Target 20 Emas PON 2024, KONI NTB Harus Punya Mimpi Besar

Untuk meraih target 20 medali emas pada PON 2024, pengurus KONI NTB harus berihtiar dengan semangat tinggi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Mengejar target untuk meraih 20 medali emas NTB pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 harus dibangun dengan mimpi besar dan ikhtiar maksimal. 

Ikhtiar yang dilakukan harus dimulai dari pengurus cabang olahraga di tiap kabupaten/ kota agar target tercapai. 

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Harus Lakukan Pelayanan Maksimal

Bang Zul minta pengurus KONI NTB berihtiar maksimal untuk raih target 20 medali emas pada PON 2024
Gubernur NTB, Bang Zil

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul, menyampaikan itu saat membuka rapat kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB di Hotel Lombok Raya Mataram, Jumat (19/05/23).

“Optimisme harus dibangun sejak dalam pikiran agar semua ikhtiar dan upaya yang dilakukan dikerjakan dengan semangat tinggi,” ujar Bang Zul.

Kendala pembinaan dan pembiayaan benar benar dipikirkan, dengan menempatkan kriteria pengurus yang punya jaringan luas dan dedikasi tinggi terhadap olahraga. 

Bang Zul mengingatkan, agar target prestasi tak melupakan kesejahteraan para atlit. 

“Sekarang, banyak atlit berprestasi tak lagi mengejar PNS, banyak juga yang berkeinginan menjadi pengusaha. Sehingga pendidikan dan peluang harus pula dipikirkan oleh pengurus cabang olahraga,” tambahnya.  

BACA JUGA: Santri Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Ketua KONI NTB, H Mori Hanafi mengatakan, target 20 medali dapat tercapai dengan kerja bersama mulai dari pengurus olahraga kabupaten/kota. 

Dari 66 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON mendatang, setengahnya belum dipetakan potensinya. 

Sehingga jika KONI memiliki rencana ikut dalam 38 cabang atau lebih, akan memiliki konsekuensi pembinaan dan jumlah kontingen yang lebih besar. 

“Namun kami optimis target akan tercapai dengan prioritas potensi yang dimiliki dan kerja keras pembinaan pengurus cabang olahraga kabupaten/kota,” kata Mori. 

Pada PON XX Papua 2021 lalu, Kontingen PON NTB berhasil memecahkan rekor dengan meraih 15 medali emas. 

Dan naik ke peringkat sembilan secara nasional dari 34 provinsi peserta. Waktu itu targetnya 17 emas.

Mori berharap, Rakerda KONI yang berlangsung hari ini sampai besok menghasilkan rekomendasi yang dapat dikerjakan semua stakeholder.

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan Rachnat Hidayat, Bagikan Kursi Roda Adaptif

Hadir pula seluruh pengurus cabang olahraga dan pengurus KONI se NTB. *** 

 

 




Gubernur NTB Ajak Pelihara Silaturahim dan Saling Memaafkan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bang Zul sapaan Gubernur NTB, Zukieflimansyah becerita pengalamannya menjadi Imam Sholat di Masjidil Haram. 

BACA JUGA: Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Gubernur NTB meneritakan pengalamannya menjadi imam sholat di Masjidil Haram
Gubernur Zulkiefimansyah

Itu terjadi saat ia masih kuliah di inggris bersama rombongan mahasiswa saat melaksanakan ibadah haji. Banyak yang tidak menduga Bang Zul jadi Imam Sholat di Masjidil Haram.

Cerita Gubernur NTB itu disampaikan saat menghadiri acara Halal Bihalal dan pelepasan Jamaah Calon Haji Rukun Keluarga Bima (RKB) Pulau Lombok, di auditorium UIN Mataram, Kamis (18/05/23)

Bang Zul mengatakan ketika di NTB, ia menceriakan pengalamannya menjadi Imam Sholat di Masjidil Haram kepada Tuan Guru. 

BACA JUGA: Wagub NTB Minta Wagub Gunakan Timbangan Digital

“Banyak Tuan Guru kita bertanya bagaimana Pak Gubernur bisa menjadi Iman sholat di Masjidil Haram, saya jawab, saat kuliah di inggirs kami rombongan mahasiswa Indonesia menunaikan ibadah haji sejumlah 30 orang Mahasiswa saat itu,” katanya

Saat itu ia melaksanakan Ibadah Haji bersama rombongan Mahasiswa.

“Kami berangkat dengan sekedarnya, tidak ada pelepasan haji, tidak menyewa penginapan dan tidur dimana saja selama proses ibadah haji. Suatu saat kami rombongan terlambat bangun saat sholat berjamaah di Masjidil Haram, akhirnya kami rombongan mahasiswa memutuskan untuk sholat berjamaah di Masjidil Haram. Dan saat itu saya sebagi ketua rombongan diberi kesempatan untuk menjadi Imam, suatu kebanggaan pernah menjadi Imam Sholat di Masjidil Haram,” tuturnya.

Selain menghibur peserta Halal Bi Halal RKB dengan cerita pengalamannya saat melaksankan Ibadah Haji sewaktu kuliah di Inggris, Gubernur NTB menyampaikan pentingnya menjaga silturahim dan kebesaran hati, jiwa untuk saling memaafkan.

BACA JUGA: Angkasa Pura Berterima Kasih pada Pemprov NTB

Anak-muda kepada sesepuh dan senior-senior kita di RKB, selain manfaat dari silaturahim dan memafkan adalah adanya akumulasi pengetahuan dan pengalaman, untuk kehidupan lebih baik kedepannya. 

 “Penting punya kebesaran hati, kebesaran jiwa untuk saling memaafkan, bagi anak-anak muda untuk terus memelihara silaturahim pada senior dan sesepuh kita ini, Karna dengan silatiahim dan memafkan ada akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang bisa kita timba untuk menghadirkan kehidupan dan langkah kita depan lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur NTB meminta kepada senior,  para Tetuah Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok agar senantiasa membuka pintu rumah seluas mungkin

Khususnya, kepada anak-anaknya, dan adik-adik pemuda yang ada di Mataram untuk bersilaturahim dan saling memafkan jika ada interaksi yang tidak berkenaan pada sesepuh RKB. 

“Pada kesempatan ini, kami juga meminta kepada sesepuh-sesepuh kita, agar supaya kami anak-anak muda dapat bersilatuhim dan minta maaf atas segala kekeliriuan, jika ada interaksi yang kurang berkenan,” katanya.

Ketua RKB, Dr. Muhammad Irwan menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Gubernur NTB, dan menyampaikan selamat hari lahir untuk bapak Gubernur NTB Ke 51 Tahun. 

“Suatu kebanggaan bagi kami Rukun Keluarga Bima yang ada di Pulau Lombok atas kesempatan Gubernur NTB untuk menghadiri undangan kami, dan selamat Ulang Tahun ke 51, senantiasa berkhidmat untuk NTB Gemilang” 

Turut hadir Qori Internasional Ustadz Syamsuri Firdaus, Walikota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, Kadis DPM_PTSP, Kadis PUPR NTB. ***

 




Bang Zul Ingatkan Pentingnya Cinta dan Kasih Sayang

Saat menhadiri acara halalbihalal yang diselenggaraka Ikatan Keluarga Samawa (IKS), Bang Zul menyampaikan, ekpresinya halal bihalal yaitu rasa cinta dan kasih sayang. 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Momentum Halalbihalal ymerupakan semangat dalam melestarikan budaya orang-orang terdahulu. Sehingga buah manis ketakwaan dari kewajiban berpuasa, dapat dinikmati. 

BACA JUGA; Gubernur NTB ajak Pelihara Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Bang Zul meghadiri acara halalbihalal ikatan keluarga samawa bersama istri

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat menghadiri Acara Halalbihalal Ikatan Keluarga Samawa (IKS) di Islamic Center (IC) di Mataram, Kamis (18/05/23).

Bang Zul menyampaikan, salah satu ekpresinya halal bihalal yaitu rasa cinta dan kasih sayang. 

“Tiba-tiba saja di Ramadan, hati kita begitu jernih, karena puasa menghilangkan iri hati hasad dan dengki,” katanya.

Diingatkan, berpuasa bukan sekedar menjalani diet. Yang lebih penting yaitu menjinakkan batin untuk tenang, dalam menyikapi dinamika hidup. 

Dengan kata lain, Ramadan adalah madrasah untuk menghadirkan rasa cinta kepada hati semua pihak.

“Kalau bahasa spanduknya ini, ramadan itu mestinya mampu melahirkan orang orang yang merasa ‘Basai Ate’. Hatinya satu dan itu hanya mungkin kalau ada cinta dan kasih sayang di dalam hati kita. Tanpa itu, hati kita tidak mungkin saling terpaut,” imbuhnya.

Menurut Bang Zul, semangat Ramadan dalam momentu ini, adalah munculnya rasa syukur. Bukan I Will Be Happy When atau bahagia jika ada kata ‘kalau’. 

BACA JUGA; Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Tapi mensyukuri apa yang dimiliki saat ini akan menentramkan bathin, katanya.

Kata Bang Zul bahwa kebahagian tidak akan dapat disyukuri, kalau tersandera banyak keinginan. Seperti jabatan, karier, kekayaan. Padahal, berbagai kenikmatan yang dihadirkan, tanpa maksud dan tujuan.

“Mungkin ada yang uangnya lebih banyak dan jabatannya lebih tinggi, tapi anaknya terkena narkoba misalnya. Tidak ada gunanya jabatan tinggi dan uang yang banyak, kalau sakit-sakitan. Bapak-bapak dapat jabatan eselon ll atau eselon lll tapi bapak-bapak harus cuci darah tiap hari,” terangnya.

Karena itu mensyukuri nikmat yang ada merupakan substansi ramadhan yang kita peringati lewat halal Bi halal hari ini. 

“Mungkin allah belum memberikan eselon II, tapi kesehatan kita tetap terjaga. Mungkin Allah belum memberikan rumah besar, tapi Allah menganugerahkan persahabatan dan persaudaraan kita,” kata Bang Zul mengingatkan.

Ramadan dan halalbihalal, mendidik umat muslim untuk legowo dan saling memaafkan. Terkadang selama bertahun-tahun tidak saling tegur sapa akibat persoalan yang sederhana dan sungkan untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Padahal hanya dengan langkah pertama untuk saling memaafkan, akan memulai hubungan yang selama ini terputus.

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan Rachmat Hidayat Bagikan Kursi Roda Adaptif

“Saling memohon maaf akan mencairkan banyak hal. Kerendahan hati untuk meminta maaf terlebih dahulu, demi menyambung silaturahmi, nilai spritualnya lebih tinggi dari uang ratusan juta,” pesannya. ***

 

 




Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Kalau Santri jadi Tuan Guru bukan hal baru, tapi kalau jadi pengusaha yang diperhitungkan, itu luar biasa, kata Gubernur NTB pada Santri di Ponpes Nurul Hakim Kediri

LOBAR,LombokJournal.com ~ Para santri dimotivasi menjadi pengusaha hebat, yang mampu menciptakan lapangan perkerjaan bagi orang banyak, dan berkhidmat luar bisa untuk masyarakat.

BACA JUGA: Gubernur NTB Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan IT 

Gubernur NTB disambut para Santri di Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lobar

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat silaturahmi di Ponpes Nurul Hakim Kediri, Lobar, Rabu (17/05/23). 

“Kalo alumni Nurul Hakim punya Pondok Pesantren bukan hal yang baru, kalau alumni Nurul Hakim jadi Tuan Guru bukan sesuatu yang baru, tetapi menjadi pengusaha yang diperhitungkan di kancah nasional dan dunia ini hal yang luar biasa,” jelas Bang Zul sapaan karib Guberur NTB.

Bang Zul melakukan Silaturahmi ini menghadiri acara Dzikir dan Do’a untuk Pendiri Pondok Pesantren Nurul Hakim: Al-Magfurullah TGH. Abdul Karim dan Al-Magfurullah TGH. Shafwan Hakim serta Para Mujahid Pondok yang telah mendahului. 

BACA JUGA: NTB Layak Disebut Pusat Balap Motor Nasional, Dampak MXGP

Bang Zul yang dikenal Gubernur paling Top di Indonesia oleh Ketua MPR RI ini juga menyebut Santri alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim sangat Inspiratif. 

Banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang profesi. Bahkan salah seorang diantaranya, sebagai seorang pengusaha paling berprestasi di Nusa Tenggara Barat. 

Kehadiran Gubernur NTB pada acara tersebut mendapatkan antusiasme yang besar dari para santri dan alumni yang hadir. Gubernur berharap para santri dan alumni terus berkhidmat untuk masyarakat. 

BACA JUGA: Angkasa Pura Berterima Kasih pada Pemprov NTB

“Semangat terus berkhidmat untuk masyarakat, untuk para santri, dan juga para alumni yang sudah menyebar tidak hanya di Indonesia tapi ke seluruh dunia,” pesannya. ***

 

 




Gubernur NTB Mendorong Pelaku Usaha Manfaatkan IT

Baik Gubernur NTB maupun Menparekraf menekankan, agar para pelaku usaha ekonomi kreatif memanfaat kemajuan teknologi 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Pelaku usaha harus fokus pada bidang yang ditekuni, dan agar makin melek teknologi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. 

BACA JUGA: Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Gubernur NTB dan Menparekraf ajak pelaku usaha ekonomi kreatif manfaat kemajuan teknologi
Gubernur NTB dan Menparekraf RI

Hal itu ditekankan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul saat mendampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno di BLK Kabupaten Lombok Timur, Rabu (17/05/23)

“Manfaatkan IT, manfaatkan smartphone mungkin di dalam smartphone yang bapak ibu genggam, akan menghadirkan bisnis yang menjanjikan di masa mendatang,” pesan Bang Zul.

Dalam kesempatan sama, Menteri Sandiaga memotivasi para pelaku usaha ekonomi kreatif di NTB. Pelaku usaha didorong terus mengembangkan bisnis atau usahanya dengan memanfaatkan teknologi informasi saat ini. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Tak Lelah Hadirkan Event Berkelas Dunia

“Bagi para pelaku usaha tidak perlu takut gagal, karena kegagalan adalah awal dari keberhasilan dan kesuksesan,” tegasnya. 

Menurutnya, Provinsi NTB khususnya di Lombok memiliki tiga subsektor unggulan ekonomi kreatif yakni fashion, kuliner dan kriya. 

Melalui subsektor unggulan ini, Menteri Sandi akan menjamin fasilitasi Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Indonesia (PMK3I) yang akan dilakukan Lombok Timur dan kabupaten/kota lain ke depan.

“Kita harus punya produk kreatif yang berkelas internasional,” tutur Sandi.

Selain itu, Lombok dengan berbagai keindahan alamnya diharapkan memanfaatkan berbagai potensinya dalam memajukan ekonomi kreatif. 

BACA JUGA: Peran Wanita Penting Menghadirkan Moderasi Beragama

Sehingga, melalui destinasi wisata yang dimiliki menjadi kesempatan besar untuk karya dan produk lokal NTB semakin mendunia.

“Mari kita bangun ekosistem ekonomi kreatif kita melalui dorongan ragam tatanan sosioekonomi kita, sehingga ragam parekraf semakin dapat kita wujudkan,” ajaknya.***

 

 




Aksi Kemanusiaan Rachmat Hidayat Bagikan Kursi Roda Adaptif 

“Rachmat Hidayat Elektrik” kembali melakukan aksi kemanusiaan di Lombok Tengah, bagikan kursi roda adaptif untuk penderita lumpuh layu 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Aksi kemanusiaan Rachmat Hidayat kali ini membagikan kursi roda adaptif di Kabupaten Lombok Tengah, Senin (15/05/23). 

Tiga kursi roda dibagi kepada warga penderita lumpuh dari lansia hingga remaja. 

BACA JUGA: Kepala OPD NTB Diingatkan Fokus ke Masalah dan Kolaborasi

Aksi kemanusiaan dilakukan Rachmat Hidayat dengan membagi kursi roda adaptif di Lombok Tengah

Kalau dihitung, anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan dapil NTB II Pulau Lombok ini sudah membagikan hampir ratusan bantuan kursi roda elektrik yang ditebar politisi kawakan di NTB ini. 

Ada tiga jenis kursi roda yang dibagikan Rachmat Hidayat. Pertama, kursi roda adaptif, yang harganya mencapai Rp 40 juta-an. Kursi roda adaptif dibagikan bagi penderita lumpuh layu yang jumlah cukup banyak di NTB. 

Kedua, kursi roda elektrik. Kursi roda elektrik ini diujukan bagi para lansia, hingga para disabilitas, yang harga di pasaran harganya Rp 27 jutaan. 

Kemudian terakhir kursi roda manual. Kursi roda manual ini jumlahnya tak terbatas. Sementara stok kursi roda adaptif dan elektrik masih tersisa ratusan. 

BACA JUGA: Komisioner KPU Mataram Dinilai Langgar PKPU

Politisi kharismatik Bumi Gora itu berkomitmen akan rutin melakukan aksi kemanusiaan berbagi kursi roda setiap minggu untuk masyarakat yang membutuhkan di Pulau Seribu Masjid. 

Saat berbagi kursi roda itu dihadiri Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Ruslan Turmuzi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Tengah Suhaimi, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur Ahmad Amrullah dan Nasrulah , Pembina Yayasan Tulus Angen Community 

Serah terima bantuan kursi roda elektrik untuk dua orang yakni lansia penderita lumpuh atas nama Nilmah (60) warga Dusun Teduh, Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah.

Dan remaja disabilitas Baiq Najwa Adining Quinsya (13)  warga Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah bertempat di Cafe Milenial The Pra-Ye Lounge Lombok  . 

Satu sisanya lagi, atas nama Baiq Hartini Rahmi (70) dikunjungi langsung Rachmat bersama rombongannya di kediamannya di Karang Bersatu, Kelurahan Tiwugalih, Praya. Raut haru sekaligus bahagia terpancar dari wajah para penerima bantuan kursi roda.

Rachmat menegaskan, apa yang dilakukannya untuk membantu kaum difabel dan para orang tua yang menderita lumpuh, sepenuhnya adalah aksi kemanusiaan belaka. Tak ada kaitannya dengan politik sama sekali. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Tak Lelah Hadirkan Event Berkelas Dunia

Rachmat menegaskan, hanya ingin mewakafkan dirinya untuk kebaikan masyarakat Pulau Lombok. Rachmat ingin membawa dan menghadirkan berkah untuk sesama.

“Sangat penting bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya mereka yang sulit untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Rachmat.

Dia menekankan, apa yang dilakukannya ini adalah tindakan kecil. Namun, dia berharap, tindakan kecil tersebut membantu memperbaiki kualitas hidup mereka, dan memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka.

Menurutnya, para wakil rakyat harus punya rasa kepekaan dan kemanusiaan yang tinggi terhadap kondisi dan jerit tangis masyarakat. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Ruslan Turmuzi mengatakan, gerakan aksi kemanusiaan yang tak henti-henti dilakukan PDI Perjuangan sebagai bentuk sumbangsih dan kepedulian partainya terhadap tangis masyarakat.

“Ini bentuk komitmen kami terhadap kemanusiaan. Masyarakatan kan bisa menilai apa yang telah kami lakukan. Kami tidak buat-buat,” jelas Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD NTB itu.

Senada dengan Ruslan Turmuzi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Tengah Suhaimi menyebut,  Rachmat Hidayat telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap masyarakat Pulau Lombok, khususnya Lombok Tengah.

Suhaimi menegaskan, Rachmat Hidayat sebagai wakil rakyat dapil Lombok yang bertugas di Komisi VIII DPR RI, tetap berkomitmen untuk memboyong bansos maupun program sosial lain di kementrian yang menjadi tupoksinya untuk masyarakat tidak mampu di Pulau Lombok. 

“Tahun 2023 ini Insya Allah ada banyak program bantuan sosial yang bisa beliau bawa untuk masyarakat Lombok,” imbuhnya. 

Kepala Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah Jumadil Awal mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada politisi senior NTB Rachmat Hidayat. 

Jumadil Awal mengatakan bahwa baru kali ini warganya mendapatkan bantuan dari anggota DPR RI.

BACA JUGA: Peran Wanita Penting Menanamkan Moderasi Beragama

Warganya yang dibantu itu yakni Nilmah, dijelaskan Juamdil Awal telah menderita lumpuh hampir 10 tahun.

“Kondisinya sangat memprihatinkan, butuh alat bantu untuk berjalan, akhirnya dengan bantuan Pak Rachmat Hidayat bantuannya bisa terwujud berkat kedermawanan beliau selaku anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan,” kata Jumadil Awal saat ditemui di lokasi penyerahan bantuan.

Apa yang dilakukan Rachmat Hidayat, kata Jumadil Awal merupakan bentuk perhatian yang begitu luar biasa. 

Ia berujar, pengabdian Rachmat Hidayat kepada masyarakat bisa dilihat secara langsung. Ia berharap, ke depan Rachmat Hidayat terus menujukkan soliditas kemanusiaannya kepada masyarakat.

“Kami juga atas nama Pemerintah Desa Teduh bersama seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Rachmat Hidayat beserta Partai PDIP  yang sudah membantu mewujudkan harapan warga kami. Semoga sukses dan sehat selalu,” paparnya.

Masih di tempat yang sama, Lalu Mariadin yang merupakan orang tua dari Baiq Najwa Adining Quinsya (13) yang merupakan anak penderita lumpuh layu mengaku, tidak bisa berkata-kata atas berkah yang keluarganya terima dari Rachmat Hidayat. 

Ia mengaku akan sangat terbantu dengan bantuan kursi roda tersebut. 

“Terima kasih kepada Pak Rachmat Hidayat,  saya sebagai orang tua Najwa sangat bersyukur dengan bantuan kursi roda ini. Paling tidak kami akan merasa sangat terbantu, sehingga ke depan insyaAllah kami tidak akan terlalu repot untuk terlalu sering menggendong,” ucap Lalu Mardian. (*)

 

 




Wagub NTB Minta Posyandu Gunakan Timbangan Digital

Untuk menciptakan Posyandu yang berkualitas, Wagub NTB minta penggunaan peralatan standar 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Posyandu Keluarga diminta menggunakan alat timbangan digital, tidak menggunakan dacin yang manual. 

Termasuk antropometri merupakan peralatan yang standar dalam menciptakan Posyandu yang berkualitas, sehingga datanya menjadi akurat dan valid.

BACA JUGA: NTB Harus Konsisten Tingkatkan Kualitas Posyandu Keluarga

Wagub NTB minta Posyandu gunakan alat timbangan standar
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat peluncuran gerakan Gotong Royong Pelaksanaan Bakti Stunting di Desa Bujak Dusun Montong Paok Batukliang, Lombok Tengah, Selasa (16/05/23).

Dalam kunjungannya itu, Wagub NTB, Sitti Rohmi ingin memastikan di Posyandu menggunakan peralatan standar termasuk penggunaan timbangan digital.

“Dengan datanya yang akurat dan valid maka posisi NTB di nasional baik kesehatan pendidikan terus naik sehingga tidak diremehkan dengan pelayanan posyandu keluarga yang berkualitas,” tegas Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

BACA JUGA: Gubernur NTB Tak Lelah Hadirkan Event Berkelas Dunia

Diceritakan Umi Rohmi, Pemprov NTB telah memberikan tanggungjawab kepada para OPD untuk mengintervensi data-data anak stunting yang tergolong masih tinggi. 

Sehingga OPD memiliki Kecamatan binaan seperti di Desa Bujak ini adalah binaan RSUP.

“Saya harap pemerintah kabupaten Lombok Tengah bisa melakukannya sehingga bisa kalaborasi dengan salah satu OPD Provinsi dimasing-masing kecamatan dalam menurunkan angka stunting,” kata Ummi Rohmi.

Sementara itu, dalam laporannya Direktur RSUP, dr. Jack menyampaikan Desa Bujak merupakan desa binaan RSUP. Tentunya ucapan terimakasih kepada Ibu Wagub berkenan hadir.

BACA JUGA: Peran Wanita Penting Menanamkan Moderasi Beragama

“Kita berharap dengan sama-sama gotong royong melalui pelaksanaan bakti stunting ini, angka stunting bisa ditekan turun signifikan dengan pemberian protein hewani telur, daging, sayur-sayuran dan lain sebagainya,” kata dr Jack. ***

 

 

 




Gubernur NTB Tak Lelah Hadirkan Event Berkelas Dunia 

Menparekraf, Sandiaga Uno memuji Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang tak henti-hentinya hadirkan event berkelas dunia di NTB. 

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB tidak kenal lelah hadirkan event berkelas dunia untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di NTB.

Hal itu disampaikan Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno di tengah acara launching Event Sepeda Dunia GFNY yang akan dilaksanakan di Lombok November 2023, di Jakarta, Senin (15/05/23).

BACA JUGA: Gubernur NTB Dipuji Hadirkan Dua Seri MXGP Dunia

Kata Menparekraf, Gubernur NTB tak lelah terus gelar event berkelas dunia

Dalam acara launching itu juga dihadiri Gubernur NTB, Zulkieflimansyah 

“Gubernur NTB tidak kenal lelah hadirkan event berkelas dunia untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di NTB,” ungkap Menparekraf. 

Bang Zul saat itu memaparkan, Event Sepeda Dunia L’Etape juga akan di laksanakan akhir Mei ini di Pulau Lombok.

Kedua Event Sepeda Dunia ini akan diikuti setidaknya 1500 an peserta beserta keluarga-keluarganya.

BACA JUGa: NTB Layak Disebut Pusat Balap Motor Nasional, Dampak MXGP 

“Dengan berbagai Event Sepeda Dunia seperti L’Etape dan GFNY insya Allah pariwisata NTB akan semakin menggeliat dan berkembang,” harap Bang Zul dengan mantap.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama LPP TVRI Bapak Iman Brotoseno, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Vinsensius Jemadu.

BACA JUGA: Peran Wanita Penting Menanamkan Moderasi Beragama

Selain itu tampak hadir Wakil Ketua Umum PB. ISSI dan Commission Member UCI Bapak Toto Sugito, Juara Male Overall dari BRCC Banyuwangi Moh. Faisal, Juara Female Overall dari Selasa  Kahiji Bandung Gita Widya Yunika, serta Kabiro Ops Polda NTB Bapak Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi.

 

 




Peran Wanita Penting Menanamkan Moderasi Beragama

Eny Yaqut Jelaskan Pentingnya jadi narasumber acara talk show Peran Wanita dalam Moderasi Beragama

JAKARTA,LombokJournal.com ~ Peran wanita sangat vital dalam menanamkan pemahaman moderasi beragama kepada generasi penerus.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Eny Retno Yaqut menegaskan, pentingnya pemahaman moderasi beragama bagi para wanita. 

BACA JUGA: Cegah Perkawinan Anak Melalui Edukasi Kesehatan

Peran wanita sangat vital dalam menanamkan pemahaman moderasi beragama kepada generasi penerus
Moderasi beragama

Ia mengungkapkan itu saat menjadi narasumber pada acara Talk Show Peran Wanita dalam Moderasi Beragama, yang digelar Dirjen Bimas Buddha di Auditorium HM. Rasjidi, Jakarta, pada Senin (15/05/23).

Seorang wanita, sebagai seorang ibu, sebagai pendidik, mempunyai kewajiban mengajarkan akidah yang teguh terkait keyakinannya. 

Sehingga, anak kita kokoh dan nyaman dengan keyakinannya, dan nyaman dengan perbedaan keyakinan orang lain.

“Kalau di Agama Islam kita mengajarkan bagaimana menjadi agama yang rahmatanan lil alamin. Agar saling mengasihi sesama makhluk Tuhan,” ungkapnya.

Siapa pun harus mampu dan bisa dalam mentransfer pemahaman moderasi beragama. Hal itu demi kemaslahatan dan kebaikan bangsa ini. 

BACA JUGA: Lombok Sharia Festival (LSF) 2023 Dukung Fashion Muslimah

“Karena kelak bangsa ini dipegang oleh generasi penerus kita,” tegasnya.

Ia mengatakan, moderasi beragama itu penting, karena pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan. 

“Karena esensinya semua agama adalah bagaimana cara memanuasiakan manusia,” Ungkapnya.

Namun, menurut Eny ada tantangan luar biasa dalam memberikan pemahaman moderat. 

Terutama di era digitalisasi seperti saat ini, di mana arus informasi begitu derasnya.

“Hari ini, anak kita sangat rentan dengan informasi yang begitu masif. Terlebih informasi-informasi tersebut beda tipis antara fakta dan hoaks. Banyak info yang provokatif, padahal isinya tidak sesuai judul,” ungkapnya.

Eny menekankan pentingnya pemahaman cara kerja dunia digital dengan meningkatkan literasi digital. Dengan bekal pemahaman yang mumpuni tentang dunia digital, ia berharap masyarakat Indonesia mampu menyaring informasi yang baik.

Sementara itu, Dewi ‘Dee’ Lestari seorang novelis dan musisi yang juga menjadi narasumber talkshow juga sepakat dengan apa yang diungkapkan Eny. 

Moderasi beragama pada dasarnya sangat berpengaruh dengan kehidupan sehari-hari.

“Sejak kecil, saya selalu diperkenalkan dengan toleransi Agama, namun satu hal yang menurut saya juga sangat penting, yaitu apresiasi beragama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, apresiasi beragama merupakan bentuk toleransi yang bisa menimbulkan empty antar umat. Sehingga akan menimbulkan rasa saling menghargai dalam perbedaan.

Dee pun bercerita, setiap karyanya selalu menerapkan prinsip empati. 

Ia selalu berusaha memahami setiap karakternya, sehingga mampu memposisikan diri ketika melihat penadangan yang berbeda.

Ada dua cara yang ampuh bagi Dee sapaan akrab Dewi lestari, untuk memunculkan rasa empati. Pertama banyak membaca. Dengan membaca dia mendapat informasi baru yang sebelumnya kita belum ketahui.

BACA JUGA: Lombok Layak Disebut Pusat Balap Motor Nasional, Dampak MXGP

Kedua, banyak bepergian. Karena menurutnya bepergian mampu membukakan mata kita dengan budaya yang berbeda dengan kita. 

“Karena kita tahu Indonesia sangat luas dengan berbagai budaya yang berbeda dengan kita. Bepergian merupakan cara kita melihat situasi dan perbedaan yang berbeda dengan kita,” ungkap Dewi Lestari. ***




Komisioner KPU Mataram Dinilai Langgar PKPU 

PDIP Perjuangan NTB akan laporkan Komisioner KPU Mataram, yang mengabaikan Peraturan KPU.Bakal Laporkan ke Bawaslu dan DKPP

MATARAM.LombokJournal.com ~ KPU Kota Mataram terang-terangan mengabaikan Peraturan KPU. 

Karena itu, Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Tingkat Kota Mataram dinilai cacat.  

Pasalnya, proses pleno terbuka Daftar Pemilih Sementara  Hasil Perbaikan  (DPSHP) di tingkat Kelurahan dan Kecamatan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), tidak menghadirkan perwakilan partai politik. 

BACA JUGA: Kepala OPD NTB Diingatkan untuk Fokus ke Masalah dan Kolaborasi

Menurut Imam Budi, Komisioner KPU Mataram, yang mengabaikan Peraturan KPU akan dilaporkan ke Bawaslu dan DKPP

Dalam peraturan KPU, kehadiran perwakilan partai politik merupakan sebuah kewajiban.

”Mengabaikan PKPU, berarti KPU Kota Mataram telah terang-terangan melanggar kode etik,” kata Imam Budi Gunawan, Liasion Officer PDI Perjuangan Kota Mataram, Minggu (14/05/23).

Ia hadir dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi DPSHP tingkat Kota Mataram, kemarin .

Budi menuturkan, rapat pleno terbuka DPSHP tingkat kota tersebut digelar KPU Mataram hari Kamis (11/5) malam di salah satu hotel di Mataram. Rapat tersebut baru selesai dini hari pukul 03.00 WITA. 

Agenda utamanya adalah penjabaran jumlah data pemilih dan TPS di masing-masing kecamatan di Kota Mataram oleh masing-masing PPK dan laporan Ketua KPU dan jajarannya.

Pemaparan kata Budi diawali dengan penjabaran kondisi pemilih dan TPS di sembilan kelurahan di Kecamatan Mataram. 

BACA JUGA: Angkasa Pura Berterima kasih pada Pemprov NTB

Setelah pemapatan PPK Mataram rampung, Bawaslu Kota Mataram yang hadir dalam rapat pleno tersebut kemudian kata Imam, menyampaikan temuannya. 

Bawaslu menemukan, dari sembilan kelurahan yang ada di Kecamatan Mataram, PPS masing-masing di lima kelurahan ternyata menerbitkan dua Berita Acara tentang DPSHP dengan nomor berbeda.

”Selain itu, hasil rekapitulasi DPSHP di dua berita acara itu juga berbeda,” kata Budi.

Temuan Bawaslu itu mengindikasikan, PPS di lima kelurahan itu melakukan rekapitulasi atau penghitungan ulang lalu mengesahkannya dalam berita acara baru. Hal itu seharusnya tidak boleh mereka lakukan. 

Sebab, perubahan terhadap bertambah atau berkurangnya jumlah pemilih dalam DPSHP, hanya bisa dilakukan dalam Pleno Terbuka di tingkat Kecamatan yang dihadiri seluruh pemangku kepentingan.

Atas temuan tersebut, Bawaslu kemudian menyarankan agar PPK Kecamatan Mataram melakukan pleno dan Rapat Pleno Terbuka secara terpisah di ruangan lain di hotel yang sama.,

Selanjutnya, hasil pleno terbuka PPK Kecamatan Mataram tersebut kemudian dibahas kembali dalam pleno terbuka di tingkat Kota Mataram. 

BACA JUGA: Lombok Sharia Festival (LSF) 2023 Dukung Fashion Muslimah 

Pada saat yang sama, secara paralel, pleno terbuka tingkat Kota Mataram terhadap DPSHP dari lima kecamatan lainnya tetap dilanjutkan.

”KPU dan Bawaslu menyebut Pleno PPK Mataram itu sebagai Pleno Lanjutan,” kata Budi.

Di sinilah persoalan timbul.  Rupanya Rapat Pleno Lanjutan oleh PPS dan Rapat Pleno Terbuka Tingkat Kecamatan Mataram atas hasil Pleno Lanjutan dari masing-masing PPS di lima kelurahan tersebut tidak dihadiri oleh perwakilan Parpol

Tidak ada pemberitahuan pula dari KPU terkait hal tesebut di tengah-tengah rapat pleno terbuka tingkat Kota Mataram yang sedang berlangsung. 

Sehingga hasil rekapitulasi jumlah pemilih dalam rapat pleno terbuka PPK Kecamatan Mataram, hanya dihadiri oleh penyelenggara saja, yakni PPK, PPS, dan Panwascam.

”Pleno terbuka yang tidak dihadiri perwakilan Parpol, melanggar PKPU,” tandas Budi.

Budi menyebutkan, pihaknya memprotes hal tersebut. Dan protes yang telah disampaikan PDI Perjuangan, dimasukkan dalam Berita Acara Pleno Terbuka DPSHP Tingkat Kota Mataram. 

Sejumlah perwakilan Parpol yang hadir dalam pleno terbuka tingkat Kota Mataram itu pun mengamini protes yang telah disampaikan PDIP.

Lima PPS kelurahan yang menerbitkan berita acara dengan dua nomor berbeda tersebut adalah Kelurahan Pagutan Timur, Kelurahan Punia, Kelurahan Pagutan, Kelurahan Pagesangan Barat, dan Kelurahan Pejanggik. 

Berita acara DPSHP yang telah mereka buat pada tanggal 7 Mei, kemudian diubah dengan Berita Acara baru tanggal 11 Mei di Hotel Fave, Mataram hasil Pleno Lanjutan. 

Dalam Berita Acara Nomor: 149/PL.02.I-BA/5271/2023 yang ditandatangani Ketua KPU Kota Mataram, M Husni Abidin dan seluruh jajaran komisioner (salinannya didapat kalangan media) disebutkan, Rapat Pleno Lanjutan hanya diikuti PPS di lima kelurahan bersama Panwascam, dan tidak dihadiri pewakilan parpol. 

Begitu juga Rapat Pleno Lanjutan Terbuka Tingkat Kecamatan Mataram tanpa dihadiri unsur partai politik.

”Jika seperti ini cara KPU bekerja dengan seluruh perangkatnya di tingkat kecamatan dan kelurahan, maka jangan salahkan muncul kecurigaan publik. Karena angka-angka jumlah pemilih dalam DPSHP itu hanya dibahas sesama penyelenggara saja,” tandas Budi.

Memang dalam Berita Acara Rapat Pleno Terbuka Tingkat Kota Mataram disebutkan, Rapat Pleno Lanjutan itu tidak mengubah apapun terkait rekapitulasi DPSHP PPK Mataram. Namun, cacat prosedur tersebut, tak bisa dianggap seenteng itu.

”PKPU yang mewajibkan Rapat Pleno berjenjang dari kelurahan, kecamatan, dan tingkat kota, adalah sebuah keharusan untuk dijalankan. PKPU itu kitab sucinya penyelenggara pemilu baik KPU atau Pengawas. Tapi, ini, mereka abaikan secara terang-terangan,” tandas Budi.

Sikap PDI Perjuangan

PDIP Kota Mataram akan bersurat secara resmi ke KPU Kota Mataram. Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat, setelah menerima laporan atas kejadian tersebut menegaskan, pihaknya akan bersikap. 

Cacat prosedur dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Tingkat Kota Mataram itu, akan diadukan ke Bawaslu di tingkat yang lebih tinggi. 

Adanya potensi pelanggaran etik dari Komisioner KPU Kota Mataram juga akan ditindaklanjuti dengan pengaduan pihaknya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

”Tim Hukum PDIP sedang menyiapkan laporan tersebut,” kata politisi kharismatik Bumi Gora ini.

BACA JUGA: Wamenag Ajak Elit Bangsa Menjadi Negarawan

Anggota Komisi VIII DPR RI ini pun mengingatkan seluruh penyelenggara pemilu di NTB agar bekerja profesional. 

Jika cacat prosedur dianggap sepele, maka bukan tidak mungkin praktik serupa akan terjadi dan meluas di seluruh NTB. Khususnya oleh penyelenggara pemilu dan pihak-pihak yang memiliki kemampuan main mata dengan penyelenggara pemiu.

”Hal begini jika terjadi, akan benar-benar merusak demokrasi,” tandas Rachmat. (*)