Indeks

Lombok Travel Mart Ke 6, Target Bisnisnya Masih Seperti Tahun 2018

Ketua Assosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi NTB Ahmad Ziadi saat menjelaskan pelaksanaan LTM 6, , Rabu (27/02). (Foto; AYA/Lombok Journal).
Simpan Sebagai PDFPrint

Dalam event LTM buyer akan mengikut sertakan sekitar 200 orang yang terdiri dari 5 orang dari Korea, 25 orang Malaysia, 1 orang Inda dan sisanya dari seluruh Provinsi Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com — Lombok Travel Mart untuk ke 6 kalinya kembali digelar, salah satu event ini diharapakan dapat mendongrak tingkat kunjungan wisatawan di Provisni Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Assosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi NTB Ahmad  Ziadi mengatakan, target transaksi bisnis tahun ini sama dengan 2018 lalu,karena memang kondisi situasi pariwisata dengan kenaikan harga tiket dan adanya gempa.

Sehingga untuk pencapain lebih dari itu sedikit lebih sulit, namun ia optimis target tersebut dapat tercapai seperti pada tahun lalu.

“Terutama pada buyer yang mengikuti event tersebut, sehingga hampir sama dengan tahun 2018 karena memang agak susah di tahun ini,” tutur Ahmad Ziadi, Rabu  (27/02).

Dikatannya, dalam event LTM buyer akan mengikut sertakan sekitar 200 orang yang terdiri dari 5 orang dari Korea, 25 orang Malaysia, 1 orang Inda dan sisanya dari seluruh Provinsi Indonesia.

LTM digelar kendati melihat kondisi pariwisata NTB yang tengah lesu,  mulai dilaksanakan pada 1-3 Maret 2019. Dengan event ini tidak hanya berdampak pada pariwisata saja, juga para pelaku usaha industri pariwisata juga.

“Menjadi jembatan, untuk memasuki pariwisata kita dan akan berdampak pada bisnis-bisnis yang ada,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H Lalu Mohammad Faozal mengatakan, event ini merupakan ke 6 kalinya diadakan dan setiap tahunnya selalu sukses.

Pelaksaannya di beberapa tempat destinasi wisata, untuk tahun ini akan di adakan di desa wisata. Kendati desa wisata saat ini tengah gencar di dorong agar keberhasilannya.

“Tangal 1-3 Maret  akan di mulai akan di post di desa wisata desa Bonjeruk Lombok Tengah,” ungkapnya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut nantinya didukung oleh pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, BPPD Lombok Tengah, ITDC dan beberapa hotel, restoran, toko oleh-oleh, pengusaha transposrt wisata dan stakeholder lainnya. Sehingga pada Maret mendatang akan terjadi peningkatan pada industri pariwisata ini.

“Mulai Maret ini akan ada peningkatan, hotel ramai tentunya okupansi akan peningkat juga, begitu juga bisnis-bisnis lainnya. Karena kita disini menjembatani mereka,” jelasnya.

AYA

Exit mobile version