Rapat kerja pimpinan (Rakerpim) Muhammadiyah NTB yang dibuka Gubernur NTB, diharapkan menentukan arah dan langkah kemajuan umat
MATARAM.LombokJournal.com ~ Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Wilayah Muhammadiyah NTB diharapkan mampu merancang program-program kerja dan terobosan baru, dalam menentukan arah dan langkah kemajuan umat dengan para tokoh muda .
Gubernur NTB bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah NTB
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah atau Bang Zul menyampaikan harapan itu saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Wilayah Muhmmadiyah Nusa Tenggara Barat di Hotel Puri Saron Senggigi Lombok Barat, Jumat (18/08/23).
“Mudah-mudahan 2024 nanti, Muhammadiyah dengan tokoh-tokoh muda yang masih energik bisa memposisikan diri dengan baik. Dan tidak bersebrangan dengan pemerintah di bidang pembangunan mutu pendidikan demi pengembangan sumber daya manusia,” harap Bang Zul.
Menurutnya, menciptakan ide dan gagasan cemerlang untuk kemajuan Muhammadiyah, tidak mesti harus dihabiskan di dalam ruangan saja.
Melainkan bisa dengan mengobrol santai sembari menikmati keindahan alam untuk melahirkan pemikiran cermat memajukan Muhammadiyah NTB, sesuai dengan tema Muhammadiyah Unggul dan Berkemajuan.
Hadir pula mendampingi Gubernur Kepala Dinas Sosial dan Karo Kesra Setprov NTB dan para pimpinan cabang Muhammadiyah se NTB serta para kader Muhammadiyah. ***
Jabatan Gubernur NTB dan Wagub NTB Berakhir 19 September 2023
Masa jabatan Gubernur NTB dan Wagub akan berakhir tanggal 19 September 2023, pemberhentian itu telah diusulkan DPRD NTB ke Presiden
MATARAM.LombokJournal.com ~ Masa jabatan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Hj Sitti Romli Jalillah akan berakhir pada tanggal 19 September 2023.
Hal itu diketahui dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTBdengan agenda Pengumuman Pemberhentian Gubernur NTB dan Wakil Gubernur Masa Jabatan 2018 – 2023 di Ruang Rapat DPRD NTB, Senin (14/08/23).
Terkait pengumuman itu, Gubernur NTB mengatakan hal ini biasa-biasa saja.
“Tidak ada jabatan selamanya, ada awal ada akhir dan disikapi biasa-biasa saja,” ujar Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.
Terkait Penjabat Gubernur NTB dikatakan, yang pertama harus baik sama teman-teman wartawan, yang kedua jabatan ini tidak sakral-sakral.
“Semua orang bisa melakukannya, terlebih birokrasi seperti mesin yang sudah jalan sendiri,” kata Gubernur NTB.
Pengumuman pemberhentian itu dibacakan Wakil Ketua l DPRD, berdasarkan surat no 007/889/DPRD/2023, tentang pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur NTB masa jabatan tahun 2018-2023.
Mengingat pasal 79 ayat 1 UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dalam pengumuman itu disebutkan, masa jabatan H. Zulkieflimansyah dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah, masing-masing sebagai Gubernur NTB dan Wakil Gubernur masa jabatan tahun 2018-2023 berakhir tanggal 19 September 2023.
“Berdasarkan hal tersebut, DPRD mengusulkan pemberhentian H. Zulkieflimansyah dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah M. Pd, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur masa jabatan 2018-2023 kepada Presiden RI melalui Kemendagri,” ucap Wakil Ketua DPRD NTB.
Turut hadir dalam paripurna diantaranya Sekda, TNI Polri, dan Forkompimda NTB.
Lalu Hadrian Irfani Dorong Prioritaskan Anggaran Pendidikan
Nyaleg DPR RI dapil Pulau Lombok, ikhtiar H Lalu Hadrian Irfani majukan pendidikan untuk sejahterakan masyarakat
MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Barat (NTB), H Lalu Hadrian Irfani memiliki perhatian yang tinggi terhadap dunia pendidikan.
Pria yang bakal naik kelas bertarung di pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok itu mengaku bakal mendorong agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diprioritaskan untuk sektor pendidikan.
“Pengalaman pribadi saya mengatakan bahwa saat ini terjadi tantangan yang luar biasa. Tetapi intinya, dasarnya justru ada di pendidikan,” ucap lelaki yang akrab disapa H Ari, Minggu (13/08/23) di Mataram
Ketua Komisi V DPRD NTB itu melihat, postur anggaran perlu memberikan ruang yang lebh luas terhadap dunia pendidikan.
Setidaknya, menurut H Ari, ada dua unsur penting yang harus dibiayai negara di bidang pendidikan, yaitu sarana dan kualitas pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Memang butuh kembali ditata berkenaan dengan postur – postur anggaran, salah satunya adalah berkenaan dengan anggaran pendidikan, di mana anggaran ini sangat besar tetapi kita juga harus lihat bagaimana postur anggaran tersebut melahirkan SDM berkualitas dan berdaya saing,” ungkapnya.
Politisi yang dikenal ramah dan humble itu mengatakan, anggaran-anggaran harus diberikan kepada pendidikan terutama kepada lembaga yang masih dalam proses berkembang.
“Anggaran yang ada harus dibagi, terutama kepada lembaga pendidikan yang kemampuan anggarannya masih belum memadai,” katanya
H Lalu Hadrian Irfani mengupayakan agar separo anggaran yang dialokasikan kepada masing-masing kementerian dipotong separo, sebagai gantinya dialokasikan kepada perbaikan SDM dan pendidikan nasional.
Putra Asli Sasak itu menilai dengan cara itu maka Indonesia akan siap menyambut bonus demografi yang diprediksi terjadi pada 2030-2040. Artinya, pada kurun waktu tersebut kondisi masyarakat Indonesia akan didominasi oleh usia produktif atau usia 15-64 tahun dibandingkan usia non produktif.
Pendidikan, kata H Lalu Hadrian Irfani meyakini, pendidikan merupakan ‘jalan tol’ untuk memajukan anak di setiap daerah. H Ari mengaku, PKB punya platform khusus yang menjadi ruang besar anak muda dalam mengaktualisasikan pendidikan.
Platform tersebut dikenal dengan istilah “PKB Institute“.
“Jadi Ketua Umum kami Muhaimin Iskandar atau Gus Imin memberikan perhatian yang sangat besar terhadap sektor pendidikan, baik formal maupun non-formal,” bebernya.
Selain itu, dalam menghadapi era perkembangan teknologi dan disrupsi informasi, salah satu aspek pendidikan yang perlu ditingkatkan adalah pendidikan karakter.
“Berpadunya dua variabel antara rendahnya literasi dan keberadaban digital dengan tingginya tingkat penetrasi internet inilah yang kemudian memicu lahirnya berbagai persoalan. Di sini pentingnya kehadiran institusi yang mengajarkan pendidikan akhlak,” terangnya.
Anggota DPRD NTB itu menilai pendidikan akhlak atau karakter penting di tengah tingginya penggunaan internet. Nilai-nilai ke-Indonesiaan harus tetap dikedepankan.
Menurutnya, gotong royong dan sopan santun mulai tergeser dengan gaya hidup hedonis, individualis, dan pragmatis.
“Tumbuhnya paham radikalisme sebagai konsekuensi dari pemaknaan sempit dan tidak kontekstual terhadap ajaran agama juga mulai merasuk pada generasi muda bangsa,” imbuhnya.
Selain pendidikan akhlak, wawasan kebangsaan juga perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa.
“Wawasan kebangsaan juga penting untuk menjaga hidup tetap harmonis dan rukun,” beber H Lalu Hadrian yang juga kelahiran Lombok itu.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa negara atau pemerintah harus hadir dalam menghadirkan kesejahteraan masyarakat.
Merujuk data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mencatat sekitar 2.500 anak jenjang pendidikan SMA/SMK dan sederajat putus sekolah atau drop out (DO). Angka itu sekira 0,015 persen dari total jumlah siswa.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2022, angkatan kerja di Provinsi NTB sebanyak 2,8 juta orang dengan jumlah (Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekitar 2,89 persen. TPT ini turun 0,3 persen dibandingkan Agustus 2021. Meski turun, terdapat penambahan angkatan kerja sebesar 59 ribu orang.
“Muara dari pendidikan yang berikan kepada anak bangsa harus mampu meningkatkan taraf hidup. Jika taraf hidup masyarakat meningkat, maka setengah persoalan yang ada di bangsa ini bisa kita katakan selesai,” bebernya.
Membumikan Pendidikan Sains dan Tehnologi
Dalam konteks NTB, Lalu Hadrian Irfani mendorong pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk membumikan atau mengintensifkan pendidikan berbasis teknologi (teknologi tepat guna).
Hal itu dinilainya penting dalam rangka memberikan rangsangan bagi anak-anak muda NTB menjadi penemu atau inovator di bidang teknologi.
“Jadi kita dorong anak-anak NTB di bidang keilmuan masing-masing agar mampu bertransformasi dan mengaktualisasikan pikirannya menghasilkan buah karya baru di bidang teknologi. Tidak hanya sekadar menjadi pemakai teknologi yang sudah ada,” paparnya.
Menurutnya, anak-anak NTB tidak kekurangan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, pemerintah daerah hanya perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitasnya.
“Perlu diperbanyak kompetisi, atau ajang lomba tentang sains-teknologi secara beekala agar di NTB muncul talenta-talenta muda yang kreatif dengan penemuan dan inovasi,” kata Lalu Hadrian.
Selain itu, ia berpendapat bahwa pemerintah daerah perlu memberikan insentif atau bantuan bagi anak-anak muda NTB yang bergerak di bidang sains dan teknologi guna menghasilkan penemuan yang out of the box.
“Pemerintah daerah juga perlu menyediakan insentif / bantuan untuk pengembangan penelitian berbasis sains dan teknologi. Ini penting agar intelektual-intelektual NTB memiliki kesetaraan dan kebanggaan dengan adanya perhatian lebih dari pemda untuk pengembangan kemajuan kapasitas intelektualnya,” Pungkasnya.***
Pemilu 2024, Milenial dan Gen Z Punya Kemandirian Memilih
Lembaga kajian sosial dan politik, Mi6 memprediksi Coattail Effect Pilpres 2024 tak berdampak signifikan menaikkan insentif elektoral di kalangan pemilih milenial
MATARAM.LombokJournal.com ~ Bakal Calon Legislatif (Nacaleg) tak boleh berleha-leha, dan harus menyiapkan strategi mendapatkan dukungan pemilih milenial dari sekarang.
Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 memprediksi Coattail Effect Pilpres 2024 tak berdampak signifikan menaikkan insentif elektoral di kalangan pemilih milenial hingga Gen Z.
Menurut Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto. pemilih milenial memiliki independent mindset. Kalangan milenial (dan Generasi Z) punya pola pikir yang independen dan enggan diatur oleh arus utama.
“Mereka lebih cenderung mencari informasi sendiri, menganalisis kandidat dan isu-isu yang relevan, dan membuat keputusan berdasarkan pemahaman pribadi mereka tentang masalah tersebut,” kata Bambang Mei Finarwanto dalam keterangan media, Kamis (03/08/23).
Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB yang biasa disapa Didu menegaskan, generasi milenial tumbuh dalam era teknologi digitaldan internet yang memungkinkan akses mudah ke berbagai sumber informasi.
Imbasnya, generasi milenial sering mengandalkan media sosial dan situs berita daring, untuk mendapatkan wawasan lebih mendalam tentang calon-calon anggota legislatif dari berbagai partai.
Itu sebabnya, kata Didu, para pemilih milenial cenderung lebih terpapar kepada ideologi dan program partai secara langsung. Tidak hanya mengandalkan popularitas Capres yang saat ini tengah melejit berdasarkan sigi yang dilakukan sejumlah lembaga survei.
”Kadidat yang ingin mendapatkan insentif elektoral dari pemilih milenial yang signifikan, tidak bisa hanya mengandalkan cara persuasi yang konvensional dengan menyebar baliho atau stiker belaka. Sebab, mereka adalah generasi yang tumbuh di era teknologi yang mengakses informasi dari sistus media daring dan media sosial,” kata Didu.
Analis politik NTB yang dikenal humbble ini pun memberi bocoran bahwa pemilih milenial sering lebih peduli pada isu-isu spesifik.
Kalangan milenial punya pemikiran lebih terbuka dan inklusif. Isu-isu spesifik itu misalnya, yang terkait dengan lapangan pekerjaan, perubahan iklim, kesetaraan gender, maupun yang terkait dengan informasi dan teknologi, misal game mobile legend.
”Karena itu, preferensi pilihan pemilih milenial pada calon Anggota Legislatif akan sangat ditentukan oleh bagaimana calon tersebut berkomitmen pada isu-isu yang mereka anggap penting, bukan berdasarkan survei calon presiden dari partai tertentu,” tandas Didu.
Berdasarkan pengalaman pesta demokrasi dari beberapa negara, pemilih milenial tinggal di sistem multi-partaiatau multi koalisi.
Karena itu, dalam konteks ini, Coattail Effect menjadi lebih sulit terjadi karena pemilih memiliki pilihan yang lebih luas dan lebih beragam.
Pemilih milenial cenderung memilih partai atau kandidat dari partai berdasarkan program dan visi partai secara keseluruhan daripada hanya karena popularitas Capres.
Didu mengatakan, dalam Pilpres 2024 pemilih milenial akan menjadi pemilih yang dominan di seluruh Indonesia. Termasuk di NTB.
Data KPU menyebutkan, di NTB, jumlah pemilih milenial dan Gen Z pada Pemilu 2024 mencapai 2,1 juta. Jumlah tersebut setara dengan 54 persen jumlah pemilih di Bumi Gora.
Karena itu, aktivis kawakan di NTB ini mengingatkan kepada bakal calon Anggota Legislatif, bahwa 2,1 juta pemilih milenial tersebut, tidak akan mudah dipersuasi untuk kepentingan insentif elektoral.
Mereka butuh pendekatan dan treatment yang berbeda. Apalagi, saat ini para pemilih milenial sadar kalau dijadikan target menambah insentif elektoral karena jumlah mereka yang sangat signifikan.
”Jangan lupa. Seiring dengan independensi mereka, pemilih milenial juga sering menunjukkan sikap skeptis terhadap politik tradisional dan elit politik. Mereka cenderung mencari wajah baru, pemimpin yang lebih transparan, dan berorientasi pada solusiatas masalah sosial dan ekonomi,” tandas Didu.***
Rannya Agustyra Kristiono, Penerus Perjuangan HBK
Putri semata wayang H Bambang Kristiono yang akrab disapa HBK, yakni Rannya Agustyra Kristiono, siap melanjutkan komitmen ayahnya berjuang untuk masyarakat Lombok
“Apa yang telah dimulai dan dilakukan oleh Ayah saya, tidak boleh berhenti karena alasan apa pun. Saya ingin mendarmabaktikan diri saya untuk masyarakat NTB umumnya, khususnya Pulau Lombok,” ujar Rannya, Senin (31/07/23).
Rannya dan (alm) HBK
Rannya adalah jebolan Brunnel University London, mengaku akan meneruskan kiprah dan sumbangsih ayahnya, HBK tidak boleh berakhir. Politisi Partai Gerindra yang meninggal saat melakukan kunjungan ke Sulawesi itu, banyak berkontribusi bagi masyarakat Pulau Lombok.
Rannya bertekad meneruskan kiprah politik sang Ayah.
Rannya, akan maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok.
“Saya bismillahkan dan wakafkan diri untuk ikut berkompetisi di Pileg DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok. Ini bentuk dedikasi saya kepada perjuangan yang telah dilakukan Ayah saya, kepada masyarakat Pulau Lombok,” uangkap Rannya.
Rannya meminta doa, dukungan dan arahan khususnya bagi senior, kader, dan pengurus Partai Gerindradi Pulau Lombok, serta masyarakat Pulau Lombok.
Menurut Rannya, gerakan sosial yang telah dilakukan HBK melalui Yayasan HBK Peduli juga akan tetap dilanjutkannya. Program-program prioritas yang telah menyasar dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Pulau Lombok, Rannya akan melanjutkan. “Gerakan sosial HBK Peduli merupakan monumen dan amal jariah untuk Ayah yang akan tetap kami lanjutkan kiprahnya karena itu amanat Ayah sebelum wafat,” ungkap Rannya.
Rannya melanjutkan, para kelompok masyarakat, kelompok usaha yang telah dibina oleh ayahnya tetap akan menjadi perhatiannya bersama Tim HBK Peduli.
Sejumlah cita-cita Ayahnya yang belum terlaksana juga akan berusaha ia wujudkan.
“Tentu program-program unggulan lewat gerakan Yayasan HBK Peduli tetap akan kita upayakan,” tukas Rannya.
Lewat jaringan perkawanan yang telah dibina oleh Ayahnya, Rannya mengaku bisa menjadi modal kuat untuk bisa bertarung di pileg DPR RI.
Diketahui, selama HBK berkiprah untuk masyarakat Pulau Lombok, Rannya intens ikut turun dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan ayahnya. Baik yang sifatnya politik maupun sosial.
Nyaris dalam setiap kegiatan yang dilakoni Almarhum HBK di Pulau Seribu Masjid, selalu didampingi Rannya bersama Sang Ibu, Hj Dian BK.
Generasi Muda Perlu Terjun ke Dunia Politik
Rannya mengaku dirinya memang punya minat dan ketertarikan cukup besar terhadap dunia politik. Sebagai anak muda, Rannya ingin agar juga agar generasi muda diberikan panggung yang lebih luas untuk mengaktulisasikan hati dan pikirannya di ranah politik.
Rannya menegaskan, dirinya telah memantabkan niat terjun ke dunia politik pada Pemilu 2024. Rannya memilih mengikuti jejak sang ayah karena ingin mengabdi untuk masyarakat NTB.
“Saya sejak kecil tidak pernah bermimpi masuk dunia politik.Tapi sekarang setelah ada dorongan ayah dan bunda, saya memutuskan untuk maju ,” kata Rannya.
Gadis 24 tahun ini mengaku, dia memutuskan terjun ke dunia politik karena berniat ingin mengabdi untuk masyarakat NTB. Terlebih, Lombok saat ini sudah menjadi kampung halaman bagi dirinya.
“Home away from home,” imbuhnya
Rannya mengaku banyak pihak memberi dorongan untuk terjun ke dunia politik. Ia menilai, politik itu bukan tujuan tapi bagaimana bisa sampai ke tujuan.
“Saya terjun ke dunia politik sebagai anak muda karena ingin memiliki wawasan luas, saya ingin berbuat dari jalur politik,” sebutnya.
Tidak hanya itu, putri HBK ini pun mengakui, akhir-akhir ini ia banyak belajar sebagai seorang muslim yang baik, yang mengajarkan dirinya untuk terus berbagi kepada sesama.
“Saya mohon doanya agar dapat memperjuangkan pembangunan yang merata untuk kepentingan masyarakat,” janjinya.
Saat ini, kata Rannya banyak sekali ruang yang diberikan kepada anak muda untuk ikut terlibat aktif di kancah perpolitikan tanah air.
Dirinya pun mengajak kepada generasi muda untuk berani terjun di perpolitikan Indonesia.
“Kita perlu mengisi ruang ini, challenge diri, ketika kita memiliki kemampuan untuk mengambil tongkat estafet kepemimpinandan partai politik memberikan itu untuk sirkulasi, ” pungkasnya.***
Diduga Perkosa Anak Kandung, Oknum Bacaleg PDIP Disumpah
Oknum Bacaleg sekaligus Pengurus PDIP Lombok Barat yang diduga perkosa anak kandung sehingga jadi korban amuk massa, akhirnya disumpah
MATARAM.LombokJournal.com ~ Diduga menyetubuhi anak kandungnya, oknum bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Sekotong Lombok Barat, S (50) disumpah.
Pengambilan sumpah oknumBacaleg itu dituntun langsung oleh Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Provinsi NTB yang juga Ketua Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB TGH Subki Sasaki di RSUD Lombok Barat, Sabtu (22/07/23).
Dalam pengambilan sumpah oknum Bacaleg itu dihadiri Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat.
Selain itu dalam kesempatan sumpah oknum Bacaleg itu juga dihadiri Ketua DPC PDIP Lombok Barat, Lalu Muhammad, sejumlah Pengurus DPC PDIP Lobar Lainnya, kuasa hukum S, serta pihak keluarga.
TGH Subki menjelaskan, pengambilan sumpah oknum Bacaleg itu disebut Sumpah Ibra (terbebas dari tuduhan). Sumpah Ibra atau sumpah pengakuan itu dilakukan guna memberikan kesempatan kepada oknum Bacaleg yang tertuduh (S), agar berani mengatakan bahwa tuduhan itu tidak benar.
Namun, jika yang dituduhkan kepada S benar, TGH Subki berujar bahwa akan ada konsekuensi atau akibat atas sumpah (pengakuan) tersebut yang akan diderita S.
“Sumpah ini selain disaksikan oleh kita, tetapi juga disaksikan oleh Allah SWT dan dia berimplikasi atau ada akibat yang akan Anda tanggung dunia dan akhirat. Apakah Anda siap?” ucap TGH Subki kepada S yang masih berbaring di ranjang rumah sakit.
“Siap, sangat siap,” ujar S selepas mendengar kalimat TGH Subki.
Usai mendengarkan persetujuan S, TGH Subki memulai prosesi sumpah tersebut.
Sumpah ini, kata TGH Subki akan memiliki kekuatan psikologis dan transendental karena akan berdampak kepada yang membuat pengakuan baik yang tertuduh dan menuduh. Karena Allah SWT langsung yang memberikan petunjuk yang bersifat kontan untuk pembuktiannya.
Jikalau yang dituduhkan tidak benar, maka Allah SWT akan membuka selebar-lebarnya tabir kebenaran.
Lebih jauh, TGH Subki menegaskan, pengambilan sumpah merupakan salah satu perintah Nabi Muhammad SAW dalam membuktikan kebenaran suatu perkara dalam islam, sesuai dengan prosedur hukum dalam islam yakni:
“Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya setiap manusia dipenuhi tuntutannya, niscaya orang-orang akan menuntut harta dan darah suatu kaum. Namun, penuntut wajib datangkan bukti dan yang mengingkari dituntut bersumpah.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Al-Baihaqi seperti ini dan sebagiannya ada dalam Bukhari dan Muslim) [HR. Al-Baihaqi, no. 21201 dalam Al-Kubro seperti ini, sebagiannya diriwayatkan dalam Shahihain, yaitu Bukhari, no. 4552 dan Muslim, no. 1711].
Pengambilan sumpah oknum Bacaleg itu dilakukan untuk tujuan kebaikan bersama.
“Mengambil sumpah ini untuk kebaikan kita bersama, ini agar personal yang bersangkutan tidak tercemae, partai tidak dirugikan, terbuka mana yang asli mana yang hoaks, mana yang benar dan didak benar, biar Allah SWT yang menjadi hakimnya,” kata Subki
PDIP Pasang Badan untuk Kader
Terpisah, Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat mengaku, pengambilan sumpah oknum Bacaleg yang diduga memperkosa anak kandungnya itu, dilakukan agar publik dapat melihat jernih persoalan yang membuat gaduh masyarakat itu.
Selain pengungkapan kasus dari sisi formal (hukum), pihaknya berupaya untuk memberikan perspektif dari sisi kerohanian.
“Saya selaku Ketua DPD PDIP NTB yang bergama islam dan kebetulan yang menjadi tertuduh ini juga orang islam, maka saya yakinkan diri saya sebagai orang islam dan ketua DPD, dengan cara saya melalui agama yang saya yakini dengan sumpah di bawah Al Quran, baru saya percaya,” beber Rachmat.
Rachmat menegaskan, pihaknya siap pasang badan terhadap nasib kadernya. Apalagi nanti jika sampai terbukti tuduhan yang diberikan kepada kadernya tersebut ternyata tidak benar.
Rachmat meminta, seluruh pihak yang berusaha merendahkan kader PDIP secara personal dan partai secara umum, agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kalau orangnya tidak bersalah, maka kita harus angkat derajatnya,” ungkap Rachmat.
Dalam kasus tersebut, Rachmat mengulang seruan yang sering disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri yakni Satyam Eva Jayate yang artinya “Kebenaran itu pasti akan berjaya dan akan menang. Akan terang benderang”..
“Itu pegangan partai, pegangan kader. Jadi jangan coba-coba berbuat salah, siapa pun dia, termasuk saya. Ndak ada toleransi, tapi kalau benar, kita bela sampai dimana pun. Oleh karena itu, kita minta hukum ditegakkan, maka kita menganut azaz praduga tak bersalah,” bebernya.
Sebagai infomasi, oknum Bacaleg S saat ini telah dipindahkan perawatannya dari RSUD Lombok Barat ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.
Di RSUP NTB, S menempati ruangan VIP agar mendapatkan penanganan maksimal dan kondisi keamanannya dapat lebih terjaga.
Adapun biaya perawatan selama di RSUD Lombok Barat sebesar Rp 4 juta dan biaya ambulance ke RSUP NTB sebesar Rp 200 ribu ditanggung DPC PDIP Lombok Barat.
Sementara untuk perawatan lebih intensif di RSUP NTB, akan ditanggung DPD PDIP NTB.***
Ritual Adat Selamatan Mata Air Tibu Bunter Desa Jurit Baru
Menghadiri ritual adat Selamatan Mata Air Tibu Bunter, HBK disambut ratusan masyarakat dengan dua barungan gendang geleq,
LOTIM.LombokJournal.com ~ Politisi Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menghadiri acara ritual adat selamatan mata air, yang disebut masyarakat Otaq Aiq Tibu Bunter, di Dusun Banok, Desa Jurit Baru, Kec. Pringgasela, Kab. Lombok Timur, Minggu (16/07/23).
Ritual adatturun temurun ini dilaksanakan secara rutin setahun sekali menjelang selesainya musim hujan.
Kedatangan HBK menghadiri ritual adat itu disambut ratusan warga dengan tabuhan Gendang Beleq.
Usai pengalungan selendang dan penyambutan selamat datang dari para tokoh agama, tokoh masyarakatdan perwakilan pengurus Desa setempat, HBK mengikuti rombongan masyarakat ke lokasi ritual adat, di mata air yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi penyambutan.
Sebagian besar jalan yang dilewati merupakan pematang sawah, di beberapa bagian cukup terjal yang mengharuskan para peserta berjalan perlahan.
Sepanjang perjalanan, rombongan dihibur oleh riuh tetabuhan dari dua barungan (kelompok) Gendang Beleq yang mengiringi di bagian belakang.
Di lokasi ritual adat itu, ratusan masyarakat sudah berkumpul menyambut kedatangan rombongan. Tak lama kemudian acarapun dimulai dengan didahului ritual do’a dan dzikir.
Tradisi ini merupakan ajaran leluhur untuk bersyukur dan terus menjaga sumber mata air yang mengalir sepanjang tahun.
Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok ini mengatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas undangan dari masyarakat Desa Jurit Baru.
“Alhamdulillah, kebahagiaan dan rasa syukur saya telah diundang di acara ritual adat selamatan mata air ini.
Sepanjang perjalanan, pemandangannya indah sekali, hijau dan sejuk sekali,” ungkap HBK saat membuka sambutannya.
Lebih lanjut politisi yang dikenal humble ini mengapresiasi semangat gotong royong warga yang tetap terbangun ditengah gempuran modernisasi.
“Gotong royong merupakan salah satu warisan, dan akar budaya asli Indonesia yang harus dipelihara dan dikembangkan, sebagai modal sosial kita untuk membangun bangsa,” kata HBK.
Menurutnya, budaya gotong royong telah mampu menjadi semangat untuk memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan masyarakat Desa Jurit Baru.
“Untuk menjaga kelestarian sumber mata air yang menjadi sumber air bagi ratusan kepala keluarga di sepanjang sungai ini,” katanya.
Menyampaikan aspirasi
Kepala Desa Jurit Baru, Athar Junaidi menyampaikan aspirasinya berupa usulan pembangunan dan perbaikan bak penampungan mata air dan drainase di sekitar lokasi untuk mencegah longsor.
“Kami laporkan ke pak HBK, kemarin dari anggota DPRD Kab. Lombok Timur dari Partai Gerindra sudah membantu kami membangun bak penampungan di area samping mata air, juga membantu pemipaan ke rumah-rumah warga,” kata Kepala Desa
Ia berharap HBK bisa membantu memperbaiki bak penampungan utama yang sudah mulai rusak, terutama drainasenya.
Menjawab hal tersebut, HBK mengatakan akan berikhtiar mencari dukungan dana melalui program aspirasinya.
Ia juga mengatakan akan mengusahakan pengadaan pohon keras tanaman produktifuntuk ditanam di sekitaran lokasi mata air.
“Insyaa Allah, akan saya upayakan juga pengadaan pohon-pohon keras produktif untuk ditanam sekitar lokasi sumber mata air, agar area sekitaran sumber air tidak mengalami longsor terutama di tebing-tebing dijalur menuju mata air,” ungkap HBK.
HBK mengajak semua warga yang hadir untuk sama-sama menjaga sumber mata air. Karena merupakan sumber air utama bagi ratusan kepala keluarga. Air ini, selain menjadi sumber kehidupan juga merupakan perekat kebersamaan antar warga.
Bantuan TIK di MTs Yadinu
Selesai menghadiri acara selamatan mata air, HBK menghadiri acara serah terima bantuan peralatan multimedia dan TIK dari kader Partai Gerindra DPRD Kab. Lombok Timur, M. Badran Achsyid kepada MTs Yadinu Banok, Desa Jurit Baru, Kec. Pringgasela, Kab. Lombok Timur.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh HBK didampingi oleh anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kab. Lombok Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah, perwakilan Wali murid, dan anggota Komite Sekolah.
Kepala Madrasah sangat berterima kasih dan menyampaikan apresiasinya karena selama ini, Madrasah masih kekurangan peralatan TIK dan multimedia.
“Ini adalah bentuk nyata dari kepeduliankader-kader Partai Gerindra dalam upaya mencerdaskan anak bangsa agar mimpi besar kita semua, menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar bisa dicapai,” kata HBK.
Konsolidasi Partai Gerindra dan NW
Usai kegiatan di daerah Jurit Baru, HBK kemudian bergerak ke kediaman Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Maulana Syaikh TGKH. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani, LC, M.Pd.I di Anjani.
HBK mengatakan, pertemuan empat mata dengan cucu pahlawan nasional tersebut dinilainya sangat penting untuk membangun soliditas dan kekompakan khususnya terkait kerjasama Partai Gerindra dengan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW).
“Apalagi momen Pemilu 2024 sudah semakin dekat, pertemuan ini dinilai sangat penting untuk memperkuat kerjasama terutama pada kerja-kerja politik,” jelasnya.
Selesai menggelar pertemuan empat mata dengan tokoh sentral PBNW, selanjutnya HBK menyempatkan diri untuk menonton pertandingan uji coba klub sepakbola Lombok FC melawan PS. Sikur Hebat.
Di lapangan tempat pertandingan, sudah menunggu istri tercinta, Hj. Dian A. Kristiono didampingi putrinya yang sekaligus CEO dari klub sepakbola Lombok FC.
Usai menonton langsung pertandingan sepakbola, HBK bergerak melanjutkan kegiatannya di Kota Mataram.
HBK di mata air Tibu Bunter
Ia sudah ditunggu beberapa calon anggota legislatif (Caleg) potensial yang akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) di Partai Gerindra.
“Sudah ada beberapa Caleg potensial yang akan maju di Dapil-dapil yang potensi kursinya bisa lebih dari satu. Kehadiran mereka berjuang bersama Partai Gerindra, membuat kami semakin optimis bisa meraih kursi maksimal di semua daerah pemilihan,” kata HBK.
Target Partai Gerindra di Pemilu 2024, selain mengantarkan Prabowo Subianto menjadi Presiden RI, juga menjadi Ketua DPRD Prov. NTB.
Tentu saja Partai Gerindra harus mempersiapkan caleg-calegnya yang bagus-bagus untuk meraih target ini.
Namun HBK enggan menyebutkan nama-nama Bacaleg yang akan ditemuinya. Dia hanya menyebutkan, mereka-mereka yang akan bergabung, merupakan tokoh-tokoh politik yang cukup mumpuni di Dapilnya masing-masing. ***
Bantuan CSR ke UMKM Madu Trigona Bengkaung
Bambang Kristionono yang akrab disapa HBK perjuangkan aspirasi warga Bengkaung, Lombok Barat, dan menyalurkan 100 juta bantuan CSR UNTUK umkm madu trigona dari BUMN
Kedatangan HBK didampingi istri tercinta, Hj. Dian A. Kristiono dan putrinya, Rannya Agustyra Kristiono menjadi momen yang sangat spesial bagi para pembudidaya madu trigona yang umumnya dari kaum millenial.
Saat menyerahkan bantuan untuk pembudidaya madu trigona itu, HBK didampingi Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Lombok Barat, Nauvar F. Farinduan, dan Ketua DPRD Kab. Lombok Barat Hj. Nurhidayah.
Dalam sambutannya, HBK mengatakan, bantuan untuk pembudidaya trigona sebesar Rp 100 juta itu merupakan realisasi dan jawaban dari aspirasi wargasaat kunjungan resesnya beberapa waktu yang lalu.
HBK berharap, agar bantuan yang diberikan ini mampu meningkatkan produktifitas pembudidaya madu trigona.
“Bantuan ini adalah program aspirasi, yang berhasil saya perjuangkan di gedung DPR RI Senayan,” kata politisi Partai Gerindra ini, Jumat (14/07/23).
Bantuan diharapkan meningkatkan kualitas dan kemanfaatan dalam percepatan pengembangan pariwisata ekowisata madu trigona dan ekonomi masyarakat yang berbasis desa, serta mempertahankan kondisi lingkungan yang alami.
“Sebagai warga Kab. Lombok Barat, saya bangga dengan masyarakat Desa Bengkaung ini, yang telah mampu memanfaatkan potensi wilayahnya dengan maksimal, selain menjadi pusat wisata baru, juga menjadi pusat pengembangan ekowisata madu trigona,” ungkap HBK.
Menurutnya, madu trigona ini berdasarkan hasil riset atau penelitan, mampu menjadi salah satu suplemen untuk mencegah stunting.
“Pernikahan dini, STUNTING, dan pemberdayaan perempuan adalah tiga isu yang akan ditawarkan Rannya, pada kampanye Pileg 2024,” kata HBK sambil melirik putrinya dan terus mendapat applaus dari para millenial yang hadir dalam acara tersebut.
“Jadikan, jadikan, jadikan,” sambut kaum millenial Desa Bengkaung antusias.
“Semoga nanti akan ada penelitian lebih lanjut, dan terus mampu dikembangkan potensinya sehingga budidaya madu trigona ini mampu menjadi alternatif dalam upaya kita bersama mengatasi stunting di NTB, saya katakan, stunting harus kita hentikan,” tegasnya.
Sementara itu, Rannya Agustrya Kristiono, yang diberikan kesempatan ayahnya untuk bicara mengatakan, beberapa waktu lalu Ia sempat mampir dan ikut langsung dalam proses panen madu trigona.
Kesempatan liburan kuliahnya pada pertengahan tahun lalu telah dimanfaatkannya untuk turun ke masyarakat dalam rangka mensosialisasikan klub sepak bola miliknya, yaitu Lombok Football Club (Lombok FC), dan sempat berinteraksi langsung dengan masyarakat Desa Bengkaung.
“Beberapa waktu lalu, usai acara bersama para pemuda pecinta sepak bola, saya mampir kesini atas undangan pak Imam, dan sempat ikut proses panen dan mengolah madu trigona, kemudian ikut juga mengemasnya dalam botol untuk dijual ke konsumen,” kata dara lulusan universitas di kota London, Inggris ini.
Pengalaman uniknya itu kemudian diceritakan kepada ayahnya, dan mengajaknya langsung untuk ikut mengunjungi para pembudidaya madu trigona ini.
“Alhamdulillah ya, pak HBK tertarik dan akhirnya sempat datang berkunjung kesini, dan hari ini beliau datang memberikan bantuannya yang berasal dari CSR BUMN sebesar Rp 100 juta. Tolong yang amanah yaa, dan manfaatkan sebaik-baiknya ya, untuk kesejahteraan masyarakatdisini,” ungkap dara yang karib disapa mbak Rannya ini.
Ketua kelompok UMKM Banuwara Bersatu, Imam Adzkar menyampaikan, bantuan yang diberikan akan dipergunakan untuk pengembangan budidaya yang sudah berjalan selama ini. Seperti penambahan jumlah stup dan koloni lebah madu trigona, pembelian bibit tanaman produktif vegetasi lebah, serta pembangunan perluasan lahan tempat budidaya.
“Kami sangat berterima-kasih atas bantuan yang diberikan oleh pak HBK, ini merupakan bentuk komitmen beliau dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, semoga dihitung sebagai amal sholeh oleh Allah SWT. Kami bangga punya wakil rakyat yang sangat peduli seperti pak HBK, semoga pak HBK sehat selalu ya,” pungkas Imam dengan rasa haru.***
Berkhidmat Melayani Umat di Pulau Seribu Masjid
Aspirasi kuat masyarakat jadi Alasan H Lalu Hadrian Irfani perluas pengabdian melayani umat melalui DPR RI
MATARAM.LombokJournal.com ~H Lalu Hadrian Irfani, Calon Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa ini, merupakan sosok dengan tindakan nyata yang sepenuhnya mengabdi untuk melayani umat.
“Saya duduk di lembaga legislatif mewakili suara-suara rakyat, membawa aspirasi mereka ke forum legislatif, dan berjuang untuk kebijakan yang melayani umat,” kata tokoh kelahiran Lombok Tengah, yang kini masih menjabat sebagai Anggota DPRD NTB ini, Minggu (02/05/23) di Mataram.
Khalayak di Pulau Seribu Masjid tahu persis, bagaimana rekam jejak Ketua DPW PKB NTB tersebut yang istiqomah mengabdikan diri melayani umat.
Atas rekam jejaknya yang berkhidmat melayani umat itulah, aspirasi masyarakat Pulau Lombok, terutama dari kalangan Nahdiyin, mengalir deras kepada DPP PKB.
Pada Pemilu Legislatif 2024, Partai Kebangkitan Bangsa, memberi kepercayaan kepada H Lalu Hardian Irfani untuk naik kelas.
Lalu Ari begitu sapasab karibnya, dipasang PKB untuk posisi sebagai calon Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan NTB 2/Pulau Lombok.
Diharapkan pada Pemilu Legislatif tahun 2024, PKB dapat diwakili oleh putra daerah NTB di DPR RI, setelah dua periode sebelumnya, Anggota DPR RI PKB dari Dapil Pulau Lombok bukanlah putra asli kelahiran Pulau Seribu Masjid.
Aspirasi deras itu, kemudian direspons positif oleh Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar. Wakil Ketua DPR RI itu kemudian memantapkan dukungan kepada Ari.
Naik kelas dengan menjadi Calon Anggota DPR RI, Ari memang ingin mermperluas perkhidmatan melayani umat umat.
Dengan posisinya sebagai Anggota DPRD NTB saat ini, Ari seolah terbatas ruangnya untuk melayani umat Islam memang sedikit lebih terbatas.
Sebab, dirinya hanya mewakili masyarakat yang ada di satu daerah pemilihan yang ada di satu kabupaten, yakni Lombok Tengah.
”Insya Allah di DPR RI saya melihat ada ruang pengabdian yang lebih lebar,” kata tokoh yang dikenal humble ini.
Ari maju memperebutkan kursi DPR RI bukanlah dengan tangan kosong. Dia hadir dengan inisiatif dan rencana, bertekad memperkuat posisi umat Islam di parlemen dan memperjuangkan kepentingan mereka dengan penuh dedikasi. ***
Pendidikan Islam, Keadilan Sosial
Visinya yakni mewujudkan sistem legislatif yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi umat Islam, serta mempromosikan nilai-nilai agama yang menjadi pijakan bagi masyarakat. Salah satu komitmen utama Ari yaitu memastikan, legislasi dan budgeting yang ada akan memperkuat dan melindungi hak-hak umat Islam
LombokJournal.com ~ Serta memajukan kepentingan mereka di berbagai bidang, seperti pendidikan Islam, keadilan sosial dan kesejahteraan umat.
Selain itu, salah satu fokusnya adalah memperjuangkan peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitasbagi anak-anak. Serta mengadvokasi kebijakan yang mendukung pembangunan dan pemeliharaan masjid.
Kelak, manakala amanah itu datang dari umat dan mengantarkan Ari duduk di DPR RI, dirinya pun telah memantapkan tekad kuat untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan politik.
Tokoh yang kini menjabat Ketua Komisi V DPRD NTB ini berencana untuk mendirikan forum konsultasi publik yang melibatkan pemimpin agama, akademisi, serta anggota masyarakat lainnya untuk mendiskusikan dan merumuskan kebijakan yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Selain itu, Ari juga telah berkomitmen untuk melawan diskriminasi dan intoleransi terhadap umat Islam.
Ia hendak mewakafkan diri untuk memperjuangkan kebijakan yang melindungi kebebasan beragama dan menghentikan tindakan diskriminatif terhadap umat Islam, baik dalam lapangan pekerjaan maupun di masyarakat umum.
”Hanya dengan kita menciptakan lingkungan yang inklusif dan menghargai perbedaan, masyarakat dapat berkembang dalam harmoni dan perdamaian,” ucap Lalu Ari.
Khalayak tahu persis, betapa Ari bukan hanya berjanji, namun telah membuktikan komitmennya dengan berbagai tindakan nyata yang mengabdi pada umat Islam.
Ari telah secara aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan di berbagai komunitas, serta mendukung program-program yang meningkatkan kesejahteraan umat Islam. Kredibilitasnya sebagai Anggota DPRD NTB dari PKB, begitu tercermin dari partisipasinya dalam berbagai dukungan untuk umat Islam di daerah pemilihannya.
Itulah mengapa, Ari begitu yakin, dengan modal infrastruktur partai yang solid dan jaringan kaum Nahdliyin yang ada, dirinya optimistis bisa meraih kursi DPR RI untuk mewakili umat Islam Bumi Gora di kancah nasional. ***
Politisi Muda PDIP Raih Magister Teknik Universitas Mataram
Politisi muda PDI Perjuangan, Ahmad Amrullah raih Gelar Magister Teknik Unram dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude
MATARAM.LombokJournal.com ~Ahmad Amrullah, bakal calon legislatif Dapil II DPRD Lombok Timur resmi menyandang gelar Magister Teknik Sipil di Universitas Mataram (Unram).
Gelar itu dipastikan diraih politisi muda PDI Perjuangan itu setelah mengikuti prosesi sidang Doktor, Magister, Sarjana Periode Juni 2023 di Universitas Mataram, Rabu (21/06/23).
Sebelumnya, Amrullah telah mengikuti rangkaian seminar yang dimulai dengan seminar proposal, seminar hasil penelitian dan sidang tutup.
Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Lombok Timur ini memaparkan tesisnya berjudul “Evaluasi dan Strategi Pelaksanaan Penanganan Permukiman Kumuh, Studi Kasus Kabupaten Lombok Timur, NTB”.
Setelah mendengar pemaparan Amrullah, Ketua Sidang membacakan hasil yudisium dan menyatakan lulus dengan predikat cumlaude dengan indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3.85.
Gelar itu diraih dalam tempo yang cukup singkat yakni 1,4 bulan. Amrullah tak dapat menyembunyikan perasaan haru sekaligus bangganya usai diwisuda oleh Rektor Univesitas Mataram Prof Bambang Hari Kusumo.
Amrullah seharusnya diwisuda pada Maret 2023 silam. Namun, lantaran pada momen yang sama, dirinya harus melaksanakan Ibadah Umrah.
Akhirnya, Amrullah memilih mendahulukan ibadah umrah ketimbang mengikuti wisuda.
“Saya lebih dahulukan menjalankan ibadah umrah waktu itu. Wisuda saya tunda,” kata Amrullah.
Pria yang juga berprofesi sebagai kontraktor itu mengaku, pendidikan merupakan salah satu prioritas penting dalam rangka dirinya meniti karir. Baik sebagai kontraktor, maupun politisi.
“Pendidikan ini kan sangat vital, di dalam berkegiatan, pendidikan sangat penting. Kita hidup bukan hanya sekadar mencari uang, kita butuh beragam pengetahuan. Intelektualitas kita juga harus berkembang,” jelasnya.
Menurutnya, sesibuk apa pun, ia berusaha memberikan ruang lebih terhadap peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilannya. Salah satu jalannya adalah dengan meneruskan pendidikan.
Amrullah telah bertekad untuk melanjutkan pendidikannya hingga studi doktoralatau S3.
“Rencana ke depan jika ada rezeki dan kesempatan akan melamjutkan S3 bidang teknik sipil,” kata Putra asal Rumbuk itu.
“Sejujurnya, dulu saat saya memilih menjadi kontraktor, saya meyakini sekolah cukup sampai S1, tetapi makin ke sini, saya bertekad memang harus melanjutkan pendidikan. Apalagi sebagau politisi, saya melihat antara pendidikan dan politik itu saling terkait satu sama lain,” ujarnya.
Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPRD dapil II Lombok Timur itu mengaku, pengetahuan (pendidikan) yang mumpuni yang dimiliki seorang politisi, sangat bermanfaat untuk mampu merumuskan hingga mengawal kebijakan pembangunan di suatu daerah.
Penting bagi legislator
Kecakapan pengetahuan, yang dimiliki seorang anggota dewan n dapat mengubah wajah parlemen. Anggota dewan, kata Amrullah harus punya ilmu spesifik.
“Politisi punya kapasitas pengetahuan. Dalam rangka pengawasan bisa kita pakai. Supaya DPRD tidak dianggap sebagai kumpulan orang-orang yang tidak paham yang hanya tahu duduk, diam, dan duit saja,” jelasnya.
“InsyaAllah nanti jika saya diberikan jalan yang mudah oleh Allah SWT untuk duduk di DPRD, saya akan menggunakan pengetahuan yang saya miliki dalam mengawal kebijakan dan menghimpun aspirasi masyarakat,” sambungnya.
Diakuinya, selain punya kapasitas di bidang teknik sipil, Amrullah juga ternyata memiliki kemampuan lain seperti desainer, hingga menjadi musisi.
Universitas Matatam menggelar wisuda periode Juni 202 selama dua hari, mulai 21-22 Juni 2023. Dengan jumlah lulusan 1474 orang, terdiri atas 1 orang Doktor, 86 orang Magister, 1168 orang Sarjana dan 219 orang Diploma.
Dari 1168 orang Sarjana, 262 orang dari Fakultas Ekonomi, 158 orang Fakultas Pertanian, 41 orang Fakultas Peternakan, 168 orang Fakultas Hukum, 276 orang FKIP, 96 orang Fakultas Teknik, 61 orang Fakultas MIPA, 2 orang Fakultas Kedokteran (Prodi Farmasi), 30 orang Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, dan 74 orang Prodi di bawah Rektor.
Dari 1168 orang wisudawan/wisudawati Program Sarjana, 17,64 persen memperoleh predikat Cumlaude, 76,11 persen sangat memuaskan, 5,31 persen memuaskan, dan 0,94 persen tanpa predikat.
Dari 118 orang Program Magister, 27,59 persen memperoleh predikat Cum Laude, 66,67 persen sangat memuaskan, dan 5,75 persen predikat memuaskan. 1 orang Program Doktor memproleh predikat Cumlaude .
Dari 219 orang wisudawan/wisudawati Program Diploma, 18,72 persen memproleh predikat cumlaude, 78,08 persen memperoleh predikat sangat memuaskan, 2,74 persen memuaskan dan 0,46 persen tanpa predikat. (*)