Indeks

Gubernur Jelaskan Penanganan Pasca Gempa  Ke Komisi II DPR RI

Gubernur bersama Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyambut hangat kedatangan rombongan DPR RI, Kamis (14/02) siang. (Foto; Hms NTB)
Simpan Sebagai PDFPrint

Komisi II ingin mendapatkan gambaran lengkap, tentang berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelesaikan Rehab dan rekon pasca Gempa

MATARAM.lombokjournal.com  — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menerima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI, untuk mendapatkan penjelasan terkait penanganan pasca bencana, pelayanan publik khususnya perizinan, juga terkait reformasi birokrasi di NTB, Kamis (14/02) siang di ruang kerjanya.

Gubernur bersama Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyambut hangat kedatangan rombongan DPR RI. Saat itu dijelaskan  berbagai kondisi umum dan perkembangan terakhir dalam proses rehab-rekon pasca Gempa di Lombok.

“Kendala-kendala sudah kita selesaikan pelan-pelan, rumah tahan gempa yang diinstruksikan pemerintah, kini sudah lebih banyak pilihannya sehingga lebih mudah bagi masyarakat,” papar Gubernur.

Gubernur juga sempat menyampaikan,  kondisi pasca Gempa Lombok yang membuatnya tersentuh sekaligus bangga dengan warga NTB. Saat pasca gempa di Palu, masyarakat Lombok i yang terkena ikut mengirimkan hasil-hasil panennya ke Palu.

Ketua Tim yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani menyampaikan,  kunjungan ini untuk mendapatkan gambaran lengkap, tentang berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelesaikan Rehab dan rekon paska Gempa.

Termasuk  inovasi – inovasi yang sudah dilakukan pemerintah Provinsi NTB dalam pelayanan publik.

Mardani menanggapi progres penanganan gempa di Lombok yang menurutnya sudah baik.

“Di Inpresnya memang mengamanatkan untuk membangun rumah yang tahan gempa, tidak bisa sembarangan membangun. Bentuknya juga diharuskan bergotong royong. Awalnya memang lambat, namun kini banyak yang berhasil, tinggal mereplikasi dan melanjutkan ke tempat-tempat lain,” Jelas Mardani.

Mengakhiri silaturrahimnya, Mardani  menyampaikan harapan dan upayanya untuk Pemerintah Provinsi NTB.

“Kita akan minta bantuan-bantuan yang sudah direncanakan oleh pemerintah pusat sejumlah 3,5 T dan lain-lain itu segera diturunkan. Kami Juga meminta proyek the Mandalika, smelter di new mount segera di-On kan agar ekonomi masyarakat di NTB dapat bergerak cepat,” tegas Mardani.

Aya/Hms NTB

 

 

Exit mobile version