Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisipatif (SKPP) 2021

Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisipatif (SKPP) Tingkat Dasar Tahun 2021 yang diselenggarakan Bawaslu NTB diharapkan bisa hasilkan pengawas pemilu yang partisipatif.

LOBAR.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah, selanjutnya mengatakan bahwa selain partisipatif juga pengawas pemilu yang cukup memahami tupoksi sehingga bisa menjalankan tugasnya dengan baik, saat Pemilu Legislatif (Pileg), Pilpres, maupun Pilkada serentak 2024 mendatang.

Sekolah“Kita patut bersyukur dan berbangga bahwa pemilu serentak yang diselenggarakan di NTB Desember 2020 lalu bisa dilaksanakan dengan baik. Dan hal ini tentunya tidak terlepas dari peran luar biasa dari seluruh elemen,” ujar Sitti Rohmi dalam kegiatan Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisipatif (SKPP) Tingkat Dasar Tahun 2021, di Aruna Hotel, Senggigi, Rabu (1/9).

Sitti Rohmi menginginkan agar pelaksanaan SKPP ini terus berkesinambungan dan menghasilkan pengawas-pengawas pemilu yang bisa memperlancar proses demokrasi.

Kepala Polda NTB,  Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, mengapresiasi kinerja dan kemitraan Bawaslu yang telah mendukung tugas-tugas kepolisian selama pelaksanaan pilkada serentak 2020 lalu di 7 kabupaten/kota. Diakui dalam pesta demokrasi memang penuh dengan dinamika dan gejolak yang muncul, namun semua bisa teratasi dengan baik karena adanya kerjasama dan partisipasi pelaksana pemilukada serta dukungan masyarakat dalam menciptakan pemilu yang aman dan damai.

BACA JUGANTB akan Membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga)

Sementara itu, Ketua Bawaslu RI, Abhan, menyatakan, pelaksanaan SKPP ini sudah berlangsung tahun ketiga dan dari tahun ke tahun jumlah pesertanya semakin banyak. Periode ke-tiga pesertanya membludak dari kuota yang ada dan jumlah peserta di NTB juga mengalami peningkatan.

“Dan yang membanggakan, hampir seluruh pesertanya dari generasi milenial sehingga pas dengan tujuan dari SKPP yang bertujuan mencetak tenaga yang partisipastif dan punya integritas, keterampilan dedikasi dan nantinya bisa menjadi agen-agen pemilu di masyarakat,” kata Abhan.

her@kominfotik




NTB akan Membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga)

Pemerintah Provinsi NTB akan membentuk Puspaga di seluruh kabupaten/kota yang berfungsi sebagai unit pelayanan pembelajaran keluarga sampai ke tingkat desa.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini sejalan dengan cita-cita pembangunan Nusa Tenggara Barat (NTB) Gemilang yakni dalam meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan pengasuhan anak, menurunkan kekerasan terhadap anak, menurunkan angka pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak, salah satu program atau kegiatan strategis untuk percepatan KLA dengan menyediakan layanan untuk penguatan kapasitas keluarga.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah, terus mendorong agar seluruh kabupaten/kota dapat segera membentuk Puspaga.

NTB“Puspaga harus diseriusi, ini adalah menjadi kewajiban kita dalam menyiapkan fasilitas dan program pemerintah untuk masyarakat, saya akan terus mendorong agar Puspaga dapat dibentuk di seluruh kabupaten/kota” tutur Sitti Rohmi saat membuka acara pembukaan Kegiatan Pembentukan dan Pembinaan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), di Aston Inn Mataram, Rabu (1/9).

Selain itu, Sitti Rohmi menghimbau kepada seluruh stokeholder terkait agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat, salah satunya terkait masalah stunting, kematian ibu, kematian bayi, dan berbagai masalah kesehatan yang kompleks seperti pernikahan anak, PMI Ilegal, narkoba, lingkungan hidup, dan bencana.

“Permasalahan kita di NTB sebagian besar disebabkab oleh kurangnya edukasi dan pemahaman, banyaknya yang tidak mengerti mengenai berbagai hal, misalnya dalam hal pola hidup bersih dan sehat yang sudah dibicarakan bertahun-tahun tetapi belum juga kita dapat tuntaslkan,” pungkas Sitti Rohmi.

BACA JUGASampah Plastik Diolah Menjadi Aneka Produk Bahan Bakar

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2B) NTB, Husnanidiati Nurdin, mengatakan bahwa Puspaga adalah salah satu pintu yang berada di hulu dalam rangka mencegah perkawianan anak.

“Puspaga itu pembelajaran sebagaimana yang ibu wagub katakan apa yang kita lakukan ini adalah edukasi yakni parenting dan edukasi yang menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Selain itu, Husnanidiati juga menginformasikan kepada wagub bahwa Rumah Aman (shelter) di NTB sudah diaplikasikan 100% di seluruh kabupaten/kota.

“Alhamdulillah 10 kab kota sudah terdapat shelter, hanya saja UPTD belum semua, UPTD yang sudah ada itu baru 6, sementara 4 kabupaten yang belum itu dari kabupaten Lombok Tengah, kabupaten Lombok Utara, kabupaten Bima dan kota Mataram, semua masih berproses,” tuturnya.

ser




Zul-Rohmi Cekatan, Second Line Perlu Diperkuat

SEBAGAI kapten yang memimpin NTB, Zul-Rohmi tidak ditopang second line (lini kedua) dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang sering tampak kedodoran. Lingkaran internal  kalangan dinas maupun eksternal para staf khusus tampak kurang sigap

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bulan September 2021 ini, umur kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Dr H. Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah tepat memasuki tahun ketiga.

Paket yang sering disebut Zul-Rohmi memimpin NTB dalam kondisi tidak biasa. Di tahun pertama dihadapkan pada pemulihan gempa bumi. Menyusul tahun kedua dan ketiga mengadapi gelombang pandemi Covid-19.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, menghimpun sejumlah data, baik melalui media massa maupun informasi lapangan, Zul-Rohmi mencatatkan sejumlah pencapaian.

Program strategis seperti pariwisata andalan dan strategis, Industrialisasi; Pengembangan Daya Saing SDM; NTB Ramah Investasi; Pembangunan Konektivitas dan Aksesibilitas Wilayah NTB, dan NTB Bersih dan Berkelanjutan, menurut data yang dilansir oleh dinas-dinas berjalan simultan.

Fakta lapangan juga menunjukkan ada sejumlah capaian. Masa kepemimpinan tersisa dua tahun, masih ada waktu untuk menuntaskannya program strategis dan program unggulan.

Duo doktor menghadapi gelombang berat saat Covid-19. Praktis program tidak sanggup berjalan optimal akibat refocusing anggaran. Meski begitu, hal ini tidak serta-merta dijadikan alasan. Publik tentu menanti segala janji-janji politik dituntaskan.

BACA JUGA: Target Zero Waste, Kuncinya adalah Pemilahan Sampah

Selain program-program yang dijalankan Zul-Rohmi, hal lain yang patut dicermati dari kepemimpinan Zul-Rohmi pola pendekatan yang baik kepada masyarakat. Sebelum pandemi menyerang, keduanya begitu aktif untuk turun ke lapangan.

Pola pendekatan persuasif terlihat kontinyu dilakukan. Hal yang tepat untuk menyerap sebanyak mungkin pendapat atau respon publik, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Menurut Soemirat, 2012:1.31, salah satu bentuk komunikasi paling mendasar yaitu komunikasi persuasif, yakni proses mempengaruhi sikap, pendapat dan perilaku orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal.

Komunikasi persuasif dimanfaatkan orang sudah sejak lama. Simons (1976) menjelaskan bahwa studi tentang persuasif berasal dari zaman Yunani Kuno. Belakangan, karena pandemi pendekatan itu berganti dengan agenda daring.

Sesekali Gubernur dan Wagub NTB tetap menerima keluhan maupun silaturahim masyarakat. Langkah humanis yang patut terus dirawat hingga 2023 mendatang.

Gubernur dan Wagub Perlu Ditopang

Mengibaratkan sebuah tim olahraga, Zul-Rohmi adalah kapten memimpin NTB. Sementara itu, Kepala Dinas maupun staf khusus adalah pemain pendukung. Tugasnya mensupport langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Sang Kapten. Menjalankan program, menyiapkan data, dan menginformasikan kepada publik. Sehingga goal yang diinginkan dapat tercapai.

Pro kontra terhadap sebuah kebijakan pemerintah menjadi hal yang lazim. Sayangnya, second line (lini kedua) dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tampak kedodoran. Alih-alih menopang kerja-kerja positif, lingkaran internal dari kalangan dinas maupun eksternal para staf khusus tampak kurang begitu sigap.

Gelagapan merespon kritik publik. Dan cenderung menjawab ala kadarnya. Yang penting kelihatan membela Sang Bos.

Contohnya, dapat dilihat ketika begitu banyak kritik terhadap beasiswa. Kritik terhadap soal industrialisasi. Isu sumir mengenai zero waste, terbaru kritik terhadap masyarakat terisolir di dalam lingkaran Sirkuit ITDC Mandalika, dan banyak lagi.

Second line justru terjebak pada dialektika membela membabi buta. Kurang dingin menyikapi sejumlah kritik. Respon yang diberikan jauh dari substansi utama. Hal ini yang kemudian memunculkan istilah gaya para buzzer. Beringas tanpa kedalaman analisa dan data.

Jika ini terus dibiarkan justru mereduksi kepemimpinan Zul-Rohmi. Melemahkan segala kerja yang telah berjalan tiga tahun.

Layak pula dicermati, gaya komunikasi terbuka Gubernur NTB di media sosial menghadirkan sejumlah perdebatan. Sebagian kalangan menilai, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dipandang terlalu berlebihan di media sosialnya. Termasuk keaktifan menjawab segala macam kontra di akun media sosial pribadinya.

BACA JUGA: Inovasi ‘Sabtu Budaya’, Diharapkan Pertahankan Budaya Tradisional

Di zaman gadget seperti saat ini, langkah tersebut sebagai hal yang lazim. Seperti halnya dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ataupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Di era serba digital, justru gaya seperti ini perlu diikuti oleh jajaran kepala dinas maupun staf khususnya. Terbuka kepada masyarakat. Tidak anti kritik. Menghadirkan respon yang menyejukkan hati.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 memandang penting inner circle dari Gubernur dan Wagub NTB meniru pendekatan persuasif yang dilakukan duo doktor. Mendatangi para kritikus, menyerap sedalam mungkin problem-problem di lapangan.

Sehingga narasi publik yang disampaikan begitu mendalam. Termasuk dapat menjadi tambahan masukan bagi kepala daerah.

Seperti disampaikan oleh Nothstine (1991), pendekatan persuasif bagian dari analisis sasaran, menganalisa pesan disampaikan dengan jelas dan menghormati perbedaan-perbedaan individual antara orang-orang dan sasaran, meningkatkan dan memelihara motivasi sasaran, tujuan yang realistis, pemahaman atas perbedaan individual, pemahaman atas penggunaan informasi yang berbeda, pemahaman atas kerumitan sasaran dalam menanggapi pesan, pemahaman atas fakta yang hanyalah dasar bagi berfikir, merasa dan berbuat, dan pemahaman atas makna fakta, bahwa tidak hanya sekadar fakta.

Dengan menjalankan pendekatan persuasif, lingkar internal maupun eksternal Zul-Rohmi dapat menyajikan kontra narasi terhadap kritik yang lebih substansi. Penuh data dan fakta. Menghadirkan pandangan yang begitu kaya kepada publik.

Misalnya, program beasiswa. Sudah saatnya lingkar Zul-Rohmi menyajikan cerita putra-putri terbaik di luar negeri. Menghadirkan cerita mereka secara terbuka, baik melalui media massa maupun media official khusus. Dengan membuat desain grafis ataupun audio visual.

Begitu halnya dengan industrialisasi, mengulas cerita sukses para pengusaha binaan pemerintah. Termasuk di dalamnya pencapaian industrialisasi yang dihasilkan. Hal yang sama berlaku pada zero waste, posyandu, dan program yang lain.

Tidak cukup pencapaian program Zul-Rohmi hanya disampaikan dalam bentuk puja-puji dan bergaya pandu sorak. Masih ada waktu, lingkaran Zul-Rohmi harus menjadi penopang yang solid menuju NTB Gemilang.***

 




Program Unggulan Ramah Difabel, Implementasinya Ditingkatkan

Program unggulan Ramah Difabel juga menjadi bentuk perhatian dan keseriusan serta komitmen yang telah ditunjukan oleh gubernur beserta wakilnya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu provinsi pertama di Indonesia yang menerbitkan Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Program unggulan Ramah Difabel juga menjadi bentuk perhatian dan keseriusan serta komitmen yang telah ditunjukan oleh gubernur beserta wakilnya.

Program Unggulan“Guna terus mendukung keberlangsungan aktifitas dan kegiatan difabel pemprov terus memperbanyak layanan publik yang ramah difabel, agar mampu mandiri dan berkarya. Dukungan ketersediaan transportasi, infrastruktur jalan, pendidikan juga terus dilakukan termasuk persamaan hak dan peluang untuk bekerja dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Namun tetap diperhatikan porsinya, disesuaikan dengan kondisinya,” kata Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, saat menerima Dumilah Ayuningsih, dosen peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, di ruang wagub, Selasa (31/8).

Sitti Rohmi mengatakan bahwa masyarakat harus memandang perbedaan ini sebagai sebuah keberagaman yang harus dihormati, bukan direndahkan dan dilihat sebelah mata.

“Saudara-saudara kita ini memiliki hak dan peran yang sama dalam kehidupan ini. Untuk itu, jangan memandang disabiltas dari sisi keterbatasan. Karena adanya perbedaan fisik, Difabel memiliki kelebihan yang kadang-kadang di tengah keterbatasannya ada potensi diri yang lebih dari orang normal. Ada difabel yang juara dunia renang, memiliki suara yang indah dan kelebihan lainnya,” ujarnya.

BACA JUGASemangat dan Tetap Tingkatkan Usaha Meski Masa Pandemi

Sementara itu seusai menyampaikan hasil penelitian dan pengambilan data Program Riset UI dengan skema Publikasi Terindeks International (PUTI), Dumilah Ayuningsih, menyatakan bahwa Perda Nomor 4 tahun 2019 sudah sangat baik. Namun di beberapa sisi implementasinya harus terus disempurnakan. Disabilitas harus dipandang sebagai keragaman dan potensi untuk produktif. Bukan sekedar dimaknai luas, kecacatan, kekurangan dan bukan pula sebuah keistimewaan.

Selain itu, penerapan praktek pada pelayanan publik juga harus dioptimalkan, misalnya pada aspek pendidikan dan pekerjaan secara umum. Begitupun pada organisasi perangkat daerah, seperti leading sektornya harus membangun kerjasama, komunikasi dan koordinasi yang intens. Selama ini dinas-dinas terkait masih berputar pada memberikan bantuan.

“Padahal peningkatan kapasitas dan skill yang harus diperkuat dan terus dibangun. Sehingga mereka siap pakai di dunia kerja dan dapat bekerja mandiri atau wisausaha. Ini yang penting juga,” ujar Dumilah.

Bus Disabilitas NTB Gemilang yang dimiliki NTB merupakan salah satu bentuk pelayanan publik. Betapa bahagianya mereka naik bus dari Mataram ke Mandalika, bahkan ada di antara mereka baru pertama kali naik bis dan jalan-jalan.

“Ada banyak cerita dan keinginan kaum difabel yang ia dapatkan selama melakukan riset ini,” tuturnya.

diskominfotik




Inovasi ‘Sabtu Budaya’ Diharapkan Pertahankan Budaya Tradisional

Inovasi ‘Sabtu Budaya’ yang diiniasiasi Dikbud NTB diharapkan tetap mempertahankan dan merawat budaya tradisional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kegiatan Inovasi “Sabtu Budaya” diharapkan mampu membentuk karakter mulia, anak-anak yang akan menjadi generasi masa depan. Memiliki rasa cinta, kepedulian dan bangga dengan budaya lokal dan tradiaionalnya.

Pesan Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., saat melaunching dan memberikan motivasi Kegiatan”Sabtu Budaya” Kepada Jajaran Dikbud NTB, Senin (30/8/2021) di SMAN 1 Lingsar Lombok Barat.

Wagub melaunching inovasi Sabtu Budaya
Wagub Hj Sitti Rohmi

Kegiatan inovasi Sabtu Budaya diharapkan merawat budaya tradisi

Sehingga lanjut Wagub, kebanggaan ini akan terus menanamkan nilai-nilai luhur yang diwariskan. Supaya bangsa ini kuat dengan tetap mempertahankan dan merawat budaya tradisional.

Kegiatan Sabtu Budaya berisi praktek-praktek baik tentang gotong royong, permainan rakyat, olahraga traditional dan penguatan pengembangan organisasi sekolah.

Jadi program dan inovasi yang ada, harus terus berjalan, berkesinambungan dan terus menerus meningkat kualitasnya. Sehingga menjadi kebiasaan yang dapat mengubah pola pikir atau perilaku masyarakat.

BACA JUGA: Posko PPKM Harus Segera Dibentuk di Semua Desa

Sabtu Budaya, ini menjawab dari banyak pertanyaan. Karena kegiatan di dalamnya mencakup berbagai program.

Ummi Rohmi sangat mengapresiasi inovasi Sabtu Budaya ini. Namun ia berpesan, setelah diresmikan harus betul-betul diterapkan. “Itu yang saya titip yach,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Ukuran keberhasilan Sabtu Budaya ini, apabila setahun kemudian lebih semarak dan membumi lagi. Bahkan masih banyak nilai-nilai yang harus dimasukan dalam bagian Kegiatan ini.

Sementara itu, lebih jauh dijelaskan Kadis Dikbud Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd.,M.Pd., menjelaskan bahwa ‘Sabtu Budaya” merupakan inovasi Dikbud di tahun ajaran 2021/2022.

Sabtu Budaya dapat membangun suasana belajar. Membiasakan praktek-praktek baik seperti gotong royong, toleransi, kerja keras, tanggungjawab, sehat dan lain sebagainya, sesuai amanat fungsi pendidikan nasional.

Sabtu Budaya dapat menguatkan karakter bangsa, seperti budaya gotong royong yang sesuai dan sejalan dalam mendukung program NTB Zero Waste.

Kegiatan ini dilakukan dihari Sabtu sebelum 1-2 jam dimulainya pelajaran. Yang kemudian peserta didik dapat belajar kembali.

Program inovasi ini akan terus rutin digelar dan dievaluasi 2-3 bulan kedepan. Bagaimana efektivitas dan pengaruhnya bagi sekolah dan masyarakat dilingkungan sekitar sekolah dan dunia pendidikan.

Inovasi Sabtu Budaya, juga diharapkan mampu mendonghttps://lombokjournal.com/anggur-varian-rebakong-rbk-dikembangkan-bakti-haryono-di-dusun-rebakong/krak Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) di NTB.

Saat ini IPK NTB berada pada posisi 5 besar se-Indonesia. Pada urutan pertama ada Provinsi Yogyakarta, kedua Bali, ketiga Jawa Tengah, keempat Bengkulu dan kelima provinsi NTB.

BACA JUGA:

Anggur Varian Rebakong Dikembangkan Bakti Haryono di Dusun Rebakong

“Mimpi besar kami ingin melaju pada posisi 3 besar dan bahkan posisi nomor 1 dalam IPK ini,”harapnya.

Selain itu, dijelaskan Kadis Dikbud bahwa Ada 3 inovasi yang dilahirkan Dikbud, yaitu inovasi Sabtu Budaya, Edo Wisata dan Senam Gema Gatra.

Senam Gema Gatra ini muncul sebagai bentuk perhatian terhadap budaya di NTB. Gerakan dan musiknya merupakan perpaduan 3 etnis besar di NTB, yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten 1, Karo Adpim, Rektor UNU NTB, Kabid Kebudayaan Dikbud, Staf Ahli Gubernur Bidang Sosmas, sejumlah eselon III dan jajaran Dikbud NTB.

edy




Media Siaran Lokal Jadi Harapan Sajikan Konten Berkualitas

Media siaran lokal didorong sajikan informasi berkualitas tapi juga diminati masyarakat, agar memahami realitas sosial yang terjadi sekaligus mengabarkan kehadiran pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tayangan media penyiaran publik lokal didorong menyajikan informasi yang berkualitas dan diminati masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dr. Najamudin Amy, mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB tetap memerankan media program televisi Berugaq, di TVRI NTB, Senin (30/08/21).

Perbincangan tentang peran media siaran lokal

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, pihaknya juga mendorong kolaborasi dan memperkaya sinergi agar menghasilkan konten tayangan berkualitas tapi juga diminati masyarakat.

“Misalnya publikasi program program unggulan di tiap organisasi perangkat daerah agar masyarakat mengetahui kerja dan kehadiran pemerintah,” ujar Bang Najam yang hadir sebagai narasumber dalam program televisi Berugaq, di TVRI NTB, Senin (30/08/21).

Jika persoalannya soal kreatifitas konten, Bang Najam mencontohkan layanan pengaduan masyarakat NTB Care, bisa dibuat tayangan reality show. Misalnya, saat pemerintah langsung hadir dan turun tangan menyelesaikan persoalan.

BACA JUGA: Posko PPKM Harus Dibentuk di Semua Desa 

Masyarakat bisa memahami realitas sosial yang terjadi sekaligus mengabarkan kehadiran pemerintah. Begitupula segmen pendidikan yang bisa dibuat sebagai acara televisi dengan konsep lebih kreatif.

Agus Purbatin Hadi, Ketua Program Studi Komunikasi Universitas Mataram menyarankan, jurnalisme warga juga dapat menarik minat masyarakat menyimak tayangan televisi lokal terutama kaum milenial.

“Inklusi media digital terus bersaing dengan media terestrial. Tuntutan migrasi digital ini juga peluang dan tantangan agar televisi tetap eksis dengan pesan TV lokal juga milik mereka,” ujar Hadi.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi NTB, Afifudin Adnan mengatakan, lembaganya selain bertanggungjawab mengawasi konten siaran juga memastikan eksistensi televisi lokal dapat terus bertahan.

Selain dari sisi konten tayangan yang dinilainya sudah mewakili kebutuhan masyarakat, keberpihakan pemerintah dan stakeholders lain dalam pengembangan televisi lokal harus diperkuat.

“Bisnis media televisi tidak murah. Konvergensi media juga solusi untuk bersiaran dan mencari dana iklan untuk produksi tayangan,” kata Afif.

BACA JUGA:

Anggur Varian Rebakong (RBK) Dikembangkan Bakti Haryono di Dusun Rebakong

Selain itu, Afif menambahkan, secara regulasi pihaknya terus mendorong agar Siaran Sistem Jaringan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Mulai soal kebijakan jam tayang dan anggaran produksi konten lokal.

jm




Inisiatif Lestarikan Lingkungan dari Mahasiswa, Diapresiasi Bupati Djohan

Bupati Dohan Sjamsu berterima kasih kepada inisiatif mahasiswa yang melakukan kegiatan bermanfaat bagi pembangunan di daerah, khususnya dalam pelestarian lingkungan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kegiatan peduli lingkungan dengan melepas anak penyu (Tukik), penanaman pohon serta bersih pantai yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Gondang (IMG) di Pantai Sedayu, Desa Gondang, mendapat apresiasi Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu.

Bupai Djohan mengapresiasi inisiatif mahasiswa peduli lingkungan Inisiatif mahasiswa dengan kegiatan peduli lingungan diapresiasi bupati

“Sebagai kepala daerah, saya berterima kasih. Inilah yang kita inginkan. Generasi muda yang berkreasi, berinisiatif melakukan kegiatan bermanfaat bagi pembangunan di daerah kita ini,” kata Bupati Djohan

Hal itu dikatakannya saat menghadiri kegiatan mahasiswa Gondang yang menggelar Pelepasan Penyu dan Penanaman Pohon serta Pembersihan Pantai di Pantai Sedayu, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara (28/08/21).

Kegiatan itu menandai Peringatan HUT ke-76 RI dan HUT ke-13 Kabupaten Lombok Utara.

Bupati mengatakan, Pemerintah Daerah tidak dapat melaksanakan pembangunan sendiri, apalagi Lombok Utara daerah dengan potensi keindahannya, bisa menjadi obyek pariwisata sebagai penyumbang PAD terbanyak.

“Tanggung jawab kita semua termasuk anak-anakku dan para generasi muda memelihara kondis lingkungan ini. Mari kita berbuat, menjaga kelestarian lingkungan, lingkungan yang asri untuk daerah kita Lombok Utara,” kata bupati.

Kegiatan diwarnai dengan pelepasan 300 ekor anak Penyu (Tukik), sebelumnya di tempat lain, telah dilepaskan 700 ekor, dari partisipasi masyarakat dan generasi muda Lombok Utara.

“Saya imbau pada generasi muda dukung pemerintah seutuhnya, dukung apa yang diprogramkan daerah sehingga dalam waktu yang tidak lama kemajuan pembangunan segera terwujud dengan baik,” harapnya.

Dijelaskannya, pembangunan daerah hingga saat ini belum bisa optimal, mengingat kendala pembiayaan, akibat adanya pandemi Covid yang melanda dunia hingga daerah seperti Lombok Utara. UMKM terpuruk, PAD APBD menurun signifikan.

BACA JUGA: BPD Santong Tolak Bantuan Pangan non Tunai untuk Isteri Kades

“Covid ini tidak nampak tapi dampaknya nyata. Banyak yang sudah terpapar di Lombok Utara. Hari ini (28/08/2021) masih kisaran 20 orang yang terkonfirmasi positif. Mari kita bekerja, bangkit bersama mencegah Covid-19,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua PKK KLU Hj Galuh Nurdiyah, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Plt Kadis Dukcapil KLU sekaligus Sekretaris Panitia HUT ke-76 RI dan HUT ke-13 KLU Tresnahadi SPt, Kapolsek Gangga AKP Remanto SH dan Kepala Desa Gondang Supriadi SPd.

Pada acara tersebut, hadir pula unsur Komunitas Tionghoa Lombok, Pengurus dan Anggota Ikatan Mahasiswa Gondang, para Kadus, unsur masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Keikutsertaan masyarakat dan para generasi muda dengan kreasi dan inisiasi menunjang kelancaran pembangunan pada suatu daerah.

Bantuan Komunitas Tionghoa

Selain itu pula, Bupati Djohan menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Komunitas Tionghoa yang dihajatkan bagi anak yatim dan warga miskin.

Kendati dalam jumlah terbatas, tetapi pasti bermanfaat. Berpartisipasi ikut membantu menanggulangi persoalan ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua INTI NTB dari unsur Komunitas Tionghoa Lombok, S Wijanarko menyampaikan, kegiatan sosial yang diselenggarakan guna melestarikan lingkungan hidup akan diwariskan hasilnya pada anak cucu.

BACA JUGA: Ibu Adalah Garda Terdepan Dalam Mendidik Anak-anak

Nantinya dapat terpelihara dengan baik dan memberi dampak pada kehidupan yang lebih baik.

“Adanya kegiatan sosial dan lingkungan dapat berdampak nyata. Semoga Covid bisa cepat berlalu, dan kita bisa hidup new normal kembali. Membangun negara dan daerah pada segala bidang termasuk ekonomi masyarakat dan pembangunan laju pesat menuju Indonesia yang tangguh dan tumbuh,” kaa Wijanarko.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada empat perwakilan Kadus di Desa Gondang untuk disalurkan kepada yang berhak serta pembagian hadiah Lomba Mural dan Bersih Kampung Sehat.

Kegiatan diakhiri dengan bersama melepas Penyu (Tukik) untuk kelestarian biota laut dan Penanaman Pohon Kencana yang cocok tumbuh di pesisir pantai, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

wld




Validasi Data Kemiskinan Akan Selesaikan Berbagai Persoalan

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi menekankan pentingnya verifikasi dan validasi data kemiskinan untuk perencanaan kegiatan atau program penanggulangan kemiskinan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Verifikasi dan validasi data kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat penting dilakukan.

Wagub menekankan pentingnya validasi data kemiskinan
Wagub Hj Sitti Rohmi

Dengan data yang akurat dan tepat, dapat menyelesaikan berbagai persoalan sosial, kesehatan, ekonomi dan persoalan lainnya.

“Itulah betapa penting pentingnya validasi data kemiskinan ini. Saya benar-benar menekankan agar serius menyelesaikan persoalan data ini,” tegas Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.

Wagub menyampaikannya pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi NTB Tahun 2021, Kamis (26/08/21) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Selain itu, data ini juga dapat digunakan untuk perencanaan kegiatan atau program penanggulangan kemiskinan, serta menetapkan sasaran penerima manfaat program-program perlindungan sosial.

“Sehingga semua program yang digelontorkan pemerintah bisa efektif mempercepat pengentasan kemiskinan,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Ditekannya, agar dalam menyelesaikan verifikasi dan validasi data kemiskinan dilakukan dengan berbagai ikhtiar. Terus berkoordinasi dan membangun sinergi, keharmonisan dan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Kabupaten/Kota hingga desa.

BACA JUGA: Tete Batu Siap Menangkan Best Tourism Vilage 2021

“Menyelesaikan data ini perlu strategi yang betul-betul jitu, agar apa yang kita ikhtiarkan tidak sia-sia,” tegasnya.

Dikatakannya, apabila data ini valid, maka akan mampu menurunkan angka kemiskinan hingga 8 persen.

Untuk itu, harus diingatkan Kabupaten/Kota agar serius menyelesaikan persoalan data penduduk miskin yang masih ganda, meninggal dan tidak ada di tempat, sehingga benar-benar valid.

“Ini semua demi kepentingan masyarakat,” ucapnya didampingi Asisten II dan kepala Bappeda NTB.

Untuk itu, ketika data valid dan akurat maka persoalan Program Raskin, Jamkesmas, Bantuan Siswa Miskin, Program Keluarga Harapan, JPS, BPJS maupun program-program lain akan menyasar penerima manfaat dan tepat sasaran.

“Termasuk data ini akan menjadi sumber OPD-OPD mengeksekusi program-programnya,” kata alumni ITS Surabaya ini.

Menurunkan angka kemiskinan

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr.Ir. H. Iswandi, M.Si., menyampaikan, dalam penyelesaian permasalahan kemiskinan daerah diperlukan koordinasi yang baik dengan dinas terkait terutama dinas sosial, dinas desa, dinas kesehatan dan OPD terkait.

BACA JUGA: Inisiasi Menyusui Dini, Perlu Dukungan Ayah dan Keluarga

“Vailidasi data penduduk miskin ini sangat penting, karena korelasinya akan mampu menurunkan angka kemiskinan di NTB,” kata Iswandi.

Apalagi Peraturan Gubernur Tentang Penanggulangan Kemiskinan telah dibuat. Ini penting karena akan menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan kemiskinan.

Kadis Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH, memaparkan tentang verifikasi dan validasi data kemiskinan, yang sudah berjalan sejak tahun 2019. Verifikasi dan validasi itu tergantung kesungguhan, keseriusan dan political will dari Bupati/Walikota se-NTB.

“Karena pentingnya data ini, maka harus menjadi prioritas bagi mereka. Apalagi ini menyangkut masyarakatnya,” kata Ahsanul Khalik.

Diungkapkannya juga, bahwa lambat dan masih belum updatenya sebagian data di desa, akibat minimnya anggaran yang dialami pemerintah desa, sebagai juru kunci verifikasi dan validasi di lapangan.

Namun ia mengaku, akan terus mendorong Kabupaten/Kota hingga desa untuk terus melakukan verifikasi dan validasi ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten I Setda Prov NTB, Kadis Kesehatan, Kadis Dikbud, Kadis Nakertrans, Karo Ekonomi, perwakilan BPJS dan sejumlah OPD terkait.

edy




Bertemu Guru Semasa SMA, Gubernur NTB Tunduk dan Cium Tangan

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah bertemu dengan gurunya semasa SMA yang menjadi peserta MUSWIL VII LDII NTB.

MATARAM.lombokjournal.comGubernur Zulkieflimansyah kerap kali bertemu dengan guru maupun teman semasa sekolahnya, saat menghadiri berbagai kegiatan masyarakat. Seperti halnya saat dirinya usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) NTB, dengan tema “Kontribusi LDII untuk NTB Gemilang”, di Hotel Jayakarta Senggigi, Rabu (25/8).

Zulkieflimansyah bertemu dengan gurunya semasa SMA, yang menjadi salah satu peserta kegiatan tersebut. Dirinya terkejut ketika mendengar nama H. Sugianto, disebutkan oleh panitia Muswil. Seketika Zulkieflimansyah mendatangi dan mendekati mantan gurunya di SMA 1 Sumbawa.

“Momentum silaturahmi dan pertemuan seperti ini, semakin menguatkan kebersamaan kita sehingga tercipta kehangatan dan keharmonisan,” ucap Zulkieflimasnyah.

Sang guru, H. Sugianto, mengaku baru bertemu lagi dengan gubernur Zulkieflimansyah, yang merupakan siswanya lulusan tahun 1989.

“Alhamdulillah dulu semasa SMAnya, Ia sosok anak yang cerdas dan takjim,” ujar Sugianto

Sebelum maju menjadi kandidat gubernur NTB tahun 2017 yang lalu, Zulkieflimansyah sempat mengunjungi dan silaturahmi dengan guru-gurunya.

“Salah satunya saya, ia meminta restu untuk maju pada pilgub, saya sebagai guru dan orang tua tentu merestuinya,” tutur Sugianto

Usai berbincang singkat dengan mantan gurunya, gubernur pamitan untuk melanjutkan kegiatan dan mencium tangan gurunya.

BACA JUGAEngineer dan Insinyur Diperbanyak untuk Bangun Daerah

edy




Engineer dan Insinyur Diperbanyak untuk Bangun Daerah

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) NTB agar banyak melahirkan para Insinyur dan Engineer untuk membangun suatu wilayah atau daerah.

LOBAR.lombokjournal.comPesan tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, dalam acara Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) NTB, dengan tema “Kontribusi LDII untuk NTB Gemilang”, di Hotel Jayakarta Senggigi, Rabu (25/8).

Engineer“Apalagi saya melihat organisasi ini berbeda, ketua wilayah dan ketua umumnya, berlatar belakang insinyur semua,” ucap Zulkieflimansyah.

Insinyur itu memiliki cara pandang dan pikiran yang berbeda dan sistematis. Semakin banyak insinyur, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia, akan mampu mengantarkan Indonesia dari berbagai ketertinggalan, dengan tahapan yang lebih tepat.

“Ini harus menjadi program LDII tidak hanya di pusat, tapi di tingkat wilayah provinsi hingga kabupaten/kota,” harap gubernur.

LDII dapat mendata dan terus melahirkan para insinyur baru yang mampu mendatangkan dan menghasilkan solusi-solusi baru sesuai dengan kapasitas dan bidangnya.

Organisasi keagamaan mendapatkan tantangn yang besar di era pamdemi dan kemajuan teknologi. Di masa yang akan datang, dengan kemajuan smartphone, big data, kehebatan algoritma dan artificial intelligence, manusia mampu mendeteksi dan memprediksi dengan keilmuan, tentang umur, penyakit di masa depannya.

BACABertemu Guru Semasa SMA, Gubernur NTB Tunduk dan Cium Tangan

Sementara itu, Ketua Umum LDII Pusat KH. Criswanto Santoso, menyambut baik kedatangan dan kehadiran gubernur menjadi spirit dan motifasi bagi peserta Muswil dalam mengemban amanat untuk melahirkan hasil musyawarah yang dapat berkolaborasi dengan misi NTB Gemilang.

“Kader-kader terbaik yang hadir dalam Muswil menentukan langkah strategis LDII, sebagai kontribusi berkelanjutan untuk bangsa dan negara, lebih-lebih bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Di masa pandemi Covid saat ini, efek multi dimensi bermunculan. Terjadi Krisis ekonomi yang apabila dibiarkan dapat memunculkan krisis lain. Untuk itu peran LDII dituntut agar mampu terus menjaga konsistensi dan melahirkan solusi bagi bangsa dan negara.

Pernyataan serupa disampaikan, Ketua DPW LDII NTB, Abdullah A.Karim, bahwa Muswil ini harus menghasilkan rekomendasi dan upaya untuk merealisasikan 8 program LDII dengan misi pembangunan di daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota.

“Tentunya dengan melahirkan SDM yang berkualitas, mampu membawa organisasi ini lebih baik dan sinergi serta searah dengan program pembangunan di NTB,” ucapnya.

edy