Seluruh SKPD diharap segera menuntaskan pemadaman api termasuk dampak terhadap kesehatan dan sosial terhadap warga sekitar
LOBAR.lombokjournal.com — Penjabat Sekda NTB Dr.Ir. H.Iswandi, M.Si meninjau lokasi kebakaran lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kacamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat tersebut, dan sebagian lahan hutan di Gunung Rinjani, Senin (21/10) 2019.
Iswandi mengawali peninjauan itu dengan mendatangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok. Tiba di lokasi seluas lima hektar itu, Doktor Iswandi langsung memimpin rapat penanganan kebakaran di posko penanggulangan Kebakaran TPA Kebon Kongok.
Seluruh SKPD diharap segera menuntaskan pemadaman api termasuk dampak terhadap kesehatan dan sosial terhadap warga sekitar. Serta tidak menganggu rutinitas proses pembuangan sampah dari tingkat RT ke TPS kemudian sampe ke lokasi TPA.
Sejauh ini, penanganan kebakaran dilakukan secara bertahap per blok dari 17 blok yang ada. Penanganan yang dilakukan saat ini dengan sistem siram -timbun tanah atau landfilling.
Hal ini dilakukan untuk memutus rantai oksigen dan persiapan blok untuk menerima sampah Kota Mataram dan Lombok Barat yang mulai menumpuk.
Untuk menangani 1 blok yang luasnya skitar 3000 m2, dalam 2 hari, atau sekitar 2×10 jam, diperlukan 1 buldozer besar. Alat ini diperlukan untuk meratakan sampah yang ada agar mudah dipadamkan.
Selain itu, BPBD mengerahkan 4 excavator, 1 mengurai sampah dan 3 mengisi dumptruck dengan tanah. BPBD juga mengerahkan 2 mobil pemadam kebakaran, 4 truck tangki air, dan 10 dump truck.
Dengan sistem ini, kebakaran lahan ini tidak meluas dan perlahan mulai mengecil. Pantauan langsung di lapangan juga menunjukkan kepulan asap sudah semakin menurun seiring kerja keras pemerintah bersama stakeholder terkait
Hadir pada pertemuan tersebut Kalak BPBD NTB, Asisten II, Karo Kesra, Karo Pemerintahan serta Kadis Damkar Kota Mataram dam Kab. Lobar.
Usai ke Kebon Kongok, Sekda kemudian bergerak menuju kawasan Gunung Rinjani yang terbakar dengan ditemani sejumlah kepala OPD terkait.
Hal ini dilakukan untuk melihat lebih dekat kejadian di lapangan serta memastikan penanganan berjalan lancar. Sehingga kebakaran di kawasan tersebut tidak meluas yang mengakibatkan terganggunya aktivitas para wisatawan yang menikmati keindahan Rinjani.
AYA/HmsNTB
