Wartawan Senior NTB Berbagi Ilmu untuk Mahasiswa 

Mahasiswa mendapat pemahaman karya jurnalistik, kode etik jurnalis dan undang-undang pers dari wartawan senior

MATARAM.lombokjournal.com ~ Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat bersama forum wartawan ekonomi menggelar pelatihan jurnalistik bagi ratusan mahasiswa di pulau Lombok. 

Kegiatan ini dalam rangka memberikan pemahaman tentang karya jurnalistik, kode etik jurnalis dan undang-undang pers.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan literasi keuangan bekerjasama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB di Gedung Handayani Dinas Dikbud NTB, Kamis (26/02/22). 

Kegiatan ini dibuka Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dihadiri Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, Ketua PWI NTB Nasrudin, Kepala Dinas Dikbud NTB, DR Aidy Furqon, dan Kepala Dinas Kominfotik, DR Najamudin Amy.

Peserta mendapatkan materi tentang Jurnalisme Digital dan Kode Etik Jurnalistik. 

Media Era Digital

Kepala LKBN Antara Biro NTB Riza Fachriza menjelaskan, saat ini media dihadapkan pada era digital yang tidak bisa dibendung oleh siapapun. Media yang dulunya orientasi cetak dituntut bertransformasi ke digital.

“Media digital saat ini sangat banyak dan masif, itu sudah tidak bisa direm. Dengan banyaknya media tantangan kita semua bagaimana melawan berita hoax, kita bisa memanfaatkan teknologi digital yang kita miliki untuk melawan hoax. Semua oreang saat ini berinteraksi dengan digital mulai dari bangun tidur,” jelas Riza.

Mahasiswa penting untuk memahami dasar jurnalistik dan dunia digital, agar bisa memanfaatkan smartphone yang dimiliki untuk melawan berita hoax. 

“Mahasiswa harus membaca berita dari media yang sudah jelas, karena di media ada tahapannya dari wartawan ke redaktur, kemudian ada juga ahli bahasanya. Itu struktur standar media. Redaktur itu menilai layak atau tidak layak sebuah berita, kemudian dilihat secara bahasanya. Kita menggunakan KBBI. Itu yang kita gunakan untuk memuat  berita,” jelas Riza. 

Riza menjelaskan, ada dua bentuk karya jurnalistik. Pertama straight news yang merupakan berita langsung, kemudian ada indepth news atau berita investigasi yang mengungkap masalah sampai dalam. 

BACA JUGA: Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

“Kalau straight news harus langsung naik sesuai dengan hari peristiwa tersebut terjadi. Indepth news membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data, bisa sampai satu bulan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWI NTB Nasrudin menjelaskan, wartawan harus menjunjung kode etik jurnalistik dalam bekerja agar tidak melanggar dan mampu menjaga indepensi. 

“Kode etik jurnalistik ibaratnya kitab suci wartawan, itu menjadi pedoman moral, pedoman bekerja wartawan. Salah satu pasalnya wartawan harus bersikap independen, profesional dan beritikad baik. Kalau kita linearkan dengan agama itu tergantung dengan niat. Wartawan membuat berita bergantung ke niatnya, kalau niatnya buruk maka hasilnya akan buruk,” jelas Nasrudin. 

Menurut Nasrudin, jika wartawan tidak mampu menerapkan kode etik jurnalistik dalam bekerja akan mendapatkan sanksi sosial, berupa turunnya kepercayaan publik terhadap kerja jurnalistik dan media tempat wartawan bernaung. 

“Memang kode etik tidak ada sanksi pidanam tetapi ada sanksi sosial berupa tidak percayanya publik terhadap media dan itu sangat berat,” katA Riza. 

Sementara itu Supriyanto Hafid membagikan pengalamannya sebagai jurnalis di NTB. Khafid menceritakan kerja jurnalis penuh tantangan dan penuh resiko. 

“Saya mulai mengenal jurnalistik tahun 1984, saat itu saya sudah PNS, 8 tahun sebagai pegawai negeri dan punya jabatan. Waktu itu saya bekerja sebagai wartawan majalah Tempo, Tempo belum punya koran dan online.” ceritanya.

Suprianto juga menceritakan tentang nasibnya yang pernah diungsikan ke surabaya selama 7 bulan oleh medianya, karena mendapat protes keras dari masyarakat Lombok tentang karya jurnalistiknya. 

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan

Saat itu, tempo menulis tentang “Mencuri Adalah Warisan Adat Sasak”, yang memicu reaksi masyarakat.

“itu yang membuat fatal, yang membuat ketersinggungan warga Lombok. Leadnya memang menjual sekali. 7 bulan saya mengungsi di Surabaya jauh dari keluarga. Tetapi bagusnya Tempo memfasilitasi keluarga mengunjungi saya ke Surabaya,” cerita H.Supriyanto di depan peserta.***

 




Pemprov Fasilitasi Masyarakat NTB Beli Tiket MotoGP

Agar perhelatan event MotoGP sukses, Pemprov memfasilitasi pembelian tiket kepada masyarakat ber-KTP NTB dengan harga diskon 10 persen

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memfasilitasi pembelian Tiket MotoGP secara kolektif bagi masyarakat yang ber-KTP NTB.

Hal itu dilakukan guna mensukseskan gelaran MotoGP pada bulan Maret mendatang, 

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan, Sadimin, mengatakan itu saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (25/02/22).

“Dalam rangka mensukseskan MotoGP di Sirkuit Mandalika tanggal 18 sampai dengan 20 Maret, Pemerintah Provinsi NTB memfasilitasi pembelian tiket kepada masyarakat ber-KTP NTB dengan harga diskon 10 persen,” jelas Sadimin.

Pemprov NTB fasilitasi pembelian tiket MotoGP

Pemprov NTB akan memfasilitasi pembelian tiket langsung ke pihak PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 005/001/SAG/UM/2022, seluruh perangkat daerah diminta dapat memfasilitasi pembelian Tiket MotoGP kepada masyarakat yang ber-KTP NTB secara kolektif.

Tujuannya agar masyarakat yang ingin menonton perhelatan MotoGP dapat terfasilitasi dengan baik.

BACA JUGA: Gubernur Zul Berharap NTB Jadi Triger Ekonomi Nasional

“Melalui Surat Edaran Sekda, Dinas-dinas Provinsi dan Setda Kab/Kota se-NTB dihimbau untuk fasilitasi pembelian tiket MotoGP secara kolektif untuk masyarakat NTB,” tambah mantan Kepala Biro Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda NTB tersebut.

Ia juga mencontohkan, harga tiket untuk festival pada hari pertama bisa dibeli dengan harga Rp100.000 dari harga tiket semula, yakni Rp115.000. 

Sadimin menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi pembelian dan tidak mencari untung.

“Sebagai contoh, untuk tiket festival harganya 115.000, kemudian setelah difasilitasi harganya menjadi 100.000,” katanya.

Sebagai informasi, pemesanan dilakukan secara berkelompok/kolektif melalui Perangkat Daerah dengan syarat usia pemesan Tiket MotoGP di atas 12 tahun. 

Setelah pemesanan disampaikan melalui perwakilan Perangkat Daerah dengan pengisian TDR, akan dilakukan Validasi oleh Fasilitator Provinsi dan Devisi Tiket ITDC (Xplorin) untuk mengecek ketersediaan tiket di Xplorin. 

BACA JUGA: Wagub NTB Jelaskan Program Sabtu Budaya di Sekolah

Kemudian setelah seluruh data dinyatakan lengkap dan tiket tersedia, akan diterbitkan Invois sebagai dasar melakukan pembayaran transfer bank pada rekening yang tertera pada invois. ***

 




Gubernur dan KASAD Silaturahmi dengan Forkopimda dan Tokoh NTB

Gubernur Zulkieflimansyah saat mendampini KASAD bersilaturrahmi dengan para tokoh di NTB  berharap ke depan banyak kebaikan diperoleh NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Silaturahmi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurahman, dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan sejumlah elemen di NTB didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Senin (21/02/22) di Prime Park Hotel. 

Gubernur NTB menyampaikan sambutan
Gubernur Zulkieflimansyah

“Alhamdulilah,biasanya kita hanya melihat Pak KASAD lewat media,  hari ini kita bisa langsung ketemu dengan beliau,” kata Gubernur Zulkieflimansyah mengawali sambutannya di depan Pangdam Udayana, Danrem, Kapolda, Sekda dan undangan lainnya.

Menurut Bang Zul sapaan gubernur, pepatah mengatakan tidak mungkin saling membantu tanpa saling memahami, dan tidak mungkin bisa saling memahami tanpa saling mengenal.

Untuk itu, mengenal KASAD ada kehangatan dan keakraban, sehingga mudah-mudahan banyak kebaikan yang akan diperoleh NTB ke depan.

TNI AD sangat diidolakan oleh anak-anak muda di NTB, dengan kedatangan KASAD, Pangdam dan Danrem, dapat memberikan kesempatan putra putri NTB untuk ikut berpartisipasi dan menjadi bagian dari TNI dimasa yang akan datang.

BACA JUGA: Gubernur Dampingi KASAD Tinjau Vaksinasi Serentak TNI AD

“Keberhasilan Danrem 162/WB, memperoleh bintang sebagai jenderal, menginspirasi anak muda di NTB, untuk  menjadi patriot yang berkiprah bagi negeri ini kedepan,” harap Bang Zul.

Ia berharap, kedatangan KASAD ke NTB bukan yang terakhir kali, diharapkan ada kunjungan lain berikutnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurahman, S. E., M. M, mengapresiasi sambutan yang luar biasa di NTB.

“Saya yakin ini berkat, kekompakan Forkopimda, Gubernur, Danrem, Polda dan seluruh tokoh agama, adat dan masyarakat NTB,” katanya.

KASAD mengaku diupacarakan dan disematkan sebagai warga kehormatan di NTB. 

“Gubernurnya selalu kompak mendampingi setiap kunjungan KASAD,” ujar Dudung.

Alumni Akmil ini berpesan, agar terus menjaga kekompakan, menjaga Pancasila dan NKRI di NTB. 

BACA JUGA: Protein Tinggi dan Antimikroba pada Cacing Nyale

“Jaga kekompakan TNI/Polri bersama Pemerintah dan masyarakat untuk mensukseskan semua agenda dan program pemerintah,” kata mantan Pangkostrad ini. ***

 




Integritas Kunci Pelayanan Prima, Ini Kata Najamuddin Amy

Dalam memberikan pelayanan prima, kunci utamanya adalah integritas sebagai abdi negara 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB,Najamuddin menegaskan, integritas adalah kunci untuk mewujudkan pelayanan yang prima.

“Integritas merupakan faktor utama dalam diri seseorang atau abdi negara dalam memberikan pelayanan,” pesan Najam, ketika menjadi narasumber pada kegiatan Forum Konsultasi Publik Sosialisasi Standar Pelayanan Kantor Bahasa Provinsi NTB Tahun 2022, Jum’at (18/02/22) di aula Ujung Landasan, Gerung Kab. Lombok Barat.

Menurutnya, ada kriteria budaya pelayan prima. Di antaranya sikap, kemampuan, perhatian, tindakan, tanggung jawab, penampilan dan sikap. 

“Ini kriteria budaya pelayan prima yang harus dimiliki,” terang Najam.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian

Pelayanan prima kuncinya adalah integritas

Kriteria-kriteria tersebut, menurut Najam dalam beberapa konteks dan beberapa teori disebut integritas dari seseorang

“Integritas sesorang dapat dilihat dari kriteria yang disebutkan itu,” tambahnya.

Selain itu, Provinsi NTB memiliki Visi NTB Gemilang, dengan Enam Misi. Untuk pelayan birokrasi, salah satu visinya pada point kedua adalah NTB Bersih dan Melayani. 

Dinas Kominfotik, menerapkan pelayanan prima pada 4 bidang dengan berbagai program kerja, untuk mencapai misi NTB Bersih dan Melayani. 

Di antaranya, bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) ada bincang gemilang, Kerjasama media, Bakohumas, kampung digital dan pelayanan PPID Utama.

Pada bidang lain, seperti Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK), ada tata kelola SPBE, pengembangan SDM TIK, pembuatan inovasi untuk aplikasi seperti NTB Care, Lesstari, Sim Posyandu dan lainnya.

Lain halnya dengan Bidang Persandian dan Keamanan Informasi (Sandikami) bidang ini menangani keamanan informasi pimpinan daerah, seperti TTD Elektronik, mengelola NTB Care, CSirt dan pengaduan masyarakat.

Sedangkan di bidang Statistik, menangani dan mengeloal NTB Satu Data, yaitu data sektoral, data prioritas, data berkualitas dan terintegrasi. 

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kesempatan Kadis Kominfotik meluangkan waktu untuk berbagi dan memberikan ilmunya di forum tersebut.

BACA JUGA: Gubernur NTB Percepat Daerah yang Rendah Capaian Vaksinasinya

“Terimakasih Pak Doktor Najam, semoga apa yang disampaikan dibagikan berguna bagi peserta forum,” ujar Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB ini.

DIsampaikannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pubilk, demi mewujudkan visi NTB Bersih dan Melayani, menuju NTB Gemilang.***




Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian 

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, masjid bukan sekedar simbol identitas muslimin tapi juga jadi syiar kedamaian

LOBAR.lombokjournal.com ~ Masjid bukan hanya simbol atau identitas kaum muslimin dalam menjalankan syariat agama, dan manifestasi dari ketaqwaan dan keimanannya kepada Allah SWT semata. 

Namun Masjid menjadi syiar kebaikan dan kedamaian bagi sesama  ummat dan manusia lainnya.

Gubernur bicara tentang perlunya masjid

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu pada peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Mastono, Dusun Mavilla Rengganis, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Jumat (18/02/22) 

Disampaikan, dalam waktu dekat NTB menjadi tuan rumah perhelatan akbar dunia MotoGP dan disusul event internasional lainnya. 

“Karena  itu kepada Pengurus Masjid maupun jamaah lainnya bisa menyebarkan informasi positif  akan kedamaian, bahwa daerah kita merupakan daerah yang aman  dan siap menerima para tamu yang akan menyaksikan perhelatan event internasional termasuk MotoGP dan event lainnya du NTB,”  katanya.

BACA JUGA:  Gubernur NTB Percepat Daerah yang Rendah Capaian Vaksinasinya

Saat itu Gubernur Zul mengingatkan, pembangunan Masjid tidak perlu megah, luas, bahkan representatif. Paling utama adalah menjaga kemakmuran Masjid dengan selalu melaksanakan sholat berjamaah di Masjid.

“Karena itu mari kita bangun Masjid dengan niat untuk memakmurkannya,” kata Gubernur Zul yang saat itu didampingi Kadis PUPR NTB, Ir. Ridwansyah, MT sebagai sesepuh masyarakat Mavila Rengganis, Kadis Kesehatan NTB, perwakilan Forkompinda Lombok Barat, 

“Karena dengan  membangun Masjid, kita akan dibangunkan rumah kelak dui Surga. Saya berharap Masjid ini nanti juga diisi oleh orang-orang berhati ihlas, penuh kehangatan, irama kebersamaan. Dan tentu kita bisa bayangkan kedamaian, motivasi tinggi masyarakatnya untuk menuntaskan pembangunannya,” pesannya. 

Saat itu Ridwansyah mengungkapkan, pembangunan masjid ini awalnya merupakan sumbangan tanah wakaf dari seorang pengusaha Mastono untuk pembangunan Musholla. 

Namun dalam perjalanannya ditingkatkan menjadi Masjid untuk bisa digunakan juga sholat Jum’at.

 “Kami berharap kehadiran Gubernur NTB bisa menjadi motivasi kami dalam menuntaskan oembangunan masjid ini,” kata Ridwansyah.

Taqmir Masjid Al-Ihlas Mastoeno, H. Rahman Hakim melaporkan, pembangunan Masjid Mavila Rengganis ini akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama akan dibangun lantai dasar dengan RAB kurang lebih Rp. 900 juta. Dan tahap berikutnya diteruskan lantai dua.

BACA JUGA: Wagub NTB: LP Harus Memberikan Siaran yang Sehat dan Berkualitas

“Pembangunan Masjid ini dilatarbelakangi daya tampung jamaah yang terbatas, seiring dengan makin bertambahnya warga yang mendiami Perumahan Mavila. Karena itu kami mohon dukungan Pemprov NTB dan jamaah lainnya untuk mewujudkan pembangunan ini,” kata H. Rachman Hakim yang juga Sekretaris PWI NTB ini. ***




Wagub NTB : LP Harus Memberikan Siaran Sehat dan Berkualitas

Wagub NTB berharap agar Lembaga Penyiaran Publik seperti TV dan Radio konten dan informasinya harus mendidik sekaligus menghibur

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pada Anugerah Penyiaran KPID tahun 2022, 

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berharap peran TV dan Radio atau Lembaga Penyiaran (LP) terdepan dalam penyampakan informasi. 

Maka diharapkan harus tetap memberikan siaran terbaik, sehat dan berkualitas kepada masyarakat NTB.

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Publikasi  Budaya dan Potensi Wisata Harus Masif

Wagub mengharapkan konten siaran yang mendidik dan menghibur
Penyerahan Anugerah

“Lembaga seperti TV dan Radio merupakan salah satu media publikasi pemerintah dan daerah,” kata Wagub.

Ia menyampaikannya pada puncak acara Anugerah Penyiaran KPID NTB tahun 2022, Kamis (17/02/22) di Lombok Raya Mataram.

“Berikan konten dan informasi yang  mendidik sekaligus menghibur. Mampu mengedukasi pengetahuan dan pola pikir masyarakat,” katanya.

Sebab dalam menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat, LP harus mampu mengikuti dengan baik. Untuk bermigrasi dari TV analog ke TV Digital.

Wagub Sitti Rohmi optimis, peran TV dan Radio ke depan semakin baik, mencerahkan masyarakat dengan siaran yang sehat dan positif. 

Ketua Komisi Penyiaran Informasi (KPI) Pusat, Agung Suprio mengatakan, KPID NTB harus selalu menayangkan konten konten positif.

“Termasuk konten-konten lokal yang ada di daerah,” jelasnya. 

KPID juga harus menekan dan mewajibkan LP untuk menayangkan konten-konten lokal, untuk mempromosikan potensi daerah.

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Informadi Daerah (KPID) NTB, Ajeng Rosalinda Motimori mengatakan, anugerah ini salah satu cara untuk memberikan apresiasi dan motifasi LPP kepada LP se NTB.

Sesuai amanat dari undang-undang, no 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. Berbagai dinamika yang dihadapi  LPP beragam dengan persoalan yang berbeda-beda.

Namun menurutnya, apabila Pemprov. NTB dan Kabupaten/Kota,  peduli dan peka terhadap LP, maka ia yakin tv maupun radio mampu keluar dari masa-masa sulit ini.

BACA JUGA: Pemprov NTB Dorong Pelibatan EO dan Talent Lokal di Event Internasional

Rangkaian Anugerah Penyiaran KPID tahun 2022,  sudah berlangsung sebulan yang lalu. Melalui tahapan dan rangkaian kegiatan seperti akademi presenter, tari kreasi, workshop jurnalis, podcast chalange, singing kompetisi dan siaran bersama legend.

Anugerah Penyiaran KPID NTB tersebut turut dihadiri, Wakil ketua DPRD Provinsi NTB, Kadis PUPR, Kadis Kominfotik, , Dirut RSUP, Kasat Pol PP,  sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov. NTB, BPK Perwakilan NTB Kabid Humas Polda NTB,  KI, Ombudsman, Diskominfotik se-NTB dan tamu undangan lainnya***

 




Pemprov NTB Dorong Pelibatan EO dan Talent Lokal di Event Internasional 

Event organiser (EO) dan talenta-talenta lokal didorong Pemprov untuk terlibat dalam event internasional di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB serius mendorong keterlibatan event organiser (EO) dan talenta-talenta lokal, khususnya di gelaran event internasional. . 

Kepala Badan Promosi Pariwisata (BPPD) NTB, Ari Garmono menjelaskan, event internasional yang makin ramai berlangsug di  NTB, diharapkan membawa berkah bagi seluruh stakeholder yang terlibat. 

Pemprov dorong keterlibatan EO dan talent lokal

“Untuk akomodasi, amenitas dan transportasi sudah banyak yang menyuarakan, tetapi seniman dan penyelenggara kegiatan juga jangan sampai tidak terakomodir,” ujar Ari Garmono di ruang kerjanya, Kamis (17/02/22).

BACA JUGA: Wagub NTB: LP Harus Memberikan Siaran yang Sehat dan Berkualitas

Menurutnya, ini penting untuk menampilkan warna lokal dalam gelaran berbagai event internasional.

Salah satu yang sudah di depan mata adalah MotoGP. Menurutnya, artis nasional memang memiliki daya tarik tinggi, tetapi talent lokal juga memiliki fanbase yang cukup besar.

“Ini hajatan di tanah warga NTB, maka wajar ketika ekspektasi para pemilik kepentingan juga cukup tinggi ” jelas Kang Ari, sapaannya.

Kepala BPPD tak menampik jika EO nasional memiliki sumber daya dan modal yang besar, tapi yang lebih memahami psikologi massa dan pemetaan lapangan adalah EO lokal. 

“Maka sebaiknya menurut saya bergandengan tangan. Selama masih bisa ditangani oleh tangan-tangan lokal sebaiknya memaksimalkan yang ada ” tegas Kepala BPPD. 

EO dan talent lokal yang diharapkan terlibat oleh Pemprov

Ari juga berharap agar event besar ini mampu menjadi pemicu dan semangat para EO dan talent lokal untuk meningkatkan kapasitasnya sehingga nanti tidak ada dikotomi lokal dan nasional. 

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Publikasi Budaya dan Potensi Wisata Harus Masif

“Kalau diberi ruang dan kesempatan saya yakin pada akhirnya akan sejajar, kok,” tuturnya. ***

 




Jelang MotoGP, Publikasi Budaya dan Potensi Wisata Harus Masif

Ini pesan Wagub NTB, agar KPID dan LPP masif publikasikan budaya dan potensi wisata NTB jelang MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jelang perhelatan MotoGP Maret mendatang, Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) diminta secara masif mempublikasikan budaya dan potensi pariwisata di Provinsi NTB.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada acara Anugerah Penyiaran KPID NTB 2022, Kamis (17/02/2022) di Lombok Raya Mataram.

Penanugerahan KPID yang menyinggung jelang MotoGP

Menurutnya, Provinsi NTB memiliki ragam dan budaya serta potensi destinasi wisata yang harus dipublikasi kepada masyarakat NTB dan Indonesia, bahkan masyarakat dunia.

“Saat ini, kami memiliki triger, yaitu sirkuit mandalika. Satu-satunya sirkuit yang diakui terindah di dunia,” ujar Wagub yang didampingi Kadis Kominfotik NTB Najamuddin Amy.

Bahkan, NTB memiliki destinasi wisata dari puncak gunung hingga dasar laut. 

Mulai dari hamparan pegunungan dan perbukitan yang indah, pantai yang bersih dengan air lautnya yang jernih.

KPID dan LPP harus terus mensiarkan informasi-informasi dan kabar dalam bentuk konten-konten lokal, dan konten yang bernilai positif dan sehat untuk masyarakat di NTB.

BACA JUGA: Pemprov NTB Dorong Keteribatan EO dan Talent Lokal di Event Internasional

Demi menguatkan media publikasi seperti televisi, maka dengan perkembangan teknologi digital dewasa ini, LPP harus siap dan segera mungkin untuk migrasi dari TV analog ke Digital.

“Perkembangan teknoligi itu sebuah keniscayaan yang harus diikuti. Karena kalau tidak kita ketinggalan,” tegas Wagub..

Apalagi potensi TV digital kedepan memiliki benefit yang sangat menjanjikan baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua KPI Pusat Agung Suprio mengakui potensi yang dimiliki NTB sangat banyak.

Menurutnya, ada 2 hal yang mewakili modernitas NTB, yang pertama Sirkuit Mandalika. sebagai simbol modernitas untuk menambah inkam. 

Kedua KPID sebagai wakil kontinitas yang memajukan tv dan radio untuk selalu menekankan tayangan yang sehat dan positif.

“Di tengah gempuran era global, KPID harus menegaskan agar LPP wajib menyiarkan tayangan yang sehat serta kearifan lokal di daerah,” kata ketua KPI.

Diingatkannya, analog switch off akan dilakukan pada tanggal 2 November 2022. Sehingga sebelum itu LPP wajib berbenah dan segera bermigrasi dari analog ke digital TV.

“Konsekuensi dari migrasi ini, akan banyak tv yang bermunculan kedepan,” terangnya.

Hal Ini merupakan kesempatan bagi Pemda untuk membuat tv pemerintah. Kanal yang tersisa dari LPP dapat dipakai Pemprov NTB, Kabupaten/Kota dan masyarakat.

Perubahan selanjutnya, ketika migrasi ini adalah internet. 

Dari jaringan 4G akan berubah menjadi 5G. Sehingga kecepatan internet akan semakin lancar ketika dimanfaatkan untuk migrasi tv analog ke digital.

BACA JUGA: Awardee Beasiswa NTB Terpilih Pimpin Mahasiswa Internasional

Ketua KPID Provinsi NTB, Ajeng Rosalinda Motimori melaporkan ada 70 lembaga dan penyiaran se-NTB yang melakukan siaran langsung acara Anugerah KPUD tahun 2022.

Disampaikannya, Anugerah KPID 2022 merupakan salah satu cara untuk memberikan apresiasi dukungan kepada LPP, di tengah lesunya ekonomi saat pandemi Covid-19.

Di akhir acara, Kepala OPD seperti Kadis Kominfotik, PUPR, Dikes, Kasat Pol PP, BPSDM dan sejumlah kadis lainnya menyerahkan anugerah pada masing-masing pemenang kategori Anugerah KPID NTB. 

Pemenang kategori radio program berita terbaik (RRI Mataram), dialog interaktif terbaik (Global FM), ramah anak terbaik (SGM FM), ILM terbaik (Insania Network), Penyiar terbaik (Coki Cahaya FM), Religi Terbaik (Radio Hamzanwadi), Pemenang kategori TV Program berita terbaik (SCTV), Dialog Interaktif Terbaik (BIMA TV), Ramah Anak Terbaik (TVRI), ILM Tebaik (TV9), Presenter Terbaik (Ridha Pateroi INEWS TV, Religi Terbaik (Selaparang TV). *** 

 

 

 




Munas PAPPRI, akan Banyak Penyanyi dan Pencipta Lagu ke NTB

Peyanyi dan penipta lagu dari asosiasi PAPPRI rencanakan menyelenggarakan Munas di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Artis, Penyanyi dan Pencipta Lagu Republik Indonesia (PAPPRI) yang rencananya berlangsung tanggal 7-8 Maret mendatang akan diselenggarakan di Provinsi NTB. 

Menjadi tuan rumah Munas PAPPRI itu berarti NTB akan kedatangan banyak peyanyi dan pencipta lagu. 

Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik recana tersebut. 

BACA JUGA: Pabrik Pengolah Sampah Plastik Segera Dibangun di NTB

Wagub mendengar penjelasan rencana Munas PAPPRI

“Dengan banyaknya kegiatan-kegiatan nasional yang diadakan di NTB, dapat membuat provinsi ini dikenal di seluruh penjuru,” kata wagub.

Dan hal itu berdampak positif bagi daerah dan masyarakat pada umumnya, tuturnya. 

Wagub Sitti Rohmi mengungkapkan itu saat menerima kunjungan PAPPRI di ruang kerjanya, Selasa (15/02/22).

Ketua DPD PAPPRI NTB, Hj Mas Khayangan menjelaskan acara Munas PAPPRI akan dilaksanakan tanggal 7-8 maret mendatang. 

Munas tersebut akan dihadiri oleh Pengurus DPP dan seluruh pengurus DPD se-Indonesia serta belasan artis kenamaan yang juga tergabung dalam organisasi PAPPRI.

BACA JUGA: OJK Telah Setujui Rencana Merger 8 BPR se NTB

PAPPRI menyampaikan renncana Munas

“Belasan artis kenamaan PAPPRI juga akan turut meramaikan acara ini,” ujarnya. ***

 




Pabrik Pengolah Sampah Plastik Segera Dibangun di NTB

Zero Waste Gaspol, untuk mengatasi sampah plastik segera dibangun  pabrik pengolahan Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB bersama PT. Geo Trash Management akan segera mendirikan pabrik pengolahan Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dengan kapasitas 20 ton per hari yang berlokasi di wilayah TPA Regional Kebon Kongok.

Merencaakan pabrik pengolahan sampah plastik
Wagub Hj Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, agar bahan baku sampah plastik yang dibutuhkan pabrik tersebut harus benar-benar diperhatikan ketersediaannya

“Kita juga harus memperhatikan agar bahan baku yang diperlukan oleh pabrik tetap kontinyu, sehingga harus dikoordinir setiap bank sampah dan dapat mengumpulkan sampah plastik sesuai dengan yang dibutuhkan,” tegas Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Mandalika Jadi Tuan Rumah Formula-1, Kapan Terwujud?

Ia mengetakannyai saat menerima audiensi PT. Geo Trash Management di Ruang Kerja Wagub, Senin (14/02/22).

Jjika pabrik tersebut akan menghasilkan sola, Wagub Sitti Rohmi mengusulkan, agar Pemerintah Provinsi dapat menggunakan BBM jenis solar tersebut. 

“Nanti semua kendaraan di Pemprov NTB juga bisa menggunakan BBM ini, harus kita dukung,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom mengatakan, bahan baku yang diperlukan sudah tersedia. 

BACA JUGA: Omicron Melonjak, Wagub NTB Minta Tenang dan Jaga Prokes

Wagub membbicarakan pembangunan pabrik pengolaa

“Kita sudah mengkoordinir Bank Sampah dan juga akan dibangun pabrik pusat daur ulang pengolahan yang berkapasitas 120 ton per hari itu akan dipilah jadi kompos, RDF dan batu bara dan juga sampah plastik yang pasti akan terdistribusi kesana juga,” ungkapnya.

Pembangunan Pabrik Pengolah Plastik diperkirakan  berlangsung di pertengahan tahun 2022 dengan luas 60 are.***