Sejak didirikan pada 2016, Poltekpar Lombok yang merupakan Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata menerima sektar 118 orang Mahasiswa dari 190 orang yang mendaftar
LOTENG.lombokjournal.com — Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Dr. Hamsu Hanafi mengatakan, animo masyarakat mendaftar di Poltekpar tiap tahun meningkat, Senin (09/12/2019).
Menurutnya, di samping kualitas SDM pengajar yang handal terus ditingkatkan, biaya di Polektar termasuk murah.
“Karena disubsidi pemerintah dengan uang persemester dua jutaan dan uang praktik sekitar empat jutaan, bayangkan saja di Universitas Trisakti untuk jurusan pariwisata uang masuknya saja sampai empatpuluh juta,” terang Hamsu.
Hamsu tak merinci biaya masuk Poltekpar tapi menegaskan, dengan kualitas pendidikan pariwisata yang sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, dan STP yang ada Poltekpar lebih murah.
Dalam kegiatan Forum Kehumasan, di Poltekpar Lombok itu Hamsu menjelaskan, saat ini Poltekpar Lombok menyediakan 4 Program Studi, yakni Prodi D4 Usaha Perjalanan Wisata, Prodi D3 Seni Kuliner, Prodi D3 Tata Hidang, dan Prodi D3 Divisi Kamar.
Untuk menambah Prodi lainnya, seperti Prodi MICE dan Manajemen Destinasi Pariwisata, Poltekpar masih harus memenuhi beberapa persyaratan dari Dirjen Pendidikan Tinggi. Salah satunya mensyaratkan minimal enam orang Dosen di satu Prodi harus S2 kepariwisataan.
“Sehingga, saat ini sejumlah tenaga pengajar kami kirim keluar untuk ambil S2 Vokasi,” kata Hamsu.
Ia memperkirakan Prodi baru akan bisa dimulai paling cepat 2021 mendatang.
Hamsu menjelaskan, animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Poltekpar Lombok meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.
Sejak didirikan pada 2016, Poltekpar Lombok yang merupakan Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata menerima sektar 118 orang Mahasiswa dari 190 orang yang mendaftar.
Sementara di tahun kedua, Poltekpar Lombok menerima 370 mahasiswa dari 500 orang pendaftar.
Jumlah tersebut meningkat signifikan di tahun 2018, jumlah pendaftar mencapai 1.200 orang, dan Poltekpar menerima sekitar 343 mahasiswa.
“Tahun 2019, jumlah pendaftar juga cukup banyak sekitar 1.200 lebih, dan kami terima 310 orang mahasiswa,” katanya.
Hamsu memaparkan, dari jumlah pendaftar setiap tahun, bisa dilihat animo masyarakat cukup tinggi.
Bahkan jumlah pendaftar di Poltekpar Lombok, bisa melampaui jumlah pendaftar di Poltekpar Medan yang lebih dulu berdiri.
“Saat ini dari jumlah mahasiswa Poltekpar 1.144 orang tersisa 1119 karena ada yang gugur dalam perjalanan. Insya Allah para mahasiswa ini akan menjadi profesional di bidang kepariwisataan nantinya,” katanya.
Poltekpar Lombok merupakan salah satu dari enam Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata RI. Lima lainnya antara lain Poltepar Bandung, STP Nusa Dua Bali yang kini menjadi Poltekpar Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar, dan Poltekpar Palembang.
Sekda Lombok Tengah, H Muhammad Nursiah MSi mengapresiasi kiprah Poltekpar Lombok dalam beberapa tahun terakhir.
“Lokasinya memang di Lombok Tengah menjadi kebanggaan kami. Tetapi kiprah kinerja Poltekpar ini untuk NTB, memajukan SDM di sektor pariwisata Lombok dan NTB secara umum,” katanya.
Kegiatan Forum Kehumasan dihadiri Sekda Lombok Tengah, H Muhammad Nusiah MSi, Kepala Bidang Dokumentasi Humas Pemprov NTB, Heri Agustiadi, serta sejumlah wartawan pariwisata cetak dan elektronik.
AYA
