MXGP Lombok Sumbawa 2023, Hadirkan Artis dan Band Papan Atas
Gebyar Road to MXGP Lombok Sumbawa 2023 digelar di Mataram yang dihadiri Gubernur NTB dan diramaikan siswa SMU
MATARAM.LombokJournal.com ~ Selain menghadirkan event olahraga berkelas internasional, MXGP Lombok Sumbawa menjanjikan paket lengkap hiburan dengan hadirnya artis dan band papan atas Indonesia.
Direktur PT Carsten, Abdul Gani Kusuma mengatakan MXGP Lombok Sumbawa 2023dimeriahkan oleh band Dewa, The Lucky Laki, Kotak juga band band lokal.
“Pengunjung yang membeli tiket MXGP dengan satu harga akan mendapatkan hiburan musik dari band band terkenal Indonesia,” ungkapnya.
Ia mengatakan itu di acara Gebyar Road to MXGP 2023 di halaman Kantor Dinas Kominfotik NTB, Minggu (11/06/23).
Tiket seharga Rp 550 ribu untuk VVIP, Rp 250 ribu sampai Rp 50 ribu rupiah untuk menyaksikan adu keahlian pembalap motocross dunia di Lombok dan Sumbawa, juga dapat menikmati hiburan musik tersebut.
Ia menambahkan, penjualan tiket saat ini telah mencapai angka 4200 lembar.
Taufan Rahmadi, staf khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mengatakan, ikhtiar menghadirkan event dan hiburan berkelas ini semata untuk kebangkitan ekonomidan pariwisata NTB.
“Kita harus apresiasi dan mendukung Pemerintah Provinsi NTB yang menghadirkan gelaran kejuaraan olahraga internasional dengan hiburan berkelas yang sekaligus menggairahkan pariwisata kita”, ujarnya.
Ia menambahkan, dampak ekonomi masyarakat akan bergerak dengan hadirnya event internasional.
Gebyar Road to MXGP Lombok Sumbawa 2023 pekan ini juga dihadiri Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, SE, MSc.
Selain hiburan kesenian dari siswa siswa SMU, NTB Care juga menghadirkan donor darah dan ekspo UKM lokal.***
Program Unicef-NTB, Tunjukkan Trend Positif di Lotim
Adanya program kerja sama program Program Unicef-NTB, meningkatkan prasarana dan kapasitas tenaga kesehatan di Lotim
LOTIM.LombokJournal.com ~ Dukungan program kesehatan kerja sama Pemerintah Provinsi NTB dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, menunjukkan trend positif atau berdampak positif.
Khususnya bagi peningkatan prasarana dan kapasitas tenaga kesehatan untuk fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Lombok Timur.
Trend positif itu tampak di Puskesmas Montong Betok Kecamatan Montong Gading-Lombok Timur, salah satu layanan kesehatan masyarakat di Lombok Timur.
“Kami merasakan betul bahwa program bantuan kerja sama ini sangat membantu peningkatan layanan di puskesmas kami, baik sarana, tenaga kesehatan maupun manajemen layanan kesehatan kami,” ungkap Kepala Puskesmas Montong Betok, Lalu. M. Yunus.
Ia mengatakannya saat menerima kunjungan Monitoring Terpadu yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga di Puskesmas Montong Betok, Kamis (08/06/23).
Kegiatan monitoring ini merupakan kegiatan yang memantau secara langsung ke lapangan. Tujuannya memastikan, program dukungan kesehatan dapat memberikan dampak yang positif bagi peningkatan kesehatan masyarakat di seluruh provinsi di Indonesia yang mendapat dukungan program kesehatan tersebut.
Hal itu Kepala Bidang Program Monitoring Unicef Indonesia, Mr. Silas Rapold.
“Kami ingin melihat apakah program dukungan kerja sama ini memberi dampak positif bagi layanan kesehatan di tengah masyarakat. Setelah kami pantau ternyata menunjukan hasil yang sangat bagus,” jelasnya.
Program dukungan kerjasama Indonesia-UNICEF di Provinsi NTB berfokus pada keberlangsungan hidup dan kesehatan anak, pendidikan, perlindungan anak, gizi, air dan sanitasi: 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyrakat (STBM) dan kebijakan sosial lainnya.
Kegiatan Monitoring Terpadu yang dilakukan oleh puluhan Tim dari Kementerian /Lembaga meliputi Bappenas, Kemenkes, Kemendagri, Kemendes, UNICEF Indonesia.
Monitoring itu didampingi Tim dari Bappeda, DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, DPMPD, Dinas Kominfotik lingkup pemerintah Provinsi NTB. Kegiatan monitoring di awali di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur yang meliputi Puskesmas, Sekolah dan beberapa desa.***
Penjelajahan Mantra Ardhana dalam “KISSING THE POETRY”
Pameran “KISSING THE POETRY” di Sanur, Bali, merupakan ekspresi penjelajahan maestro perupa Mantra Ardhana
LombokJournal.com ~ Mantra Ardhana, seniman visual, kelahiran Cakranegara, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pameran tunggal bertajuk “KISSING THE POETRY”, di SANTRIAN Art Gallery, Sanur, Bali, dibuka Jum;at (09/06/23).
KISSING THE DEVIL “ – Oil Color on Canvas – 200 cm x 145 cm – Mantra Ardhana – 2023
Pameran yang akan berlangsung hingga 31 Juli itu, menyajikan sebanyak 27 karya. Menyajikan oil color on canvas, watercolor on paper, dan new media. Semua karya tersebut merupakan karya terbaru, yang diproduksi oleh Mantra Ardhana di tahun 2023.
Selama ini, Mantra Ardhana tetap suntuk menghasilkan karya analog, cetak di atas kanvas (print on canvas) dengan sentuhan analog (retouch).
Selain itu ia bisa dibilang produktif berekplorasi melalui komputernya. Menghasilkan imaji visual digital termasuk video art yang bersenyawa dengan musik elektronik.
Meski yang karya-karya visual digital yang dipamerkan merupakan karya terbarunya, sebenarnya Mantra sudah melakukan eksperimen dan eksplorasi karya visual digital sejak tahun 2000-an.
Barangkali, hingga kini Mantra merupakan salah satu di antara sedikit (kalau tidak disebut satu-satunya) perupa Lombok yang tetap konsisten menghasilkan karya lukis analog. Bersamaan dengan itu ia termasuk produkstif mengeksplorasi visual digital. Karena konsistensi penjelajahannya itu ia layak disebut maestro visual.
Ketidakpahaman Manusia
Mantra Ardhana lahir 22 Agustus 1971 di Lombok. Nusa Tenggara Barat. Meski berdarah Bali – perupa yang menyelesaikan studi kesarjanaannya tahun 1999 di Fakultas Seni Rupa – Seni Murni-Institut Seni Indonesia (ISI) Jogyakarta itu – menyebut dirinya orang Lombok.
Perupa yang bahkan tak gentar mengejek diri dan karyanya sendiri itu, kadang mengidentifikasi karya-karyanya sebagai wujud ‘organic mind’.
Seorang penelaah karya rupa, Miekke Susanto, mengulas “KISSING THE POETRY” sebagai pengenalan, pemahaman, dan penanda terhadap “ketidaktahuan” manusia tentang banyak hal yang kerap beroposisi.
“ SOUND of SILENCE BEAUTY “ – Oil Color on Canvas – 250 cm x 160 cm – Mantra Ardhana – 2023
Maksudnya, yang beroposisi itu adalah sesuatu yang tampak bertolak belakang tapi hadir bersamaan. Sesuatu yang membingungkan dan mengundang ketidak pahaman, namun ada di tengah-tengah kita.
Ada sains-mitologi, spiritualitas-profanitas, seen-unseen, fisikal-virtual, nyata-maya, hitam-putih, dan berbagai kenyataan yang saling bertentangan lainnya.
“Ibarat teks yang berkelindan di setiap individu,” kata Miekke Susanto.
Mantra berada di tengah pusaran itu, dan memanfaatkannya. Internet bukan sekedar media distribusikarya-karya digitalnya. Capaian termutakhir dari teknologi informasi pun, yaitu; Artificial Intelligence (AI), dimanfaatkan sebagai perangkat ekspresinya
Bahkan tidak berhenti memanfaatkan, sekaligus melakukan pengayaan. AI dipersinggungkan dengan prinsip grafika dan rangkaian elektronik. Karya yang semula berupa gambar diam (still image), dan saling silang medium dan disiplin ilmu tersebut terciptalah ilusi yang menggerakkan (kinetic), serta memperdalam dimensi hingga nampak bervolume (3D).
Menurut Mikke, pesan-pesan Mantra pada setiap karya padat akan problematika keseimbangan hidup manusia.
“Lukisan, instalasi, maupun karya-karya digitalnya menyimpan rasa penasaran yang berbasis pada konsep sekala-niskala,” ujarnya.
Dan Mantra berharap karyanya bisa mendialog tentang warisan nilai filosofis masa lampau.
“Khususnya untuk generasi muda masa kini yang hidup dalam peradaban dengan percepatan dan kecanggihan teknologi informasi,” tutur Mantra.
Itulah Mantra yang selalu tampak unik sekaligus otentik. Seperti Ronieste, aktivis dan penggiat seni di Lombok, mengulik ‘corat-coret’ Mantra di atas kertas.
Mantra seperti meninggalkan begitu saja sejumlah fragmen yang masih berupa kubangan, kata Roni. Namun Mantra dinilai menyakini ada sesuatu, semacam energi yang akan menguak pengertian.
Penjelajahan Mantra Ardhana dalam pameran “Kissing The Poetry”
Misalnya, kita menduga seolah-olah ada huruf dalam karyanya. Tak pusing apakah orang lain memahaminya.
“Ini tipografisaya sendiri, bukan untuk dibaca. Ia semacam simbol dan hanya aku yang mengerti maknanya,“ kata Mantra. ***
Dies Natalis AKOM, Gubernur NTB Umumkan Prodi Terbaru
Membuka acara Dies Natalis 44 ke-7 Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM), diumumkan Prodi Teknik Energi Terbarukan
MATARAM.LombokJournal.com ~Program Studi (Prodi) terbaru Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) Sumbawa yaitu Teknik Energi Terbarukan (TET) diumumkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah. .
Pengumuman itu dilakukan saat memberikan sambutan pada acara Dies Natalis 44 ke-7 Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) di Aula Tengah Pendopo Gubernur, Jum’at (09/06/23).
“PT.AMNT punya banyak kebutuhan untuk mengoperasikan alat berat, juga pembangunan lainnya. Untuk mengoperasikan itu apa harus orang dari luar daerah? Karena itu pemerintah sepakat untuk punya kanal akademi komoditas diperuntukkan bagi anak-anak yang ingin langsung bekerja,” ucap Bang Zul sapaan akrab Gubernur..
Pembangunan juga harus dimaknai sebagai progres besar untuk mengupgrade kemampuan. Tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 10 persem, GDP meningkat pesat kalau untuk mengoperasikan alat besar saja butuh orang luar.
“Selamat kepada AKOM, walaupun kampus swasta namun dapat lulusan dan juga mengelola keuangan dengan kondisi keuangan yang sehat dan sangat baik ditengah kondisi ekonomi saat ini. Semoga ini menjadi langkah awal yg luar biasa untuk AKOM,” pesan Gubernur.
Direktur AKOM, Ahmad Jaya, S.Pd., M.T juga menyampaikan, dengan adanya industridi Sumbawa terutama di bidang alat penyerapan terhadap mahasiswa kami sangat luar biasa.
“Jadi sekarang pun sangat banyak sekali peminat dari mahasiswa kami karena memang diserap oleh perusahaan. Alhamdulillah terima kasih kepada perusahaan mitra-mitra yang telah mendukung,” ucapnya.
Acara ini juga di rangkai dengan Penandatanganan nota kesepahaman antara AKOM Sumbawa dengan PT United Equipment Indonesia tentang pembangunan bidang pendidikan penelitian pengabdian kepada masyarakat, peningkatan sumber daya manusia dan pengembangan produk.
Kemudian Penandatanganan Nota kesepahaman antara AKOM dengan PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk Kantor Cabang Sumbawa Besar, tentang Ekosistem keuangan Perguruan Tinggi.
Dilanjutkan dengan penyerahan surat keputusan menteri tentang izin pembukaan Program Studi Energi Terbarukan program Diploma Dua pada AKOM yang diselenggarakan oleh Yayasan Dea Mas yang diserahkan oleh Kepala LLDIKTI wilayah 8 kepada Direktur AKOM.***
Provinsi NTB Kembali Raih Predikat WTP ke 12
Bang Zul bersyukur atas keberhasilan Provinsi NTB kembali meraih prestasi membanggakan terhadap hasil pemeriksaan laporan keuangan
MATARAM.LombokJournal.com ~Pemerintah Provinsi NTB kembali meraih predikat WTP ke -12 kali secara berturut-turut sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2022.
Penyerahan Opini WTP untuk Pemerintah Provinsi NTB diterima langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di Ruang Sidang DPRD NTB, Kamis (08/06/23).
Saat penyerahan itu, Gubernur NTB didampingi Pimpinan DPRD Provinsi NTB di tengah Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi NTB Tahun 2022.
Dr. Pius Lustrilanang, S.IP., M.Si., CSFA., CFrA, Anggota IV BPK RI mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTB atas pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi NTB tahun anggaran 2022.
“Kami beharap tahun 2023 Pemerintah Provinsi NTB dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, lebih menekan tingkat pengangguran, WTP akan sia – sia apabila kesejahteraan rakyat di NTB belum tercapai,” kata Pius.
Bang Zul panggilan Gubernur NTB menyampaikan terima kasih atas atensi positif yang telah disematkan oleh BPK RIkepada Provinsi NTB. Ini menjadi penyemangat bagi Provinsi NTB untuk melanjutkan ikhtiar pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik kedepannya.
“Alhamdulillah apa yang menjadi harapan kami untuk kembali meraih prestasi yang membanggakan terhadap hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah provinsi nusa tenggara barat tahun 2022, dapat tercapai sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” tutur Bang Zul saat
Dinamika pembangunan terus berkembang pesat di Provinsi NTB, harus mampu menyesuaikan dengan berpedoman pada peningkatan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Bang Zul berharap kepada BPK RI terus memberikan pembinaan atas pengelolaan keuangan daerah di Provinsi NTB, yang akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pemerintahan di provinsi nusa tenggara barat.
“Kami yakin dan percaya, BPK selaku auditor eksternal memiliki andil yang besar terhadap semakin membaiknya kinerja pengelolaan keuangan daerah di provinsi nusa tenggara barat di tahun mendatang,” tutur Bang Zul.***
Partai Politik, Harus Mengutamakan Kepentingan Masyarakat
Bang Zul membukaRapat Pimpinan Daerah (Papimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)
MATARAM.LombokJournal.com ~ Partai Politik harus menjadikan kepentingan masyarakat yang utama untuk diperjuangkan, karena menjadi salah satu wadah penampung aspirasi masyarakan dan instrumen penting dalam membangun daerah.
Bang Zul sapaan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat membuka Rapat Pimpinan Daerah (Papimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Mataram, Jumat (09/06/23).
Acara dirangkaikan dengan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat khususnya di Pulau Lombok, beserta Eksekutf, Legislatif, Yudikatif, dan beberapa pimpinan Parai Politik, dengan tema “Merajut Kebersamaan Agar Tercipta Pemilu Damai 2024”.
Bang Zul juga mengaku optimis, PKN bisa menjadi partai besar dan bisa menjadi wakil rakyat yang baik. Hal tersebut, dapat dilihat dari pengalaman-pengalaman partai besar sebelumnya.
“Berpartai ini membangun investasi panjang kepada masyarakat, kader partai harus menjadi penyambung lidah yang baik,” sambung Gubernur yangbiasa disapa Bang Zul itu.
Gubernur juga meminta agar PKN dapat menempatkan kaderterbaik pada setiap daerah pemilihan (Dapil).
“Pengabdiannya harus benar-benar diakui masyarakat,” kata Bang Zul. ***
Dampak Positif Program Kesehatan Anak UNICEF di NTB
Program kerja sama dukungan UNICEF juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Labuapi
LOBAR.LombokJournal.com ~ Dukungan program United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Provinsi NTB, berdampak positif.
Rohayati, Kepala Puskesmas Labuapi mengungkapkan, dampak positifyang dirasakan, yaitu tidak adanya kematian ibu dan bayi baru lahir selama dua tahun terakhir (2021-sekarang).
“Sehingga dampak positif yang kami rasakan adalah tidak adanya kematian ibu dan bayi baru lahir selama dua tahun terakhir (2021-sekarang) di wilayah kerja kami,” tutur Rohayati.
Ia menyampaikan itu saat saat menerima kunjungan monitoringdari Tim Pusat dan Provinsi di Puskesmas Labuapi, Rabu (07/06/23).
Menurutnya, program kerja sama dukungan UNICEF juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatandi Puskesmas Labuapi.
Pengembangan kualitas tenaga kesehatan dalam memantau kesehatan ibu dan bayi mengalami peningkatan yang sangat bagus.
Baik pembinaan, pengelolaan STBM, pemberian gizi pada anak termasuk bebas dari buang air besar sembarangan atau ODF.
Program kesehatan anak dari UNICEF untuk Provinsi NTB merupakan Program Kerja Sama Pemerintah Republik Indonesia dan UNICEF periode 2021-2025 tahun anggaran 2023.
Provinsi NTB merupakan salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang terpilih mendapatkan dukungan
Dampak positif yang terjadi di Puskesmas Labuapi, Lombok Barat juga sesuai dengan hasil Monitoring Terpadu yang dilakukan Tim dari Kementerian /Lembaga dan UNICEF
Program tersebut memberikan dampak yang positif bagi pengembangan dan pembangunan kesehatan anak di Provinsi NTB.
Sehingga kasus kematian ibu dan anak terus mengalami penurunan yang signifikan.
Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) Program Kerja Sama RI-UNICEF dari Bappenas, Inti Wikanestri mengungkapkan, kesehatan ibu dan anak menjadi program prioritas yang terus didorong oleh Presiden Jokowi.
Tentu hal ini sangat selaras dengan dukungan program dari UNICEF yang memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu dan anak di provinsi NTB.
Menurutnya, secara umum bahwa sinkronisasi pelaksanaan program kerja sama pusat dan daerah berjalan dengan baik.
“Sehingga kesehatan ibu dan anak meningkat. Terutama kolaborasi inovasi aplikasi pemantauan bayi baru lahir berbasis keluarga atau “Si Peka Bu Siska” Kabupaten Lombok Barat,” jelasnya.
Ia menyampaikan penjelasan itu di hadapan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid beserta jajarannya saat melaporkan hasil monitoring di kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (07/06).
Penguatan program kesehatan anak dukungan UNICEF di kabupaten Lombok Barat tidak terlepas dari kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB.
Melalui program Revitalisasi Posyandu menjadi posyandu keluarga, Pemprov NTB terus mewujudkan kesehatan ibu dan anak. Selain kesehatan ibu dan anak, juga melebarkan sayapnya dalam menangani kesehatan remaja dan lansia.
Revitalisasi posyandu di NTB juga mendorong peran aktif kader Posyandu dan Kader PKK di seluruh kabupaten kota Se-NTB untuk melakukan pendampingan kepada ibu hamil dan melahirkan yang bermuara pada kesejahteraan keluarga yang bahagia.
Kegiatan monitoring dilakukan sejak 06-09 Juni 2023. Usai melakukan Monitoring di beberapa fasilitas kesehatan, sekolah dan kantor desa di kabupaten Lombok Barat. Tim pusat, Unicef serta provinsi NTB akan melakukan monitoring di fasilitas, sekolah dan kantor desa di kabupaten Lombok Timur pada tanggal 08 Juni 2023.
Kedua kabupaten tersebut merupakan perwakilan yang menjadi tujuan dari kegiatan monitoring program kerja sama pemerintah Provinsi NTB-UNICEF. ***
Sekda NTB Apresiasi Kegiatan Monitoring Terpadu dari UNICEF
Sekda NTB berharap tiap kunjungan UNICEF di NTB terinspirasi untuk terus melakukan program untuk membantu NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi menyampaikan harapan agar tiap kunjungan ke Nusa Tenggara Barat, UNICEF untuk melakukan program membantu daerah NTB.
Hal itu disampaikan saat menyambut kedatangan Tim Pusat Nasional dan UNICEF. Kunjungan itu untuk agenda kegiatan Monitoring TerpaduKementerian/Lembaga di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Selasa (06/06/23).
Monitoring yang dilakukan terkait program kerja sama Pemerintah RI-UNICEF Periode 2021-2025 Tahun Anggaran 2023.
“Tentu kami mengapresiasi, menyambut baik kedatangan program-program yang telah diluncurkan oleh UNICEF di daerah kami, karena memang menjadi kebutuhan daerah kami,” jelas Miq Gite.
Pemprov NTB sangat berterimakasih atas dukungan dan kerjasama UNICEFyang selama ini sudah berlangsung.
“Kami sangat bersyukur di tengah keterbatasan, hadirnya UNICEF dan berbagai program nya meripakan dukungan yang sangat berarti. Program-program yang kita sinergikan diharapkan mengakselerasipenuntasan permasalahan yang berkaitan dengan program-program yang juga dijalankan di NTB,” lanjutnya.
Dalam visitasi ke dua kabupaten yakni Lombok Barat dan Lombok Timur, diharapkan pemkab memberikan data konkrit, bagaimana progres-progres selama ini, dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi di lapangan.
“Kami pun berkepentingan dengan hasil-hasil visitasi besok untuk di diskusikan agar bagaimana efektivitas dari masalah-masalah yang kita hadapi untuk ke depan,” kata Sekda NTB.
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV (SUPD IV) Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ir. Zanariah, menyampaikan terimakasih atas sambutan yang hangat dari Pemprov NTB.. ***
Data dan Mindset, Penting Dalam Penanggulangan Kemiskinan
Wagub NTB sudah mengingatkan sejak 2019, data yang valid serta mindset penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Data dan mindset saling mempengaruhi dalam ipaya penanggulangan kemiskinan.
“Saya sudah ingatkan ini sejak 2019 tapi kok susah sekali memperbaikinya,” kata Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah di Hotel Lombok Raya, Selasa (06/06/23).
Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan itu saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi NTB dengan Tema “Perubahan Mindset Masyarakat dan Pendekatan Sosial Dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Nusa Tenggara Barat”
Ia menyebut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berkaitan mulai PKH (Program Keluarga Harapan) sampai Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Menurutnya, sebanyak dan sebesar apapun anggaran serta program yang digelontorkan tidak akan mengubah angka kemiskinan NTB.
Data yang tidak sesuai by name by address akan membuat bantuan dan program salah sasaran, tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin mengatakan, angka 176, 029 jiwa penduduk NTB kategori miskin ekstrim tersebut adalah hasil sensus registrasi sosial ekonomi (Regsosek) yang dilakukan BPS NTB tahun 2022 lalu.
Namun merujuk kriteria dan konsep kemiskinan, ternyata hasil verifikasi lapangan menemukan kondisi tak sesuai.
Di antaranya pendataan di tingkat desa dan kelurahan, yang menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran. Dan mindset masyarakat keliru tentang bantuan dan pelayanan sosial bagi masyarakat miskin.
“Dari hasil Regsosek yang akan diumumkan akhir bulan ini sebenarnya ada penambahan lima persen angka kemiskinan dari 13,8 mendekati angka 19 persen. Kalau angka kemiskinan ekstrim bertambah dua persen,” jelas Wahyudin.
Ia menguraikan, pemetaan desil satu sampai sepuluh yang menunjukkan tingkat kesejahteraan rumahtangga, desil enam sampai sepuluh yang tergolong berkecukupan masih terdata.
Dan mendapatkan bantuan, sedangkan desil satu terdapat pula rumahtangga miskin yang tidak memperoleh bantuan apa pun.
Diharapkan, perbaikan data dilakukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) kabupaten/ kota sampai tingkat RT, agar kemiskinan dan penanggulangannya dapat dilakukan secara tepat. ***
Data Kemiskinan NTB Belum Sesuai Kondisi Aktual
Menurut Wagub NTB, Ummi Rohmi rilis data kemiskinan NTB sebesar 13,8 persen belum sesuai dengan kondisi aktual
MATARAM.LombokJournal.com ~ Rilis angka kemiskinan NTB sebesar 13,8 persen belum sesuai dengan kondisi aktual masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah, yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).
Menurutnya, melihat data kemiskinan dinilainya belum valid dan tidak by name by address. “Membuat data angka kemiskinan kita tidak sesuai dengan kondisi aktual,” teganya.
Ia menyampoaikan itu dalam rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (06/06/23).
Ummi Rohmi yakin angka kemiskinan NTB sesungguhnya berada dibawah 10 persen. Dikatakan, jika verifikasi dan validasi data kemiskinan harus segera diperbaiki.
Dan diingatkan, pola pikir yang mengandalkan dan mengharapkan bantuan sosialturut menyumbang angka kemiskinan.
“Ini yang membuat angka kemiskinan kita tidak turun turun bahkan naik. Padahal data yang benar menyumbang perbaikan angka kemiskinan sampai delapan persen,” tegasnya.
Kepala Bappeda NTB, Iswandi mengatakan, progres verifikasi dan validasi data angka kemiskinan ekstrim disepakati sesuai dengan rilis data BPS NTB sebanyak 176.029 jiwa. Data ini berbeda dengan rilis data angka kemiskinan ekstrim dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebanyak 253.734 jiwa di NTB.
“Rapat koordinasi ini akan menyepakati menggunakan data kemiskinan ekstrim dari BPS NTB, yang harus segera dilakukan verifikasi dan validasi data sesuai Inpres nomor 4 tahun 2022 agar target nol di 2024 tercapai,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh bupati/walikota se NTB, Kepala OPD terkait Pemprov NTB, pimpinan lembaga terkait dan para multipihak yang menangani kemiskinan ekstrim di NTB. ***