PDIP NTB Gelar Rakerda Songsong Pemilu 2024

Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDIP NTB memuat pesan strategis, menjelang kiat dekatnya kalender Pemilu 2024

MATARAM.LombokJournal.com ~ Menyongsong Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) atau Pemilu 2024, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III tahun 2023, Senin (11/09/23).

Rakerda PDIP NTB jelang Pemilu 2024 bertema “Fakir Miskin dan Anak-anak Terlantar Dipelihara oleh Negara” itu diikuti seluruh pengurus PDIP se-NTB, dibuka Ketua DPP PDIP Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup, I Made Urip. 

BACA JUGA: Energi Terbarukan, NTB Senang Kerja Sama dengan Denmark

Rakerda DPD PDI Perjuangan NTB menghadapi Pemilu 2024

Made Urip menegaskan, agenda rakerda memuat pesan strategis, menjelang kian dekatnya Pemilu 2024 yakni Pilpres dan Pileg 2024.

Made Urip menggarisbawahi, target PDIP di Pemilu 2024 yaitu menjadi pemenang ketiga kali, “hattrick” secara berturut-turut.

“Tadi sudah ada gemblengan dari Ketua DPD, mendidik kita. DPD PDIP NTB rutin menggelar rakerda, saya memberikan apresiasi. Rakerda ini adalah tugas konstitusional kita sebagai kader, melaksanakan AD/ART,” kata Made Urip di Kantor DPD PDIP NTB di Mataram

BACA JUGA: Wagub NTB Monitoring Bakti Stunting di Lenek, Lotim

“Kita tata partai kita dengan baik. Rakerda secara periodik kita lakukan sebagai tugas kepartaian,” sambungnya.

Anggota DPR itu mengaku, dalam hitungan bulan PDIP akan menghadapi tugas-tugas yang makin berat. 

Sehingga rakerda menjadi penting dalam rangka menyusun program partai ke depan, evaluasi terhadap apa yang sudah dilaksanakan, dan menyusun strategi pilpres dan pileg.

Caleg Jangan Saling Seruduk

Untuk merealisasikan target Pemilu 2024, para Calon Legislatif (Caleg) memiliki peran vital. Dharap para caleg PDIP dapat saling topang, bahu-membahu dan bekerja sama meraih suara sebanyak-banyaknya. 

“Caleg kerja politik di lapangan. Memasuki DCS dan DCT, biasanya di lapangan teman saja diseruduk. Jeruk makan jeruk, lahan yang sudah dikuasai teman sendiri, diserang. Ini lasti terjadi, saya berjarap bagi caleg-caleg harus bahu-membahu memenangkan partai, jangan saling seruduk,” pungkasnya.

Kata Made Urip, PDIP punya DPR, karena itu mestinya diajak tandem di lapangan. 

“Ke bawah, jangan mau menang sendiri. Jangan ada perbedaan suara. Itu tidak boleh terjadi,” imbuh Made Urip. 

BACA JUGA: Alternatif Pengobatan Akupuntur Sudah Hadir di NTB

Made Urip memaparkan perihak Trias Dinamika partai. Pertama, pemetaan wilayah politik, kedua penempatan tokoh atau kader, dan terakhir pembumian seluruh program partai. 

“Setelah jadi, baru kita implementasikan Darsa Prasetya partai, sepuluh janji setia partai,” paparnya.

Terkahir, Made Urip berharap daerah pemilihan (Dapil) yang masih belum terisi, diharapkan dapat terisi di Pileg 2024.

“Untuk pileg DPR, NTB ada dua dapil, baru satu yang terisi. Saya berharap, minimal di 2024 dua dapil yang ada tersebut bisa diisi oleh kader-kader terbaik kita,” bebernya.

Caleg Jangan Leha-leha

Di tempat yang sama, Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat melaporkan, pihaknya di DPD PDIP NTB telah melaksanakan amanat yang tertuang dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP yang dihelat beberapa waktu yang lalu.

Amanat dalam rakernas, kata Rachmat menjadi pedoman seluruh pengurus dan kader di NTB untuk bergerak.

“Sesungguhnya pesan ini sudah kami laksanakan. Begitu selesaikan rakernas III, kami sudah sampaikan ke daerah. Perintah DPP setiap hari kita laksanakan,” ujar Rachmat. 

Lebih jauh, anggota DPR itu mengingatkan, ketaatan dan loyalitas kader terhadap partai menjadi modal dasar berpartai. 

“Harapan saya, kepada seluruh kader, kinerja caleg se-NTB, tugas mereka paling utama mencapai kemenangan adalah memperkuat saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS),” jelasnya.

Rachmat meminta kader, pengurus, termasuk para bacaleg untuk tidak leha-leha. Mengingat kalender pemilu 2024 kian dekat. Mesin partai, kata Rachmat akan dapat berjalan baik ketika seluruh elemen yang ada di dalamnya berfungsi dengan baik. 

BACA JUGA: HAORNAS 2023, Momentum Sukseskan Event Olahraga di NTB

Rachmat optimisi seluruh target yang telah dibebankan DPP PDIP di NTB, akan dapat direalisasikan.

“Jangan leha-leha. Harus saling membantu, aktif bekerja. DPC harus melibatkan seluruh stakeholder di dalam partai, untuk kemenangan partai,” terangnya.

Di ujung pidatonya, Rachmat menerangkan, seharusnya Rakerda III DPD PDIP NTB akan dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP PDIP Hasto Kristiyanto. 

Namun, Rachmat mengaku, Hasto Kristoyanto berhalangan hadir lantaran harus menemani kegiatan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (*)

 

 




Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan di Car Free Day di Praya

Rachmat Hidayat Aksi Kemanusiaan Lagi di Lombok Tengah, penerima bantuan menilai PDIP Jadi Partai paling peka pada rakyat

LOTENG.LombokJournal.com ~ Masyarakat yang padati arena Car Free Day di Praya, Lombok Tengah, menerima kejutan bantuan dari Rachmat Hidayat.

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu selain memberi sarapan gratis, juga memberi bantuan berupa santunan pada anak-anak yatim, mobil ambulans untuk Yayasan Tulus Angen Community, alat musik untuk musisi jalanan Mandalika, dan bantuan kursi roda elektrik untuk para penyandang disabilitas, Minggu (10/09/23).

BACA JUGA: Perpisahan Bunda Niken Sebagai Bunda PAUD NTB

Rachmat Hidayat mengatakan, bantuan yang disalurkan murni untuk aksi kemanusiaan
Rachmat Hidayat dan penerima bantuan

”Seluruh bantuan ini adalah murni aksi kemanusiaan. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan politik. Saya selalu meyakini, berbagi kepada sesama adalah salah satu cara paling kuat untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam masyarakat,” ucap Rachmat, yang saat ini merupakan Komisi VIII DPR RI.

Sebagian masyarakat mengelu-elukan nama Ketua DPD PDIP NTB yang menyalurkan bantuan. Sejumlah warga yang menandainya dari jauh segera mendekat, dan menyalami dengan takzim politisi senior Bumi Gora ini.

Penyerahan seluruh bantuan tersebut dilakukan berbarengan dengan digelarnya acara Ngopi dan Nongkrong Bareng bersama H Rachmat Hidayat dan politisi PDIP asal Lombok Tengah, H Ruslan Turmuzi. 

Acara penyerahan bantuan ini tampak spesial, sebab dihadiri Sekretaris Daerah NTB HL Gita Ariadi, yang pekan depan bakal dilantik sebagai Penjabat Gubernur NTB setelah dipilih Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA: Pulau-pulau di Lombok Lombok Bagai Mutiara Tersembunyi

Pagelaran Musik

Sejumlah politisi PDIP di Lombok Tengah ikut hadir memeriahkan acara yang juga banyak dihadiri para generasi milenial tersebut, seperti Ketua DPC PDIP Lombok Tengah yang juga Anggota DPRD Loteng, Suhaimi. 

Penyerahan bantuan untuk warga yang membutuhkan ini juga dirangkai dengan pagelaran musik. Sejumlah musisi jalanan dan musisi penyandang disabilitas unjuk kebolehan turut menghibur warga.

Rachmat mengaku bersyukur, bila bantuan yang telah diserahkan kepada masyarakat dapat membantu dan bermanfaat untuk penerima. 

Ditegaskan, membantu masyarakat yang membutuhkan menjadi prioritasnya. Bantuan itu, sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Khusus bantuan kursi roda kepada para penyandang disabilitas, diharapkan akan membantu mereka sehingga tidak lagi memiliki mobilitas terbatas.

”Kaum difabel adalah kelompok yang seringkali diabaikan oleh sebagian kita. Padahal mereka membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih. Dengan memberikan dukungan kepada mereka, kita dapat membantu mereka merasa lebih dihargai dan diterima di lingkungan sekitarnya,” kata Rachmat.

Langkahnya menebar bantuan untuk masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna itu adalah langkah kecil. Karena itu, ia menggugah pihak lain untuk juga turut memberi perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

BACA JUGA: Politisi PKS Tak Setuju Masjid Diawasi

Dukungan tersebut pun tak melulu harus berupa finansial. Berbagi waktu atau tenaga, juga tentulah akan sangat bermanfaat untuk mereka.

Didaulat menyampaikan sambutan dalam penyerahan bantuan tersebut, Sekda NTB HL Gita Ariadi menyampaikan rasa syukur masyarakat Pulau Lombok memiliki wakil seperti H Rachmat Hidayat. Dia menyebut, Rachmat Hidayat adalah amaq atau ayahandanya.

”Inaq Amaq Semeton Jari, Arik Kakak. Beliau niki Amaq tiang. Kita doakan beliau panjang umur dan tetap bisa berbuat untuk berjuang mewakili pelungguh di Jakarta, melalui partai beliau PDI Perjuangan,” kata Gita.

Dia pun menyampaikan rasa girangnya, bisa turut serta menyapa masyarakat secara langsung dalam pembagian bantuan Anggota DPR RI dari Dapil Pulau Lombok tersebut. Gita menegaskan, dirinya siap hadir dalam acara Anggota DPR RI dari partai politik manapun. 

Kesempatan tersebut juga digunakan Gita untuk menyeru kepada seluruh lapisan masyarakat agar mereka tetap rukun dan damai. Memastikan daerah tetap harmonis, adalah menjadi salah satu tugas dan tanggung jawabnya. 

Apalagi setelah resmi nantinya dilantik sebagai Penjabat Gubernur NTB.

”Inaq Amaq, endek tekanggo begejuh. Dukung pemerintah adekne daerah yang pelungguh tarik aman. Dendekn gare-gare bede pilihan muk endek saling sapak. Ngiring tarik dukung investasi sak eyak pinak masyarakat sejahtere,” kata birokrat asal Lombok Tengah ini dalam bahasa Sasak.

Sementara itu, H Ruslan Turmuzi pada kesempatan tersebut menjelaskan, sejumlah bantuan yang merupakan program aspirasinya, juga turut diserahkan kepada masyarakat. Politisi senior Lombok Tengah yang sudah lima periode duduk di DPRD NTB ini. 

Dikatakan, bantuan dari program aspirasi tersebut adalah wujud perhatiannya kepada masyarakat Lombok Tengah yang sudah menyampaikan secara langsung aspirasi kepada dirinya.

Bajang Toni yang mewakili penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga, atas perhatian yang telah diberikan H Rachmat Hidayat dan juga H Ruslan Turmuzi.

”Sekarang semakin terang benderang bagi kami, siapa partai yang sepenuhnya berbuat untuk masyarakat,” kata Bajang Toni.

Dia mengungkapkan, Yayasan Tulus Angen Community tempat dirinya berkiprah, akan sangat terbantu dengan keberadaan mobil ambulans yang telah diberikan.

Mobil itu akan sangat membantu layanan bagi 30 penyandang disabilitas dari keluarga tidak mampu yang ditangani yayasan ini terutama dalam hal menjalani fisioterapi rutin. 

Para penyandang disabilitas tersebut tidak hanya dari Lombok Tengah, tapi juga dari Lombok Barat dan Kota Mataram.

Sementara itu, Zainal Abidin, warga Dasan Gundul, Desa Menemeng, Kecamatan Peringgarata, yang menerima bantuan kursi roda elektrik juga tak bisa menyembunyikan besarnya rasa syukur dirinya. 

BACA JUGA: Pesan Gubernur NTB Pada Perayaan HARONAS 2023

Zainal Abidin harus kehilangan kedua kakinya setelah dirinya tersengat setrum listrik tahun 2019 silam. Selama 3,5 tahun, remaja 28 tahun ini harus terbaring dan tergolek lemah di tempat tidur. Sebagian besar tubuhnya terkena luka bakar.

Kini, dengan bantuan kursi roda elektrik yang nilainya satu unit mencapai Rp 27 juta itu, aktivitasnya tidak akan lagi terbatas. Dirinya ingin, dengan bantuan kursi roda tersebut, dapat menjadi jalan hidupnya bisa lebih produktif.

”Bantuan kursi roda ini menjadikan saya kini memiliki masa depan. Pak Haji Rachmat benar-benar pahlawan untuk kami,” katanya.(*)

 

 




Pulau-pulau di Lombok Bagai Mutiara Tersembunyi 

Jika dikelola baik maka keberadaan ratusan pulau di NTB, kata H Lalu Hadrian, para nelayan Lombok tak perlu lagi distigma kumuh dan marjinal

MATARAM.LombokJournal.com ~  Terdapat 280 pulau kecil di perairan Provinsi NTB, di antara banyak pulau itu terdapat 32 pulau yang berpenghuni. 

Sedangkan sisanya pulau kecil yang memiliki potensi pariwisata. Dan keberadaan pulau-pulau kecil di NTB itu dinilai sebagai mutiara tersembunyi.

BACA JUGA: Politisi PKS Tak Setuju Masjid Diawasi

Lalu Haridian Irfani punya mimpi besar bagaimana ke depan kantung pemukiman nelayan di Lombok tidak lagi terstigma sebagai kawasan kumuh dan miskin
H. Lalu Hardian Irfani

Penilaian pulau yang disebut sebagai mutiara tersembunyi itu diungkapkan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi NTB, H Lalu Hadrian Irfani, 

Politisi piawai itu bukan hanya mendorong branding pariwisata, tetapi juga meningkatkan lapangan kerja dan perekomian di sektor tersebut.

“Keberadaan ratusan pulau-pulau kecil di Lombok, NTB ini menunjukkan kekayaan bahari kita di daerah  ini,” ujar H Lalu Hadrian Irfani.

Ia  yang juga Caleg DPR RI dari PKB untuk Dapil NTB II Pulau Lombok, Minggu (10/09/23). 

Pria humble yang akrab disapa Batur Ite itu mengatakan, menjadi ironi jika potensi kelautan dan bahari yang besar ternyata jadi kantung pemukiman nelayan itu masih menyumbang angka kemiskinan cukup besar. 

BACA JUGA: Pesan Gubernur NTB Pada Perayaan Haronas 2023

Padahal jika dikelola dengan baik potensi ini bisa mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat di pesisir dan pulau-pulau kecil.

Kemiskinan Meningkat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat, angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Maret 2023 meningkat, jika dibandingkan dengan periode September 2022. 

Jumlah penduduk miskin di NTB pada Maret 2023 tercatat 751 ribu orang. Bertambah 6 ribu orang dibandingkan September 2022 yang berada di angka 744 ribu orang.

Dalam data disebutkan, profil kemiskinan di NTB didominasi kemiskinan di pedesaan, termasuk kantong nelayan di pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Sehingga akan menjadi ironis kalau pesisir dan pulau kecil yang begitu banyak potensinya justru masyarakatnya masih hidup di garis kemiskinan,” ujarnya.

H Lalu Hadrian Batur Ite mengajak generasi muda Lombok, terutama dari daerah pesisir dan pulau kecil ikut peduli dan memberikan kontribusi pemikiran dan kepedulian mengembangkan potensi ini.

“Bagaimana generasi muda terutama yang fresh graduate memikirkan pulang dan kembali membangun daerah, bukannya bermimpi berkarir di luar daerah atau Kota Besar,” papar Hadrian 

Ia mencontohkan, kawasan tiga Gili eksotis di Trawangan, Meno, dan Air, Lombok Utara. Tiga Gili yang sudah kesohor sebagai destinasi wisata internasional itu bisa membuka banyak lapangan kerja. Dan perputaran uang luar biasa hanya dari tingginya angka kunjungan wisata.

“Gili bisa jadi contoh baik untuk diduplikasi ke pulau kecil lainnya. Ini contoh dari sektor pariwisata, belum lagi potensi perikanan dan kelautannya,” tandas Hadrian

Dari sektor pertanian secara luas, subsektor perikanan memiliki potensi besar pula di Lombok dengan pulau-pulau kecilnya.

Lalu Hadrian justru menawarkan gagasan mengintegrasikan sektor perikanan dengan pariwisata.

BACA JUGA: Bunda Niken Ajak Kader PKK Bandung Nikmati Eksotisme NTB

Ia mengatakan, kawasan pesisir Lombok bagian Selatan terkenal sebagai daerah penghasil komoditi benih Lobster dan Lobster dewasa yang nilai ekonomisnya tinggi. 

Hal ini sebenarnya bisa menggugah inisiatif membangun destinasi wisata bahari di sana, baik dari sisi experience maupun dalam bentuk wisata kuliner laut.

“Wisatawan bisa merasakan pengalaman selama berinteraksi dengan nelayan di sana, bagaimana mereka membudidayakan dan memanen Lobster. Kemudian ada juga kuliner kerakyatan yang berbasis hasil laut yang bisa dinikmati di sana,” jelas Hadrian 

Menurut Lalu Hadrian, untuk meraih hal itu tentu tidak serta merta. Semua butuh proses, komunikasi lintas stakeholders, juga ketersediaan waktu yang pasti sangat panjang. Namun, papar pria ramah senyum ini, jika gagasan tidak dimulai dari sekarang akan sangat sulit mewujudkan mimpi ke depan.

“Saya punya mimpi besar bagaimana ke depan kantung pemukiman nelayan di Lombok tidak lagi terstigma sebagai kawasan kumuh, miskin dan banyak masalah sosial. Tapi bagaimana kantung nelayan bisa menjadi destinasi wisata bahari yang memiliki impak ekonomis bagi masyarakat nelayan kita,” urainya.

Ia mengatakan, kesejahteraan petani dan nelayan Lombok adalah cita-cita besar sejak ia menapaki karir politik di DPRD NTB.

Sebagai Politisi Lokal yang akan maju ke kancah nasional di DPR RI, Lalu Hadrian bertekad untuk harus bisa mewujudkan cita-cita perjuangannya selama di DPRD NTB.

“Insha Allah, kami pasti bisa meneruskan perjuangan ini. Demi kemaslahatan masyarakat Lombok dan kemajuan daerah ini,” tegas Batur Ite.

Ditanya tentang strategi dan skema gagasan pengembangan daerah pesisir dan pulau kecil di Lombok, Lalu Hadrian mengatakan saat ini semua konsep sudah dimatangkan. 

Jejaring generasi muda juga sudah dibangun terutama di kawasan pesisir dan pulau kecil.

“Yang terpenting generasi muda, teman-teman di pesisir dan pulau kecil punya semangat yang sama untuk meningkatkan akses potensi dan mengembangkan daerahnya,” imbuhnya.

Terakhir Lalu Hadrian menekankan, potensi bahari di pesisir dan pulau kecil di Lombok, NTB adalah berkah luar biasa. Tugas generasi muda penerus harus bisa mengelola potensi Sumber Daya Alam (SDA) ini dengan sebaik mungkin, (*)

 

 




Politisi PKS Tak Setuju Masjid Diawasi

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) usulkan Masjid Diawasi, Ketua HIMALO sarankan arah pembinaan

MATARAM.LombokJournal.com ~  Usulan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mengawasi masjid, karena terungkap ada masjid yang ceramah-ceramahnya kerapkali kritik kepada pemerintah, mendapat tanggaan dari H. Karman.

Kata H. Karman, bukan pengawasan masjid tapi maksimalkan pembinaan
H, Karman (kanan) dan Bang Zil

Ketua Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO), H Karman, menolak usulan itu. Menurut Ketua HIMALO itu, tempat ibadah atau masjid menjadi media persemaian idiologi anti pemerintah hanya kasuistik

BACA JUGA: Bunda Niken Apresiasi Karu Mandalika Duta Bahasa NTB

Karena itu Karman menolak usulan BNPT agar  pemerintah mengontrol semua tempat ibadah khususnya ,masjid  di Indonesia agar tempat ibadah tidak menjadi sarang radikalisme. 

“Tidak cukup dijadikan sampling bahwa masjid atau tempat ibadah menjadi media persemaian idiologi anti pemerintah. Itu kasuistik saja sifatnya,” ujar Bang Haji Karman, sapaan akrab Ketua HIMALO, Jumat 8 September 2023.

Bacaleg DPR RI dari PKS untuk Dapil NTB II Pulau Lombok ini mengaku sepakat, radikalisme dan terorisme harus dilawan dan diberantas di Indonesia. Namun hendaknya tidak dengan mengawasi atau mengontrol tempat ibadah atau masjid.

BACA JUGA: Bhakti Stunting di Desa Bonder dan Ganti, Loteng

Menurutnya, ada banyak contoh masjid-masjid yang mencerdaskan ummat, serta melakukan pemberdayaan ummat

“Masjid-masjid Itu sudah mengambil sebagian besar tugas pemerintah. Yaitu mendidik ummat. Ingat, masjid-masjid kita rata-rata swadaya. Dibangun dan dikelola menggunakan swadaya masyarakat. Jadi saran saya, bukan pengawasan yang diperlukan, melainkan pembinaan,” tukasnya.

Bang Haji Karman menilai, saat ini merupakan momentum tepat supaya Pemerintah lebih meningkatkan pembinaan dan pemberdayaan masjid. 

“Bantu ummat membangun dan mengelola masjid. Dari urusan ngelola toilet, hingga ngelola kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan masjid. Sehingga tidak ada celah bagi paham-paham radikal dan paham-paham asing lainnya masuk ke tempat ibadah kita,” katanya.

Menurutnya, dengan pembinaan yang dilakukan diharapkan masjid bisa menjadi ujung tombak melawan dan memerangi radikalisme.

“Saya setuju radikalisme, dan isme-isme asing lainnya, yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa kita harus dilawan. Dan itu bisa dilakukan melalui masjid atau tempat ibadah,” tegas Bang Haji Karman yang juga Ketum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) 2013-2017.

Sebelumnya diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengusulkan agar pemerintah mengontrol semua tempat ibadah di Indonesia agar tempat ibadah tidak menjadi sarang radikalisme. BNPT berkaca dari negara-negara luar.

Ide ini disampaikan Kepala BNPT, Rycko Amelza Dahniel dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin 4 September lalu. Dia menanggapi pernyataan anggota DPR Komisi III Fraksi PDIP, Safaruddin.

Safaruddin mengulas karyawan BUMN yakni PT KAI yang terpapar paham radikalisme. Berdasarkan pengamatan Safaruddin, terdapat masjid di BUMN kawasan Kalimantan Timur yang setiap hari mengkritik pemerintah.

“Ya memang kalau kami di Kalimantan Timur Pak, ada masjid di Balikpapan itu Pak, itu masjidnya Pertamina, tapi tiap hari mengkritik pemerintah di situ Pak, di dekat Lapangan Merdeka itu,” ujar politikus PDIP itu.

BNPT menanggapi dengan menekankan pentingnya mekanisme kontrol. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Bang Zul, Kunjungi Pringgarata, Loteng

“Kiranya kita perlu memiliki mekanisme kontrol terhadap penggunaan dan penyalahgunaan tempat-tempat ibadah yang digunakan untuk penyebaran paham radikalisme,” kata Rycko Amelza Dahniel dalam rapat.***

 

  




Mengabadikan Keindahan Lombok Lewat Lomba Foto

Keren, Rannya Gaungkan potensi wisata Lombok melalui Lomba Foto bertajuk ‘Caraku Mencintai Lombok’

MATARAM.LombokJournal.com ~  Destinasi wisata di Pulau Lombok yang eksotik mendorong Rannya Agustyra Kristiono, Bacaleg DPR RI dari Partai Gerindra menggelar lomba foto bertajuk ‘Caraku Mencintai Lombok’. 

BACA JUGA: Gamelan Srikandi NTB Memukau di Malaysia

Lomba foto keindahan Lombok merupakan cara untuk mengabadikan keindahan destinasi wisata Lombok
Lomba Foto Rannya

“Temanya tempat wisata favoritmu di Pulau Lombok. Saya mengajak generasi muda menceritakan tempat-tempat indah di Pulau Lombok,” kata Rannya, Senin (04/09/23). 

Pulau Lombok memiliki potensi wisata yang luar biasa, mendorong Rannya mengabadikan keindahan Lombok lewat lomba foto. 

Di Lombok Timur ada Gunung Rinjani dan Pantai Pink. Di Lombok Tengah ada Pantai Kuta Mandalika dan Selong Belanak. Sedangkan di Lombok Barat ada Pantai Senggigi dan Pantau Meang di Sekotong. 

“Di Kota Mataram ada Taman Loang Baloq ada Pura Mayura. Di Lombok Utara ada Gili Trawangan atau Hutan Pusuk, ” bebernya. 

Putri politisi senior Partai Gerindra H Bambang Kristiono (almarhum) ini yakin, sangat banyak tempat wisata lain di Lombok yang belum terekspose. Ia yakin, anak-anak muda memiliki referensi masing-masing. 

“Lomba foto ini salah satu cara saya memunculkan segala potensi itu, ” katanya.

BACA JUGA: KTT Asean Siap Digelar di JAKARTA Convention Center

Dara lulusan salah satu kampus kenamaan di Inggris ini melanjutkan, melalui lomba ini ia ingin melihat kesan anak muda Pulau Lombok pada tempat-tempat indah yang mereka temui. 

“Pokoknya harus ikut ini semeton Lombok sekalian. Ada hadiah jutaan rupiah dan souvenir dari saya, ” ucapnya. 

khusus Untuk syarat ikut lomba foto ini, kata Rannya, usianya antara 17-35 tahun. Pesertanya harus warga yang berdomisili Pulau Lombok, dan tidak dipungut biaya. 

Pengambilan Foto bebas menggunakan kamera apapun. Olah digital sebatas perbaikan minor (Saturasi, Brightness, Warna, Kontras dan Cropping). Periode lomba 4 September 2023 – 27 September 2023.

BACA JUGA: NTB Mall Pasarkan Produk Lokal NTB di Malaysia

“Untuk info lengkap syarat ini sementon Lombok bisa membuka Instagram @rannyakristiono @baturrannya. Pengumuman pemenang 2 Oktober 2023,” jelasnya.***

 

 




KTT ASEAN Siap Digelar di Jakarta Convention Center

Pemerintah Undonesia serius mensukseskan KTT ASEAN 2023 yang diharapkan memberikan manfaat yang besar terhadap kawasan ASEAN

JAKARTA.LombokJourna.com ~ Indonesia siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023 ke-43. 

Hal itu ditegaskan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memantau persiapan dengan mengunjungi tiga venue yang menjadi tempat gelaran KTT ASEAN ke-43. Ketiga lokasi itu adalah Jakarta Convention Center (JCC), Hutan Kota GBK, dan Rumah Kaca Plataran, Jumat (01/09/23)

BACA JUGA: Gamelan Srikandi NTB Tampil Memukau di Malaysia

Dalam undangan pendampingan kunjungan lapangan Presiden bernomor B-93/KSN/S/LN.06/08/2023 yang diterima Tim Komunikasi dan Media KTT ASEAN ke-43, disebutkan Kepala Negara pada kesempatan tersebut sekaligus mencoba jamuan makan bagi tamu VVIP.

Keterlibatan langsung Presiden Jokowi dalam persiapan tersebut  menandakan keseriusan Pemerintah RI dalam menyukseskan gelaran besar Asia Tenggara. Diharapkan KTT ASEAN ini memberikan manfaat yang besar terhadap kawasan ASEAN di masa depan.

“Persiapan sudah mencapai 99 persen, sudah siap,” kata Presiden Jokowi di Media Center KTT ASEAN ke-43, JCC, Jakarta.

Rehabilitasi Jakarta Convention Center (JCC), Hutan Kota GBK, Rumah Kaca Plataran telah dilakukan secara optimal oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pengerjaan rehabilitasi JCC tersebut terdiri dari empat zona, yakni Zona 1 (lower ground) meliputi pekerjaan arsitektur Kasuari Lounge, Merak Room, Nuri Room, Maleo Room, Kenari Room, Kakatua Room, Lower Lobby Pre Function, Summit Room, Summit Lounge, walkway ke Hotel Sultan, musala, dan toilet.

BACA JUGA: NTB Mall Pasarkan Produk Lokal NTB di Malaysia

Zona 2 (ground floor) terdiri dari pekerjaan arsitektur Assembly Hall, Main Lobby, Cendrawasih Hall dan Koridor, Pre Function Hall A, serta VIP Room dan toilet (Cendrawasih). Zona 3 (ground) terdiri dari penanganan Plenary Hall dan koridor serta president area.

Terakhir, Zona 4 (ground) berupa pemasangan kanopi, penataan drop off, taman depan, taman samping, toilet, dan musala outdoor. 

Berkaitan dengan kawasan Hutan Kota GBK dan Rumah Kaca Plataran yang jaraknya berdekatan, Kementerian PUPR mendukung peningkatan konektivitas melalui pekerjaan preservasi jalan di dalam kawasan Gelora Bung Karno sepanjang 4,67 km. 

Kemudian, rumput yang terletak di sepanjang hutan dilakukan penyiraman secara rutin menjelang KTT ASEAN ke-43 demi menjaga rumput yang berada di sekitar kawasan Hutan Kota GBK dan Rumah Kaca Plataran tetap tumbuh hijau.

Diketahui, KTT ASEAN 2023 ke-43 pada 5–7 September 2023 di Jakarta Convention Center, akan diikuti oleh 22 negara, terdiri dari 11 negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste.

Kemudian ada sembilan negara yang mitra yang diundang, di antaranya Republik Korea, India, Jepang, RRT, New Zealand, Kanada, Australia, Rusia, dan Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: UMKM NTB Sasar Pasar di Malaysia dan Singapura

Lalu ada dua negara lagi, yakni Bangladesh sebagai Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Cooks Island sebagai Ketua Pacific Island Forum (PIF).  

Indonesia juga akan mengundang organisasi internasional perserikatan bangsa-bangsa (PBB), World Bank, International Monetary Fund (IMF), World Economic Forum, IORA, dan PIF. ***

 

 




Program Talent Scouting Pondok Pesantren di Lombok

Caleg DPR RI PKB Dapil Pulau Lombok, Lalu Hardian Irfani, menyiapkan program talent scouting untuk menyiapkan masa depan santri pondok pesantren  

MATARAM.LombokJournal ~ Lalu Hardian Irfani tengah menyiapkan program Talent Scouting untuk mencari individu dengan bakat-bakat terbaik di Pondok Pesantren (Ponpes) seluruh Pulau Lombok. 

Menurut Ketua Komisi V DPRD NTB itu, kegiatan talent scouting itu menjadi panggung bakat-bakat unggul di ponpes, ini akan membuka mata khalayak bahwa Pondok Pesantren di Pulau Seribu Masjid memiliki potensi individu yang luar biasa di berbagai bidang.

BACA JUGA: Bakti Stunting, Wagub NTB Kunjungi Desa Pengadang

H. Ari di Pondok Pesantren

“Kegiatan Talent Scouting ini kami rancang juga sebagai bagian dari upaya nyata untuk mengangkat marwah Pondok Pesantren,” kata Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa NTB ini, Selasa (29/08/23). 

Lalu Hardian Irfani, politisi Lombok Tengah yang dekat dengan kalangan pondok pesantren ini dipersiapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar maju sebagai Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Dapil Pulau Lombok pada Pemilu 2024.

Lalu Hardian Irfani mengusus motto ‘Melayani Umat, Tawadhu Ulama’ ini mengatakan, pondok pesantrem telah lama menjadi pusat pendidikan Islam di Indonesia.

Pondok pesantren menjadi tempat para santri belajar agama, akhlak, dan ilmu pengetahuan umum. 

Namun, di balik fokus utama pada pendidikan agama itu, kata Hardian, pondok pesantren juga memiliki banyak individu berbakat dalam berbagai bidang.

Anggota DPRD NTB yang biasa disapa Haji Ari ini mengemukakan, pondok pesantren merupakan tempat yang merangkul berbagai aspek kehidupan, sehingga bukan hanya pendidikan agama yang diutamakan. 

BACA JUGA: NTB Kirim Komoditi Vanili ke Amerika

Bahkan banyak pondok pesantren di Pulau Lombok yang memiliki program-program pelatihan dan kegiatan di luar kurikulum utama, seperti seni, olahraga, bahasa, musik, tari, debat, dan lainnya.

“Ini membuka pintu bagi para santri yang memiliki bakat-bakat kreatif dan potensi di bidang-bidang tersebut,” imbuh pria yang dikenal dekat dengan para alim ulama di Pulau Seribu Masjid ini.

Ditegaskan, program Talent Scouting yang disiapkan pihaknya tersebut akan menjadi panggung bagi santri-santri dengan bakat terbaik tersebut. 

Nantinya, para santri yang terpilih dan terjaring dalam program Talent Scouting ini akan mendapat pembinaan yang akan mengarahkan mereka untuk pencapaian masa depan yang lebih baik.

Lalu Hadrian  menjelaskan, bagi para santri talent scouting ini akan menjadi ajang bagi mereka mengembangkan potensi individu secara holistik. Sebab memang didesain untuk mengenali dan mendukung bakat para santri.

Bukan hanya mendukung pertumbuhan mereka dalam bidang tertentu, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri dan identitas positif.

BACA JUGA: Bang Zul: Bibit Crosser Banyak Dimiliki NTB

“Santri dengan bakat-bakat unggul itu sering kali memiliki keterampilan khusus yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Seorang santri yang memiliki bakat dalam debat atau pidato dapat mengasah keterampilan berbicaranya, yang juga bermanfaat dalam pelajaran agama dan ilmu pengetahuan,” kata Hadrian

Talent scouting ini juga membantu para santri untuk lebih awal mengenali minat dan potensi karir mereka di masa depan. Ini membimbing mereka dalam memilih jalur pendidikan dan profesi yang sesuai dengan keahlian mereka. 

Menurutnya, dengan santri-santri yang memiliki masa depan cerah, secara tidak langsung akan meningkatkan marwah, citra, dan reputasi pondok pesantren di mata masyarakat secara luas.

Ia menegaskan kesiapan dirinya menjembatani bakat-bakat terbaik dari pondok pesantren di Pulau Lombok untuk mencapai masa depan yang cerah tersebut dengan memanfaatkan jejaring yang dimilikinya. Program talent couting yang disiapkannya, akan memiliki link and match dengan para pemangku kepentingan.

Sehingga mereka yang memiliki bakat-bakat terbaik tersebut akan terus mendapat kesempatan secara berkelanjutan. 

Hal itu memungkinkan mereka yang memiliki bakat di bidang akademik, bisa mengakses beasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan yang mereka inginkan. Sedang yang memiliki bakat di bidang olahraga juga akan didekatkan dengan industri olahraga sesuai dengan bakat mereka. Pun mereka yang memiliki kelebihan dan bakat di bidang seni, akan mendapatkan akses serupa.

“Sebagai panggung untuk para santri dengan bakat terbaik dari pondok pesantren di Pulau Lombok, Talent Scouting ini kami siapkan sebagai investasi masa depan untuk anak-anak kita yang menempuh pendidikan di pondok pesantren,” ucap Ari.

Dalam jangka panjang kata H Ari, para santri-santri yang telah sukses melalui program Talent Scouting ini, akan terlibat dalam pengembangan bakat adik-adik mereka. 

BACA JUGA: Pasar Tradisional Tak Boleh Tergerus Zaman

Antara lain dengan berpartisipasi dalam bentuk dukungan pelatihan, mentorship, atau bahkan dukungan finansial.

“Kami meyakini sepenuhnya, dengan dukungan yang tepat, bakat-bakat unggul dari pondok pesantren dapat menginspirasi, mencapai prestasi luar biasa, dan pada akhirnya berkontribusi besar pada masyarakat secara luas,” kata Hadrian (*)

 

 




Rachmat Hidayat Disebut Sebagai Bapak Pluralisme NTB

TGH Najamudin anggap Rachmat Hidayat politisi senior yang konsisten

Rachmat Hidayat dinilai politisi TGH Najamuddin Mustafa merupakan sosok politisi senior yang mampu menjadi pengayom lintas kalangan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua DPDP PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat disebut sosok politisi senior yang nyaris tak ada politisi lain yang mengimbangi pemikiran, sumbangsih, dan kinerjanya untuk masyarakat NTB.

Kekaguman pada anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan asal dapil NTB II Pulau Lombok, Rachmat Hidayat itu disampaikan politisi TGH Najamuddin Mustafa 

BACA JUGA: Wagub NTB Bakti Stunting di Desa Darek

Menurut Najamudin,, tak ada politisi NTB secemerlang Rachmat Hidayat
H. Rachmat Hidayat

Bagaimana tidak, Najamuddin mengaku Rachmat Hidayat sangat nasionalis dan sangat menjunjung pluralisme 

Dalam perjalanan karier politiknya meripakan generasi di bawah Rachmat Hidayat, Najamuddin mengaku, semula tak tertarik gaya politik H Rachmat Hidayat. 

Ia mengaku jarang sealiran pemikiran di kancah politik dengan Rachmat Hidayat. Namun, perbedaan itu justru membuatnya penasaran. Akhirnya, Najamuddin mengamati gerak-gerik dan tingkah-polah politik yang dijalankan Rachmat Hidayat. 

“Saya mengamaitnya sejak usia belasan tahun, skeitar 1982. Saya mengenal beliau, sering datang ke tempat saya, bertemu kakak saya. Saya tidak pernah membayangkan jadinya akan seperti ini. Yang saya bayangkan Rachmat Hidayat ini orang “jenggo” lah. “Begal” lah gayanya.

Apa yang mau saya dapatkan dari orang semacam ini. Maka saya ndak mau ikuti,” kata Najamuddin di hadapan Rachmat Hidayat saat santap siang di Prime Park Hotel Mataram, Selasa (22/08/23).

BACA JUGA: 18 Parpol di NTB Deklarasi Pemilu Damai 2024

Sejak ia amati mulai tahun 1987-1988, hidup H Rachmat Hidayat, kata Najam memang seperti itu. Ia adalah sosok politisi yang lahir dari kelas bawah “akar rumput”.Rachmat Hidayat termasuk target operasi rezim Orde Baru bersama teman seperjuangannya yang lain, misalnya Raden Suweno dan Sutomo.

Yang paling berkesan dari figure H Rachmat Hidayat menurut Najam adalah perihal konsistensi dan loyalitas.

“Yang saya lihat di beliau ini soal konsistensi dan loyalitas. Dia berani melawan rezim orde baru, dan cara melawannya kekeh dan tak surut. Hidupnya beliau seperti pengembara. Di kampung saya ndak asing lagi, wara-wiri di Sakre. Dia konsisten membela Megawati di saat orang-orang lain lari karena gertakan Orde Baru,” ujarnya. 

Dengan pengalaman dan upaya persekusi oleh rezim kala itu, Najam tak membayangkan bahwa sejarah politik H Rachmat Hidayat akan secemerlang ini. 

Semestinya, dengan keberanian berteriak lantang membela Megawati di saat masa krisis, H Rachmat Hidayat tentu sangat dekat dengan bahaya.

“Rachmat lahir dari golongan yang sangat bawah, tapi sekarang? nyaris tidak ada yang tidak mengenalnya di masyarakat bawah, apalagi politisi-pejabat kelas tinggi. Maka bagi saya politisi baru ini di bawah masa beliau, saya berkesimpulan bahwa beliau memang besar karena tidak pernah pilih-pilih, bergaul dengan semua orang dan kalangan, tidak melihat latar belakang,” jelasnya.

Bapak Pluralisme NTB

TGH Najamuddin yang juga merupakan Putra Kandung salah seorang ulama yang menyebarluaskan ajaran Nahdlatul Ulama (NU) di NTB yakni TGH Mustafa Gazali kelahiran Dusun Batu Sambak Desa Montong Tangi Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Ia takjub dengan pemikiran H Rachmat Hidayat. 

Salah satu yang paling mencolok menurut Najam adalah H Rachmat Hidayat mampu menjadi pengayom lintas kalangan. 

Kebaikannya tak pandang bulu dan latar belakang mana pun. Karakteristik itu, menurut Najam sangat relevan dengan pemikiran Presiden ke IV RI yang juga ulama kharismatik Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. 

BACA JUGA: Pasar Tradisional tak Boleh Tergerus Zaman

Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme Indonesia. Ia dikenal mampu menjadi ‘orang tua’ di balik keberagaman dan kemajemukan Indonesia.

“Saya pernah beberapa tahun ikut Gus Dur. Di Ciganjur saya kenal dengan Yenni Wahid putri beliau. Saya melihat ada persamaan cara berpikir H Rachmat Hidayat dengan Gus Dur. Saya bilang begini dari hati saya. Beliau ini sangat nasionalis, pluralismenya tinggi. Dia perlihatkan itu dalam setiap tindakannya, pikirannya mencerminkan kebangsaan,” jelasnya.

Najamuddin mencontohkan, H Rachmat Hidayat getol sekali membangun saranA ibadah bagi umat agama lain semisal Hindu dan Nasrani. Tak hanya tempat ibadah, H Rachmat Hidayat pula membangun sarana pendidikan bagi kelompok masyarakat agama lain di luar dirinya, yakni islam. 

Sikap yang ditunjukkan politisi kharismatik Bumi Gora itu dinilai sangat berpegang teguh pada semangat kemanusiaan. Ia mengeliminasi perbedaan pandangan keberagamaan. Ia rajut itu dalam semangat kebhinekaan yang memiliki kesamaan hak sebagai anak bangsa. 

“Ketika tokoh kita membangun masjid, pesantren, itu biasa. Tetapi ketika ada orang muslim membangun tempat peribadatan bagi orang Hindu, Nasrani, kita ndak salah mengatakan bahwa beliau sangat pluralis,” ujarnya.

Dengan sikap konsisten itu, anggota DPRD NTB itu mengaku tak salah jika dirinya memberikan label “Bapak Pluralisme NTB” kepada H Rachmat Hidayat. 

“Maka saya berkesikpulan orang ini saya nobatkan sebagai Bapak Plurasilme NTB. Dari hasil kinerjanya, sangat paham keberagaman. Kalau Gusdur Bapak Plurasilme Indonesia, Rachmat Hidayat  yang Bapak Pluralisme di NTB,” bebernya. 

“Saya ini tokoh NU, saya melihat bahwa seorang H Rachmat Hidayat sangat layak menjadi panutan kita. Baik dari sisi prilaku dan ketokohan (senioritasnya). Cocok jadi Bapak bangsa kita di NTB,” sambungnya. 

Tak hanya melihat dari pandangan mata saja, Najam mengaku kiprah H Rachmat Hidayat juga diakui oleh kelompok umat agama lain. Najam mengaku sering bertanya kepada kawannya soal apa yang telah diperbuat H Rachmat Hidayat. 

Menurut Najam, perhatian dan sumbangsih H Rachmat Hidayat telah diakui dan diacungi jempol. Tak hanya oleh kelompok masyarakat muslim, melainkan juga non-muslim. 

“Saya juga bertanya kepada teman-teman Budha, dikatakan Rachmat orang baik, pengayom kita, bukan hanya islam. Di teman-teman China dan Nasran, apa respon mereka? Beliau itu orang bagus. Sangat perhatian ke kita. Kalau orang kami mengatakan bagus, kenapa kita tidak,” ulasnya. 

“Ketika ada orang yang membangun tempat pendidikan agama lain, itu sangat luar biasa bagi saya. Bukan saya menyanggung, ngapain. Tapi ini bentuk perhatian dan kecintaaan saya berdasarkan pandangan dan kacamata empirik dari apa yang beliau lakukan. Ini diakui nurani dan barin saya,” imbuh anggota Komisi I DPRD NTB itu. 

Di NTB, kata Najam tidak ada politisi dan tokoh publik sekelas H Rachmat Hidayat. Secara pribadi, Najam mengaku tak akan mampu mengimbangi apalagi menyamai apa yang telah didarma-baktikan H Rachmat Hidayat kepada masyarakat NTB, khususnya Pulau Seribu Masjid. 

“Tokoh NTB tidak ada yang seperti beliau. Saya sendiri ndak mampu mengimbangi pekerjaan beliau. Karena saya masih punya rasa takut, beliau punya tingkat keagamaan tang tinggi (makrifat) tidak peduli pandangan manusia. Ini makomnya lain. Ini bedanya beliau dengan tokoh-tokoh kita yang lain. Ini jadi pelajaran, tauladan kita semua,” jelasnya. 

Terakhir, Najam mengakui bahwa kemampuan dan ketajaman pemikiran yang dimiliki H Rachmat Hidayat tak diraih atau by given dari orang lain. Melainkan itu buah dari sejarah kehidupan panjang yang dijalaninya secara otodidak.

“Ini tidak mudah saya sampaikan. Dia ini menurut saya tidak dapat ilmu dari orang, dia dapat ilmu dari dirinya, perjalanan hidupnya dia dapat ilmu dari alam. Maka saya bangga, serius saya bangga,” jelasnya.

Dalam konteks NTB, Najam mengakui akan sangat sulit menemukan lagi tokoh seperti H Rachmat Hidayat. Butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun lagi untuk melahirkan sosok yang dapat mengimbangi apa yang telah diperbuat H Rachmat Hidayat. (*)

 




18 Parpol di NTB Deklarasi Pemilu Damai 2024

Untuk mewujudkan Pemilu damai tahun 2024, menurut Gubernur NTB, harus sering bertemu, berkomunikasi dan silaturahmi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Deklarasi Pemilu Damai 2024 untuk mewujudkan Pemilu yang Aman, Damai dan Berintegrasi di Wilayah Provinsi NTB dilakukan 18 Parpol di Lapangan Bharadaksa Polda, Selasa (22/08/23).

BACA JUGA: Senggigi Suinset Jazz 2023 Digelar ke 5 kali

Deklarasi Pemilu Damai 2024

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB saat menghadiri deklarasi tersebut mengapresiasi Polda NTB yang menghadirkan semua pimpinan partai, KPU, Bawaslu dan semua stakeholder terkait untuk melakukan diskusi dan mendeklarasikan pemilu damai di NTB.

Menurut Bang Zul, mewujudkan Pemilu damai tidak cukup hanya aturan, tapi penting melakukan silaturahmi.

“Ternyata untuk mengatur manusia tidak cukup dengan aturan atau proses, tetapi harus sering bertemu, berkomunikasi dan silaturahmi,” ungkap Bang Zul usai Deklarasi Pemilu Damai.   

Sebanyak 18 Partai Politik di NTB yang akan mengikut kontestasi Pemilu 2024 membacakan deklarasi Pemilu Damai yaitu PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, Nasdem, Gelora, PKS, PKN, Hanura, Garuda, PAN, PBB, Demokrat, PSI, Perindo, PPP dan Partai Ummat.

BACA JUGA: Lalu Hardian Irfani Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan 

Menciptakan kesejukan

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto mengajak para penyelenggara, kontestan pemilu untuk sama-sama menciptakan kesejukan dan kenyamanan dalam seluruh tahapan yang ada.

“Kita semua sepakat untuk menciptakan Pemilu 2024 yang damai demi NTB yang kondusif,” ujarnya.

Kapolda juga menekankan agar jangan memberikan ruang bagi setiap orang yang tidak menginginkan Provinsi NTB aman dan nyaman dalam pesta demokrasi.

“Orang boleh berpendapat beda, tetapi jadikan perbedaan tersebut menjadi kebermanfaatan bagi NTB,” tegasmya.

Disatu sisi, Ketua Bawaslu Provinsi NTB. Itratip, ST., MT juga menegaskan untuk mewujudkan pemilu damai, diharapkan untuk melakukan kampanye sehat, jangan saling menjelek – jelekkan, menyebar hoax dan melakukan politisasi SARA. 

BACA JUGA: Arahan Sekda NTB Saat Audensi LPP RRI Mataram

Jika melakukan hal tersebut maka itu bsia mengancam keutuhan kita bersama, dengan terwujudnya pemilu damai itu, maka kita harapkan kualitas hasil dari pemilu kita itu sesuai dengan harapan masyarakat,” pungkasnya. ***

 

 




Pasar Tradisional Tak Boleh Tergerus Zaman

Rannya Agustyra Kristiono ungkapkan potensi pasar tradisional di Lombok sangat besar untuk mendukung pariwisata

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pasar tradisional di Indonesia, termasuk di Lombok, kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan buah, sayur-sayuran telur, daging, kain, pakaian, dan semacamnya.

Bagi banyak orang, keberadaan pasar tradisional menjadi hal yang lazim dari waktu ke waktu, politisi muda Gerindra, Rannya Agustyra Kristiono punya pandangan lain.

BACA JUGA: 18 Parpol di NTB Deklarasi Pemilu Damai 2024

Kata Rannya, merubah mindset pasar tradisional di Lombok
Rannya Agustyra Kristiono menyusuri pasar tradisional

Menurut Rannya, potensi pasar tradisional strategis dalam menggerakan perekonomian masyarakat dan daerah.  Apalagi jika revitalisasi dan kolaborasi pasar tradisional dengan sektor pariwisata bisa dilakukan.

“Saat ini kan, setidaknya sudah ada 8 pasar tradisional di Indonesia yang jadi destinasi wisata. Nah, di Lombok hal ini bukan mustahil untuk dilakukan juga,” kata Rannya, Selasa (22/08/23). 

Ia mencontohkan, pasar Beringharjo Yogyakarta, pasar Apung Banjarmasin, pasar Mama-Mama Papua, pasar Gede dan pasar Klewer di Solo, juga pasar Sukowati di Bali, semua tadinya adalah pasar tradisional biasa, namun telah berubah sebagai destinasi setelah disentuh.

Menurut putri mendiang HBK ini, Lombok memiliki keunikan tersendiri jika dilihat dari sisi lokasi pasar tradisional. Sepanjang jalan nasional dari Ampenan, Kota Mataram hingga Labuhan Lombok, Lombok Timur, bisa dijumpai belasan hingga puluhan pasar tradisional di sisi ruas jalan negara.

“Bayangkan kalau salah satu (pasar tradisional) menjadi destinasi wisata.Tentu ini akan berdampak bagus pada Lombok dan NTB umumnya yang sudah terbranding sebagai destinasi wisata internasional,” katanya.

BACA JUGA: Senggigi Sunset Jazz 2023 Digelar ke 5 Kali

Rannya juga mengajak generasi Milenial dan Gen Z  mengubah mindset tentang pasar tradisional. Apalagi di era persaingan global dimana gerai pasar modern sudah banyak tersedia termasuk di Lombok ini.

Kata Rannya, gerai pasar modern pangsa pasarnya masyarakat perkotaan, ekonomi menengah ke atas. Sementara pasar tradisional terstigma menjadi pangsa ekonomi menengah ke bawah.

Padahal, sejatinya gerai pasar modern berkaitan dengan investasi dan modal kapital. Sementara pasar tradisional digerakkan masyarakat lokal.

“Pasar modern bisa menyumbang lapangan kerja sebagai karyawan, sementara pasar tradisional bukan saja membuka lapangan kerja tapi juga kesempatan dan wadah berwirausaha,” ujarnya.

Cita-cita HBK

Gagasan Rannya tentang pasar tradisional ini tak lepas dari semangat dan cita-cita mendiang ayahandanya, HBK. 

Masyarakat Lombok dan NTB umumnya sangat paham jika almarhum HBK sangat serius bekerja mewakili rakyat di DPR RI, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para petani.

Menurut Rannya, petani juga harus punya akses pemasaran yang lebih terbuka dan maksimal, salah satunya yakni pasar tradisional.

Karena itu, mindset masyarakat dan pedagang di pasar tradisional pun harus mulai diubah sedikit-demi sedikit. Mulai dari bagaimana kebersihan dan kenyamanan pasar, hingga bagaimana memberikan pelayanan dan hospitality yang ramah bagi pengunjung.

“Sehingga nantinya pasar tradisional bukan saja menampung hasil para petani, tetapi juga menjadi tempat yag nyaman dikunjungi, bahkan bisa menjadi destinasi wisata baru di Lombok ini,” katanya.

Saat ini, Rannya Kristiono mulai aktif membangun jejaring dan membuka ruang diskusi dengan kelompok muda di Lombok. Salah satu yang terus dibahas adalah bagaimana generasi muda bisa mendorong pengembangan pasar tradisional.

“Banyak rekan-rekan kita generasi muda Lombok yang fresh graduated, ada sarjana ekonomi, ada pertanian dan ada juga pariwisata. Mereka bisa kembali ke kampung untuk mengaplikasikan keilmuannya untuk masyarakat,” tukas Rannya 

Kunjungannya ke pasar tradisional Kopang, Lombok Tengah, membuat Rannya optimistis menghadirkan pasar tradisional yang merujuk destinasi wisata. Apalagi lokasi pasar tradisional Kopang tepat di sisi jalan negara.

BACA JUGA: Arahan Sekda NTB Saat Audensi LPP RII Mataram

Dengan revitalisasi pasar dan mengkolaborasikannya dengan aspek pariwisata, menjadi triger pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan ekonomi, terutama para pedagang pasar dan para petani dan peternak

Di sisi lain, sebagai destinasi baru, pasar tradisional juga akan memperkaya khasanah potensi wisata di NTB ini.

“Kalau sekarang wisatawan masih banyak belanja di gerai modern, ke depan pasar tradisional bisa menjadi pilihan yang tak kalah menarik,” pungkasnya. (*)