Rannya Agustyra Kristiono, Penerus Perjuangan HBK

Putri semata wayang H Bambang Kristiono yang akrab disapa HBK, yakni Rannya Agustyra Kristiono, siap melanjutkan komitmen ayahnya berjuang untuk masyarakat Lombok

MATARAM.LombokJournal.com ~   Rannya Agustyra Kristiono, putri Almarhum anggota DPR RI dapil NTB II P. Lombok, Haji Bambang Kristiono, (HBK), menegaskan komitmennya melanjutkan perjuangan Sang Ayah untuk berkhidmat bagi masyarakat Pulau Lombok.

BACA JUGA: Ritual Adat Selamatan Mata Air Tibu Bunter Desa Jurit Baru

“Apa yang telah dimulai dan dilakukan oleh Ayah saya, tidak boleh berhenti karena alasan apa pun. Saya ingin mendarmabaktikan diri saya untuk masyarakat NTB umumnya, khususnya Pulau Lombok,” ujar Rannya, Senin (31/07/23).

Rannya siap melanjutkan perjuangan HBK
Rannya dan (alm) HBK

Rannya adalah jebolan Brunnel University London,  mengaku akan meneruskan kiprah dan sumbangsih ayahnya, HBK tidak boleh berakhir. Politisi Partai Gerindra yang meninggal saat melakukan kunjungan ke Sulawesi itu, banyak berkontribusi bagi masyarakat Pulau Lombok. 

Rannya bertekad meneruskan kiprah politik sang Ayah. 

Rannya, akan maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok.

BACA JUGA: Rakerda dan Penyusun Renstra AMAN Kota Mataram

“Saya bismillahkan dan wakafkan diri untuk ikut berkompetisi di Pileg DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok. Ini bentuk dedikasi saya kepada perjuangan yang telah dilakukan Ayah saya, kepada masyarakat Pulau Lombok,” uangkap Rannya.

Rannya meminta doa, dukungan dan arahan khususnya bagi senior, kader, dan pengurus Partai Gerindra di Pulau Lombok, serta masyarakat Pulau Lombok. 

Menurut Rannya, gerakan sosial yang telah dilakukan HBK melalui Yayasan HBK Peduli juga akan tetap dilanjutkannya. Program-program prioritas yang telah menyasar dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Pulau Lombok, Rannya akan melanjutkan. “Gerakan sosial HBK Peduli merupakan monumen dan amal jariah untuk Ayah yang akan tetap kami lanjutkan kiprahnya karena itu amanat Ayah sebelum wafat,” ungkap Rannya.

BACA JUGA: Turnamen BUMN Golf Charity Diikuri 120 Pegolf

Rannya melanjutkan, para kelompok masyarakat, kelompok usaha yang telah dibina oleh ayahnya tetap akan menjadi perhatiannya bersama Tim HBK Peduli. 

Sejumlah cita-cita Ayahnya yang belum terlaksana juga akan berusaha ia wujudkan.

“Tentu program-program unggulan lewat gerakan Yayasan HBK Peduli tetap akan kita upayakan,” tukas Rannya.

Lewat jaringan perkawanan yang telah dibina oleh Ayahnya, Rannya mengaku bisa menjadi modal kuat untuk bisa bertarung di pileg DPR RI.

Diketahui, selama HBK berkiprah untuk masyarakat Pulau Lombok, Rannya intens ikut turun dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan ayahnya. Baik yang sifatnya politik maupun sosial.

Nyaris dalam setiap kegiatan yang dilakoni Almarhum HBK di Pulau Seribu Masjid, selalu didampingi Rannya bersama Sang Ibu, Hj Dian BK.

Generasi Muda Perlu Terjun ke Dunia Politik

Rannya mengaku dirinya memang punya minat dan ketertarikan cukup besar terhadap dunia politik. Sebagai anak muda, Rannya ingin agar juga agar generasi muda diberikan panggung yang lebih luas untuk mengaktulisasikan hati dan pikirannya di ranah politik. 

Rannya menegaskan, dirinya telah memantabkan niat terjun ke dunia politik pada Pemilu 2024. Rannya memilih mengikuti jejak sang ayah karena ingin mengabdi untuk masyarakat NTB.

“Saya sejak kecil tidak pernah bermimpi masuk dunia politik.Tapi sekarang setelah ada dorongan ayah dan bunda, saya memutuskan untuk maju ,” kata Rannya.

Gadis 24 tahun ini mengaku, dia memutuskan terjun ke dunia politik karena berniat ingin mengabdi untuk masyarakat NTB. Terlebih, Lombok saat ini sudah menjadi kampung halaman bagi dirinya. 

“Home away from home,” imbuhnya

Rannya mengaku banyak pihak memberi dorongan untuk terjun ke dunia politik. Ia menilai, politik itu bukan tujuan tapi bagaimana bisa sampai ke tujuan.

“Saya terjun ke dunia politik sebagai anak muda karena ingin  memiliki wawasan luas, saya ingin berbuat dari jalur politik,” sebutnya.

Tidak hanya itu, putri HBK ini pun mengakui, akhir-akhir ini ia banyak belajar sebagai seorang muslim yang baik, yang mengajarkan dirinya untuk terus berbagi kepada sesama.

BACA JUGA: HBK Dorong NTB Kembangkan Food Estate Sektor Peternakan

“Saya mohon doanya agar dapat  memperjuangkan pembangunan yang merata untuk kepentingan masyarakat,” janjinya.

Saat ini, kata Rannya banyak sekali ruang yang diberikan kepada anak muda untuk ikut terlibat aktif di kancah perpolitikan tanah air. 

Dirinya pun mengajak kepada generasi muda untuk berani terjun di perpolitikan Indonesia.

“Kita perlu mengisi ruang ini, challenge diri, ketika kita memiliki kemampuan untuk mengambil tongkat estafet kepemimpinan dan partai politik memberikan itu untuk sirkulasi, ” pungkasnya.***

 




Bunda Niken Launching Bhakti Stunting di Lembar

Kegiatan bhakti stunting bukan kegiatan sesaat tapi perlu dilakukan terus-menerus, demi kepentingan masa depan anak

LOBAR.LombokJournal.com ~ Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyaningsih Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bunda Niken mengunjungi Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat dalam kegiatan launching Gotong Royong Bhakti Stunting, di Kantor desa Lembar, Sabtu (29/07/23). 

BACA JUGA: Bhakti Stunting di Desa Pohgading, Bantuan Protein Hewani

Menurut Bunda Niken, Bhakti Stunting bukan kegiatan sesaat, namun dilakukan konsisten karena kasih sayang orangtua kepada anak. 

“Pekerjaan untuk mengupayakan dapur sehat selama 90 hari ke depan bukanlah pekerjaan musiman tapi sesuatu yang harus dilakukan dengan konsisten dan bertanggung jawab, karena kasih sayang kepada anak anak,” ujar Bunda Niken. 

BACA JUGA: Nilai Utama Olahraga adalah Persahabatan

Bunda Niken berpesan, agar para ibu yang diamanahkan sebagai orangtua harus melengkapi diri dengan pengetahuan mengasuh anak secara benar yang diberikan kader PKK, selain pemberian makanan sehat selama 90 hari. 

Dalam bhakti stunting di Lembar, Baznas NTB menyumbang 1000 telur. Dana yang dianggarkan sebesar 265 juta untuk 23 kecamatan se NTB. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Penting Literasi dan Inklusi Pasar Modal

Hadir pula Kepala Desa Lembar dan seluruh kader PKK se Kecamatan Lembar. ***

 

 




Road Show Gebyar PAUD Bunda Niken di Sumbawa

Pelatihan pengajar PAUD menjaDi bagian dari gerakan transisi PAUD-SD yang menyenangkan bagi anak-anak

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Road Show Gebyar PAUD dan pelatihan bagi tenaga pengajar PAUD,SD dan Kader PKK se Kabupaten Sumbawa sukses digelar di Komplek Perkantoran Bupati Sumbawa dengan menghadirkan 500 guru PAUD se Kabupaten Sumbawa, Kamis (13/07/23).

 Bunda PAUD NTB Hj. Niken Saptarini Zulkieflimasyah SE, M.Sc mengungkapkan, kegiatan seperti ini sebagai salah satu upaya menjadikan masa transisi PAUD-SD yang menyenangkan bagi anak-anak. 

BACA JUGA: Siswa Diajak Bijak Gunakan Media Sosial

“Dalam pelatihan ini tentunya menjadi bagian dari gerakan transisi PAUD-SD bagi anak-anak dan sangat menyenangkan, tentunya ini tidak lepas dari perhatian dan sinergi antar pemerintah dalam memberdayakan perempuan, melihat kesejahteraan keluarga, dan melindungi anak,” kata Bunda Niken sapaan akrab istri Gubernur NTB ini.

Sinergitas dan perhatian bersama sangat dibutuhkan dalam pemberdayaan perempuan, kesejahteraan keluarga dan perlindungan anak. 

Dalam evaluasinya sejauh ini, Bunda Niken menilai Kabupaten Sumbawa dalam pelaksanaan program kerja unggulan PKK terlaksana dengan baik dan lancar. 

BACA JUGA: MotoGP Digelar Sirkuit Mandalika, Oktober 2023

Harapannya kedepan tetap menjaga semangat dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga

Bupati Sumbawa Drs. H Mahmud Abdullah mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan memberdayakan PKK dengan maksimal terlebih Posyandu dalam mengatasi stunting dan permasalahan lainnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Gaungkan Fungsi Koperasi

“Kami dari pemerintah Sumbawa dengan maksimal akan memberdayakan PKK terlebih Posyandu dalam mengatasi Stunting dan persoalan lainya,” komitmen H Mo sapaan akrabnya dihadapan Bunda Niken dan Wakil Bupati Sumbawa Dewi Noviany, S.Pd.,M.Pd .*** 

 

 




Maraknya Modus TPPO, Pemprov NTB Tanggapi Serius

Pemprov NTB menanggapi serius maraknya ragam modus TPPO, yang diperlukan melibatkan sinergi semua pihak

MMATARAM.LombokJournal.com ~  Makin marak dan beragamnya modus Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menanggapi serius. 

BACA JUGA: Pekerja Migran NTB yang Disiksa Majikan di Libya

Dua pekerja migran asal NTB korban TPPO
Pekerja migran asal NTB korban TPPO

Untuk penguatan tim pencegahan, Pemerintah Provinsi NTB menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) TPPO di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Selasa (11/07/23).

Isu TPPO di Provinsi NTB butuh penanganan serius yang melibatkan sinergi semua pihak. Terutama semua lini yang memiliki yang punya daya ungkit tinggi untuk menghapuskan TPPO di NTB. 

Hal itu dingkapkan Sekretaris Daerah Provinsi NTB yang diwakili oleh Asisten I Setda NTB. H. Fathurrahman. 

BACA JUGA: Event di Sirkuit Mandalika Harus Dioptimalkan

Penanganan TPPO di NTB membutuhkan penanganan serius dan sinergi semua pihak,” ucap Fathurrahman. 

Beragam modus

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Kemenko, PMK Veronica En’da Wulandari yang hadir dalam rakor itu memaparkan ragam, modus TPPO. 

Di antaranya, perekrutan TPPO secara online, berkedok beasiswa pendidikan, pernikahan, adopsi anak, dan masih banyak lagi. 

Menurut Veronika, di NTB modus TPPO yang masih marak adalah modus PMI menghindari prosedur legal atau unprosedural. 

Para pemangku kepentingan diharapkan lebih menguatkan sinergitas dan kolaborasi untuk melindungi masyarakat dari TPPO. 

BACA JUGA: LIMOFF 2023 Isai, Mimpi Besar Jadi Nyata

“Semoga dengan Rakor ini sinergitas dan kolaborasi para pemangku kepentingan bisa semakin kuat untuk mencegak praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang,” harap Veronika. ***

 




NTB Jadi Trendsetter Fashion Muslimah Indonesia

Corak tenun dan batik asal NTB yang menjadi inspirasi desainer dalam acara LIMOFF 2023 ini, jadi alasan Asri Welas ikut agenda LIMOFF 2023

LOBAR.LombokJournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat atau NTB menjadi pilihan terbaik fashion Muslim Indonesia, dan mampu menjadi trendsetter fashion Muslimah di Indonesia

Pesinetron Asri Welas, yang diketahui sebagai pemeran sinetron “Susah Signal” mengetahui potensi NTB sebagai transetter fashion muslimah. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Bang Zul Menginap di RSJ Mutiara Sukma

Kata Asri Welas, NTB jadi trendsetter busana muslimah Indonesia
Asri Welas

“NTB menjadi pilihan terbaik fashion Muslim Indonesia. NTB mampu menjadi trendsetter fashion Muslimah di Indonesia,” ujarnya kepada awak media, di Stan House of Asri Welas, Maruta Hotel Senggigi, Lombok Barat, Kamis (06/07/23).

Saat ini NTB menjadi perhatian para desainer nasional bahkan internasional, dan mereka  turut ambil bagan Lombok International Modest Fashion Festival (LIMOFF) 2023 yang digelar di kawasan wisata Senggigi, Lombok  Barat, tanggal 6-9 Juli 2023.

Asri Welas, artis ibukota satu ini turut serta membuka stand produk-produk hasil desainnya.

Ia menilai NTB menjadi salah satu pilihan sebagai destinasi Muslim terbaik di Indonesia.  

BACA JUGA: LIMOFF 2023, Wujudkan NTB Pusat Busana Muslimah

Dia mengakui pernah mengikuti pelatihan  bersama dengan 15 UMKM batik, salah satunya asal NTB selama empat hari. 

Melihat corak tenun dan batik asal NTB menjadi alasan kuat Asri mengikuti Agenda Limoff ini. 

“Tenun NTB memiliki khas motifnya menggambarkan kekuatan budaya dan tradisi. Tenun NTB berbeda dari daerah lain. Tenun atau batiknya NTB motifnya memang tidak ada gambar manusia atau binatang Itu, kan satu kekhasan yang ada di daerah lain. Tapi NTB berbeda itu sih alasan kuat aku kesini,” ungkap Asri Welas yang juga memerani sinetron “suami-suami takut istri” ini. 

Asri mengaku, menjadi modis dan tertutup itu susah sekali, namun setelah melihat acara  LIMOFF, banyak menjadi pilihan dan hal ini menjadi referensi

BACA JUGA: Kreativitas Peserta Shell Eco-Marathon Berkembang

“Pilihan baju-baju yang tertutup tapi modis disini banyak sekali. Muslimah tapi stylis itu kan susah iya. tapi disini banyak bisa dilihat dari stand-stand yang ikut meriahkan limoff ini  banyak sekali pilihannya,” kata Asri. ***

 

 




Bunda Niken Launching Dapur Stunting di Loteng

Bunda Niken mengatakan, adanya gotong royong Dapur Stunting berpengaruh besar untuk Masa depan anak-anak

LOTENG.LombokJournal.com ~  Bunda Niken menyampaikan, persoalan Stunting menjadi urgent dan penting diintervensi. 

Apa yang dilakukan saat ini, menurut Bunda Niken, berpengaruh besar untuk anak-anak di masa depan.

BACA JUGA: Bhakti Stunting di Pohgading, Bantuan Protein Hewani

Kata Bunda Niken, masalah stunting penting diintervensi
Nunda Niken

“Tanpa intervensi ini, tentunya khawatir mereka akan tumbuh dengan kurang sempurna dan kurang optimal. Sehingga akan menghambat perkembangannya dan optimalisasinya sebagai manusia,” tutur Bunda Niken. .

Bunda Niken sapaan akrab Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, mengatakan itu saat melaunching Gotong Royong Dapur Stunting dan pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Telur di Kantor Desa Aik Berik, Batukliang Utara, Lombok Tengah, Selasa (04/07/23).

Menurut Bunda Niken, penanganan stunting tidaklah mudah karena merupakan sebuah hasil dari beberapa faktor. Salah satunya adalah kurangnya kemampuan para orang tua dalam memberikan gizi yang baik bagi anak-anaknya.

BACA JUGA: Kasus Pekerja Migran NTB yang Disiksa Majikan di Libya

“Kurangnya kemampuan inilah yang kita dukung dengan bersama-sama melalui gerakan gotong royong yang cukup spesial yaitu Dapur Stunting,” ungkap Bunda Niken.

Dapur Stunting tidak hanya memberi telur saja, melainkan memastikan telur itu sampai kepada mulut anak yang rutin diberikan selama 3 bulan kedepan.

“Mudah-mudahan acara ini bisa berjalan lancar kedepan sehingga anak-anak kita terlepas dari ketidakoptimalan memicu masyarakat lainnya untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan mencegah terjadinya Stunting,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Aik Berik, Muslehudin, menyambut baik program gotong royong Dapur Stunting.

Disebutkan, Desa Aik Berik terus berupaya melakukan terkait dengan penanganan Stunting dengan menyiapkan porsi anggaran untuk memberikan intervensi kebijakan terhadap kegiatan-kegiatan kesehatan.

BACA JUGA: Final MXGP 2023, Semarak “The Spirit of A Culture”

“Jadi seluruh masyarakat di Desa Aik Berik tidak ada alasan lagi untuk tidak memanfaatkan fasilitas yang diberikan dan disiapkan sepenuhnya,” pungkasnya.***

 

 

 




Kasus Pekerja Migran NTB yang Disiksa Majikan di Libya

Para pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan jaringan mafia, mereka menjual belikan pekerja migran.

MATARAM.LombokJournal.com ~  Kasus dua Pekerja Migran Indonesia asal Nusa Tenggara Barat (NTB), yang disiksa majikannya selama bekerja di Libya beberapa waktu lalu, harus diungkap

H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menyampaikan itu saat mendampigi pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menserah terimakan kedua pekerja migran kepada keluarganya masing-masing di Pendopo Gubernur NTB, Senin (03/07/2023).

BACA JUGA: Jemaah Haji Tahun Ini Dapat 10 liter Zamzam

Gubernur menugaskan Kepala Disnakertran untuk menindak tegas pelaku TPPO
Gubernur NTB memberi keterangan pada wartawan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) mengungkap kasus penyiksaan pekerja migran, dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) 

Diketahui, dua pekerja migran Indonesia asal NTB berinisial SM dan JL membuat pengakuan menghebohkan, tentang penyiksaan oleh majikan tempatnys bekerja. 

Dua pekerja migran,SM dan JL, terindikasi menjadi korban TPPO, sebab keduanya diberangkatkan ke luar negeri tanpa prosedur yang legal.

HBK menceritakan kisah awalnya mengetahui musibah yang menimpa dua pekerja migran itu.

Beberapa waktu yang lalu, ia didatangi oleh perwakilan keluarga pekerja migran yang jadi korban penyiksaan, di kantor saya di DPR RI

BACA JUGA: Jemaah Haji Bertahap Pulang ke Tanah Air

“Dan saya sampaikan kepada mereka, kalau memang belum ada yang mengurusnya, insyaa Allah, akan saya ikhtiarkan. Kebetulan Kemenlu RI adalah salah satu mitra saya di Komisi 1 DPR RI,” papar HBK di hadapan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan keluarga korban. 

Usai mendapat informasi tersebut, HBK menghubungi pihak Kemenlu RI dan Kedubes RI (KBRI) di Tripoli, Libya. Ia minta pemerintah melalui Kemenlu RI memberikan atensi serius terhadap kasus kemanusiaan yang menimpa pekerja migran itu.

“Dengan komunikasi dan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, proses pemulangan kedua pekerja migran dari Benghazi, Libya itu dapat berjalan lebih cepat dari waktu yang diperkirakan,” bebernya. 

Atas usaha tersebut, pada Rabu (28/06/2023), SM dan YL akhirnya bisa dipulangkan ke Tanah Air menggunakan pesawat Saudi Airlines. 

HBK menjemput langsung kedua pekerja migran saat tiba di Indonesia, didampingi putri semata wayangnya, Rannya. 

Selanjutnya, HBK menerima pengaduan dari pihak keluarga didapatkan informasi, masih banyak pekerja migran dari NTB yang tidak jelas nasibnya di luar negeri, dan berharap bantuan pemulangan oleh Pemerintah Indonesia.

 “Mari sama-sama kita cari tahu, kita cari informasi, dengan semua akses yang kita miliki seperti media sosial, bagaimana kondisi mereka sekarang,” ujar HBK. 

Menurutnya, kerja-kerja pemberantasan TPPO  harus ada sinergitas dari semua pihak. Tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja (parsial), apalagi orang per orang. 

HBK mengajak semua pihak terkait merapatkan barisan, memperhatikan nasib para pahlawan devisa ini.

Masih banyak diantara mereka, yang saat ini, mungkin sedang mengalami tragedi kemanusiaan.

Dikatakan, pemberantasan TPPO adalah pekerjaan besar, yang tidak mungkin terselesaikan oleh pekerjaan orang perorang. 

Semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat NTB, harus melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam penyelesaian TPPO ini.

BACA JUGA: MXGP Lombok, Persaingan Prado-Febvre

“Cara kerja dan jaringan TPPO ini ibaratnya sudah seperti kegiatan mafia, jejaring mereka sudah merambah kemana-mana, melibatkan banyak oknum dan kaki tangannya. Kita harus mencegahnya sedemikian rupa supaya peristiwa-peristiwa seperti ini tidak terus berulang di kemudian hari,” katanya.

HBK meminta APH untuk mengusut tuntas kasus yang membelit dua PMI asal NTB tsb, sebab HBK khawatir jika dibiarkan, akan makin banyak persoalan serupa terjadi di kemudian hari.

Perlu adanya efek jera yang diberikan kepada para pelaku tindak pidana perdagangan orang ini.

“Atas permintaan pihak Kemenlu RI, tindak pidana TPPO ini harus ditindak-lanjuti dengan penegakan hukum supaya menimbulkan efek jera bagi para pelaku TPPO. Dan saya mendukung penuh upaya pak Gubernur, juga pak Kapolda yang beberapa waktu lalu telah menanda-tangani kerjasama pencegahan dan penindakan TPPO. Kita warga NTB harus bersyukur, memiliki seorang Kapolda yang sangat berintegriras, seorang Gubernur yang sangat peduli kepada warganya. Dan saya percaya kepada beliau berdua”, jelas HBK. 

Respon Gubernur NTB

Di tempat yang sama, Gubernur NTB Zulkieflimansyah pada saat menerima kepulangan kedua korban TPPO tersebut  tidak menafikkan, banyak kasus TPPO yang menimpa masyarakat NTB. 

Pihaknya pun dengan tegas menugaskan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB untuk melakukan tindakan tegas. 

“Ini yang harus disosialisasikan, agar jangan sampai setelah ada masalah, baru mengaku dari NTB. Padahal mereka berangkatnya dari luar NTB,” tegas Gubernur. 

Sebagai Kepala Daerah, Zulkieflimansyah pun mendukung penuh kedua korban untuk melaporkan hal tersebut ke APH.

Salah satu korban, JL, menceritakan dirinya direkrut oleh calo dari Kec. Lape, Kab. Sumbawa. Ia dijanjikan bekerja ke Turki, tapi malah dikirim ke Libya.

“Passport saya atas nama orang lain, makanya nama saya pun disebutnya Anisa, padahal di KTP nama saya adalah JL. Saya baru dikasih passport pada saat tiba di Bandara. Karena passport selama itu  dipegang Calo,” tuturnya.

Cerita Korban Yang Sempat Viral

BACA JUGA: Pekerja Migran Korban Kekerasan di Libya Dipulangkan

Sebelumnya, teman korban atas nama SM mengaku mengalami penyiksaan fisik oleh  majikannya di Libya. Video pendek tsb beredar viral di media sosial sekitar pertengahan Juni lalu.

Dalam video yang viral tersebut, SM mengatakan bahwa dirinya dicambuk pakai selang, dan kepalanya dihantam.

SM minta dipulangkan ke kantor agensinya, tapi tidak dikasih oleh majikannya. Ia juga menelepon pihak agensi, tetapi tidak direspons. 

Karena tidak tahan diperlakukan semena-mena, kemudian Ia bersama salah satu TKW lainnya memilih kabur.

Setelah berhasil kabur dari rumah majikannya, kemudian Ia menelepon pihak agensi untuk minta perlindungan, tapi pihak agensi malah datang bersama majikannya.

Dan kembali membawanya pulang ke rumah majikannya itu.

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Lombok, Korban Penyiksaan di Libya

Sesampai di rumah majikannya, Ia kembali mengalami penyiksaan, kepalanya dihantam dan dipukuli. Selain itu, tubuhnyapun dicambuk memakai selang. Bekas cambukannya masih berbekas, berupa luka memar di bahu sebelah kanan.***

 

 




Tindak Asusila ayah dan kakek pada Anak dan Cucu Kandung

Persetubuhan atau tindak asusila yang dilakukan ayah dan kakek pada anak dan cucu kandungnya jadi perhatian publik di Maluku

AMBON.LombokJournal.com ~  Tindakan asusila dilakukan oleh ayah dan kakek kandung terhadap 5 (lima) orang anak kandung dan 2 (dua) orang cucu kandungnya..

Peristiwa tindakan asusila yang terjadi di Ambon, Maluku itu berlangsung sejak 2007 dengan anak-anak kandung pelaku sebagai korban, namun baru terungkap pada 2022 lalu.

BACA JUGA: Pelaku Kekerasan Seksual di Maluku Dihukum Seumur Hidup

Terungkapnya perilaku asusila itu saat kedua cucu kandung pelaku turut menjadi korban. 

Kasus tindakan asusila ini pun terungkap berkat andil dan keberanian salah satu korban yang melaporkan aksi pelaku ke Polres setempat sehingga atas gerak cepat Aparat Penegak Hukum (APH)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam mengungkapkan itu dalam kunjungan di Ambon, Maluku menemui para penyintas kasus kekerasan seksual di Maluku.

Menteri juga melakukan dialog dengan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) dari kelompok minoritas dan daerah terisolasi. 

Para penyintas yang berdialog dengan Menteri Bintang Puspayoga, di antaranya 2 (dua) orang anak kandung dan 2 (dua) orang cucu kandung korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) oleh ayah dan kakek kandung.

BACA JUGA: Korban KDRT, Bertengkar Hebat Seorang Suami Bunuh Istri

Dan 1 (satu) orang korban TPKS oleh 6 (enam) pelaku, serta 2 (dua) orang AMPK asal Pulau Buru.

“Salah satu kasus TPKS yang menyita perhatian publik adalah kasus persetubuhan yang dilakukan oleh ayah dan kakek kandung terhadap 5 (lima) orang anak kandung dan 2 (dua) orang cucu kandungnya,” ujar Menteri BIntang Puspayoga di Maluku, dilansir dari laman kemenpppa.go.id, Selasa (27/06/23). 

Ayah dan kakek pelaku TPKS berhasil divonis hukuman penjara seumur hidup

Dialog dengan penyintas korban TPKS dilakukan untuk menggali lebih dalam akan pengalaman dan upaya yang dilakukan penyintas dalam melaporkan tindakan asusila yang dialami. 

Serta memberikan dukungan psikososial dan bantuan spesifik perempuan dan anak kepada para penyintas. 

BACA JUGA: Anak Korban KDRT, Ibunya Meregang Nyawa

Pada pertemuan tersebut, Menteri PPPA di dampingi oleh Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar dan Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 KemenPPPA. Turut serta mendampingi adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Maluku. ***

 

Sumber: kemenpppa.go.id




LIMOFF Diramaikan 150 Brand, Targetkan 12 Ribu Pengunjung

Penyelenggaraan LIMOFF bertujuan untuk mempromosikan dan merayakan warisan budaya Lombok melalui fesyen

LOBAR.LombokJournal.com ~ Sebanyak 109 designer Internasional dan nasional siap memeriahkan Lombok International Modest Fashion Festival  atau LIMOFF,  yang berlangsung tanggal 6 – 9 Juli 2023 di Merumata Hotel Senggigi Lombok Barat.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah membuka  Kick Off LIMOFF secara virtual, Selasa (27/06/23).  

BACA JUGA: NTB Ingin Menjadi Pusat Busana Muslim Dunia

Penyelenggaraan LIMOFF bukan hanya fesyen tapi mengenalkan indtri lokal dan budaya Lombok
Busana Muslim

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB ini berkomitmen dan akan terus mendukung gelaran LIMOFF.

“Kita akan mendukung sepenuhnya terkait event LIMOFF karena ini salah satu ikhtiar menjadikan NTB sebagai pusat Busana Muslim Nasional,” tutur Bang Zul.

LIMOFF diramaikan 150 Brand, 15 Guest Desainer dari Indonesia dan Asean Designers Philipines, Singapore, Cambodia, Malaysia dan Brunei Darusalam, 16 Dekranasda dari berbagai Provinsi dan Kabupaten dan Target Pengunjung 12.000 orang.

Bang Zul mengucapkan selamat datang kepada seluruh designer ke Provinsi NTB. 

“Selamat datang di Lombok, NTB,” ungkap Bang Zul.

Ketua Dekrenasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zuklieflimansyah menjelaskan, event LIMOFF bertujuan untuk mendukung dan menampilkan bakat jenama fesyen lokal dan pengrajin tekstil di Lombok. 

BACA JUGA: Mohon Keberkahan Jelang MXGP Lombok

“Dengan menyediakan platform bagi para kreator ini untuk menampilkan karya mereka, festival ini bertujuan untuk mempromosikan dan merayakan warisan budaya Lombok melalui fesyen,” jelasnya.

Selain fesyen, LIMOFF juga akan menjadi ajang promosi pariwisata, kerajinan tangan, dan industri kuliner di Lombok

Para pengunjung akan memiliki kesempatan untuk menemukan berbagai aspek budaya dan ekonomi Lombok, sekaligus mendukung bisnis dan pengrajin lokal. 

Festival ini akan menampilkan berbagai kegiatan, seperti peragaan busana, lokakarya, dan pameran, yang dapat dinikmati semua orang.

“LIMOFF bukan hanya ajang fashion, tapi juga kesempatan bagi pengunjung untuk belajar tentang Lombok dan keunikan budayanya,” ujar Bunda Niken. 

Menurutnya, festival ini merupakan upaya mendukung industri lokal, memamerkan produk mereka yang memiliki kualitas sangat tinggi, serta menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal pulau dan orango-rangnya. 

BACA JUGA: Ini Cara Pemprov NTB Tangani Samnpah MXGP Samota

“Para pengunjung nantinya diharapkan mendapatkan pemahaman dan memberi apresiasi yang lebih dalam tentang kekayaan warisan budaya Lombok,” kata Bunda Niken. ***

 

 




Pelaku Kekerasan Seksual di Maluku Dihukum Seumur Hidup 

Mentreri PPPA Bintang Puspayoga berharap korban kekerasan seksual untuk berani bicara dan melaporkan kejadian yang menimpanya

AMBON.LombokJournal.com ~ Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan sanksi pidana maksimal untuk Ayah dan kakek kandung pelaku tindak pidana kekerasan seksual  atau TPKS yang korbannya adalah anak dan cucu kandungnya.

BACA JUGA: Tinfak Asusila Ayah dan Kakek pada Anak dan Cucu Kandung 

Menteri PPPA menekankan agar korban kekerasan seksual berani melapor
Menteri Bintang Puspayoga

Dalam kunjungan di Ambon, Maluku, Senin (26/06) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menekankan, keberanian dari penyintas untuk melaporkan dan bicara kejadian kekerasan seksual  yang dialaminya, jadi titik terang dari proses penanganan dan penegakan hukum perkara itu. 

Penegakan hukum yang memberikan rasa keadilan bagi korban pun menjadi langkah penting bagi KemenPPPA dan APH untuk terus mendorong korban kekerasan seksual berani berbicara. 

Tidak hanya pada saat putusan di pengadilan, keberpihakan terhadap korban kekerasan seksual diharapkan terjadi dalam seluruh proses penegakan hukum mulai dari penyelidikan hingga penuntutan.

BACA JUGA: Anak Korban KDRT di Jateng, Ibunya Meregang Nyawa

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas keberanian para penyintas dalam berbicara atau melaporkan kejadian yang dialami sehingga APH dapat bergerak cepat dalam upaya penegakan hukum yang hasilnya pun sungguh luar biasa. Khususnya, dalam kasus TPKS oleh ayah dan kakek kandung, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan sanksi pidana maksimal terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual. Putusan tersebut memberikan harapan bagi kita semua untuk terus menuntut penegakan hukum yang berkeadilan dan berperspektif korban sehingga diharapkan dapat melahirkan efek jera,” tutur Menteri PPPA.

Dalam upaya pencegahan kasus TPKS di masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) secara masif menggencarkan kampanye Dare to Speak Up atau Berani Berbicara kepada masyarakat.

Tujuannya mendorong korban, keluarga korban, dan masyarakat umum untuk berani melaporkan berbagai tindak kekerasan yang dialami atau diketahui. 

Selain itu, kehadiran Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) pun serta merta memberikan perlindungan yang komprehensif kepada korban, keluarga korban, dan saksi atas kejahatan terhadap martabat manusia dan pelanggaran atas hak asasi manusia.

Menteri PPPA juga mengingatkan DP3A dan UPTD PPA Provinsi Maluku agar dapat terus mengawal dan berpartisipasi dalam proses pendampingan yang dibutuhkan oleh penyintas, meskipun sudah kembali menjalani kehidupan normal.

Dan penyintas anak pun melanjutkan sekolah seperti biasa. Setelah kejadian TPKS yang dilakukan oleh ayah dan kakek kandung. 

BACA JUGA: Polres Sumbawa Terjunkan 65 Persinel untuk MXGP Samota

Penanganan penyintas langsung dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah pusat, serta diberikan rumah tinggal di salah satu kawasan perumahan di Kota Ambon. 

“Meskipun para penyintas telah menjalani hidupnya kembali secara normal, masih diperlukan dukungan dan pengawalan ketat dari DP3A dan UPTD PPA Provinsi Maluku, terutama pada para penyintas usia anak yang membutuhkan perhatian lebih untuk memastikan hak-haknya terpenuhi. Saya harap pengalaman para penyintas ini dapat menjadi inspirasi dan menebar bibit keberanian kepada para penyintas korban TPKS lainnya untuk berani berbicara dan melapor,” tandas Menteri PPPA..***

 

Sumber : kemenpppa.go.id