Laut Flores Diguncang Gempabumi, Masyarakat Diminta Waspada

Gempabumi yang mengguncang laut Flores dengan magnitudo M=7,4, berpotensi tsunami dengan tingkat ancaman waspada  di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata

lombokjournal.com ~ Wilayah laut Flores diguncang gempa tektonik pada hari Selasa (14/12/21) pukul 10.20.23 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=7,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,59 LS dan 122,24 BT.

Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 km arah Barat Laut Kota Larantuka, NTT pada kedalaman 10 km.

Peta gempabumi di laut Flores

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno Masyarakat mengimbau tetap tenang.

“Tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbau Bambang seperti dilangsir dari rilis resmi BMKG di Jakarta, Selasa (14/12/21).

Bambang juga mengimbau, masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

“Bagi masyarakat di wilayah utara pantai di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata direkomendasikan tidak melakukan aktivitas di pesisir pantai dan tepian sungai,” pintanya.

BACA JUGA: Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Dilirik Dunia

Dijelaskannya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal, akibat adanya aktifitas sesar aktif di Laut Flores.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata III – IV MMI.

Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Tambolaka, Waikabubak, Waingapu III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seperti truk melintas.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan, gempabumi ini  BERPOTENSI TSUNAMI, dengan tingkat ancaman WASPADA  di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata.  Hasil monitoring Tide Gauge menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 7 cm di Stasiun Tide Gauge Reo dan Marapokot, Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Sementara hasil monitoring BMKG  menunjukkan adanya 15 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan maksimum M=5,6.

BACA JUGA: Desa Tangguh Bencana, Dorong Masyarakat Gotong Royong Anisipasi Bencana

Masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi , yakni:

Instagram/Twitter (@infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android)

Nn

(sumber BMKG)

 




Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Dilirik Dunia

Dibagunnya KEK Mandalika, jajaran Pemerintah Daerah, para alim ulama, dan seluruh masyarakat Lombok Tengah berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Wabil khusus kepada Presiden Indonesia ke-5 Ibu Hj Megawati Soekarnoputri

MATARAM.lombokjournal.com ~ PERISTIWA 9 April 2015 itu tak akan pernah bisa dilupakan Bupati Lombok Tengah dua periode (2010-2020), H Suhaili FT, tiap kali mengingatnya, batinnya trenyuh kemudian matanya sembab.

Ia sedang bertutur saat pertemuan  para tokoh Lombok Tengah untuk pelurusan sejarah tentang KeK Mandalika, Senin (13/12/21),  suara  mantan Ketua DPRD NTB tersebut tersendat, tangannya menyapu matanya yang berkaca-kaca.

Meeeuruskan sejarah dibangunnya KEK Mandalika Para tokoh menelusuri sejarah KEK Mandalika

Ini tentang Mandalika. Suhaili tengah bertutur tentang hal yang tak banyak diketahui khalayak.

Pada Kamis, 9 April 2015, Presiden Joko Widodo sedang melakukan kunjungan kerja ke NTB. Ini adalah kunjungan kerja Presiden untuk kali pertama ke Bumi Gora, setelah mengucap sumpah jabatan 20 Oktober 2014.

BACA JUGA: Desa Tangguh Bencana Dorong Masyarakat Gotong Royong Antisipasi Bencana

Kedatangan Kepala Negara disambut suka cita. Sebagai Kepala Daerah, Suhaili turut menyambut kedatangan Presiden Jokowi sejak di bandara.

Sebagai penanggung jawab wilayah, Bupati Suhaili punya kebanggaan tersendiri atas kunjungan Presiden. Hatinya membuncah.

Tentu pula, ia memiliki harapan besar. Terutama untuk perhatian besar Pemerintah Pusat terhadap pengembangan Kawasan Mandalika yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2014.

Di ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Presiden diagendakan mendapat penjelasan dan pemaparan dari Gubernur NTB kala itu,  TGB HM Zainul Majdi,  KEK Mandalika salah satu yang telah dihimpun sebelumnya untuk dipaparkan di hadapan Presiden Jokowi.

Namun, rupanya dalam pemaparan itu, Pemprov NTB “menepikan” Mandalika. Pemprov NTB rupanya punya mimpi yang lain. Yakni pengembangan Global Hub di Kayangan, Lombok Utara.

Sebuah bandar baru yang akan terdiri dari pelabuhan besar, kawasan industri, dan fasilitas-fasilitas terintegrasi di dalamnya. Butuh Rp 150 triliun paling sedikit, untuk mewujudkan hal tersebut.

Di hadapan Presiden, pemaparan tentang Global Hub itu sedemikian lengkap dan detil. Pendek kata, Global Hub dipaparkan sebagai masa depan Pulau Lombok dan Bumi Gora.

“Foto Mandalika ditampilkan satu. Kecil saja,” ungkap Suhaili mengenang.

Kecewa sudah pasti. Tapi ia memendam dalam-dalam hal tersebut. Tak hendak pula ia menunjukkannya pada siapa pun. Suhaili sempat keluar sejenak dari ruang VIP Bandara, menenangkan hati, sebelum kemudian masuk kembali.

Usai presentasi Global Hub, Presiden Jokowi dan rombongan kemudian menuju Mataram. Presiden bermalam di Pulau Seribu Masjid. Agenda esoknya Presiden meresmikan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Praya, Lombok Tengah.

Kemudian diagendakan ke Lombok Utara lokasi dibangunnya Global Hub, dan selanjutnya ke Doroncanga di Dompu untuk meresmikan Festival Pesona Tambora.

Malam harinya, telepon seluler Suhaili berdering. Di ujung telepon, Paspampres dan Protokol Presiden menyampaikan bahwa Presiden Jokowi membulatkan hati untuk berkunjung ke Mandalika usai meresmikan Kampus IPDN.

Presiden bahkan ingin menunaikan Salat Jumat bersama-sama dengan masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna di sana.

Suhaili mengucap rasa syukur mendapat kabar tersebut. Ia haqqulyakin, doa seluruh masyarakat Lombok Tengah telah diijabah.

Sungguh tak dinyana, Presiden Jokowi memutuskan sendiri, akan berkunjung ke Mandalika.

Dalam kunjungan ke Mandalika saat itu, Presiden memastikan menyiapkan anggaran Rp 1,8 triliun dari anggaran Pemerintah Pusat untuk pembangunan Mandalika.

Dan sejak itu, sejarah mencatat, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus ini terus berderap kencang. Beberapa kali semenjak kunjungan tahun 2015 tersebut, Presiden Jokowi kembali beranjangsana ke Mandalika.

Yang terbaru, tentu saja saat meresmikan Sirkuit Mandalika, tanggal 12 November lalu. Sepekan setelahnya, digelar ajang balap internasional kelas dunia World Superbike (WSBK) yang telah absen dari Indonesia selama 27 tahun.

Miliaran pandangan mata dari seluruh dunia pun tertuju ke Mandalika. Tertuju ke Indonesia. Menjadikan country branding Indonesia pun kini sejajar dengan negara-negara yang telah lebih dulu mengecap kemajuan.

“Perhatian Bapak Presiden sungguh luar biasa. Ini membuktikan ketulusan beliau memimpin bangsa,” kata Suhaili.

Dia menegaskan, komitmen, keberpihakan Presiden yang ditindaklanjuti dengan sokongan anggaran yang besar dari Pemerintah Pusat, telah menjadikan Mandalika seperti saat ini. Sebab, keuangan daerah, baik Lombok Tengah maupun Pemprov NTB, tak akan mampu.

Mantan Kedua DPD Partai Golkar NTB tersebut menuturkan segala cerita ini di hadapan para alim ulama dari Lombok Tengah yang diundang secara khusus oleh Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri dalam pertemuan di Kantor Bupati Loteng, Senin (13/12/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengucapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT dan juga dari lubuk hati yang paling dalam, menghaturkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan juga Presiden ke-5 RI Ibu Hj Megawati Soekarnoputri. Pemkab Lombok Tengah ingin membuka mata khalayak di Bumi Gora, bahkan Indonesia, betapa sumbangsih yang besar dari Presiden Jokowi dan juga kontribusi nyata dari Ibu Mega, Mandalika bisa seperti sekarang.

Secara khusus, Bupati Loteng mengundang Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat untuk hadir. Rachmat diharapkan bisa menyampaikan pula ucapan terima kasih Pemerintah Daerah, para alim ulama, dan seluruh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna kepada Presiden Jokowi dan juga ke Ibu Mega.

BACA JUGA : Memanfaatkan Limbah Batubara PLTU Jadi Batako

Turut hadir pula dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah, dan juga Ketua DPRD Lombok Tengah M Tauhid yang juga menyampaikan harapan serupa.

Berproses Lama

Tentu saja, perhatian Presiden Jokowi pada Mandalika bukanlah datang tiba-tiba. Melainkan melalui sebuah proses yang perlu juga diketahui khalayak.

Presiden Jokowi tahu persis, bahwa lahan-lahan di KEK Mandalika telah dibebaskan semenjak 1987 silam. Namun semenjak itu, tak banyak kemajuan yang didapat Mandalika. Meski pemerintahan pun berganti-ganti kemudian.

Beginilah semuanya bermula. Dimulai dari langkah DPRD NTB Periode tahun 1999-2004. Dalam pertemuan kemarin, hal tersebut pun mengemuka.

Kala itu, DPRD NTB yang dipimpin HL Serinata mengambil inisiatif membentuk Panitia Khusus tentang tanah Mandalika. Pansus diketuai Wakil Ketua DPRD NTB kala itu H Abdurrahim dengan pimpinan DPRD NTB lainnya sebagai Wakil Ketua Pansus.

Program utama DPRD dengan membentuk Pansus kala itu adalah bagaimana mengembalikan tanah Mandalika yang saat itu dikuasai oleh LTDC, anak usaha Group Rajawali, perusahaan milik Peter Sondakh.

Totalnya 1.250 hektare. Tanah itu dibeli melalui pinjaman berupa sindikasi perbankkan. Namun, menjadi kredit macet, yang kemudian asetnya lantas diserahkan ke Badan Penyehatan Perbankkan Nasional, dan HPL nya menjadi milik negara. Pinjaman tidak bisa dibayar. Sisa utangnya Rp 771 miliar.

Kepada Ibu Mega yang kemudian menjadi Presiden menggantikan H Abdurrahman Wahid, diusulkan agar sertifikat HPL kawasan eks LTDC tersebut diberikan kepada Pemprov NTB.

Dalam pertemuan dengan Ibu Mega, selain pimpinan DPRD NTB, juga hadir Gubernur NTB kala itu H Harun Al Rasyid. Usulan tersebut kemudian disetujui oleh Presiden Megawati.

Dalam prosesnya kemudian, pada 2003, terjadi suksesi kepemimpinan di NTB. Ketua DPRD NTB kala itu, HL Serinata kemudian terpilih menjadi Gubernur NTB menggantikan Gubernur Harun. Saat itu, sertifikat HPL lahan Mandalika secara resmi telah diserahkan negara kepada NTB.

Namun begitu, dalam lima tahun periode kepemimpinan Gubernur NTB HL Serinata, pembangunan Mandalika belum sempat terealisasi. Meski kala itu, sudah ada rencana kerja sama dengan Badan Usaha Milik Uni Emirat Arab untuk pengembangannya.

Sampai kemudian kembali terjadi suksesi kepemimpinan di NTB. Di mana Gubernur NTB kemudian dijabat TGB HM Zainul Majdi. Kemudian Presiden kala itu dijabat Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan kemudian, sertifikat HPL tersebut malah kembali kepada Pemerintah Pusat dari Pemerintah NTB seiring dengan kerja sama pembangunan Mandalika dengan Badan Usaha dari Uni Emirat Arab.

Lalu pada tahun 2008, Menteri Pariwisata saat itudijabat Jero Wacik, digelar pertemuan di Gedung Sapta Pesona Kementerian Parwisata. HPL Mandalika diminta dikembalikan ke Pemprov NTB, karena belum juga terbangun.

Tapi, sampai tahun 2014, hal tersebut tidak terwujud. Sampai kemudian Joko Widodo terpilih menjadi Presiden.

Pada awal tahun 2015, seluruh Ketua DPD PDI Perjuangan dikumpulkan oleh Ketua Umum Hj Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka dan menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

Saat itu, hadir pula Menko PMK Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Kala itu, PDI Perjuangan memang sedang menggelar Rapat Kerja Nasional.

Seluruh Ketua DPD PDI Perjuangan diminta menyampaikan usulan pembangunan dan seluruh uneg-uneg di daerahnya masing-masing ke pada Presiden Joko Widodo. Bu Mega kemudian mempersilakan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB untuk menyampaikan usulan pertama kali.

Usulan tentang pentingnya pembangunan Mandalika pun mengemuka. Di mana, kawasan ini telah dicita-citakan sejak lama pengembanganya oleh Bu Mega kala menjabat Presiden. Sebuah kawasan wisata yang indah tiada tara. Memiliki pasir putih yang khas, berbulir seperti merica.

Kepada Kepala Negara disampaikan, pembangunan kawasan Mandalika akan menjadi mercusuar bagi Indonesia. Dan disampaikan pula, di dalam kawasan seluas 1.250 hektare tersebut di dalamnya masih ada lahan milik masyarakat yang belum dibebaskan.

Presiden pun menyampaikan, Mandalika akan menjadi prioritas untuk ditangani Pemerintah Pusat. Semenjak itu, gerak cepat dimulai. Presiden Jokowi mengunjungi Mandalika.

Presiden Jokowi pun ingat betul bagaimana di tengah lahan tersebut masih ada tanah milik masyarakat yang belum dibayar.

Masyarakat pemilik lahan hanya sempat diberikan dana tali asih yang sepenuhnya diprakarsai Ketua DPRD NTB kala itu HL Serinata, yang kemudian menjadi Gubernur NTB.

Dinamika yang Lumrah

Dalam perkembangannya, tentu banyak dinamika yang terjadi dalam perkembangan Mandalika. Sebuah dinamika yang disebut sangat wajar dalam hal mencapai tujuan pembangunan daerah yang diharapkan.

Bupati Pathul Bahri menjelaskan, dirinya tahu persis, bagaimana komitmen pendahulunya Bupati Suhaili FT dalam memprioritaskan pembangunan Mandalika.

Pathul yang di periode kedua Suhaili FT memimpin Lombok Tengah menjabat Wakil Bupati menjelaskan, bagaimana Bupati Suhaili kala itu selalu mengerahkan aparat sipil negara di Pemkab Loteng untuk melakukan aksi-aksi bersih setiap Jumat di kawasan Mandalika.

Pada saat yang sama, Pemkab Loteng juga membangun jalan. Membagun pula pasar seni di dalam kawasan Mandalika. Meski hal tersebut diketahui bukanlah kewenangan Pemkab Loteng.

Semuanya karena komitmen yang kuat dari Bupati Suhaili waktu itu untuk membangun Mandalika.

Karena itu, sejarah yang dituturkan Bupati Suhaili adalah hal yang tak boleh dilupakan sedikitpun oleh setiap warga Gumi Tatas Tuhu Trasna. Betapa sumbangsih Presiden Jokowi dan juga Ibu Mega sedemikian luar biasa untuk Lombok Tengah.

Doa dari seluruh alim ulama dan masyarakat Lombok Tengah pun dimunajatkan kehadirat Allah SWT. Semoga Presiden Jokowi dan Ibu Mega, selalu diberkahi. Selalu mendapat kesehatan dan keafiatan dalam memimpin derap kemajuan negara. Dan semoga seluruh apa yang telah dilakukan untuk Mandalika, untuk Lombok, untuk NTB, dan untuk Indonesia, sepenuhnya tercatat sebagai ibadah di sisi Yang Maha Kuasa.

Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Tengah M Tauhid menegaskan ucapan terima kasih yang sama untuk Presiden Jokowi dan Ibu Mega. Apa yang dilakukan kedua pemimpin Indonesia ini telah menjadikan mimpi masyarakat Lombok Tengah menjadi nyata.

Dream comes true,” katanya.

Keberadaan Mandalika sungguh kata Tauhid telah memberi sumbangsih besar untuk pembangunan Lombok Tengah. Dia memberi contoh.

Dengan keberadaan Mandalika, Pendapatan Asli Daerah Lombok Tengah kini melonjak. Jika sebelumnya hanya berkutat pada Rp 219 miliar. Maka mulai tahun depan, Pemkab Loteng bisa menargetkan PAD menjadi Rp 315 miliar dengan penambahan yang didapat dari keberadaan Mandalika.

Sementara itu, TGH Maarif Makmun Dirase yang mewakili para alim ulama yang hadir menegaskan, sungguh masyarakat Lombok Tengah, dan juga masyarakat Bumi Gora akan kufur nikmat manakala tidak mensyukuri perhatian yang telah diberikan Presiden Jokowi dan juga Ibu Mega.

TGH Maarif mengemukakan, para alim ulama di Pulau Seribu Masjid tahu persis, Presiden Jokowi tidak menerima dukungan signifikan dari masyrakat NTB dalam dua kali penyelenggaraan Pilpres. Namun, hal tersebut rupanya tidak pernah mengecilkan perhatian Presiden kepada NTB.

Karena itu, kata TGH Maarif, apa yang ditunjukkan Presiden dalam perhatiannya untuk NTB, menunjukkan Kepala Negara menjalankan betul apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

Nilai lebih untuk Presiden Jokowi, karena memperlakukan begitu baik masyarakat NTB, padahal di satu sisi, dukungan dalam kontestasi politik tidak berasal dari masyarakat NTB.

“Jazakumullah khairan kami sampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Ibu Hj Megawati,” kata TGH Maarif.

Me




Desa Tangguh Bencana, Dorong Masyarakat Gotong Royong Antisipasi Bencana

Sebanyak 434 desa yang rawan bencana, masyarakat desa itu didorong saling bahu-membahu dan gotong royong dalam mengantisipasi terjadinya bencana yang tak diduga-duga

MATARAM.lombokjournal.com ~ Seluruh jumlah desa di Nusa Teggara Barat (NTB) mencapai 1150 desa dan kelurahan, dan sebanyak 434 desa ditetapkan sebagai desa rawan bencana.

Desa-desa yang dikategorikan rawan bencana itu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB ditetapkan sebagai desa tangguh bencana (Destana). Itu dituangkan dalam program unggulan pemprov sejak 2018 hingga 2023 mendatang..

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sahdan mengatakan, tahun ini dari 434 desa rawan bencana, sudah terbentuk 209 desa tangguh bencana.

“Sehingga yang tersisa masih sekitar 225 desa dan targetnya tuntas pada tahun 2022,” ungkap Sahdan.

Ia mengatakannya saat menjadi narasumber Bincang Gemilang Road to HUT NTB KE-63 dengan tema “Desa Tangguh Bencana” di halaman kantor Dinas Kominfotik NTB, Minggu (12/12/21).

Program Destana mendorong komunitas masyarakat desa untuk saling bahu-membahu dan gotong royong dalam mengantisipasi jika terjadi bencana yang tak diduga-duga. Baik bencana alam maupun non alam.

Sebab, elemen yang paling dekat dengan bencana adalah masyarakat di desa-desa.

“Kenapa Destana sangat penting, karena menghadapi bencana tidak mungkin dilakukan secara individual. Harus dilakukan secara kelompok dari warga desa itu sendiri sebelum adanya bantuan pemerintah,” jelasnya.

Program Destana meningkatkan fungsi dan keterlibatan masyarakat. Mengingat hampir di seluruh wilayah di NTB menjadi daerah yang rawan bencana.

Terutama bencana banjir, tanah longsor, gempa serta bencana alam lainnya. Bencana banjir banyak menyapu masyarakat yang tinggal sekitar bantaran sungai.

Sahdan menjelaskan, tiga kriteria dalam membentuk Destana yaitu Destana Pratama, Madya dan Utama.

“Semua tingkatan itu akan diukur melalui 60 indikator, salah satu diantaranya adalah SDM, pendanaan, jumlah penduduk dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dalam kegiatan Bincang Gemilang itu dihadiri Kepala Dinas ESDM NTB, Zainal Abidin dan Pewakilan Dinas Sosial NTB, Amran serta seluruh puluhan masyarakat carfreeday.

Rom

 




Memanfaatkan Limbah Batu Bara di PLTU Jadi Bahan Bangunan

Ditandatangani kerjasama Pemprov NTB dan PLN, untuk memanfaatkan limbah pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), untuk pembuatan bahan bangunan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB bersama dengan PT. PLN Unit Induk Wilayah NTB, menjalin kerjasama pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang merupakan limbah pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Wakil Gubenur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik langkah dan upaya progresif yang  dilakukan dalam rangka memanfaatkan produk  yang ada.

Wagub tanda tangani kerjasama dengan PLN pemanfaatan limbah batubara

“Awalnya FABA ini menjadi sampah, namun kedepan harus memiliki nilai,” kata Ummi Rohmi sapaannya, usai menandatangi MoU bersama General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran, Senin (13/12/2021) di RRU kantor Gubernur NTB.

Karena menurut Wagub Ummi Rohmi, hal tersebut sejalan dengan program Zero Waste di NTB. Termasuk Solusi untuk persoalan lingkungan.

Untuk itu, FABA yang dihasilkan dari limbah batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar PLTU tersebut, mampu menghasilkan 87 ton Fly Ash Bottom Ash per hari.

Maka harus mulai dipetakan dari hulu ke hilir, agar dapat terserap setiap hari. Agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Ke depan yang paling mungkin, digunakan untuk pembuatan paving block atau batu bata, karena semua orang butuh untuk membangun rumah, kantor dan lainnya,”ujar wanita kelahiran Lombok Timur ini.

Artinya, produksinya harus besar. Nah ini dapat memberdayakan dan bekerjasama GNE sebagai pengelolah.

Selain itu Wagub, mengingatkan bahwa semakin  ke depan, potensi sampah terbukti sebagai sumber daya.

“Masyarakat harus mulai mengubah pola pikirnya dari sekarang,” ajak wanita inspiratif NTB tersebut.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran menjelaskan, dari dua unit pembangkit PLTU PLN, yaitu PLTU Jeranjang dan PLTU Sumbawa Barat memiliki jumlah potensi pemanfaatan FABA sampai dengan 87 ton per hari atau sebanyak 2.600 ton/bulan.

Sehingga ditambahkannya, potensi FABA dapat dimanfaatkan juga untuk kebutuhan masyarakat NTB. Baik untuk membuat batako atau paving block, yang dapat digunakan membangun rumah, pengerasan gang atau jalan.

“Sudah kami rencanakan untuk sektor pariwisata, pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) dan juga pembangunan beberapa infrastruktur untuk provinsi NTB,” katanya.

Ia berharap kerjasama ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan di NTB.

Pada kesempatan tersebut ditandatangani pula perjanjian kerja sama antara PLN NTB dengan delapan Organisasi Perangkat Daerah Pemprov NTB, diantaranya Dinas Perkim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dinas LKH, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Perindustrian, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, dan Dinas PUPR.

Mas

 

 

 




Ini Cara agar Tak Gampang Sakit, Tetap Sehat di Musim Hujan

Di tengah musim hujan seperti sekaranng, penting untuk tetap sehat dengan menjaga kesehatan agar tak gampang sakit. Sebab di musim hujan seperti sekarang merupakan kesempatan bagi mikroorganisme penyebab penyakit  menyerang manusia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Cara menolak serangan mikroorganisme penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah sistem imun atau kekebalan tubuh.

Menjaga tubuh tetap sehat

Berikut sejumlah hal penting yang perlu dilakukan di musim hujan agar tubuh tidak gampang sakit:

  1. Menjaga pola makan sehat

Asupan gizi sangat penting untuk . Seseorang yang kekurangan nutrisi berisiko terkena penyakit infeksi karena pada keadaankurang gizi, daya tahan tubuh akan menurun, menyebabkan kuman penyakit lebih mudah masuk dan berkembang.

Agar zat gizi tercukupi, kita harus memperhatikan pola makan sehat dengan mengonsumsi lima kelompok pangan setiap hari atau setiap kali makan.

Lima kelompok pangan tersebut adalah makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah-buahan, dan minuman.Lebih baik jika dalam satu kali makan kita bisa mengonsumsi lebih dari satu jenis untuk setiap kelompok makanan.

BACA JUGA: Gubernur Fokus Tangani Korban Banjir, Urungkan ke Abu Dhabi

Pastikan kita makan secara teratur, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam, terutama sarapan.

Menurut pedoman gizi Kementerian Kesehatan RI, sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian, yakni 15-30 persen kebutuhan gizi.

Ini dilakukan dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif.

Selain itu, mengonsumsi probiotik juga perlu diperhatikan agar terhindar dari infeksi seperti flu dan diare.

Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik, seperti yogurt, tahu, tempe, atau sayurn fermentasi, dapat membantu menjaga usus agar sistem pencernaan tetap lancar.

Bakteri probiotik jenis Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Enterococcus dalam makanan atau minuman dapat membantu menjaga keseimbangan mikroesosistem dalam sistem pencernaan dan memperlancar proses pencernaan.

Nah, di musim hujan, kualitas makanan yang kita asup perlu sangat diperhatikan.

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Siapkan Balapan Formula-1

  1. Olahraga

Hujan dan seharusnya tak membuat kita enggan bergerak dan hanya berdiam diri di rumah.  Sistem kekebalan tubuh  harus dijaga salah satunya dengan olahraga.

Olahraga tak harus dilakukan di luar ruangan. Jika kondisi tak memungkinkan, seperti saat hujan turun, kita juga bisa berolahraga di rumah.

Bahkan, olahraga yang sederhana sekalipun dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Latihan fisik selama 30 saja menit mampu mengaktifkan sel darah putih (leukosit).

Menurut buku Guyton dan Hall, Fisiologi Kedokteran, leukosit berfungsi menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap daerah-daerah tubuh yang mengalami peradangan.

  1. Menjaga kualitas tidur

Tidur adalah momen ketika tubuh dalam melakukan pemulihan terhadap seluruh sistem anggota badan. Namun, tak sedikit dari kira yang merasa tidak bugar ketika bangun tidur di pagi hari. Itu bisa jadi tanda kualitas tidur kita kurang baik.

Di tengah cuaca dingin musim hujan, kualitas tidur semakin penting untuk diperhatikan.

Dilansir dari Jurnal tentang rekomendasi waktu tidur yang dari National sleepFoundation, berikut rekomendasi waktu tidur per hari untuk sejumlah kelompok usia:

  • Anak prasekolah (3-5 tahun) selama 10-13 jam.
  • Anak sekolah (6-13 tahun) selama 9-11 jam.
  • Remaja (14-17 tahun) selama 8-10 jam.
  • Dewasa muda (18-25 tahun) direkomendasikan tidur selama 7-9 jam.
  • Dewasa (26-64 tahun) selama 7-9 jam.
  • Lansia (lebih dari 65 tahun) direkomendasikan tidur selama 7-8 jam.
  1. Mengelola stres

Setiap orang pasti mengalami stres. Namun, kemampuan mengelola stress sangat penting untuk menjaga tubuh agar tak terserang berbagai penyakit. Tak terkecuali di musim hujan.

Stres akan memberi dampak fisiologis, seperti gelisah, detak jantung meningkat, dan mudah letih.

Dalam buku Psikologi karya Carole Wade dan Carole Tavris, manajemen stress salah satunya dapat dilakukan dengan strategi fisik, yakni menenangkan diri melalui relaksasi.

Relaksasi dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun, dengan membiarkan tubuh menerima rangsangan baik berupa suara, bau, atau sentuhan yang dapat menenangkan diri.

Rom

(sumber Kompas.com)

 




LFC Akan Fokus Benahi Infrastruktur dan Fasilitas Klub

Setelah gelaran Liga 3 usai, yang akan dilakukan LFC yakni benahi Infrastruktur dan fasilitas Klub dan menempa diri menjadi klub kecintaan dan sekaligus kebanggaan masyarakat Pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok Football Club atau LFC akan fokus memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur dan fasilitas klub begitu Liga 3 usai.

Langkah tersebut sebagai ikhtiar untuk memastikan klub dengan julukan Kijang Rinjani ini siap untuk liga di musim berikutnya.

HBK dan juru Bicara LFC akan benahi infrastruktur klub

“Terima kasih atas segala bahasan, ulasan, kritik, saran, ataupun masukan-masukan buat LFC,” kata Presiden LFC H. Bambang Kristiono, SE (HBK), Minggu (12/12/21).

LFC masih menyisakan tiga pertandingan di Grup A Liga 3 PSSI NTB.

HBK pun atas nama pemilik dan juga pengurus klub menyampaikan permohonan ma’af yang sebesar-besarnya, bila kiprahnya di musim pertama di Liga 3 NTB tahun 2021 ini, LFC belum bisa tampil sebagaimana ekspektasi para pencinta sepakbola Bumi Gora.

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Siapkan Blapan Formula-1

HBK menekankan, secara pribadi, dirinya sangat bangga dengan tim pelatih dan para pemain LFC.

Bayangkan, hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, LFC sudah menjelma menjadi klub sepakbola yang diperhitungkan di NTB.

Bahkan, dari skuad LFC yang disiapkan untuk mengarungi Liga 3 NTB, ada di antaranya yang baru bergabung dengan klub hanya beberapa hari sebelum kick off Liga 3 NTB dimulai.

HBK menekankan, apapun posisi akhir LFC di klasemen akhir grup A Liga 3 NTB, dirinya dan seluruh manajemen klub akan legowo, dan mempersilahkan klub manapun yang berhasil menjuarai Liga 3 NTB tahun ini untuk bertarung ke level Liga 3 di tingkat Nasional.

“Saya bersama manajemen sudah menyiapkan skenario-skenario yang terbaik untuk kiprah LFC ke depan,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, yang pasti, setelah gelaran Liga 3 usai, LFC tidak akan berhenti berkegiatan dan akan terus menempa diri untuk menjadi klub kecintaan dan sekaligus kebanggaan masyarakat Pulau Lombok. Sejumlah program pun telah disiapkan.

HBK menjelaskan, di antara program-program tersebut adalah fokus LFC untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur dan fasilitas-fasilitas pendukung klub.

Saat ini, LFC sedang membangun markas yang akan menjadi home base bagi para pemain LFC melakukan training center (TC). Akan disiapkan pula, lapangan sendiri di markas tersebut untuk training taktik dan tehnik skuad LFC nantinya.

LFC ke depan akan melakukan restrukturisasi manajemen. Antara lain dengan menghire para profesional yang lebih paham tentang pengelolaan klub sepakbola.

Selain itu, tentu juga akan dilakukan evaluasi terhadap para tim pelatih dan juga para tim pemain yang mengisi skuad LFC saat ini.

“Khusus buat pemain, LFC akan berusaha memanggil pulang para pemain NTB yang saat ini bermain di klub-klub Liga 2 Nasional, dan yang sudah confirm diantaranya Rossi dan Ari Marin yang sekarang ini main di klub Liga 2 Sulud United,” kata HBK.

Sementara itu, untuk melanjutkan pembinaan, LFC juga akan tetap melakukan latihan terpusat (TC), maupun melakukan pertandingan-pertandingan persahabatan dengan klub-klub dari dalam maupun dari luar Pulau Lombok.

BACA JUGA: Pelajaran Setelah Banjir, Masyarakat Harus Sadar Potensi Becana

Laga-laga persehabatan tersebut akan menempa skuad LFC menjadi lebih matang dalam menghadapi kompetisi yang sangat ketat dan melelahkan.

“Pada intinya, saya ingin menyampaikan, bahwa perjuangan LFC untuk menjadi klub kecintaan dan sekaligus kebanggaan masyarakat Pulau Lombok tidak akan berhenti andai LFC belum berhasil menjadi juara Liga 3 di tahun ini,” tandas HBK.

Sementara itu, Juru Bicara LFC Ranny Agustyra Kristiono menegaskan, evaluasi terhadap perjalanan LFC di Liga 3 terus dilakukan untuk memastikan LFC bisa tampil maksimal di sisa pertandingan yang ada.

Sejauh ini, sejumlah pemain-pemain LFC, kata Rannya, telah tampil menonjol secara individu tapi belum padu dalam permainan tim. Karenanya, LFC sadar sepenuhnya, sepakbola adalah soal kerja sama tim, bukan sekedar aksi-aksi one man show.

Suply dan aliran bola dari lini belakang ke depan tentu juga menjadi salah satu fokus perhatian untuk dibenahi. LFC ingin tampil atraktif dengan meminimalisir blunder dan kesalahan-kesalahan elementer dalam distribusi bola, termasuk dalam transisi dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya.

“Dengan begitu, skuad LFC bisa tampil menekan dengan variasi serangan yang beragam dalam setiap pertandingan,” imbuh Rannya.

Me

 




Gubernur NTB Fokus Bantu Korban Banjir, Urungkan ke Abu Dhabi

Kehadiran langsung Gubernur Zul menemui  korban banjir, bisa memastikan solusi serta kebijakan riil agar bencana banjir tertangani dengan baik.

KLU.lombokjournal.com ~ Agenda pertemuan penting dengan Stefano Domenicali, President and CEO of Formula 1  di Sirkuit Yas Marina Abu Dhabi, Jumat (10/12/21) harus dibatalkan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah.

Psalnya, Gubernur Zul punya agenda yang lebih penting, yaitu mengunjungi masyarakat NTB, khususnya mereka yang terdampak musibah banjir.

Karena itu, untuk meyakinkan bahwa ia bersungguh-sungguh akan menggelar Formula-1 di Sirkuit Mandalika, ia tetap memenuhi janjainya tapi diwakilkan pada Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah dan Kadis Perhubungan, Faozal.

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Siapkan Balapan Formula-1

Paket bantuan yang disiapkan untuk korban banjir

Kehadiran langsung Gubernur Zul bertemu korban banjir, tidak saja memastikan bantuan dan penanganan, namun solusi serta kebijakan rill agar bencana banjir bisa tertangani dengan baik.

Hari Minggu (12/12/21) Gubernur Zul kembali turun ke lapangan melihat langsung korban terdampak banjir di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Banjir tersebut akibat guyuran lebat hujan dan pasangnya air laut.

Gubernur bersama anggota DPD RI dapil NTB Evi Apita Maya, S.H., dan Kepala Perangkat Daerah terkait hadir dan memberikan sejumlah paket bantuan.

Pada saat itu sekaligus memotivasi warga di tengah musibah banjir di Teluk Kombal dan Muara Putat Lombok Utara.

“Banjir di sini akibat air laut yang meluap tinggi masuk ke perkampungan masyarakat. Kejadian seperti sering kali terjadi setiap tahun,” kata Gubernur Zul.

Dalam kunjungan itu didampingi oleh Ketua TP. PKK NTB Hj. Niken Saptarini.

Selain keadaan cuaca yang buruk, meluapnya air banjir di sejumlah pemukiman masyarakat akibat sungai yang mulai dangkal.

Menurut Gubernur, solusi yang diberikan adalah segera melakukan perbaikan tanggul dan melakukan penanaman Manggrove di sekitar areal pantai.

BACA JUGA: Promosikan Heritage Tourism, BPPD NTB Beri Pilihan Destinasi

Bahkan, relokasi bisa jadi pilihan bagi masyarakat di sekitar kawasan pantai dan sungai.

“Normalisasi dan pelebaran sungai jadi solusi yang akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan oleh Kepala BPBD KLU dan Provinsi NTB,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Zul juga sempat mengunjungi dan menyambangi langsung wilayah dan korban banjir di Lombok Barat, Kabupaten dan Kota Bima dan Kabupaten Dompu.

Aff

 




Gubernur NTB Serius Siapkan Balapan Formula-1

Dubes RI untuk UEA, Husin Bagis, berkomitmen melakukan apa saja demi menghadirkan balapan Formula-1 ke Sirkuit Mandalika, LombokTengah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menugaskan Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Perhubungan untuk mendampingi Dirut ITDC berangkat ke Abu Dhabi.

Hal tersebut dilakukan untuk meyakinkan,  NTB telah siap melaksanakan event-event internasional termasuk ajang balap “Jet Darat” Formula One.

Gubernur Zul sendiri tidak berangkat sebab beberapa wilayah di NTB masih terkena bencana banjir.

Tiga utusan NTB merundingkan Formula-1 di Abu Dhabi Berkoordinasi dengan Duber UEA tentang Formula-1

Salah satu ikhtiar yang dilakukan setelah bertemu dengan pihak F-1 juga berkoordinasi langsung dengan Dubes RI untuk UEA, Husin Bagis, Minggu di Kediaman Dubes RI untuk UEA, Abu Dhabi (12/12/21).

BACA JUGA: Ini Kontribusi Dunia Fashion untuk NTB Asri dan Lestari

“Saya siap dan berkomitmen untuk melakukan apa saja demi menghadirkan F1 ini di Mandalika, mari kita wujudkan mimpi ini jadi nyata,” kata Husin.

Sementara itu Dirut ITDC, Abdulbar M. Mansoer dalam kesempatannya mengatakan, untuk mempersiapkan event F1 perlu kesiapan yang lebih dan tentunya maksimal.

“Mengingat skala persiapan yang jauh di atas MotoGP apalagi WSBK, penyelenggaraan F1 membutuhkan support langsung Presiden. Kita rencanakan audiensi tim F1 ke Presiden bisa diatur setelah MotoGP selesai dan fasilitas kita siap, format seperti waktu kita bawa Dorna ke Istana Bogor tahun 2019,” ungkap Mas Berry panggilan akrabnya.

Dengan persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah NTB saat ini Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah  mengatakan harapannya.

“Semoga di akhir tahun 2023 atau paling lambat 2024 kita dapat menyelenggarakan Formula-1 di  NTB,” kata Ridwansyah.

Pada kegiatan sebelumnya Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah  telah bertemu dengan Stefano Domenicali, President and CEO of Formula-1.

Dan telah mendapat apresiasi karena telah sukses menyelenggarakan event besar seperti World Superbike (WSBK) dan Idemitsu Asia Talent Cup IATC.

BACA JUGA: Pelajaran Setelah Banjir, Masyarakat Harus Sadar Potensi Bencana

Seperti diketahui NTB telah berhasil dalam menggelar ajang balap WSBK dan IATC  di Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Sudah dipastikan juga pada Tahun 2022 nanti akan digelar kembali WSBK,  IATC, dan  balap yang lebih bergengsi yakni MotoGP dan balap Motor Cross dunia, MXGP di NTB.

Mas

 




Promosikan Heritage Tourism, BPPD NTB Beri Pilihan Destinasi

Dengan mempromosikan destinasi bersejarah, BPPD NTB memberi pilihan destinasi tambahan pada wisatawan untuk dapat menikmati heritage tourism (wisata bersejarah)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB dan Lombok Heritage and Science Society (LHSS) menggelar kegiatan promosi pariwisata melalui event Heritage Walk selama 1 minggu.

Agenda promosi pariwisata dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB bertempat di Musium NTB, Minggu (12/12/21). Langsung dilanjutkan dengan heritage walk/tour dengan rute Kota Tua Ampenan-Mataram- Cakranegara.

Siap-siap melakukan heritage tourism

Pembukaan agenda promosi heritage tourism

BPPD NTB yang mengemban tugas dan fungsi promosikan destinasi, perlu mempromosikan objek wisata bersejarah.

BACA JUGA: Ini Kontribusi Dunia Fashion untuk NTB Asri dan Lestari

Ini sekaligus memberikan pilihan destinasi tambahan kepada wisatawan, agar  dapat menikmati bentuk wisata bersejarah (heritage tourism), yang saat ini menjadi salah satu tren pariwisata yang cukup berkembang.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi nilai tambah, dan diversifikasi produk/objek wisata untuk wisatawan sebagai destinasi penyangga KEK Mandalika, yang dapat memberikan pengalaman yang tidak ada habisnya seperti filosofi dari branding pariwisata NTB, yakni Lombok-Sumbawa Infinite  Experiences,” ungkap Ari Garmono, Ketua BPPD NTB dalam sambutannya.

Heritage tourism merupakan potensi yang perlu digali untuk diversifikasi produk Parwisata NTB.

Tentu, selain pengembangan 99 Desa Wisata, sport tourism di KEK Mandalika, destinasi marine tourism dan bentuk wisata lainnya.

Menurut Ari Garmmono, Heritage walk memperkenalkan wisata bersejarah yang selaras dengan prinsip pariwisata berkelanjutan.

Mendorong destinasi untuk mengembangkan pariwisata alternatif untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

BACA JUGA: Perusahaan Jangan Hanya Cari Untung, Ini Peringatan Gubernur Zul

“Pengembangan pariwisata alternative,a kan memberikan manfaat ekonomi pariwisata kepada masyarakat lokal serta pengetahuan baik bagi masyarakat dan turis,” kata Ari melalui keterangan pers, hari Minggu.

Kota Tua

Tiga spot destinasi bersejarah yang dipromosikan dalam kegiatan heritage walk ini adalah Kota Tua Ampenan sebagai salah satu kota tertua di NTB. Dengan lokasi spot selfi yang eksotik di bangunan bangunan tua dengan nilai sejarah tinggi.

Kota tua yang sudah ramai dikunjungi sejak abad ke 17 ini merupakan kota yang sangat menarik karena turis dapat merasakan berada di pelabuhan, serta bangunan-bangunan yang berdiri ratusan tahun lamanya.

Wilayah Mataram dan Cakranegara merupakan destinasi selanjutnya, sebagai bagian dari rute heritage tour yang menjadi lokasi pusat pemerintahan sejak zaman Kerajaan Mataram, serta tempat peristirahatan dan puri para raja dan keluarganya.

Saat ini, lokasi tersebut juga digunakan sebagai lokasi pemerintahan untuk Kantor Gubernur dan Walikota.

Sementara itu, Agung Dwipayana, Ketua Panitia Heritage Walk dari LHSS mengungkapkan, selain upaya promosi pariwisata, kegiatan heritage walk ini bertujuan menumbuhkan kecintaan dan meningkatkan pengetahuan generasi muda.

“Generasi muda akan maki memehami sejarah nenek moyang agar tidak dilupakan” kata Agung.

Kegiatan mempromosikan Kota Tua ini diikuti pelajar dan mahasiswa sebagai generasi muda, kelompok sadar wisata dan juga praktisi pariwisata dari travell agent.

Mereka diharapkan dapat menjadikan ketiga destinasi tersebut sebagai tujuan wisata wisatawan domestik maupun internasional

Nunuk

 




Ini Kontribusi Dunia Fashion untuk NTB Asri & Lestari

Dunia fashion NTB menyelenggarakan Festival Tenun Lombok Sumbawa 2021, bertema “Sustainable Fashion”, tujuannya agar kreativitas para pelaku industri di NTB berinovasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan, acara Lombok-Sumbawa Fest 2021 merupakan bagian dari kontribusi dunia fashion untuk program Zero Waste dalam NTB Asri-Lestari.

“Ini bagian dari kontribusi dunia fashion di NTB pada salah satu program Pemerintah Provinsi NTB, yaitu Zero Waste, NTB Asri-Lestari,” ungkap Bunda Niken.

Dunia Fashion berharap masyarakat suka produk lokal

Hj Niken mendukung upaya Dunia Fashion di NTB
Hj. Niken Saptarini Widyawati

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Festival Tenun Lombok Sumbawa, di Prime Park Hotel, Kota Mataram, Sabtu (11/12/21).

BACA JUGA: Kompetisi itu Tempat Lahirnya yang Kalah dan yang Menang

Kegiatan Festival Tenun Lombok Sumbawa 2021 mengangkat tema “Sustainable Fashion”, bertujuan meningkatkan kreativitas para pelaku industri di NTB untuk semakin berinovasi.

Terutama dalam memanfaatkan kain tenun sisa yang sejatinya masih bisa diubah menjadi pakaian-pakaian cantik.

Bunda Niken berharap, adanya kegiatan tersebut, fashion yang berkelanjutan dapat mulai dipahami masyarakat sehingga dapat diadopsi dan diterapkan dalam berbagai hal.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, fashion yang berkelanjutan dapat mulai dipahami oleh masyarakat NTB, akan mulai diadopsi dan juga diterapkan dalam berbagai hal,” harap Bunda Niken.

Hadir juga untuk mewakili Gubernur NTB, yaitu Asisten I Setda Provinsi NTB, Dr. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih.

Dalam acara tersebut ia berpesan agar masyarakat selalu mencintai produk lokal untuk mendukung tagline Bela Beli Produk Lokal Pemerintah Provinsi NTB.

“Kalau Indonesia punya tagline Bangga Buatan Indonesia, NTB juga melengkapi tagline tersebut dengan Bela Beli Produk Lokal. Tidak hanya bangga, tetapi juga harus membeli dan memakai produk-produk buatan sendiri,” jelasnya.

BACA JUGA: Perusahaan Jangan Hanya Cari Untung, Ini Peringatan Gubernur

Turut hadir dalam acara tersebut, yaitu Ketua DPRD Provinsi NTB, Ketua Dekranasda Kab/Kota se-NTB, dan beberapa Kepala OPD Provinsi NTB.

Mas