Rachmat Hidayat Mengemban Amanah dari Hamba Allah 

Rachmat Hidayat mempersilakan pengurus pembangunan masjid dan musala daerah di Pulau Lombok mengusulkan kebutuhan pembangunan masjid dan musala 

LOTIM.LombokJoirnal.com ~ Mengemban amanah dan kepercayaan dari seorang Hamba Allah, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat, menjembatani penyaluran bantuan untuk pembangunan masjid dan musala di Pulau Lombok. 

Ikhtiar nyata mendukung dakwah untuk membangun masyarakat yang berakhlakul karimah.

Akhir pekan lalu, usai menyerahkan bantuan kursi roda elektrik pada salah seorang pensiunan abdi negara yang menderita lumpuh akibat stroke, Sabtu (28/01/23), Rachmat bergegas menuju Masjid As-Syafi’iyah di Lingkungan Bermis II, Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Lombok Timur.

Pengurus dan takmir masjid telah menanti kehadiran Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini di sana

Sudah satu pekan, para tukang bekerja memasang paving blok seluas 700 meter yang mengitari seluruh halaman salah satu masjid terbesar di Kelurahan Kembang Sari tersebut. Sesuai jadwal, hari itu pemasangan ditargetkan rampung.

Selain bersilaturahmi dengan para pengurus dan takmir masjid, Rachmat ingin mengecek langsung pemasangan paving blok tersebut. Memastikan seluruhnya benar-benar paripurna.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Kursi Roda Pensiunan Dinas Kehutanan

Rachmat Hidayat mempersilahkan pengurus pembangunan masjid untuk menyampaikan permohonan bantuan

“Bantuan paving block Masjid As-Syafi’iyah ini adalah salah satu bantuan dari hamba Allah yang ingin beribadah, tapi tidak ingin diketahui dan disebut namanya,” ucap Rachmat.

Hamba Allah itu, memberikan amanah dan kepercayaan kepada dirinya untuk menjembatani penyaluran bantuan tersebut kepada umat. Sejauh peruntukannya terkait pembangunan masjid dan musala.

Rachmat pun mempersilakan pengurus pembangunan masjid dan musala dari berbagai daerah di Pulau Lombok untuk mengusulkan apa yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid dan musala di daerahnya.

Selanjutnya akan diteruskan dirinya kepada sang dermawan.

“Insya Allah akan dipenuhi. Silakan disampaikan,” imbuhnya.

Dia memberi garansi prosesnya tak ribet. Nantinya, seluruh material dan biaya yang dibutukan akan disiapkan. Termasuk untuk tukang yang akan bekerja. 

Sehingga tak lagi harus menjadi hal yang dipusingkan oleh para pengurus masjid dan musalah.

Tiba di depan gerbang masjid, Ketua Panitia Pembangunan Masjid As-Syafi’iyah Yayak Sutariyadi menyongsong kedatangan Rachmat. 

Sejumlah pengurus takmir masjid juga bergegas ikut menyambut. Rachmat kemudian diajak berkeliling melihat langsung paving blok bagian halaman masjid yang pemasangannya telah rampung.

“Insya Allah hari ini sesuai jadwal sudah rampung semuanya,” turut Yayak.

Untuk pemasangan paving blok seluas 700 meter tersebut, total ada tujuh tukang yang bekerja. Memiliki waktu sepekan, rupanya mereka bekerja dari pagi hingga malam. Rata-rata mereka baru selesai bekerja menjelang pergantian hari pukul 24.00 Wita. Kecuali Jumat, para tukang libur.

BACA JUGA: Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Menurun

Atas nama seluruh warga, jamaah, pengurus, dan takmir masjid, Yayak menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur, masjid As-Syafi’iyah begitu diperhatikan dan dibantu oleh Rachmat Hidayat. Pemasangan paving block tersebut kini memudahkan jamaah untuk beribadah. Tak lagi mereka harus khawatir dan waswas, halaman masjid akan becek manakala hujan turun.

Kepada para pengurus dan takmir masjid, Rachmat menyampaikan, bantuan itu bukanlah datang dari dirinya. Melainkan dari seorang hamba Allah yang ingin membantu umat, namun memercayakan penyaluran bantuan tersebut melalui dirinya.

Rachmat menuturkan, dirinya hanya bertindak sebagai penyambung lidah rakyat. Pihak yang menjembatani kepentingan umat. Sehingga kata Anggota Komisi VIII DPR RI ini, ucapan terima kasih sepantasnya untuk hamba Allah yang begitu dermawan telah membantu kepentingan umat.

“Alhamdulilah, syukur kita pada Allah, jika melalui bantuan ini, seluruh masyarakat dan jamaah Masjid As-Syafi’iyah kini bisa menjadi lebih nyaman dan lebih khusyuk dalam beribadah,” imbuh Rachmat, sembari melanjutkan pemantauan dan melihat langsung tukang yang sedang bekerja.

Kepada media, Yayak menuturkan, proses pengajuan bantuan paving blok tesebut begitu sederhana. Hanya melalui sambungan telepon, kemudian langsung terealisasi.

“Kebetulan, ada warga kami yang rumahnya persis di depan masjid kenal dengan beliau, Pak Rachmat. Kami meminta bantuan agar bagaimana caranya hajat jamaah Masjid As-Syafi’iyah bisa disampaikan. Sekiranya pun ada hal yang dibutuhkan dari pengurus masjid dan jamaah, akan kami siapkan,” tutur Yayak.

Betapa bersyukurnya warga dan jamaah masjid ini. Begitu hajat tersebut disampaikan melalui sambungan telepon, pada saat itu juga, usulan paving block ini langsung disetujui oleh Rachmat. Hari berikutnya, seluruh material yang dibutuhkan datang, bersamaan dengan para tukang yang siap mengerjakan pemasangannya.

“Sungguh kami sangat bersyukur pada Allah. Kami juga benar-benar terharu. Begitu dimudahkannya jalan yang diberikan Allah kepada kami melalui Pak Rachmat,” kata Yayak.

Pada kesempatan pertama berkumpul, doa pun dipanjatkan seluruh jamaah di masjid. Mereka bermunajat kepada Allah SWT untuk memberikan anugerah dan maghfirah bagi mereka yang telah mengulurkan tangan membantu pembangunan masjid tersebut.

Atas semua itu, Rachmat berikhtiar untuk terus menata hati dan meluruskan niat. Dia tak ingin bantuan pembangunan tempat ibadah ini dikait-kaitkan dengan kepentingan politik.

Pun jika kini bantuan penyaluran bantuan ini muncul di pemberitaan media, semata sebagai bagian dari tanggung jawab dan akuntabilitas untuk kepercayaan dan amanah yang telah dititipkan seorang hamba Allah pada dirinya.

BACA JUGA: Kepatuhan Pelayanan Publik di NTB, Harus Tetap di Zona Hijau

Selain itu, Rachmat pun meneguhkan komitmen. Sebagaimana PDI Perjuangan, partai tempatnya bernaung yang memiliki komitmen untuk terus bergotong royong membangun tempat ibadah.

Dan mendukung setiap usaha dan langkah dakwah yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang memiliki akhlakul karimah, Rachmat berikhtiar melakukan hal serupa. Rachmat ingin berkhidmat untuk terus melayani umat. ***

 




Rachmat Hidayat Bantu Kursi Roda Pensiunan Dinas Kehutanan

Mendenghar kabar pensiunan Dinas Kehutanan Ltim terserang stroke, Rachmat Hidayat datang memberi bantuan kursi roda elektrik warna eerah

LOTIM.LombokJournal.com ~ Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat kembali menggelar aksi kemanusiaan. 

Setelah di Lombok Barat, kali ini, kegiatan membantu sesama tersebut digelar di Gumi Patuh Karya, Lombok Timur.

Rachmat menyambangi Lingkungan Bermis II di Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Sabtu (24/01/23) siang, 

Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut membesuk Achmad Fadillah, pensiunan ASN Dinas Kehutanan Lombok Timur yang sakit diserang stroke.

Rachmat membawa bantuan kursi roda elektrik untuk Fadillah, dan menyerahkannya langsung kepada pensiunan abdi negara yang sudah purna tugas pada tahun 2003 silam itu.

“Ini sepenuhnya adalah kegiatan aksi kemanusiaan. Tak ada kaitannya dengan politik. Karena sesungguhnya hidup kita sebagai manusia bukan tentang bagaimana menikmati, melainkan bagaimana berbagi,” kata politisi kharismatik ini.

BACA JUGA: Racmat Hidayat Bantu Penderita Disabilitas di Lingkungan Gomong Mataram

Bantuan kursi roda dari Rachmat Hidayat itu semata-mata kegiatan aksi kemanusiaan
Rachmat Hidayat dan Acmad Fadillah

Rachmat segera menghubungi Kementerian Sosial dan meminta dikirimkan kursi roda elektrik sebagai bagian dari program aspirasinya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI. Ia mendapat informasi kalau Achmad Fadillah menderita lumpuh karena serangan stroke. 

Rachmat bersyukur, tidak butuh waktu lama, kursi roda elektrik ini disiapkan dan dikirim Kemensos ke Mataram.

“Kursi roda ini mudah-mudahan dapat membantu Pak Fadillah bisa tetap mandiri dalam beraktivitas dan beribadah,” imbuh Rachmat.

Kerabat dan putra-putri Achmad Fadillah menyongsong kedatangan Rachmat dan rombongan dengan suka cita. 

Mereka menyampaikan ucapan terima kasih untuk seluruh perhatian Ketua DPD PDI Perjuangan NTB tersebut untuk Achmad Fadillah dan keluarga.

Rachmat sendiri datang dengan didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur Ahmad Sukro dan Anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP yakni Nirmala Luk Santi, Marianah, dan Baiq Nurhasanah. Hadir pula politisi senior PDIP NTB yang juga mantan Anggota DPRD Lombok Timur H Jumat Dahlan dan sejumlah pengurus PDIP lainnya.

Kebetulan, pada hari yang sama, jajaran PDIP Lombok Timur memang akan menggelar aksi penanaman pohon dan penghijauan di Kecamatan Sakra, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-50 PDI Perjuangan sekaligus perayaan ulang tahun ke-76 Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Prof. Dr. (H.C.) Hj Megawati Soekarnoputri. 

Rachmat sendiri pada pagi hari sebelum menjenguk Achmad Fadillah, telah mencanangkan Gerakan PDIP untuk menanam pohon dan aksi bersih-bersih daerah aliran sungai di Dusun Selojan, Desa Presak, Batukliang, Lombok Tengah. 

Gerakan tersebut kemudian dilakukan serentak pada hari yang sama oleh pengurus PDIP di seluruh Kabupaten/Kota di NTB.

Bagi Rachmat, Achmad Fadillah adalah sosok pejuang lingkungan. Rachmat yang mengawali karir politiknya dari Lombok Timur, tahu persis, bagaimana Fadillah mendedikasikan karir birokratnya yang panjang untuk menyelamatkan hutan di Lombok Timur. 

Fadillah terlibat dan berada di garis depan untuk memimpin berbagai aksi penghijauan hutan di kawasan Sambelia, salah satu daerah di kaki Gunung Rinjani yang masuk wilayah Lombok Timur. 

Juga aktif menjaga dan menghijaukan kawasan Gawah Sekaroh, salah satu kawasan hutan di Lombok Timur bagian selatan.

Karena itu, jika kini dirinya begitu responsif membantu kursi roda elektrik saat menerima kabar kalau Achmad Fadillah menderita lumpuh, hal itu kata Rachmat adalah wujud penghormatan atas seluruh dedikasi, jasa, dan pengabdian yang diberikan Fadillah untuk lingkungan.

BACA JUGA: Kadis Kominfotik NTB Ajak GJI Sampaikan Pesan Kebaikan

“Bantuan ini tentu tak akan sebanding dengan dedikasi dan pengabdian yang sudah beliau berikan,” ucap Rachmat.

Kepada sosok-sosok yang begitu memperhatikan keberlanjutan lingkungan seperti Achmad Fadillah, kata Rachmat, PDI Perjuangan ingin menyampaikan rasa terima kasih. 

Sebab, pengabdian mereka sejalan dengan perhatian besar yang diberikan oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri, yang memiliki rasa cinta Tanah Air dan begitu mencintai bumi dan lingkungan.

Rasa cinta itu hingga kini terus dibangun Ibu Mega dan menjadi kultur partai, agar setiap kader partai benar-benar menaruh rasa cinta pada tanaman dan lingkungan.

Aksi-aksi penghijauan dengan menanam pohon kata Rachmat, berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan hidup. 

Sebab, pohon mampu memproduksi oksigen, menyimpan karbon, dan bahkan menghasilkan buah maupun bahan obat yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pohon juga menjadi tempat berlindung dan rumah dari berbagai spesies binatang.

”Dan jangan pernah lupa, pohon juga menjadi sumber daya penting bagi kehidupan dan peradaban,” imbuhnya.

Rachmat menekankan, aksi penghijauan dan menanam pohon adalah cara terbaik merawat kehidupan. Dan itulah mengapa, Ibu Mega tiada henti menginstruksikan kepada seluruh kader untuk bergerak konkret dalam merawat bumi secara bersama-sama.

“Bantuan ini adalah wujud terima kasih kami untuk pengabdian pada lingkungan yang sudah dilakukan Pak Achmad Fadillah,” kata Rachmat.

Kustadi dari Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial di NTB menjelaskan, kursi roda elektrik untuk Achmad Fadillah bersumber dari Program Aspirasi H Rachmat Hidayat yang dikirim langsung Kementerian Sosial. 

Harga satu unit kursi roda elektrik tersebut mencapai Rp 27 juta.

“Kursi roda elektrik ini canggih karena dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan penderita mengoperasikannya secara mandiri dan simple,” kata Kustadi.

Usai penyerahan, Fadillah pun langsung mencoba kursi roda elektrik tersebut di halaman rumahnya. 

Sejumlah petugas dari Sentra Paramita Mataram juga membantu dengan menerangkan secara tekun dan detail terkait dengan fungsi-fungsi pada fitur kursi roda elektrik beserta cara mengoperasikannya. 

Fadillah dan keluarganya pun terlihat menyimak dengan sangat seksama.

Tanggapi Situasi Terkini Politik NTB

Pada kesempatan yang sama, Rachmat Hidayat sempat menjawab pertanyaan media terkait situasi terkini perpolitikan di NTB. Awak media meminta tanggapan terhadap sejumlah dinamika politik yang membelit sejumlah Parpol di NTB, dimana terjadi aksi lompat pagar elite partai. 

Selain itu, ada juga pucuk pimpinan partai yang dicopot dari jabatannya lalu diganti oleh orang yang baru dan bahkan merupakan pecatan dari partai lain.

Politisi senior NTB ini mengemukakan, apa yang terjadi tersebut adalah situasi yang biasa. Dinamika terjadi adalah di tingkatan elite partai, bukan dinamika di masyarakat. Karena itu kata Rachmat, situasi tersebut tak akan banyak berdampak pada masyarakat secara luas.

“Ini tak ubahnya seperti meteror-meteor yang bertabrakan di angkasa. Saling baku hantam sesama meteor. Pada akhirnya, hanya akan menjadi debu ketika tiba di tanah,” kata Rachmat.

Rachmat terus mencermati dinamika yang terjadi tersebut. Namun, dia menegaskan, PDI Perjuangan tidak menjadi bagian dari meteor-meteor tersebut. 

Karena itu, jika kini sejumlah partai politik di NTB disibukkan dengan dinamika akibat ulah dan tindakan elite di partai tersebut, PDIP NTB memilih terus bersama-sama rakyat NTB.

PDIP NTB kata Rachmat, istiqomah untuk membantu masyarakat, tanpa embel-embel kepentingan politik sesaat di belakangnya. 

BACA JUGA: Expo Karya Siswa SMA-SMK untuk Meriahkan WSBK 2023

Bantuan tersebut antara lain berupa bantuan UMKM, bantuan beasiswa, bantuan RTLH, dan juga bantuan untuk Pondok Pesantren seperti pembangunan ruang kelas baru.

Untuk tahun 2023 ini, Rachmat menginformasikan, dirinya menyiapkan program penyaluran beragam bantuan sosial untuk masyarakat di Pulau Lombok tanpa memandang latar belakang, kepentingan, maupun strata sosialnya.

“Siapa pun warga Lombok yang memerlukan bantuan terkait tupoksi Komisi VIII DPR RI, saya akan bantu tanpa ada birokrasi bertele-tele dan potongan sesenpun,” katanya.

Ia menekankan, setiap bantuan tersebut akan dipublikasi secara terbuka dan transparan sebagai bagian dari akuntabilitas dirinya sebagai Wakil Rakyat dari dapil Pulau Lombok. (*) 

 

 




Aksi Kemanusiaan Rachmat Hidayat di Lobar Berlanjut

Mantan Kades Kuripan Lalu Maiwarte lumpuh, aksi yang dilakukan Rachmat Hidayat Datang sumbang kursi roda elektrik warna merah 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Usai menggelar dapur umum dan menyantuni anak yatim dan janda miskin sebagai rangkaian rasa syukur dan kebahagiaan atas HUT PDI Perjuangan ke-50 dan Ultah Ketua Umum DPP PDIP Hj Megawati Soekarnoputri ke-76, aksi Rachmat berlanjut dengan menyumbang kursi roda elektrik di Gumi Patut Patuh Patju, Selasa (24/1/2023) pagi.

Rachmat bergegas menyambangi Desa Kuripan Induk, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat. Di desa ini, membesuk mantan kepala desa Kuripan yang begitu dicintai warganya, Lalu Maiwarte. 

Mantan Kades ini bisa disebut legendaris itu sedang sakit. Ia diserang stroke, kakinya lumpuh.

Rachmat membawa bantuan kursi roda elektrik untuk Lalu Maiwarte, dan menyerahkannya langsung kepada Kepala Desa Kuripan yang menjabat dari tahun 1979 hingga 1997 tersebut.

BACA JUGA: Kader PDIP NTB Bahagia Rayakan Ultah Bu Mega ke 76

Aksi sumbang kursi roda elektrik yang dilakukan Rachmat Hidayat

“Begitu mendapat informasi kalau beliau, Lalu Maiwarte terkena serangan stroke dan menderita lumpuh, saya langsung telepon ke Kemensos untuk dikirimkan kursi roda elektrik. Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama, kursi roda elektrik ini sudah bisa dipakai oleh beliau hari ini,” kata Rachmat.

Kedatangannya diiringi sejumlah Pengurus DPC PDI Perjuangan Lombok Barat yang dipimpin oleh Ketua dan Sekretaris DPC,  Lalu Muhammad Ismail dan Nyoman Widhi Arsana. Tampak hadir juga Baiq Nurjani, Anggota DPRD Lombok Barat dari PDI Perjuangan. 

Kerabat dan putra-putri Lalu Maiwarte menyongsong kedatangan Rachmat dan rombongan dengan suka cita.

“Syukur alhamndulilah, Mamiq saya diberikan sumbangan kursi roda elektrik dari Anggota DPR dapil Lombok, H Rachmat Hidayat,” ujar Baiq Nelly, salah putri Lalu Maiwarte saat menyambut kedatangan Rachmat.

Kepada Rachmat, Nelly menuturkan, beberapa pekan lalu, usai menunaikan salat Subuh, ayahnya terserang stroke dan sejak itu kakinya lumpuh tidak bisa berjalan. 

Saat ini masih dalam perawatan dokter secara intensif. Ini adalah serangan stroke kedua, setelah penyakit otak dan pembuluh darah tersebut terjadi pada tahun 2007 silam.

Rachmat pun menjelaskan alasan mengapa dirinya begitu responsif membantu kursi roda elektrik, sesaat setelah menerima kabar kalau mantan Kades Kuripan tersebut menderita lumpuh. 

Hal tersebut adalah wujud penghormatan atas seluruh dedikasi, jasa, dan pengabdian Lalu Maiwarte. Selama dua dekade Maiwarte melayani masyarakat. Sebuah rentang waktu yang lama untuk sebuah pengabdian buat rakyat.

BACA JUGA: Upaya Mengembalikan Senyum Anak-anak NTB

“Beliau ini salah satu tokoh yang masih sangat dihormati masyarakat Kuripan hingga kini,” imbuh Rachmat.

Selain itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini juga tahu persis, selama Lalu Maiwarte memangku amanah sebagai kepala desa, sangat peduli pada lingkungan. 

Tak terhitung aksi penghijauan dan penanaman pohon diinisiasi sehingga lingkungan Kuripan begitu lestari hingga kini. 

Puncaknya kata Rachmat, saat Wakil Presiden Umar Wirahadi Kusumah, datang secara langsung untuk melakukan penghijauan di kaki Gunung Sasak, di Desa Kuripan, pada dekade 1980-an.

Rachmat pun meminta kepada para kepala desa di seluruh Pulau Lombok, untuk bisa menghubunginya apabila ada warganya yang memerlukan kursi roda baik yang manual, elektrik, ataupun kursi roda adaptif khusus untuk penderita lumpuh layu. 

Rachmat siap memberikan bantuan tersebut melalui program aspirasinya sebagai wakil rakyat di DPR RI.

Selain kursi roda, ada juga beberapa program bantuan sosial yang bisa disalurkan Rachmat melalui tupoksinya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI. Antara lain bantuan UMKM, beasiswa, RTLH, maupun untuk Pondok Pesantren seperti bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru.

Tokoh kharismatik Bumi Gora ini pun menginformasikan untuk tahun 2023 dirinya akan menyalurkan beragam bantuan sosial untuk masyarakat Lombok tanpa memandang bulu, baik kepentingan, dan strata sosialnya. 

“Siapa pun warga Lombok yang memerlukan bantuan terkait tupoksi Komisi VIII DPR RI, saya akan bantu tanpa ada birokrasi bertele-tele dan potongan sesenpun. Dan setiap bantuan tersebut akan dipublikasi secara terbuka dan transparan sebagai bagian akuntabilitas saya sebagai Wakil Rakyat dapil Lombok,” urai politisi senior yang menggemari lagu keroncong ini.

Sementara itu, secara terpisah, Kustadi dari Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial di NTB menjelaskan, kursi roda elektrik untuk Lalu Maiwarte bersumber dari program Aspirasi H Rachmat Hidayat yang dikirim langsung Kementerian Sosial. 

Harga satu unit kursi roda elektrik tersebut mencapai Rp 27 juta.

“Kursi roda elektrik ini canggih karena dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan penderita mengoperasikannya secara mandiri dan simple,” kata Kustadi.

Lalu Maiwarte pun sudah langsung mencoba bantuan kursi roda elektrik tersebut. 

BACA JUGA: Informasi Pemilu 2024, Diskominfotik NTB Siap Mengawal

Sejumlah petugas dari Sentra Paramita Mataram juga membantu dengan menerangkan secara tekun dan detail terkait dengan fungsi-fungsi pada fitur kursi roda elektrik beserta cara mengoperasikannya. 

Lalu Maiwarte dan keluarganya pun terlihat menyimak dengan sangat seksama. ***

 

 




Informasi Pemilu 2024, Diskominfotik NTB Siap Mengawal

Agar penyampaian informasi bisa terpusat, terintegrasi, dan terorganizir Selama Pemilu 2024, KPU diminta media Center Pemilu 2024 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB siap mendukung Pemilihan Umum 2024 mendatang. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy saat mengikuti Rapat Dukungan dan Fasilitasi Pemda dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu (25/01/23).

BACA JUGA: Upaya Mengembalikan Senyum Anak-anak NTB

Diskominfotik NTB akan mengkoordinasikan tiap informasi terkait Pemilu 2024
Najamuddin Amy

Dalam kesempatan tersebut Bang Najam, sapaan Kadis, mengusulkan kepada KPU NTB untuk membentuk Media Center Pemilu 2024, demi penyampaian informasi yang lebih terpusat, terintegrasi, dan terorganizir dengan baik. 

Hal tersebut dijelaskan Bang Najam, berangkat dari pengalaman berbagai event international yang telah digelar sebelumnya. 

“Kita punya berbagai pengalaman menggarap internasional event melibatkan banyak orang. Kita membuat media center agar informasi lebih terintegrasi,” tutur Bang Najam. 

Kadis melanjutkan, Diskominfotik NTB nantinya akan mengkoordinasikan setiap informasi terkait pemilu dengan Dinas Kominfo yang ada di Kabupaten dan Kota untuk diteruskan kepada media lokal setempat.

Sementara itu, Sekertaris KPU NTB, Asep Suhlan menyambut baik usulan tersebut. Ia menuturkan akan informasi yang terintegrasi dan terorganizir memang sangat dibutuhkan, terlebih untuk memberikan sosiali dan edukasi kepada pemilih pemula

BACA JUGA: Manajemen Risiko Bencana bagi Daerah Rawan Bencana

“Pendidikan pemilih adalah tugas bersama,” tandasnya. ***

 

 




Menyelamatkan Sumber Pangan di Masa Depan

HBK konsisten dorong terwujudnya food estate di NTB, untuk menyelamatkan sumber pangan di masa depan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Politisi Partai Gerindra anggota DPR RI Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menegaskan, food estate merupakan jalan terbaik menyelamatkan sumber pangan di masa depan.

HBK sangat konsisten dalam mendorong perwujudan program Food Estate di NTB.

HBK berharap, Pemda menyelamatkan ketahanan pangan dengan mengembangkan Food Estate secara masive dan konsepsional

“Pemerintah daerah memang harus terus didorong untuk mulai mempertimbangkan gagasan mengembangkan Food Estate secara masive dan konsepsional. Apalagi di tengah terus terjadinya alih fungsi lahan pertanian yang mulai menghawatirkan,” kata HBK, Minggu 15 Januari 2023. 

BACA JUGA: Keberadaan UPTD akan Maksimalkan Potensi Gili

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini memang dikenal sangat memperhatikan keberlanjutan sektor pertanian di Provinsi NTB. 

Ia melakukan banyak terobosan setelah dilantik menjadi anggota DPR RI untuk membantu para petani di Pulau Seribu Masjid.

HBK dengan intens mengirimkan paket bantuan berupa traktor, pompa air, bibit tanaman, hingga pupuk untuk para petani yang berada di lima Kab/Kota di P. Lombok. 

Selain itu tercatat sebagai tokoh yang kini berdiri di garis depan mewujudkan pembangunan DAM Mujur yang sudah diimpikan masyarakat Lombok Tengah selama empat dekade terakhir.

Hanya saja, kata HBK, berbagai program bantuan sektor pertanian yang diinisiasinya tersebut, tetaplah bukan solusi permanen. 

Karena itu, Food Estate atau program lumbung pangan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk ketahanan dan kemandirian pangan.

“Saya membayangkan apabila DAM Mujur ini berhasil dibangun, ada enam ribu hektar lebih lahan pertanian bisa panen tiga kali dalam setahun. Kemudian ada sekitar enam ratus hektar lahan diseputaran DAM, yang value atau nilainya akan meningkat hingga seribu persen dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun setelah DAM selesai dibangun. Lihat saja tanah disekitaran DAM Meninting sekarang, tidak ada lagi tanah dengan harga lima belas juta rupiah per are. Artinya, akan ada kenaikan penghasilan serta nilai aset milik petani yang signifikan,” katanya penuh optimisme.

Ia juga menegaskan, laju degradasi lahan pertanian yang tinggi memang harus membuat para pemangku kepentingan patut risau. 

Bahkan, laju alih fungsi lahan pertanian tersebut, pada saat ini telah menjadi perhatian utama Negara. Mengingat tiap tahun bisa mencapai lebih dari 150.000 hektare.

“Posisi NTB saat ini, masih menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Tapi, kalau laju alih fungsi lahan ini tidak terkelola dengan baik, tentu ini akan sangat mengkhawatirkan,” imbuh HBK.

Tiap tahun di NTB, puluhan ribu lahan pertanian produktif beralih fungsi menjadi lahan non pertanian. Data Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB merinci, alih fungsi lahan tersebut di tiap Kab/Kota terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Di P. Lombok, wilayah tertinggi alih fungsi lahan terjadi di Kota Mataram, yang bisa mencapai 638,10 Ha per tahun. Jumlah tersebut secara angka memang dibilang kecil. 

BACA JUGA: Aksi HBK untuk ‘Pasukan Jalanan’, Bagi-bagi Sembako di Mataram

Namun, dari sisi persentase luas lahan pertanian di Kota Mataram, jumlah tersebut menjadi tertinggi. Di Kab. Lombok Barat, alih fungsi lahan tercatat mencapai 1.624,80 Ha, Kab. Lombok Tengah 3.118,59 Ha, Kab. Lombok Utara 5.061,50 Ha dan Kab. Lombok Timur 6.891,20 Ha.

Sementara di P. Sumbawa, di Kab. Sumbawa, alih fungsi lahan tiap tahun mencapai 3.794,30 Ha, Kab. Bima 2.958,50 Ha, Kab. Dompu 1.668,40 Ha, Kab. Sumbawa Barat dan Kota Bima masing-masing seluas 607,60 Ha dan 395,10 Ha.

“NTB butuh program food estate untuk ekstensifikasi dan intensifikasi sektor pertanian berkelanjutan. Program food estate ini dinilai banyak pihak akan mampu memenuhi kebutuhan pangan kita di masa depan,” tandasnya.

Menurutnya, food rstate tentu tidak melulu tentang membuka lahan baru untuk sektor pertanian sebagai langkah ekstensifikasi perluasan lahan. 

Namun, juga bagaimana menjadikan lahan pertanian yang sudah ada saat ini terjaga, dan produktivitasnya meningkat sebagai langkah intensifikasi.

Selain itu, program food estate tidak melulu tentang lahan pertanian yang harus ditanami padi. Namun, tanaman harus disesuaikan dengan karakteristik lahan yang tersedia. 

Dengan begitu, lahan yang cocok ditanami singkong atau ubi, maka akan ditanami dengan singkong atau ubi, dan tidak dipaksakan harus ditanami padi. Sehingga pada saat yang sama, program diversifikasi pangan juga bisa terus digalakkan.

Karena itu, HBK pun mengapresiasi jika pemerintah daerah kini sudah mulai menyiapkan sejumlah pilot project program Food Estate di NTB. Seperti yang terjadi di Labangka, Sumbawa, disana sudah disiapkan lahan sedikitnya 100 Ha untuk tanaman pangan.

“Sekarang saatnya kita untuk bergandengan tangan, agar pilot-pilot project food estate tersebut bisa diperluas di banyak daerah di NTB ini,” kata HBK.

Komitmen HBK tentang pentingnya menggalakkan program food estate ini, sejalan dengan pandangan Prof. Edi Santosa, Guru Besar Pertanian, alumnus University of Tokyo yang menegaskan, tingginya lahan pertanian di Indonesia yang berubah peruntukannya menjadi lahan non pertanian seperti infrastruktur jalan, pabrik, dan rumah tinggal, akan berpotensi menimbulkan krisis ketersediaan pangan di dalam negeri. 

Namun, dengan kehadiran program food estate dari pemerintah, kekhawatiran akan krisis pangan tersebut diharapkan tak akan pernah terjadi.

“Dengan adanya food estate ini, hingga (tahun) 2045 nanti, lahan (pertanian) yang bertambah bisa mencapai satu juta Ha” ujarnya.

BACA JUGA: Solusi Permanen Atasi Kekeringan Kesulitan Air Bersih

HBK mengatakan, untuk menyelamatkan sumber pangan di masa depan harus dikembangkan food estate

Ditegaskan, food estate adalah cara khas dan inovasi baru pencapaian kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan bagi seluruh masyarakat di Indonesia. 

Agar food estate bisa berjalan sesuai rencana, maka kata Prof Edi, dibutuhkan konsistensi, teknologi, infrastruktur, mentalitas,  dan sumber daya manusia yang memadai.

“Anak-anak muda dari daerah (tempat food estate diterapkan), bisa menjadi pioneer-pioneer untuk masa depan. Kita bisa membuat sekolah khusus, mungkin hanya enam bulan saja, untuk diajari soal food estate ini,” katanya.

Di sisi lain, HBK berharap, program food estate akan tetap berjalan sesuai program yang sudah dicanangkan, terlepas dari apapun hasil Pemilu tahun 2024 nanti.

“Sebaiknya waktu berkompetisi dibatasi enam atau delapan bulan saja, setelahnya, semua pemangku kepentingan harus mampu bahu membahu,  bekerja sama meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang salah satunya melalui program Food Estate ini,” kataHBK.(*)

 

 




Munas BMMB, Bima Disarankan Jadi Rumah Investasi

Membuka Munas BMMB, Gubernur NTB mengajak Bima berani menjadi rumah besar bagi semua orang

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) diajak untuk berkolaborasi membangun daerah, terutama dalam meningkatkan nilai Investasi.

Ajakan itu disampaikan Gubernur NTB, .Zulkieflimansyah, saat membuka Musyawarah Nasional ke-8 DPP BMMB di Jakarta, Sabtu (14/01/23).

BACA JUGA: Gubernur NTB bersama Menteri KLH Gelar Rapat Ternatas

Gubernur Zul kemudian mengisahkan pentingnya global event dalam kemajuan daerah kepada masyarakat Bima yang berdiaspora di Jabodetabek.

“Membangun Bima harus dengan keberanian, Bima harus berani menjadi rumah besar untuk semua orang, Bima harus berani menjadi rumah yang baik kepada dunia investasi,” ungkapnya.

Masyarakat Bima, diimbau jangan terlena bicara politik. Jangan sampai, sedikit-dikit bahas caleq, sedikit-dikit bahas pemilu. Sehingga, ruang-ruang perjumpaan itu hanya menjadi moment politik.

“Jangan sampai pandangan orang tentang Bima itu hanya bisa demo, bisa tutup jalan. Mari kita tunjukkan kepada dunia. Bima itu ramah,” kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB.

Selain itu, Bang Zul mengatakan, Global Event di NTB sangat banyak. Beberapa kali ia menawarkan agar event internasional hadir di Bima. 

Tapi sampai sekarang tidak ada yang menyambutnya.

“Event ini pintu gerbang untuk datangnya investasi lain. Bandara diperbaiki, rumah sakit diperlengkap, tempat-tempat penginapan semakin banyak, daerah pasti maju,” tegas Bang Zul.

Ia berpesan, agar musyawarah tersebut menjadi moment penting menyatukan pikiran, harus jadi semangat baru dalam membangun daerah.

BACA JUGA: Pemprov NTB akan Hibahkan Lahan untuk Kantor PTTUN

“Musyawarah ini bukan ajang kompetisi. Seorang ketua harus mampu mengorbankan waktunya lebih banyak untuk masyarakat Bima,” kata Bang Zul.***

 

 




Solusi Permanen Atasi Kekeringan Kesulitan Air Bersih 

HBK bagun sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk warga yang kesulitan air Bersih di Pulau Seribu Masjid

MATARAM.lombokjournal.com ~ -Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) memberi solusi bagi masyarakat P. Lombok yang puluhan tahun terdampak bencana kekeringan. 

Politisi Partai Gerindra tersebut, menghadirkan solusi permanen, tuntas, dan jangka panjang, sehingga masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mengakses ketersediaan air bersih, tidak lagi mengalami hal yang sama.

BACA JUGA: Warga Tionghoa Berperan Menggerakkan Perekonomian NTB

HBK membantu pengadaan sumur bor sebagai solusi permanen, tuntas, dan jangka panjang untuk masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mengakses air bersih

Seperti diketahui, selama ini persoalan dukungan air bersih bagi sebagian warga P. Lombok masih menjadi persoalan sulit, tak terselesaikan, dan terus berlangsung dari tahun ke tahun.

Sepanjang tahun 2022, HBK telah berhasil membawa program aspirasi yang berasal dari Kemenhan RI untuk membangun sumur-sumur bor di titik-titik pemukiman warga yang selama ini selalu mengalami bencana kekeringan. 

Sumur-sumur bor tersebut berhasil diperjuangkan HBK di Kemenhan RI dan dipersembahkan kepada masyarakat P. Lombok yang diwakilinya.

“Pembangunan sumur-sumur bor ini kita harapkan akan mampu menjadi solusi tuntas, permanen, dan jangka panjang, bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini, Ahad (08/01/23).

Pembangunan sumur-sumur bor tersebut dilakukan Kemenhan RI, yang merupakan salah satu mitra kerja Komisi I DPR RI. 

Sumur-sumur bor tersebut kini telah menjadi penyuplai utama kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Persoalan kekeringan saat ini memang masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat di P. Lombok, juga NTB. Sepanjang tahun 2022 lalu misalnya, sebanyak tujuh Kabupaten dan satu Kota memberlakukan status siaga darurat kekeringan. 

Dua Kabupaten bahkan menaikkan statusnya menjadi tanggap darurat kekeringan karena warganya sangat kesulitan dalam mengakses air bersih.

Saban tahun, sedikitnya lebih dari 500 ribu jiwa selalu kena dampak kekeringan. Di P. Lombok, bencana kekeringan terjadi di empat Kabupaten yakni di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara. Kekeringan tersebut, utamanya melanda masyarakat yang bermukim di pesisir bagian selatan. 

Dan juga sebagian di pesisir bagian utara dan timur Pulau Seribu Masjid.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center 

Selama ini, HBK memang dikenal sangat concern dan memiliki perhatian besar terhadap terjadinya bencana kekeringan yang menimpa warga dari tahun ke tahun.

Di P. Lombok, HBK sendiri melalui Yayasan miliknya, yaitu HBK PEDULI, bahkan telah menyiapkan tiga armada mobil tangki air yang setiap harinya rutin menyuplai kebutuhan air bersih kepada masyarakat yang bermukim di daerah-daerah terdampak kekeringan.

Bahkan di tahun 2023 ini, akan ada tambahan satu unit armada tangki air bersih lain untuk memperkuat armada tangki air bersih yang sudah ada.

Namun begitu, HBK menyadari sepenuhnya, bahwa bantuan air bersih yang dilakukan dengan armada mobil tangki air yang selama ini dilakukan HBK PEDULI, hanyalah solusi sementara, parsial, dan sangat situasional.

“Pembangunan sumur-sumur bor oleh Kemenhan RI  ini adalah solusi tuntas, permanen, dan jangka panjang,” kata HBK.

Secara khusus, HBK menyampaikan apresiasi serta penghormatan yang tinggi kepada Menteri Pertahanan RI, H. Prabowo Subianto atas segala perhatian serta bantuannya dalam mengatasi ancaman bencana kekeringan di wilayah P. Lombok, juga NTB.

Program bantuan sumur-sumur bor ini tidak hanya diberikan kepada masyarakat P. Lombok, tetapi juga kepada masyarakat di P. Sumbawa. 

Pada pertengahan bulan Januari ini, pembuatan sumur-sumur bor di P. Sumbawa akan segera dilaksanakan.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi, pak Menhan dapat berkunjung kesini dan menyaksikan langsung bagaimana penting dan vitalnya bantuan sumur-sumur bor ini bagi kehidupan masyarakat sehari-hari,” kata HBK.

Menghidupkan Lahan Pekarangan

Di sisi lain, keberadaan sumur-sumur bor yang mampu menyuplai kebutuhan air bersih warga ini, diharapkan juga bisa menjadi jalan untuk memacu warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif, sebagai bagian dari upaya menopang ketahanan pangan keluarga.

Masyarakat bisa menanam aneka sayuran dan bahan pangan cepat panen seperti kangkung, bawang, cabai rawit, dan juga yang lainnya. 

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Program Magister Mitigasi Bencana

Dengan begitu, masyarakat mempunyai stok dan cadangan pangan yang bisa dimasak saat dibutuhkan.

“Cara ini memungkinkan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya sehari-hari,” kata HBK.

Selama ini, gerakan memanfaatkan lahan pekarangan layaknya urban farming di daerah perkotaan, sulit dilakukan di daerah-daerah terdampak bencana kekeringan. 

Jangankan air untuk suplai kebutuhan tanaman, air untuk kebutuhan sehari-hari pun mereka sangat kesulitan.

Kini, dengan kehadiran sumur-sumur  bor bantuan Kemenhan RI ini, gerakan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dapat digalakkan kembali. 

HBK yakin sepenuhnya, dengan edukasi dan bimbingan yang masif dari seluruh pemangku kepentingan, hal tersebut dapat digalakkan di tengah-tengah masyarakat.

“Bencana pandemi Covid-19 telah membuka mata kita, betapa ketahanan pangan sebuah Negara juga bisa ikut runtuh. Kini kita patut bersyukur memiliki cukup air untuk memanfaatkan lahan pekarangan kita menjadi penopang ketahanan pangan setiap keluarga,” kata HBK.

Selain menjadi sumber pangan, pemanfaatan pekarangan juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk sumber pendapatan. 

Tanaman-tanaman yang dibudidayakan di pekarangan juga bisa bernilai ekonomi bagi masyarakat karena juga bisa dijual setelah kebutuhan pangan keluarga terpenuhi. Dengan begitu, masyarakat selain memiliki ketahanan pangan, juga akan memiliki ketahanan ekonomi.(*)

 

 

 




Peresmian Tiga Ruang Kelas di Ponpes Darul Atqia, Loteng

Beri perhatian pada Pendidikan para santri, Rachmat Hidayat lakukan peresmian tiga ruang kelas belajar di Ponpes Darul Atqia Lombok Tengah

LOTENG.lombokjournal.com ~ Penggunaan tiga ruang kelas belajar atau RKB di Pondok Pesantren Darul Atqia, Labulia, Jonggat, Lombok Tengah, diresmikan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat, Rabu (04/01/23).

Ruang kelas tersebut dibangun melalui dana aspirasi Rachmat Hidayat senilai Rp 354,9 juta, bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan NU Care-LazizNU.

“Pembangunan tiga ruang kelas belajar ini akan menyempurnakan seluruh proses belajar mengajar untuk anak-anak kami para santri di Ponpes Darul Atqia,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Swasta Harus Lebih Berdaya

Dalam peresmian penggunaan ruang kelas, Rachmat Hidayat didaulat menggunting pita menandai peresmian pemanfaatan ruang kelas

Ia didaulat menggunting pita menandai peresmian pemanfaatan ruang kelas, didampingi para petinggi Partai Banteng Moncong Putih. 

Antara lain Anggota DPRD NTB dari Lombok Tengah H Ruslan Turmuzi, Ketua DPC PDIP Lombok Tengah Suhaimi yang hadir bersama Sekretaris dan Bendahara DPC. 

Hadir pula Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Amrullah, yang juga merupakan pengusaha muda putra Rumbuk.

Rachmat berharap, seiring dengan bertambahnya fasilitas, Ponpes Darul Atqia mampu melahirkan lulusan yang berkualitas, yang memberi kemanfaatan besar di tengah-tengah umat.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Atqia TGH Supardi Ramli menyongsong kedatangan Rachmat dan rombongan. Selama peresmian, terasa kegembiraan di kompleks Ponpes yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA ini.

TGH Supardi Ramli menyampaikan terima kasih kepada Rachmat yang membantu pembangunan tiga RKB di Ponpes Darul Atqia dengan kualitas yang luar biasa.

“Kalau boleh jujur, bangunan ruang kelas ini bahkan jauh lebih bagus jika dibanding rumah tempat tinggal tiang,” kata TGH Supardi Ramli.

Menurutnya, insan di Ponpes Darul Atqia bersyukur atas kehadiran tiga ruang kelas baru. 

Selama ini, ruang kelas yang dimiliki Ponpes ini memang tidak mampu menampung seluruh santri untuk seluruh jenjang pendidikan. Pihak Ponpes pun masih harus meminjam dan menyewa ruang kelas di lembaga pendidikan yang lain. 

BACA JUGA: Ekspo Produk UKM-IKM Dihadiri Mahasiswa Singapura

Seluruh santri pun tak bisa serentak masuk pada pagi hari. Sehingga sebagian santri ada yang menempuh proses belajar mengajar sore hari.

TGH Supardi menyebut, Rchmat Hidayat dan para petinggi PDIP adalah orang-orang yang erjasa besar asbab kian sempurnanya fasilitas pendidikan di Ponpes tersebut.

“Ini sungguh kehendak Allah SWT yang patut kami syukuri,” katanya.

Secara khusus, ulama muda Lombok Tengah ini menyebut Rachmat Hidayat adalah senior, mentor, dan guru bagi dirinya. Hingga saat ini, bahkan tiap malam, Rachmat selalu mengirim pesan untuk mengingatkan Salat Tahajjud di sepertiga malam.

“Beliau adalah mentor tiang khususnya tentang tata cara bersikap kepada sesama manusia,” kata TGH Supardi.

Dengan kian bertambahnya fasilitas, TGH Supardi pun memastikan pelayanan kepada para santri akan kian baik. Ke depan, Ponpes pun akan terus dikembangkan. 

Masih ada lahan seluas 50 are untuk area pengembangan. 

Dia menuturkan, salah satu yang dibutuhkan saat ini adalah penambahan bangunan asrama. Sebab, seluruh santri yang menempuh pendidikan di Ponpes ini memang diwajibkan tinggal di asrama.

Saat ini, gedung asrama putri dan putra masih terdiri dari satu bangunan. Lantai satu menjadi asrama putra, sementara lantai dua menjadi asrama putri. Meski berada di satu gedung, pintu masuk ke area asrama putra dan putri terpisah. 

TGH Supardi tak menampik, jika ada omongan masyarakat terhadap asrama yang masih satu gedung tersebut. Sehingga dia berharap, dukungan dapat terus diberikan ke Ponpes dari para pemangku kepentingan.

Rachmat Hidayat saat didaulat bicara minta Ketua DPC PDI Lombok Tengah Suhaimi mewakilinya. Suara Rachmat memang sedang parau dan sedang dalam proses pemulihan.

Suhaimi menjelaskan karir Rachmat Hidayat yang panjang sebagai wakil rakyat. Mulai dari Anggota DPRD di Lombok Timur, lalu Anggota DPRD di Provinsi NTB dan kini di DPR RI. 

Khusus di DPR RI, perkhidmatan Rachmat bahkan kini sudah memasuki periode ketiga.

“Kalau beliau bukan benar-benar figur yang menyayangi dan memperhatikan masyarakat, bukan benar-benar figur yang amanah, maka sangat tidak mungkin bisa menduduki jabatan wakil rakyat sedemikian panjang dan lama,” kata Suhaimi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Suhaimi juga menyampaikan, bagaimana Bung Karno, Presiden Pertama Indonesia, saat pidato di depan Sidang Majelis Umum PBB pada 30 September 1960, membuka pidatonya dengan mengutip ayat suci Alquran. 

Itu adalah kali pertama di dunia, seorang presiden mengutip ayat Alquran dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia di Sidang PBB. Apa yang dilakukan Bung Karno kala itu benar-benar menggemparkan.

Bung Karno mengutip Surah Al Hujarat Ayat 13. “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

Bung Karno membuka mata dunia, keberagaman itu bukanlah kehendak manusia. Tetapi memang menjadi kehendak Sang Pencipta. 

Sehingga manusia ada yang berbeda suku, bahasa, ataupun warna kulit. Namun, di balik keberagaman itu, ada kesetaraan.

Tidak ada ras yang lebih unggul dibanding ras lainnya. Tidak ada suku yang lebih mulia dibanding suku yang lainnya.

Suhaimi pun mengutip khutbah Rasulullah SAW saat Haji Wada yang berpesan bahwa tak ada kelebihan orang Arab dari bukan Arab. “Laa fadhla li-arabiyyin ala ajamiyyin wa laa li-ajamiyyin ala arabiyyin wa laa li-ahmara ala aswada wa laa aswada ala ahmara illa bi-ttaqwa,”. (“Tak ada kelebihan orang Arab dari yang bukan Arab (ajam), yang bukan Arab dari orang Arab, yang berkulit merah dari yang berkulit hitam, dan yang berkulit hitam dari yang berkulit merah, selain dari ketakwaannya,”).

BACA JUGA: Realisasi PAD NTB Meningkat Rp382,84 milyar

Semangat keberagaman dan keseteraan itulah yang kata Suhaimi terus digaungkan Bung Karno. 

Bung Karno mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang kemudian bertransformasi kini menjadi PDI Perjuangan yang didirikan putrinya,  Megawati Soekarnoputri yang merupakan Presiden Indonesia kelima.

“Keberagaman dan semangat kesetaraan ini penting kita pahami. Ini cara satu-satunya, jaminan membuka ruang, sehingga kita semua punya potnesi yang sama untuk berkompetisi di tengah hiruk pikuknya dunia,” kata Suhaimi.

Anggota DPRD Lombok Tengah ini pun menegaskan, inilah sanadnya, atau asal muasalnya, bila PDI Perjuangan kini menjadi amat sangat konsisten menyuarakan dan merawat keberagaman dan kesetaraan.

“Dan betapa beruntungnya kita saat ini, hadir di tengah-tengah kita, salah seorang pendiri PDI Perjuangan, Bapak H Rachmat Hidayat,” katanya.

Suhaimi menegaskan, mereka yang perkhidmatannya bersanad ke Ibu Hj Megawati, kemudian ke Bung Karno, adalah tokoh-tokoh yang memegang prinsip dalam kaidah Ushul Fiqih, “Tasyarauful imam ala roiyah. Manutul bim maslahah”, yakni tindakan pemimpin terhadap rakyat harus didasarkan atas pertimbangan kemaslahatan.

“Jadi kalau ada yang masih menyebut PDI Perjuangan ini partainya orang-orang kafir, orang-orang PKI, mulem endekn arak pikirm,” tandas Suhaimi.

Suhaimi menjelaskan secara singkat Badan Pengelola Keuangan Haji, yang kini selain mengelola dana haji juga mengelola Dana Abadi Umat. 

Hasil pengelolaan Dana Abadi Umat inilah yang kemudian kini digunakan untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya membantu pembangunan ruang kelas di Ponpes Darul Atqia.

Sementara itu, perwakilan BPKH dan NU Care-LazisNU H Mohammad Hasbi menyampaikan, usulan pembangunan tiga ruang kelas ini diajukan pada 21 Juni 2022.

Dengan dikawal oleh H Rachmat Hidayat dari Komisi VIII DPR RI yang merupakan mitra kerja BPKH, maka dalam waktu satu bulan, persetujuan pembangunan tiga ruang kelas ini diterbitkan oleh Kepala BPKH Anggito Abimanyu.

“Total anggarannya Rp 354,9 juta,” kata Ustad Hasbi. (*)

 

 




Aksi HBK untuk ‘Pasukan Jalanan’, Bagi-bagi Sembako di Mataram

Aksi berbagi kebahagiaan dengan para pahlawan keluarga di Kota Mataram, HBK membagikan bantuan paket sembako

MATARAM.lombokjournal.com ~ Aksi berbagi kebahagiaan dengan pasukan kuning, kusir cidomo, dan pedagang asongan keliling di Kota Mataram, dilakukan Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK). 

Politisi Partai Gerindra itu menyalurkan bantuan sembako untuk ‘pasukan jalanan’ yang juga berjuang untuk keluarganya..

Aksi kemanusiaan tersebut, dilakukan HBK sekaligus menyapa dan berbicara dengan mereka dari dekat. 

BACA JUGA: Kartu Indonesia Pintar, Ini Syarat untuk Mendapatkan

Aksi berbagi paket sembako itu merupakan apresiasi HBK untuk pasukan jalanan bekerja untuk warga kota

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menyusuri jalan sepanjang Jalan Majapahit dan Jalan Sriwijaya,  menyapa para petugas kebersihan jalan atau pasukan kuning yang sedang bekerja di pagi hari.

Tentu tak cuma menyapa, HBK juga memberikan bantuan paket sembako, antara lain berisi gula, beras, kopi, mie instan, susu, telur, minyak goreng, teh, dan tepung terigu.  

Jika ditotal, satu paket bantuan sembako tersebut senilai Rp 210.000,-.

“Saudara-saudara kita yang bekerja setiap pagi untuk membersihkan jalan-jalan utama, adalah alasan utama di balik kenyamanan kita tinggal di Kota Mataram. Hari ini saya datang untuk berterima kasih kepada mereka,” kata HBK. 

Bagi HBK, mereka layak mendapat apresiasi. Mereka bangun lebih cepat dibanding warga lain di Kota Mataram, kemudian membersihkan jalan. Bekerja sejak pagi buta, memastikan jalur-jalur protokol bersih tanpa sampah sedikit pun.

“Sebenarnya bantuan sembako ini tidak ada artinya dibanding dedikasi dan jasa mereka untuk memastikan kenyamanan semua warga Kota Mataram. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memotivasi mereka,” imbuh HBK.

Selain membagikan sembako, HBK juga menyempatkan diri mentraktir mereka sarapan pagi dengan menyantap “nasi daun” yang pada pagi hari memang banyak dijual warga di sepanjang Jalan Majapahit dan Jalan Sriwijaya.

Tak cuma kepada pasukan kuning. HBK juga memberikan bantuan sembako kepada para kusir cidomo yang sedang mangkal di sejumlah titik keramaian. HBK menyempatkan diri berbincang hangat sejenak dengan mereka. 

Di sisi lain kota, HBK juga membagikan sembako kepada para pedagang asongan yang sedang beristirahat melepas penat di pinggir jalan.

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan di NTB

Bagi HBK, pasukan kuning, kusir cidomo, dan juga para pedagang asongan adalah pahlawan-pahlawan keluarga. 

Mereka menjadi tempat bergantung anggota keluarga, pada mereka pula denyut-denyut ekonomi keluarga disandarkan.

“Bisa berbagi dan bisa berbicara dari hati ke hati dengan mereka, adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Saya sangat bersyukur bisa melakukan ini semua,” kata tokoh yang dikenal dermawan ini.

HBK saat ini memang sedang berada di Pulau Lombok untuk menjalani masa reses sebagai Anggota DPR RI. Kesempatan reses dimanfaatkan untuk menyapa dari dekat masyarakat di Pulau Seribu Masjid. 

Sembari memberikan bantuan untuk warga, HBK juga memanfaatkan momentum perjumpaan tersebut untuk menyerap aspirasi mereka.

HBK menegaskan, kepecayaan masyarakat Pulau Lombok telah mengantarkan dirinya duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI. 

Kepercayaan itu kini dibalas dengan mewakafkan dirinya sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat Pulau Seribu Masjid.

“Berbagi kepada sesama akan mendekatkan jiwa kepada Sang Pencipta,” imbuh tokoh kharismatik Bumi Gora yang dikenal sebagai samurai Prabowo Subianto ini. 

Sementara itu Inaq Sri, salah satu pasukan kuning  mengucapkan terima kasih atas bantuan bingkisan sembako yang diberikan langsung oleh HBK . 

“Semoga pak BK dan keluarga tetap sehat wal afiat, panjang umur dan dimurahkan rejekinya agar tetap bisa membantu kaum duafa,” ujarnya. 

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Swasta Harus Lebih Berdaya

Lain lagi komentar salah satu ibu penjual nasi bungkus, ia bercerita selain diberikan sembako, HBK juga membelikan nasi bungkus dagangannya untuk  pasukan kuning, tukang ojek, para pemulung, maupun tukang sampah. 

“Meskipun saya hanya kenal beliau dari namanya saja, pak BK ini nyatanya orang baik karena senang membantu orang miskin,” tuturnya. (*)

 

 




Prediksi Mi6, 50 Persen Petahana DPD RI Dapil NTB Bakal Out 

Lembaga kajian sosial dan politik Mi6 prediksi, akan terjadi revolusi ‘Februari Spring’ dalam Pemilu 2024  

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sedikit setengah atau 50 Persen petahana DPD RI Periode 2019 – 2024 bakalan out atau kalah bersaing Kontestasi dalam Pemilu 2024 mendatang. 

Prediksi itu disampaikan Direktur  Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH, Senin (02/01/23). 

“Munculnya pemilih pemula 4.0 yang menginginkan perubahan turut berkontribusi terhadap tumbangnya petahana DPD RI periode 2019 – 2024,” kata Bambang Mei Finarwanto, SH melalui siaran pers kepada media. 

BACA JUGA: Pilgub 2024, Mi6 Prediksi Paket Zul-Rohmi Oleng

Menurutnya, ada fenomena Revolusi Februari Spring yang ditandai arus besar migrasi elektoral. 

Khususnya dari kalangan pemilih pemula yang condong mengalihkan dukungan kepada figur-figur baru yang dipandang lebih memiliki effort kuat sebagai senator pujaan hati kaum milenial/Generasi Z. 

Kedua, arus balik dukungan bisa jadi dipengaruhi munculnya tunas-tunas muda pemilih pemul. Mereka sulit diyakinkan persepsinya oleh Kinerja Petahana DPD RI yang ‘dianggap’  tidak selaras dengan kepentingan gaul pemilih 4.0. 

Untuk diketahui Pemilih muda diproyeksi masih menjadi kunci untuk pemenangan Pemilu 2024. Pasalnya, kalangan usia tersebut masih akan mendominasi jumlah pemilih dalam kontestasi politik dua tahun mendatang. 

Hal itu tergambar dari data proyeksi penduduk Indonesia 2015-2045. 

Berdasarkan data yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 318,9 juta jiwa pada 2024. 

Dari jumlah itu, sebanyak 21,73 juta penduduk berusia 15-19 tahun. Sebanyak 21,94 juta penduduk berada di rentang usia 20-24 tahun. 

Kemudian, penduduk berusia 25-29 tahun dan 30-34 tahun masing-masing sebanyak 21,73 juta orang dan 21,46 juta orang. Sebanyak 21,04 juta orang berada di rentang umur 35-39 tahun.

BACA JUGA: Kamus Digital Bahasa SASAMBO-Indonesia, Dirilis

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pun memperkirakan bahwa Pemilu 2024 akan didominasi oleh generasi Z dan milenial yang berada di rentang usia 17-39 tahun. Berdasarkan hasil survei CSIS, jumlah kedua generasi tersebut mendekati 60% dari total pemilih,” ujar Bambang mengutip artikel Shilvina Widi yang dimuat Data Indonesia, 28 Oktober 2022 . 

Dukungan Elektoral dari Parpol

Selanjutnya Pria yang akrab disapa Didu ini mengatakan, selain munculnya Generasi Votter’s 4.0 dengan jargon perubahan Februari Spring 2024, tumbangnya Petahana DPD RI juga dipengaruhi oleh masuknya calon anggota DPD RI yang dindikasikan  berasal dari partisan. 

“Mi6 melihat masuknya sejumlah calon Senator yang memiliki latar belakang Partisan mendaftar sebagai DPD RI dapil NTB  turut berkontribusi memperlemah dan menggerus dukungan suara Petahana,” kata Didu. 

Didu memprediksi melemahnya dukungan Petahana DPD RI juga dipengaruhi sikap Parpol yang dulu memberikan dukungan kepada Senator, kuat dugaan  akan mengalihkan dukungannya kepada Calon DPD RI yang Berlatar belakang Kadernya.

“Partai yang berbasis ideologi memiliki peluang  besar memenangkan Calon Senator yang diendorsnya,” imbuhnya.  

Didu menggarisbawahi kekuatan jaringan dan struktur parpol memberikan keringanan dan memudahkan bagi calon pendatang baru senator, dalam mengagregasi dukungan suara pada tingkat basis. 

“Parpol yang memiliki struktur lengkap ditingkat akar rumput akan memberikan keuntungan elektoral dengan kepastian raihan suara yang jelas untuk calon yang didukung,” lanjut didu. 

Didu menegaskan dengan  luasnya wilayah geografi Dapil NTB yang harus dijelajah dan dipenetrasi oleh pendatang baru, diperlukan kerjasama politik dan elektoral dengan pemilik suara. Baik itu dari kelompok partisan maupun Ormas  agar memiliki kepastian dukungan. 

Didu melihat calon DPD RI yang tidak memiliki investasi sosial yang cukup maupun net working yang kuat diprediksi akan mengalami kesulitan dalam  memenangi tiket elektoral. 

“Tapi sebagai ajang test the water untuk mengukur popularitas dan elektabilitas, tidak soal juga ikut meramaikan konstestasi sebagai Calon DPD RI merasakan aroma pertarungan politik yang sesungguhnya,” ujar mantan Direktur Walhi NTB dua periode ini. 

Direktur Mi6 juga mengapresiasi munculnya pendatang baru dari kalangan anak muda ikut pemilihan kontestasi perebutan DPD RI dapil NTB.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan dari Kapolda NTB

“Terlepas kalah atau menang, terlibatnya pendatang baru calon senator menandakan munculnya kesadaran politik baru dari kalangan anak muda kreatif  yang menyadari kelebihan kapasitasnya dan kekuatan elektoral yang dimiliki,” ujarnya.***