Aplikasi NTB Care dan Satu Data, Usaha Wujudkan SPBE Modern

MATARAM.lombokjournal.com

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan strategi untuk memudahkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Berbagai aplikasi digembleng Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Nusa Tenggara Barat (NTB) demi turut mewujudkan visi dan misi NTB Gemilang, bersih serta melayani.

Diskominfotik NTB sendiri telah melahirkan berbagai program aplikasi di antaranya, aplikasi “Lestari” di Dinas LHK NTB, SIP Posyandu di DPMD Dukcapil, Desa Siaga di BPBD, Silamo di BPKAD, Simanis di Disperind NTB. Serta, NTB Care dan NTB Satu Data yang berada di garda terdepan dalam pelayanan publik.

Sedangkan di Diskominfotik sendiri terdapat program aplikasi “NTB Care” dan “NTB Satu Data.

“Alhamdulillah saat ini tengah dilaksanakan kompetisi inovasi yang dilaksanakan kemendagri di mana ada 13 inovasi yang sedang masuk kompetisi. Seperti NTB Care masuk dalam nilai kematangan 190 dan menjadi nomor urut satu dari 13 Inovasi yang sedang dilombakan, nomor dua Si Lapor di Dinas Perhubungan dan Nomor tiga NTB Satu Data,” kata Kepala Diskominfotik, Najamudin Amy, dihadapan Wagub, Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Aula Pendopo Wagub, Senin (7/6/2021).

Selain itu, lanjut Najamudin, bahwa aplikasi NTB Care, NTB Satu Data dan Digitalisasi adalah satu cara Diskominfotik NTB.

Dalam program Digitalisasi yang sebelumnya dikenal sebagai program “Kampung Media”, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dan bekerjasama sama dengan salah satu Dirjen di kementerian Kominfo yakni, program “Kampung Digital”.

“Kampung Digital ini ke depannya tidak hanya berada di sekitar KEK Mandalika, namun juga akan ada di seluruh kabupaten/kota. Diantaranya melakukan pendekatan agar bisa disiapkan desa-desa wisata, revitalisasi Posyandu agar bisa masuk di Big Data dan Digitalisasi,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Diskominfotik NTB terbagi menjadi 4 bidang yakni, Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP), Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi (PTIK), Bidang Persandian dan Keamanan Informasi dan Bidang Statistik.

Di bidang IKP menangani tupoksi di antaranya kerjasama media seperti Forum Pimpinan Redaksi, Temu Organisasi konferensi pers, Bakohumas yang akan dihidupkan kembali baik instansi vertikal dan intansi Pemprov NTB dan kabupaten/kota.

Dikatakan untuk PPID Utama, kondisi hingga saat ini terdapat 15 % PPID Informatif, 35 % menuju informatif. Targetnya dalam bulan ini 60 % OPD bisa Informatif.

“Namun setelah dilakukan klinis diharapkan 100 % 35 OPD ke depannya bisa Informatif. Sebelum Komisi Informasi (KI) melakukan Monev kita terlebih dahulu akan melakukan pra monev agar nantinya OPD tersebut bisa informatif 100 %,” kata Najamudin.

Kominfotik NTB juga menggelar “Bincang Gemilang” yang dilaksanakan secara hybrid, virtual dan secara langsung di Diskominfotik terkait dengan program-program strategis dan program unggulan ataupun isu-isu strategis yang tengah berkembang di NTB.

BACA JUGAUMKM NTB Harus Digembleng Menjelang MotoGP

Di bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Kadis Diskomintik NTB menyebut keamanan informasi jarang disentuh padahal ini sangat penting. Jika menunggu pelabelan dari pusat terlalu lama, namun setelah dilakukan validasi dan cek fakta bisa dimasukkkan Computer Security Insident (C-SIRTE) untuk mengecek keamanan informasi yang bisa diintegrasikan dengan NTB Care.

“Untuk NTB Care saat ini sudah ada di Facebook dan kita juga sudah buatkan instagramnya tidak saja di Android tapi juga di di Kantor Diskomiknfotik NTB sudah bisa dilihat secara langsung,” katanya.

BACA JUGA: NTB CARE Jawab Tuntas Aspirasi dan Aduan Masyarakat

Pada Bidang Statistik, Kominfotik NTB lebih fokus pada NTB Satu Data. Target RPJMD 85 persen baru capaian data terakhir yang diintervensi sudah pada angka 34 persen yang terdiri dari data sektoral, data priritas dan data berkualitas.

herikp@diskominfotik




UMKM NTB Harus Digembleng Menjelang MotoGP

LOTENG.lombokjournal.com

Menyambut gelaran akbar World Superbike dan MotoGP, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah turut mendampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) H. Moeldoko, meninjau persiapan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.

Dalam kunjungan kerjanya selama 2 hari, Moeldoko juga ingin memastikan keberadaan sirkuit Mandalika memiliki manfaat untuk lingkungan sekitar. Pemerintah daerah dan ITDC harus bersinergi, menyiapkan UMKM sebaik-baiknya. Terakomodasi dengan baik, dan bahkan sudah terbangun komunikasi dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mendampingi Moeldoko saat meninjau kesiapan sirkuit MotoGP Mandalika

“Pembangunan Sirkuit Mandalika harus memiliki multiefek untuk masyarakat di lingkar KEK Mandalika,” kata purnawirawan TNI, ini, saat berdialog dengan pelaku UMKM, Senin (07/06/21).

Agar UMKM dilatih memahami bahwa produk-produk seperti souvenir atau buah tangan buatan lokal dimasukkan simbol sebagai ciri khas event internasional MotoGP.

Selain itu, UMKM ini juga harus dilakukan pendampingan-pendampingan, supaya produknya memiliki peningkatan kualitas. Termasuk dapat membaca pasar, apa yang menjadi keinginan konsumen yang akan hadir mengunjungi NTB pada event Internasional MotoGP.

Apalagi sudah disiapkan 303 outlet untuk UMKM, termasuk fasilitas seperti Masjid dibangun sekitar stand untuk UMKM.

BACA JUGAPasien Covid-19 di NTB, Senin, Melonjak 53 Positif

Senada dengan Muldoko, Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan kehadiran MotoGP membuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat turut berkembang dan dapat menggerakan sektor ekonomi.

“Pemerintah provinsi terus fokus melakukan penguatan UMKM,” tuturnya.

BACA JUGA: Pembangunan Pengembangan BIZAM Berjalan Lancar

Gubernur menyebutkan terdapat lebih dari 5.000 UMKM dengan berbagai produk lokal yang terus berkembang dan kompetitif.

edy

@diskominfotik_ntb




Pasien Covid-19 di NTB, Senin, Melonjak 53 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Hasil pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 355 sampel, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 53 orang.

Lengkapnya, dari 355 sampel dengan 297 sampel negatif, 5 positif ulangan, dan 53 kasus baru positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release pada media, hari Senin (07/08/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium Antigen.

Lalu Gita mengatakan, hari ini terdapat 30 orang yang dinyatakan selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Namun hari ini terdapat kasus kematian karena Covid-19.

“Hari ini terdapat 2 penambahan kasus kematian baru,” ujar Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dengan adanya tambahan 53 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 30 tambahan sembuh baru, dan 2 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (07/06/21) sebanyak 13.768 orang.

Rinciannya, 12.619 orang sudah sembuh, 610 meninggal dunia, serta 539 orang masih positif.

Dijelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.295 orang. Rinciannya, 185 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 30 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.080 orang (98,9%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.760 orang, terdiri dari 2.814 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 85.946 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.449 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.392 orang (99,1%).

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pinta Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




NTB CARE Jawab Tuntas Aspirasi dan Aduan Masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com

Sejak awal kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bang Zul dan Ummi Rohmi, persoalan komunikasi antara pimpinan dan masyarakatnya menjadi atensi serius, dan dilaksanakan secara lugas, tuntas dan berkesinambungan.

Hal tersebut coba dijawab dengan program inovasi NTB Care.

“NTB Care merupakan jawaban pasti atas kerisauan ataupun kebingungan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.

BACA JUGA: Wagub NTB Serukan Dukungan untuk Palestina

Wagub mengatakannya dalam silaturrahminya dengan pejabat Struktural lingkup Diskominfotik NTB di Aula Pendopo Wagub NTB, Senin (07/06/21).

Ummi Rohmi memberi contoh, masalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di luar negeri, dapat dengan mudah mengadu melalui Aplikasi NTB Care.

“Kita ingin masyarakat NTB mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan lugas ke Gubernur dan Wagubnya. Itulah kenapa ada NTB Care,” ujar wagub perempuan pertama NTB itu.

Ummi Rohmi menjelaskan, NTB Care diminta untuk dapat merespon aduan dan keluhan masyarakat secara lugas.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kolaborasi yang luar biasa bagusnya dengan semua pihak.

Dikatakannya, kerja sama yang baik dapat dilakukan dengan 10 kabupaten/kota se-NTB. Kerjasama ini harus tersistem dengan baik. Ia tidak bersifat incidental, namun ada ada sistem yang berjalan.

“Ini harus dibac-up sejak awal sehingga sistem ini semakin cantik, bagus, simple, tajam dan akurat. Apa yang sudah dan tengah dilakukan oleh Diskominfotik sudah on the right track dimana semua informasi tersebut berbasis FB, Instagram dan lainnya, sehingga akses ini betul-betul terbuka lebar. Tidak ada lagi tembok bagi masyarakat NTB itu untuk berkomunikasi dengan pimpinanya,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengingatkan, penyempurnaan sistem haruslah terus-menerus dilakukan.

Tidak hanya hanya dari canggihnya sistem tapi bagaimana cepatnya respon dari Pemprov atau pihak-pihak terkait (OPD) atas keluhan masyarakat tersebut.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

Kalau hanya sekedar kita siapkan sistem yang canggih tetapi secara real responnya tidak jalan itu tak ada artinya.

“Ini butuh evaluasi yang betul-betul baik dan Diskominfotik harus berkerjasama dengan OPD lainnya seperti yang diaspirasikan dalam NTB Care itu sendiri,” ingat Wagub.

herikp

@diskominfotik




Progres Sirkuit Mandalika 77 Persen, Muldoko: Tak ada Hambatan

LOTENG.lombokjournal.com

Menyambut event Internasional MotoGP, pengerjaan sirkuit Mandalika terus dikebut.

Hingga hari Senin (07/06/21) proses pembangunannya telah rampung hingga 77 persen.

“Semuanya sudah berjalan dengan baik, alhamdulillah tidak ada hambatan,” jelas Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkiefimansyah, SE., M.Sc., dan Kapolda NTB Irjen Pol. M. Ikbal, SIK.

Ditegaskannya, progres pembangunan sirkuit  secara tahapan tidak ditemukan permasalahan yang berarti. Termasuk isu-isu pembebasan lahan juga tertangani dengan baik.

BACA JUGA: Pembangunan Pengembangan Bizam Mandalikan Berjalan Lancar

“Saya senang, setelah mengelilingi sirkuit, prinsipnya sesuai on schedule,” kata Muldoko yang juga didampingi Direktur ITDC Abdulbar M. Mansoer dan Chief Strategic dan Communication Mandalika Grand Prix Associatio (MGPA) Happy Harianto.

Hanya ada pemunduran jadwal, yang semula direncanakan pada bulan November 2021, menjadi bulan Maret 2022.

Ditambahkan Guberbur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., mundurnya jadwal MotoGP ini diakibatkan oleh keadaan dan situasi pandemi Covid-19.

“Ini lebih karena keadaan atau situasi bukan kendala teknis dan keinginan kita,” sambung Doktor Zul di tikungan 10 sirkuit saat berkeliling melihat progres pembangunan.

Namun sebelum pelaksanaan MotoGP, pada bulan November tanggal 12-14 November akan digelar seri World Superbike, sebagai penutup WSBK 2021.

BACA JUGA: Wagub NTB Serukan Dukungan Untuk Palestina

“Ajang ini gak kalah bergengsinya,” tutup Gubernur Zul.

edy

@diskominfotik_ntb




Wagub NTB Serukan Dukungan untuk Palestina

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyatakan bahwa persoalan Palestina bukan hal yang menjadi perdebatan lagi. Dukungan sekecil apapun sesuai kapasitas sangat dibutuhkan.

Hal itu dikatakan Sitti Rohmi saat membuka seminar internasional On The Future of Palestine melalui video conference di pendopo wakil gubernur, Senin (07/06/2021).

Dikatakannya, penjajahan oleh Israel merupakan fakta, oleh sebab itu seluruh dunia terutama umat Muslim harus satu persepsi dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Masih ada wacana bahkan dari kalangan umat Islam sendiri yang mengaburkan pemahaman tentang persoalan Palestina dan Israel. Apa yang terjadi di sana riil penjajahan dan penindasan, bahkan dunia internasional mengakuinya,” tegas Sitti Rohmi.

Pemerintah NTB sendiri juga sudah tegas menyatakan sikap melawan segala bentuk penindasan seperti yang tertulis dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang sejak awal membela dan mendukung Palestina.

Meski demikian, secara politik dan diplomasi, PBB sebagai organisasi dunia belum bisa diandalkan karena tekanan dari negara-negara adi kuasa seperti, Amerika dan sekutunya. Oleh karena itu, dukungan dalam bentuk dan sekecil apapun akan sangat membantu rakyat Palestina seperti bantuan kemanusiaan bahkan doa.

BACA JUGAMoeldoko: Pembangunan Pengembangan BIZAM Berjalan Lancar

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri Lombok Barat, TGH Muharrar Mahfuz, dalam sambutannya menyebut bahwa obyektifitas sejarah persoalan Palestina tidak bisa dipisahkan antara kemanusiaan dan kesatuan akidah.

Ia mengingatkan, di masa Islam menguasai separuh dunia, Umar bin Khattab, salah seorang khalifah yang membuka pintu mesjid Al-Aqsa di Jerussalem mengatakan, tempat ini boleh dihuni oleh siapa saja yang menghargai kerukunan, kemanusiaan dan saling menghormati tanpa sekat golongan dan agama.

Sejarah dunia mencatat, warisan kiblat ke-tiga umat Islam oleh Nabi Muhammad SAW yang juga diakui dunia tak pernah secara eksklusif mengklaim Jerussalem. Bangsa Arab, Palestina dan Yahudi dapat tinggal di sana dengan damai. Namun dalam perjalanan sejarah berikutnya, Yahudi mengklaim Jerussalem dengan sewenang-wenang dan kekerasan.

“Jadi antara kemanusiaan dan kesatuan akidah tidak bisa dipisahkan. Umat harus bersatu membela Palestina,” tegas TGH. Muharrar.

BACA JUGA: Gubenur Zul Ajak Pondok Pesantren Mlek Finansial

Seminar digelar oleh Ikatan Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim yang tersebar di berbagai lembaga seperti Universitas Indonesia sampai universitas luar negeri yang juga hadir sebagai pemateri dan peserta yang digelar dalam dua bahasa, Arab dan Inggris.

jm@diskominfotikntb




Moeldoko: Pembangunan Pengembangan BIZAM Berjalan Lancar

LOTENG.lombokjournal.com

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, mengakui progres pembangunan pengembangan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) berjalan sesuai rencana.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko didampingi Gubernur NTB, Zulkiefimansyah, usai meninjau langsung progres pembangunan pengembangan BIZAM, Senin (7/6/2021).

Moeldoko bersama Gubernur NTB dan rombongan meninjau sirkuit MotoGP Mandalika

“Saya lihat progres pembangunannya sudah sempurna dan bagus,” kata Moeldoko usai berkeliling di sekitar kawasan bandara.

Sesuai rencana dan akan rampung di akhir bulan Juni 2021. Pengembangan ini dilakukan demi mendukung event MotoGP yang akan datang. Seperti pengembangan bandara untuk memperpanjang serta peningkatan daya dukung landas pacu (runway) dari 2,7 Km menjadi  3,3 Km.

Perpanjangan ini perlu guna menambah dan memperluas taxiway, agar bisa memarkir pesawat berbadan lebar (wide body) sekelas B777 dan pesawat kargo logistik MotorGP. Dan menambah daya tampung kapasitas untuk penumpang bandara, sebab diperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang.

BACA JUGA: Wabup Danny: Bangunan ACT dI Gondang Harus Dibongkar

“Saat sekarang ini dengan 3 juta penumpang, akan ditambah menjadi 7 juta penumpang. Begitupun pembangunan jalan baypass dari bandara menuju ke sirkuit Mandalika sudah on the track“, jelas Moeldoko .

Usai meninjau Bandara, mantan panglima TNI ini bersama Gubernur NTB, Kapolda, Dirut ITDC meninjau sirkuit di KEK Mandalika dan melihat outlet UMKM.

BACA JUGAWagub NTB Serukan Dukungan untuk Palestina

edy@diskominfotik_ntb




Bupati dan Wabup Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Lombok Utara

GANGGA.lombokjournal.com

pada era digital minat baca kurang terlebih anak-anak lebih seneng dengan handphone. Diharapkan, berdirinya gedung perpustakaan ini, minat baca akan timbul kembali.

Bupati Djohan menyampaikan, pada era digital minat baca kurang terlebih anak-anak lebih seneng dengan handphone. Diharapkan, berdirinya gedung perpustakaan ini, minat baca akan timbul kembali.

“Pengetahuan akan kita peroleh dari gemar membaca. Banyak hal yang bisa kita peroleh dari membaca. Sebagai langkah awal, kita mulai membangun pada tahun 2021. Pemda berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat berupa gedung perpustakaan. Adapun lokasinya, kita tempatkan di pinggir jalan agar banyak pihak yang bisa masuk ke perpustakaan,” tuturnya.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pembangunan Kantor Bupati

Gedung Perpustakaan yang berlantai dua tersebut, dilengkapi dengan buku yang bisa dibaca oleh anak-anak dan semua masyarakat yang ada di Lombok utara.

Menurut bupati, gemar membaca ini harus ditumbuh kembangkan, terutama pada kalangan anak-anak kita. Dengan perkembangan teknologi sekarang, kelihatannya gemar membaca ini sudah menghilang.

“Adanya gedung dan tempat ini bisa jadi daya tarik minat baca,” katanya.

Menurut Bupati Djohan, terkait sumber daya manusia yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang masih kurang, perlu untuk ditambah.

Mengingat penting perannya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui program gemar membaca.

“Saya yakin dan percaya mudah-mudahan dengan kita mendirikan gedung perpustakaan ini, minat baca kita semua anak-anak dan masyarakat akan tumbuh kembali sehingga banyak ilmu yang bisa diperoleh dari gemar membaca,” imbuhnya.

Selain itu pula Bupati Djohan menyampaikan jika ada pembangunan yang melibatkan tenaga pertukangan, supaya memanfaatkan tenaga kerja lokal.

BACA JUGA: Wabup Danny: Bangunan ACT di Gondang Harus Dibongkar

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ir Lalu Mustain MM, dalam laporannya menyampaikan berkat perjuangan panjang, akhirnya bisa melakukan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai berkisar 10 miliar yang berasal dari bantuan pemerintah pusat.

“Awalnya kita mau bangun di Tanjung, namun karena tempat dan aksesnya jauh sehingga dipertimbangkan kembali dan akhirnya Gangga yang dulunya sebagai eks Gedung Serbaguna dan Kantor PKK. Tempatnya strategis tepat pinggir jalan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Peletakan Batu Pertama dan dilanjutkan peninjauan Seat Plan Gedung Perpustakaan.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Plt Camat Gangga, serta undangan lainnya.

rar




Wabup KLU: Bangunan ACT di Gondang Harus Dibongkar

TANJUNG.lombokjournal.com

Usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan, Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto,R.ST.M.Eng, didampingi Asisten 1, Simparudin, Camat Gangga Parihin,S.Sos dan Anggota Babinsa Gangga, meninjau lokasi bangunan sementara Aksi Cepat Tanggap (!CT) untuk korban gempa bumi 2018.

Dari lokasi Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan, rombongan jalan kaki sekitar 400 meter menuju lapangan Gondang melihat secara langsung sejumlah rumah sementara yang dibangun ACT.

Rumah sementara itu sebagai hunian sementara warga msyarakat Gondang, yang rumahnya hancur akibat bencana Gempa Bumi 7,0 SR di Lombok tahun 2018 yang lalu.

Wabup Danny Karter menyampaikan, bangunan rumah yang ada di lapangan umum Gondang ini harus segera di bongkar. Sebab ada tuntutan masyarakat, agar lokasi itu bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan, baik olah raga, maupun kegiatan lainnya.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pemangunan Kantor Bupati

Wabup Danny memerintahkan Camat Gangga, Parihin, S.sos, untuk segera melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Gondang dan pihak ACT. Sekaligus menghadirkan pihak pihak terkait lainnya seperti, Kadus, Toma,Toga dan unsur Pemuda.

Sebelum ada keputusan musyawarah diharapkan pihak pihak terkait melakukan koordinasi atau bersurat dulu dengan ACT. Selanjutnya, dimusyawarahkan dengan perwakilan tokoh tokoh yang disebutkan diatas.

Sebenarnya rencana pembongkaran ini sudah lama, namun tertunda karena ada sebagian kecil warga korban gempa yang masih menempati rumah tersebut.

Wakil Bupati KLU maklumi terutama kalangan pemuda yang mendesak agar bangunan rumah sementara yang dibangun pihak ACT segera dibongkar, dan dikembalikan pada fungsinya semula.

Danny Carter dan Simparudin pertegas kembali, agar Camat Gangga segera menyurati pihak ACT, yang kemudian dimusyawarahkan di Desa dengan menghadirkan pihak-pihak terkait.

Apabila sudah disepakati kemudian baru dilakukan pembongkaran. Dan bahan bahan bekas pembongkaran yang masih cukup kuat dan bagus diperuntukan kepada warga yang masih menempati hunian sementara.

“Utamakan mereka yang belum mendaparkan RTG dan untuk kepentingan umum lainnya seperti, sekolah sekolah Marrash, Masjid, Musholla,” pesan Wabup.

Pada kesempatan yang sama, Asisten 1 dan Camat Gangga memanggil Sedes Desa Gondang dan Kadus Kr. Pendagi (Abd. Karim-Saparudin) untuk diminta penjelasan tentang berapa jumlah masyarakat yang masih menghuni rumah sementara ACT.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Funansial

Keduanya mengaku, jumlah warga yang menempati awal terjadi gempa bumi 2018 mencapai sekitar 200.

Saat ini sudah jauh berkurang karena sebagian besar sudah kembali ke rumah masing masing, kata Kadus dan Sekdes.

@ng




Bupati Djohan Singgung Pembangunan Kantor Bupati

Gedung Layanan Perpustakaan menelan anggaran Rp9 miliar lebih

TANJUNG.lombokjournal

Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, H DJohan Syamsu, SH dan Dany Karter Febrianto,R.ST.M.Eng hadiri peletakan batu pertama Gedung Layanan Perpustakaan yang berlokasi di Sekretariat Serbaguna Gondang, Senin (07/06/21).

Bupati H. Djohan Sajamsu

Gedung Layanan Perpustakaan itu dibangun dengan anggaran sekitar Rp 9.640.325.826.22,- oleh pemenang tender PT.Putra Lintas Raya di bawah konsultan Pengawas PT. VARTEXINDO Konsultan Tehnik.

Bupati Djohan Syamsu mengatakan, selain dibangunnya Gedung Layanan Perpustakaan, Ia juga berharap agar segera dipikirkan pembangunan Kantor Bupati, Kantor DPRD serta Kantor Kantor OPD lainnya yang sudah rusak akibat gempa bumi 2018 lalu.

Sebab hingga saat ini lanjut Djohan, beberapa Kantor OPD masih sementara.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Mahasiswa Aktif Berorganisasi 

Diharapkan kepada semua pihak untuk sama sama memikirkan dan mencarikan solusi yang tepat untuk segera dibangunnya Gedung, Kantor yang tersebar di kisaran Tanjung dan Gangga.

Posisi Gedung Kantor Bupati dan DPRD tetap berada di pusat Ibukota Tanjung, namun kantor kantor yang lain tetap harus tersebar di dua Kecamatan yaitu Tanjung dan Gangga, kata Djohan.

Demikian halnya dengan Kodim, sudah disiapkan lahan persawahan di Desa Gondang Kecamatan Gangga.

“Pusat ibukota tidak sebatas Tanjung dan kita perlu perluasan hingga ke Gangga dengan batas timur di Dusun Lempenge Desa Rempek Kecamatan Gangga,” ujar Bupati Djohan.

Pada kesempatan ini Bupati juga menyinggung soal kop surat masing masing OPD tetap menggunakan alamat pusat Kantor Bupati yang ada di Tanjung, kalaupun posisi perkantoran OPD tersebar di wilayah Gondang.

“Jangan lagi Kop Surat menggunakan Gondang atau Gangga, sebab Kantor Bupati berpusat di Tanjung,” kata Djohan.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Ponpes Melek Finansial

Wilayah perkotaan diperluas supaya kegiatan ekonomi masyarakat tersebar hingga ke wilayah kecamatan Gangga.

“Ini penting saya sampaikan dan sedang dirancang untuk di bahas dengan DPRD dalam Musrenbang Tata Ruang wilayah untuk dibahas dngan DPRD,” jelasnya.

Berdasarkan tata ruang itulah sebagai pedoman awal membangun Lombok Utara ke depan.

Jadi jelas, mana daerah yang menjadi pusat pemerintahan dan mana daerah yang bisa dijadikan pusat perdagangan dan lain-lain.

@ng