Majelis Dzikir Nurani Basmalah Karang Bayan, Harlah Ke-4 

Hadiri harlah ke 4 Majelis Dzikir di Karang Bayan, Gubernur Bang Zul menekankan pentingnya pemimpin mengunjungi masyarakat 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menghadiri acara Harlah Majelis Dzikir Nurani Basmalah Lombok.

Acara itu dirangkaikan dengan Haul ke-11 KHR. Ach. Fawaif As’ad dan 40 Hari Almagfurlahu TGH. Fathullah Arsyad Getap, di Dusun Karang Bayan Barat, Desa Karang Bayan, Kec. Lingsar Lombok Barat, (12/03/23).

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Apresiasi Creatif Hub 

Gubernur NTB menuturkan, setelah dilantik menjadi Gubernur hampir tidak pernah berhenti mengunjungi seluruh Dusun dan Desa di NTB yang jumlahnya sangat banyak.

“Dalam kunjungan tersebut, baik masyarakat biasa maupun tokoh masyarakat, bahkan tokoh agama di pondok pesantren. Mereka menyambutnya dengan hangat dan baik,” tuturnya.

Karena itu Bang Zul sapaan akrab Gubernur, mengajak kepada calon pemimpin Bupati/Walikota untuk sering-sering berkunjung dan menyapa masyarakat, karena mereka senang didatangi oleh para pemimpin-pemimpinnya. 

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Hubaidi menyampaikan terimakasih atas kedatangan pak Gubernur telah memenuhi undangan panitia di tengah-tengah kesibukannya dengan berbagai macam kegiatan.

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

“Ini adalah hal yang luar biasa bisa dihadiri langsung oleh pak Gubernur orang nomor satu di NTB di Majelis Dzikir Nurani Basmalah,” jelasnya. ***

 

 




Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak 

Dalam pelaksanaan DRPPA, KemenPPPA membangun sinergi dan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga lainnya

LombokJournal.com ~ Sejak dicanangkan pada akhir 2020 lalu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah menginisiasi 138 desa menjadi model pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). 

Saat ini, KemenPPPA tengah melakukan proses pemantauan dan evaluasi untuk mengukur praktik baik memulai dan capaian awal pelaksanaan DRPPA.

Dalam pelaksanaan desa ramah perempuan dan peduli anak, KemenPPPA bekerjasama dengan kementerian/lembaga lainnya
Titi Eko Rahayu

KemenPPPA bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan program DRPPA pada akhir 2020 lalu. 

BACA JUGA: Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride

Beberapa desa yang menjadi lokasi model pengembangan DRPPA dan sebelumnya sudah pernah mendapatkan sentuhan program pembangunan berbasis desa, seperti Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), desa inklusif, desa layak anak, dan sebagainya.

“Hal ini pun semakin menguatkan program-program yang dilakukan oleh masing-masing desa dalam upaya memenuhi indikator DRPPA,” tutur Titi Eko Rahayu, Staf Ahli Menteri Bidang Penanggulangan Kemiskinan, dalam ‘Media Talk: Praktik Baik DRPPA’ secara virtual, Jumat (10/03/23).

Terdapat 10 indikator yang harus dicapai dalam pelaksanaan DRPPA. Lima indikator terkait dengan kesiapan kelembagaan desa, dan lima indikator lainnya merupakan indikator substansi prioritas KemenPPPA.

Indikator substansi perioritas yang dimaksud yakni:

  • pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan; 
  • peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak; 
  • penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak; 
  • penurunan pekerja anak; dan 
  • pencegahan perkawinan anak.

Menurut Titi Eko Rahayu, dalam mengembangkan DRPPA, penting melakukan sinergi dan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga (K/L) yang memiliki program berbasis desa.

Contohnya Desa Bersinar (bebas dari narkoba) yang ramah perempuan dan peduli anak, Desa Wisata Ramah Perempuan dan Peduli Anak, dan lain sebagainya. 

“Ke depannya kami akan terus membangun sinergi dan kerja sama ini dengan K/L lainnya. Dari data yang di-input melalui Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) kemajuan capaian indikator kelembagaan DRPPA sudah sangat menggembirakan, sudah lebih dari 70 persen desa lokasi model telah memenuhi, bahkan beberapa variabel sudah diatas 85 persen,” lanjut Titi.

BACA JUGA: Wagub NTB Jadi Pembicara Side Event CSW67 di New York

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Watukebo, Kabupaten Banyuwangi, Sri Bunik Eka Diana mengatakan, pelaksanaan DRPPA di Desa Watukebo diawali dengan kegiatan pemetaan untuk menemukan permasalahan perempuan dan anak. 

Menurutnya, hal ini penting dilakukan mengingat pihaknya belum memiliki data, peraturan, maupun anggaran khusus terkait perempuan dan anak.

“Melalui DRPPA, desa kami diperkenalkan dengan Namanya Rembug Perempuan, dan dalam melakukan rembug perempuan mengundang pula laki-laki khususnya kepada dusun laki-laki, karena dibutuhkan keterlibatan laki-laki untuk menyelesaikan persoalan perempuan dan anak,” tutur Sri.

Tidak hanya itu, menurut Sri, pelaksanaan DRPPA juga mampu meningkatkan keterlibatan perempuan dan anak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

“Melalui Rembug Perempuan, yang dihadiri perempuan desa dan juga mengundang Kepala Dusun laki-laki, para perempuan sudah mulai berani menyuarakan aspirasi serta menyampaikan berbagai permasalahan perempuan dan anak, termasuk solusinya,” kata Sri.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Sewangi, Kabupaten Barito Kuala, Syarifah Saufiah yang merupakan kepala desa perempuan pertama di pulau Sewangi menyebutkan, pelaksanaan DRPPA mampu meningkatkan keterwakilan perempuan di pemerintah desa, Badan Permusyawarahan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan, dan lembaga adat desa.

“Dari 12 Ketua Rukun Tetangga atau RT, terdapat 2 RT yang saat ini dipimpin oleh perempuan. Begitu pula dengan BPD, 2 dari 7 anggota BPD adalah perempuan. Ini menunjukkan, adanya perubahan di mana perempuan sudah berani mencalonkan diri menjadi pemimpin. Hal ini didorong oleh adanya DRPPA,” ujar Syarifah. 

Upaya yang menarik dan menantang yang dilakukan Syarifah dalam mencegah kekerasan melalui pengasuhan bersama.

Ada kepedulian tetangga atau masyarakat sekitar pada semua anak. 

BACA JUGA: Stunting Punya Keterkaitan dengan Berdayanya Perempuan

Dan kewenangan yang dimiliki Kepala Desa mencegah perkawinan anak dengan tidak memberikan surat rekomendasi.***

 




Gubernur Bang Zul Apresiasi Besiru Creative Hub

Gubernur Bang Zul menghadiri program RUKI Goes to Nusa Tenggara Barat, Ruang Komunal Indonesia (RUKI) yang mengadakan kelas offline di Besiru Hub, Mataram

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah menilai kegiatan diskusi komunitas penting dilakukan sebagai interaksi dan silaturahmi. 

Gubernur Bang Zul menekankan pentingnya personal passion berharap kegiatan alumni UI akan mempromosikan NTB

“Saat teknologi semakin maju, kegiatan offline (tatap muka) seperti ini dibutuhkan untuk belajar lagi menjadi manusia,” ujar Gubernur Bang Zul di Besiru Creative Hub Selagalas, Kota Mataram, Sabtu (12/03/23). 

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

Namun demikian, Gubernur menekankan personal passion juga penting agar potensi diri dapat dikembangkan maksimal. 

Sebagai bagian dari rangkaian program RUKI Goes to Nusa Tenggara Barat, Ruang Komunal Indonesia (RUKI) mengadakan kelas offline di Besiru Hub, Kota Mataram. 

Zakaria Jackysan, Ketua GenPI Lombok Sumbawa dan Subhan Sulaiman, Divisi Konten Kreatif GenPI Lombok Sumbawa, membuka kelas konten video untuk komunitas tentang belajar trik dan cara membuat konten video menarik, dan teknik mudah mengedit video dengan menggunakan handphone. 

Ada pula diskusi hybrid tentang perkembangan digital yang mendatangkan narasumber dari Facebook sebagai pendiri RUKI dan para ahli di bidangnya. 

Ruang Komunal Indonesia (RUKI) Goes To NTB merupakan rangkaian acara untuk membangun jejaring dan meningkatkan kapasitas literasi digital dari komunitas dan stakeholder di wilayah Nusa Tenggara Barat. 

BACA JUGA: HUT Pol PP KE 73 dan Satlinmas ke 61

Acara puncak di Besiru Hub, Mataram, Lombok, RUKI bersama partner penyelenggara mengajak peserta menuangkan ide kreatif berupa video berdurasi 30-60 detik. Dengan  format Reels Instagram (9:16) dengan pesan membawa semangat NTB Bersih, Cerdas, dan Bahagia dan spirit komunitas. ***

 

 




Sekda NTB Buka Lomba Pramuka Penggalang Empat 

Dari Lomba tingkat regu Pramuka Penggalang Empat yang dibuka Sekda NTB, akan mewakili NTB di kancah nasional

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, membuka Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Empat (LT-IV) Nusa Tenggara Barat, Rabu (08/03/23).  

BACA JUGA: Peringatan HUT Pol PP KE 73 dan Satlinmas ke 61

Lomba itu dilaksanakan 8-13 Maret 2023 berlangsung di Bumi Perkemahan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB.

Miq Gite sapaan Sekda memberikan semangat kepada 160 orang, terdiri dari 80 putra dan 80 putri yang diikuti oleh Pramuka Penggalang terbaik dari masing-masing Kwartir Cabang Kabupaten/Kota se NTB.

“Selamat berlomba, jadilah pemenang dan pemenang sejati yang menegakkan fairplay dan sportivitas tinggi,” tuturnya.

Terdapat 28 mata lomba, seperti Kegiatan Keagamaan, Olahraga, Upacara Pembukaan Latihan dan Upacara Penutupan Latihan, Pendaftaran dan Administrasi Regu, Packing, Tapak Kemah, Gladi Upacara Pembukaan, Upacara Pembukaan, Permainan Persaudaraan, Pionering, Semaphore, Morse, Menaksir, KIM, Penjelajajahan, Sandi, Peta Topografi, Mengenal Tanaman, Pengabdian Masyarakat, Bivak, Membuat Obat Tradisional dan Penggunaan Media Sosial.

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

Ketua Kwarda Pramuka NTB, Fathul Gani berharap agar mendapatkan adik-adik pramuka yang nantinya bisa mewakili NTB di kancah nasional.  

“Harapan kami, semoga menghasilkan dapat menghasilkan wakil terbaik untuk bisa mewakil NTB di Lomba tingkat V yang Insya Allah akan dilaksanakan pada bulan Juni yang akan datang,” tutur Kak Fathul. ***

 

 




Peringatan HUT Pol PP ke 73 dan Satlinmas ke 61

Pol PP dan Satlinmas harus dilibatkan dalam pengawalan kebijakan sampai tingkat kabupaten/kota, kata Sekda NTB dalam peringatan Pol PP dan Satlinmas

MATARAM.LombokJournal.com ~ Satuan Polisi Pamong Praja Nusa Tenggara Barat (Satpol PP NTB) harus dapat mengawal isu pertumbuhan ekonomi, terutama memastikan kegiatan ekonomi berjalan lancar. 

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi Sekda saat memimpin HUT Satpol PP ke 73 dan Satlinmas ke 61, di lapangan Sangkareang, Kantor Gubernur, Kamis (09/03/23).

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

“Satpol PP dan Satlinmas dalam penyelenggaraan trantib (kemanan dan ketertiban) menjaga menciptakan situasi kondisi aman, tenteram dan tertib yang memungkinkan kegiatan pemerintah berjalan”, ucap Sekda.

Ia menegaskan, penegakan trantib oleh Pol PP dan Satlinmas selama pandemi dan pelaksanaan kegiatan Pemerintah seperti investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

Kondisi global yang sedang tidak baik baik saja, lanjut Sekda, harus melibatkan Satpol PP dan Satlinmas dalam mengawal kebijakan sampai ke kabupaten/ kota. 

Dalam rangkaian HUT Satpol PP ke 73 dan Satlinmas ke 61 tersebut menghadirkan simulasi penanganan demonstrasi. 

BACA JUGA: Pariwisata NTB ke Depan Makin Dikenal Dunia

Hadir pula pejabat Pemprov NTB, Forkopimda dan anggota  Sstpol PP NTB. ***

 

 




Kominfotik NTB-Jatim Perkuat Keamanan Cyber

Kepala Dinas Kominfotik NTB melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur (Jatim) menindaklanjuti MoU yang pernah ditandatangani 

SURABAYA.LombokJournal.com ~ Baru-baru ini Pemerintah Provinsi NTB melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Jawa Timur terkait  Misi Dagang dan Investasi. 

BACA JUGA: WSBK Mandalika 2023 Ditonton 59 Ribu Orang

Kunker Kominfotik NTB ke Jatim antara lain membicarakan keamanan cyber

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kominfotik NTB melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kominfo Jawa Timur. Selasa (07/03/23).

Kedatangan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy disambut langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin beserta jajarannya. 

Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah masalah keamanan dan serangan cyber yang baru beberapa waktu terjadi di salah satu website resmi Pemprov Jatim.

Selain itu pula, dipaparkan beberapa regulasi yang sudah ada di Pemprov Jatim dalam memperkuat tata kelola SPBE

Dinas Kominfo Jatim berencana mengikuti jejak Dinas Kominfotik NTB untuk pembentukan UPTD seperti yang sudah terbentuk di Provinsi NTB. 

“Ini bukan pertemuan untuk membanding-bandingkan antara NTB dan Jatim, tapi kita belajar praktik baik yang sudah dilakukan oleh masing-masing, agar dapat melakukan yg terbaik di daerah kita. Provinsi NTB harus lebih banyak belajar dengan Jawa Timur,” ungkap Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy. 

BACA JUGA: Mahasiswa NTB Memulai Hidup di Warsawa, Polandia

Selain mengunjungi Dinas Kominfo Jawa Timur, Kepala Dinas Kominfotik NTB juga mengunjungi Command Center Dinas Kominfo Jawa Timur. Ke depan, Najamamuddin berharap seluruh Kominfo di Kabupaten dan Kota di NTB bisa menyatulan pemahaman untuk pelayanan publik yang lebih baik.***

 

 




Donor Darah Rayakan HUT Satpol PP NTB dan Satlinmas

Selain aksi donor darah, Satpol PP NTB juga menggelar pasar rakyat untuk menymabut bulan puasa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Aksi donor darah dan pasar rakyat diselenggarakan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP ke -73 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke 61 tahun, di Kantor Satpol PP NTB, Selasa (07/03/23).

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Ajak Warga Sumbawa Tetap Bersemangat

Aksi donor darah meriahkan HUT Satpol PP dn Satlinmas

Kepala Satuan Pol PP NTB, H.Yusron Hadi mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk wujud kontribusi dari Satpol PP menunjang program pemerintah untuk tetap menghadirkan kebutuhan pokok yang memadai di masyarakat.

“Sebentar lagi juga kita akan melaksanakan ibadah puasa, yang biasanya harga kebutuhan pokok juga naik, kita dorong supaya harga kebutuhan pokok dapat terkendali,” tutur Kasat Pol PP.

Sebanyak 11 stand meramaikan pasar rakyat, di antaranya menjual bahan pokok seperti beras, telur, minayk goreng, gula pasir, tepung terigo dan lain sebagainya.

“Terima kasih kepada Pemerintah karena sudah mengadakan pasar murah, sehingga kami menyambut bulan puasa dengan bahan pokok yang lengkap,” tutur Ibu Rohaniah dari Dasan Agung.

BACA JUGA: Sampah Sirkuit WSBK Ditangani 1.183 Personil Kebersihan

Aksi donor darah menargetkan 150 orang lingkup Pemprov NTB, yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat. ***

 

 




Gubernur Bang Zul Ajak Warga Sumbawa Tetap Bersemangat

Menjaga keharmonisan hubuga dengan masyarakat, Gubernur Bang Zul memenuhi undangan menghadiri tablig akbar 

MATARAM.LombokJornal.com ~  Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah ke Pulau Sumbawa membawa energi energi untuk bersemangat melakukan perubahan menuju kesejahteraan. 

BACA JUGA: Pariwisata NTB ke Depan Makin Dikenal Dunia

Gubernur Bang Zul dalam tabligh akabar di Sumbawa

Mengunjugi ke berbagai daerah di Pulau Sumbawa, Bang Zul langsung menyapa, bertatap muka dan berdialog dengan masyarakat. 

Menurutnya, masyarakat Sumbawa selalu antusias bila dikunjungi.

“Masyarakat kita selalu senang dan bahagia kalau disapa dan didatangi. Terima kasih atas undangan dan sambutannya yang luar biasa,” ucap Gubernur Bang Zul di Masjid Raya Ropang, Kecamatan Ropang, Sumbawa, Senin (06/03/23). 

Kecamatan Ropang adalah satu dari beberapa tujuan kunker Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB. 

Ia memenuhi undangan Tabligh Akbar yang diselenggarakan Dewan Masjid setempat sebelum menyapa masyarakat Lantung dan Desa Kabuyet Langam. 

Bang Zul kerap mengujugi masyarakat untuk menjaga keharmonisan hubungan mayarakat dan pemimpin. Tentu saja juga mengobati kerinduan masyarakat kecil untuk bertemu Pemerintah Provinsi dan menyampaikan keluhan dan kesulitan di tempat mereka. 

BACA JUGA: UMKM Perlu Didorong untuk Kembangkan Produk Ekspor

Dalam kunjungan kerja di Sumbawa tersebut, NTB didampingi sejumlah kepala OPD dan beberapa pejabat lingkup Pemkab Sumbawa. ***

 

 




Sampah Sirkuit WSBK, Ditangani 1.183 Personil Kebersihan 

Selain bekerja sama dengan PT. Semasa, waste management atau pengelolaan sampah di event WSBK 2023 juga melibatkan Bank Sampah sekitar Mandalika

LOTENG.LombokJournal.com ~ Sebanyak 1.183 tenaga kebersihan terlibat untuk menangani kebersihan sampah di kawasan sirkuit Mandalika, setelah gelaran World Superbike (WSBK) 2023 usai.

BACA JUGA: Menparekraf Sandiaga Uno Naik Jaran Kaput

Sebanyak 7,5 ton sampah harus dibersihkan usai evebt WSBK 2023

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut., M.A. mengatakan, waste management pada Event WSBK dari tanggal 03-05 Maret bekerja sama dengan PT. Semasa.

“Waste management bersama PT. Semasa mengerahkan sebanyak 1.183 tenaga dan 16 armada selama perhelatan WSBK,” tutur Kadis LHK, Minggu (05/03/23).

Ia juga menambahkan, seluruh sampah pada event WSBK terkumpul sebanyak 7,5 ton dan residu sebanyak 19 persen. 

“Total sampah dari hari pertama sampai sore jam 4 di hari ketiga terkumpul sekitar 7,5 ton dengan residu 19 persen,” tuturnya. 

Selain itu, waste management juga melibatkan Bank Sampah sekitar Mandalika, seperti Bank Sampah Putri Nyale, BSF Sengkol dan Bank Sampah Pengengat Lombok Tengah. ***

BACA JUGA: Pertunjukan Kolosal INEN GUMI Meriahkan WSBK 2023 

 




Kado Istimewa Rachmat Hidayat untuk Loteng dan KLU

Penuntasan 49 RTLH dan RKB Ponpes merupakan kado spesial dari Rachmat Hidayat untuk warga KLU dan Lombok Tengah

KLU.LombokJournal.com ~ Rachmat Hidayat, memberikan Kado spesial untuk masyarakat di Pulau Lombok. 

Kali ini, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini menuntaskan pemugaran 49 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk Pondok Pesantren di Lombok Utara dan Lombok Tengah.

“Bantuan-bantuan dari program aspirasi saya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI ini semata-mata didasari oleh aspek sosial kemanusiaan, agar masyarakat tidak mampu memiliki rumah layak tinggal,” kata Rachmat Hidayat .

BACA JUGA: Aksi Solidaritas Sosial dan Kemanusiaan Rachmat Hidayat

Rachmat Hidayat menyampaikan kado spesial untuk Ponpes di KLU

Ia menyampaikan itu di sela-sela meninjau salah satu RTLH yang telah tuntas dipugar di Lombok Tengah dan Lombok Utara, sepanjang akhir pekan lalu.

Di Lombok Tengah, peninjauan antara lain dilakukan di Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur. 

Menurut Rachmat, membantu masyarakat tidak mampu agar memiliki rumah layak huni merupakan komitmennya yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial maupun Badan Pengelola Keuangan Haji.

Angka warga tidak mampu sendiri di NTB memang masih mencapai 746 ribu jiwa.

Khusus di Pulau Lombok yang menjadi Daerah Pemilihan Rachmat Hidayat, data BPS NTB menyebutkan, pada 2021 jumlah penduduk miskin di Pulau Seribu Masjid sebanyak 524.170 jiwa. 

Jumlah terbanyak ada di Lombok Timur dengan 180.840 warga miskin. Disusul Lombok Tengah dengan 131.940 jiwa. Lalu Lombok Barat dengan 105.240 jiwa. Lombok Utara 61.700 jiwa, dan Kota Mataram dengan 44.450 jiwa.

Sebanyak 49 RTLH yang dipugar melalui program aspirasi Rachmat diperuntukkan untuk Lombok Utara sebanyak 20 unit, ditambah dengan Pembangunan RKB untuk MTs Malaka dan Ponpes Nurul Yaqin Malaka Kabupaten Lombok Utara. 

BACA JUGA: Menparekraf Sandiaga Uno Naik  Jaran Kaput

Di Lombok Tengah, terdapat 29 unit untuk masyarakat tidak mampu di wilayah Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur. 

Di Semoyang, saat meninjau rumah-rumah yang sudah selesai dipugar tersebut, Rachmat disambut ratusan warga dari dua desa, yakni Desa Semoyang dan Desa Marong. 

Mereka datang sebagian besar mengenakan kaos berwarna merah. Rachmat dan rombongan bahkan dielu-elukan warga desa sepanjang jalan masuk menuju lokasi RTLH yang selesai dibangun tersebut. 

Tampak hadir beberapa Pengurus dan Anggota Legislatif dari PDI Perjuangan antara lain, H Ruslan Turmuzi, anggota DPRD NTB yang juga Caleg DPRD NTB dari Lombok Tenah Dapil Utara pada Pemilu 2024. 

Ada pula Ketua DPC PDIP Lombok Tengah yang juga Legislator DPRD Loteng, Suhaimi. Pada Pemilu 2024, Suhaimi mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD NTB dari dapil Lombok Tengah bagian Selatan. 

Hadir juga caleg dapil 3 Praya Timur Haji Senirah yang akrab disapa masyarakat dengan nama Kasiron. Juga hadir Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur yang juga Caleg dapil II yakni Ahmad Amrullah.

Dari kelompok masyarakat, hadir puluhan anggota P3A (Persatuan Petani Pengguna Air), Petugas Program Keluarga Harapan (PKH ), serta sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa dan kepala dusun di lingkungan Desa Semoyang. 

BACA JUGA: Pariwisata NTB Ke Depan Makin Dikenal Dunia

Di hadapan Rachmat Hidayat, Amaq Roli salah seorang penerima bantuan pemugaran rumah dari Dusun Kebon, Desa Semoyang, mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Rachmat Hidayat.

“Saya menerima bantuan dari Bapak Rachmat Hidayat untuk pemugaran rumah saya senilai Rp 20 juta. Sudah saya pakai untuk menyelesaikan pembangunan rumah 4 x 5 meter dengan dibimbing oleh tim dari PKH,” katanya.

Selanjutnya Amaq Roli bercerita, sebelum mendapat bantuan tersebut, dirinya tinggal di rumah bedek reot. Rumah juga tidak memiliki ventilasi. 

“Kebaikkan Bapak Rachmat Hidayat dan PDI Perjuangan tidak akan pernah saya lupakan,” katanya.

Selain meninjau dan menginspeksi rumah yang telah selesai dipugar, Rachmat juga menggelar temu wicara untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait beberapa isu. 

Rachmat juga minta mereka terbuka dan menyampaikan apa adanya permasalahan sosial kemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Amaq Nurisam dari Dusun Kebon meminta bantuan agar dibuatkan sumur bor. sehingga pada musim kemarau mereka tidak kesulitan mendapatkan air bersih untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Sementara itu Amaq Rizal dari Dusun Batimaling, meminta bantuan rabat jalan agar mobilitas warga lebih cepat dan efisien.

Menanggapi aneka permintaan warga, Rachmat Hidayat akan mencarikan solusi terbaiknya agar hal tersebut bisa terlaksana.

Rachmat kemudian meminta para calegnya baik dari provinsi dan kabupaten tampil ke depan untuk diperkenalkan kepada warga desa yang hadir. 

“Saya minta kepada bapak ibu sekalian untuk Pileg 2024 agar memilih calon legislatif dari PDI Perjuangan, untuk dapil 3 Praya Timur pilih dan menangkan Senirah yang akrab disapa Kasiron. Untuk Dapil Utara DPRD Provinsi, pilih Ruslan Turmuzi. Sementara untuk Selatan DPRD Provinsi, pilih dan coblos Suhaimi,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Event WSBK Mandalika 2023 Ditonton 59 Ribu Orang

Ia bercerita, seputaran Desa Semoyang dulunya salah satu basis PDIP yang kuat dan solid. 

Bantuan di KLU

Dalam kunjungan road show-nya ke Lombok Utara, Rachmat Hidayat meresmikan Bangunan RKB untuk MTs Malaka, lembaga pendidikan milik Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Lombok Utara.

Sebelum melakukan pengguntingan pita , Rachmat Hidayat disambut dengan tarian NU Wonderland Indonesia oleh para santri.

 Tarian tersebut menggambarkan tentang keindahan, kebhinnekaan dan marwah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai sebuah perwujudan Ideologi Pancasila.

Dalam orasi nya di hadapan para santri, Rachmat menya menyampaikan rasa kagumnya dengan rasa kebangsaan yang begitu besar meskipun di tempat yang terpencil.

“Di sinilah saya yakin NKRI harga mati,” imbuhnya. 

Selain itu, Rachmat menginformasikan ada program aspirasinya masuk di Ponpes Nurul Yaqin berupa pembangunan RKB untuk kelas ruang MTs Malaka. 

“Saya kagum sama Ustad Thoha Mahsun yang menyisati pembangunan alokasi untuk satu Ruang Kelas Baru menjadi dua ruangan,” tandas Rachmat Hidayat.

Ketua DPD PDI perjuangan ini pun berjanji ke depan ia akan membantu lagi untuk Ponpes Nurul Yaqin agar proses belajar mengajar para siswa menjadi lebih baik lagi. 

“Tidak perlu saya ucapkan sekarang apa bentuk bantuannya, tapi saya pasti akan datang lagi membawa bantuan,” ujar Rachmat. 

Selain itu Rachmat meminta kepada Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara kalau besok terpilih kembali, membantu menyumbang paving blok agar halaman Ponpes Nurul Yaqin terlihat rapi. 

“Mana besok yang jadi duluan jadi legislatif, dia yang nyumbang. Kalau saya yang duluan jadi legislatif, saya yang akan bergegas menyumbangnya,” kata Rachmat. 

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ustad Thoha Mahsun secara terbuka meminta sumbangan keramik kepada Rachmat untuk aula serba guna agar selama bulan Ramadhan mendatang bisa dipakai kegiatan Ponpes  

“Saya menyumbang 125 kotak keramik ukuran 40 x 40 sekarang juga,” imbuh Rachmat.

Bantuan keramik itu telah tiba di Ponpes tersebut, pada Jumat (03/03), pekan lalu.

Usai acara seremonial dan dialog dengan para satri dan guru di lingkungan Ponpes, Rachmat didaulat melakukan peresmian dan penguntingan pita RKB yang bersumber dari program aspirasinya. 

Turun Hadir dalam acara peresmian RKB ini adalah sejumlah fungsionaris PDIP Kabupaten Lombok Utara antara lain, politisi PDIP yang merupakan anggota DPRD NTB dari Lombok Utara, Raden Nuna Abriadi, dan Ketua DPC PDIP Lombok Utara Raden Miling. 

Tiga orang legislator PDIP lombok Utara yakni Made Kariyasa, Tusen La Sima, dan Lalu Muhammad Zaki juga hadir. Turut hadir pula Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Amrullah.  

Dari Ponpes tersebut, Rachmat kemudian bertolak menuju lokasi 20 RTLH yang sudah selesai dipugar di Dusun Prawira, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung. 

BACA JUGA: UMKM Didorong untuk Kembangkan Produk Ekspor

Sesampai di lokasi Rachmat disambut penerima bantuan. Antara lain Nyingkranep. Sebelum mendapat bantuan pemugaran rumah, pria 60 tahun tersebut sehari-harinya tidurnya di berugak sekenem yang dijadikan tempat tidurnya.

“Akhirnya saya memiliki rumah layak huni yang sudah saya impikan sejak puluhan tahun,” ujar Nyingkranep berkaca-kaca. Dia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga pada Rachmat. (*)