Upaya penanganan percepatan penurunan stunting di NTB, dilakukan dengan imbauan untuk menjadi orang tua asuh
MATARAM.lombokjournal.com ~Hingga saat ini belum ada terjadi pemotongan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) ASN untuk penanganan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat,.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Bappeda NTB) Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si.menegaskan, instruksi Gubernur NTB tentang stunting itu dicabut mulai hari ini,
“Pertama saya tegaskan bahwa instruksi Gubernur tentang stunting itu dicabut, mulai hari ini,” kata Kepala Bappeda saat konferensi pers di kantor Bappeda NTB, Rabu (28/09/22).
Upaya percepatan penurunan stunting Provinsi NTB, dilakukan melalui pembentukan orang tua asuh oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi NTB.
Hanya dilakukan dalam bentuk gerakan masyarakat saja.
“Jadi tidak memerlukan dasar hukum dalam bentuk instruksi gubernur melainkan cukup dengan himbauan saja,” tambah Iswandi.
Disampaikan Iswandi, mulai hari Rabu (28/09) instruksi Gubernur NTB nomor 050-13/606/KUM/2022 tentang Optimalisasi Posyandu Keluarga Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTB, dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.
Namun dikatakannya, penggalangan orang tua asuh memang belum berjalan dan tidak pernah ada rencana pemotongan gaji maupun tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) Aparatur Sipil Negara.
Upaya penurunan stuntingakan terus digalakkan dengan inovasi-inovasi yang tidak menimbulkan resistensi dari kelompok manapun.
Mantan Kepala Bapenda itu mengatakan, Provinsi NTB mempunyai angka prevalensi stunting tergolong tinggi. Sehingga upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan memaksimalkan Posyandu Keluarga yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota se-NTB.
‘’Misalnya, dengan pemberian makanan tambahan seperti protein hewani pada anak penderita stunting,” jelas Iswandi.
Semua pihak diajak bersinergi dan berkolaborasi, menurunkan angka stunting. Target NTB menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. ***
Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan UMKM di Lombok Timur
Anggota DPR RI Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan UMKM untuk Dua Kecamatan di Lombok Timur
LOTIM.lombokjournal.com ~ Anggota Komisi VIII DPR RI dapil Pulau Lombok, H Rachmat Hidayat menyalurkan dana bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke masyarakat di Pulau Lombok.
Bantuan disalurkan di dua kecamatan di Lombok Timur. Lokasi pertama disalurkan di Dusun Batu Mora Timur, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur sebanyak 40 pelaku UMKM.
Sementara lokasi kedua bertempat di Dusun Serumbung, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur sebanyak 48 pelaku UMKM.
Bantuan UMKM tersebut disalurkan oleh Ketua DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Sukro dan Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Bidang Kaderisasi dan Ideologi Ahmad Amrullah pada Rabu, (28/09/22).
Ketua DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Sukro menyampaikan salam takzim anggota DPR RI Rachmat Hidayat kepada seluruh masyarakat yang hadir.
Bantuan tunai tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian H Rachmat Hidayat kepada masyarakat pelaku UMKM.
“Salam hormat, beliau (Rachmat Hidayat, red) tidak bisa hadir karena masih di Jakarta. Kami mewakili beliau menyampaikan apa yang menjadi keinginan Bapak/Ibu. Alhamdulillah beliau mampu menunaikannya,” kata Ahmad Sukro.
Pihaknya berpesan, agar pelaku penerima manfaat bantuan dana UMKM dapat memanfaatkan uluran tangan tersebut dengan baik untuk membantu kepentingan usaha dan kehidupan sehari-hari.
Ahmad Sukro menegaskan, kegiatan tersebut akan menjadi silaturrahim pertama dengan masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk terus hadir menjawab persoalan di tengah masyarakat.
“Ini silaturrahmi kita yang pertama. Ke depan, apa yang bisa kita perjuangkan untuk kemashalahatan akan menjadi bagian dari komunikasi kita secara berkelanjutan,” tegas Ahmad Sukro.
Senada dengan Ahmad Sukro, Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Bidang Kaderisasi dan Ideologi, Ahmad Amrullah berharap masyarakat pelaku UMKM dapat solid dan berkomitmen melihat siapa saja yang telah berbuat dan membantu masyarakat.
Bantuan UMKM tersebut, kata Amrullah merupakan wujud sinergi dan kepedulian terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan, yang harus dilakukan bersama-sama.
“Jika UMKM maju, maka perekonomian daerah pun akan ikut maju. Akibatnya, akan menumbuhkan masyarakat, baik dari ekonomi, kesehatan, maupun sektor lainnya,” jelasnya.
Masyarakat pelaku UMKM, kata Amrullah telah menghadapi masa sulit selama dua tahun pandemi. Pemerintah melalui H Rachmat Hidayat berusaha hadir memberikan bantuan penguatan modal.
“Di masa pandemi Covid-19 yang telah 2 tahun lebih melanda kita, banyak para pelaku UMKM yang terkena imbas sehingga banyak yang mengalami kemunduran, bahkan ada yang tutup, karena itu, H Rachmat Hidayat memberikan bantuan modal kepada masyarakat di Lombok Timur agar dapat survive,” ujarnya.
Ahmad Amrullah ingin bantuan ini tidak dapat disalahgunakan oleh penerima untuk tujuan lain.
“Kami menyadari, para pelaku UMKM ini untuk dapat terus bertahan banyak yang terkendala dengan modal, karena itu kita hadir untuk memenuhi hal tersebut. Kami selaku perpanjangan dari H Rachmat Hidayat mempunya tanggung jawab untuj menyampaikan aspirasi masyarakan untuk ditunaikan,” tukasnya.
Lebih lanjut, Amrullah menuturkan, bantuan yang diberikan dalam rangka menjaga keberlangsungan roda-roda perekonomian yang ada di Lombok Timur.
Karena itu, H Rachmat Hidayat ingin membantu secara masif para pelaku ekonomi mikro maupun menengah bagi tumbuh kembang dan semangat pelaku usaha.
Di lokasi kedua, yakni di Desa Pemongkong, Amrullah secara khusus menyampaikan kepada masyarakat bahwa H Rachmat Hidayat merupakan wakil seluruh masyarakat Lombok.
“Beliau menempatkan diri sebagai wakil masyarakat seluruhnya. Kita dibina, tolong kita tunjukkan juga konsistensi kita terhadap beliau,” bebernya.
Ketua Pemuda Desa Montong Baan Muhammad Putrajab menyampaikan apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada Anggota Komisi VIII DPR RI H Rachmat Hidayat yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat.
Pihaknya berkomitmen untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan anggota DPR RI kelahiran Lombok Timur.
“Atas nama masyarakat, kami menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada H Rachmat Hidayat atas bantuan yang telah diberikan kepada pelaku UMKM,” katanya.
Pihaknya berharap dapat terus membangun komunikasi yang intens dengan H Rachmat Hidayat.(*)
Pengurus Asprov PSSI NTB Jangan Rangkap Jabatan
Rangkap jabatan yang dilakukan pengurus Asprov PSSI NTB, akan merusak cita-cita besar percepatan pembangunan sepak bola nasional
Penulis : Iskandar, anggota Komite Teknis dan Pengembangan Bakat Asprov PSSI NTB
lombokjournal.com ~ Izinkan saya untuk mengingatkan kembali kepada pengurus Asprov PSSI NTB untuk tidak boleh rangkap jabatan.
Sejauh ini, keberadaan rangkap jabatan telah dinilai publik menjadi salah satu sumber masalah dan persoalan dalam pengelolaan dan pembinaan sepakbola, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Tradisi rangkap jabatan juga telah memunculkan opini negatif, sekaligus menghadirkan conflict of interest alias konflik kepentingan, khususnya di internal organisasi itu sendiri.
Karena itu, sekali lagi, sebagai salah satu pengurus inti Asprov PSSI NTB, saya hanya ingin mengingatkan kembali, wabil khusus kepada segenap pengurus Asprov PSSI NTB untuk percaya diri, independent, dan terbebas dari persoalan rangkap jabatan.
Asprov PSSI NTB harus dikelola dengan fokus dan berintegritas menuju prestasi yang diharapkan.
Memang di dalam statuta FIFA maupun Statuta PSSI tidak disebutkan secara implisit terkait larangan rangkap jabatan ini. Namun harus diingatkan bahwa etika moralnya tetap melekat atau digariskan.
Ingatlah bahwa rangkap jabatan sejauh ini telah ikut berperan dalam merusak cita-cita besar percepatan pembangunan sepak bola nasional.
Bukan prestasi yang diraih, tapi lebih banyak diisi sensasi dan kontroversi pengurusnya.
Dan memang sepertinya tidak elok juga, seseorang harus dipaksakan merangkap jabatan pimpinan di beberapa kepengurusan olahraga, sehingga timbul kesan, tidak banyak orang di Provinsi NTB ini yang mampu menjalankan dan sekaligus mengelola sebuah organisasi olahraga.
Pertanyaan besarnya, apakah di Provinsi NTB ini sudah tidak ada lagi orang lain yang mampu, yang kompeten untuk menjalankan dan mengelola sebuah organisasi olahraga.
Mari kita tanya kepada diri dan hati kita masing-masing.
Niat, tekad, dan semangat kita semua sebagai pengurus inti Asprov PSSI NTB harus terus menevaluasi diri, serta fokus dalam menjalankan dan menyelesaikan cita-cita reformasi tata kelola sepak bola kita agar lebih baik lagi ke depannya.
Menurut saya, apabila Asprov PSSI NTB mau semakin baik dan semakin maju, serta mampu mendorong manajemen pengelolaan yang lebih baik, maka marilah kita bersama-sama memulainya dari sekarang. Dengan tekad dan keberanian untuk meluruskan dan menjalankan prinsip-prinsip sebagaimana yang tertuang aturan-aturanyang berlaku, yang dalam hal ini adalah Statuta PSSI kita.
Kita tidak boleh lagi bersandar apalagi sampai menggantungkan nasib persepakbolaan NTB ini kepada orang-orang yang selama ini kita anggap sebagai superman atau superboy di daerah ini.
Dengan adanya rangkap jabatan ini, kita sudah tidak lagi sejalan dengan cita-cita dan harapan yang dicanangkan Bapak Presiden RI, Ir Joko Widodo yang telah meminta agar PSSI harus dikembalikan sesuai dengan singkatannya yaitu Profesional, Sportif, Sehat, Integritas (PSSI).
Oleh karenanya, demi kepentingan pengelolaan dan pembinaan sepakbola NTB yang lebih baik, saya minta kepada Asprov PSSI NTB untuk segera menggelar KLB. Dan memilih Ketua Asprov PSSI NTB yang baru, yang lebih bisa fokus dalam mengelola dan membina persepakbolaan NTB ke depan.
Jangan karena sebuah jabatan kemudian kita langgar semua aturan, terima kasih ***
Menertibkan Penggunaan Bahasa Negara di Ruang Publik
Pemprov NTB dan Kantor Bahasa NTB membina dan menertibkan pengutamaan Bahasa Negara di ruang Publik
MATARAM.lombokjournal.com ~Upaya agar penggunaan bahasa Indonesia terselenggara dengan baik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bekerja sama dengan Kantor Bahasa NTB menyelenggarakan Pembinaan lembaga untuk Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga di Provinsi NTB.
Menurut Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan H. Ruslan Abdul Gani, SH, MH, kegiatan ini sebagai upaya menertibkan penggunaan Bahasa Indonesia.
“Kegiatan ini adalah ikhtiar agar penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dapat terselenggara dengan baik,” jelasnya saat membuka acara di Gedung Graha Bhakti, Selasa (27/09/22).
Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Lembaga dan Sastra Dr. M. Abdul Khak, M. Hum menyampaikan, sejak ditetapkan dalam UUD 1945, Bahasa negara adalah bahasa Indonesia. Sehingga harus digunakan dalam setiap penyelenggaraan negara.
“Termasuk di ruang-ruang publik, seperti bandara bahasa Indonesia harus ada. Jika tidak ada, yang patut disalahkan adalah penyelenggara negara di tempat itu,” terang Abdul Khak.
Pada Kesempatan yang sama, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, M. Hum, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB mengajak seluruh perangkat daerah dan Pemda yang hadir dapat bergandengan tangan, agar mampu menertibkan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik.
Menurut Puji, Pemda perlu bangga dan mengutamakan bahasa negara, yakni bahasa Indonesia di ruang publik.
“Penggunaan bahasa Indonesia sebagai pemersatu belum tertib, kami berharap pemda mampu menjaga kelestarian bahasa daerah,” imbau Puji.
Ditegaskan, agar Bahasa Indonesia ditertibkan dan lestarikan bahasa daerah, kemudian kuasai bahasa asing.
Pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan Penandatangan Nota Kesepahaman antara Pemprov NTBdengan Kemendikbud-Ristekdikti terkait pendampingan pembinaan lembaga bahasa untuk pengutamaan bahasa negara di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga.
Peserta kegiatan dihadiri oleh semua Organisasi Perangkat Daerah dari Provinsi, Kabupaten/Kota Nusa Tenggara Barat.***
PLN Selain Urus Listrik Juga Bantu Pariwisata NTB
Selain berkomitmen wujudkan Net-Zero Emission tahun 2050, PLN Juga bantu kembangkan pariwista NTB, ini
KLU.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Perhubungan NTB, H. Lalu M. Faozal mewakili Wagub NTB, mengapresiasi yang dilakukan oleh PLN, baik dalam mewujudkan Net-Zero Emission tahun 2050, dan komitmen untuk membantu mengembangkan dan membangun Destinasi Wisata di NTB.
Faozal menyampaikan itu saat memberikan sambutan di acara Costumer Gathering Kapal Phinisi, Senin (26/09/22) di Perairan Destinasi Wisata tiga Gili Kabupaten Lombok Utara.
“Ini menunjukkan kreativitas PLN jauh di atas rata-rata,” kata Faozal.
Ia mengaku terus terang, mengapresiasi atas nama Pemerintah Provinsi NTB.
“Kita berada di destinasi yang menjadi kebanggaan kita, berada di perairan ketiga Gili, menunjukkan PLN tidak hanya mengurus listrik, juga destInasi wisata di NTB,” ujar Faozal.
Ia mengatakan, dalam mendorong sinergi dan kolaborasi, Pemprov NTB membutuhkan kerjasama yang kuat, di tengah kondisi harga-harga yang mulai naik akibat kenaikan BBM. Begitupun tiket dan barang lain-lain juga ikut naik.
Diharapkan ada perubahan ke depan, sehingga dapat membuat harga-harga dapat terjangkau dan pulihnya pariwisata di NTB.
Faozal berharap bisa membangun kolaborasi, sebab pemerintah tidak bisa sendirian.
Butuh kerja sama yang kuat dalam menghadapi situasi yang serba susah dan tidak dalam kondisi yang baik-baik saja.
“Tiba-tiba BBM naik, operasonal kapal dan harga tiket tidak normal-normal, dan mudah-mudahan perubahan-perubahan kedepannya harga tiket dapat terjangkau oleh masyrakat dan wisata kita kembali pulih.” harap Faozal.
Selain itu, NTB sebagai salah satu daerah pariwisata, dengan berkembangnya kendaraan listrik yang sudah dimulai ini dapat menunjang pariwisata di NTB
“Terimakasih PLN, inisiasi yang luar biasa dan ke depan terus kita membangun Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Sementara itu, GM PLN UIW NTB, Sujdarwo menyampaikan, PLN sangat dekat dengan Masyarakat.
Masyarakat semakin memperhatikan PLN dengan semakin tingginya tuntutan pada pelayanan, sehingga pihaknya dapat memperbaiki kinerja PLN untuk lebih baik.
“Sakin dekatnya PLN dengan Masyarakat, layaknya suami istri, sering saya sampaikan ke pegawai PLN, kita melayani orang mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, saking dekatnya. Walau tuntutannya semakin tinggi, kemudian yang negatif-negatif justru dengan menyampaikan ke kita. Karena itu, lebih baik untuk memperbaikinya,” tuturnya.
Ia berharap, masukan dari masyarakat juga memotivasi PLN terus berinovasi, dalam mendukung green energy.
Apalagi akan ada PLTU baru yang sedang dibangun. Ini menandakan potensi yang sangat cukup dimiliki NTB. Namun perlu usaha dengan kebijakan yang baik oleh pemerintah, BUD dan lain-lain.
Selain itu dijelaskannya, untuk beralih ke kendaraan listik, PLN telah membangun 3 SPKLU yang sudah terpasang. Di antaranya berada di Kantor PLN Wilayah, Kantor PLN UP3 Mataram, Kantor PLN UIW NTB dan Kantor Gubernur NTB dan tahun ini PLN UIW NTB akan dibangun 2 SPKLU baru.
“Kita optimis, dengan Dishub NTB sudah berkolaborasi menyiapkan SPKLU, infrastruktur untuk beralih ke kedaraan listrik, tiga yang SPKLI sudah di bangun dan tahun ini akan ada 2 SPKLU, ke depanakan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, H. Wirawan, S.Si., MT. mendatangani MoU untuk riset kendaraan listrik di NTB. Sebelumnya, sudah ada kerjasama PLN dengan Dinas Perindustrian NTB yang telah melahirkan perahu listrik atau Electric Boat (E-Boat).
“Luar biasa PLN, dan sangat spesial dan berkesan, Apa yang sudah dibangun oleh PLN hari ini sudah sangat tepat dan awal yang baik merangkai kolaborasi dan sinergi untuk NTB. Kami dari Brida NTB dengan MoU ini mendukung dengan berbagai riset untuk perahu listrik di NTB,” ujar Kepala Brida.
Kegiatan Costumer Gathering dengan tema ‘Sinergi dan Kolaborasi mendukung Perekonimian Daerah melalui SASAMBO Electrikfying Life’ diakhiri dengan penandatanganan MoU PLN UIW NTB dengan Badan Riset Inovasi Daerah.
Turut Hadir dalam kegiatan Costumer Gathering, Kadis Kominfotik NTB, PT. Angkasa Pura, GM Epicentrum, RSUD NTB, GM Prime Park dan Dirut ITDC ***
Wisatawan Asing Buru Kuliner Lokal Lombok Utara
Produk kuliner UMKM lokal, Sate Tanjung membuat wisatawan peserta Sail to Indonesia-Lombok goyang lidah
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Tak satu pun wisatawan yang melewatkan untuk mencicipi perjamuan Sate Tanjung yang menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Utara ini.
Sebab Sate Tanjung terbuat dari daging ikan pilihan.
Menu sate Tanjung dan sayur lokal yang sangat digemari wisatawan
Seperti ikan cakalang, ikan langoan, atau ikan marlin, yang dan diolesi bumbu yang kaya rempah dan santan kelapa setengah tua.
Destinasi wisata di Lombok Utara sudah menjadi pilihan para wisatawan domestik dan wisawatan mancanegara.
Bukan hanya keindahan alamnya saja yang membuat para wisatawan terpukau, tapi juga makanan tradisional khasnya yang dapat menggugah selera para wisatawan.
Makanan tradisional khas Lombok yang identik dengan rasa yang pedas dan asin, termasuk yang ada di Lombok Utara.
Selain dijuluki ‘pulau seribu masjid’, Pulau Lombok juga di kenal dengan sebutan ‘cabai’. Jadi bagi wisatawan atau teman teman yang suka atau hobi makan pedas harus mencoba makanan tradisional khas Lombok yang sangat beragam.
Ini juga salah satu kuliner khas Lombok Utara. Pelecing kangkung dengan beralaskan kerupuk yang terbuat dari tepung kanji (ubi), merupakan makanan khas Lombok Utara yang banyak di gemari wisatawan.
Wisatawan peserta Sail to Indonesia-Lombok, mampir di Lombok Utara
Tentu saja, tak hanya wisatawan yang menggemari pelecing kangkung, tapi warga asli Lombok Utara juga menjadikan cemilan favoritnya.
Cita rasanya yang memanjakan lidah, pelecing kangkung juga bisa dinikmati dengan opak-opak yang terbuat dari tepung kanji khas Lombok Utara (kerupuk yang di bakar).***
Penghargaan Dekranas untuk Bros Kulit Kerang Ukir dari NTB
Dekranasda NTB pamerkan “Bros Kulit Kerang Ukir Kerawang Motif Batik” karya Riana Meilia dan meraih Penghargaan Dekranas
MATARAM.lombokjournal.com ~ Produk Unggulan Berpotensi “Bros Kulit Kerang Ukir Kerawang Motif Batik” Karya Riana Meilia, menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Dekranas
Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah memberikan apresiasi atas raihan prestasi yang diraih produk unggulan yang dipamerkan Dekranasda NTB.
Ia berharap para perajin NTB dapat terus berkreasi dan berinovasi dengan berbagai model desain terkini.
“Tantangan para perajin adalah terus berkreasi dan berinovasi dengan model desain yang baru, bagus berkualitas, ramah lingkungan, dan dengan harga yang terjangkau dan bersaing,” tutur Bunda Niken di laman Facebooknya, Senin (26/09/22).
Kegiatan Pameran Kerajinan Nusantara “KRIYANUSA” bertajuk ‘Semangat Bertahan Perajin Berdaya Saing’ yang berlangsung tanggal 21 – 25 September 2022 di Hall A Balai Sidang Jakarta Convention Center.
Dekranasda NTB menampilkan produk-produk Dekranasda Kabupaten Sumbawa Barat, Dekranasda Kabupaten Bima, Dekranasda Kota Mataram, dan Lombok NTB Pearls.
Riana Meilia Owner Galeri Mutiara Riana Meilia Lombok NTB Pearl mengucapkan bersyukur atas capaian yang diraih. Menjadi produk pertama dengan kulit ukir kerang batik yang mengikuti pameran.
“Alhamdulillah, ini merupakan pertama kalinya di Indonesia ikut kulit kerang ukir kerawang motif batik dan berhasil meraih penghargaan,” ujar Riana.
Galeri Mutiara Riana Meilia Lombok NTB Pearl menyediakan berbagai koleksi perhiasan berbahan mutiara, kulit kerang, ikat perak, emas, dan berlian. ***
Kuliah Umum Ketua DPRD KLU di FISIP UMMAT
Ketua DPRD KLU menyampaikan kuliah umum terkait peran dan fungsi wakil rakyat dalam formulasi kebijakan publik
MATARAM.lombokjournal.com ~ Lembaga legislatif merupakan instrumen sendi-sendi demokrasi, sebagai legitimasi landasan filosofi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD KLU Artadi S.Sos saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram (FISIP UMMAT) di Pagesangan Matatam, Senin (26/09/22).
Artadi, S.Sos menyampaikan kuliah umum
Kegiatan bertajuk “Peran dan Fungsi DPRD dalam Formulasi Kebijakan Publik” tersebut diikuti para mahasiswa baru tahun 2022 dan jajaran civitas akademika FISIP UMMAT.
Lebih jauh, Artadi mengatakan, peran DPRD selain menampung aspirasi masyarakat dan multipihak, DPRD dapat menyambungkan kehendak partai politik. Melalui fraksi di parlemen serta tentu saja menyuarakan kepentingan publik.
Ketua DPRD KLU yang baru sekitar sebulan dilantik itu, menguraikan pula fungsi DPRD secara konstitusional.
“Fungsi pokok DPRD menurut Undang-undang Pemerintahan Daerah nomor 23 tahun 2014, khususnya pasal 96, terpola pada tiga hal. Yaitu Fungsi Legislasi yang membentuk Peraturan Daerah (Perda), Fungsi Budgeting menyusun anggaran, serta Fungsi Pengawasan,” tuturnya.
Lanjutnya, menuju perumusan formulasi kebijakan publik dilakukan setidaknya lima langkah. Di antaranya, perumusan naskah akademis yang bekerja sama dengan kaum akademisi.
Kemudian menjaring aspirasi dari elemen masyarakat, dalam bentuk kegiatan konsultasi publik.
Rumusan pikiran para ahli mengenai Perda yang dikaji intensif, dalam bentuk diskusi terfokus. Selanjutnya dirampungkan menjadi rancangan naskah legal drafting Raperda oleh Tim Perumus Kesekretariatan.
Muaranya dibahas oleh Panitia Kerja/Panitia Khusus yang dibentuk DPRD KLU. Melalui mekanisme mendengar saksama penjelasan serta jawaban Kepala Daerah yang kegiatannya paralel dengan pandangan umum serta pendapat akhir fraksi.
Dikatakannya, pada langkah inilah formulasi kebijakan publik diterbitkan, produk dari DPRD dan Pemda.
Lebih lanjut diuraikannya, Program Pembentukan Perda di DPRD KLU tahun 2022, menurut Keputusan DPRD KLU nomor 17/Kep/DPRD-KLU/2021 terdapat 14 usulan Raperda.
“Dari 14 Raperda yang diprogramkan, terdapat 12 Raperda usulan berasal dari Pemda KLU, sedangkan 2 Raperda merupakan usul inisiatif DPRD KLU. Raperda tersebut adalah Raperda Perlindungan Buruh Migran Indonesia Asal Daerah Lombok Utara dan Raperda Pencegahan Perkawinan Usia Anak di KLU,” imbuhnya.
Pada masa mendatang, jelasnya, produk legislatif di KLU diharapkan lebih produktif lagi. Dirinya memohon do’a dan support agar DPRD KLU bisa lebih baik lagi.
Menurutnya, DPRD KLU terus berupaya menjadi corong aspirasi kerakyatan.
“Bersinergi dengan multipihak, bekerja sama dengan mitra kelembagaan, serta partisipatif dalam proses perumusan formulasi kebijakan publik dengan Pemda,” ujarnya.
Pengalaman empirik
Dekan FISIP UMMAT, Dr. H. Muhammad Ali M.Si dalam pengantarnya mengatakan, menyambut baik kuliah umum berkaitan dengan peran dan fungsi DPRD dalam formulasi kebijakan publik.
Penyampaian kuliah umum itu merupakan pengalaman empirik legislator.
Ali mengaku mendengar aktifnya pimpinan DPRD KLU untuk menjalankan tupoksinya. Lanjutnya, government yang responsible adalah legislatif yang dapat menyerap aspirasi publik sesuai peraturan yang berlaku.
“Salut kepada ketua dewan yang responsif terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Baru terpilih, kemudian sidak kebakaran sekaligus menyerap masalah kelangkaan air di Gili Indah, sidak dini hari di pasar dan sebagainya. Itu menunjukkan keaktifan yang responsible,” jelas Ali.
Dekan yang kerap menganalisa kebijakan publik itu mengungkapkan, perlunya program aspirasi dewan yang bisa menerapkan solusi dari persoalan atau hambatan yg ada di masyarakat, bukan hanya normatif saja.
“FISIP UMMAT bersedia kolaborasi program yang bermanfaat bagi publik sesuai tupoksi dewan melalui Pusat Studi Politik Hukum dan Kebijakan Publik yang ada di kampus, sebagai pelaksanaan good governance,” kata Ali.
Acara yang diselenggarakan sebagai tradisi awal memulai perkuliahan di Aula FISIP UMMAT berlangsung lancar dan khidmat. Diselingi semangat memperoleh uraian pengetahuan dari legislator dan civitas akademikanya. ***
Dugaan Catcalling di Trawangan, Pemrov NTB Respon Cepat
Respon cepat Pemprov NTB menanggapi dugaan catcalling, untuk mengembalikan nama baik dan citra pariwisata NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~Pesona Gili Trawangan yang berada di deretan gugusan pulau Tiga Gili, sudah tidak diragukan lagi.
Keindahan pantai dan air lautnya yang jernih menjadi magnet bagi pelancong dunia. Begitupun kearifan lokal dan keramahan warga desa Gili Indah dalam menyambut pengunjung, yang datang ke pulau yang dijuluki potongan surga oleh wisatawan dalam negeri hingga luar negeri.
Melihat potensi wisata yang luar biasa, warga dan pemerintah membangun lokasi tersebut secara perlahan.
Wisatawan mulai ramai ke Trawangan
Adat dan budaya serta kearifan lokal menjadikan keunikan tersendiri ini. Suasana alami khas pantai Nusantara, banyak memikat semua orang untuk berlibur ke pulau ini.
Tidak hanya itu, untuk memanjakan pengunjung, Gili Trawangan juga menyediakan beragam akomodasi, restoran, dan aktivitas berlibur, seperti menyelam untuk melihat keindahan alam bawah lautnya yang sangat mempesona.
Air lautnya sangat jernih dan bebas polutan sehingga biota laut hidup sangat nyaman tanpa terganggu.
Selain biota lautnya yang sangat terjaga kelestariannya, arus air laut nya pun bisa dibilang cukup tenang sehingga akan menambah keseruan Anda selama menyelam.
Di Gili pengunjung dapat menikmati udara segar dan bebas dari Kemacetan dan polusi Kendaraan.
Pelaku wisata dan masyarakat setempat hanya menyediakan sepeda dan cidomo atau delman sebagai alat transportasi mengelilingi pulau dengan panjang 3 km dan lebar 2 km.
Tidak hanya itu, selain wisata alam dan pantai, masyarakat disuguhi juga spot wisata yang eksotik, fasilitas penginapan yang murah hingga yang mahal.
Begitu pun dengan wisata kulinernya yang tidak kalah menarik. Rangkaian kuliner murah meriah khas local hingga internasional tersedia.
Beragam menu makanan mulai dari menu seafood dengan ikan yang masih fresh, hingga makanan lain seperti ayam goreng dan bakar, bahkan makanan tradisional Lombok pun tersedia di sini.
Dugaan Catcalling
Namun, beberapa hari yang lalu, dunia pariwisata NTB, dikejutkan oleh persoalan dugaan catcalling yang viral beberapa hari yang lalu di media sosial. Unggahan wisatawan perempuan Mia Earliana yang mengalami pelecehan verbal saat liburan di Gili Trawangan Lombok Utara, dinilai merusak nama baik dan citra pariwisata yang sudah dikenal dunia internasional.
Video dugaan catcalling
Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU), tidak tinggal diam, mereka bergerak cepat mengembalikan nama baik dan citra pariwisata NTB, akibat persoalan dugaan catcallingyang viral tersebut.
Bahkan persoalan tersebut diatensi khusus oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah.
Melalui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Yusron Hadi, bergerak cepat untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemda KLU. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan melakukan langkah dan upaya untuk menghadapi persoalan yang sudah viral didunia maya.
Mereka menggandeng juga asosiasi usaha wisata di Gili Trawangan, pelaku wisata dan Kepala Desa Gili Indah, melakukan upaya pembinaan dan edukasi terkait persoalan tersebut kepada pelaku wisata dan masyarakat Gili Terawangan.
Upaya dan langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang.
Yusron juga mengajak supaya para pelaku usaha wisata stakeholder terkait di NTB memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, untuk menghadirkan hospitality yang berkualitas dan menjamin wisatawan nyaman ketika berlibur di NTB.
Yusron juga dengan tegas mengatakan, kejadian ini sementara sedang ditangani Polda NTB. Jadi tidak bisa menggeneralkan contoh dugaan persoalan ini terjadi di pulau Gili Terawangan secara keseluruhan.
Tapi kejadian tersebut terjadi oleh oknum di tempat kejadian tersebut.
Belum ada kejadian seperti yang dilakukan oleh masyarakat dan pelaku pariwisata disana. Puluhan tahun masyarakat bersahabat dan ramah dengan wisatawan yang berkunjung.
Setelah unggahan video awalnya viral, wisatawan perempuan yang diduga mengalami Catcalling tersebut, memposting klarifikasinya dan pernyataan, Gili Terawangan aman untuk dikunjungi.
Walaupun sebagian masyarakat NTB yang resah, terutama masyarakat pariwisata di Gili Trawangan merespon dan melaporkannya kepada pihak berwajib.
Atensi Menparekraf
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Ekraf RI Sandiaga Salahudin Uno, mengapresiasi kinerja dan tanggapan cepat Pemprov NTB bersama dengan Pemda KLU. Merespon cepat dan menelusuri dan mengatasi persoalan tersebut, serta melakukan upaya pembinaan dan kordinasi dengan pelaku wisata dan dunia usaha di Gili Trawangan.
Menparekraf juga meminta agar pelaku wisata dan masyarakat menjaga bersama-sama citra baik, nama baik dan reputasi pariwisata Gili Trawangan, Provinsi NTB dan umumnya Indonesia yang ramah dan sudah dikenal sejak dulu, sebagai surganya pariwisata dunia.
Sementara itu, pengamat pariwisata Provinsi NTB, Taufan Rahmadi mengapresiasi upaya dan langkah cepat yang ditempuh Pemprov.NTB dan Pemda KLU, berkoordinasi menangani persoalan tersebut.
Menurutnya, keluhan dan dugaan pelecehan yang dialami wisatawan tersebut, memang harus ditanggapi serius dan bijak oleh pemerintah, pemangku kebijakan dan pelaku wisata di Gili Trawangan.
Taufan Rahmadi mengaku sudah melihat respon cepat dari Pemerintah Provinsi NTB yang melakukan koordinasi dengan jajaran Pemkab KLU dan para pelaku wisata di 3 Gili untuk membicarakan langkah – langkah nyata dalam menanggapi hal ini. Keluhan ini harus ditelusuri asal usulnya agar publik mengerti duduk perkara sebenarnya.
Jika memang ada oknum yang benar melakukan hal-hal yang membuat si wisatawan merasa tidak nyaman, para pemangku awig-awig desa ataupun pejabat terkait melakukan teguran sekaligus pembinaan kepada oknum tersebut.
Ia yakin, masyarakat di Gili adalah masyarakat yang ramah dan memahami bagaimana harus berprilaku yang santun kepada wisatawan.
Terlebih selama ini masyarakat di Gili sangat bergantung pada sektor pariwisata, jadi sangat tidak mungkin mereka akan merusak periuk tempat mereka mengais rejeki
Sehingga, pemerhati pariwisata tersebut meminta agar semua pihak melakukan konsolidasi antar stakeholder pelaku pariwisata pariwisata di Gili, untuk perkuat awig – awig yang menyesuaikan dengan kondisi terkini pasca pandemi.
Selanjutnya penguatan kelembagaan DMO Gili yang bisa menjadi cikal bakal pembentukan Badan Otoritas Pengelola Wisata Tiga Gili , yang bertugas bersama, menyepakati segala aturan- aturan terkait manajemen destinasi , mulai pengaturan masuk wisatawan , manajemen sampah, SOP mitigasi dan lainnya.
Kemudian, harus ada Gili Hotline untuk menjadi media komunikasi 24 jam bagi para wisatawan disaat mereka ingin mengadukan keluhan – keluhan yang mereka rasakan selama berwisata di Gili.
Sementara Polda NTB terus mendalami dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait video catcalling di Gili Trawangan, yang dilaporkan oleh kelompok masyarakat Kabupaten Lombok Utara.
Konten video TikTok @miaerliana berdurasi 2 menit 50 detik tersebut, menimbulkan reaksi sejumlah masyarakat, dan melaporkannya ke Polda NTB terkait dugaan penghinaan dan atau pencemaran nama baik, berdasarkan dugaan pelanggaran pidana Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.
Pengunjung Wisata Gili Terwangan, Mia Erlina yang merupakan pemilik akun @miaerlina, memosting kejadian cat calling disalah satu penginapan saat ia berwisata ke Gili Trawangan.
Dalam video tersebut, ia meminta wisatawan tidak datang ke Gili Trawangan.
Humas Polda NTB, Artanto menjelaskan, laporan tersebut masih ditelaah. Dalam waktu dekat, Polda NTB akan memanggil dan mengklarifikasi kedua belah pihak.
Catcalling termasuk dalam salah satu bentuk pelecehan seksual jenis street harrastment, yakni melontarkan komentar sensual dengan nada menggoda yang dilakukan di tempat umum.
Pelaku catcalling disebut sebagai catcaller. Catcalling memang paling sering dialami oleh wanita.
Catcalling merupakan bentuk pelecehan seksual di ruang publik, biasanya dilakukan di jalanan atau fasilitas umum lainnya. Pelakunya bisa siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. ***
Pelatihan DEA untuk 400 Wirausaha Muda Se P. Lombok
Mendukung tumbuh kembangnya wirausaha digital, HBK buka pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA)
MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) membuka pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) bagi ratusan pelaku usaha dari lima Kabupaten/Kota di P. Lombok, Jum’at (26/09/22).
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Dan Pengembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (BPPTIK) Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kementerian Kominfo RI.
Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yang berbeda, yaitu di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram dan Hotel Aruna, Lombok Barat secara serentak pada Jum’at sampai dengan Sabtu, 23 hingga 24 September 2022.
Sebanyak 400 orang wirausahawan muda mengikuti kegiatan pelatihan ini.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dan sinergitas antara Komisi 1 DPR RI dengan Kementerian Kominfo RI, salah satu mitra kerja Komisi 1 DPR RI.
H. Bambang Kristiono, SE (HBK)
“Saya menyambut baik program-program yang sangat bermanfaat bagi kita semua ini, mengingat pada saat ini kita telah berada di era transformasi digital, yang akan memberikan tantangan baru bagi para pengusaha di Indonesia,” kata HBK dalam sambutannya.
Menurut HBK, ekonomi digital telah menjadi penopang perekonomian Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Ini membuat kesadaran, digitalisasi telah merambah hampir setiap lini kehidupan, tak terkecuali dunia usaha.
Tanpa adanya tatap muka, namun dengan tetap memperhatikan social distancing (jaga jarak), roda perekonomian kita harus terus berjalan.
Bahkan bukan hanya dana dari dalam negeri yang dapat masuk di transaksi ekonomi digital ini, tetapi juga cakupannya yang akan semakin meluas ke seluruh dunia.
“Yang lebih membuat daya tarik begitu besar adalah, semua kegiatan itu dapat dilakukan dengan hanya sebuah HP yang selalu kita genggam setiap saat,” ungkap HBK.
Selain itu, politisi Partai Gerindra ini juga menekankan, ekonomi digital mempunyai ruang berkembang yang sama untuk semua orang, dan mampu mendorong inklusivitas sehingga seseorang bisa mendapatkan layanan tanpa harus bertatap muka langsung.
Kegiatan sharing economy (ekonomi berbagi), juga menjadi andalan bagi para pengusaha menengah dan kecil di dunia digital. Seperti para reseller, pemilik properti yang tidak memiliki platform berdagang, pedagang perhiasan, hasil barang UMKM, hingga pengusaha makanan dan minuman.
DEA Ciptakan Talenta Digital
HBK juga menegaskan, Digital Entrepreneurship Academy yang digagas Kemkominfo RI ini, menjadi salah satu andalan Pemerintah untuk menciptakan talenta-talenta digital sebagaimana yang selalu Komisi I DPR RI, dorong sejak awal.
“Saya berharap talenta-talenta ini kedepannya dapat dan harus menjadi para pemain utama dalam perekonomian digitalbangsa kita, yang tidak hanya berorientasi kepada materi semata tapi memang benar-benar untuk memajukan bangsa,” tegas pria yang dikenal sebagai Chairman klub sepakbola profesianal Lombok FC ini.
Komisi I DPR RI bersama pemerintah bekerjasama dalam upaya penyiapan dan pengembangan talenta digital, menguatkan startu-up untuk mendukung digital entrepreneur, dan meningkatkan konektivitatas sebagai penopang utama ekonomi digital.
Langkah lain yang tak kalah penting adalah dengan membuat berbagai inisiatif pengembangan, kebijakan dan regulasi yang mendukung para wirausaha Indonesia untuk berkembang.
Dukung Lahirnya Wirausaha Digital di P. Lombok
HBK juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong anak-anak muda di P. Lombok untuk berinovasi, dan ambil bagian dalam lahir dan berkembangnya para wirausaha digital.
Ekonomi digital memiliki masa depan yang sangat menjanjikan, karena memiliki potensi yang begitu besar dalam memberikan kemudahan, baik kepada pelaku usaha, maupun pengguna jasa, maupun pihak konsumen.
“Saya selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI mendukung penuh para wirausaha P. Lombok, anak muda penerus bangsa, untuk ikut serta dalam memajukan perekonomian negara kita melalu ekonomi digital,” pungkasnya.
Kemudian di tengah-tengah kesibukan dirinya menjadi Nara Sumber pada pelatihan ini, HBK sempat meluangkan waktunya untuk menonton langsung pertandingan Lombok FC melawan PS. Hamzanwadi, dengan skor 2-1 untuk Lombok FC.