Dari hasil pantauan yang dilkukan, ada perbedaan harga beras yakni ada pedagang yang menjual dengan kisaran harga Rp 9.450 per kilo untuk beras medium dan untuk beras Premium berkisar dengan harga Rp.12.800 per kilonya
MATARAM.lombokjournal.com — Harga kebutuhan bahan pokok yang berbeda-beda di sejumalah pasar tradional di NTB, mendorong Dinas Perdagangan Provinsi nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Satgas Pangan Polda NTB, menggelar Rapat Koordinasi dan sinkronisasi sistem pelaporan untuk harga bahan pokok (bapok).
Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly mengatakan, Rakor ini diadakan untuk menyamakan harga bapok seperti Beras,telur dan minyak. Mengingat di sejumlah pasar adanya perbedaan harga jual, salah satunya untuk harga jual beras.
“Kita menyamakan presepsi harga agar laporannya sama, dari 9 pasar yang kita pantau harganya. Dimana nanti laporan ini akan disampaikan ke kementrian perdagangan,” ujar Hj. Putu Selly Andayani, Selasa (15/01).
Ia menjelaskan, untuk menyamakan harga tersebut Pihaknya sudah melakukan pemantauan di sejumlah pasar yang ada di NTB. Pantauan dilakukan di Pasar Bima, kabupaten Bima dan Kota Mataram seperti Pasar Mandalika, Pagesangan dan Kebon Roek.
“kita pantau harga beras, minyak dan telur. Dimana ada harga beras medium yang dijual dengan harga premium. Tetapi setelah kita cek ternyata beras tersebut merupakn beras preium karena ada patahannya itu,” terangnya.
Menurut selly, berdasarkan dari hasil pantauan yang dilkukan ada perbedaan harga beras yakni ada pedagang yang menjual dengan kisaran harga Rp 9.450 perkilo untuk beras medium dan untuk beras Premium berkisar dengan harga Rp.12.800 perkilonya.
Salah satunya seperti pasar yang di Sumbawa, pedagang mencampur beras medium dengan premium, karena d iwilayah tersebut banyak menghasilkan beras dengan kualitas premium.
“Dipasar rakyat memng adA harga Rp 10.500- Rp 11.000 perkilo, ternyata setelah kita cek itu masuk kriteria premium karena patahannya ad sekitar 5-7 persen. sedangkan kalau besaran harga ada di bulog, harga bulog itu Rp 8.500 pekilo,” kata Selly.
AYA.
