Spirit Perjuangan Pahlawan Bangsa Harus Digelorakan 

Ziarah ke makam Bung Karno yang dilakukan kader PDI P se NTB, jadi sarana menanamkan spirit juang kepahlawanan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sebanyak 150 kader partai dari 10 Pengurus Cabang,Ffraksi DPRD dan DPD PDIP NTB mengikuti kegiatan ziarah ke makam Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, di Blitar, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat (10/03/23).

Acara ziarah ke makam Bung Karno itu diinisisi DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB.  

BACA JUGA: Sumbangan Kursi Roda untuk Janda Tua dan Manula Lumpuh

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H.Rachmat Hidayat mengatakan, kegiatan ziarah makam itu, merupakan sarana  menanamkan spirit dan nilai juang kepahlawanan pada para kader partai. 

Nilai kepahlawanan bukan bentuk pasif dari tradisi, melainkan proses aktualisasi yang dinamis dalam interaksi sejarah yang panjang. 

“Jadi, kegiatan ziarah makam Bung Karno ini, adalah proses interaksi menjadikan eksistensi mengajarkan kader partai untuk meneladani spirit perjuangan para pahlawan yang tidak berhenti berjuang mempertahankan NKRI,” ujar Rachmat.

Ia mengatakannya  saat melepas keberangkatan  rombongan DPD PDIP NTB Trip Ziarah Makam Bung Karno,  KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur. 

Menurut Anggota DPR RI dapil Pulau Lombok itu, era globalisasi dan disrupsi saat ini, merupakan tantangan sekaligus ancaman untuk eksistensi sebuah bangsa.

Karena itu, respon positif merupakan kekuatan agar tidak mengubur identitas dan segala potensi bangsa harus diperkuat. 

Salah satunya adalah melalui kegiatan ziarah makam Bung Karno, dan KH  Hasyim Asy’ari yang dikenal sebagai seorang ulama besar bergelar pahlawan nasional dan merupakan pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU). 

BACA JUGA: Peringatan HUT Pol PP KE 73 dan Satlinmas ke 61

Serta,  KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia keempat dari tahun 1999 hingga 2001

“Eksistensi sebuah negara tidak terlepas dari pilar-pilar kebangsaan yang terbangun dari nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Maka, PDIP NTB mencoba menggabungkan antara kekuatan spirit kebangsaan  dan keagamaan agar menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk merekatkan semangat nasionalisme para kader PDIP NTB agar dapat eksis dalam kondisi modernisasi zaman saat ini,” jelas Rachmat. 

Terkait Pemilu 2024. Politik kharismatik Bumi Gora itu menegaskan,  ziarah makam Bung Karno juga dapat dimaknai sebagai penyambung semangat dan pemantapan pemikiran barisan (slagorde) jelang pemilihan umum pada 2024 mendatang.

Di mana, internalisasi dalam mendalami nilai ajaran Bung Karno, ikrar setia, dan semangat Bung Karno, sebagai guru besar bangsa harus terus digelorakan dalam semangat kegotong royongan. 

Yakni, para kader harus terus membela wong cilik dengan berbagai program dan kegiatan yang mampu mengangkat derajat dan martabat masyarakat miskin agar mampu bangkit dari keterpurukannya. 

“Dengan ziarah makam ke para tokoh bangsa ini diharapkan munculnya pemahaman yang utuh dalam menghayati inti sari pemikiran para Guru Bangsa  seperti Bung Karno, Kyai Hashim Asyari dan Gus Dur  sebagai guru bangsa agar Kader dan Fungsionaris PDI Perjuangan se NTB tidak  terjebak pada arus pragmatis zaman yang individualis dan hedonis. Maka, kewajiban kita harus terus melanjutkan cita-cita besar para Guru Bangsa tentang Nasionalisme dan Persatuan Bangsa dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.  Yang diaktualisasikan membantu kaum lemah (kaum miskin, anak terlantar, janda miskin, orang tua jompo,” papar Rachmat. 

BACA JUGA:Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

“Kita harus kterus membumikan ajaran besar Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari yang pengejahwantahan melalui tertawa dan menangis bergerak bersama rakyat di manapun berada. Slogan ini kerap disampaikan dan diingatkan oleh Ibu Ketua Umum  PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarno Putri dalam memotivasi Kader PDI Perjuangan,” katanya.***

 

 

 




Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

NTB mengikuti Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) 2023, ikhtiar Bunda Niken mendorong pengembangan dan pemasaran wastra NTB

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti ajang Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) 2023 di Jakarta, karena dinilai efektif mendorong  pengembangan dan pemasaran wastra NTB. 

BACA JUGA: Ditampilkan di Fashion Show Virtual, Tenun NTB Makin Dikenal se Nusantara

mengikut sertakan NTB di ajang Muffest 2023, ikhtiar menjadikan NTB kibat busana musim di Indonesia
Bunda Niken

Menurut Ketua Dekranasda NTB, Hj.Niken Saptarini Zulkieflimansyah atau Bunda Niken,  ajang festival busana berskala Internasional itu,  juga menjadi bagian  ikhtiar mewujudkan Provinsi NTB sebagai kiblat fashion muslim Indonesia.

Dikatakkan Bunda Niken, kain tenun NTB memiliki daya tarik tersendiri di kalangan pelaku fashion. Sehingga berpelung bersaing di kancah Nasional maupun Internasional.

“Dekranasda NTB terus melakukan terobosan, mendukung dan mempromosikan tenun NTB di kancah Nasional hingga Internasional,” ungkap Bunda Niken di Jakarta, Kamis (09/03/23).

Di ajang Muffest 2023 ini, lanjutnya, Dekranasda NTB ikut dalam bentuk fashion show dan pameran. 

Untuk Fashion show sendiri, dipersentasikan oleh Designer NTB Sri Widari (Dury) yang merupakan penyaji terbaik pada Lomba desain busana Lombok- Sumbawa Tenun Festival 2022 lalu.

“Sementara untuk pameran menampilkan wastra (kain) tenun NTB dan busana ready to wear karya designer NTB,” sambung Bunda Niken.

Disamping itu, kegiatan ini dimaksudkan sebagai ajang promosi kegiatan LIMOFF (Lombok International Modest Fashion Festival 2023 yang akan digelar pada  tanggal 6 s.d 9 Juli 2023 di Lombok.

“Kita dorong Designer NTB untuk terus berkarya dalam meningkatkan kualitas dan kreativitasnya pada bidang fashion,” tambah Bunda Niken.

BACA JUGA: Ummi Rohmi Ajak Organisasi Perempuan Gaungkan Tenun

Ajang MUFFEST 2023, ikhtiar mempromosikan wastra NTB

Pada Muffest 2023 itu, beberapa Designer  Nasional menggunakan aseoris karya designer perhiasan  NTB  antara  lain, Designer Neera Alatas menggunakan Mutiara Lombok Waidah dan Jovan Design menggunakan karya Lamops.***

 

 




Sekda NTB Buka Lomba Pramuka Penggalang Empat 

Dari Lomba tingkat regu Pramuka Penggalang Empat yang dibuka Sekda NTB, akan mewakili NTB di kancah nasional

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, membuka Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Empat (LT-IV) Nusa Tenggara Barat, Rabu (08/03/23).  

BACA JUGA: Peringatan HUT Pol PP KE 73 dan Satlinmas ke 61

Lomba itu dilaksanakan 8-13 Maret 2023 berlangsung di Bumi Perkemahan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB.

Miq Gite sapaan Sekda memberikan semangat kepada 160 orang, terdiri dari 80 putra dan 80 putri yang diikuti oleh Pramuka Penggalang terbaik dari masing-masing Kwartir Cabang Kabupaten/Kota se NTB.

“Selamat berlomba, jadilah pemenang dan pemenang sejati yang menegakkan fairplay dan sportivitas tinggi,” tuturnya.

Terdapat 28 mata lomba, seperti Kegiatan Keagamaan, Olahraga, Upacara Pembukaan Latihan dan Upacara Penutupan Latihan, Pendaftaran dan Administrasi Regu, Packing, Tapak Kemah, Gladi Upacara Pembukaan, Upacara Pembukaan, Permainan Persaudaraan, Pionering, Semaphore, Morse, Menaksir, KIM, Penjelajajahan, Sandi, Peta Topografi, Mengenal Tanaman, Pengabdian Masyarakat, Bivak, Membuat Obat Tradisional dan Penggunaan Media Sosial.

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

Ketua Kwarda Pramuka NTB, Fathul Gani berharap agar mendapatkan adik-adik pramuka yang nantinya bisa mewakili NTB di kancah nasional.  

“Harapan kami, semoga menghasilkan dapat menghasilkan wakil terbaik untuk bisa mewakil NTB di Lomba tingkat V yang Insya Allah akan dilaksanakan pada bulan Juni yang akan datang,” tutur Kak Fathul. ***

 

 




Wagub NTB Pembicara dalam Side Event CSW67 di New York

Bicara di markas besar PBB, Wagub NTB menuturkan Posyandu Keluarga bisa meningkatkan akses kesehatan an pendidikan perempuan dan anak

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah menjadi pembicara dalam Side Event CSW67 (Commision Statues Of Woman 67) yang diselenggarakan Kongres Wanita Indonesi (Kowani), di Markas Besar United Nations/ PBB New york, Kamis (08/03/23).

Ummi Rohmi sapaan Wagub, membahas bagaimana Provinsi NTB mampu meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan perempuan dan anak melalui Posyandu Keluarga.

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

Menurut Wagub NTB, Posyandu Keluarga berkontribusi menurunkan angka stunting

“Posyandu Keluarga dengan pendekatan Sustainable Development Approaches (SDGs) mampu berkontribusi terhadap penurunan angka stunting dan angka kematian ibu dan anak di NTB,” tutur Wagub. 

Jumlah Posyandu Keluarga di Provinsi NTB hingga saat ini mencapai  7.676, ada di setiap dusun diI NTB.

Terdapat 41.682 kader yang mayoritasnya merupakan perempuan. Keberadaan Posyandu Keluarga mampu menurunkan angka stunting di NTB.

Tahun 2019 terdapat 25,9 kasus dan terus menurun hingga 16,84 persen di tahun 2022. 

Respon positif pun datang dari para peserta acara terhadap program Prosyandu Keluarga Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Bakti Stunting, Wagub Ummi Rohmi Tekankan Gizi Anak

Karena konsep tersebut sangat aplikatif untuk direplikasi di tempat lain, dan mampu meningkatkan peran penting perempuan dalam pembangunan serta meningkatkan akses pelayanan bagi perempuan dan anak.

“Saya juga menyampaikan Program SLB Vokasi dimana anak-anak yang berkenutuhan khusus juga diberikan pelatihan-pelatihan khusus di sekolahnya. Untuk meningkatkan kemampuan mereka dan mendapatkan pelayanan  pendidikan yang sama dengan anak-anak yang lain, dan juga menyampaikan program beasiswa  untuk anak-anak NTB untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri,” jelas Wagub.

Komitmen Pemerintah NTB dalam meningktakan akses layanan pendidikan dan kesehatan  bagi perempuan dan anak sangat sejalan dengan SDG’s Approach.

BACA JUGA: Pariwisata NTB ke Depan Makin Dikenal Dunia

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri PPPA Republik Indonesia, Presiden Kowani RI, Pembicara dari Organon, itali, Turki, dan India. ***

 




Peringatan HUT Pol PP ke 73 dan Satlinmas ke 61

Pol PP dan Satlinmas harus dilibatkan dalam pengawalan kebijakan sampai tingkat kabupaten/kota, kata Sekda NTB dalam peringatan Pol PP dan Satlinmas

MATARAM.LombokJournal.com ~ Satuan Polisi Pamong Praja Nusa Tenggara Barat (Satpol PP NTB) harus dapat mengawal isu pertumbuhan ekonomi, terutama memastikan kegiatan ekonomi berjalan lancar. 

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi Sekda saat memimpin HUT Satpol PP ke 73 dan Satlinmas ke 61, di lapangan Sangkareang, Kantor Gubernur, Kamis (09/03/23).

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

“Satpol PP dan Satlinmas dalam penyelenggaraan trantib (kemanan dan ketertiban) menjaga menciptakan situasi kondisi aman, tenteram dan tertib yang memungkinkan kegiatan pemerintah berjalan”, ucap Sekda.

Ia menegaskan, penegakan trantib oleh Pol PP dan Satlinmas selama pandemi dan pelaksanaan kegiatan Pemerintah seperti investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

Kondisi global yang sedang tidak baik baik saja, lanjut Sekda, harus melibatkan Satpol PP dan Satlinmas dalam mengawal kebijakan sampai ke kabupaten/ kota. 

Dalam rangkaian HUT Satpol PP ke 73 dan Satlinmas ke 61 tersebut menghadirkan simulasi penanganan demonstrasi. 

BACA JUGA: Pariwisata NTB ke Depan Makin Dikenal Dunia

Hadir pula pejabat Pemprov NTB, Forkopimda dan anggota  Sstpol PP NTB. ***

 

 




Kominfotik NTB Siap Edukasi Keamanan Obat dan Makanan

Terkait pentingnya menggencarkan  pengawasan keamanan obat dan makanan, Dinas Kominfotik NTB akan mengedukasi masyarakat 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dinas Kominfotik Provinsi NTB siap mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait keamaan  obat dan makanan.

Sekretaris Diskominfotik NTB Hj. Erni Suryani, menyampaikan itu saat mengikuti rapat Revitalisasi Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi NTB, yang dipimpin oleh Sekertatis Daerah (Sekda) NTB Lalu Gita Ariadi, di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu (08/03.23).

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

kata Sekdis Kominfotik NTB, mensosialisasikan terkait pengawasan obat dan makanan

“Kominfotik NTB siap memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” jelas Sekdis. 

Terlebih terdapat PPID di tingkat Desa yang dapat menjembatani informasi dari Pemerintah Pusat ke tingkat Desa. Dinas Kominfotik NTB juga memiliki program Kampung Digital.

Kampung Digital merupakan sebuah program yang dirancang Pemerintah untuk meminimalkan kesenjangan informasi di wilayah pedesaan, dengan memanfaat teknologi informasi dan komunikasi yang telah berkembang.

Selain itu, Dinas Kominfotik NTB akan memanfaatkan berbagai media yang dimiliki untuk dapat menyampaikan informasi yang diperlukan. 

BACA JUGA: Kominfotik NTB-Jatim Perkuat Keamanan Cyber

Serta, dapat memanfaatkan berbagai media yang dikoordinasi  Dinas Kominfotik NTB untuk membantu mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait keamaanan obat dan makanan.***

 




Pengawasan Obat dan Makan Digencarkan Jelang Puasa

Jelang puasa bulani Ramadhan, pengawasan obat dan makanan harus betul-betul digencarkan, terutama masa kadaluarsanya

MATARAM.LombokJounal.com ~ Tim koordinasi Pembinaan danPengawasan Obat dan Makanan Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota, diminta menggencarkan pengawasan obat dan makanan, menyambut kedatangan bulan suci ramadhan. 

BACA JUGA: Kominfotik NTB-Jatim Perkuat Keamanan Cyber

Sekda minta, pengawasan obat dan makanan digencarkan jelang puasa
Lalu Gita Ariadi

Permitaan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariad saat Rakor Revitalisasi Tim Koordinasi dan Pengawasan Obat dan Makanan, di Ruang Anggrek Kantor Gubernur, Mataram (8/3).

Menurut Sekda, menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H. Obat dan Makanan harus betul-betul aman. terutama masa kadaluarsanya sehingga tidak membahayakan konsumen.

“Sebagai Tim Koordinasi pengawasan di Provinsi Kabupaten/Kota harus  terus menerus melakukan pengawasan upaya untuk menangkal modus-modus operandi yang membahayakan konsumen di NTB,” tutur Miq Gita sapaan akrab Sekda.

Kata Miq Gita, NTB sebagai daerah sport tourism dan penyelenggara berbagai event-event Internasional seperti WSBK, MXGP dan MotoGP dan lain sebagainya, harus memastikan makanan yang dikonsumsi aman dan sehat terhadap kesehatan.

“Harus memastikan makanan dikonsumsi bebas dari bahan-bahan yang mengandung zat yang membahayakan bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara,” katanya.

BACA JUGA Menparekraf Sandiaga Uno Naik Jaran Kaput

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten ll Setda NTB, Kepala BPOM, Sekretaris Dinas Kominfotik, serta tamu undangan lainnya.***

 

 




Kominfotik NTB-Jatim Perkuat Keamanan Cyber

Kepala Dinas Kominfotik NTB melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur (Jatim) menindaklanjuti MoU yang pernah ditandatangani 

SURABAYA.LombokJournal.com ~ Baru-baru ini Pemerintah Provinsi NTB melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Jawa Timur terkait  Misi Dagang dan Investasi. 

BACA JUGA: WSBK Mandalika 2023 Ditonton 59 Ribu Orang

Kunker Kominfotik NTB ke Jatim antara lain membicarakan keamanan cyber

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kominfotik NTB melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kominfo Jawa Timur. Selasa (07/03/23).

Kedatangan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy disambut langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin beserta jajarannya. 

Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah masalah keamanan dan serangan cyber yang baru beberapa waktu terjadi di salah satu website resmi Pemprov Jatim.

Selain itu pula, dipaparkan beberapa regulasi yang sudah ada di Pemprov Jatim dalam memperkuat tata kelola SPBE

Dinas Kominfo Jatim berencana mengikuti jejak Dinas Kominfotik NTB untuk pembentukan UPTD seperti yang sudah terbentuk di Provinsi NTB. 

“Ini bukan pertemuan untuk membanding-bandingkan antara NTB dan Jatim, tapi kita belajar praktik baik yang sudah dilakukan oleh masing-masing, agar dapat melakukan yg terbaik di daerah kita. Provinsi NTB harus lebih banyak belajar dengan Jawa Timur,” ungkap Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy. 

BACA JUGA: Mahasiswa NTB Memulai Hidup di Warsawa, Polandia

Selain mengunjungi Dinas Kominfo Jawa Timur, Kepala Dinas Kominfotik NTB juga mengunjungi Command Center Dinas Kominfo Jawa Timur. Ke depan, Najamamuddin berharap seluruh Kominfo di Kabupaten dan Kota di NTB bisa menyatulan pemahaman untuk pelayanan publik yang lebih baik.***

 

 




Sumbangan Kursi Roda untuk Janda Tua dan Manula Lumpuh

Selain sumbangan kursi Janda tua dan Manula lumpuh di tiga dusun Desa Bagikpapan, Lotim, Rachmat Hidayat juga bantu operasi katarak Imam Masjid 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Sumbangan kursi roda kembali dibagikan Rachmat Hidayat untuk janda tua dan manula lumpuh, warga dusun Bagikpapan, Bampak, dan Dasan Imba di Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Selasa (07/03/23). 

Dalam melakukan aksi kemanusiaan, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat didampingi sejumlah politisi PDI Perjuangan, seperti Hakam Ali Niazi, Mamiq Lukman yang merupakan mantan Ketua DPC PDIP Lombok Timur.

BACA JUGA: Kado Istimewa Eachmat Hidayat untuk Lombok Tengah dan Lombok Utara

Rachmad Hidayat memberio sumbangan kursi roda untuk janda
Bertemu imam masjid

Selain itu hadir pula Bhabinkamtibmas Polsek Pringgabaya Bripta Agus Salim.

Rachmat bergegas menuju kediaman Inaq Humaeni, salah seorang warga yang sudah menderita Lumpuh empat tahun terakhir.

Inaq Humaeni menurut penuturan warga setempat adalah cucu dari Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi. 

Rumahnya pun hanya berjarak puluhan meter dari rumah lama H Rumaksi. Inaq Humaeni juga baru sebulan ini ditinggal sang suami yang menghadap Sang Pencipta.

Saat Rachmat menyerahkan kursi roda, Inaq Humaeni tak kuasa menahan tangis haru. Bripka Agus Salim pun terlihat berkali-kali berusaha menenangkannya. Hal yang sama dilakukan anak-anaknya. 

“Catat ya, Inaq Humaeni ini cucunya Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi yang tinggal di Dusun Bagik Papan,” kata Rachmat Hidayat di sela-sela penyerahan bantuan kursi roda tersebut.

Pada saat yang sama, Rachmat juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada Inaq Humaeni.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini menambahkan, aksi kemanusiaan bagi kursi roda tersebut dilakukan dirinya bekerja sama dengan Kementerian Sosial. 

Rachmat mendapat informasi adanya warga yang membutuhkan bantuan kursi roda di Desa Bagik Papan dari Bripka Agus Salim. Rupanya, di desa tersebut, jumlah penyandang disabilitas dan orang tua lumpuh cukup signifikan.

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Ajak Warga Sumbawa Tetap Bersemangat

“Beberapa hari lalu saya menghubungi Bripka Agus Salim minta diberitahu tempat warga yang difabel dan menderita lumpuh agar bisa dibantu kursi roda di wilayah Lombok Timur,” ungkap Rachmat. 

Dalam kesempatan tersebut, Bripka Agus menjelaskan, berdasarkan data lapangan,setidaknya ada sekitar 1.300 warga yang menderita lumpuh layu di seluruh Lombok Timur. Sementara mereka yang menderia lumpuh karena penyakit dan kecelakaan jumlahnya tidak terhitung.

Bripka Agus bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Lombok Timur dari tahun 2014 hingga sekarang. 

“Sebab jumlahnya jauh lebih banyak,” tutur Agus Salim, yang kerap membantu masyarakat yang kurang mampu ini.

Sementara itu Sekretaris Desa Bagik Papan Muhammad Jaelani menyampaikan terima kasih kepada Rachmat Hidayat atas bantuan kursi roda untuk warganya. 

“Jika diperkenankan, mohon kiranya Bapak Rachmat Hidayat bisa membantu warga Bagik Papan lainnya,” pinta Jaelani. 

Menanggapi hal tersebut, Rachmat meminta Kepala Desa dan Kepala Dusun di desa tersebut untuk mendata warganya yang tidak mampu dan tidak memiliki rumah layak huni. Agar dimaksukkan dalam program pemugaran rumah tidak layak huni yang menjadi bagian dari aspirasinya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI.

“Tolong didata warganya yang belum punya rumah agar bisa saya masukkan lewat program pemugaran RTLH,” kata politisi berambut perak ini. 

Dari rumah Inaq Humaeini, dengan dipandu Bripka Agus, Rachmat bergerak menuju Dusun Bampak untuk menyerahkan kursi roda kedua. 

Di sana, Rachmat mengunjungi Inaq Sahuri yang juga sudah empat tahun menderita lumpuh. Rachmat disambut penuh kekeluargaan oleh anak-anak Inaq Sahuri. 

“Kami sangat bersyukur Bapak Rachmat Hidayat memberi sumbangan kursi roda buat ibu kami,” ujar salah satu putri Inaq Sahuri. 

Matanya terlihat sembab karena haru. Tak kuasa ia menahan bulir-bulir air matanya yang akhirnya jatuh.

Kepada Inaq Sahuri, selain kursi roda, Rachmat juga tampak memberikan sumbangan uang tunai. Untuk digunakan membeli bahan makanan pokok yang kaya nutrisi. 

“Semoga lekas sembuh ya ibunya,” imbuh Rachmat sembari memberikan salam hormat kepada Bripka Agus Salim, sudah dibawa ke rumah Inaq Sahuri.

Alasan Rachmat memberikan hormat sebagai apresiasi lantaran Bripka Agus kerap terlibat membantu masyarakat tidak mampu dengan berbagai aksi kemanusiaannya. 

BACA JUGA: Menparekraf Sandiaga Uno Naik Jaran Kamput

“Bripka Agus Salim ini contoh teladan Polisi yang humanis yang berempati terhadap masyarakat miskin lewat aksi nyata kemanusiaan,” kata Rachmat. 

Bantu Operasi Katarak

Saat menyerahkan bantuan kursi roda untuk Inaq Lis di Dusun Dasan Imba, Desa Bagik Papan, Rachmat tampak terkejut saat di depannya melintas seorang warga berjalan menggunakan tongkat menuju masjid. 

Warga tersebut bernama Amaq Maskur Hadi, seorang imam masjid di Dusun Dasan Imba. Dia menderita katarak, sehingga penglihatannya terganggu.

“Pak Kadus, saya minta datanya Amaq Maskur Hadi untuk syarat operasi katarak. Untuk biaya dan lain-lain, saya yang menanggung,” ujar Rachmat kepada Kepala Dusun Dasan Imba. 

Mendapati dirinya akan mendapat bantuan untuk operasi katarak, Maskur Hadi menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Rachmat. 

Pada kesempatan tersebut, Rachmat menekankan kembali agar Kadus-Kadus di Bagik Papan mendata warga yang tidak mampu, kaum difabel, maupun yang menderita lumpuh.

Agar bisa dibantu lewat program aspirasinya yang bekerja sama dengan Kemensos maupun kemetrian lain yang menjadi mitra kerja Komisi VIII DPR RI tempat Rachmat berkhdimat.

Dalam kesempatan tersebut, Kadus Bagik Papan Daya Kasri menyampaikan secara langsung kalau di wilayahnya terdapat dua orang penyandang disabilitas dan empat orang yang kini menderita lumpuh.

BACA JUGA: Mahasiswa NTB Memulai Hidup di Poldandia, Warsawa

Atas informasi tersebut, Rachmat berjanji dalam waktu dekat akan mengirim Tim Aksi Kemanusiaan bentukannya untuk membawakan aneka bantuan sosial untuk warga Lombok Timur. (*)

 

 




Mahasiswa NTB Memulai Hidup di Warsawa, Polandia

Kuliah di luar negeri tentu sangat menarik bagi mahasiswa, tapi sekaligus penuh tantangan hidup di negeri orang

Iwa Gandiwa Dhiras – ASN Pemprov NTB dan Awardee Beasiswa NTB

WARSAWA.LombokJournal.com ~ Ini cerita tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah menuntut ilmu di negeri orang. Ini seperti mimpi yang tak terduga, tapi nyata. Sebagai ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat, saya tak pernah menduga bisa belajar di Warsawa. Mengalami pengalaman baru penuh tantangan, tapi menyenangkan.

 Pada 16 Oktober 2022, saya memulai kehidupan baru di Kota Warsawa, Polandia. Berbeda dengan hari-hari sebagai ASN di Pemprov NTB, saya sekarang menjadi mahasiswa S2 Fakultas Sosiologi di Collegium Civitas dengan konsentrasi Manajemen Media Sosial (Medson). Ini studi yang menarik. 

Alhamdulillah, mimpi saya untuk melanjutkan pendidikan S2 ini terwujud karena lulus seleksi Beasiswa NTB. Sebuah program dari Pemerintah Provinsi NTB yang tujuan besarnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan juga daya saing anak-anak muda NTB. 

BACA JUGA: Lima Siswa asal NTB Ikut Konferensi Internasional di Turkey

Kuliah di luar negeri itu memang menarik tapi juga menantang dalam waktu yang bersamaan. Menarik karena kita jadi punya pengalaman dan koneksi internasional. Belajar dan hidup di luar negeri tidak akan melupakan kampung halaman, sebaliknya bahkan menambah rasa cinta pada negeri sendiri. Makin kuat kerinduan pada kampung halaman, makin dalam kecintaan pada negeri sendiri yang indah dan masyarakatnya yang selalu hangat bertegur sapa.

Saya sedang menuntut ilmu, karena itu sangat beruntung punya kesempatan bertukar pikiran dan menimba ilmu dari dosen-dosen yang tidak hanya terkenal di civitas akademika di Polandia. Mereka juga punya pengalaman di perusahaan-perusahaan besar seperti Disney, Fox dan Starbucks. Nah, wawasan pun berkembang.  

Dan bagian menantangnya adalah menjalani keseharian yang amat sangat berbeda dari kehidupan sebelumnya. Saya tinggal di distrik Zoliborz. Jarak ke kampus saya yang terletak di Centrum, sebutan untuk pusat kota Warsawa, sekitar 5-6 km. Sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan jarak rumah saya ke tempat kerja saya di Mataram. Yang sangat berbeda adalah mobilitasnya. 

Tantangan bagi mahasiswa di negeri orang
Menunggu kereta bawah tanah

Kalau di Mataram saya bisa menggunakan kendaraan pribadi, disini kita “dipaksa” untuk terbiasa dengan angkutan umum. Seperti bus, tram dan metro atau kereta bawah tanah. Ini juga memberi pengalaman menarik, bisa berinteraksi dengan penduduk setempat. 

Tentu saja, di Waesawa jangan bayangkan kita mudah bertegur sapa seperti di negeri sendiri. Di negeri sendiri betapa mudahnya orang bertegur sapa, bersakap-cakap dan tiap orang tidak sulit melempar senyum. Di Warsawa untuk bisa ngobrol dengan orang yang baru kita kenal, harus bekerja keras  

BACA JUGA: Event WSBK Mandalika 2023 Ditonton 59 Ribu Orang

Sehari-hari saya berangkat kuliah dimulai dengan berjalan kaki ke halte bus, yang terletak sekitar 200 meter dari tempat saya tinggal. Di halte, saya menunggu bus dengan nomor 157, 181 atau 185 untuk nantinya mengantarkan saya ke stasiun metro. 

Bus-bus ini biasanya datang setiap 15-20 menit sekali. Setelah naik bus, saya turun di halte bus stop ke 3 yaitu di depan stasiun metro Plac Wilsona. Di stasiun metro ini saya akan naik kereta jurusan Kabaty.

Jika tidak ada kendala teknis, metro akan datang sekitar 3 menit sekali. Di metro ini, saya akan turun di stasiun Centrum yang lokasinya tepat di depan kampus saya.

Bagi saya pribadi, pengalaman ini sangat menantang karena kita seperti diatur oleh waktu. Setiap perjalanan harus benar-benar dipikirkan jarak dan waktunya karena kita sangat bergantung dengan transportasi umum yang punya waktu-waktu tertentu.  

Tidak seperti di Mataram yang semua tempat bisa diakses mudah dan cepat karena punya kendaraan sendiri. Inilah tantangannya, beradaptasi dengan ritme hidup baru. Butuh waktu beberapa minggu bagi saya untuk menyesuaikan diri. Untungnya saya punya modal aplikasi “Jakdojade” yang berfungsi untuk menjadi petunjuk jalan dan memperlihatkan jadwal dan rute transportasi umum di Polandia. 

Soal transportasi umum ini, ada untungnya sebagai mahasiswa. Dengan bantuan kartu mahasiswa dari kampus, saya mendapat diskon 50 persen tarif transportasi umum. Lumayan, hidup berhemat di negeri orang.

BACA JUGA: Bautista Tak Terbendung, Menjuarai WSBK Indonesian Round 2023

Menyesuaikan diri di kehidupan yang baru memang tidak mudah, ada tantangannya. Kita butuh kesabaran dan waktu agar bisa terbiasa dengan pola-pola hidup yang tidak pernah kita temui sebelumnya. 

Jika kita punya kekuatan dan keinginan untuk melalui ini semua, Insyaa Allah karakter untuk bertahan hidup akan semakin kuat, serta pintu untuk pengalaman baru akan makin terbuka lebar. ***