Wagub berharap, seluruh organisasi perempuan bisa memahami perannya dan berkontribusi lebih besar di masa depan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Organisasi perempuan memiliki kekuatan yang mampu merubah situasi.
Tidak hanya karena Nusa Tenggara Barat memiliki perempuan cerdas tapi juga mempunyai peran sangat besar dalam masyarakat sebagai istri, ibu maupun pribadi.
Hal itu dikatakan Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, MPd dalam perayaan 59 tahun Badan Koordinasi Organisasi Wanita NTB di Lombok Plaza, Selasa (27/12/22).
“Peran itu tidak dibatasi usia tapi semangat. Banyak pengurus BKOW NTB yang sudah sepuh tapi masih semangat bekerja dan berbuat untuk masyarakat”, ujar Wakil Gubernur.
Dikatakan Wagub, banyak program pemerintah merupakan ranah domestik keluarga dan rumahtangga yang memerlukan peran perempuan.
Apalagi capaian program unggulan NTB seperti kesehatan, lingkungan dan pendidikan harus dimulai dari perubahan pola pikir dan tindakan.
Memilah sampah, cara hidup sehat atau memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia tidak dicapai seketika tapi mengupayakan percepatan yang dapat diraih dalam puluhan tahun.
Wagub berharap, BKOW dan seluruh organisasi perempuan di dalamnya bisa memahami perannya dan berkontribusi lebih besar di masa depan.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, usia 59 adalah usia yang matang sebagai organisasi.
“Masih banyak isu yang perlu disentuh dan membutuhkan peran dan kerjasama seluruh stakeholder,” ucapnya.
Ketua BKOW NTB, Sofia Rawiayana mengatakan, telah banyak kegiatan yang dilakukan selama tahun 2022. Diantaranya terlibat dalam persoalan lingkungan, kesehatan sampai penguatan kader organisasi melalui komunikasi personal.
“Sudah ada 50 trainer yang siap membantu dalam hal komunikasi personal kader,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi kegiatan hingga ke kabupaten/ kota diakuinya masih terkendala. Namun demikian, ia optimis BKOW akan terus bekerja sama dengan pemerintah mulai pusat sampai lingkup terkecil. ***
Pemprov NTB Bertekad Wujudkan Net Zero Emission 2050
Pemprov NTB dan PLN melakukan penandatanganan MoU dalam upaya mewujudkan Net Zero Emission 2050
MATARAM.lombokjournal.com ~ Momentum kali ini merupakan saat yang tepat untuk menjadikan dan menerapkan Provinsi NTB sebagai Provinsi Green Tourism, Green Energy dan Green Industry.
Hal itu dikatakan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menandatangani dua MoU dengan PLN di antaranya, Implementasi dan Pengembangan Teknologi Kendaraan Listrik serta Pengembangan, Penyediaan dan Pemanfaatan Biomassa di Hotel Santika, Mataram, Selasa (27/12/22).
Penandatanganan MoU antara Pemprov NTB dan PLN merupakan salah satu upaya mewujudkan Net Zero Emission 2050 di Provinsi NTB.
“Saya sangat senang karena tepat hari ini perjalanan yang panjang dengan langkah pertama dalam hal Net Zero Emission telah kita lakukan. Bahkan negara-negara Skandinavia tertarik kepada Provinsi NTB untuk bekerjasama dan berpartisipasi mengenai green energy,” ucapnya.
Diharapkan langkah ini dapat menjadikan Provinsi NTB sebagai percontohan bagi Provinsi lain di Indonesia, mengenai Net Zero Emission. Apalagi Provinsi NTB memiliki misi yang sama dengan Indonesia, namun 10 Tahun lebih dulu mewujudkannya.
Selain kegiatan tanda tangan MoU, Gubernur NTB juga meresmikan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang ke 6 di NTB.
Gubernur Zul mengapresiasi langkah teman-teman SMK yang melakukan 64 menit konversi motor BBM ke Listrik sebagi kado hari ulang tahun Provinsi NTB.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Sudjarwo, mengapresiasi komitmen Provinsi NTB 10 tahun lebih awal dari Indonesia dalam mewujudkan Net Zero Emission.
“Saya juga turut bangga dengan langkah yang dilakukan Provinsi NTB dalam menerapkan Net Zero Emission 2050 dan kami dari PLN siap mendukung demi mewujudkannya,” tegasnya.
Dalam laporannya juga ia berkomitmen untuk menambah jumlah SPKLU yang berada di NTB.
“Saat ini terdapat 6 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di NTB, Insyaallah akan kami tambah 2 lagi guna mewujudkan Green Energydan NTB Gemilang,” tuturnya.
Ia melaporkan, pihaknya telah melakukan uji coba 100 persen pelaksanaan Co-Firing PLTU dengan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), yaitu menggunakan bonggol jagung di PLTU Sumbawa Barat dan hasilnya berjalan dengan baik. ***
Bangga Gunakan Produk Lokal, Ini Kata Gubernur NTB
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menegaskan, bangga produk lokal akan membuat produk itu kuat dan bertahan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Bangga menggunakan produk lokal merupakan satu-satunya cara memberikan ruang pada produk NTB untuk tumbuh dan berkembang.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu, saat Penandatanganan Prasasti Rumah Kemasan Sterill dan Peresmian secara Simbolis Target Inovasi TA 2023 pada acara Expo Industrialisasi NTB Gemilang Tahun 2022 di lapangan Kantor Dinas Perindustrian Prov NTB, Selasa (27/12/22).
“Sekarang kebanggaan pakai produk lokal itu satu-satunya cara memberikan ruang pada produk kita untuk tumbuh dan berkembang. Ketika masyarakat memiliki kebanggaan menggunakan produk lokal maka dapat diyakini ekonomi NTB dalam menghadapi gejolak eksternal yang menganggu pasti akan tetap kuat dan bertahan,” ungkap Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.
Bang Zul juga memberikan contoh terkait diresmikannya pabrik sosis milik pak Amri di Banyumulek, Lombok Barat tanggal 29 mendatang. Produk tersebut terlihat sederhana namun membutuhkan waktu empat tahun untuk mampu mengolah ternak menjadi sosis, bakso dan nugget tersebut.
“Mengelola industrialisasi tidaklah sederhana, butuh akumulasi pengalaman pembelajaran yang tidak sederhana, butuh biaya, usaha, keringatan, air mata. Membujuk perusahaan yang mau merubah daging menjadi nugget itu tidak gampang membujuk perusahaan untuk mau bikin sosis kelihatan sederhana tapi itu dalam prakteknya tidak gampang,” jelasnya.
Namun ketika itu berhasil, maka akan menghadirkan industri dengan nilai tambah lebih tinggi. Ini akan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang lebih banyak dan akan hadir industri turunan yang lebih beragam dari industri pengolahan.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti, SE., ME sebelumnya melaporkan, salah satu fokus di tahun 2023 nanti adalah produk-produk keperluan rumah tangga seperti sabun cuci piring, minyak goreng, gula aren dan terigu.
Dan beberapa produk yang akan masih juga seperti salah satunya adalah fashion yang sudah melakukan bisnis 30 penjahit chapter sertifikasi, yang diharapkan menjadi percepatanpencapaian produk-produk di 2023.
“Meski kita tidak memiliki industri teman-teman yang besar, tapi tersebar di seluruh rumah-rumah atau desa-desa yang ada di Dinas Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Yanti menegaskan.***
Monitoring Ketersediaan Stok dan Harga Pangan di NTB
Satgas dan TPID melakukan monitoring Stok dan Harga Pangan di NTB untuk memastikan stok dan harga pangan aman sampai panen berikutnya
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan melakukan monitoring ketersediaan stok dan keterjangkauan harga kebutuhan pangan masyarakat, Selasa (27/12/22).
Monitoring ini terkait Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, yang dilakukan di Pasar Pagesangan dan Pasar Kebon Roek Kota Mataram.
“Alhamdulillah Natal sudah lewat dan berjalan dengan baik, artinya stok tercukupi dan harga juga masih terjangkau, menghapi Tahun Baru 2023 juga kita pastikan stok dan harga bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat aman,” kata Kepala Biro Perekonomian Setda Prov. NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, M.H.
Berdasarkan hasil pantauan ketersediaan stok yang dibutuhkan masyarakat cukup sampai tahun depan.
Harga telur relatif normal dengan kisaran antara 50 ribu s.d. 60 ribu.
Kemudian untuk cabai kisarannya 42 ribu cabai keriting, 20 ribu cabai besar dan 10 ribu untuk tomat.
“Minggu lalu kami sudah turun bersama Tim Satgas dan TPID terkait ketersediaan di gudang maupun tangan pertama juga masih aman, bahkan informasi dari teman-teman Bulog ketersediaan stok beras itu sampai 3 bulan kedepan masih mencukupi sampai dengan panen,” tambahnya.
Kadis Ketahanan Pangan NTB, H. A. Aziz, S.H., M.H. menjelaskan, ketersediaan stok di ketahanan pangan dianalisis menggunakan metode Prognosa kemudian disusun NBM (Neraca Bahan Pokok), dengan 9 bahan pokok yang bisa dihitung berdasarkan berapa luas tanam dan berapa yang dikirim ke luar daerah.
“Berdasarkan analisis Dinas Ketahanan Pangan, untuk ke depan sampai musim tanam berikutnya masih aman, bukan hanya dihitung berdasarkan analisis perhitungan-perhitungan yang ada, tetapi diikuti juga dengan cek di lapangan seperti yang kita lakukan pada hari ini,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB, Kombes Pol. Nasrun Pasaribu, S.I.K., M.H.mengatakan, dari rantai distribusi pasar ini tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan.
Ini bisa dilihat di lapangan stok semua ada, konsumen yang membeli ada, dan harga juga sudah normal.
“Kami menghimbau kepada para pelaku distribusi di pasar agar tidak ada yang melakukan perbuatan curang yang dapat merugikan masyarakat, kalau itu terjadi, akan kita lakukan penindakan sesuai dengan Undang-Undang dan itu ada pidananya,” katanya.***
Bantuan Sembako untuk Nelayan Pesisir Barat Kota Mataram
Prihatin Nelayan tak bisa melaut akibat anomali cuaca, HBK salurkan bantuan sembako untuk warga pesisir di Kota Mataram yang tak bisa melaut
MATARAM.lombokjournal.com ~ Setelah meresmikan kantor DPC Partai Gerindra Kab. Lombok Barat di Kecamatan Gerung, Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H Bambang Kristiono, SE (HBK) langsung memberi perhatian terhadap nasib para nelayan pesisir barat Kota Mataram yang tidak bisa melaut akibat cuaca buruk.
Politisi Partai Gerindra tersebut menyalurkan ratusan paket bantuan sembako untuk mereka secara spontan, Senin (26/12/22) sore.
HBK bersama tim HBK PEDULI, yayasan miliknya mendatangi rumah-rumah para nelayan tersebut untuk menyerahkan bantuan paket sembako secara langsung.
Paket bantuan sembako tersebut antara lain berisi gula, beras, kopi, mie instan, susu, telur, minyak goreng, teh, dan tepung terigu. Jika ditotal, satu paket bantuan sembako tersebut senilai Rp 200.000,-
“Ini adalah masa-masa yang sulit untuk saudara-saudara kami para nelayan di pesisir barat Kota Mataram. Mereka tidak bisa melaut karena kondisi cuaca yang memburuk. Kami berharap, bantuan sembako ini bisa turut meringankan beban para nelayan di masa-masa sulit seperti ini,” kata HBK.
Satu per satu, rumah-rumah para nelayan yang berimpitan dan seluruhnya menghadap ke arah laut didatangi HBK dan TIM HBK PEDULI.
Mulai dari Kampung Bugis, terus ke utara hingga ke wilayah Kampung Pondok Perasi di Kecamatan Ampenan.
Bantuan sembako diberikan pula pada para nelayan yang bermukim di sepanjang pantai Mapak di wilayah Kecamatan Sekarbela.
Masyarakat yang mengetahui kehadiran HBK yang tidak terjadwal sebelumnya tersebut, sontak meriung dan menyambut dengan hangat HBK dengan Tim HBK PEDULI nya. Mereka sangat antusias menyambut kehadiran Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut, dimana sebagian besar di antara mereka itu adalah kaum ibu-ibu alias emak-emak.
Kepada HBK, mereka menuturkan suami mereka kini tidak bisa melaut lantaran cuaca buruk. Tiga hari terakhir menjadi puncaknya.
Bahkan gelombang pasang menerjang pemukiman di Kampung Bugis. Sementara di Pantai Mapak, rumah-rumah para nelayan pun ambruk diterjang gelombang tinggi tersebut.
Dengan seksama, HBK mendengarkan penuturan para warga. Kepada mereka, HBK yang kebetulan sedang menjalani masa resesnya di P. Lombok menuturkan, begitu mendapat kabar tentang kondisi yang menimpa para nelayan di pesisir barat Kota Mataram.
Ia langsung memerintahkan tim HBK Peduli untuk menyiapkan bantuan untuk para nelayan.
“Dalam situasi seperti ini kita memang harus saling bergandengan tangan. Prioritas pertama untuk saat ini tentu bagaimana memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi lebih dahulu,” imbuh HBK.
Mereka yang mendapat bantuan sembako dari HBK tak henti mengucap rasa syukur. Mereka pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada HBK yang telah memberi perhatian begitu besar terhadap kondisi mereka.
“Saya bersyukur dapat bantuan Sembako dari pak HBK Gerindra yang bisa dipakai menyambung hidup harian,” ujar Inaq Mah, warga Kampung Bugis sembari menunjukkan bingkisan sembako yang telah diterimanya.
Hal yang sama disampaikan, Husein, warga Kampung Telaga Mas. Dia mengucapkan terima kasih kepada HBK atas bantuan sembako tersebut.
Husein mengatakan, dirinya tadinya sedang duduk-duduk di pantai karena tidak bisa melaut. Tiba-tiba HBK datang dan memberikan bantuan sembako.
“Alhamndulilah, Sembako ini sangat berguna untuk kelangsungan hidup kami sekeluarga yang tidak bisa melaut,” ujarnya.
Sementara itu, di Kampung Bugis, di sela-sela pembagian sembako, beberapa Emak-Emak meneriakkan Prabowo Presiden sebagai cerminan kerinduan mereka secara spontan.
“Pak HBK, kapan pak Prabowo ke Lombok, kami ingin pak Prabowo jadi Presiden,” ujar salah seorang Emak-Emak di Kampung Bugis tersebut.
Mendengar hal tersebut, HBK menimpalinya dengan senyum sembari tetap membagikan Sembako dan terus menyusuri jalan sepanjang pinggir pantai untuk membagikan sembako kepada warga lainnya.
Total di kampung nelayan yang ada di Kecamatan Ampenan, HBK membagikan sedikitnya 400 paket sembako.
Pembagian Sembako HBK Peduli tersebut, juga dirangkaikan dengan kegiatan reses HBK selaku anggota DPR RI dapil Lombok.
HBK menegaskan, dirinya tak memiliki pretensi apa-apa atas pembagian sembako tersebut. Tak ada pula muatan-muatan politis di baliknya.
“Ini adalah ungkapan keprihatinan atas derita nelayan yang terdampak anomali cuaca ekstrem di Kota Mataram, sehingga mereka tidak bisa melaut dalam beberapa hari ini,” kata tokoh yang memang dikenal dermawan ini.
Dalam perjalanan menuju Pantai Pondok Prasi untuk menyalurkan bantuan, rombongan tim HBK dikejutkan oleh sejumlah ibu-ibu yang nekat menghentikan laju kendaraan yang ditumpangi HBK di Kampung Bugis.
Rupanya mereka belum mendapat bantuan sembako. Kepada mereka, HBK kemudian memberikan bantuan uang tunai sebagai pengganti bantuan sembako yang sangat dibutuhkan tersebut.
Selain memberikan bantuan sembako, tim HBK Peduli juga pada saat yang sama, memberikan bantuan telur ayam segar yang sudah dikemas dalam kotak kepada warga yang ada di pesisir barat Kota Mataram (*)
Relokasi Warga Mapak yang Terdampak Ombak Tinggi
Tanah milik Pemprov NTB disiapkan untuk relokasi 15 warga Mapak yang rumahnya ambruk akibat ombak tinggi
MATARAM.lombokjournal.com ~ Upaya relokasi bagi 15 warga pesisir Pantai Mapak, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram segera dilakukan.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah, SE, Msc yang datang ke lokasi, Minggu (25/12/12), selain menyerahkan bantuan juga mengupayakan relokasi pemilik rumah akibat ombak tinggi.
“Insya Allah, kami akan coba lihat lokasi baru nya yang kebetulan tanah Pemprov di belakang Kantor Dinas Perhubungan Kota Mataram Jalan Lingkar Selatan”, sebut Gubernur.
Selain itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan pada warga yang membutuhkan sembilan bahan pokok (sembako), karena para nelayan yang tinggal di sekitar pantai tak bisa melaut beberapa minggu terakhir.
Gubernur juga mendatangi pantai Pura Segara dan Loang Baloq.
Bencana abrasi di sepanjang pantai Ampenan sampai Mapak di Kota Mataram menyebabkan rumah warga ambruk dan beberapa rumah rusak.
Sebanyak 20 rumah rusak akibat gelombang tinggi di Pantai Mapak Indah, Sabtu (24/12) pukul 02.00 Wita dini hari, yang berdampak pada 28 kepala keluarga.
Hal itu dikatakan Kepala Lingkungan Mapak Indah Ahmad Zuhdi sembari menambahkan, wilayah Mapak Indah merupakan langganan banjir rob.
Ia berharap pemerintah bisa membantu memasang jetty atau pemecah gelombangdi wilayah itu. ***
Balap Kuda Gubernur NTB Cup 2022 Sukses Digelar
Gubernur Zulkieflimansyah selain menonton jalannya balap kuda, juga sempat mengecek kesiapan lintas pacu
LOTENG.lombokjournal.com ~Hujan angin tak menyurutkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah untuk menghadiri acara penutupan Gubernur Cup 2022 “Pacuan Kuda” Atraksi Budaya Lapangan Pacuan Kuda Sasake, Desa Batujai, Kab. Lombok Tengah, Minggu (25/12/12).
Bang Zul sapaan Gubernur, tak hanya menonton jalannya lomba, tetapi juga datang dan berkeliling di lapangan, mengecek kesiapan lintasan pacu.
“Walau hujan nggak berhenti-henti, tetap saja meriah!” ungkap Gubernur.
Selain mendapatkan piala pada Lomba Pacuan Kuda Gubernur Cup 2022, para pemenang juga menerima hadiah uang cash.
Untuk juara 1 sebesar 15 juta, Juara 2 sebesar 10 juta, dan juara tiga sebesar 7,5. Pembagian hadiah diwakilkan Kadispora Tribudi Prayitno.
Para penonton yang terdiri dari masyarakat setempat, baik yang datang dari Lombok, Sumbawa, Bima, hingga Dompu terlihat antusias menyaksikan jalannya pertandingan.
Para penonton berharap kegiatan serupa lebih sering digelar di tahun-tahun mendatang.
“Acara ini bagus. Bisa jadi konten dan hiburan masyarakat lokal!” tutur Teguh Ciptaning, salah seorang penonton.
Selain itu, akun Jalaluddin menulis dalam unggahannya menyebutkan bahwa penonton semakin ramai berdatangan dalam menyaksikan lomba pacuan kudaGubernur Cup ini.
“Luar biasa arena pacuan kuda Sasake Lombok Tengah penontonnya semakin ramai sekali pada hari ini. NTB Gemilang,” tutunya. ***
Belajar ke Luar Negeri, Membangun Kampung Halaman
Menghadiri perayaan hari jadi Desa Kekait ke-164, Gubernur NTB mengungkapkan, belajar ke luar negeri akan dinikmati lima belas sampai dua puluih tahun ke depan
LOBAR.lombokjournal.com ~ Kampung halaman yang berkembang bukan saja mengenang kegemilangan masa lalu, namun memiliki generasi yang sanggup merubah kampung halaman.
“Beasiswa belajar keluar negeri tidak saja untuk mereka yang dikirim keluar negeri, tapi juga untuk daerah bahkan Indonesia,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah.
Ia mengatakan itu saat menghadiri acara penutupan rangkaian perayaan Hari Jadi Desa Kekait ke-164.
Pada kesempatan itu Gubernur NTB sekaligus Silaturrahim dengan Masyarakat Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Ahad (25/12/22).
Pemprov NTB sudah mengirimkan ratusan mahasiswa NTB ke berbagai negara Asia sampai Eropa dan Amerika.
Menurut Gubernur Zul, keberhasilan program unggulan 1000 Cendekia akan dinikmati oleh NTB bahkan Indonesia limabelas sampai duapuluh tahun ke depan.
Sejak para lulusan dan mereka yang sekarang sedang belajar di luar negeri memiliki cara pandang yang berbeda, keluar dari keterbatasan dan memanfaatkan kesempatan yang terbuka.
“Optimisme ini akan membuat kita mensyukuri segala keterbatasan sambil berikhtiar lebih keras,” tambahnya.
Sementara itu, Bupat Lombok Barat, H Fauzan Halid berharap Desa Kekait tetap memelihara kerukunan, keharmonisan dan tetap membangun generasi penerusnya dengan pendidikan.
Hadir pula tokoh agama TGH Muhlis dan pimpinan OPD Pemkab Lobar dan Pemprov NTB.***
Minuman Manis Tak Sehat Mengepung Remaja Indonesia
Artikel terkait minuman manis ini bagian dari rangkaian tulisan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia
RIZKA MAULIDA, PhD Studen, Centre for Diet and Aktivuty Research (CEDAR) MRC Epidemiology Unit, University of Cambridge
lombokjournal.com ~Seperempat penduduk Indonesia merupakan remaja berusia 10-24 tahun. Dalam beberapa dekade ke depan, mereka akan tumbuh menjadi dewasa usia produktif yang menggerakkan perekonomian negara.
Walau bangsa Indonesia secara politik telah merdeka 75 tahun, kita belum sepenuhnya merdeka dari “kepungan” makanan dan minuman manis yang bisa merusak kesehatan.
Penting bagi kita dan pemerintah untuk memastikan bahwa remaja-remaja Indonesia memiliki kehidupan yang sehat dan produktif setelah mereka dewasa. Remaja mulai banyak mendapat kebebasan dalam memilih makanan dan minuman terutama di luar rumah, sehingga perlu dikembangkan suatu upaya yang lebih mudah bagi mereka untuk membuat pilihan yang lebih sehat.
Masalahnya, upaya itu tidak mudah karena industri makanan dan minuman menyasar para remaja sebagai konsumen saat ini dan masa depan.
Riset ini memperkuat temuan beberapapenelitian sebelumnya yang telah melaporkan bahwa harga makanan atau minuman merupakan hal utama dalam pemilihan makanan atau minuman. Riset lain juga menyebutkan bahwa pada umumnya makanan atau minuman yang sehat cenderung lebih mahal dari makanan atau minuman yang tidak sehat.
Karena itu, rencana pemerintah Indonesia mengenakan cukai minuman manis Rp 1.500 per liter untuk mengurangi risiko diabetes melitus dan obesitas pada remaja merupakan langkah yang tepat dan layak kita dukung.
Minuman manis yang berbahaya
Di Indonesia, saat cuaca panas, minuman dingin manis mudah dibeli di mana saja, di penjual jalanan, warung di pinggir jalan, sampai supermarket kelas atas.
Kita dapat dengan mudah menemukan minuman manis di kantin-kantin sekolah dasar hingga menengah atas, bahkan universitas. Alternatif dari minuman sejenis ini biasanya hanya air mineral saja dengan harga yang bahkan kadang lebih mahal dari minuman manis tersebut.
Minuman manis kemasan
Banyak minuman dalam kemasan seperti jus, kopi, dan teh serta sports drink tidak baik untuk kesehatan karena umumnya ditambahi gula seperti gula pasir, gula merah, corn syrup, fruktusa, glukosa, laktosa, dan madu oleh perusahaan yang memproduksinya.
Kalori yang didapatkan dari minuman-minuman ini tidak memiliki nilai gizi dan tidak dapat memberikan rasa kenyang seperti makanan padat pada umumnya.
Oleh karena itu, konsumsi minuman dengan gula tambahan dapat berakibat pada kenaikan berat badan yang tidak sehat.
Kebiasaan yang dibangun remaja saat membuat pilihan makanan menentukan kebiasaan makan mereka pada masa mendatang.
Remaja berpotensi mengkonsumsi asupan makanan yang tidak tepat, yang dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti pertumbuhan fisik dan kapasitas intelektual yang berkurang. Asupan makanan yang tidak tepat juga dapat mempengaruhi risiko terjadinya sejumlah gangguan kesehatan, seperti kekurangan zat besi, gizi kurang, dan obesitas.
Rencana yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani ini berangkat dari kekhawatiran pemerintah akan tingginya angka kasus diabetes melitus dan obesitas di Indonesia.
Jika melihat kecenderungan tersebut, maka diabetes melitus dan obesitas akan terus meningkat. Diabetes melitus dan obesitas adalah dua dari sekian banyak penyakit tidak menular.
Kebanyakan dari penyakit-penyakit tidak menular ini dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat seperti tidak merokok, banyak beraktivitas fisik, dan pola makan yang sehat.
Badan Kesehatan Dunia juga menyebutkan bahwa peningkatan konsumsi gula, khususnya dalam bentuk minuman dengan tambahan gula, berhubungan dengan kenaikan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa.
Negara-negara yang dikategorikan berpendapatan rendah dan menengah, seperti Indonesia, mengalami peningkatan konsumsi minuman yang diberi gula tambahan akibat dari promosi produk-produk ini secara masif. Kebanyakan target promosi dari produk-produk ini adalah anak-anak dan remaja.
Mengendalikan diabetes melitus dan obesitas dengan cara menarik cukai pada minuman manis merupakan satu langkah yang benar. Dengan adanya cukai ini, sehingga harganya lebih mahal, diharapkan konsumen terutama remaja, akan membuat pilihan yang lebih sehat secara tidak langsung. Produsen juga seharusnya tidak akan dirugikan jika menyesuaikan dengan batasan gula yang diberlakukan.
Hal ini sudah terbukti pada suatu penelitian di Inggris. Riset ini menunjukkan bahwa setelah diberlakukannya cukai pada minuman ringan, omset produsen minuman ringan di Inggris tidak anjlok.
Hal ini artinya produsen-produsen minuman ringan di Inggris dapat menyesuaikan produk mereka dengan mengurangi kadar gula pada produk-produknya. Masyarakat pun tetap membeli minuman-minuman “manis” ini hanya dengan kadar gula yang lebih aman. Cukai yang diberlakukan di Inggris adalah 24 penny (£0.24) per liter minuman jika mengandung 8 gram gula per 100 mililiter dan 18 penny (£0.18) per liter jika mengandung 5-8 gram gula per 100 mililiter.
Dalam riset tahun 2014 saya juga menemukan bahwa remaja dari kalangan menengah ke atas pun memiliki hambatan tersendiri untuk memilih makanan dan minuman yang sehat.
Remaja dari keluarga kelompok ini pun tampaknya memandang kesehatan tidak lebih penting daripada remaja dari keluarga menengah ke bawah.
Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan positif antara status sosial ekonomi dan indeks massa tubuh (IMT) di negara berkembang.
Di negara-negara berkembang, makanan dan minuman yang tidak sehat dipandang sebagai barang mewah, apalagi bagi kelompok masyarakat yang status sosial ekonominya sedang bergerak naik.
Dalam perencanaan upaya intervensi kesehatan harus sesuai dengan status sosial ekonomi kelompok sasaran. Intervensi gizi untuk remaja dari kelompok status sosial ekonomi rendah harus mencakup dukungan keuangan untuk membeli makanan yang lebih sehat. Dukungan ini tidak semerta-merta harus berbentuk bantuan tunai atau bentuk bantuan pemberian makanan yang sehat seperti program makan siang di sekolah. Dukungan ini dapat berupa cukai pada minuman manis, seperti ide pemerintah.
Sedangkan intervensi gizi bagi remaja dari kelompok status sosial ekonomi menengah ke atas harus mencakup pendidikan gizi yang mendorong mereka untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan yang lebih sehat. Kita juga perlu merancang citra makanan sehat menjadi lebih menarik, seperti membingkai makanan sehat sebagai barang mewah dan kekinian. ***
Dalam pelantikan cabang olahraga (Cabor) Squash, Gubernur NTB minta PW Persatuan Squash NTB agar olahraga ini segera diperkenalkan dan dinikmati masyarakat NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah, menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Squash Indonesia Provinsi NTB 2022- 2027, yang dilaksanakan di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Mataram, Sabtu (24/12/22).
Gubernur dalam sambutannya mengatakan, olahraga Squash merupakan olahraga yang tidak asing baginya.
Ia berharap olahraga ini dapat diperkenalkan dan dinikmati oleh masyarakat NTB.
“Olahraga ini tidak asing bagi saya saat masih kuliah di Inggris, olahraga ini sederhana dan menarik, semoga dapat dinikmati masyarakat NTB,” ucapnya.
Ia pun berharap, ke depan cabor Squash menyumbangkan medali bagi Provinsi NTB baik itu di PON 2024 ataupun saat NTB menjadi tuan rumah PON 2028 nanti.
Sementara itu, Ketua Umum PB Squash Indonesia,. Hj. Sylviana Murni, yang hadir secara langsung menyampaikan selamat kepada pengurus baru.
Ia berpesan agar putra/putri daerah NTB dapat tampil dalam olahraga ini dan mendapatkan banyak prestasi.
“Saya percaya ditangan ketua bersama jajarannya bisa melihat dengan jeli melihat potensi putra/putri daerah NTB,” terangnya.
Ia menegaskan agar pengurus selalu siap dalam menjalankan amanah sebagai Pengurus Wilayah Persatuan Squash Indonesia.
Kegiatan-kegiatan harus digesa guna memperkenalkan cabang olahraga ini ke masyarakat NTB, salah satunya sosialisasi yang gencar.
“Sosialisasi segera laksanakan, dimana saja bisa terutama di sekolah-sekolah. Kita motivasi mereka guna memajukan olahraga Squash untuk badan yang sehat dan jiwa yang sehat,” tutupnya.
Ketua PW Persatuan Squash Indonesia Provinsi NTB terpilih, H. Lalu Syafi’i. mengungkapkan, terbentuknya kepengurusan ini merupakan inisiatif bersama yang dimulai saat dipilihnya NTB dan NTT menjadi tuan rumah PON Tahun 2028.
Dibentuknya kepengurusan ini merupakan kontribusi putra-putri daerah dalam mendukung berlangsungnya PON 2028 nanti.
Ia berharap, seluruh stakeholders terkait untuk membantu PW Persatuan Squash Indonesia Provinsi NTB ini dalam memperkenalkan olahraga ini agar dapat dinikmati oleh seluruh kalangan di NTB.
“Kami berharap seluruh stakeholders terkait untuk berkontribusi baik itu saran dan masukan guna memperkenalkan dan memajukan Squash di NTB,” kata mantan Asisten 3 Setda Provinsi NTB tersebut. ***