Mudik Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Program mudik gratis ini, para mahasiswa dan pelajar yang berada di wilayah Pulau Lombok dapat memanfaatkan fasilitas transportasi gratis 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bagi yang ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Program Mudik Gratis bagi pelajar dan mahasiswa.

Program mudik gratis ini merupakan bentuk komitmen Pemprov NTB dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan terjangkau. 

BACA JUGA : Anak Di Bawah 16 Tahun Tak Bolo Miliki Akun Platform Digital

Hal ini sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas serta meminimalisir risiko perjalanan khususnya bagi mahasiswa dan pelajar yang melakukan perjalanan mudik.

Melalui program mudik gratis ini, para mahasiswa dan pelajar yang berada di wilayah Pulau Lombok dapat memanfaatkan fasilitas transportasi gratis menuju beberapa daerah tujuan di Pulau Sumbawa.

BACA JUGA :  Buka Puasa Bersama Jadi Pemicu Banyak Penyakit

Dilansir Instagram Dinas Perhubungan NTB, rute mudik gratis: Mataram – Kabupaten Sumbawa, Mataram – Kabupaten Sumbawa Barat, Mataram – Kabupaten Dompu, Mataram – Kabupaten Bima, dan Mataram – Kota Bima.

Tanggal keberangkatan, Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 09.00 WITA dengan titik keberangkatan di Kantor Dinas Perhubungan NTB

Sedangkan periode pendaftaran dibuka pada tanggal 9 – 11 Maret 2026 pukul 08.00 – 15.00 WITA atau sampai kuota terpenuhi.

Registrasi ulang akan dilakukan pada tanggal 13 Maret 2026 pukul 08.00 – 15.00 WITA.

Untuk meminimalisir adanya pergantian penumpang pada saat hari keberangkatan, maka akan dilakukan pengecekan KTP dan tiket sebelum keberangkatan

BACA JUGA : Menteri Agama Soroti Kualitas Pengeras Suara di Masjid

Program mudik gratis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi bagi mahasiswa dan pelajar, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan penyelenggaraan Angkutan Lebaran yang tertib dan berkeselamatan di Nusa Tenggara Barat. dan

 




Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Kerandangan

Pada pukul 12.15 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi, jenazah kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kantor SAR Mataram melalui tim rescue Unit Siaga SAR (USS) Bangsal bersama potensi SAR berhasil mengevakuasi jenazah tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pantai Kerandangan, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, pada Mingg (08/03/26) siang.

BACA JUGA : Terseret Arus Pantai, Rustan Ditemukan Meninggal Dunia

Peristiwa bermula saat seorang nelayan melihat jenazah mengapung di sekitar Pantai Kerandangan pada pukul 10.00 WITA. Saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak Polair yang kemudian meneruskan informasi ke Kantor SAR Mataram.

BACA JUGA : Menteri Agama Soroti Kualitas Pengeras Suara di Masjid

Kantor SAR Mataram segera mengerahkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Bangsal menggunakan unit D-Max Rescue Carrier beserta peralatan SAR air lengkap.

Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.16 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait di lapangan. Proses evakuasi berlangsung dengan lancar.

BACA JUGA : Anak di Bawah 16 Tahun Tak Boleh Miliki Akun di Platform Digital

“Pada pukul 12.15 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dari perairan. Jenazah kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses identifikasi lebih lanjut,” terang I Gusti Komang Aryadana, Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal mewakili Muhamad Hariyadi, Kepala Kantor SAR Mataram.dan

 




Buka Puasa Bersama Jadi Pemicu Banyak Penyakit

Menu buka puasa bersama itu biasanya tinggi gula dan karbohidrat, membuat perut jadi begah, badan jadi berat, dan akhirnya ngantuk berat pas sholat Tarawih

MATARAM.LombokJournal.com ~  Pasti banyak yang sering ngantuk pas sholat Tarawih gara-gara kalap waktu buka puasa bersama alias Bukber.

Serunya buka puasa bersama bareng teman atau keluarga kadang bikin kita lupa diri. Silaturahmi di acara buka puasa bersama itu memang bagus. Tapi hati-hati, ajang kumpul ini sering jadi momen “balas dendam”.

BACA JUGA :  Menteri Agama Soroti Kualitas Pengeras Suara di Masjid

Begitu bedug magrib berbunyi, semua makanan langsung dilahap dalam waktu singkat. 

“Ini sangat tidak sehat,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

BACA JUGA : Anak Di Bawah 16 Tahun Tak Bolah Punya Akun di Platform Digital

Lambung yang kosong seharian pasti kaget kalau tiba-tiba dipaksa kerja keras. Ujung-ujungnya asam lambung naik dan memicu penyakit yang lagi tren di kalangan Gen Z yaitu GERD.

Belum lagi menu buka puasa bersama itu biasanya tinggi gula dan karbohidrat. Perut jadi begah, badan jadi berat, dan akhirnya ngantuk berat pas sholat Tarawih. 

Ceramah ustadz di depan sudah pasti lewat begitu saja.

“Mari kita luruskan lagi niatnya. Kita berpuasa untuk menahan hawa nafsu, termasuk nafsu makan saat berbuka. 

Sayangi lambung kalian. Kalau kita makannya benar dan teratur, 

BACA JUGA : Jemaah Umrah Masih Ada yang Tertahan di Arab Saudi

“Insyaallah ibadah kita juga lancar dan badan tetap sehat sampai hari raya nanti,” ujar Menkes.dan




Balita 4 Tahun yang Terseret Arus Sungai di Bima Ditemukan

Upaya pencarian yang berlangsung selama dua hari, Rabu (04/03) pukul 08.03 WITA, korban akhirnya balia itu ditemukan warga 

MATARAM.LombokJournal.com ~  Operasi SAR terhadap balita bernama Muhammad Ibad Abdillah (4 tahun) yang dilaporkan terseret arus Sungai Kampo Sigi, Desa Rato, Kabupaten Bima, resmi berakhir setelah korban ditemukan pada Rabu (04/03/26).

Sebelumnya pada Senin (02/03) korban balia itu diketahui bermain di bantaran sungai bersama temannya. Kemudian berenang seorang diri sebelum akhirnya terseret arus dan hilang.

BACA JUGA : Angin Puting Beliung Terjang Batukliang Lombok Tengah

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram segera memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Bima menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.

Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung melakukan upaya pencarian. Hingga pukul 22.00 WITA pada hari pertama, hasil pencarian masih nihil, sehingga operasi dihentikan Sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan kembali pada Selasa (03/03)pukul 06.00 WITA.

BACA JUGA : Balita 4 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai di Bima

“Pada hari kedua operasi, area pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” ujar Koordinator Pos SAR Bima, M Firdaus, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi.

Setelah upaya pencarian yang berlangsung selama dua hari, Rabu (04/03) pukul 08.03 WITA, jasad balita akhirnya itu ditemukan warga di sekitar Jembatan Sondo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima dalam kondisi meninggal dunia. 

Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 6 kilometer dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya, korban dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

BACA JUGA  :  Ummi Dinda ke Dompu Tinjau Kemiskinan Ekstrem Warga

Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima, BPBD Kota Bima, Tagana Bima, Polairud Bima, Polsek Sila, Koramil Sila, Puskesmas Bolo, Potensi SAR 204 serta masyarakat setempat.dan

 




Balita 4 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai di Bima

Pencarian balita yang terseret arus sungai itu dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU)

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Balita berusia 4 tahun dilaporkan hilang terseret arus sungai Kampo Sigi, Desa Rato, Kabupaten Bima.

Hingga Selasa 3 Maret 2026 masih dalam pencarian terhadap balita bernama Muhammad Ibad Andillah warga Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

BACA JUGA : Ummi Dinda ke Dompu Tinjau Kemiskinan Warga

Informasi kejadian diterima dari Kantor SAR Mataram, pada Senin 2 Maret 2026, korban sebelumnya diketahui bermain di bantaran sungai bersama temannya dan kemudian berenang seorang diri sebelum akhirnya terseret arus dan hilang.

Kantor SAR Mataram segera memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Bima menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan segera melaksanakan pencarian. Hingga pukul 22.00 WITA, hasil pencarian balita yang terseret arus sungai itu masih nihil. 

BACA JUGA : Inovasi Mahasiswa, Bikin Mesin Pengiris Tempe Tenaga

Operasi SAR dihentikan sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan kembali pada Selasa 3 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

“Pada hari kedua operasi area, pencarian (balita yang terseret arus sungai itu) dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” ujar Koordinator Pos SAR Bima, M Firdaus mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi. 

SRU 1 melakukan penyisiran sungai sejauh 5,91 kilometer dari titik awal kejadian. SRU 2 melaksanakan penyisiran ke arah hilir sungai sejauh 2 nautical mile (NM). 

BACA JUGA : Magnet Wisata Baru, NTB Tidak Jualan Pantai Itu itu Saja

Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima, BPBD Kota Bima, Babinsa Rato, serta masyarakat setempat.dan

 




Jemaah Umrah Diminta Tunda Keberangkatan

Seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik

MATARAM,LombokJournal.com ~ Pemerintah meminta jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, untuk menunda keberangkatanya hingga kondisi kembali kondusif.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamen Haji) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, langkah menunda jamaah umrah merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.

BACA JUGA : Antisipasi Lonjakan Penumpang, Menhub Temui Gubernur Iqbal

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami menghimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamen Haj di Jakarta, Minggu (01/03/26).

Pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

BACA JUGA :  Bulan Puasa Dimanfaatka Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” lanjutnya.

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan,hingga saat ini belum terdampak pada persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berlangsung sesuai jadwal.

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Bejanji Pernaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak

“Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” tutup Wamen Haji.dan




Antisipasi Lonjakan Penumpang, Menhub Temui Gubernur Iqbal 

Menhub menekankan antisipasi kesiapsiagaan armada, dermaga, serta pengaturan arus untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan pemudik 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menemui Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, guna membahas antisipasi kesiapan Angkutan Lebaran 2026, lonjakan pemudik dan wisatawan.

Menhub menitikberatkan pembahasan pada penguatan angkutan penyeberangan, kesiapan pelabuhan, dan koordinasi antar pemangku kepentingan untuk antisipasi lonjakan arus mudik dan wisatawan.

BACA JUGA :  Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak

“Sebagai provinsi kepulauan, mobilitas masyarakat di NTB sangat bergantung pada angkutan penyeberangan dan transportasi udara, yang diperkuat oleh jalan nasional,” kata Menhub. 

NTB juga merupakan salah satu provinsi dengan destinasi pariwisata unggulan nasional, sehingga pada periode tertentu, termasuk Hari Libur Lebaran diprediksi akan terjadi peningkatan pergerakan tidak hanya untuk aktivitas mudik, tetapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata.

Pelabuhan penyeberangan di NTB diperkirakan akan menjadi salah satu simpul tersibuk, khususnya Pelabuhan Lembar. 

BACA JUGA :  Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Program Makan Bergizi Gratis

Pelabuhan Lembar termasuk ke dalam 3 terbesar pelabuhan penyeberangan tersibuk dengan total sekitar 1,1 juta penumpang yang diprediksi akan menggunakan pelabuhan ini pada masa Angkutan Lebaran.

Menhub menekankan pentingnya antisipasi kesiapsiagaan armada, dermaga, serta pengaturan arus untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan pemudik dari dan ke Nusa Tenggara Barat.

Gubernur Iqbal menyampaikan usulan dan permintaan krusial kepada Kemenhub terkait optimalisasi angkutan darat, laut, dan udara di wilayah NTB. 

“Tingginya antusiasme mudik tahun ini harus diimbangi dengan armada yang memadai, jadwal penyeberangan yang terukur, dan infrastruktur yang mendukung,” katanya.

BACA JUGA : Modus Flexing, Terihat Mewah Ternyata Tipuan

Survei Angkutan Lebaran Nasional memperkirakan pergerakan mencapai 146 juta orang pada Angkutan Lebaran 2026 ini. 

Prediksi pergerakan yang berasal dari Provinsi NTB sebagai provinsi asal pemudik tercatat sebesar 1,58 Juta orang dan Provinsi NTB sebagai provinsi tujuan diprediksi sebesar 1,22 juta.dan

 




Bocah yang Hanyut di Selong Ditemukan di Pulau Moyo

Setelah ditemukannya diidentifikasi jasad bocah yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bocah 4 tahun yang hanyut di saluran drainase akhirnya ditemukan.

Operasi SAR terhadap M Azril Filah Busairi, bocah asal Karang Sukun, Kelurahan Selong, Lombok Timur resmi ditutup pada Sabtu (28/02/26). 

BACA JUGA : Antisipasi Angkutan Penumpang, Menhub Temui Gubernur Iqbal

Jenazah bocah itu ditemukan oleh warga di pesisir pantai Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, setelah terbawa arus sejauh 60 Nautical Mile (NM) dari muara Sungai Selong.

Sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus drainase di depan SDN 1 Selong pada Selasa, 24 Februari 2026. Pencarian intensif yang dilakukan selama 5 hari akhirnya membuahkan hasil berkat laporan warga setempat.

Titik terang keberadaan bocah itu muncul pada Jumat (27/02) sekitar pukul 14.00 WITA. 

BACA JUGA : Bulan Puasa Dimanfaatkan Untuk Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Warga Pulau Moyo menemukan jasad bocah tersangkut di akar bakau dengan ciri-ciri mengenakan kaos berwarna biru. 

Setelah dilakukan verifikasi oleh pihak keluarga, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Azril.

Tim SAR Gabungan bersama Tim Inafis Polres Sumbawa mendampingi pihak keluarga menuju lokasi penemuan di Pulau Moyo. 

Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Sumbawa untuk prosedur medis dan identifikasi final sebelum diserahkan ke pihak keluarga pada pukul 12.00 WITA.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi yang dilansir dari Instagram Kantor SAR Mataram menyampaikan duka mendalam sekaligus mengkonfirmasi penutupan operasi SAR ini.

“Kami mengonfirmasi bahwa jasad bocah yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong. Jarak penemuan memang cukup jauh, sekitar 60 NM dari muara sungai,” ujarnya. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Pos SAR Kayangan, Pos SAR Sumbawa, Polres Sumbawa, Polres Selong, Unit SAR Lombok Timur, Damkarmat Lotim, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Kompi 3 yon B Brimob Polda NTB, dan BPBD.

BACA JUGA : Hentikan Kebiasaan Minum Es Sirup Saat Buka Puasa

Termasuk warga Desa Sebotok yang berperan aktif dalam proses evakuasi.

Dengan ditemukannya korban bocah itu dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup.dan




Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Penjual Opak-Opak

Tugas pemimpin adalah menjadi jembatan bagi harapan rakyatnya. tulisnya di akun instagramnya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mempunyai janji pada penjual OPAK-OPAK di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Gubernur Iqbal menjanjikan memperbaiki rumah seorang penjual opak-opak di Sigar Penjalin,Tanjung, Lombok Utara.

BACA JUGA : Ketangguhan Bencana Melalaui Kolaborasi Multipihak

Pasalnya, Gubernur Iqbal mengaku kagum setelah menyaksikan kegigihan seorang ibu di Sigar Penjalin mengolah opak-opak di tengah keterbatasan tem[at tinggalnya. 

“Ini mengingatkan saya bahwa tugas pemimpin adalah menjadi jembatan bagi harapan rakyatnya,” ujar Gubernur Iqal dilansir dari Instagramnya. 

Bersama BAZNAS melalui program Program Rumah Layak Huni (MAHYANI) MAHYANI, Gubernur Iqbal mengatakan,pihaknya akan membedah rumah penjual Opak-Opak agar lebih layak dan produktif. 

BACA JUGA : Bencana Meteorologi, Banjir dan Tanah Longsor di Bima

Gubernur Iqbal mengapresiasi para Pendamping Desa Berdaya yang terus mengawal di garda terdepan. 

Bareh (nanti) Insya Allah mulai minggu depan setelah selesai surat-suratnya kita perbaikin rumahnya,” tulisnya.

Program Rumah Layak Huni (MAHYANI) BAZNAS adalah inisiatif sosial, khususnya di wilayah NTB, yang bertujuan merenovasi atau membangun kembali rumah masyarakat kurang mampu (mustahik) agar lebih aman dan nyaman.

BACA JUGA : Banjir di Pujut Lombok Tengah, 150 KK Terdampak

Sasarannya adalah masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni (rutilahu), seperti yang dilakukan di berbagai kecamatan.

Sumber dananya berasal dari dana zakat, seringkali berkolaborasi dengan Bank NTB Syariah dan pihak lainnya.dan

 




Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kementerian Agama menegaskan, tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Zakat adalah instrumen ibadah yang memiliki aturan baku baik secara syariat maupun undang-undang.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar kembali menegaskan prinsip fundamental dalam pengelolaan dana zakat: Dana zakat mutlak tidak boleh dimanfaatkan di luar delapan Asnaf yang telah ditetapkan.

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak di Lombok Utara

Hal ini berpedoman langsung pada Alqur’an (QS At-Taubah: 60) yang menggariskan bahwa zakat diperuntukkan bagi mereka yang berhak, seperti fakir, miskin, mualaf, dan asnaf lainnya.

BACA JUGA : Ketangguhan Bencana melalui Kolaborasi Semua Pihak

Penyaluran dana zakat di luar ketentuan Asnaf akan menimbulkan persoalan syariat yang sangat serius. Oleh karena itu, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus menjaga agar setiap amanah zakat yang dititipkan umat tetap tersalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik sesuai tuntunan agama.

Kementerian Agama menegaskan bahwa tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sesuai aturan tersebut, dana zakat mutlak menjadi hak prioritas bagi delapan golongan (Asnaf) penerima zakat (Mustahik). 

Mulai dari Fakir, Miskin, Amil, Mualaf, Riqab, Gharimin, Fisabilillah, hingga Ibnu Sabil.

BACA JUGA :  Modus Flexing, Terlihat Mewah Tapi Ternyata Tipuan

Kemenag terus memastikan tata kelola zakat berjalan transparan, berkeadilan, dan tepat sasaran sesuai peruntukannya.dan