Overact Theatre, Bagus Prasetyo Suryanto. 

Menurutnya, tujuan program ini menambah referensi tontonan pertunjukan teater. Membiasakan menonton pertunjukan sebagai studi tentang semua aspek yang ada dari pertunjukan. 

“Arsvita penting bagi kami yang masih belum banyak menonton pertunjukan teater, terutama pertunjukan teater beberapa tahun lalu dan di luar Lombok.” jelas Bagus. 

Rangkaian kegiatan Arsvita, selain menonton arsip video teater, peserta yang hadir juga masing-masing menyampaikan tanggapan dan pendapatnya. 

BACA JUGA : Pemilu ke Depan Akan Tetap Dikawal ASN

Menurut Bagus, Arsvita akan rutin digelar selama satu tahun ini, dan akan dilaksanakan setiap dua bulan sekali. 

“Ke depannya masih akan menayangkan arsip-arsip video pertunjukan teater dari kelompok-kelompok teater yang ada di Indonesia. Video yang akan ditayangkan sudah diseleksi dengan ketentuan dapat memberikan pengalaman segar dalam menonton,” ujar Bagus.

Overact Theatre adalah ragam penampil atau collective performance yang mengalih ubah ruang-ruang di luar arus utama. 

Fokus bekerja merekonstruksi pengertian panggung dengan memproduksi dan menampilkan proyek-proyek pertunjukan di areal publik.

Selain Arsvita, beberapa program Overact Theatre, antara lain latihan rutin, program latihan setiap minggu dengan mengeksplorasi metode latihan teater. 

Program lainnya, yaitu Diskursus, yang merupakan program diskusi teater bulanan sebagai upaya studi, membangun jejaring sembari membaca peta teater yang ada di Lombok. Kemudian, program menonton film yang dilaksanakan tiap enam bulan sekali, sebagai upaya studi, menambah referensi, dan menemukan kemungkinan-kemungkinan pada film untuk proses pertunjukan teater. 

BACA JUGA : Industrialisasi Perikanan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Ada juga program Overact Fest, program tahunan festival teater yang fokus mengeksplorasi segala bentuk kemungkinan dalam proses maupun bentuk pertunjukan teater. Serta program Overactour, program tur pertunjukan, sebagai upaya membangun jejaring dengan kelompok-kelompok teater yang ada di Lombok. Dengan membawakan materi pertunjukan yang telah dipentaskan di Overact Fest. Gus

 

 




Pemilu ke Depan akan Tetap Dikawal Aparatur Sipil Negara

Masyarakat NTB sudah melewati momentum penting pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang berlangsung damai, aman, dan lancar 

MATARAM.LombokJournal.com ~  Meski pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden sudah berlangsung, namun Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tetap berjuang menunjukkan netralitas ASN dalam mengawal pelaksanaan kontestasi politik dalam pemilihan umum (Pemilu) ke depan. 

BACA JUGA : Industrialisasi Perikanan Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Pj Gubernur bersama ASN purna tugas, usai bicara tentang pemilu

Penegasan terkait pelaksanaan pemilu itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Gita Ariadi, saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur, pada hari Senin (19/02/24). 

Masyarakat NTB sudah melewati momentum penting yakni pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu), kontestasi politik yang berlangsung dalam keadaan damai, aman, dan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan semua pihak. Pemilu 2024 menjadi penyelenggaraan kontestasi politik yang berlangsung tanpa ekses yang berarti, baik di daerah maupun secara nasional. 

“Mari kita bersama-sama terus mengawal  pelaksanaan pemilu yang telah berlangsung di tengah masyarakat,” ujar Miq Gite sapaan Pj Gubernur NTB. 

Upacara Haei Kesadaran Nasional yang berlangsung usai hajatan Permilu itu, Pj Gubernur juga memaparkan, upacara ini mengandung makna-makna penekanan sesuai dengan dinamika yang terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan di daerah tercinta Nisa Tenggara Barat. 

“Tentu hari kesadaran nasional mengandung makna-makna penekanan sesuai dengan dinamika yang terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah kita NTB,” jelasnya. 

Dalam upacara Hari Kesadaran Nasional ini, Pj Gubernur juga melepaskan beberapa  ASN yang sudah menjalani  purna tugas, dan menjadikan pelepasan ASN sebagai kiat untuk terus belajar dan memaksimalkan pengabdian dalam bekerja dan mengabdi untuk daerah NTB. 

Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, Miq Gite  menyampaikan penghargaan dan apresiasi serta rasa terimakasih yang luar biasa kepada para aparatur atau ASN yang purna tugas. 

BACA JUGA : Komunitas Akarpohon Gelar ‘Majelis Buku Tipis’

“Kita perlu banyak belajar bagaimana selama melaksanakan pengabdian selaku ASN di daerah tercinta kita, dan tidak lupa terimakasih yang luar biasa kepada saudara saya yang purna tugas atas dedikasinya untuk NTB,”.ujarnya. ***

 

 




Komunitas Akarpohon Gelar ‘Majelis Buku Tipis’ 

Gagasan dasar Komunitas Akarpohon menerbitkan buku tipis itu berangkat dari pikiran perihal karya-karya yang kuantitasnya terbatas, tapi dengan kualitas yang cukup pantas.

MATARAM.LombokJournal.com ~ MAJELIS BUKU TIPIS merupakan konsep buku tipis yang diinisiasi dalam program tahunan Komunitas Akarpohon, satu-satunya kelompok sastra paling produktif di Mataram, NTB.

Delapan penulis dari Komunitas Akarpohon menerbitkan buku tipis mereka dan membahas proses kreatif masing-masing dalam diskusi di Segara Space, Kota Mataram, hari Jumat, 16 Februari 2024 dan Sabtu 17 Februari 2024. 

BACA JUGA : Lingkungan Jadi Bahasan Pj Gubernur NTB bersama Dinas LHK NTB

para penulis yang bergulat di Komunitas Akarpohon

Majelis Buku Tipis mulai dikerjakan tahun 2024 sekaligus sebagai tanda usia 15 tahun komunitas ini. 

Pendiri Komunitas Akarpohon yang dikenal sebagai penyair, Kiki Sulistyo menyampaikan penjelasan itu. 

Kiki Sulystio yang banyak ‘membimbing’ para penulis muda di komunitas itu mengatakan, gagasan dasar penerbitan buku tipis itu berangkat dari pikiran perihal karya-karya yang kuantitasnya terbatas, tapi dengan kualitas yang cukup pantas. 

Karya-karya tersebut berasal dari generasi terkini maupun sebelumnya, dan di Komunitas Akarpohon, semuanya dinilai perlu mendapat tempat, semuanya perlu dibukukan. 

“Karena kuantitas yang terbatas, kami mengambil model Extended Play (EP) dari industri musik. Frasa ‘buku tipis’ serupa dengan rekaman EP atau sering juga disebut sebagai mini album. Model ini kami anggap solusi tepat untuk penerbitan karya-karya penulis generasi terkini di Lombok, maupun karya-karya generasi sebelumnya yang telah tersiar —atau tercecer— di berbagai publikasi lepas, yang kuantitasnya terbatas,” jelas Kiki.

BACA JUGA : Industri Perikanan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Edisi perdana Majelis Buku Tipis menerbitkan 8 (delapan) buku —terdiri atas 5 (lima) buku puisi yang masing-masing berisi 20 puisi, serta 3 (tiga) buku cerpen yang masing-masing berisi 5 cerpen.

Delapan buku tersebut, yakni buku puisi berjudul Menghabiskan Masa Kecil Bersama (Bukan) Manusia karya Bulan Nurguna; buku puisi Amerikano karya Gilang Sakti Ramadhan; buku puisi Impasto karya Abed Ilyas; buku puisi Musa yang Lain karya Chaidir Amry; buku cerpen Surat Api karya Tara Febriani Khaerunnisa; buku cerpen Api Masih Menyala karya Rony Fernandez; buku cerpen Bayangan Kelinci di Bulan karya Bunga D. Prasasti; dan buku puisi Supersonik karya M. Allan Hanafi. 

Sementara, untuk artwork sampul maupun kebutuhan foto, Komunitas Akarohon melibatkan secara kolektif para perupa dan fotografer yang punya karir masing-masing. Semua buku tersebut diluncurkan dan dipercakapkan bersama-sama dalam suatu majelis yang diselenggarakan selama dua hari.

Di samping itu, edisi perdana ini juga menandai Komunitas Akar Pohon sebagai penerbit yang lebih independen, sebab tidak lagi menggunakan International Serial Book Number (ISBN) sebagai rujukan. Lebih memilih menyusun sendiri katalog terbitan dengan kode yang sudah dirancang sebelumnya.

Sesi pertama Majelis Buku Tipis digelar Jumat, 16 Februari 2024 pada pukul 16.00-18.00 Wita. Menghadirkan pembicara Tara Febriani Khaerunnisa dan Chaidir Amry, yang dimoderatori oleh Putri Dian Rahma Maulidya. Sesi kedua, pada Jumat, 16 Februari 2024 pada pukul 20.00-22.00 Wita, menghadirkan pembicara Gilang Sakti Ramadhan dan Bunga D. Prasasti, dimoderatori oleh Stefanie Anggita Gracia.

Sesi ketiga Majelis Buku Tipis digelar Sabtu, 17 Februari 2024, pukul 16.00-18.00 Wita, menghadirkan pembicara Rony Fernandez dan M. Allan Hanafi, dimoderatori oleh Dinda Adhiba Tsoraya. Sesi keempat, Sabtu, 17 Februari 2024, pukul 20.00-22.00 Wita, menghadirkan Bulan Nurguna dan Abed Ilyas, dengan moderator Niken Mulya. 

BACA JUGA : Festival Komunitas Seni Media (FKSM)

Para pembicara menyampaikan, seputar pengalaman mereka berkenalan dengan karya sastra. Mereka juga membicarakan tentang penyusunan karya sastra masing-masing. 

Para pembicara juga membicarakan proses penerbitan buku masing-masing. Setiap sesi ditutup dengan pembacaan karya masing-masing penulis. Gilang