Panen Raya Jagung di Samota Sumbawa NTB Dihadiri Jokowi

Presiden Joko Widodo bersama para pejabat daerah dan pusat serta petani setempat secara simbolis ikut panen jagung

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo didampingi Pj. Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi lakukan peninjauan dan panen Jagung di daerah Samota Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (02/05/24) 

BACA JUGA : Jokowi Buka Jalan Baru untuk Konektivitas Transportasi

Jokowi mwmbawa sendiri hasil panen jagung
Presiden Jokowi

Acara ini dipandu oleh Menteri Pertanian RI, Ir.  Andi Amran Sulaiman, MP., yang didampingi juga oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.

Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo bersama para pejabat daerah dan pusat serta petani setempat secara simbolis ikut memanen jagung sebagai tanda dimulainya panen raya. 

BACA JUGA : Bantuan Presiden untuk Pedagang di Pasar Tradisional di Sumbawa

Kehadiran Presiden dan pejabat tinggi pemerintah diharapkan dapat memberikan semangat dan dorongan bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah mereka. ***

 




Bantuan Presiden untuk Pedagang di Pasar Tradisional di Sumbawa

Bantuan modal Jokowi di pasar tradisional menunjukkan komitmen pemerintah memberikan bantuan kepada sektor ekonomi mikro

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs H. L. Gita Ariadi, M. Si melakukan kunjungan kerja ke Pasar Tradisional Seketeng di Sumbawa, NTB,  Kamis (02/05/24). 

BACA JUGA : Jokowi Buka Jalan Baru untuk Konektivitas Transportasi di NTB

Bantuan Jokowi untuk pedagang kecil merupakan komitmen pemerintah
Presiden Jokowi

Kunjungan Presiden tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan langsung kepada pedagang pasar dalam bentuk Modal Kerja (BMK) dan Bantuan Langsung Tunai.

Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara/Kabinet dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. 

Tindakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian kepada sektor ekonomi mikro, terutama pedagang di pasar tradisional yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

BACA JUGA : TRansformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’

Para pedagang di Pasar Tradisional Seketeng merespon kunjungan Presiden dengan antusias, menyambut bantuan yang diberikan sebagai dorongan besar bagi usaha mereka. 

Mereka mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah, dan berharap agar dukungan tersebut dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan usaha mereka di masa mendatang.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pasar Tradisional Seketeng Sumbawa, NTB, tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan ekonomi rakyat.

BACA JUGA : Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasi Rencana Pembangunan

Serta memperkuat kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia. ***

 




Jokowi Buka Jalan Baru untuk Konektivitas Transportasi di NTB

Presiden Jokowi berharap bahwa pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di NTB akan mempercepat pembangunan konektivitas infrastruktur transportasi 

MATARAM.LombokJournalc.com ~ Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo telah meresmikan pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan infrastruktur transportasi di wilayah tersebut. 

BACA JUGA : Bantuan Presiden untuk Pedagang di Pasar Tradisional di Sumbawa

Jokowi berharap bahwa pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di NTB akan mempercepat pembangunan konektivitas infrastruktur transportasi
Jokowi resmikan ruas jalan baru

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri PUPR, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait pembangunan infrastruktur.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pembangunan dan perbaikan jalan di Provinsi NTB telah dilaksanakan sejak tahun sebelumnya. Sebanyak lima ruas jalan telah dibangun di empat kabupaten, dengan total panjang mencapai 40,63 kilometer. 

Proyek ini meliputi beberapa wilayah seperti Kabupaten Lombok Barat, Lembar-Sekotong (Pelangan-Segmen-Lembar-Gili Mas), Kabupaten Sumbawa Barat Polamata Jelanga, Kabupaten Sumbawa Sabedo Dalam-Bukit Planing-Lenangguar-Teladan, dan terakhir di Kabupaten Bima Wilamaci-Karumbu-Sape, dengan total biaya mencapai 211 miliar.

BACA JUGA : Presiden Jokowi Tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Presiden Jokowi berharap bahwa pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di NTB akan mempercepat pembangunan konektivitas infrastruktur transportasi secara signifikan.

 Konektivitas insfrastruktur transportasi diharapkan akan meningkatkan kecepatan logistik serta memperbaiki akses menuju kawasan-kawasan produktif seperti pertanian dan perkebunan.

“Kita harapkan dengan adanya jalan ini kecepatan logistik akan semakin baik, jalan-jalan menuju ke kawasan-kawasan baik itu kawasan produktif, kawasan pertanian, perkebunan, semuanya bisa ditunjang oleh jalan yang baik,” ujarnya.

Setelah meresmikan Inpres Jalan Daerah, Presiden Jokowi melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sumbawa Barat untuk meresmikan Bendungan Gili Suntuk serta melakukan Panen Raya Jagung di Kawasan Samota. pnd/dyd

 

 




Presiden Jokowi Tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Kedatangan Presiden Jokowi di Lombok (NTB) selain ke Kota Mataram juga berkunjungke Sumbawa

MATARAM. LombokJournal.com ~ Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tiba di NTB pada malam ini, Selasa (30/04/24). Tiba di NTB, Presiden RI disambut langsung Pj Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si bersama seluruh jajaran Forkopimda Provinsi NTB di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

BACA JUGA : Tranformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’

Di Kabupaten Sumbawa Barat, Presiden Jokowi akan meninjau pembangunan smelter
Presiden Jokowi tiba di BIZAM

 Jokowi dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa.

Adapun agenda orang nomor satu di Indonesia tersebut diantaranya, peninjauan smelter dan peresmian Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Jokowi kemudian direncanakan menuju Pasar Tradisional Seketeng dan dilanjutkan dengan panen raya jagung di Samota, Kabupaten Sumbawa. ***

BACA JUGA : Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasi Perencanaan Pembangunan

 




Transformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’ 

Penulisan puisi bisa beranjak dari karya visual, transformasi itu yang dilakukan penyair Agus Saputra dalam antologi puidi ‘Pertemuan Kecil’ 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam bedah buku puisi Pertemuan Kecil karya Agus K Saputra di Sanggar Tari Taman Budaya NTB, Kamis (18/04/24), Kongso Sukoco mengatakan, salah satu puisi dalam buku itu yang berjudul ‘The Last Pepadu’ menarik perhatiannya.

Karena sumbernya berasal dari olah raga rakyat yang sangat populer di Lombok yaitu Peresean.

BACA JUGA : Timnas Berprestasi Gemilang, STY Layak Dapat Penghargaan 

Transformasi karya rupa ke dalam bahasa puisi bisa memperluas makna
Performance art Zaini Muhammad

Karena itu, perupa setempat (Lalu Syaukani, red) mencoba mengabadikan permaian olahraga tradisional itu. 

Tentu saja lukisan itu tak menyampaikan pengertian verbal. Tapi mungkin puisi Agus Saputra bisa memperluas pemaknaan.” 

 ‘…hingga darah menetes//memercik tempat berpijak//menyambut hujan tiba..

Nah seperti ini, Agus menangkap makna lukisan berjudul ‘The Last Pepadu’. Ini hanya salah satu contoh, bagaimana transformasi seni rupa ke medium bahasa memungkinkan perluasan pengertian hasil pengamatan visual. 

Dan bisa jadi tidak sekedar itu, tapi juga memungkinkan hadirnya pengalaman estetik yang otonom.

Dalam contoh ini, lanjut Kongso, puisi dari proses transformasi itu salah satunya bisa mengambil peran memperluas pengertian kenapa harus diadakan ritus peresean. Ia mungkin hendak menjelaskan mitos tentang berlalunya musim kemarau di Lombok, tetesan darah merupakan simbol harapan kesuburan. Darah yang memercik dari pepadu yang berlaga, bagian dari harapan turunnya hujan menggantikan kemarau.

BACA JUGA : Limbah Radio Aktif Dibuang ke Laut, Rachmat Hidayat Protes

“Inilah yang saya maksud bahwa kreativitas membuat kita berpikir orisinal. Membuat solusi-solusi baru. Punya perspektif baru. Sesuatu yang mesti harus dihidupkan dan jangan menjadi umum, “ ujar Kongso.

Bagi Prof Wahid pertemuan ini adalah sebuah pertemuan besar dari proses dialektika. Pertama, saya menjadi tidak percaya kepada penyair, ketika menyaksikan proses musikalisasi puisi Secret Garden (karya lukis Mantra Ardhana) oleh Ary Juliyant. Karena ternyata, di balik kerendah hatian, di balik tawadhu, di balik ketidak inginan untuk disingkap, ternyata ada sesuatu yang besar.

Kedua, menarik sekali proses kreasi dari puisi-puisi ini, maka saya menjadi percaya. Bahwa dalam kajian kebudayaan ada adagium yang menyatakan penyair itu mati. Pelukis itu mati. Pembuat novel itu mati. Yang membuat ia hidup kembali adalah orang yang membacanya.

“Saya kira, penyair Agus adalah pembaca ulung yang penuh kreativitas. Yang kemudian membuat karya-karya yang oleh orang awam menjadi begitu lebih berbicara. Dan apa yang dibicarakan itu besar sekali. Inilah Ruh,” kata Aba Du Wahid, nama medsosnya di facebook.

Pada titik ini, Prof Wahid seolah diingatkan oleh pembicara sebelumnya, Majas Pribadi (Syawalan dan Berkesenian) yang mengutif Surat An-Naba ayat 38: “Yauma yaqumur-ruhu walmala ikatu saffal la yatakallahuma illa man azina lahur-rahmanu wa qala sawaba” 

Kira-kira lukisan itu seperti itu. Yauma yaqumur-ruhu. Hari ini kita berhadapan dengan lukisan, seakan-akan kita dibentangkan sebuah ruh. Ruh itu semangat. Ruh itu keabadian. Walmala ikatu: yang penuh sayap. Yang penuh sayap itu kalau kita lihat akan menghasilkan sebuah inspirasi baru. Pengetahuan baru. Inilah bagaimana malaikat menjadi personifikasi dari sayap-sayap kebenaran. Bershaf-shaf. Berjejer. Karya itu selalu lahir, lahir kembali, ditransformasikan kembali seperti diungkap Kongso Sukoco.

La yatakallamuna illa man azina lahur-rahmanu wa qala sawaha. Tidak berbicara apa-apa itu karya kecuali dijinkan oleh Allah. Dijinkan oleh Tuhannya. Dan kalau berbicara maka yang dibicarakan yang keluar dari situ adalah kebenaran.

“Kira-kira begitulah bacaan saya dari buku Pertemuan Kecil ini.  Apa yang dilihatnya dalam karya-karya seni rupa, lukisan dll. Saya kira ini menarik sekali. Ini adalah contoh bagi bagaimana pengarang, penulis atau pelukis itu dihidupkan lagi oleh orang lain. Pola ini atau cara seperti inilah yang disebut dialektika. Dialektika adalah penyambung peradaban. Peradaban akan mati. Kebenaran akan mati. Jika tidak ada pembacaan-pembacaan dialektis seperti yang dilakukan Agus K Saputra, “ tandas Prof Wahid, Guru Besar UIN Mataram.

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Memperkuat Komitmen Pemda

Acara bedah buku yang bertajuk  Ngupi Buku: Pertemuan Kecil (18/04) dari transformasi karya visual itu dibuka oleh Kepala Taman Budaya NTB Sabarudin. Dihadiri pula oleh akademisi Agus Purbathin Hadi (Kecerdasan Buatan versus Orisinilitas Karya), para pelukis Mantra Ardhana, Zaeni Mohammad, Lalu Syaukani (Kearifan Lokal dalam The Last Pepadu dan Yellow Pricess) dan S La Radek (Karya Lukis dalam Puisi), tokoh LSM Mas Catur (Kebudayaan Kita Hari Ini), ‘gerilyawan erkaem” pemusik balada Ary Juliyant (Tentang Bunyi: Jalan Braga dan Majestic),  serta para penikmat sastra yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Karya lukis yang turut hadir adalah:

1.Janji Jiwa karya Mantra Ardhana

2.The Last Pepadu karya Lalu Syaukani

3.Yellow Princes karya Lalu Syaukani

4.Dilema karya Zaeni Mohammad

5.The Rising Sun karya Zaeni Mohammad

6.Sampela Rimpu karya S La Radek

7.Pemburu Donggo karya S La Radek

8.The Second Flower karya Imam Hujjatul Islam

Penampil lain adalah para musisi dan penyanyi yang populer di NTB, yakni Pipiet Tripitaka (musikalisasi puisi “Kereta Langit Sudah Datang” dan “Terkoyak Ujung Mimpi”), Ary Juliyant (musikalisasi puisi “Majestic” dengan pembaca Hurri Nugroho, dan “Secret Garden” dengan pembaca Sri Latifa), Azhar Zaini (membaca puisi “The Rising Sun dan “The Warriors) dan koloborasi performance art Zaeni Mohammad dengan Sidzia Madvoc (Gempa Lombok: Ingatan Melawan Lupa).

“Sebagai peristiwa kesenian, tentu hal ini harus tetap dirawat di tengah arus deras perubahan (sebagai penyambung peradaban, red). Revitalisasi Taman Budaya dan tentu saja kolaborasi antar seniman menjadi begitu penting dalam mengedepankan kearifan lokal,” tutup Agus K Saputra. ***

 

 




Timnas Berprestasi Gemilang, STY Layak Dapat Penghargaan

Prestasi tinggi diraih Timnas Indonesia, Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mengusulkan memberikan gelar warga negara kehormatan kepada Shin Tae Yong (STY) 

MATARAM.LombokJournal.com – Prestasi gemilang yang ditorehkan Timnas Indonesia dalam ajang Piala Asia U23 telah menciptakan gelombang kebahagiaan di seluruh negeri. 

Keberhasilan membawa anak asuhnya masuk ke babak semifinal, ditambah peluang besar untuk melaju ke Olimpiade Paris 2024, telah mengukuhkan reputasi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong (STY), sebagai sosok yang layak mendapat penghargaan tinggi.

BACA JUGA : Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasis Perencanaan Pembangunan

Pelatih Timnas diusulkan menjadi warga negara kehormatan
Jajaran MI6

Usulan dari Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 untuk memberikan gelar warga negara kehormatan kepada STY menegaskan pengakuan atas jasa besar yang telah ia berikan, tidak hanya bagi sepakbola Indonesia, tetapi juga bagi Indonesia sebagai bangsa yang tengah bangkit di dunia internasional.

“Coach STY telah menulis sejarah bagi sepakbola Indonesia yang akan dikenang selamanya. Dengan visi, dedikasi, dan kepemimpinan yang luar biasa, Coach STY telah membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan,” ungkap Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, dalam pernyataannya di Mataram pada hari Ahad (28/04/24), didampingi oleh Hendra Kesumah dan Lalu Athari Fathullah.

Partisipasi perdana Timnas Indonesia dalam Piala Asia U23 telah menarik perhatian dunia. Melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan salah satu kekuatan sepakbola Asia, Korea Selatan, membuat Indonesia berada di pusat sorotan. Peluang untuk melangkah ke Olimpiade Paris 2024 semakin nyata dengan tiket playoff yang sudah diantongi, ditambah kesempatan melawan Guinea sebagai wakil Afrika.

BACA JUGA : Limbah Radio Aktif Dibuang K elat, Rachmat Hidayat Protes

Menurut Bambang Mei Finarwanto, yang akrab disapa Didu, prestasi Timnas bukan hanya sekadar kemenangan bagi tim, melainkan kemenangan bagi seluruh negeri. Oleh karena itu, apresiasi yang tinggi kepada Pelatih STY merupakan hal yang pantas.

Dalam sejarah sepakbola, gelar Warga Negara Kehormatan pernah diberikan kepada Guus Hiddink oleh Pemerintah Korea Selatan atas prestasinya membawa Timnas Korea Selatan meraih posisi ketiga dalam Piala Dunia 2002.

Athari menekankan bahwa apresiasi tidak hanya harus datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya adalah memberikan penghargaan dalam bentuk fasilitas atau kehormatan yang layak kepada STY, sebagaimana yang diterima oleh Guus Hiddink.

Didu menegaskan bahwa usulan apresiasi tinggi kepada Pelatih STY tidak bermaksud menciptakan diskriminasi di dunia olahraga Indonesia. Namun, kesuksesan Timnas sepakbola memiliki dampak yang luas dalam mempersatukan bangsa, terutama dalam menciptakan rasa patriotisme dan identitas nasional yang kuat.

Hiruk pikuk politik yang sedang berlangsung segera dilupakan saat masyarakat merayakan keberhasilan Timnas sebagai satu bangsa. Prestasi dalam sepakbola mampu mengalihkan perhatian dari isu-isu politik yang sedang berkembang dan memberikan dampak positif pada kesejahteraan psikologis masyarakat secara keseluruhan.

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda

”Prestasi besar dalam sepakbola mampu mengalihkan perhatian masyarakat dari isu politik yang sedang mamanas sekalipun. Kegembiraan dan semangat positif yang terjadi selama perayaan kemenangan Timnas ini, dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis masyarakat secara keseluruhan,” tandas Didu.

Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah, menambahkan bahwa prestasi Timnas Indonesia memiliki potensi besar untuk mempersatukan masyarakat dalam keragaman yang ada. Keberhasilan ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kesatuan, kebahagiaan, dan identitas nasional sebagai bangsa Indonesia. me

 




Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasi Rencana Pembangunan

Selain berfungsi sebagai perencanaan pembangungan, Pelaksanaan Musrenbang juga mempersiapkan para pemimpin-pemimpin NTB pada masa mendatang

MATARAM.LombokJournal.com ~  Malam puncak pelaksanaan Musrenbang Provinsi NTB tahun 2024 berlangsung dengan gemerlap. Pj Gubernur NTB yang diwakili oleh Pj Sekretaris Daerah, Ibnu Salim, S.H., M.Si., mengapresiasi semua pihak yang telah berperan aktif dalam kesuksesan tahapan kegiatan ini. 

BACA JUGA : Limbah Radio Aktif Dibuang ke Laut, Rachmat Hidayat Protes

Pj Sekda NTB menegaskan pentingnya Musrenbang tahun 2024 sebagai landasan untuk menyusun program pembangunan
Pj Sekda NTB, Ibnu Salim

“Mari kita perkuat komitmen bersama dalam merencanakan pembangunan ke depannya. Manfaatnya dapat dirasakan masyarakat NTB,” ungkapnya saat memberi sambutan pada Malam Apresiasi Musrenbang Provinsi NTB di Taman Budaya Provinsi NTB (26/04/24)

Acara pelaksanaan Musrenbang menjadi panggung bagi para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi dan merumuskan rencana pembangunan yang lebih efektif untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat NTB.

Dalam sambutannya, Pj Sekda NTB menegaskan pentingnya Musrenbang tahun 2024 sebagai landasan untuk menyusun program pembangunan yang lebih baik ke depannya. 

Pj Sekda menekankan perlunya komitmen bersama dalam mewujudkan rencana-rencana tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat NTB.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB, H. Iswandi, dalam laporannya mengapresiasi peran serta generasi muda, yang terlibat aktif dalam berbagai pelaksanaan Musrenbang. 

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda

“Banyak aspirasi dan harapan yang disampaikan oleh para milenial. Optimisme yang kuat dari generasi muda untuk menyongsong NTB Emas 2045 yang akan datang,” ungkapnya

Iswandi menyebutkan bahwa partisipasi generasi muda menandai semangat baru untuk mempersiapkan kepemimpinan NTB di masa depan. Keaktifan mereka terlihat dalam berbagai kegiatan lomba, seperti lomba menulis dan pembuatan video kreatif tentang perencanaan pembangunan.

Pelaksanaan Musrenbang NTB tahun ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota, bahkan hingga tingkat nasional. 

Selain menjadi wadah untuk merumuskan rencana pembangunan, acara ini juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berprestasi. Penghargaan diberikan kepada kabupaten/kota yang berhasil menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem, serta kepada OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang berhasil menyusun dokumen perencanaan dengan baik.

BACA JUGA : Musrenbang NTB, Miq Gite Optimis Menuju NTB Emas 2024

Semua pihak turut merayakan kesuksesan Musrenbang Provinsi NTB tahun 2024 dan menyatakan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan NTB menuju visi NTB Emas 2045.

Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimda NTB, Ketua TP PKK NTB, sejumlah Kepala OPD Pemprov NTB, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. mnp/dyd

 

 




Limbah Radio Aktif Dibuang ke Laut, Rachmat Hidayat Memprotes   

 Dengan membuang limbah radio aktif ke laut, Rachmat Hidayat menyebut Perusahaan Listrik Tokyo (TEPCO) dan Pemerintah Jepang telah melakukan tindakan egois

MATARAM.LombokJournal.com ~ Di Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, suara protes terhadap keputusan Perusahaan Listrik Tokyo Electric Power Company (TEPCO) Jepang membuang limbah radio aktif ke laut terus berkumandang.

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda 

Rachmat menegaskan bahwa laut bukanlah tempat pembuangan sampah
H. Rachmat Hidayat

Kali ini datang dari Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat. Rachmat menyatakan bahwa tindakan tersebut dianggapnya sebagai tindakan egois dan tidak ilmiah yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada ekosistem laut.

TEPCO memulai pembuangan limbah radioaktif ke laut untuk kelima kalinya pada 19 April, sebagai dampak dari gempa bumi dan tsunami tahun 2011 yang menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima. 

Rachmat Hidayat menekankan bahwa langkah ini akan merugikan kesehatan masyarakat Jepang dan kepentingan langsung masyarakat negara tetangga.

BACA JUGA : Musrenbang NTB, Miq Gite Optimis Menuju NTB Emas 2045

Meskipun Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memberikan lampu hijau untuk langkah tersebut, banyak pihak, termasuk Rachmat, menyoroti keraguan akan keamanan limbah radioaktif tersebut. 

Mereka mempertanyakan evaluasi independen terkait keamanannya.

Rachmat menegaskan bahwa laut bukanlah tempat pembuangan sampah, dan menyerukan tanggung jawab bersama dari Pemerintah Jepang dan TEPCO untuk menjaga laut yang merupakan warisan seluruh umat manusia.

Selain masalah limbah radioaktif, Rachmat juga menyoroti kompleksitas masalah lingkungan laut yang meliputi pencemaran plastik, perubahan iklim, overfishing, dan penambangan laut. Dia menegaskan bahwa solusi untuk perlindungan lingkungan laut membutuhkan kerja sama global dan kesadaran bersama dari individu, industri, dan pemerintah.

BACA JUGA : Potensi Pasangan MOFIQ Menang dalam Pilkada Sumbawa 2024

Rachmat menyimpulkan bahwa perlindungan laut dan kesejahteraan manusia saling terkait, dan upaya menjaga laut yang sehat adalah penting untuk masa depan planet ini.

 




Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda

Pelaksanaan apel perayaan hari otonomi daerah, menurut Pj Sekda, untuk memaknai tujuan konsep otonomi daerah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Hari Otonomi Daerah XXVIII dirayakan dengan penuh semangat dalam sebuah apel yang digelar di Halaman Kantor Gubernur NTB, Mataram (25/04/24). 

Apel bertajuk “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat” tersebut dipimpin oleh Pejabat Sementara Sekretaris Daerah NTB, Drs. Ibnu Salim, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

BACA JUGA : Musrenbang NTB, Miq Gita Optimis Menuju NTB Emas 2045

Pj Sekda NTB pimpin Apel Hari Otonomi Daerah
Pj Sekda NTB, Ibu Salim

Ibnu Salim membacakan amanat Pj Gubernur yang sedang tidak berada di tempat.  Menurutnya, tema peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII dimaksudkan untuk memperkuat komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran seluruh jajaran Pemerintah Daerah terhadap tugas dan amanah, secra khusus dalam membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal. 

Selain itu mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan, tujuannya menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

“Perjalanan Otonomi Daerah selama lebih dari seperempat abad menjadi momentum bagi kita semua untuk memaknai kembali arti, filosofi, dan tujuan dari konsep otonomi daerah,” ungkapnya dalam apel tersebut.

Ditambahkan, dalam konteks ekonomi hijau, strategi ini menjadi salah satu dari enam strategi transformasi ekonomi Indonesia menuju visi 2045. 

Kebijakan desentralisasi memberikan peluang bagi Pemerintah Daerah untuk mengelola sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan.

BACA JUGA : Peliputan Pilkada, Pentingnya Kapasitas Kompetensi Jurnalis

Termasuk dalam transformasi produk unggulan dari industri yang semula berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui, menjadi produk dan jasa yang diperbaharui.

Seperti industri pertambangan, dengan memperhatikan potensi daerah seperti Pertanian, Kelautan, dan Pariwisata.

Kementerian Dalam Negeri juga berkomitmen memperkuat perannya dalam Fasilitasi Produk Hukum Daerah yang berfokus pada pembangunan ekonomi hijau. 

Ini untuk  mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara holistik.

“Fungsi ini bertujuan untuk memaksimalkan peran Peraturan Daerah yang berfokus pada komoditas dan sektor unggulan yang ramah lingkungan dengan memperhatikan aspek fungsi ekologis, resapan air, ekonomi, sosial budaya, estetika, dan penanggulangan bencana,” pungkasnya.

BACA JUGA : Potensi Pasangan MOFIQ dalam Pilkada Sumbawa 2024

Hadir dalam Apel Hari Otonomi Daerah XXVIII tersebut, antara lain Wakapolda NTB, Komandan Lanud Zam, Forkompimda NTB, jajaran Kepala OPD, unsur TNI-Polri, dan tamu lainnya. ***

 




Musrenbang NTB, Miq Gita Optimis Menuju NTB Emas 2045

Musrenbang merupakan wujud dari pendekatan partisipatif dalam menyusun dokumen perencanaan, yang mengintegrasikan pendekatan dari bawah dengan masukan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat

MATARAM.LombokJournal.com – Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) NTB yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada hari Rabu (24/04/24). 

Acara tersebut membahas RPJPD 2025 – 2045, RPJMD Teknokratik 2025 – 2029, dan RKPD 2025 dengan tema “Mewujudkan NTB Emas, Menuju Indonesia Emas 2045“.

Miq Gite menyampaikan optimisme terhadap visi NTB Emas 2045, yang menekankan pada aspek Ekonomi Maju, Manusia Kuat, Aman Berkelanjutan, serta Daerah Sejahtera. Visi ini diharapkan akan menjadi landasan bersama bagi Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam meraih Indonesia Emas.

“Dalam visi NTB Emas 2045, kita berupaya mengatasi berbagai isu dalam bidang ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola, dengan mempertimbangkan capaian pembangunan selama 20 tahun terakhir,” ungkapnya.

,Miq Gita menegaskan pentingnya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) sebagai arah strategis dalam pembangunan nasional. “Pembangunan daerah haruslah sejalan dengan visi yang ditetapkan secara nasional,” jelasnya.

RPJPN 2025 – 2045 menjadi landasan bagi pembangunan yang besar dan komprehensif selama 20 tahun ke depan. Gite menekankan bahwa RPJPN bersifat imperatif sebagai pedoman dalam perencanaan jangka panjang dan menengah.

Dalam Musrenbang ini, Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H Iswandi, M.Si, menyoroti pentingnya menyelaraskan RPJP Kabupaten/Kota dengan RPJP Provinsi, yang pada gilirannya telah diselaraskan dengan RPJPN Nasional.

Miq Gita juga mengapresiasi upaya Kepala Bappeda NTB dalam mempersiapkan Musrenbang, termasuk kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama kaum milenial. Dia menjelaskan bahwa kehadiran kaum milenial dalam proses perencanaan penting karena mereka akan menjadi aktor pembangunan di masa depan.

“Mengundang kaum milenial adalah langkah yang tepat, mengingat mereka akan menjadi tulang punggung pembangunan pada tahun 2045,” ujarnya.

Acara Musrenbang NTB diselenggarakan sesuai dengan amanat Undang-undang no. 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional dan Undang-undang no. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. 

Musrenbang merupakan wujud dari pendekatan partisipatif dalam menyusun dokumen perencanaan, yang mengintegrasikan pendekatan dari bawah dengan masukan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.

Pada tahun 2045, NTB diharapkan mencapai puncak keemasannya, ditandai dengan kemajuan ekonomi, SDM yang unggul, lingkungan yang aman dan berkelanjutan, serta penerapan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam acara tersebut PJ Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Anggota DPD Daerah Pemilihan Provinsi NTB, Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Provinsi NTB, serta perwakilan dari berbagai kementerian terkait. ***