Bantuan Modal Usaha UMKM dan Beasiswa di Lombok Timur

Rachmat Hidayat salurkan bantuan modal usaha UMKM dan Beasiswa senilai Rp 462 Juta di Gumi Patuh Karya

LOTIM.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat memberdayakan dan membantu masyarakat di Pulau Lombok. Kali ini ia membantu modal usaha untuk UMKM dan memberi beasiswa pelajar yang sedang menempuh pendidikan jenjang SMA sederajat.

Penyerahan bantuan itu dilakukan pada hari Kamis (29/12/22) di Lombok Timur.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Ruang Kelas Baru di Ponpes Lotim

Rachmat Hidayat menyalurkan bantuan senilai 342 juta

Tiga jenis bantuan yang disalurkan, yakni bantuan modal usaha yang merupakan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) senilai Rp 342 juta untuk 57 keluarga penerima manfaat.

Bantuan modal usaha sebesar Rp 70 juta untuk 70 pelaku UMKM, dan beasiswa senilai Rp 50 juta untuk 50 pelajar.

“Bantuan-bantuan modal usaha ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha yang berkelanjutan.Sehingga akan mewujudkan kemandirian masyarakat dan memutus rantai kemiskinan,” imbuh Rachmat.

Anggota Komisi VIII DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTB tersebut mengupayakan bantuan untuk masyarakat ini melalui program aspirasinya sebagai Anggota DPR RI, dengan menggandeng mitra kerja di Komisi VIII yakni Kementerian Sosial dan Badan Amil Zakat Nasional.

Rachmat mengatakan, penerima bantuan modal usaha senilai Rp 6 juta diharapkan mampu didorong untuk naik kelas menjadi mandiri. 

Sebanyak Rp 5,5 juta dari nilai bantuan tersebut diberikan dalam bentuk modal keperluan usaha, seperti peralatan untuk menopang usaha yang mereka jalankan. 

Sementara Rp 500 ribu sisanya ditransfer langsung ke rekening penerima bantuan untuk menopang penguatan modal.

Penerima bantuan modal usaha PENA ini khusus untuk mereka yang memiliki usaha di bidang makanan, kerajinan, jasa, pertanian, dan peternakan. 

Bantuan modal UMKM diberikan kepada masyarakat yang menjadi pelaku usaha mikro skala rumahan. 

Sedangkan beasiswa untuk para pelajar yang sedang menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah atas.

“Bantuan modal UMKM dan beasiswa, sudah ditransfer ke rekening seluruh penerima bantuan tanpa ada pemotongan sedikitpun,” kata Rachmat.

Proses penyerahan bantuan ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, acap disertai canda tawa. Nyaris seluruh penerima bantuan modal usaha adalah kaum perempuan. 

Untuk para penerima beasiswa, yang datang tidak hanya siswa penerima. Melainkan juga orang tua mereka.

Tim dari Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial, hadir secara langsung dalam penyerahan bantuan ini. 

Rachmat didampingi Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Amrullah, politisi muda di Gumi Patuh Karya yang namanya sedang naik daun.

Para penerima menyambut bantuan ini dengan penuh rasa syukur. Raut wajah mereka pun memancarkan aura kegembiraan tiada henti. Wijaya Kesuma misalnya. Siswa SMKN 1 Selong tersebut mendapat beasiswa senilai Rp 1 juta.

“Beasiswa ini akan saya pakai untuk membayar SPP,” kata siswa kelas III jurusan Teknik Bangunan tersebut.

BACA JUGA: Simbol Pluralisme Pulau Seribu Masjid

Kedua orang tua Wijaya turut hadir dalam penyerahan bantuan beasiswa tersebut. Keluarga ini begitu bersuka cita. Wijaya menuturkan, ini adalah beasiswa yang pertama diterimanya selama menempuh pendidikan. 

Dan beasiswa ini benar-benar sangat bermanfaat. Sebab, saban bulan, Wijaya harus membayar SPP sebesar Rp 200 ribu di sekolahnya.

Ditanya, apakah mengenal figur Rachmat Hidayat yang telah memperjuangkan beasiswa untuknya, dengan mantap Wijaya menganggukkan kepala.

“Beliau adalah panutan dan pahlawan bagi keluarga kami,” katanya.

Inaq Husnawati juga tak bisa menyembunyikan kegirangan hatinya. Warti, buah hatinya yang sedang menempuh pendidikan di SMA 3 Selong, termasuk salah seorang pelajar yang mendapatkan beasiswa.

“Bayar sekolah anak saya tiap bulan sekarang sudah teratasi,” katanya.

Sama seperti Wijaya, ini juga menjadi beasiswa pertama bagi Warti. Karena itu, Inaq Husnawati sudah memasang tekad sepenuhnya, bahwa beasiswa tersebut hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.

Isnawati, penerima bantuan modal usaha senilai Rp 6 juta juga tak kalah girang. Ibu rumah tangga yang memiliki usaha pisang bolen dan kue pastel ini yakin usahanya bisa terus berkembang dengan bantuan yang diterimanya. 

Kemarin, Isnawati menerima berbagai peralatan untuk menopang usaha rumahan yang sudah ditekuninya selama dua tahun. Dengan peralatan-peralatan tersebut, usaha Isnawati akan menjadi lebih efisien. Dirinya sudah tidak perlu mengaduk adonan secara manual. Namun sudah dibantu alat-alat pengaduk adonan yang bertenaga listrik.

Isnawati menuturkan, pisang bolen dan kue pastel yang dibuatnya selama ini dijual di pasar. Dalam sehari, rata-rata Isnawati mampu mengantongi omzet hingga Rp 250.000, dengan setidaknya Rp 100 ribu di antaranya merupakan keuntungan. 

Kini, dengan bantuan modal usaha yang diterimanya, Isnawati yakin omzet usahanya akan meningkat.

“Saya ingin sekali usaha kami bisa naik kelas. Pak Rahmat benar-benar telah membuka jalan bagi berkembangnya usaha kami,” katanya sembari tiada henti berterima kasih.

Di sela-sela penyerahan bantuan kemarin, Rachmat memang mengajak para penerima bantuan untuk berdialog. 

Banyak hal positif yang terungkap dalam dialog tersebut. Di antaranya bagaimana semangat wirausaha yang begitu tinggi, namun butuh dukungan dalam hal penguatan modal usaha.

Radityo Bimo, perwakilan Sentra Paramita Mataram menjelaskan, dari total 57 penerima bantuan modal usaha PENA yang diusulkan Rachmat Hidayat, kemarin sudah dicairkan kepada 30 penerima. Untuk 27 penerima lainnya, akan dicairkan paling lambat 31 Desember.

Bimo mengatakan, sebelum bantuan ini disetujui, pihaknya telah terlebih dahulu melakuan asesmen terhadap seluruh penerima. Asesmen tersebut untuk memastikan penerima bantuan adalah mereka yang benar-benar layak. Selain itu, asesmen juga untuk menentukan bantuan peralatan usaha apa yang dibutuhkan.

“Jadi, masing-masing penerima bantuan yang menentukan sendiri peralatan apa yang mereka butuhkan. Kami menyiapkannya berdasarkan daftar kebutuhan itu,”  kata Bimo.

Dia mencontohkan, ada penerima bantuan yang memerlukan mesin sampan untuk menopang usahanya. Maka pihaknya menyiapkan mesin sampan dimaksud. Ada pula yang membutuhkan kompor gas, atau kulkas. Maka itu pula yang disiapkan pihaknya.

Setelah penyerahan bantuan ini, akan ada monitoring secara berkala terhadap perkembangan usaha setiap penerima bantuan. Monitoring tersebut juga akan menjadi kesempatan bagi para penerima bantuan mengonsultasikan kendala pengembangan usaha yang dihadapi. 

Nantinya, solusi untuk setiap hambatan tersebut akan disiapkan secara bersama-sama. Misalnya, bagaimana membuka dan memanfaatkan peluang pemasaran yang baru, atau kendala-kendala lain.

Bantuan Renovasi Rumah

Setelah menyerahkan bantuan modal usaha dan pemberian beasiswa ini, Rachmat Hidayat kemudian menyempatkan diri untuk memantau program rehabilitasi rumah tidak layak huni yang telah dibantu sepanjang tahun 2021 hingga 2022. 

Sepanjang dua tahun ini, khusus di Lombok Timur, Rachmat telah membantu pemugaran rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni sebanyak 200 unit.

Rumah-rumah tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Lombok Timur. Pemilik rumah adalah keluarga tidak mampu. Banyak di antara mereka merupakan perempuan yang sudah tidak bersuami dan menjadi perempuan kepala keluarga. 

Tiap rumah dibantu sebesar Rp 20 juta.

Kemarin, Rachmat melihat langsung rumah yang sudah selesai dibangun dan merupakan penerima bantuan di tahun 2021. Ada pula rumah-rumah yang menerima bantuan di akhir 2022 ini, dan saat ini sedang dalam proses pembangunan untuk dituntaskan. 

Rumah-rumah tersebut umumnya berada di dalam gang-gang perumahan yang padat penduduk.

Kedatangan Rachmat disambut para pemilik rumah dengan hangat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung. 

Buat mereka, perhatian besar yang diberikan Rachmat sungguh tak ternilai.

BACA JUGA: Bantuan Bencana untuk Korban Bencana Cuaca Ekstrim

“Hidup kami sekarang sudah tenang dan nyaman,” kata salah seorang penerima bantuan yang rumahnya sudah rampung.

Kepada seluruh penerima bantuan, Rachmat pun menyampaikan, apresiasi dan ucapan terima kasih, tak layak untuk dirinya semata. 

Ucapan terima kasih dari masyarakat juga haruslah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, dan para menteri seperti Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang telah memberi ruang dan kesempatan sehingga dirinya bisa memperjuangkan bantuan bagi masyarakat di Pulau Lombok hingga terealisasi. (*)

 




HBK Peresmian KUBE Peternak Kambing Cahaya Mandiri di Loteng 

Untuk menyiapkan jalan kesejahteraan petani dan peternak, Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang HBK Resmikan KUBE di Loteng 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Peresmian KUBE Peternak Kambing “Cahaya Mandiri” di Desa Pejanggik, Kec. Praya Timur, Kab. Lombok Tengah, Rabu (28/12/22), merupakan ihtiar nyata H. Bambang Kristiono, SE (HBK) mewujudkan Food Estate di sektor peternakan.

Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok percaya KUBE itu akan meningkatkan penghasilan para petani dan peternak.

BACA JUGA: Bangga Menggunakan Produk Lokal, Ini kata Gubernur NTB

KUBE Peternakan merupakan ihtiar HBK meningkatkan kesejeahteraan masyarakat Loteng

Peresmian KUBE tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri beserta jajarannya, antara lain Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Camat Praya Tengah, dan Kepala Desa Pejanggik.

Saat itu HBK didampingi Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Usman Ahim, dan dua anggota Dewan NTB dari Lombok Tengah, Lalu Wirajaya dan Lalu Sudiartawan.

“Saya akan menjadikan KUBE Peternakan Kambing ini sebagai KUBE andalan. Yang akan mampu mendorong peningkatan taraf hidup para peternaknya,” kata HBK yang disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.

Ia menyatakan dengan sepenuh hati, dirinya siap bekerja keras dan menjadi bagian penting dari kelompok KUBE Cahaya Mandiri. Apalagi, bukan pertama kalinya HBK terlibat dalam membimbing dan membina KUBE yang ada di P. Lombok.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menuturkan, di awal masa jabatannya sebagai Anggota DPR RI, mulai membina KUBE yang bergerak di bidang budidaya jamur putih di Kota Mataram. 

KUBE tersebut dimulainya dengan sangat sederhana. Tapi beberapa hari yang lalu, dalam kesempatan resesnya, HBK kembali mengunjungi KUBE tersebut. 

Ia mengaku takjub dan bahagia, hanya dalam kurun waktu tiga tahun, KUBE usaha jamur tersebut telah berkembang pesat. 

Bukan hanya mampu menyuplai kebutuhan jamur di Kota Mataram, tapi juga sudah berekspansi dengan mengembangkan usaha yang sama, di Lombok Barat dan Lombok Tengah.

“Saya berharap, KUBE peternakan kambing Cahaya Mandiri juga bisa seperti itu,” kata HBK.

Politisi Partai Gerindra ini ingin menjadikan KUBE Cahaya Mandiri sebagai percontohan dalam pengelolaan peternakan kambing di P. Lombok. HBK yakin, dengan ketekunan para peternak untuk terus belajar, sehingga berbagai keberhasilan akan mewujud. 

Bahkan, bukan tidak mungkin, desa Pejanggik bisa menjadi salah satu pusat peternakan kambing di Pulau Seribu Masjid.

Dan HBK sangat senang karena dalam  kesempatan tersebut, telah hadir seorang dokter hewan yang siap membimbing dan menjadi sahabat para peternak KUBE Cahaya Mandiri.

Dengan cara itulah, untuk mendorong terwujudnya program Food Estate di wilayah P. Lombok akan dapat dicapai lebih cepat. 

Ada tiga sektor Food Estate yang bisa dikembangkan di P. Lombok yaitu Peternakan, Pertanian, dan Perikanan.

“Ketiga-tiganya itu merupakan keunggulan kompetitip yang sangat potensial untuk dikembangkan,” tandas HBK.

BACA JUGA: Pemilahan Sampah Mendukung Pertanian dan Kesehatan

Apalagi masyarakat P. Lombok secara turun menurun telah mewarisi tradisi dan kemampuan dalam mengelola sawah, ladang, dan ternak sejak dari nenek moyangnya. 

Ia sangat percaya, para peternak di P. Lombok tak akan kalah dalam hal kemampuan pengelolaan, dibanding para peternak yang ada di P. Jawa. 

Para peternak di P. Lombok telah belajar secara otodidak dan ditempa dengan pengalaman yang panjang sehingga menjadi peternak-peternak yang mumpuni.

Kepada Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri yang juga Ketua DPD Partai Gerindra NTB, HBK berharap, dukungan penuh bagi pengembangan KUBE Cahaya Mandiri. 

HBK yakin sepenuhnya, Bupati HL Pathul Bahri siap dengan berbagai dukungan yang diperlukan sehingga mampu mempercepat upaya menjadikan KUBE Cahaya Mandiri sebagai KUBE percontohan di P. Lombok.

Bupati HL Pathul Bahri dalam kesempatan tersebut menegaskan, tahun depan, kelompok ternak akan memiliki asosiasi. 

Hal tersebut menjadikan posisi tawar para peternak semakin kuat.

Sebagai langkah awal, Pemkab Loteng akan segera memberikan bantuan alat pencacah rumput yang modern agar kualitas makanan ternak meningkat kandungan gizinya.

Butuh Kebijakan Afirmasi

Ketua KUBE Cahaya Mandiri Amaq Yong menyampaikan, para peternak kambing saat ini butuh kebijakan afirmasi dari pemerintah daerah untuk bisa berkembang. 

Menurutnya, masalah yang dihadapi para peternak kambing saat ini adalah adanya serbuan ternak kambing dari luar daerah.

Contohnya, di tahun 2016 lalu para peternak kambing di P. Lombok begitu semangat dan antusias mengembangkan kambing etawa. 

Pada saat itu, harga kambing Etawa ini sangat menjanjikan. Baru lahir saja, sudah dihargai Rp 3 juta. Sementara yang sudah dewasa bisa dihargai belasan juta. 

Para petani pun berlomba-lomba untuk beternak kambing etawa. Namun, saat mereka sudah siap menjual kambing-kambing hasil peliharaannya, pada saat itu juga datang serbuan ternak kambing dari luar daerah, dan harga pun anjlok.

“Pada saat itu, harga ayam bahkan bisa lebih mahal dari harga kambing,” katanya.

Semenjak itu, para peternak pun menjadi begitu trauma untuk beternak kambing. 

Bahkan kata Amaq Yong, untuk kembali menghimpun para peternak agar mau membangun KUBE Cahaya Mandiri, harus melakukan berbagai cara. Bahkan sampai menyiapkan hadiah-hadiah menarik untuk merangsang keinginan beternak kambing kembali.

Karena itu, Amaq Yong meminta agar Pemkab Lombok Tengah meyiapkan kebijakan untuk melarang datangnya serbuan ternak kambing dari luar daerah, sebagai wujud perlindungan kepada para peternak lokal.

“Pemain yang mendatangkan kambing dari luar daerah ini sebenarnya tidak banyak. Tapi mereka memiliki modal yang besar dan pengetahuan pengelolaan bisnis ternak kambing yang kuat. Sementara kami, para peternak lokal, tidak memiliki kedua-duanya,” kata Amaq Yong.

Penegasan yang sama disampaikan Kades Pejanggik, Ahmad Nursiah. Dia memberi contoh, bagaimana Hari Raya Kurban menjadi hari yang dinanti-nantikan para peternak kambing, karena pada saat itu, harga ternak kambing akan naik tinggi. 

Namun, dengan datangnya serbuan kambing dari luar daerah, alih-alih mendapat untung, yang terjadi malah buntung.

“Karena itu, kami mohon solusi pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini,” tandasnya.

Dia menuturkan, Desa Pejanggik adalah desa yang masyarakatnya banyak menggantungkan diri pada sektor peternakan. 

Sebab lahan pertanian di desa Pejanggik saat ini, 70 persen di antaranya merupakan lahan sawah tadah hujan yang hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun.

Terkait permintaan para peternak ini, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Taufiqurrahman Ponate menegaskan, para peternak tidak perlu khawatir lagi untuk beternak kambing. 

Pemerintah daerah, sudah menerbitkan regulasi yang melarang ternak kambing dari luar masuk ke Lombok Tengah.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Beringin Sila di Sumbawa

“Kecuali untuk kepentingan peningkatan ras. Selebihnya tidak boleh masuk,” katanya.

Dia menekankan, langkah tersebut diambil karena sesungguhnya sektor pertanian dan peternakan adalah urat nadi pembangunan di Lombok Tengah. 

Sumbangsih dari sektor ini di Lombok Tengah bisa mencapai 29-32 persen.

Khusus untuk membantu para peternak kambing, pihaknyapun siap all out membantu. UPT Peternakan yang membidangi masalah kesehatan hewan telah ditunjuk secara langsung oleh Bupati Loteng untuk membantu para peternak apabila ada masalah terkait kesehatan hewan. 

Masalah tersebut umumnya terjadi pada awal musim penghujan, dimana ternak kambing biasanya kena cacingan, sehingga membutuhkan penanganan secara cepat dan memadai.

Selain itu, dari sisi biosecurity, pihaknya juga akan menyiapkan disinfektan sehingga menjadikan kandang-kandang kambing peternak bisa lebih sehat, sehingga ternak juga mengalami pertumbuhan yang pesat.

Mewujudkan DAM Mujur

Disisi lain, dalam kesempatan peresmian KUBE tersebut, HBK juga menuturkan kepada seluruh masyarakat yang hadir, ia bersama Bupati Lombok Tengah melakukan seluruh ikhtiar untuk mewujudkan pembangunan DAM Mujur.

Dam Mujur, kata HBK, adalah proyek yang sudah sekian puluh tahun tidur dan hanya disetiap hajatan pemilu lima tahunan, acap menjadi komoditas politik untuk meraih jabatan. Akibatnya, saat dirinya serius turun langsung memperjuangkan DAM Mujur ini, ikut pula dituduh menunggangi dan mengharap insentif elektoral dari isu DAM Mujur ini.

“Saya tegaskan, saya hanya ingin memanfaatkan masa jabatan saya sebagai anggota DPR RI ini dengan membangun dan meninggalkan warisan yang baik untuk masyarakat yang saya wakili. Salah satunya yaitu dengan mewujudkan pembangunan DAM Mujur ini,” tandas HBK.

HBK menegaskan, menurut pandangannya, DAM Mujur itu sangat penting dan strategis untuk pengelolaan pertanian di P. Lombok. Berdasarakan desain yang dulu difinalkan oleh para ahli dan para tokoh pertanian NTB, di P. Lombok ini.

Sistem pengairannya sangat khas, berbeda dengan yang ada di daerah lain.

“Kalau di daerah lain, satu sungai satu bendungan. Tapi kalau disini, satu sungai bisa empat bedungan,” katanya.

Saat ini, pemerintah sudah membangun empat bandungan besar di P. Lombok, termasuk Bendungan Meninting yang sedang proses pembangunannya di Lombok Barat.

“Seluruh pembangunan sistem pengairan di P. Lombok baru akan sempurna apabila Bendungan Mujur sebagai bendungan terakhir berhasil kita wujudkan,” tandas HBK.

Untuk mewujudkan Dam Mujur demi kemajuan daerah, kata HBK, sepertinya akan sangat sulit kalau bersandar pada APBD yang jumlahnya sangat terbatas. 

Karena itu butuh dukungan penuh dari pemerintah Pusat melalui Kementrian PUPR untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur berskala besar seperti Dam Mujur ini. 

Dengan demikian, APBD bisa lebih fokus diarahkan bagi program-program pemberdayaan yang pro masayrakat.

Setelah peresmian KUBE Cahaya Mandiri, HBK berkesempatan memberikan hadiah atau door prize secara simbolis kepada sepuluh orang peternak yang dinilai sukses dan menjadi teladan.

Setelah pemberian hadian tersebut, HBK didampingi Bupati Loteng kemudian meninjau langsung kendang kolektif ternak kambing milik KUBE Cahaya Mandiri.

Dan sebelum meninggalkan acara, HBK pun berkesempatan untuk menyalurkan bantuan Sembako kepada seluruh petani ternak yang hadir dalam acara tersebut, untuk mensyukuri usianya yg ke 62 tahun.

Tinjau PJUTS 

Usai meresmikan KUBE Peternakan Kambing Cahaya Mandiri, HBK dan rombongan meninjau PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) yang berada di Dusun Bonjol, Desa Pejanggik. 

HBK melakukan dialog dengan masyarakat penerima manfaat tentang pentingnya pembangunan PJUTS yang berada di tempat-tempat rawan keamanan dan rawan kecelakaan, khususnya di malam hari.

“Mohon didukung untuk beberapa titik lagi pak HBK, agar keamanan di daerah kami bisa lebih baik lagi,” pinta Kadus Bonjol.

“Insya Allah diperhatikan, kami akan ikhtiarkan dan perjuangkan di tahun depan ya,” jawab HBK (*)

 

 




Bantuan Air Bersih, Sembako, dan Kunjungi Rumah Jumadil

Saat reses di Lombok Timur, HBK menyalurkan bantuan, selain menyerap juga menindaklanjuti aspirasi dari konstituen.

SELONG.lombokjournal.com ~ Penyaluran bantuan air bersih dan membagikan sembako untuk warga lanjut usia, serta membawakan sepeda kepada Jumadil, dilakukan H. Bambang Kristiono, SE (HBK), saat reses di Kabupaten Lombok Timur, Kamis (22/12/22).

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, tujuan dari kegiatan masa reses ini adalah untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi dari konstituen. 

BACA JUGA: Mengelola Sampah dengan Digitalisasi Bisa Dikembangkan di NTB

HBK sedang reses di Lotim, menyerap aspirasi dan meniindaklajuti janji pada kontituen

Juga merupakan tanggung jawab moral dan politis bagi konstituen di daerah pemilihannya.

HBK turun langsung bersama tim HBK Peduli Lombok Timur zona selatan, menyalurkan air bersih di wilayah Dusun Padak Luar, Desa Pijot Induk, Kec. Keruak.

”Penyaluran bantuan air bersih adalah salah satu program unggulan HBK Peduli yang akan terus ditingkatkan baik kualitas maupun jumlahnya,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Insyaa Allah di awal tahun 2023 nanti, akan datang 1 unit mobil tangki air tambahan untuk memperkuat armada tangki air yang sudah ada, lanjutnya.

“Saya mengucapkan terima kasih dan rasa bangga saya atas motivasi dan semangat Tim HBK Peduli yang tidak ada lelah-lelahnya terus melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan,” katanya sambil tersenyum.

Usai membagikan air bersih, HBK menyapa warga yang sudah berkumpul di salah satu rumah. 

Kesempatan itu dimanfaatkan HBK untuk menyapa dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat yang hadir. 

Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan 6 hari dalam seminggu, dan 3 kali dalam sehari. 

Nyaris hanya di hari Minggu saja, armada tangki air HBK Peduli beristirahat untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan.

Tapi kalau di hari Minggu ada orang hajatan, maupun yang meninggal dunia, maka tidak jarang armada tangki airpun tetap turun melayani warga yang membutuhkan bantuan.

“Kami tetap semangat, dan akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang memerlukan bantuan sebagaimana pesan dan amanah pak HBK di berbagai kesempatan,” kata Lalu Lukmanul Hakim, Koordinator HBK Peduli Kab. Lombok Timur.

Sembako untuk Warga Dhuafa

Usai membagikan air bersih, Politisi yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo ini kemudian bergerak ke wilayah Dusun Dasan Baru, Desa Kuang Baru, Kec. Sakra.

Di sini HBK bersama rombongan Tim HBK Peduli memberikan bantuan sembako kepada para lansia dhuafa.

Dalam kegiatan ini, turut hadir anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kab. Lombok Timur, yaitu M. Yusri, A.Md dan Khairil Anwar, Kepala Wilayah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari Desa Kuang Baru.

Selain itu, kegiatan reses yang dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan masyarakat ini juga mengusulkan agar program sosial dan keagamaan bisa tetap berlanjut di wilayahnya.

“Inshaa Allah akan saya perjuangakan, semua aspirasi dari bapak-ibu sekalian, dan saya hadir disini juga menyampaikan salam hormat dari Bapak H. Prabowo Subianto.

Saya lihat di data yang saya miliki, di Desa ini suara pak Prabowo pada Pilpres lalu sangat tinggi,” ungkapnya.

Adapun nanti aspirasi yang bisa diselesaikan cepat oleh pihak pemerintah Kab. Lombok Timur akan disinergikan dengan Dewan Partai Gerindra dari Kabupaten, dan yang tidak bisa diselesaikan bersama pemerintah Kab. Lombok Timu.r maka akan dibawa ke gedung parlemen di Senayan, lanjutnya.

Sambangi Jumadil, Bawakan Sepeda dan Bantu Beasiswa 

Di Kec. Sikur, HBK mendatangi langsung tempat tinggal Jumadil, siswa SDN 3 Sikur yang viral di media sosial karena keterbatasan ekonomi yang membuatnya harus bekerja di tempat pembuatan tempe untuk meringankan beban keluarganya.

Jumadil merupakan anak yatim yang hidup dengan kakeknya yang sudah tidak bisa bekerja lagi akibat usia dan penyakit mata yang dideritanya. 

Kedatangan HBK disambut hangat keluarga dan warga yang tinggal di sekitar rumah Jumadil.

“Ini sepeda hadiah dari Sekretaris HBK Peduli, Rannya Agustyra Kristiono, yang sekarang masih berada di London, tapi terus mengikuti berita Jumail dari media-media sosial. Mudah-mudahan sepeda ini bisa bermanfaat untuk Jumail beraktifitas dan berkegiatan”, pesan HBK ditengah-tengah Jumail dan keluarga.

Rannya berpesan agar di kesempatan reses bilan Desember ini agar mencari rumah Jumadil dan membawakan hadiah sepeda, lanjut HBK.

HBK juga sangat kaget ketika mendengar informasi bahwa Jumadil adalah anak yang senang dan pandai bermain sepakbola.

Menurut M. Yusri, A.Md, anggota Dewan Kab. Lotim yang mendampingi HBK turun ke konsituennya. Disampaikan, dalam kejuaraan sepakbola U-12 di Kab. Lotim, Jumail berhasil menjadi top score atau pencetak gol terbanyak di kejuaraan.

“Dia dikenal sebagai “Messi”nya Kec. Sikur, pak HBK,” ujar Yusri.

BACA JUGA: Aksi Cegah Stunting , HBK Bagikan Telur Ayam Segar

“Waaaccchhh, kamu ternyata anak yang hebat juga ya Jumail. Punya prestasi yang bisa dibanggakan. Terus semangat ya, dan jangan lelah berlatih, dan nanti bisa bergabung dengan Lombok FC,” kata HBK bangga.

Selain itu HBK juga akan membantu beasiswa bagi kelanjutan pendidikan Jumadil yang tahun ini akan segera menamatkan pendidikan di Sekolah Dasarnya.

”Saya sudah perintahkan Koordinator TA saya, sdr. Abdul Rajab untuk segera mendata dan menyiapkan persyaratan administrasi beasiswanya untuk Jumadil,” pungkas Chairman Lombok FC ini.***

 

 




Bantuan Pupuk untuk Petani Bawang Sembalun

HBK salurkan bantuan puluhan ton kepada petani Bawang di Kecamatan Sembalun, Lotim untuk menggenjot dan meningkatkan produktivitas para petani

SEMBALUN.lombokjournal.com ~ H. Bambang Kristiono, SE (HBK) memberikan bantuan puluhan ton pupuk untuk para petani bawang di Kec. Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Bantuan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra itu diserahkan Ketua HBK Peduli NTB, Ali Alkhairy bersama sejumlah anggota Tim HBK Peduli Kab. Lombok Timur kepada sejumlah perwakilan kelompok tani (Poktan) di salah satu rumah Ketua Poktan Kec. Sembalun, Selasa (13/12/2022).

Hal ini merupakan bukti nyata komitmen dari politisi Partai Gerindra ini untuk terus mendorong produktivitas para petani di Pulau Seribu Masjid.

BACA JUGA: PMI Diingatkan Jangan Sebatas Bikin Fasilitas Mewah

HBK menyerahkan bantuan puluhan ton pupuk di Sembalun
H Bambang Kristiono (HBK)

“Harapan kita tentunya bantuan ini akan mampu menggenjot dan meningkatkan produktivitas para petani, dan tentunya akan berpengaruh pada kesejahteraan dan taraf hidup keluarga,” kata HBK dalam rilisnya,  Kamis (15/12/22).

Hal ini juga sebagai bukti pemenuhan janji-janji kampanye politiknya di Pileg tahun 2019 kepada masyarakat petani di Pulau Lombok terkait program-program pertanian.

Politisi yang dikenal dengan sebutan ‘Samurai Prabowo’ ini mengatakan. pertanian adalah kampanye yang selalu disampaikannya pada proses pencalegan tahun 2019 yang lalu. 

Dan sudah menjadi tekad HBK, untuk selalu berjuang dan berikhtiar buat mensejahterakan konstituenketika dirinya memutuskan untuk mewakafkan diri mengabdi kepada masyarakat di parlemen sebagai anggota DPR RI.

“Sudah menjadi fokus saya ketika terjun ke dunia politik untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dengan terus berjuang dan berikhtiar untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para konstituen, khususnya para petani,” pungkas Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Wujud Nyata Komitmen Partai Gerindra

Ali Alkhairy dalam sambutannya juga menegaskan komitmen Partai Gerindra untuk terus memperjuangkan kebangkitan para petani, nelayan, dan rakyat miskin.

Ini juga merupakan wujud nyata dari pelaksanaan pesan Ketua Umum Partai Gerindra H. Prabowo Subianto kepada semua kader dalam jabatan apapun, untuk terus mengutamakan kesejahteraan rakyat.

“Pak Prabowo mengajarkan dan menanamkan kepada kami semua para kader Partai Gerindra, bahwa kepentingan masyarakat, kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan taraf hidup masyarakat adalah segala-galanya,” lanjutnya.

Ali juga mengatakan, bahwa Ketua Umum Partai Gerindra H. Prabowo Subianto melalui Himpunan Kerukanan Tani Indonesia (HKTI) terus melakukan advokasi atau pembelaan serta terus berjuang terhadap kesejahteraan para petani.

“Itu yang menjadi salah satu faktor pendorong bagi Prabowo Subianto untuk mendirikan Partai Gerindra,” tegas pria yang dikenal aktivis dan pengacara ini. 

Adapun bantuan tersebut berupa POC, Silika, Pupuk Cair, Dolomit, Mulsa, dan NPK yang merupakan kebutuhan utama para petani bawang merah dan bawang putih. 

Bantuan tersebut diperuntukkan kepada kelompok tani Sempaga Daya dari Desa Sembalun Lawang, Kec. Sembalun berupa 100 liter POC, 120 Pcs Silika, 70 liter Pupuk Cair, 10 ton Dolomit, 80 Roll Mulsa dan 20 ton pupuk NPK.

Kelompok Tani Tunas Muda dari Desa Sembalun Lawang, Kec. Sembalun berupa 50 liter POC, 60 Pcs Silika, 35 liter pupuk cair, 5 ton Dolomit, 40 roll Mulsa dan 10 ton pupuk NPK.

Kelompok tani Kali Empit dari Desa Sembalun Timba Gading, Kec. Sembalun berupa 100 liter POC, 120 Pcs Silika, 70 liter pupuk cair, 10 ton Dolomit, 80 roll Mulsa dan 20 ton pupuk NPK.

Selanjutnya untuk Kelompok Tani Patuh Karya dari Desa Sembalun Timba Gading, Kec. Sembalun berupa 50 liter POC, 60 Pcs Silika, 35 liter pupuk cair, 5 ton Dolomit, 40 roll Mulsa dan 10 ton pupuk NPK.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kali Empit yang merupakan salah satu penerima bantuan, Lalu Arimera Wirajaya, mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan bantuan dari HBK tersebut.

“Bantuan ini sangat membantu kami para petani bawang merah dan bawang putih, Alhamdulillah, kami bangga punya wakil rakyat seperti pak HBK,” jawabnya disambut tepuk tangan para peserta.

Bantuan yang dibagikan tersebut merupakan aspirasi beberapa kelompok petani bawang merah dan bawang putih di Sembalun yang disampaikan dalam beberapa kesempatan acara reses HBK beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Gerak Jalan Sehat Sambut HKSN dan HUT NTB ke 64

Mereka menyampaikan permohonan bantuan alat tanam dan pupuk untuk bawang. Aspirasi tersebut kemudian diperjuangkan legislator Partai Gerindra dari Dapil NTB II/P. Lombok ini hingga akhirnya bantuan dapat terealisasi.(*)

 

 




Aksi Kemanusiaan Rehab 29 Rumah Tidak Layak Huni di KLU

Lewat aksi kemanusiaan di Lombok Utra,  Rachmat Hidayat bantu rehab rumah tidak layak huni di Lombok Utara

KLU.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dapil Lombok dari PDIP, H Rachmat Hidayat kembali melakukan Aksi Kemanusiaan membantu rehab dan perbaiki rumah tidak layak huni (Rutilahu) untuk 29 KK di desa Sokong dan desa Medana,  Lombok Utara.

Bantuan ini  dilandasi oleh sentuhan nuraninya melihat masih banyak warga desa KLU yang belum memiliki rumah layak huni. 

Bantuan Rutilahu diserah-terimakan secara simbolis melalui penyerahan 4 buku tabungan kelompok di rekening Bank Mandiri oleh Rachmat Hidayat kepada 4 kelompok penerima Rutilahu, Minggu (11/12/22).

BACA JUGA: Penghargaan “Governor of Good Governance” untuk Gubernur NTB

Aksi ini wujud pertanggungjawaban Rahcmat menunaikan janjinya membantu warga KLU, khususnya yang tidak memiliki rumah layak huni. 

Aksi kemanusiaan denagn menyerahkan bantuan rehab rumah Tidak Layak Huni

“Saya berjanji untuk tahun depan ada banyak program dan kegiatan  yang akan saya turunkan di KLU,” kata Rachmat..

Bantuan itu di antaranya Bantuan UMKM, Rutilahu tahap kedua, Bantuan untuk Disabilitas, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan aneka jenis kegiatan lain sesuai Tupoksi Komisi VIII.

Rachmat meminta kepada 4 Kepala Dusun dari 2 desa, yakni Desa Sokong dan Medane yang hadir untuk mendata warganya yang layak diberi bantuan UMKM tahun depan lewat aspirasinya. 

Khususnya untuk pedagang kecil/tradisional  dan bakulan, masing-masing dusun misalnya 10 UMKM. 

“Saya minta kepada I Made Kariyase, anggota DPRD KLU dari PDIP untuk mengkoordinir kebutuhan kepala dusun terkait bantuan Rutilahu maupun UMKM untuk tahun depan,” ucap Rachmat disambut tepuk tangan oleh warga yang hadir.

Kehadiran Rachmat di Kantor DPC PDIP KLU didampingi oleh Hakam Ali Niazi dan Raden Nuna Abriadi, Anggota DPRD NTB dari PDIP dapil KLU dan Lobar. Nampak sejumlah Pengurus DPC PDIP KLU hadir juga. 

Calonkan Raden Nuna Abriadi Cabup KLU 2024 

Rachmat Hidayat juga mengutarakan kekesalannya atas ketidak-hadiran Dinas Sosial KLU dalam acara serah terima buku tabungan Bank Mandiri untuk program Rutilahu, yang bersumber dari program Aspirasi Komisi 8. 

“Nah begini dah kalau kita tidak punya Bupati,” imbuh Rachmat soroti ketidakhadiran Dinas Sosial dalam acara siang tadi di Kantor DPC PDIP KLU di Jl Raya Sokong – Kabupaten Lombok Utara. 

Selanjutnya Ketua DPD PDIP NTB itu mengatakan, untuk Pemilihan Bupati KLU 2024 mendatang, PDIP NTB akan mencalonkan Raden Nuna Abriadi ( Anggota DPRD NTB dari PDIP) sebagai Calon Bupati KLU 2024. 

“Jika Raden Nuna di Pilbup KLU 2024 ditakdirkan memenangi Konstestasi, maka akan memudahkan PDIP dalam memajukan daerah serta mensejahterakan warga KLU menjadi lebih baik,” kata Rachmat. 

Ucapan Terima Kasih untuk Rachmat Hidayat 

Terpisah Kepala Dusun Majalangu, Al Jihad menyampaikan terima kasih kepada Rachmat Hidayat yang telah membantu rehab dan perbaiki 5 Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu ). Dia berharap tahun depan  25 kk warganya yang rumahnya tidak layak huni bisa dibantu oleh Rachmat Hidayat. 

“Untuk program tahun depan, mohon 25 kk warga saya yang rumahnya tidak huni bisa dibantu oleh Bapak Rachmat Hidayat lewat aspirasinya,” kata Kadus Majalangu, Al Jihad..

Al Jihad mengakui banyak warganya paska gempa bumi 2018 silam yang masih belum mendapat bantuan RTG, dan banyak aplikator yang tidak menyelesaikan kewajibannya. 

“Saat ini ada 30 KK warga saya yg belum mendapatkan bantuan RTG. Dan 5 kk sudah dibantu oleh Pak Rachmat Hidayat , tersisa 25 KK lagi,” info Kadus Majalangu, Al Jihad. 

Sementara itu Kadus Prawira Desa Sokong, Sumianto mengatakan, 4 warganya mendapat bantuan rehab rumah tidak layak huni dari Rachmat Hidayat. 

BACA JUGA: SMK Berpartisipasi dalam Kebangkitan Industrialisasi di NTB

Kadus Prawira menginfokan jumlah warganya 520 an KK.

Saat gempa tahun 2018 sekitar 450 kk rumahnya yang hancur dan rusak. Saat ini ada sekitar 70 an KK yang belum tercover bantuan RTG karena berbagai alasan tehnis. 

“Dengan ada bantuan Rumah Tidak Layak Huni ini, Kami berharap tahun depan warga nya yang tersisa bisa diberi bantuan agar tempat tinggalnya layak huni,” pinta Sumianto. 

Terpisah Anggota DPRD KLU dari PDIP , I Made Kariyase mengatakan untuk tehnis  Pembangunan Rutilahu dari program Rumah sejahtera terpadu ( RST ) dilakukan secara kelompok untuk memudahkan pengerjaan Rutilahu. 

“Nanti masing-masing kelompok tinggal membelanjakan untuk material pembangunan rumah sesuai budget yang tersedia 20 juta per rumah yang didalam rekening kelompok di Bank Mandiri,” kata I Made Kariyase yang juga Sekretaris DPC PDIP KLU

Sementara itu Program RST (Rumah Sejahtera Terpadu) merupakan skema bantuan rehab/perbaikan Rumah Tidak Layak Huni kepada warga masyarakat yang belum pernah mendapat bantuan jenis apapun seperti program RTG. 

Syaratnya penerima bantuan Rutilahu harus membuat kelompok secara kolektif dalam pembangunannya. 

BACA JUGA: NTB Masuk Lumbung Pangan Nasional, Ini Jasa Penyuluh

Untuk satu buah Rumah Tidak Layak Huni diberi pagu anggaran per rumah 20 juta yang ditransfer via rekening kelompok tanpa ada pemotongan apapun ***

 

 




Gubernur NTB Sampaikan Jawaban Pandangan Umum Fraksi

Wagub NTB membacakan jawaban Gubernur NTB terkait tiga buah Raperda Prakarsa Gubernur NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah membacakan jawaban Gubernur NTB atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap 3 (Tiga) Buah  Raperda Prakarsa Gubernur NTB

Jawaban Gubernur NTB itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-3 DPRD Prov. NTB Masa Persidangan III Tahun 2022, di ruang rapat Sidang Kantor DPRD NTB, Mataram (09/12/22).

BACA JUGA: Bang Zul Buka Event WINGDAY IV HTCI 2022

Membacakan jawaban Gubernur NTB, Wagub mengatakan Ekskutif menerima saran dan masukan dari legislatif
Wagub Sitti Rohmi

Tiga Buah  Raperda Prakarsa Gubernur NTB, diantaranya :

  1. Perubahan Raperda nomor 3 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB. 
  2. Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  3. Perubahan Raperda nomor 3 tahun 2015 tentang Penanaman Modal.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas saran, pendapat dan pernyataan yang telah disampaikan pada Rapat Paripurna sebelumnya,” ucapnya.

Umi Rohmi menjelaskan terkait perubahan Raperda nomor 3 tahun 2010 terkait Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB, dalam proses penyusunan revisi RTRW secara Teknokratis, Partisipatif dan Politis sudah dilakukan secara prosedur yang benar.

Terkait saran atas Perubahan Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup melalui payung regulasinya oleh karena itu sanksinya harus dipertegas. 

Termasuk animo masyarakat masih lemah terhadap program Zero Waste sehingga perlu diperkuat melalui regulasi. 

Sehubungan dengan itu perubahan terhadap Raperda RTRW juga mengatur tentang peruntukan lahan terbuka hijau dan batas wilayah.

Terkait Raperda Penanaman Modal, Wagub menjelaskan, hal ini merupakan penyempurnaan Raperda nomor 3 tentang penanaman tahun 2015. 

Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong ekonomi kerakyatan dan lain sebagainya.

BACA JUGA: SMK Berpartisipasi dalam Kebangkitan Industrialisasi di NTB

Wagub menekankan pula, Ekskutif menerima saran dan masukan dari legislatif untuk pembangunan ekonomi daerah.

Sehingga diharapkan mampu mewujudkan NTB yang Gemilang melalui penguatan regulasi. ***

 

 




Rachmat Hidayat Bantu Penderita Disabilitas di Lingkungan Gomong Mataram 

Menyambut Hari Disabilitas warga Lingkungan Gomong Mataram menerima bantuan 9 kursi roda dari Ketua DPD NTB, Rachmat Hidayat

MATARAM.lombokjournal.com ~  Menyambut Hari Disabilitas Nasional, tanggal 3 Desember 2022, Anggota DPR RI dapil Lombok dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat membagikan 9 Kursi Roda yang didominasi warna merah untuk penderita disabilitas di Lingkungan Gomong Lama Mataram . 

Serah terima bantuan kursi roda merah dari Rachmat Hidayat berlangsung di halaman SDN Gomong Lama disaksikan Kepala Lingkungan H Zulhayadi dan beberapa RT di lingkungan tersebut. 

BACA JUGA: Karya Desain Tenun Putra Putri NTB Membanggakan

H Rachmat Hidayat menyaksikan penyiapan kursi roda yang akan dibagikan untuk penderita disabilitas

Rachmat Hidayat langsung menyerahkan 9 Kursi Roda Merah kepada 9 penderita disabilitas atau yang mewakilinya. Maing-masing adalah Kamarudin , Martijah, Siti Rohan, Baihah, Basah, Maimanah, Milati, Rinasih, Budi Hasnani. 

“Hari ini, Minggu 4 Desember 2022 sudah saya tunaikan kontan permintaan warga gomong untuk penderita cacat di lingkungan gomong tidak pakai lama dan tanpa prosedur yang ribet,” kata Rachmat Hidayat didampingi Yogantara,anggota DPRD Kota Mataram dari PDIP, Minggu (04/12/22). 

Menurut Rachmat, kursi roda yang didonasikan untuk 9 penyandang disabilitas di lingkungan Gomong lama sebagai bentuk saling memanusiakan dan tolong menolong tanpa motif politik apa pun. 

“Terhadap semua  bantuan-bantuan yang telah saya sumbangkan ini tidak ada motif politik apapun. Saya ihklas saja untuk setiap jalan kebaikkan karena semua itu doa. Itu yang terpenting,” ujarnya. 

Hari Selasa mendatang ia akan membagikan puluhan Kursi Roda adaptif yang canggih untuk penderita cacat khusus, seperti lumpuh layu di beberapa Desa di Lombok Tengah dan  Lombok Timur. 

“Hari selasa dan seterusnya, Inshaa Allah saya akan membagikan puluhan kursi roda adaptif yang didesain khusus untuk penderita lumpuh layu di Lombok Timur dan Lombok Tengah,”  tutur Rachmat. 

Warga Gomong ucapkan terima kasih

Kepala Lingkungan Gomong Mataram, H Zulhayadi menyampaikan terima kasih atas bantuan 9 Kursi Roda Merah tersebut. 

“Tanpa prosedur yang bertele-tele dan waktu yang singkat, 9 penderita disabilitas di lingkungan Gomong dibuat Senang dan bahagia oleh H Rachmat Hidayat,” ujar  Zulhayadi. 

Kaling Gomong itu juga memuji kiprah Rachmat Hidayat yang sebelumnya membantu dengan cepat pembukaan kembali tembok ‘Berlin’  Unram, yang membuat warga gomong saat ini mudah mengakses Kampus Universitas Mataram. 

“Demi Allah , Warga Gomong pasti tidak akan pernah melupakan kebaikan H Rachmat Hidayat,” imbuhnya. 

Terpisah penderita disabilitas penerima bantuan kursi roda, Martijah (60 tahun) mengucapkan terima kasih bantuan Kursi Roda oleh Rachmat Hidayat. Dirinya menderita cacat kaki permanen karena terjatuh. 

“Saya bersyukur mendapat sumbangan kursi roda gratis dari Pak Haji Rachmat Hidayat. Ini yang saya idam-idamkan sejak dulu ditengah keterbatasan perekonomian saya,” tutur Martijah. 

Sementara Hasnan, penderita disabilitas yang cara jalan merangkak juga berterima kasih atas sumbangan kursi roda yang ia terima. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantua Ruang Kelas Baru di Ponpes Lotim

“Dengan adanya kursi roda ini setidaknya saya tidak merepotkan orang lagi untuk membantu kehidupan sehari-hari. Terima Kasih Pak Haji Rachmat atas kebaikkan dan keihklasannya,” Tukas hasnani ***

 

 




KUA PPAS Memang Tak Memuat Rincian Belanja

Dalam KUA PPAS memang tidak memuat rincian belanja, namun sudah dibahas secara intensif pada masing-masing komisi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB merespons pernyataan anggota DPRD NTB ), H. Mori Hanafi, yang mengkritik eksekutif .

Pasalnya, dalam Rapat Paripurna penandatanganan Nota Kesepahaman Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Flafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2023, Rabu (16/11/22) kemarin tidak merinci belanja yang berjumlah Rp 5,964 triliun.   

BACA JUGA: Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2023 Didandatangani

H. Wirawan Ahmad, M.T. mengatakan, KUA PPAS tidak memuat rincian belanja
H. Wirawan Ahmad, M.T

Mori Hanafi menilai, kenaikan anggaran sebesar Rp 670 miliar dalam KUA PPAS itu tidak realistis. 

Meski tidak realistis, ia mengaku masih bisa menerima kenaikan tersebut yaitu untuk memenuhi kebutuhan belanja yang strategis. 

Namun Badan Anggaran (Banggar) dinilai masih sedikit menerima rincian belanja-belanja dalam pembahasan kemarin.

Terkait hal itu Asisten III Setda Provinsi NTB, H. Wirawan Ahmad, M.T., mengatakan, KUA PPAS selain memuat kebijakan umum anggaran, juga memuat rencana postur APBD meliputi target pendapatan, target belanja dan pembiayaan. 

Rencana pendapatan terdiri dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Target PAD sendiri meliputi  target pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Untuk target pendapatan dari dana transfer terdiri dari dana transfer dari pusat dan dana transfer dari daerah. 

Rencana belanja dituangkan dalam rencana program, kegiatan sampai sub kegiatan disertai pagu indikatifnya.

“Jadi dalam KUA PPAS memang tidak memuat rincian belanja seperti  yang diinginkan Pak Mori,” kata Wirawan, Kamis (17/11) kemarin.

Ia megatakan, rencana program, kegiatan dan sub kegiatan yang disampaikan sudah dibahas secara intensif pada masing-masing komisi. 

Dan komisi sudah juga menyampaikan hasilnya kepada Banggar DPRD NTB dan TAPD pada saat rapat Banggar DPRD dan TAPD.

BACA JUGA: NTB Mampu Bangkit Hadapi Tantangan

“Rincian belanja yang dimaksud Pak Mori pada saatnya akan dibahas pada agenda pembahasan Raperda APBD 2023. DPRD bisa meminta kepada Pemprov NTB untuk menjelaskan RKA OPD yang telah diinput melalui SIPD,” katanya. ***

 




Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2023 Ditandatangani

 Dalam penandatangan nota kesepakatan itu, Gubernur NTB menekankan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong investasi dan pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023, Rabu (16/11/22). 

Penandatanganan itu berlangsung pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB Masa Persidangan III Tahun 2022. 

BACA JUGA: KUA PPAS Memang Tak Memuat Rincian Belanja

Gubernur NTB dan Ketua DPRD NTB usai menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023ulkieflimansyah menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023
Usai penandatanganan KUA dan PPAS

Gubernur Zul mengapresiasi seluruh pihak atas sinergi dan partisipasinya dalam mendukung penyelenggaraan jalannya pemerintahan di Provinsi NTB, sehingga dapat melaksanakan pembangunan yang maksimal hingga saat ini.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya pada pimpinan dan anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, TNI/Polri dan segenap masyarakat yang telah berpartisipasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan sehingga sampai saat ini kita dapat melaksanakan aktifitas pembangunan dengan maksimal. Terima kasih atas sinerginya yang luar biasa,” katanya di Ruang Rapat Paripurna DPRD NTB.

Berbagai gejolak yang ditimbulkan akibat inflasi menyebabkan pemerintah terus berupaya menumbuhkan ekonomi di daerah dengan lebih giat mendorong investasi dan pariwisata. 

Salah satu contohnya adalah dengan menjadi tuan rumah dari berbagai event-event internasional. Tidak luput juga usaha yang optimal untuk mengatasi dan menurunkan angka stunting dan kemiskinan.

“Beberapa saat yang lalu, kembali NTB mendapatkan kehormatan dari Pemerintah Pusat menjadi tuan rumah event berskala internasional Iron Man dan WSBK,” kata Bang Zul sapaan gubernur. 

Ia berharap kegiatan itu langsung maupun tidak langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB

“Dan menghadirkan kesejahteraan masyarakat di daerah Bumi Gora yang kita cintai,” ujar Bang Zul,” sapaannya.

Memperhatikan kondisi tersebut, akhirnya nota kesepakatan KUA dan PPAS disusun sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam mengelola sumber keuangan daerah untuk kepentingan seluruh masyarakat NTB. 

Dan tertuang dalam struktur kesepakatan bersama yang terdiri atas pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Setelah melalui dinamika yang cukup panjang dan terdapat beberapa perbedaan pendapat serta cara pandang terhadap kebijakan yang diajukan, kini KUA dan PPAS NTB akhirnya telah sampai pada tahap pengesahan. 

RIncian dari Nota Kesepakatan tersebut yaitu:

Pertama, pendapatan daerah 

Pendapatan daerah pada tahun 2023 direncanakan sebesar Rp 5,96 triliun lebih, terjadi peningkatan sebesar 5,48 persen dibandingkan dengan APBD pada tahun 2022 sebesar Rp 5,655 triliun.

Kedua, belanja daerah 

Belanja daerah pada tahun 2023 direncanakan sebesar Rp 5,9 triliun lebih, berkurang sebesar Rp 309 milyar dari anggaran pada APBD 2022 sejumlah Rp 6,3 triliun.

Ketiga, pembiayaan daerah

Dalam rancangan tahun ini terdapat defisit anggaran sebesar Rp 27 milyar. Defisit ini ditutupi dari pembiayaan netto sebesar Rp 27 milyar dan pembiayaan netto bersumber dari penerimaan pembiayaan dan SiLPA sebesar Rp 50 milyar. Dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan berupa pembayaran pokok hutang sebesar Rp 23 milyar rupiah.

BACA JUGA: Satgas Investasi NTB Tuntaskan Sumbatan Investasi

Turut hadir pada Rapat Paripurna tersebut yaitu Sekretaris Daerah Provinsi NTB, beberapa kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan para stakeholders terkait. ***

 




Kedekatan Bung Karno dengan Tokoh Islam, Ini Ceritanya

Bung Karno telah menujukkan kedekatan yang mesra dan kontruktif dengan tokoh-tokoh islam di masanya

LOTENG.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat kembali menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI.

Kali ini, kegiatan sosialisasi menyasar milenial di Pondok Pesantrean Ar Rahmah Nahdatul Wathan (NW) Pringgarata, Lombok Tengah pada Selasa, (15/11/22).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan santri (milenial) Ponpes Arrahmah bersama dengan pengurus yayasan.

BACA JUGA: Pancasila Jangan Hanya Dihafal tapi Diimplementasikan

Dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan terungkap kedekatan Bung Karno dengan tokoh Islam

H Rachmat Hidayat menyampaikan pentingnya sosialisasi 4 pilar kebangsaan untuk kaum milenial, agar kelompok yang berjumlah hampir 68.662.815 jiwa itu tidak lupa akan jati diri bangsa. 

Milenial, kata Rachmat perlu pemahaman yang benar tentang nilai yang terkandung dalam 4 pilar kebangsaan.

Tokoh kharismatik itu mendorong agar milenial terlibat aktif dalam mendistribusikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Saya ingin kalangan milinel paham jati diri bangsa. Dan bisa membantu melakukan sosialisasi lewat platform media sosial pribadi masing-masing. Anak muda harus lebih kreatif, supaya 4 pilar kebangsaan ini tidak dipahami secara kaku (leterlek). Bisa membuat konten sosialisasi sekaligus edukasi melalui medsos seperti facebook, instagram, atau tiktok,” jelas Rachmat.

Adapun hadir sebagai pemateri Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta Hakam Ali Niazi. Diskusi dipandu oleh M Khairil, pengajar Ponpes Ar Rahmah NW Pringgarata.

Kandidat Doktor itu menyampaikan hubungan erat antar Sang Proklamator Bung Karno dengan sejumlah tokoh islam. 

Dalam perjalanannya, Bapak Kandung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu telah menujukkan relasi mesra dan kontruktif dengan tokoh-tokoh islam di masanya. 

Sebagai contoh, pada saat Bung Karno masih berusia remaja, beliau pernah berguru ke sejumlah tokoh islam seperti Haji Umar Said (HOS) Tjokroaminoto. 

Bahkan, Bung Karno juga pernah menjadi santri pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Tak hanya itu, Bung Karno juga pernah mendapat bintang kehormatan Muhammadiyah pada 10 April 1965.

Bintang yang dibuat dari bahan emas murni itu diberikan dalam rangka menghargai jasa Bung Karno kepada Muhammadiyah.

Tak hanya dengan tokoh islam di Nusantara, Bung Karno pun menunjukkan kemesraannya dengan tokoh besar islam dunia.

Akademisi Hakam Ali Niazi bercerita, nama Presiden Pertama Repubik Indonesia itu begitu sangat legendaris bagi masyarakat Uzbekistan, sebuah negara di Asia Tengah pecahan Uni Soviet yang penduduknya mayoritas beragama Islam. 

Kepopuleran nama Presiden Soekarno berkaitan dengan kisah ditemukannya makam Imam Bukhari, seorang perawi nabi yang sangat termasyur di kalangan umat Islam.

Tidak banyak yang tahu, Soekarno lah orang yang meminta pemerintah komunis Soviet agar menemukan makam tersebut. 

Berkat jasa Soekarno, saat ini kompleks makam Imam Bukhari yang terletak di Desa Hartang, sekitar 25 kilometer dari Samarkand, telah menjadi salah satu wisata umat Islam seluruh dunia.

Kebesaran nama Soekarno tidak hanya dikenal di seluruh penjuru Indonesia, namun menggema di seluruh dunia. Dia dikenal sebagai sosok pemimpin berani, tegas, kharismatik, dan tidak mudah diatur oleh bangsa mana pun. 

Tidak hanya bagi bangsa Indonesia, kisah kepahlawanan Bung Karno juga dirasakan bagi umat Islam di dunia. Salah satunya di Uzbekistan.

Kisah tersebut bukan hanya cerita fiksi. Sejarah Soekarno dengan bangsa Uzbekistan dimulai setelah Konferensi Asia Afrika tahun 1955. 

Pemerintah Soviet mengundang Presiden Soekarno untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow. 

Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengundang Presiden Sukarno berkunjung ke negaranya. Atas undangan itu, Sukarno tak serta merta setuju. 

Kala itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang berebut pengaruh. Sukarno merasa perlu berhati-hati. Sebagai penganut garis politik nonblok, ia tak ingin dicap berbelok ke kiri.

Sukarno membuat strategi dengan mengajukan syarat kepada Khrushchev: ia hanya akan memenuhi undangan jika pemimpin Soviet itu bisa “menemukan” kembali makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan. Khrushchev enggan, tapi Sukarno bersikeras.

Akhirnya, lokasi makam Imam Bukhari berhasil ditemukan lagi meski dalam keadaan terlantar. Untuk menyambut dan menyenangkan hati Sukarno, makam perawi hadis terkemuka itu direnovasi. 

Ketika akhirnya Sukarno memenuhi undangan Khrushchev, ia menyempatkan diri berziarah ke makam tersebut.

BACA JUGA: Pemda NTB Didorong Siapkan Museum Sejarah Peradaban

Situasi itu yang oleh Soekarno disiasati dengan sangat cerdas dengan mengajukan syarat atas rencananya memenuhi undangan Pemerintah Soviet, dengan meminta dicarikan/ditemukan makam Imam Bukhari seorang perawi hadis Nabi Muhammad SAW yang amat termasyhur itu. 

Kata Soekarno kepada Presiden Soviet, “Aku sangat ingin menziarahinya”.

Menjelang kedatangan Bung Karno pada tahun 1956, Presiden Uni Soviet kala itu kondisi makam tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar, hingga akhirnya pemerintah Soviet membersihkan dan memugar makam tersebut untuk menyambut kedatangan Soekarno. 

Penghormatan Soekarno terhadap Imam Bukhari dilakukannya dengan cara melepas sepatu dan berjalan merangkak dari pintu depan menuju makam ketika turun dari mobil yang mengantarnya.

“Itu sebagian bukti kedekatan Bung Karno dengan tokoh islam. Ini penting kita sampaikan sebab selama ini Bung Karno dicap sebagai tokoh yang dicap terlibat komunis dan jauh dengan islam. Itu semua tidak benar,” paparnya yang didengar khidmat oleh ratusan peserta yang hadir. 

Anasir keterlibatan Soekarno dengan PKI dijelaskan sebagai siasat politik penggulingan kekuasaan Orde Lama oleh Orde Baru.

Milenial Diminta Tak Lupakan Sejarah dan Sebarkan Nilai Luhur Pancasila Melalui Medsos

Pemahaman komprehensif terkait 4 pilar kebangsaan memiliki urgensi tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Khusus bagi para santri (milenial), di tengah arus gempuran disrupsi informasi dan arus modernisasi, internasilasi pemahaman 4 pilar kebangsaan menjadi makin penting. 

Sebab, jika tidak secara konsisten dinarasikan, maka milenial akan menjadi eskponen yang rentan disusupi pemahaman radikalisme yang bisa merongrong disintegrasi bangsa.

Oleh karenanya, milenial diminta memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif. Menggunakan teknologi saat ini untuk lebih memperkuat kecintaan dan pemahaman terhadap identitas bangsa. 

“Milenial perlu terlibat aktif menyebarkan nilai-nilai luhur pancasila, tidak boleh pasif. Sosialisasi ini dilakukan sebagai ikhtiar mengokohkan pondasi tentang nilai luhur tersebut,” katanya.

Dalam penyampaiannya, Hakam juga memberikan apresiasi kepada peserta yang terlibat aktif dalam diskusi panel. 

Ia memberikan sejumlah uang kepada peserta (baik santri maupun pengajar) yang aktif memberikan tanggapan maupun pertanyaans saat diskusi berlangsung.

Sementara itu,  turut menjadi pembicara dalam sosialisasi ini, Dr Alfisahrin, yang merupakan Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram yang juga Dosen Fisipol dan Ilmu Komunikasi Universitas 45 Mataram.

Dalam paparannya, Dr Alfisahrin menyampaikan sejumlah urgensi dari sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

Saat ini masyarakat Indonesia tengah berhadapan dengan kondisi atau tantangan global. Sosialisasi empat pilar kebangsaan, merupakan perintah dari Undang Undang No.17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Setidaknya terdapat sejumlah alasan mengapa sosialisasi 4 pilar penting dilakukan.

Pertama karena masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit. 

“Seperti munculnya radikalisme yang melahirkan terorisme. Ini harus diantisipasi agar jangan sampai ada anggota masyarakat yang terpapar radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

Kedua masih adanya pengabaian terhadap kepentingan daerah dan timbulnya fanatisme kedaerahan. Masih terjadi disparitas pembangunan pusat dan daerah. 

“Ini menimbulkan fanatisme kedaerahan. Sehingga sempat muncul daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI,” ujarnya.

Ketiga kurang berkembangnya penghargaan terhadap kebhinnekaan dan kemajemukan yang melahirkan politik SARA. Oleh karena itu, perlu menghindari politik SARA.

Tetap harus waspada, mungkin saja yang melakukan hoax, fitnah, dan adu domba bukan dari calon presiden. Bisa jadi ada pihak ketiga yang mengadu domba sesama anak bangsa,” jelasnya.

Alasan keempat karena kurangnya keteladanan sebagian pemimpin sebagai tokoh bangsa. Hala tersebut juga selaras dengan ancaman disitegrasi bangsa.

“Seperti pengaruh internet dan gadget. Ini bisa mempengaruhi jati diri bangsa. Dulu kita punya nilai gotong royong tapi sekarang sudah mulai individualistik,” ucapnya.

Oleh karenanya, ia mengajak para santri untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila melalui perilaku-perilaku sederhana. Seperti menghindari tawuran antar pelajar, bolos sekolah, tetap menghormati dan menghargai guru dan sebagainya.

BACA JUGA: Wagub NTB Launching Program Desa Berdaya

Rachmat Dianugerahi Gelar Datu Lombok 

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Ponpes Ar Rahmah NW Pringgarata Lalu Minhajjurrahman dalam sambutan menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada tokoh kharismatik NTB. H Rachmat Hidayat.

“Ini pertama kali ada yang melakukan sosialisai 4 pilar di tempat kami. Kegiatan ini penting dalam rangka kita menumbuhkembangkan pemahaman tentang bangsa Indonesia,” katanya.

Ia juga menyampaikan takzim atas bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) yang akan disalurkan oleh H Rachmat Hidayat untuk Ponpes Arrahmah NW Pringgarata.

Ia pun menobatkan H Rachmat Hidayat sebagai Datu Lombok. Pasalnya, kiprah politisi senior PDIP itu untuk Pulau Lombok tidak dapat diragukan lagi.

“Kita doakan semoga beliau (Rachmat Hidayat) senantiasa dianugerahi kesehatan sebagai pembela aspirasi wong cilik, dan pembela aspirasi masyarakat NTB. Kami akan nobatkan sebagai Datu Lombok,” katanya.

“Kami nanti harus membalas jasa beliau. Tentu kami akan membahas mekanismenya,” sambungnya.

Adapun Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ponpes Arrahmah NW Pringgarata telah berdiri sejak 1963 silam. Madrasah Tsanawiah berdiri tahun 1984 dan Madrasah Aliyah (MA) berdiri tahun 1989.***