Dengan kerja keras, dengan jejaring yang luas maka NTB akan menjadi salah satu Provinsi yang paling maju di Indonesia
MATARAM.ombokjournal.com — Industrialisasi merupakan tema besar yang saat ini terus dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Industrialisai bukanlah teori dan narasi belaka dari Zul-Rohmi, tapi gerakan yang harus dilakukan oleh suatu daerah seperti NTB jika ingin mencicipi kemakmuran.
Gubernur Zulkieflimnnsyah yang akrab disapa Bang Zul mengatakan itu saat memberikan sambutan pada malam tasyakuran atas peringatan HUT ke 61 tahun 2019, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Rabu (18/12/2019).
Menurutnya, tidak mungkin NTB dalam usianya yang ke-61 hanya bergelut dengan produk pertanian saja. Harus berani menggunakan industri-industri pengolahan dari hasil pertanian.
“Industrialisasi adalah jawaban bagi kemakmuran masyarakat NTB,” tegs Bang Zul.
Dengan industrialisasi, ungkap pria yang pernah sekolah di berbagai negara ini, akan membuka banyak lapangan kerja baru, sehingga penggangguran dan kemiskinan dapat diatasi.
Pada saat itu, Gubernur Zul mengajak Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, naik ke atas panggung. Wagub Sitti Rohmi Djalilah sudah dikenalnya sejak tahun 2008, jauh sebelum menjadi pasangan gubernur.
Dan sejak itu sudah menjadi partner dan rekan diskusi bersama membangun NTB.
“Saya mengenal Hj. Sitti Rohmi Djalilah ini bukan saja saat maju bersama di kontestan Pilkada NTB, namun beliau ini sahabat lama saya yang luar biasa,” ungkap Doktor Zul seraya meminta Wagub Umi Rohmi memaparkan sejumlah program unggulan dalam pencapaian visi-misi NTB Gemilang.
Gayung bersambut, Wagub Umi Rohmi-pun langsung mengawali penjelasannya dengan program Revitalisasi Posyandu dan NTB Bebas Sampah (Zero Waste).
Ia kembali mengungkapkan, Posyandu merupakan program yang sudah ada sejak dulu. Program ini dilaksanakan setiap bulan di tiap desa di dusun-dusun seluruh Indonesia.
“Pemerintah Provinsi NTB ingin mengintervensi itu,” tegas wanita yang dinobatkan menjadi Wanita Inspiratif Indonesia ini.
Ia menjelaskan akan merevitalisasi Posyandu agar lebih berdaya menjadi Posyandu Keluarga. Tidak hanya untuk promotive-preventif masalah kesehatan. Tapi juga menangani masalah-masalah sosial seperti pernikahan dini, buruh migran, narkoba dan lainnya dapat di edukasi melalui Posyandu Keluarga.
“Ada sekitar 7000 Posyandu di NTB akan direvitalisasi menjadi Posyandu Keluarga, yang melayani anak, remaja, desawa hingga lansia,” terangnya.
Sedangkan program di bidang lingkungan hidup, kata Wagub, pihaknya bersama seluruh Kabupaten/Kota se-NTB berkomitmen untuk mewujudkan lingkungan bebas sampah yang dikenal dengan program Zero Waste.
Program itu, intinya adalah bagaimana menjaga lingkungan kita sebagai karunia yang begitu indah agar bebas dari sampah. Dengan cara memanfaatkan dan mengelolah sampah dengan baik.
Mari kita hijaukan NTB dengan menanam pohon-pohon pada lingkungan dan hutan yang gundul di daerah kita, bersama dan bersinergi menghijaukan kembali NTB,” katanya.
Optimis kemajuan NTB
Gubernur DKI Jakarta H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. yang hadir menjadi tamu istimewa pada Malam Tasyakuran itu.
Mantan Menteri Dikbud RI ini menegaskan, di bawah kepemimpinan pasangan berlatarbelakang ternokrati, yakni Gubernur Dr. H. Zulkieflimansayah, SE., M. Sc dan Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, ia nengaku optimis NTB akan tumbuh menjadi provinsi yang jauh lebih maju lagi.
“Mereka memiliki jejaring yang luas, kemampuan pengelolaan sitem yang baik,” tegasnya.
Menurutnya, Usia 61 bagi sebuah Provinsi adalah usia yang masih sangat muda. Harapan dan asa ke depan masih panjang untuk diwujudkan ke depan, tuturnya.
Ia mengaku yakin, NTB ke depan memiliki peluang kemajuan sangat luar biasa.
Karena dengan kerja keras, dengan jejaring yang luas maka NTB akan menjadi salah satu Provinsi yang paling maju di Indonesia.
Anis juga menjelaskan kedatangannya ke NTB untuk melihat langsung bantuan hibah Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan sekolah di Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur yang rusak karena gempa setahun yang lalu.
Hadir pula sebagai tamu istimewa saat itu, Konjen RRC bersama istri dan Direktur Air Asia Veranita Yosephine Sinaga serta sejumlah tamu undangan lainnya.
AYA/HmsNTB
