Kalau generasi muda kita masih berorientasi hanya ingin menjadi PNS, menjadi dokter dan pegawai pemerintah saja, maka etos kerja dan semangat wira usaha sulit diwujudkan
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Dr. Zulkieflimansyah mengapresiasi beragam masukan yang disampaikan masyarakat saat berlangsung acara Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi, Jum’at (12/07) 2019.
Menanggapi beragam keluhan tersebut, Gubernur Zul kembali mengingatkan, tugas pemerintah sebenarnya lebih menfasilitasi, mendorong dan mengarahkan atau mengatur secara regulasi.
“Sedangkan terkait permodalan, pengembangan ekonomi dan bisnis, merupakan porsi tugas dari dunia usaha,” katanya.
Menurutnya, kalau generasi muda kita masih berorientasi hanya ingin menjadi PNS, menjadi dokter dan pegawai pemerintah saja, maka etos kerja dan semangat wira usaha sulit diwujudkan.
“Gak bakalan mungkin mau jadi pengusaha,” ungkap Gubernur.
Padahal pedagang soto saja penghasilannya setiap hari bisa mencapai jutaan rupiah.
Menurutnya, orientasi inilah yang menjadi tugas bersama untuk dibangun. Itulah sebabnya, NTB secara bertahap mengirim anak- anak muda yang hebat-hebat ke sejumlah negara, seperti Polandia.
Sehingga ke depan akan lahir generasi yang memiliki semangat wirausaha yang hebat.
Gubernur menambahkan, dalam waktu dekat ini akan banyak event internasional di NTB, seperti perhelatan Motor GP kelas dunia tahun 2021 yang akan menghadirkan banyak tamu.
Diharapkan, peluang tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat NTB.
“Peluang tersebut hendaknya diisi anak-anak muda dan dimanfaatkan koperasi UMKM untuk menggairahkan usaha bisnis mereka,” ujar Bang Zul yang didampingi Umi Rohmi.
Selain Motor GP tahun 2021, juga mulai tahun ini, NTB akan dikunjungi banyak tamu. Misalnya bulan Agustus-September ini, NTB menjadi Tuan Rumah Asian Pasifik Geopark Network (APGN) yang dihadiri ratusan peserta geopark dari berbagai belahan negara di dunia.
Momen itu sangat baik dimanfaatkan masyarakat dan para pengusaha maupun koperasi dan UMKM untuk membangkitkan usaha bisnisnya.
Terkait pengembangan sektor pariwisata, Gubernur mengatakan, sektor itu menyangkut berbagai aspek yang perlu mendapatkan perhatian.
“Sesungguhnya bukan hanya pantai dan obyek-obyek wisata saja, tetapi juga akses jalan, hotel dan fasilitas pendukung lainnya harus disediakan,” kata Doktor Zul.
Bank NTB dimintanya membantu menyediakan permodalan dan meng-asistensi bagi terwujudnya 1000 anak Muda menjadi pengusaha dan wira usahawan.
Juga, membangun etos kerja dan semangat wira usaha di kalangan pemuda. Demikian juga koperasi syariah agar berhubungan dengan bank NTB.
“Dan bila perlu bank NTB membuka layanan 24 jam,” ujar Bang Zul.
Pada acara yang dirangkai dengan penyerahan dana Jaminan Hidup (Jadup) untuk para korban Gempa Bumi itu, Wagub Umi Rohmi menyimak berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat, baik terkait transportasi dan pariwisata maupun akses permodalan dan pembangunan sosial lainnya.
Menurutnya, semua telah menjadi pemikiran pemerintah dan seluruh stake holder untuk tangani bersama-sama.
Terkait semangat wirausaha yang masih rendah, kata Umi Rohmi, memang menjadi tantangan kita bersama untuk diatasi step by step.
Dikatkannya, pengiriman anak-anak muda NTB yang luar biasa, keluar negeri untuk mengikuti pendidikan ke jenjang S2 dan S3, adalah bagian yang terpisahkan dari upaya menyeluruh Pemda NTB untuk membangun wawasan dan etos kerja SDM.
Tujuannya, agar kangan anak muda memiliki semangat wira usaha yang baik.
Disamping beasiswa luar negeri, semua aspek pembangunan di daerah, baik pendidikan menengah dan pendidikan tinggi maupun kesehatan dan penguatan karakter budaya, mendapatkan porsi perhatian yang sama.
“Semua kita perhatikan, diedukasi dan ditangani secara konferehensif dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Termasuk mengedukasi masyarakat di desa, melalui revitalisasi posyandu.
Kegiatan posyandu di setiap desa/dusun sebulan sekali, akan digunakan untuk mengedukasi masyarakat, serta meningkatkan peran semua pihak untuk mewujudkan NTB Gemilang, tegas Wagub.
BACA JUGA ; Dari ‘Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi’, Program Unggulan Luar Biasa, Responnya Belum Luar Biasa
Wagub juga berharap apabila ada aspirasi dan keluhan warga yang belum sempat disampaikan pada forum silahturahmi seperti ini, agar disalurkan melalui aplikasi NTB Care.
“InsyaAllah akan kita tindaklajuti dan carikan jalan penyelesainnya,” kata Umi Rohmi.
AYA/HmS NTB
