Tidak hanya bahan tambang dan makanan, NTB juga memiliki industri garam yang sudah tetkenal, hanya saja butuh pengolahan, tentu dengan mengolah garam biasa tersebut hingga menjadi garam beryodium
MATARAM.lombokjournal.com — Dalam acara Rapat pimpinan (Rapim) yang diadakan Pemerintah Provinsi, Gubernur NTB minta Kepada Dinas Perindustrian agar meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat NTB.
Kepala Dinas Perindustrian, Andi Pramaria saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya akan mengolah bahan yang di NTB untuk bisa mendapatkan nilai tambah .
“Ini merupakan arahan pak gubenur saat rapat pimpinan,” ujar Andi, Selasa (05/03).
Andi mencontohkan, jika kemarin itu hanya bahan tambang yang dikirim langsung, sekarang jangan dikirim dalam bentuk bijih saja tetapi diolah dulu di NTB baru dibawa ke luar.
“Kita olah dulu baru dikirim keluar, nantinya bisa menambah nilai jual,” katanya.
Selain bahan tambang, industri bahan makanan juga akan diolah terlebih dahulu di NTB agar bisa meningkatkan nilai jual.
Selain itu, untuk bisa membuat bahan makanan yang bisa dikirim ke luar NTB, kita harus punya mesin induk dari mesin itu antara lain itu mesin bungkus, pemotong itu harus punya.
Tidak hanya Bahan tambang dan makanan, NTB juga memiliki industri garam yang sudah tetkenal, hanya saja butuh pengolahan yang lebih. Tentu dengan mengolah garam biasa tersebut hingga menjadi garam beryodium.
Langkah konkrit yang dilakukan Dinas Perinduatrian lebih terfokus ke pengolahan, karena diketahui semua hasil tambang makanan dan garam NTB memang potensial menembus pasar luar yang tidak hnya bisa dikonsumsi oleh masyarakat NTB saja.
“Kalau kita bisa mengirim itu tentu akan memdatangkan uang, klu diasarkan di NTB kan hanya muter di NTB saja,” tegasnya..
Fokus kita bagimana kita, sekarang kita akan meperbaiki semuanya baik dari segi kemasan, dan cita rasanya.
AYA
