Balita 4 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai di Bima

Pencarian balita yang terseret arus sungai itu dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU)

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Balita berusia 4 tahun dilaporkan hilang terseret arus sungai Kampo Sigi, Desa Rato, Kabupaten Bima.

Hingga Selasa 3 Maret 2026 masih dalam pencarian terhadap balita bernama Muhammad Ibad Andillah warga Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

BACA JUGA : Ummi Dinda ke Dompu Tinjau Kemiskinan Warga

Informasi kejadian diterima dari Kantor SAR Mataram, pada Senin 2 Maret 2026, korban sebelumnya diketahui bermain di bantaran sungai bersama temannya dan kemudian berenang seorang diri sebelum akhirnya terseret arus dan hilang.

Kantor SAR Mataram segera memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Bima menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan segera melaksanakan pencarian. Hingga pukul 22.00 WITA, hasil pencarian balita yang terseret arus sungai itu masih nihil. 

BACA JUGA : Inovasi Mahasiswa, Bikin Mesin Pengiris Tempe Tenaga

Operasi SAR dihentikan sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan kembali pada Selasa 3 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

“Pada hari kedua operasi area, pencarian (balita yang terseret arus sungai itu) dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” ujar Koordinator Pos SAR Bima, M Firdaus mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi. 

SRU 1 melakukan penyisiran sungai sejauh 5,91 kilometer dari titik awal kejadian. SRU 2 melaksanakan penyisiran ke arah hilir sungai sejauh 2 nautical mile (NM). 

BACA JUGA : Magnet Wisata Baru, NTB Tidak Jualan Pantai Itu itu Saja

Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima, BPBD Kota Bima, Babinsa Rato, serta masyarakat setempat.dan

 




Jemaah Umrah Diminta Tunda Keberangkatan

Seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik

MATARAM,LombokJournal.com ~ Pemerintah meminta jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, untuk menunda keberangkatanya hingga kondisi kembali kondusif.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamen Haji) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, langkah menunda jamaah umrah merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.

BACA JUGA : Antisipasi Lonjakan Penumpang, Menhub Temui Gubernur Iqbal

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami menghimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamen Haj di Jakarta, Minggu (01/03/26).

Pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

BACA JUGA :  Bulan Puasa Dimanfaatka Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” lanjutnya.

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan,hingga saat ini belum terdampak pada persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berlangsung sesuai jadwal.

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Bejanji Pernaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak

“Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” tutup Wamen Haji.dan




Antisipasi Lonjakan Penumpang, Menhub Temui Gubernur Iqbal 

Menhub menekankan antisipasi kesiapsiagaan armada, dermaga, serta pengaturan arus untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan pemudik 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menemui Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, guna membahas antisipasi kesiapan Angkutan Lebaran 2026, lonjakan pemudik dan wisatawan.

Menhub menitikberatkan pembahasan pada penguatan angkutan penyeberangan, kesiapan pelabuhan, dan koordinasi antar pemangku kepentingan untuk antisipasi lonjakan arus mudik dan wisatawan.

BACA JUGA :  Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak

“Sebagai provinsi kepulauan, mobilitas masyarakat di NTB sangat bergantung pada angkutan penyeberangan dan transportasi udara, yang diperkuat oleh jalan nasional,” kata Menhub. 

NTB juga merupakan salah satu provinsi dengan destinasi pariwisata unggulan nasional, sehingga pada periode tertentu, termasuk Hari Libur Lebaran diprediksi akan terjadi peningkatan pergerakan tidak hanya untuk aktivitas mudik, tetapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata.

Pelabuhan penyeberangan di NTB diperkirakan akan menjadi salah satu simpul tersibuk, khususnya Pelabuhan Lembar. 

BACA JUGA :  Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Program Makan Bergizi Gratis

Pelabuhan Lembar termasuk ke dalam 3 terbesar pelabuhan penyeberangan tersibuk dengan total sekitar 1,1 juta penumpang yang diprediksi akan menggunakan pelabuhan ini pada masa Angkutan Lebaran.

Menhub menekankan pentingnya antisipasi kesiapsiagaan armada, dermaga, serta pengaturan arus untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan pemudik dari dan ke Nusa Tenggara Barat.

Gubernur Iqbal menyampaikan usulan dan permintaan krusial kepada Kemenhub terkait optimalisasi angkutan darat, laut, dan udara di wilayah NTB. 

“Tingginya antusiasme mudik tahun ini harus diimbangi dengan armada yang memadai, jadwal penyeberangan yang terukur, dan infrastruktur yang mendukung,” katanya.

BACA JUGA : Modus Flexing, Terihat Mewah Ternyata Tipuan

Survei Angkutan Lebaran Nasional memperkirakan pergerakan mencapai 146 juta orang pada Angkutan Lebaran 2026 ini. 

Prediksi pergerakan yang berasal dari Provinsi NTB sebagai provinsi asal pemudik tercatat sebesar 1,58 Juta orang dan Provinsi NTB sebagai provinsi tujuan diprediksi sebesar 1,22 juta.dan

 




Bocah yang Hanyut di Selong Ditemukan di Pulau Moyo

Setelah ditemukannya diidentifikasi jasad bocah yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bocah 4 tahun yang hanyut di saluran drainase akhirnya ditemukan.

Operasi SAR terhadap M Azril Filah Busairi, bocah asal Karang Sukun, Kelurahan Selong, Lombok Timur resmi ditutup pada Sabtu (28/02/26). 

BACA JUGA : Antisipasi Angkutan Penumpang, Menhub Temui Gubernur Iqbal

Jenazah bocah itu ditemukan oleh warga di pesisir pantai Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, setelah terbawa arus sejauh 60 Nautical Mile (NM) dari muara Sungai Selong.

Sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus drainase di depan SDN 1 Selong pada Selasa, 24 Februari 2026. Pencarian intensif yang dilakukan selama 5 hari akhirnya membuahkan hasil berkat laporan warga setempat.

Titik terang keberadaan bocah itu muncul pada Jumat (27/02) sekitar pukul 14.00 WITA. 

BACA JUGA : Bulan Puasa Dimanfaatkan Untuk Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Warga Pulau Moyo menemukan jasad bocah tersangkut di akar bakau dengan ciri-ciri mengenakan kaos berwarna biru. 

Setelah dilakukan verifikasi oleh pihak keluarga, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Azril.

Tim SAR Gabungan bersama Tim Inafis Polres Sumbawa mendampingi pihak keluarga menuju lokasi penemuan di Pulau Moyo. 

Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Sumbawa untuk prosedur medis dan identifikasi final sebelum diserahkan ke pihak keluarga pada pukul 12.00 WITA.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi yang dilansir dari Instagram Kantor SAR Mataram menyampaikan duka mendalam sekaligus mengkonfirmasi penutupan operasi SAR ini.

“Kami mengonfirmasi bahwa jasad bocah yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong. Jarak penemuan memang cukup jauh, sekitar 60 NM dari muara sungai,” ujarnya. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Pos SAR Kayangan, Pos SAR Sumbawa, Polres Sumbawa, Polres Selong, Unit SAR Lombok Timur, Damkarmat Lotim, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Kompi 3 yon B Brimob Polda NTB, dan BPBD.

BACA JUGA : Hentikan Kebiasaan Minum Es Sirup Saat Buka Puasa

Termasuk warga Desa Sebotok yang berperan aktif dalam proses evakuasi.

Dengan ditemukannya korban bocah itu dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup.dan




Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Penjual Opak-Opak

Tugas pemimpin adalah menjadi jembatan bagi harapan rakyatnya. tulisnya di akun instagramnya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mempunyai janji pada penjual OPAK-OPAK di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Gubernur Iqbal menjanjikan memperbaiki rumah seorang penjual opak-opak di Sigar Penjalin,Tanjung, Lombok Utara.

BACA JUGA : Ketangguhan Bencana Melalaui Kolaborasi Multipihak

Pasalnya, Gubernur Iqbal mengaku kagum setelah menyaksikan kegigihan seorang ibu di Sigar Penjalin mengolah opak-opak di tengah keterbatasan tem[at tinggalnya. 

“Ini mengingatkan saya bahwa tugas pemimpin adalah menjadi jembatan bagi harapan rakyatnya,” ujar Gubernur Iqal dilansir dari Instagramnya. 

Bersama BAZNAS melalui program Program Rumah Layak Huni (MAHYANI) MAHYANI, Gubernur Iqbal mengatakan,pihaknya akan membedah rumah penjual Opak-Opak agar lebih layak dan produktif. 

BACA JUGA : Bencana Meteorologi, Banjir dan Tanah Longsor di Bima

Gubernur Iqbal mengapresiasi para Pendamping Desa Berdaya yang terus mengawal di garda terdepan. 

Bareh (nanti) Insya Allah mulai minggu depan setelah selesai surat-suratnya kita perbaikin rumahnya,” tulisnya.

Program Rumah Layak Huni (MAHYANI) BAZNAS adalah inisiatif sosial, khususnya di wilayah NTB, yang bertujuan merenovasi atau membangun kembali rumah masyarakat kurang mampu (mustahik) agar lebih aman dan nyaman.

BACA JUGA : Banjir di Pujut Lombok Tengah, 150 KK Terdampak

Sasarannya adalah masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni (rutilahu), seperti yang dilakukan di berbagai kecamatan.

Sumber dananya berasal dari dana zakat, seringkali berkolaborasi dengan Bank NTB Syariah dan pihak lainnya.dan

 




Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kementerian Agama menegaskan, tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Zakat adalah instrumen ibadah yang memiliki aturan baku baik secara syariat maupun undang-undang.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar kembali menegaskan prinsip fundamental dalam pengelolaan dana zakat: Dana zakat mutlak tidak boleh dimanfaatkan di luar delapan Asnaf yang telah ditetapkan.

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak di Lombok Utara

Hal ini berpedoman langsung pada Alqur’an (QS At-Taubah: 60) yang menggariskan bahwa zakat diperuntukkan bagi mereka yang berhak, seperti fakir, miskin, mualaf, dan asnaf lainnya.

BACA JUGA : Ketangguhan Bencana melalui Kolaborasi Semua Pihak

Penyaluran dana zakat di luar ketentuan Asnaf akan menimbulkan persoalan syariat yang sangat serius. Oleh karena itu, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus menjaga agar setiap amanah zakat yang dititipkan umat tetap tersalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik sesuai tuntunan agama.

Kementerian Agama menegaskan bahwa tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sesuai aturan tersebut, dana zakat mutlak menjadi hak prioritas bagi delapan golongan (Asnaf) penerima zakat (Mustahik). 

Mulai dari Fakir, Miskin, Amil, Mualaf, Riqab, Gharimin, Fisabilillah, hingga Ibnu Sabil.

BACA JUGA :  Modus Flexing, Terlihat Mewah Tapi Ternyata Tipuan

Kemenag terus memastikan tata kelola zakat berjalan transparan, berkeadilan, dan tepat sasaran sesuai peruntukannya.dan

 




Ketangguhan Bencana Melalui Kolaborasi Multipihak

Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam dalam memperkuat ketangguhan bencana

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Posisi geografis NTB yang rentan terhadap gempa bumi, tsunami, dan bencana hidrometeorologi harus mewujudkan ketangguhan bencana.

Ketangguhan bencana menuntut penguatan sistem pengelolaan risiko bencana yang terencana dan berkelanjutan.. 

Pendekatan sistem menyeluruh terhadap upaya penanggulangan bencana memerlukan kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, tokoh-tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat sipil. 

BACA JUGA : Banjir di Pujut Lombok Tengah, 159 KK Terdampak 

Hal ini dilakukan dengan menyusun manajemen risiko bencana yang efektif dan berkelanjutan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, yang didukung oleh Program SIAP SIAGA (Kemitraan Australia-Indonesia Untuk Manajemen Risiko Bencana),.

Selalu menerapkan pendekatan sistem yang menyeluruh dalam upaya-upaya penanggulangan bencana yang dilakukan. 

Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam dalam memperkuat ketangguhan bencana.

Sebagai langkah penguatan itu, dilaksanakan kegiatan kick off yang diselenggarakan pada Kamis (26/02/2026) di Kota Mataram. 

Kick off ini menandai secara resmi implementasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) atau Annual Work Plan (AWP) untuk Tahun Anggaran 2026. 

BACA JUGA :  Bencana Hidrometeorologi, Banjir dan Tanah Longsor di Bima

“Kick off ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama agar seluruh program selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin.

Acara ini menjadi momentum keberlanjutan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pelaksanaan sistem penanggulangan bencana  di wilayah NTB. 

Fokus utama program pada tahun 2026 adalah memperkuat sistem kelembagaan melalui optimalisasi kerja sama multipihak serta penyelarasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) di tingkat provinsi maupun di 3 kabupaten (Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Sumbawa) dengan Program SIAP SIAGA.

Sadimin menegaskan, pengelolaan risiko bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah akan terus diperkuat untuk memastikan dampak nyata bagi ketangguhan bencana masyarakat di lapangan. 

Melalui kick off ini, diharapkan terbentuk rencana aksi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

“Kolaborasi yang telah dibangun selama ini kita harapkan semakin kuat di tahun 2026 hingga akhir Program SIAP SIAGA,’’ kata Sadimin.

Jalinan kolaborasi yang dibangun telah melahirkan berbagai inisiatif. Pada Desember 2024 dilaunching Unit Layanan Disabilitas yang dalam setahun perjalannya berhasil melakukan pengolahan data terpilah penyandang disabilitas di tiga kabupaten. 

Di samping pelibatan berbagai sektor, peran aktif masyarakat juga diperlukan untuk mendukung resiliensi terhadap bencana. 

Melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) NTB dan Forum PRB Perguruan Tinggi dilakukan pendampingan pada desa melalui program KKN Tematik Destana. Selain itu, Forum PRB NTB telah Menyusun laporan kajian ketangguhan bencana pulau-pulau kecil di KLU dan Sumbawa. 

Sinergi Pemerintah Daerah dan Mitra Internasional

Kegiatan kick off ini dihadiri oleh pemangku kepentingan utama dari kedua negara. Mewakili Pemerintah Australia, hadir Catherine Meehan selaku First Secretary (Humanitarian) Kedutaan Besar Australia, dan Lucy Dickinson sebagai Team Leader Program SIAP SIAGA.

BACA JUGA : Dampak Cuaca Ekstrem di Lombok

Dari pihak Pemerintah Provinsi NTB, acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti. Turut hadir memberikan sambutan adalah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin. 

Kehadiran para pimpinan dalam upaya mewujudkan ketangguhan bencana ini,  menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menempatkan isu kebencanaan sebagai prioritas pembangunan.

“Program SIAP SIAGA awalnya dirancang sebagai inisiatif lima tahun (2019-2024), namun kini telah resmi diperpanjang hingga tahun 2028. Memasuki Fase II ini, program membawa mandat yang lebih tajam dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip GEDSI, penghidupan yang berkelanjutan serta adaptasi perubahan iklim’’ kata DRM Area Manager SIAP SIAGA NTB, Anggraeni Puspitasari.

Pada AWP 2026 terdapat tujuh program yang dilaksanakan secara kolaboratif. Pertama, peningkatan sistem dan strategi penanggulangan bencana. 

Dalam program ini dilakukan pendampingan teknis untuk penguatan Pembinaan dan Pengawasan (BINWAS) Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub-urusan Bencana di 10 kabupaten/kota di NTB. Selain itu, akan dilakukan pendampingan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

Kedua, peningkatan strategi penanggulangan bencana.  Akan dilakukan pendampingan evaluasi RPB Provinsi NTB dan finalisasi RPB Lombok Tengah. Selain itu pendampingan teknis dan fasilitasi Musrenbang Tematik Kebencanaan dan Pembangunan Berketahanan Iklim di Provinsi dan 3 Kabupaten (KLU, Loteng dan Sumbawa). 

Dalam program ini juga akan menyusun Pergub Musrenbang Tematik Kebencanaan dan Pembangunan Berketahanan Iklim di Provinsi NTB.

Ketiga, pemetaan dan evaluasi risiko bencana. Akan dilakukan pendampingan teknis penyusunan dokumen KRB Kabupaten (KLU, Loteng dan Sumbawa) dan pendampingan teknis untuk pemantauan IKD/IRB Provinsi NTB.

Keempat, peningkatan layanan data dan komunikasi penanggulangan bencana. pendampingan teknis akselerasi pemanfaatan SIK Provinsi NTB di level daerah.

Serta pendampingan teknis untuk pengembangan lanjutan SIK (tahap 4) Provinsi NTB dan DESTANA yang inklusif dan integratif untuk mendukung sinergi dalam perencanaan dan pemantauan program desa (termasuk konvergensi antara API-PRB dan SDGs Desa).

Kelima, peningkatan dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk kesiapan bencana melalui penguatan kolaborasi pentahelix dan berbagi pengetahuan penanggulangan bencana.

Kegiatannya berupa pendampingan teknis koordinasi dan sinergi antara Forum PRB Provinsi NTB, Forum PRB Kab/Kota dan Forum Perguruan Tinggi untuk pengarusutamaan ketangguhan desa dan PRBBK melalui mekanisme KKN Pemberdayaan Desa. 

Memperkuat peran Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan menyusun peta sebaran disabilitas di daerah rawan bencana. 

Program ini juga mendorong penyusunan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang ramah terhadap kelompok rentan. 

Keenam, peningkatan kualitas kebijakan pemulihan pasca bencana melalui pendampingan teknis dan fasilitasi penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P).termasuk peningkatan kapasitas sektor RR untuk JITUPASNA. Ketujuh, peningkatan kapasitas logistik dan peralatan penanggulangan bencana lokal melalui pendampingan teknis penguatan klaster logistik Provinsi NTB.

“Fokus pelaksanaan Program SIAP SIAGA NTB di tahun 2026 adalah memperkuat sistem kelembagaan melalui optimalisasi kolaborasi dan kemitraan multi-pihak. Serta mendukung pengawasan, evaluasi, dan pembelajaran dari implementasi program-program Penanggulangan Bencana,” kata Angga. BPBD/Kominfotik.

 




Banjir di Pujut Lombok Tengah, 150 KK Terdampak

Aparat terkait dalam [enanganan bencana dan aparatur desa segera melakukan assessment ke lokasi terdampak banjir

MATARAM,LombokJournal.com ~ Banjir melanda wilayah Kecamatan Pujut, tepatnya di Desa Tanak Awu, Dusun Tanak Awu 1, Kabupaten Lombok Tengah.

Peristiwa banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya sejak pagi hari. 

BACA JUGA : Dampak Cuaca Ekstrem di Lombok

Bencana banjir terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 06.30 WITA. 

Dilansir Instagram BPBD NTB, akibat kejadian tersebut, sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tanak Awu 1 terdampak dan rumah warga sempat terendam banjir. 

Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga mengalami gangguan aktivitas akibat genangan air yang masuk ke pemukiman.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta Low Frequency di wilayah NTB. Selain itu, adanya pertemuan angin (konvergensi), perlambatan kecepatan angin.

Serta kelembaban udara yang cenderung basah pada berbagai lapisan ketinggian turut mendukung terbentuknya hujan lebat yang menyebabkan meluapnya air dan merendam pemukiman warga.

BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah. 

BACA JUGA : Bocah 4 Tahut Hanyut di Saluran Drainase

Tim Reaksi Cepat (TRC PB) BPBD Kabupaten Lombok Tengah bersama TNI/Babinsa dan aparatur desa segera melakukan assessment ke lokasi terdampak banjir. 

Selain itu, dilakukan pelaporan, penyebaran informasi kepada masyarakat, serta pemberian himbauan terkait potensi bencana yang dapat terjadi pada masa peralihan musim.

BACA JUGA : Dana Bantuan Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran

Kebutuhan mendesak saat ini berupa pemenuhan logistik bagi warga terdampak.banjir 

Adapun kondisi terkini, banjir telah berangsur surut dan situasi di lokasi kejadian dalam keadaan relatif aman dan terkendali.(dan)

 




Bocah 4 Tahun Hanyut di Saluran Drainase

Operasi pencarian bocah itu dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase 

MATARAM, LombokJournal.com – Seorang bocah berusia 4 tahun diduga terseret arus saat bermain hujan di pinggiran drainase di depan SDN 1 Selong, Selasa (24/02/26)..

M Azril Filah Busairi, nama bocah itu, warga Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Selong, Lombok Timur.

BACA JUGA : Banjir di Tambora Bima, Ratusan Wrga Terdampak 

Arus air drainase yang deras menyeet bocah itu saat bermain hujan di pinggiran drainase depan SDN 1 Selong.

Kepala Kantor SAR Mataram melalui Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis menjelaskan, Tim SAR Gabungan langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 10.49 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait.

BACA JUGA : Banjir di Kecamatan Sanggar Bima, Puluhan Rumah Terdampak

“Operasi pencarian bocah itu dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut,” ungkap M Darwis

Hingga Selasa 24 Februari 2026 sore, hasil pencarian bocah itu masih nihil. OPS SAR dihentikan sementara karena kondisi cuaca hujan. Operasi SAR akan dilanjutkan pada Rabu (25/02/26).

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Rescuer Pos SAR Kayangan

BACA JUGA :  Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga 1 Maret 2026

SAR Unit Lombok Timur, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Damkarmat Lotim, BPBD Lotim, Polres Selong dan masyarakat setempat.(*)




Kudapan Ini Paling Banyak Disantap Saat Takjil

Hampir sepertiga responden memilih gorengan sebagai kudapan wajib saat berbuka puasa

MATARAM, LombokJournal.com – Takjil adalah sebutan untuk kudapan menu berbuka puasa. 

Takjil umumnya dipahami kebanyakan orang sebagai camilan. 

Ramadhan selalu identik dengan momen berburu takjil. Setiap sore menjelang magrib, meja takjil seolah berubah jadi arena persaingan. Siapa yang paling cepat habis?

BACA JUGA : Fondasi Transformasi Ekonomi NTB Sedang Dibangun

Berdasarkan survei 2025 yang dirilis oleh GoodStats yang dikutip dari laman indonesiabaik, aneka gorengan menempati posisi teratas sebagai takjil favorit masyarakat Indonesia dengan 29,2% responden. 

Artinya, hampir sepertiga responden memilih gorengan sebagai kudapan wajib saat berbuka puasa.

Gorengan adalah juara bertahan yang tak tergantikan. Seperti bakwan, tempe mendoan, tahu isi, atau pisang goreng, semuanya pasti ludes duluan.

Favorit karena rasanya yang gurih, renyah, dan murah meriah. Dimakan pakai cabai rawit hijau atau sambal, rasanya nikmat sekali.

Berapa di nomor dua ada teh atau kopi dengan 28,7 persen. Di nomor tiga nasi dan lauk pauk 28,2 persen. 

BACA JUGA : Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Oleh-oleh Haji

Kolak berapa di peringkat empat dengan 15,6 persen. Belum terasa Ramadhan kalau belum makan kolak. Kuah santan yang gurih campur gula merah manis, ditambah potongan pisang atau ubi, bikin perut langsung hangat dan nyaman.

Kudapan ini sangat pas buat memulihkan tenaga yang hilang seharian. Biasanya ada juga yang tambah kolang-kaling biar makin asyik kunyahnya.

Setelah kolak ada buah-buahan sebanyak 14,1 persen. Es campur sebanyak 12,3 persen. Minuman kemasan 9,6 persen. Kue sebanyak 9 persen, dan lainnya 6 persen.(*)