Musrenbang yang menjadi elemen penting proses berjalannya pembangunan, diyakini mampu menyerap aspirasi masyarakat secara menyeluruh
MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd direncanakan akan hadir membuka dan memberikan arahan umum dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB Tahun 2020 di Mataram.
Karo Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, menegaskan, kehadiran Wagub sesuai perintah langsung Gubernur.
Sedangkan Gubernur DR Zulkieflimansyah diundang langsung dan harus menemui Menristekdikti sesuai Instruksi Presiden beberapa waktu lalu terkait dengan segera beroperasinya secara mandiri 2 Politeknik di Kabupaten Lombok Utara dan di Kabupaten Bima serta proses percepatan Penegerian Universitas Teknologi Sumbawa.
Najam menjelaskan, komitmen peningkatan SDM NTB adalah salah satu Misi Gemilang NTB, Sehat dan Cerdas.
Untuk diketahui, Politeknik di 2 Kabupaten tersebut masih di bawah binaan Unram.
“Gubernur NTB akan hadir didampingi oleh Rektor Unram, Bupati KLU dan Bupati Bima. Kemarin sudah dikoordinasikan dengan Panitia Musrenbang, dua kepala daerah tidak bisa hadir karena menemani gubernur NTB,” jelas Najam.
Tapi gubernur tetap mengawal agenda Musrenbang.
Sebelumnya, Gubernur Zul menghadiri langsung Forum Pimpinan Daerah dan Forum Perangkat Daerah 2019.
Bahkan, dalam dua forum tersebut Gubernur menyaksikan langsung penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi NTB 2020.
Selain itu juga menyaksikan langsung paparan para Bupati dan Walikota se-NTB tentang isu strategis dan usulan program/kegiatan untuk menjamin sinergitas, sinkronisasi dan keberlanjutan program-program pembangunan antara Pemerintah, Pemprov dan Pemkab/Pemkot,” Jelas Najamuddin Amy.
Najamuddin optimis, Musrenbang yang menjadi elemen penting dalam proses berjalannya pembangunan, mampu menyerap aspirasi masyarakat secara menyeluruh. Karena tahapannya dilaksanakan secara berjenjang mulai dari ditingkat bawah.
“Semua aspirasi dan masukan yang didapat, bersama-sama pemerintah akan mengintegrasikan hal itu. Musrenbang tahun ini agak unik dan berbeda karena para Kepala OPD dibekali pegetahuan dan metodologi Balance Score Card (BSC) sehingga bisa mengukur kinerja pembangunan dari perencanaan sampai dengan evaluasinya”, ujar Najamuddin Amy.
Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB
