Kuliner Sumbawa, Dikemas Steril untuk Event MXGP

Jelang perhelatan MXGP of Indonesia 2022, produk kuliner khas Sumbawa didorong aktif  di event internasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sambut perhelatan MXGP of Indonesia Samota Sumbawa 2022, produk kuliner lokal IKM NTB didorong berinovasi dalam pengemasan makanan, sehingga makanan yang akan dipasarkan dapat disajikan secara tahan lama dan steril.

kemasan kuliner lokal untuk pasar internasional

Menurut Nuryanti, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Balai Kemasan NTB telah melakukan proses uji coba pengembangan kuliner Sumbawa, yakni Sira bagek dan Sira padang, ke dalam kemasan steril tahan lama. 

BACA JUGA: Bunda Niken: Menyelamatkan Lingkungan Dimulai dari Rumah

Ini merupakan satu upaya untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk olahan IKM NTB.

“Strategi kemasan steril tahan lama menjadi salah satu opsi untuk mendorong produk IKM NTB terlibat secara aktif pada event internasional MXGP yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat di NTB,” tuturnya, Rabu (08/06/22).

Ia menambahkan, event MXGP ini tentunya menjadi pintu gerbang buat IKM NTB dalam membangun pasar internasional. 

Mari bermimpi bahwa produk IKM NTB dapat melanglang buana ke dunia internasional, tentunya dengan mekanisme kemasan steril yang tahan lama. 

BACA JUGA: Upacara Pelepasan Akhiri Kegiatan Latsitardanus XLII

“Membangun mimpi harus dengan langkah pertama. Bimtek kemasan steril ini tentu menjadi bagian dari langkah pertama tersebut. Bersama Balai Kemasan Disperin NTB,” katanya. ***

 

 




PKK NTB Bersama UNICEF Wujudkan Percepatan BASNO

Bunda Niken berharap PKK NTB jadi mitra strategis UNICEF untuk mengedukasi remaja anak anak melalui Posyandu Keluarga,

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Penggerak  PKK Provinsi NTB menjalin kerjasama dengan United Nation Children’s Fund (UNICEF) bersama Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) NTB terkait Percepatan Buang Air Sembarang Nol (BASNO) dan Kampanye Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Ketua TP – PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah sangat mendukung berbagai program yang  dilakukan oleh UNICEF dan YKMI. 

Bunda Niken (kiri)

“PKK Provinsi NTB bersama Dasawisma,  sangat mendukung berbagai program yang dilakukan oleh UNICEF dan YKNI. Harapannya agar PKK dapat menjadi mitra strategis terutama untuk mengedukasi remaja anak anak melalui Posyandu Keluarga,” tutur Bunda Niken saat menerima audiensi UNCEF dan YKMI di Pendopo Kantor Gubernur NTB, Rabu (08/06/22).

BACA JUGA: Bunda Niken di Lobar, Menguatkan Manajemen PKK

Koordinator Pembangunan Bidang Kesehatan dan Sosial Budaya Bappeda Provinsi NTB, Taufiq Hari Suryanto, SKM.,mengatakan, kehadiran perwakilan UNICEF untuk melihat secara langsung program-program yang telah dilaksanakan oleh YKMI NTB.

“Tadi kami sudah meninjau sekolah SLB 2 Mataram di Cakranegara dan beliau puas melihat perkembangan sarana dan prasarananya, Kami dari Bappeda tetap mengawal berbagai kegiatan dan sebagai support untuk pencapain berbagai target indikator yang sudah kita tetapkan,” katanya.

Preetha Prabhakaran Bisht, Wash Spesialist UNICEF memberikan apresiasi kepada Provinsi atas capaian yang dilakukan dalam mewujudkan NTB BASNO. 

Sebanyak empat Kabupaten/Kota yang masih berupaya untuk menjadi BASNO meliputi Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Yuni Riawati, Kepala Kantor Perwakilan YKMI NTB mengatakan, YKMI bersama UNICEF telah bekerja sejak tahun 2020 terutama untuk isu sanitasi dalam kondisi darurat

BACA JUGA: Wagub NTB Targetkan Nilai SAKIP A Tahun 2023

Pada tahun 2020 saat pandemi Covid – 19 YKMI bersama Unicef memberikan dukungan sarana cuci tangan, pendistribusian handsanitizer, disinfektan, sabun cair dan sarana fasilitas kesehatan terutama puskesmas dan juga untuk sekolah PAUD. ***

 




Bunda Niken di Lobar, Menguatkan Manajemen PKK

Roadshow di Lombok Barat, Bunda Niken memotivasi penguatan pengelolaan Dasawisma hingga cegah perkawinan dini

LOBAR.lombokjournal.com ~ Sekretariat PKK penting agar tata kelola organisasi seperti PKM akan semakin kuat dan mapan, karena itu semua desa di Lombok Barat diminta 

membangun Kantor Sekretariat PKK. 

Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyampaikan harapan itu di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa (07/06/22).

Menurutnya, sekretariat ini akan memperkuat manajmen pengelolaan Dasawisma PKK.

Apalagi PKK Provinsi akan menggelar Lomba Dasawisma. Seluruh desa se Lombok Barat diharapkan berbenah agar meraih yang terbaik di tingkat rovinsi NTB. 

Bunda Niken silaturrahmi dengan PKK Desa se Lobar

Hj Niken juga berharap, desa bisa menghasilkan produk dan kreativitas lokal serta inovasi dan produk unggulannya.

BACA JUGA: Pembangunan Rocket Motor Circuit MXGP, Sudah 60 Persen

“Dasawisma yang produktif bisa memberikan semangat kepada desa lainya yang Dasawismanya belum maksimal,” kata Bunda Niken. 

Pada acara silaturrahmi dengan seluruh Ketua TP. PKK Kecamatan/desa/Kelurahan se Kabupaten Lombok Barat itu,  Bunda Niken juga mendorong tiap desa punya perpustakaan desa. 

Perpustakaan menjadi wahana belajar masyarakat desa untuk menambah wawasan keilmuannya dengan literasi perpustakaan desa. 

Kata Bunda Niken, bagi yang belum memiliki perpustakaan kami dorong  Kadesnya bisa mendirikan perpustakan. TP. PKK NTB bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip akan mengawal perpustakaan desa. 

“Diharapkan anggota keluarga punya waktu  30 menit untuk membaca  yang besar manfaatnya. Dengan membaca di lingkungan keluarga akan terbangun komunikasi yang baik antara anggota keluarga itu sendiri. Karena itu hendaknya mulai dirintis terbentuknhya  Perpustakaan Desa,” kata Bunda Niken.

Peningkatan ekonomi

Bunda Niken juga menyinggung  Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Program UP2K memiliki peran pokok meningkatkan keterampilan serta keahlian Kader PKK, yang berdampak peningkatan ekonomi keluarga.

“Pengembangan UP2K perlu untuk terus dikembangkan di desa dan desa juga perlu membentuk koperasi desa, sehingga bisa mengajukan permodalan kepada lembaga keuangan bagi peningkatan ekonomi keluarga,” tandasnya. 

Angota PKK Desa didorong bisa berkebun/bertani dengan memanfaatkan pekarangannya, menanam komoditi-komoditi pangan yang bisa menunjang ketahanan pangan keluarga. 

Kareba itu berharap tiap desa bisa menyiapkan kebon bibit. 

Kebon Bibit secara mandiri ini penting, mengingat  kebutuhan-kebutuhan bibit bagi anggota bisa dipenuhi  dan dikelola secara bergiliran. 

Terkait dengan kesehatan seperti pelaksanaan KB Bunda Niken mengnginkan agar dipastikan pelayanan KB maupun pelayanan kesehatan lainnya kepada masyarakat, melalui Posyandu Keluarga.

Selain itu, PKK tidak mengabaikan kelestarian lingkungan masing-masing dengan cara tetap memilah dan memilih serta mengolah sampah organik dan an-organik. Mengingat sebagian besar produk sampah terbnayak berasal dari limbah keluarga.  

“Jika kita bisa memilah sampah dengan baik, maka akan menjadi berkah bagi keluarga kita sendiri.  Dengan pemilihan sampah yang terus-menerus bisa memberikan kontribusi lebih pada pelestarian lingkungan,” ujarnya.

PKK Lombok Baat diakui telah melakukan berbagai trobosan-terobosan yang diharapkan bisa ditiru oleh kabupaten/kota lainnya di NTB. 

Masalah stunting juga tak luput dari perhatian Bunda Niken. 

Pernikahan usia dini yang mengakibatkan gangguan kesehatan pada kehamilan muda akan berdampak pada kesehatan anak yang dilahirkan. 

BACA JUGA: Desa Kumbang, Lotim, Calon Percontohan Desa Antikorupsi

“Salah satu akibatnya anak yang dilahirkan bisa jadi stunting, karena asupan gizi yang kurang. Karena itu kita harus  mengawasi remaja-remaja agar ke depan menjadi ibu-ibu yang sehat  sehingga menghasilkan generasi yang sehat pula,” katanya. 

Bunda Niken menyampaikan, bulanAgustus mendatang akan digelar Jambore TP PKK se NTB, akan menggelar berbagai lomba termasuk lomba pidato bagi Ketua TP PKK Desa.

Asisten II Bidang Perekonomian Setdakab. Lombok Barat Rusditah menyampaikan, penurunan angka kemiskinan, angka rata-rata usia sekolah tertinggi di NTB upaya-upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, peningkatan derajat kesehatan termasuk pencegahan perkawinan usia dini, tidak lepas peran PKK Lobar rajin turun membina.

Ketua TP. PKK Lombok Barat, Hj. Kharatun Fauzan Khalid mengemukakan, Roadshow PKK rutin dilaksanakan setiap tahun, diharapkan menjjadi momentum bersama embangkitkan kepedulian terhadap program kependudukan KB dan pembangunan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.***

 

 




Kader PKK Diajak Bimbing Orang Tua Bina Karakter Anak

Bunda Niken mengajak kader PKK mengedukasi orang tua agar dapat membimbing anak

KLU.lombokjournal.com ~  Seluruh kader TP – PKK diajak membina dan  membimbing para orang tua, agar menjadi memperhatikan pembinaan karakter dan penguatan karakter anak. 

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat melakukan kunjungan Pelayanan KB, Display Diversifikasi Pangan lokal, dan UP2K PKK di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Senin (06/06/22).

Ajak kader PKK bimbing orang tua

“Peran TP PKK dapat memberikan  edukasi kepada orang tua agar dapat membimbing anak, diberikan penjelasan bahwa jangan cepat – cepat menikahkan anak, jangan melihat menikahkan anak bahwa kita bebas, sebenarnya tidak,” ungkap Bunda Niken .

Ia menjelaskan terkait  program Dasawisma merupakan program kerja PKK mulai dari pusat sampai ke desa-desa. Terdiri dari kelompok ibu dari 10 Kepala Keluarga (KK), yang melakukan aktivitas bermanfaat bagi keluarga. 

BACA JUGA: Roadshow PKK di Lombok Utara, Bahas Stunting 

Terutama kegiatan mewujudkan program-program dalam bidang meningkatkan ketahanan keluarga, baik ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

“Harapan saya ada satu dasawisma yang aktif yang akan dibina langsung oleh ibu Ketua TP PKK desa,” kata Bunda Niken.

Ia mengatakan,  Dasawisma ini nanti akan dilombakan, dasawisma yang aktif, mempunyai buku dasawisma yang memiliki berbagai kegiatan, memiliki kebun sendiri, dan punya P2K. “Jadi kalo sudah aktif dasawismanya sangat bagus,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, agar setiap dasawisma di NTB dapat memiliki produk, yang dapat didukung berbagai stakeholder seperti Kantor Desa untuk kegiatan hajatan dan lain sebagainya. 

BACA JUGA: Menkes Mengapresiasi Transformasi Kesehatan di NTB

“Semua harus dari desa tersebut jangan beli ditempat lain, sehingga ibu-bu dapat mendukung permasalahan di desa masing – Masing,” tuturnya. ***

 




Roadshow PKK NTB di Lombok Utara, Bahas Stunting

Bupati Lombok Utara berharap, roadshow memberi pemahaman penyebab stunting pada penggiat PKK di KLU

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah pertama kegiatan Roadshow dan Kajian Bareng (Kabar) Bunda Niken di Pulau Lombok.

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto, menyambut Roadshow Ketua TP-PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama Wakil Ketua I Hj. Lale Prayatni, yang diikuti para Kepala PD NTB,  Senin (6/6/2022). 

Ketua TP PKK Lombok Utara, Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu dan Ketua GOW Yunita Aprilina Danny Karter FR, para Kepala PD KLU serta sejumlah organisasi wanita yang ada di KLU juga ikut menyambut.

Roadshow dengan membahas stunting
Hj. Niken Saptarini dan Hj. Galuh Nurdiyah

Roadshow kali ini dirangkaikan dengan Kajian Bareng (Kabar) Bunda Niken, yang mengusung tema ‘Stunting Akibat Pernikahan Dini’. 

Narasumber Kabar Bunda Niken dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara. 

BACA JUGA: Wisata ke Lombok? Wajib Kunjungi Lombok Utara

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak-anak, akibat kekurangan gizi pada rentang waktu seribu hari pertama kehidupan anak. 

Kondisi itu memberi efek jangka panjang dari usia anak-anak, dewasa hingga lanjut usia. Studi World Health Organization (WHO) mengungkapkan, stunting diakibatkan oleh pernikahan dini.

Penderita stunting tertinggi

Ketua TP PKK KLU Hj. Galuh Nurdiyah menyampaikan selamat datang rombongan TP-PKK Provinsi NTB di KLU. KLU menjadi daerah dengan angka penderita stunting tertinggi di Provinsi NTB. 

Hal itu perlu diatensi dan dipahami bersama, para pihak mesti berperan serta dalam mengurangi angka stunting di Lombok Utara. 

“Pengurus PKK Desa se-KLU agar mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir, sehingga output yang didapatkan bermanfaat bagi kita semuanya,” kata Ketua TP PKK KLU H. Galuh. 

Hampir senada, Bupati Djohan mengharapkan output kegiatan roadshow ini dapat memberikan pemahaman kepada ibu-ibu dan warga Lombok Utara tentang bahaya pernikahan dini, yang menjadi salah satu penyebabkan stunting. 

Ia mengajak para pihak secara bersama-sama mensosialisasikan dampak dari pernikahan dini kepada masyarakat. 

“Apapun yang menjadi hajat kita bersama dapat terlaksana dengan baik. Dengan kegiatan roadshow ini dapat terjalin relasi dengan semua pihak dalam rangka mengurangi angka stunting dan kemiskinan di KLU,” ujar bupati. 

BACA JUGA: Kirab Drumband Meriahkan Desa Segara Katon di KLU

Menurutnya, kehiadiran Ketua TP PKK Provinsi di KLU akan memberikan tambahan wawasan bagi Ketua TP PKK Desa se-KLU, dan seluruh peserta kegiatan Kabar Bunda Niken ini. 

Sementara Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini menyampaikan harapannya kepada Pengurus PKK di KLU, untuk terus aktif serta dapat memberikan manfaat yang baik bagi keluarga dan masyarakat. 

“Perlu ada bimbingan dan edukasi bagi orang tua untuk tidak terlalu cepat menikahkan anaknya,” kata Hj Niken. 

Kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Bareng (Kabar) Bunda Niken dipandu langsung Ketua TP PKK Provinsi NTB***

 




Bunda Niken: di Dompu Kekerasan terhadap Perempuan Tertinggi 

Road Show di Dompu, Bunda Niken ungkapkan tahun 2020, di Dompu kasus kekerasan terhadap perempuan menempati posisi teratas

DOMPU.lombokjournal.com ~ Angka kekerasan terhadap perempuan di Provinsi NTB mengalami kenaikan secara konstan. 

Tahun 2020, jumlah angka kekerasan terhadap perempuan mencapai  363 kasus.

Bunda Niken atau Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah,  Ketua TP.PKK Provinsi NTB memaparkan data itu saat memandu acara road show Kajian Bareng (Kabar) Bunda Niken melalui hybrid dan offline, Rabu (25/05/22) di aula pendopo Bupati Dompu.

Bunda Niken mengungkapkan angka kekerasan terhadap perempuan
Hj Niken Saptarini Widyawati

Ia tengah melakukan kunjungan kerjanya ke Kota Bima, Kabupaten  Bima dan Dompu, “Kabupaten Dompu, pada tahun 2020 yang lalu merupakan daerah yang menempati posisi teratas, dengan 26 kasus kekerasan perempuan lebih banyak dibanding daerah lain,” kata Bunda Niken.

Tapi tahun 2021, angka kekerasan di kabupaten Dompu tersebut mengalami penurunan menjadi 22 kasus.

Namun secara keseluruhan di NTB, pada tahun 2021,  angka kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami kenaikan hingga 462 .

BACA JUGA: Program TP PKK Diminta Selaras dengan Pemerintah Daerah

Diperlukan sosialisasi dan edukasi yang masif kepada kaum perempuan dan masyarakat, agar membangun kesadaran kolektif.

“Sehingga bentuk kekerasan itu dilakukan tidak hanya bentuk fisik, namun secara psikis, seksual dan ekonomi. Termasuk ekploitasi dan juga kekerasan lainnya,” jelas Bunda Niken.

Masyarakat juga harus lebih memahami hak-hak perempuan, sehingga tidak lagi terjadi angka kekerasan terhadap perempuan.

Keluarga merupakan tempat asuh yang baik untuk mendidik dan saling mencintai bagi orang tua, untuk mengajarkan anak tentang menghargai, melindungi serta menghormati hak perempuan dan anak.

“Betapa pentingnya keluarga dan peran orang tua untuk hal ini,” tutur Bunda Niken.

Saling memahami

Ketua PKK Kab. Dompu Hj. Lilis Suryani Kader Jaelani mengatakan, bersama gabungan organisasi wanita, selalu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak dan remaja.

“Lebih utama adalah saling memahami dan percaya dalam keluarga. Begitupun dalam lingkungan masyarakat agar perempuan juga dihormati haknya,” kata Lilis.

Ditambahkan, perempuan tidak pernah  mengharapkan apapun bentuk kekerasan terhadap perempuan. 

Namun kejadian seperti ini masih saja terjadi disekiling kita. Baik terjadi akibat adanya laporan atau tanpa diketahui oleh publik.

Psikolog Klinis UPTD PPA Dompu, Najwah Naeli, S.Psi. M.Psi menjelaskan, pada perempuan dapat pada sisi positif.  Artinya dari rahim perempuanlah terlahir generasi penerus. 

Kekerasan ini juga disebabkan oleh banyak faktor, adanya perbedaan perempuan dan pria, pendidikan, gangguan mental dan sebagainya.

“Faktor ini menjadi salahsatu perempuan menjadi korban kekerasan,” terang Najwah Naeli.

BACA JUGA: Penembakan Texas, 19 Siswa dan 2 Guru Tewas

Termasuk juga akibat pengasuhan yang otoriter dan keras dalam keluarga, dan biasanya sering dilakukan oleh orang tua laki-laki atau bapak.

Sehingga ketika anak sudah mulai memasuki umur 10 tahun, ia akan mulai milih untuk modeling atau mengikuti gaya salahsatu anggota keluarganya.

“Misalnya ayah yang melakukan pemukulan terhadap ibu, maka anak akan merekam dalam benaknya dan berpikir bahwa bila ada masalah maka kekerasanlah yang dilakukan,” ujarnya.

Kepala DP3AP2KB Kab. Dompu Hj. Shelly Andayani mengatakan, untuk menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak butuh kerjasama dan sinergi semua pihak.

“Seluruh komponen masyarakat, OPD, organisasi wanita, TP.PKK, aparat keamanan untuk memberikan edukasi dan bersama secara masif mensosialiasikan hak perempuan,” ajaknya.

Karena memang berdasarkan data, angka kasus kekerasan di Dompu masih tinggi. Maka kepedulian semua pihaklah kunci untuk ini semua.

Duta Genre NTB asal Dompu, Muh. Aditya mengatakan, kekerasan terjadi akibat masih ada stigma bahwa laki-laki berbeda dengan perempuan.

“Misalnya, pria masih anggap perempuan lemah, padahal orang hebat itu terlahir dari perempuan hebat,” kata Adit.

Maka, kepedulian dan tindakan yang baik dari orang dewasa serta masyarakat menjadi contoh bagi anak, remaja dan generasi muda dimasa yang akan datang.

Hadir pada kegiatan tersebut Pimpinan DPRD, Sekda, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, DW, GOW dan ketua TP. PKK Kecamatan dan desa se Kabupaten Dompu. ***

 

 




Program TP PKK Diminta Selaras dengan Pemerintah Daerah

Peringatan HKG di Dompu, Bunda Niken ingatkan program TP PKK agar selaras dengan program Pemerintah Daerah 

DOMPU.lombokjournal.com ~ TP. PKK diminta menyelaraskan program-programnya  dengan kebijakan pemerintah melalui program kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widiyawati mengingatkan itu di aula Pendopo Bupati Dompu, Rabu (25/05/22)

Bunda Niken melakukan Road Show kunjungan kerja di Dompu, yang dirangkai dengan peringatan hari kesatuan gerak (HKG) tingkat Kabupaten Dompu. 

HKG PKK ke-50 tingkat kabupaten Dompu, yang merupakan tidaklanjuti peringatan HKG PKK tingkat provinsi NTB telah dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2022 yang lalu di mataram.

Mengingatkan perlunya menselaraskan program TP PKK dengan OPD

“Sinergitas dan kemitraan program antara PKK dan OPD termasuk instansi lainnya merupakan perwujudan akar budaya kita,” katanya.

Saat itu hadir Bupati Dompu, Ketua TP. PKK Dompu Hj. Llis Suryani dan Ketua GOW Dompu, Faridah H. Syahrul Parsan.

BACA JUGA: Joki Cilik Jadi Bahasan Ramai dalam Program Kabar Bunda Niken

Disampaikan Bunda Niken, TP. PKK Provinsi NTB telah melakukan rapat klinis sinergitas dengan OPD Provinsi NTB pada bulan Februari 2022 yang lalu. Ia berharap TP. PKK di Dompu juga bisa melaksanakan hal sama untuk menyamakan program.

Sehingga, dalam upaya mengatasi permasalahan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, dapat teratasi dengan program-program yang bersifat strategis dan prioritas. 

“Seperti pembinaan karakter, pendidikan dan peningkatan ekonomi, penguatan ketahanan,  kesehatan keluarga dan lingkungan,” kata Bunda Niken.

Gerakan PKK di indonesia telah dilaksanakan selama 50 tahun dan pada diperingati hari kesatuan gerak (HKG) PKK  ke-50 ini, sebagai tahun emas gerakan PKK dengan tema “Limapuluh tahun gerakan PKK: Berbakti untuk bangsa berbagi untuk sesama”.

Tema tersebut diharapkan melekat dalam hati sanubari jajaran pengurus TP. PKK dan seluruh kader PKK. Dan jadi tekad bersama dalam pengabdian mengelola gerakan PKK secara berjenjang menuju NTB gemilang.

Selaras dengan visi misi pembangunan Kabupaten Dompu

Sementara itu, Bupati Dompu Kader Jaelani menyampaikan, sebagai mitra pemerintah, TP. PKK harus mampu berperan aktif dalam menuntaskan permasalahan dan tantangan yang semakin kompleks.

“Apalagi kita masih dihadapkan pada isu strategis nasional seperti degradasi moral, tingginya angka stunting, pandemi Covid 19, kerusakan lingkungan serta isu lainnya,” kata Bupati.

Program OPD dan PKK harus bersinergi, dengan prioritas menuntaskan berbagai persoalan tadi, baik itu program daerah dan nasional.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, roadshow kunjungan kerja TP. PKK Provinsi, selain  harus selektif, efisien, efektif,  namun mampu menyentuh dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Saya harap, program dan kegiatan PKK Provinsi maupun Kabupaten Dompu dapat diselaraskan dengan visi misi pembangunan Kabupaten Dompu,  pada terwujudnya kehidupan keluarga yang lebih maju, bahagia, sehat dan sejahtera,” ujar Kader Jaelani

Sementara itu, Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu Hj. Llis Suryani Kader Jaelani mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi kepada Ketua TP. PKK Provinsi NTB yang memilih Kabupaten Dompu sebagai tempat untuk puncak peringatan HKG ke-50.

“Terimakasih telah menyambangi dan membersamai kami Ibu ketua TP. PKK Provinsi NTB,” kata istri Bupati Dompu.

BACA JUGA: Progres MXGP Berjalan Baik, Pelaksanaan Sesuai Jadwal

Kunjungan ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi TP. PKK se Kabupaten Dompu, agar lebih optimal mensukseskan program PKK dan membantu program serta visi misi Pemerintah Daerah. 

Di penghujung acara dilakukan pemberian penghargaan kepada TP. PKK Kabupaten Dompu yang melaksanakan sosialisasi secara aktif, dan melalui kegiatan bakti sosial HKG PKK ke 50, membagikan paket sembako kepada pasukan kebersihan kota, lansia dan ibu hamil. 

Sebelum peringatan HKG, di halaman aula pendopo Bupati Dompu, Ketua TP. PKK Provini NTB juga meninjau stand pelayanan KB gratis, display diversifikasi pangan lokal, dan stand UP2K PKK di halaman Kantor Bupati Dompu.***

 




Keberhasilan Program TP. PKK, Ditentukan Peran Ketuanya

Kunker Ke Kota Bima, Ketua TP PKK Provinsi NTB mengingatkan, keberhasilan berbagai program TP. PPK di kuncinya adalah peran ketuanya

KOTA BIMA.lombokjournal.com ~ Ketua TP. PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Bima diingatkan, betapa penting perannya untuk keberhasilan program dalam lembaga di daerah.

“Kunci Keberhasilan Program TP. PKK disuatu wilayah atau daerah tergantung peran seorang ketua,” pesan Bunda Niken

Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah mengingatkan itu pada rangkian kunjungan kerja (Kunker) TP. PKK Provinsi NTB, Senin (23/05/22) di Gedung Seni dan Budaya Kota Bima.

Menurutnya, sukses dan lancar atau tidaknya berbagai program TP.PPK di suatu daerah salah satu kuncinya adalah keberadaan dan peran ketuanya. 

BACA JUGA: Pangan Lokal Berbahan Sorgun, Pengganti Karbohidrat

Maka Ibu-ibu TP. PKK di kota Bima harus memegang teguh dan memahami tupoksi dan perannya dalam sebuah organisasi. 

Salahsatunya dalam mendampingi suami dalam menjalankan tugas sebagai seorang ketua TP. PKK. 

Banyak program-program pemerintah dari pusat hingga di kelurahan, harus ikut dibantu dan disukseskan oleh lembaga seperti TP. PKK, yang memiliki jaringan luas, dan banyak hingga tersebar ke tingkat  keluarga.

Mengingatkan keberhasilan TP PKK

“Jadi satu-satunya organisasi yang bisa masuk hingga keluarga adalah PKK,” Bunda Niken.

Dengan adanya Dhasawisma diharapkan pengelolaan tiap keluarga, semakin terorganisir.

Dan makin banyak keluarga yang merasakan manfaat dari program PKK.

“Kita ingin ketua PKK menyadari, dirinya sangat penting, memiliki posisi yang luar biasa, yang akan menggerakan kesejahteraan pemberdayaan ibu-ibu diwilayahnya masing-masing,” pesannya.

Program PKK tidak hanya satu, namun ada 10 program PKK yang harus dilaksanakan bersama-sama.

Ia berharap pengurus dalam TP. PKK dapat bergerak dan berkoordinasi menggerakan program-program PKK. Sehingga lembaga ini harus memiliki sekretariat, plan nama lembaga, atribut, pengurus dan program kerja.

Apalagi, TP. PKK adalah mitra utama pemerintah. Baik pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan  hingga Pemerintah tingkat Desa dan Kelurahan. 

Begitu besarnya pengaruh dan keberadaan TP. PKK telah disebutkan oleh Presiden dan Menteri Dalam Negeri dalam berbagai kesempatan.

Sementara itu, Ketua TP. PKK Kota Bima Hj. Elly Alwain Muhammad Lutfi menyampaikan, menindakkanjuti program TP.PKK Provinsi, pihaknya terus bersinergi dengan TP. PKK kecamatan hingga kelurahan.

“Untuk terus menguatkan untuk program dasawisma dan program kerja PKK,” kata istri Walikota Bima ini.

BACA JUGA: Tim Riset ITI akan Meneliti Ciguatera di Gili Matra

Penguatan program kerja seperti Posyandu Keluarga, pelayanan KB, penyuluhan keluarga dan 10 program PKK untuk bersama mewujudkan NTB Gemilang.

Usai  kegiatan tersebut Ketua TP.PKK Prov. NTB secara simbolis menyerahkan bibit tanaman keluarga kepada Ketua TP.PKK Kota Bima dan penyerahan bantuan kerawanan pangan sebanyak 40 paket, kepada 6 orang perwakilan dari lansia, ibu hamil dan balita kurang gizi. 

Serta meninjau pelayanan KB serta display diversifikasi pangan lokal. 

Turut mendampingi ketua TP. PKK Prov. NTB  dalam kunker ke Pulau Sumbawa yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu yaitu, Dinas Ketahanan Pangan Prov. dan BP3AP2KB Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut, Kepala BNN Bima, Kepala OPD lingkup Pemkot Bima, IBI Kota Bima, DKP Kota Bia dan UP2K PKK Kelurahan Rabanggodu Utara. ***

 

 




Pangan Lokal Berbahan Sorgum, Pengganti Karbohidrat

Kunker ke Kota Bima, Ketua PKK NTB mendorong TP PKK setempat mengembangkan pangan lokal pengganti karbohidrat untuk pemenuhan gizi keluarga

BIMA.lombokjournal.com ~ TP. PKK se Kota Bima, didorong mengembangkan panganan lokal, sebagai pengganti karbohidrat pemenuhan gizi, untuk keluarga.

“Ibu-ibu harus terus kembangkan dan berinovasi membuat kuliner berbasis panganan lokal,” kata Bunda Niken.

meninjau Display Meninjau diversifikai Pangan Lokal

Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widiyawati mengatakan itu, ketika mencoba kuliner berbahan dasar sorgum.

Ia didampingi Ketua TP. PKK Kota Bima Hj. Elly Alwain Muhammad Lutfi, saat meninjau Display Diversifikai Pangan Lokal dan Penilaian Pemeran UP2K-PKK, dalam rangkian roadshow kunkernya, Senin (23/05/22) di kota Bima.

BACA JUGA: Tim Riset ITI akan Meneliti Ciguatera di Gili Matra

Display produk yang ditampilkan ibu PKK sangat bagus, namun mestinya masih banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Apalagi Kota Bima kaya akan pangan lokal.  

Potensi pangan lokal bisa itu dimanfaatkan dan diolah jadi makanan lokal khas daerah, yang memiliki cita rasa khas dan bernilai gizi tinggi.

“Contohnya sorgum atau witi (bahasa bima) dapat dimasak menjadi bubur, sushi dan olahan pangan lainnya,” ujarnya.

Bunda Niken berharap pangan lokal ini menjadi makanan favorit di lingkungan keluarga. Dan peran ibu-ibu PKK secara masif mengkampanyekan konsumsi panganan lokal ini.

Sementara itu, Ketua TP. PKK Kota Bima Hj. Elly Alwain Muhammad Lutfi, mengapresiasi kepedulian ketua TP.PKK Prov. NTB terhadap produk olahan panganan lokal.

BACA JUGA: Rumah Bahasa 2922, Ada Kelas Khusus untuk Pelaku UMKM dan Pariwisata

“Kami terus mendorong untuk berkreasi membuat panganan lokal lebih disukai dilingkungan keluarga dan masyarakat,” kata Ummi Ely.***

 

 




Wagub NTB Apresiasi Produktivitas Organisasi Wanita 

Kata Wagub NTB, produktivitas organisasi-organisasi wanita di NTB jadi resep survive untuk NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi produktivitas berbagai organisasi wanita di NTB, seperti Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), PKK, dan Dharma Wanita dalam proses pembangunan.

Ia menyampaikan itu saat mengahdiri acara Halal Bihalal Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur Provinsi NTB, Kamis (19/05/22).

Wagub NTB mengapresiasi organisasi wanita
Wagub Sitti Rohmi

BACA JUGA: Wagub: Rekomendasi DPRD NTB Jadi Koreksi Konstruktif

“Saya melihat produktivitas daripada BKOW dan juga organisasi-organisasi wanita yang ada, seperti PKK dan Dharma Wanita di masa pandemi,” kata wagub.

Itulah yang menjadi resep kita kenapa bisa survive untuk NTB, tambahnya.

Walaupun masih banyak masalah yang datang silih berganti, namun dengan semangat, kekompakan, sinergi dan kolaborasi bersama, seluruh masalah akan dapat teratasi dengan baik.

“Walaupun memang masih ada masalah, tapi insyaAllah kalau kita semangat, tetap kompak, bersinergi, kolaborasi dan kerjasama, tidak ada yang berat,” tambahnya.

Ummi Rohmi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi wanita, pemuda dan para stakeholders atas dukungannya terhadap pembangunan di NTB.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi NTB mengucapkan terima kasih kepada BKOW, PKK Dharma Wanita dan semua Organisasi Wanita, NGO, dan Organisasi Pemuda yang telah betul-betul mensupport pembangunan di NTB,” tutur Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Sukses itu Hasil Kerja Keras, Ini Pesan Wagub NTB

Turut hadir pada acara tersebut, yaitu TGH. Ahmad Zainuri., M.H, Ibu Danlanud Provinsi NTB, Ketua Dharma Wanita Provinsi NTB dan seluruh Pimpinan BKOW Provinsi NTB. ***