Toleransi Diperkuat pada Perayaan Idul Fitri-Nyepi 2026

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menghadirkan contoh nyata toleransi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu yang berdekatan dengan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri umat Islam,menjadi tantangan dalam perkuat toleransi umat beragama.

NTB sejak lama dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi
Gubernur NTB, mIQ iQBAL

Mengingat kedekatan waktu perayaan keagamaan itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) , Lalu Muhamad Iqbal melakukan rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Tinjau Pergerakana penumpang di BIAM

Selain itu juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (16/03/26).

Rakor tersebut digelar untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman, tertib, dan tetap mencerminkan upaya perkuat toleransi masyarakat NTB.

Gubernur Iqbal menegaskan, secara umum situasi keamanan dan kerukunan masyarakat di NTB dalam kondisi kondusif. Meski demikian tetap perlu dilakukan langkah antisipatif karena dinamika yang terjadi di daerah lain dapat mempengaruhi psikologi masyarakat.

“NTB sejak lama dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Kita ingin memastikan bahwa perayaan dua hari besar keagamaan ini justru menjadi momentum untuk menunjukkan wajah kerukunan dan kebersamaan masyarakat NTB,” ujar Gubernur.

Menurutnya, pengamanan dan pengelolaan kegiatan keagamaan tersebut merupakan tanggung jawab seluruh pihak, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, maupun masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menghadirkan contoh nyata toleransi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Salah satu contoh yang disepakati adalah penghentian sementara musik atau sound system pawai ogoh-ogoh ketika waktu adzan tiba. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada umat Islam yang sedang menunaikan ibadah.

BACA JUGA : Pelabuhan Lembar : Arus Kedatangan Meningkat 20 persen 

Sebaliknya, ketika kegiatan pawai takbiran melintasi kawasan permukiman umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian, peserta takbiran juga diimbau tidak menggunakan pengeras suara berlebihan.

“Kita ingin toleransi itu tidak hanya menjadi slogan, tetapi terlihat nyata dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Timeline Perayaan Keagamaan

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan timeline pelaksanaan kegiatan keagamaan, yaitu:

  • 18 Maret: Pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi
  • 19 Maret: Hari Raya Nyepi (Catur Brata Penyepian)
  • 19 atau 20 Maret malam: Pawai takbiran menjelang Idul Fitri
  • 20 Maret: Idul Fitri bagi warga Muhammadiyah, dan
  • 21 Maret: Kemungkinan  Idul Fitri Fitri sesuai hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.

Karena sebagian wilayah di NTB belum terbiasa dengan tradisi ogoh-ogoh, terutama di beberapa kawasan di Pulau Sumbawa, Gubernur meminta agar dilakukan sosialisasi dan pengamanan yang lebih intensif.

Dalam rapat tersebut, unsur Forkopimda juga menyoroti munculnya sejumlah narasi di media sosial yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kabinda NTB mengingatkan bahwa sejumlah narasi yang berkembang di media sosial terkait dinamika perayaan keagamaan di daerah lain berpotensi memicu sentimen negatif jika tidak disikapi secara bijak.

Karena itu, Gubernur Miq Iqbal menekankan pentingnya mengimbangi narasi negatif dengan pesan-pesan toleransi dan kebersamaan.

“Saya minta kita semua aktif membangun narasi positif bahwa NTB adalah daerah yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama,” ujar Gubernur Iqbal.

Disiplin pelaksanaan dan pengawasan beberapa kesepakatan penting yang dihasilkan dalam rapat tersebut antara lain,

pelaksanaan kegiatan harus disiplin terhadap waktu sesuai kesepakatan bersama.

Perlu dilakukan sosialisasi luas kepada masyarakat Hindu dan Muslim di seluruh wilayah NTB mengenai kesepahaman bersama dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban, seperti konsumsi minuman keras di ruang publik saat kegiatan ogoh-ogoh, tidak diperkenankan.

BACA JUGA : Angkutan Lebaran di Terminal Mandalika

Penguatan pengawasan dan koordinasi di wilayah yang belum terbiasa dengan kegiatan ogoh-ogoh.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memastikan ketersediaan dan distribusi BBM serta dukungan pasokan listrik selama berlangsungnya rangkaian perayaan keagamaan.

Indeks Kerukunan NTB Tergolong TInggi

Dalam rapat tersebut, FKUB NTB juga memaparkan data Indeks Kerukunan Umat Beragama di Provinsi NTB yang menunjukkan angka 73,84, masuk kategori tinggi dan menuju sangat tinggi.

seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman, tertib, dan tetap mencerminkan upaya perkuat toleransi masyarakat NTB
Rapat Koordinasi Forkopimda, FKUB DAN gUBERNUR ntb

Rinciannya meliputi : 

  • Indeks toleransi: 87,44 (sangat tinggi)
  • Indeks kesetaraan: 81,19 (tinggi), 
  • Indeks kebersamaan: 52,88 (masih perlu diperkuat).

Data tersebut menunjukkan, secara umum masyarakat NTB memiliki tingkat toleransi yang sangat baik, meskipun masih perlu terus diperkuat dalam aspek kebersamaan sosial.

Gubernur Iqbal juga  meminta agar sejumlah kesepakatan yang telah dibahas segera ditindaklanjuti dalam bentuk surat edaran, dan langkah-langkah koordinatif di tingkat daerah.

Gubernur Iqbal minta agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memperkuat penyebaran pesan-pesan toleransi kepada masyarakat.

“NTB harus menjadi contoh bagaimana masyarakat yang berbeda agama dapat hidup rukun dan saling menghormati. Ini adalah warisan sosial yang harus terus kita jaga,” ujar Gubernur Iqbal. 

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, antara lain Wakapolda NTB, Kabinda NTB, perwakilan Korem 162/WB, Lanal Mataram, Lanud ZAM, Ketua FKUB NTB, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia NTB, Kapolres Mataram, Asisten I Setda Kota Mataram, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

ALiF/he

 

 




Pelabuhan Lembar, Arus Kedatangan Meningkat 20 Persen

Peninjauan Pelabuhan Lembar dilakukan Gubernur NTB sebagai bagian dari pemantauan kesiapan transportasi laut menjelang arus mudik Lebaran 2026.

LOBAR.LombokJournal.com Hasil peninjauan dan laporan dari pengelola pelabuhan, arus penyeberangan yang keluar dari Pulau Lombok saat ini masih relatif normal. Meski demikian, terjadi peningkatan cukup signifikan pada arus kedatangan ke Pulau Lombok.

Hal itu dilaporkan pengelola Pelabuhan Lembar saat Gubernur NTB tinjau kondisi arus penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Ahad (15/03/26).

BACA JUGA :  Angkutan Lebaran di Terminal Mandalika

Peningkatan tersebut tercatat mencapai sekitar 20 persen, baik pada pergerakan barang, kendaraan, maupun penumpang. Lonjakan paling terlihat pada kendaraan roda dua serta kendaraan pribadi yang datang dari luar daerah. 

Peninjauan Pelabuhan Lembar dilakukan Gubernur NTB sebagai bagian dari pemantauan kesiapan transportasi laut menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Mayoritas arus kedatangan tersebut berasal dari Padangbai, Bali, yang menjadi salah satu jalur utama penyeberangan menuju Lombok.

Arus keberangkatan dari Pelabuhan Lembar, Lombok menuju Bali masih terpantau stabil dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. 

BACA JUGA :  Gubernur NTB Tinjau Pergerakan Penumpang di BIZAM

Diperkirakan lonjakan arus keluar dari Pelabuhan Lembar baru akan terjadi setelah Hari Raya Idulfitri, seiring dimulainya arus balik masyarakat.

Terkait pengaturan lalu lintas penyeberangan, pemerintah akan memberlakukan sistem buka tutup penyeberangan yang menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) serta regulasi dari Pemerintah Provinsi Bali, khususnya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan keagamaan di Bali.

Berdasarkan pengaturan tersebut, penyeberangan dari Pelabuhan Lembar menuju Bali akan ditutup pada 18 Maret hingga pukul 09.00, kemudian kembali dibuka pada 20 Maret pukul 04.00 dini hari. Sementara itu, dari arah Bali menuju Lombok, penyeberangan akan mulai ditutup pada 19 Maret.

BACA JUGA :  Desa Berdaya Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan pengaturan arus penyeberangan berjalan tertib, aman, dan lancar selama periode angkutan Lebaran tahun ini. diskominfotikntb




Ramadhan Akan Datang 2 Kali di Tahun 2030 

Pada 2030, Ramadhan diperkirakan dimulai pada 5 Januari dan kembali dimulai pada 26 Desember

MATARAM.LombokJournal.com ~  Setiap tahunnya bulan Ramadhan memang selalu terasa datang lebih cepat. 

Hal tersebut terjadi karena kalender Hijriah menggunakan sistem lunar (peredaran bulan), dengan jumlah hari sekitar 354–355 hari per tahun. Sementara kalender Masehi berbasis matahari dengan 365–366 hari. 

BACA JUGA : Dokter Jack Selamat Jalan — Dokter Happy 

Selisih sekitar 10–12 hari inilah yang membuat Ramadhan terus bergeser lebih awal setiap tahun dalam kalender Masehi.

Karena itulah, di tahun 2030 akan berbeda. Dalam satu tahun Masehi, Ramadhan diperkirakan terjadi dua kali: pada 5 Januari dan 26 Desember 2030.

BACA JUGA : Jemaah Umrah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dilansir laman indonesia baik, dalam rentang waktu sekitar 33 tahun, Ramadhan akan kembali ke periode musim yang sama. Inilah yang dikenal sebagai siklus 33 tahun Ramadhan.

Pada 2030, Ramadhan diperkirakan dimulai pada 5 Januari dan kembali dimulai pada 26 Desember. Artinya, dalam satu tahun kalender Masehi akan ada dua kali bulan Ramadhan.

Fenomena ini terjadi karena akumulasi pergeseran 10–12 hari setiap tahun yang akhirnya “menggeser” Ramadhan masuk dua kali dalam periode Januari–Desember.

BACA JUGA : Dana Guru non ASN Dan Guru Honorer Madrasah Sudah Cair

Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi dalam sejarah, dan akan kembali terulang dalam siklus berikutnya beberapa dekade mendatang.dan

 




Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kementerian Agama menegaskan, tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Zakat adalah instrumen ibadah yang memiliki aturan baku baik secara syariat maupun undang-undang.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar kembali menegaskan prinsip fundamental dalam pengelolaan dana zakat: Dana zakat mutlak tidak boleh dimanfaatkan di luar delapan Asnaf yang telah ditetapkan.

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak di Lombok Utara

Hal ini berpedoman langsung pada Alqur’an (QS At-Taubah: 60) yang menggariskan bahwa zakat diperuntukkan bagi mereka yang berhak, seperti fakir, miskin, mualaf, dan asnaf lainnya.

BACA JUGA : Ketangguhan Bencana melalui Kolaborasi Semua Pihak

Penyaluran dana zakat di luar ketentuan Asnaf akan menimbulkan persoalan syariat yang sangat serius. Oleh karena itu, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus menjaga agar setiap amanah zakat yang dititipkan umat tetap tersalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik sesuai tuntunan agama.

Kementerian Agama menegaskan bahwa tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sesuai aturan tersebut, dana zakat mutlak menjadi hak prioritas bagi delapan golongan (Asnaf) penerima zakat (Mustahik). 

Mulai dari Fakir, Miskin, Amil, Mualaf, Riqab, Gharimin, Fisabilillah, hingga Ibnu Sabil.

BACA JUGA :  Modus Flexing, Terlihat Mewah Tapi Ternyata Tipuan

Kemenag terus memastikan tata kelola zakat berjalan transparan, berkeadilan, dan tepat sasaran sesuai peruntukannya.dan

 




Konsolidasi Pendidikan Kader Pemula AMAN Mataram

Masyarakat adat Lang-lang sangat mengapresiasi kegiatan  konsolidasi kader pemula AMAN Mataram

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kader AMAN dari semua komunitas adat se Kota Mataram yang sudah menempuh pendidikan kader pemula, melakukan konsolidasi Sabtu, (27/12/25) di  Mataram (Wilayah adat Komunitas Masyarakat adat Lang-lang) Dasan Agung Kota Mataram

Ketua PH AMAN Mataram, L.M. Iswadi Athar dalam sambutan dan arahan mengatakan, konsolidasi kader adalah wadah berkumpulnya kader yang telah menempuh pendidikan kader pemula Masyarakat Adat, dan memahami keberadaan AMAN sebagai rumah besar bagi perjuangan Masyarakat adat

BACA JUGA : Konsolidasi Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA)

“Konsolidasi kader mengambil tema, mencetak kader yang solid dan militan membangun organisasi AMAN,” ungkap iswadi 

Iswadi Athar mengatakan, peduli lingkungan dan bumi  dengan aksi membagikan ‘Green trashbag’ hitam dan putih untuk memilah sampah di masyarakat adat di Kota Mataram merupakan wujud cinta pada kamapung halaman.

Rumah yang disebut ‘Bale Mentaram’ agar sampah tertangani dengan baik, karena penting kepedulian warga. Konsolidasi komunitas masyarakat adat di kota Mataram akan menjaga bumi dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

Lebih dari itu akanmemilah sampah rumah tangga sesuai dengan ketentuan plastik Hitam (anorganik) dan Putih (organik). 

Ketua Komunitas adat Lang-Lang, H.Parmanmengatakan, masyarakat adat Lang-lang sangat mengapresiasi kegiatan  konsolidasi kader pemula AMAN Mataram.

“Silahkan kader AMAN terus memperjuangkan masyarakat adat dan tokoh serta pemimpin adat, kami yang berbasis komunitas lang-lang adat siap mendukung penuh,” Kata H Paqrman.

BACA JUGA : Sosialisasi Perempuan AMAN dan Pembentukan PHKom Krekot

Ia menegaskan, pintu selalu terbuka bagi komunitas adat. Diharapkan bisa bersinergi mengayomi adat dan budaya Mataram/

“Kita hidupkan kesenian kita, dan kita selamatkan adat dan budaya kita tetap lestari di Kota Mataram yang sama-sama kita cintai,” tegas Parman.

Menanggap keterbukaan itu, Iswadi menjelaskan, Kader Pemula adalah tulang punggung generasi AMAN dan gerakan Masyarakat Adat.

“Dan kedepan akan menjadi pemimpin masyarakat adat ‘lek Bale Mentaram’ ini,” kata Iswadi.

Acara konsolidasi internal dilanjutkan antara organisasi induk PD AMAN Mataram bersama ketua komunitas adat se Mataram bersama organisasi sayap AMAN.

Dan konsolidasi itu berlangsung, diantaranya BPAN Mataram; PKam Krekok dan PKam Tanjung Karang serta PEREMPUAN AMAN; PHKom Krekok dan Tanjung Karang.

BACA JUGA : Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota PHKom Tanjung Karang

Kegiatan itu berlangsung untuk melakukan konsolidasi berbagai bentuk kegiatan bersama ke depan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat. (***).

 

 




Manajemen Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA)

Dalam peningkatan kapasitas manajemen  tersebut menghadirkan pemateri dari Dinas perdagangan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Mataram (PD AMAN Mataram) mengadakan kegiatan penguatan kapasitas manajemen usaha kelompok usaha masyarakat adat (KUMA), di Aula Dinas Perdagangan Propinsi NTB Rabu-Kamis (19-20/11/25)

Penguatan Kapasitas Manajemen Usaha KUMA ini, terdiri dari dua KUMA; KUMA Krekok dan KUMA Tanjung Karang yang telah berproses dan menghasilkan produk usaha.

BACA JUGA : Sosialisasi Perempuan Aman dan Pembentukan PHKom Krekok  

Ketua PH AMAN Mataram, L. M. Iswadi Athar. Peserta yang hadir ini bersasal dari Kelompok usaha masyarakat adat dari dua KUMA; KUMA Krekok yang mengolah berbahan baku kelapa menjadi olahan minyak seperti VCO dan minyak rempah. KUMA Tanjung Karang yang mengolah bahan baku ikan laut menjadi abon ikan laut dan souvenir lainnya.

“Kehadiran mereka untuk kita latih dalam peningkatan kapasitas dan pengetahuan dalam manajemen mengolah produk usaha,perizinan usaha, sertifikasi halal, kemasan, dan lain lain. DisIni kami hadir bagaimana untuk mendorong usaha masyarakat adat bisa berdaulat dan menjadi tuan di tanahnya sendiri,” ungkap Iswadi.

Dalam peningkatan kapasitas manajemen  tersebut menghadirkan pemateri dari Dinas perdagangan, yang diwakili oleh kepala UPTD NTB Mall Lalu Afgan Muharor. 

Dalam penyampaianya ia menyatakan bahwa kelompok usaha berbasis masyarakat adat seperti ini sangat bagus dalam mengangkat hasanah yang ada di masyarakat, yakni berupa produk usaha masyarakat adat oleh AMAN Mataram. 

BACA JUGA :Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota PHKom Tanjung Karang

“Kami bangga dan sangat mengapresiasi ini, kami akan kurasi produk usaha yang dimiliki AMAN Mataram untuk kita bisa display di outlet UPTD Kami di NTB Mall,” jelas Iswadi.

Acara kegiatan berjalan dan menghadirkan pemateri dari dinas perindustrian dan UKM, BPOM, Lembaga sertifikasi Halal, Perbankan, dan HIPMI serta dari fasilitator lainnya tentang manjemen bisnis canvas

 

 




Sosalisasi PEREMPUAN AMAN dan pembentukan PHKom Krekok

Perwakilan PEREMPUAN AMAN tampak  hadir yakni Dewi Kustina dalam kegiatan sosialisasi tersebut

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sosialisasi Perempuan AMAN dan pembentukan PhKom Krekok yang dilaksanakan Minggu (16/11) di Sekolah adat Grude Krekok  Wilayah adat Krekok Rembiga kota Mataram

Ketua PH AMAN Mataram, L.M Iswadi Athar menyambut baik sosialisasi Perempuan Aman ini. Menurutnya, pihak organisasi induk siap memfasilitasi kegiatan pembentukan organisasi sayap perempuan AMAN PHkom Krekok tentu dengan koordinasi yang baik dengan Seknas PEREMPUAN AMAN. ke depan harapannya. 

BACA JUGA : Manajemen Kelompok Usaha Masyarakat Adat  (KUMA)

Dengan terbentuknya PHkom Krekok ini menambah partner dalam membangun komunitas adat di Krekok, dan tentu menghidupkan sekolah adat juga.

Ketua Komunitas adat Krekok, M. Saleh memberikan pemaparan di tengah kegiatan sosialisasi Perempuan Aman ini. Ia berharap dengan adanya perempuan Phkom Krekok ke depan kerja-kerja di Komunitas adat ada yang membantu dalam pelaksanaan kegiatan di komunitas dan termasuk sekolah adat.

Perwakilan PEREMPUAN AMAN hadir Ibu Dewi Kustina dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menyampaikan tentang mekanisme pembentukan Perempuan AMAN sesuai dengan statuta Perempuan AMAN. 

Yaitu melalui tahapan sosialisasi perempuan AMAN, dan dihadiri oleh perempuan komunitas adat setempat di Krekok sejumlah 25 orang dan mau bersama-sama komitmen membentuk dan mendirikan perempuan AMAN PhKom Krekok.

BACA JUGA : Jambore Kampung BPAN PKam Krekok

Mekanisme pengajuan calon ketua wilayah pengorganisasian PH Kom Krekok dilaksanakan sesuai dengan aturan dengan musyawarah mufakat yang memilih saudari Sri Maharani sebagai Ketua PHkom Krekok.

Sri Maharani berharap, untuk bersama-sama membangun PEREMPUAN AMAN dengan tekad berkeadilan, setara dan semangat.

 

 

 




Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota PHkom Tanjung Karang 

Menurut L. M. Iswadi Athar, kegiatan internalisasi dan penguatan kapasitas bagi pengurus dan anggota sangat penting

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pengurus PHKom Tanjung karang  Sabtu (15/11/25) melaksanakan kegiatan internalisasi dan penguatan kapasitas anggota dan pengurus PHKom Tanjung Karang yang dilaksanakan di komunitas adat Tanjung Karang.

Dalam kegiatan penguatan kapasitas anggota dan pengurus ini mengmbil tema ‘bersama-sama membangun sumberdaya masyarakat adat untuk kesuksesan bersama’

BACA JUGA : ManajemenUsaha Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA)

Ketua PH AMAN Mataram, L. M. Iswadi Athar Perempuan AMAN sebagai organisasi sayap yaitu PHKom tanjung Karang kami sangat apresiasi. Menurutnya, kegiatan internalisasi dan penguatan kapasitas bagi pengurus dan anggota juga penting, untuk mengetahui tugas dan fungsi masing-masing dalam menjalankan roda aorganisasi.

“Disini kami melihat pertumbuhan anggota PHkom terus bertambah, silahkan terus ‘saling tulung, saling anton’ dan terus gotong royong saling bina.” kata Iswadi

Ketua PHkom Tanjung Karang, Nana Marliana. Kami dari PHKom Tanjung Karang semenjak terbentuk terus berinovasi dan terus melangka bersama perempuan-perempuan kampung. “Alhamdulilah kita bisa melaksankan kegiatan ini,  berupa kegiatan internalisasi dan penguatan kapasitas, baik pengurus dan anggota,” ujarnya. 

Tentu perempuan AMAN dengan jargon ‘berkeadilan, setara, dan semangat’ sebagi symbol semangat dan perjuangan kami.

Tokoh adat kampung, Ketua komunitas Adat Tanjung Karang, Moh Amin, mengatakan,  keberadaan perempuan adat di kampung kami di kampung Sembalun komunitas adat Tanjung Karang sangat diharapkan.

“Mohon kami dibina dalam penguayan kapasitas, dan silahkan dibina kami dari kampung siap mendukung sepenuhnya kegiatan AMAN Mataram,” ujar Amin. 

BACA JUGA : SOSIALISASI Perempuan AMAN dan Pembentukan PHkom Krekok

Hadir dalam kesempatan yang sama Ibu Denda Suria Sari (Damanas Bali Nusra). 

Di tengah kegiatan penguatan kapasita anggota itu, ia mengajak PEREMPUAN AMAN PhKom Tanjung karang untuk tetap bangkita bersatu memperjuangkan hak-hak  Perempuan adat, terus bangkit bersatu; berdaulat, mandiri dan bermartabat. (***)

 

 




Jambore Kampung BPAN Pkam Krekok

Jambore kampung di Krekok ini sebagai wadah anda berorganisasi dan berkumpul untuk bersinergi membangun pemuda-pemudi kampung

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemuda Kampung yang tergabung dalam Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), PKam Tanjung Karang melaksanakan Jambore Kampung Jum’at,(14/11/25) di Komunitas adat Krekok, Mataram

Ketua BPAN Mataram Mawardi effendi saputra bahwa Jambore PKam Krekok ini untuk menjawab bahwa di Komunitas Krekok ada pemuda adatnya yang tergabung dalam BPAN. Dan pada hari ini bisa melaksanakan jambore kampung.

BACA JUGA : Pendidikan Kader Pemuda PD Aman Mataram  

Hal itu terlaksana setelah proses panjang secara adminsitratif sesuai dengan Statuta BPAN. Intinya kita Jambore Pkam Krekok

Dalam sambutannya Ketua PH AMAN Mataram, L.M. Iswadi Athar, Pemuda Kampung Krekok, memiliki hak yang sama dengan pemuda kampung lainnya untuk bangkit dan mandiri

“Jambore kampung di Krekok ini sebagai wadah anda berorganisasi dan berkumpul untuk bersinergi membangun pemuda-pemudi kampung dalam melindungi dan memperjuangkan hak-hak masyarajat adat,” kata Iswadi.

Hadir dari DePAN Bali Nusra, Hilmiatun.  Jambore Pkam Krekok ini sesuai dengan Statuta BPAN. kegiatan ini yang dahadiri oleh pemuda adat dari Komunitas adat Krekok. 

Salah satu agenda jambore kampung ini adalah memilih ketua PKam Krekok dan rekomendasi program-pogram PKam Krekok ke depan. 

Dalam jambore Pkam Tanjung Karang hasil musyawarah dan mufakat memilih saudari Dende Zahratul Hilal sebagai ketua PKam Krekok. 

BACA JUGA : Jambore Kampung BPAN PHKom Tanjung Karang 

“Kami siap mengibarkan bendera Pemuda, BPAN dan menjadi garda terdepan komunitas adat Krekok,” kata Zahratul Hilal. (***)

 

 




Pendidikan Kader Pemula PD AMAN Mataram

Pendidikan kader diharapkan akan menciptakan kader AMAN yang militan 

MATARAM.LombokJourmal.com  ~  Dalam meningkatkan kapasitas anggota dan kader, PD AMAN Mataram menggelar Pendidikan Kader Pemula Jumat hingga Minggu (07 hingga 09/11/25) di Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq, Mataram

Pendidikan kader pemula yang diikuti sekitar 25 orang kader dari berbagai komunitas adat di Mataram mengangkat tema ‘pendidikan kader pemula AMAN mataram untuk meningkatkan kualitas kader AMAN Mataram’

BACA JUGA : Jambore Kampung PHKom Kampung Krekok

Ketua PH AMAN Mataram, L. M. Iswadi Athar dalam sambutannya bahwa pentingnya pendidikan kader ini untuk meningkatkan kualitas kader AMAN mataram. 

Dikatakan Iswadi,  kader yang mengikuti pendidikan kader ini berasal dari komunitas adat yang akan dilaksankan selama tiga hari, dengan fasilitator/pemateri yang handal.  

Makin banyak kader yang kita latih semakin bagus sebagai ajang untuk regenenerasi.

“Pengkaderan harus dilakukan kalau kita mau melihat pemuda dan pemudi kita eksis dalam melestarikan adat dan budaya kita,” katanya.

Dalam kegiatan ini hadir bapak Lurah Tanjung Karang H. Achmad Gunawan, yang menilai  kegiatan ini bagus sekali

“Kami dari pemerintah Kelurahan Tanjung Karang selaku ‘pengemong kerame’ sangat mendukung dan bagus sekali kegiatan pendidikan kader yang dilakukan oleh PD AMAN Mataram dengan harapan akan menciptakan kader-kader AMAN yang militan ke depan,” katanya

BACA JUGA : Jambore Kampung BPAN Tanjung Karang

Dalam kegiatan ini dirangkaikan dengan acara ritual adat ‘sembeq selamet’ sampan di pantai Tanjung Karang, dengan harapan pemilik sampan mendapat keselamatan dan tangkapan banyak. 

Dalam pembukaan hadir beberapa tokoh, selain Lurah Tanjung Karang selaku Pengemong Krame, juga hadir Dewan AMAN Mataram, Babinkamtibmas dan Babinsa Tanjung Karang ketua Komunitas Tanjung Karang dan peserta Pendidikan kader pemula AMAN Mataram. (***)