Program Talent Scouting Pondok Pesantren di Lombok

Caleg DPR RI PKB Dapil Pulau Lombok, Lalu Hardian Irfani, menyiapkan program talent scouting untuk menyiapkan masa depan santri pondok pesantren  

MATARAM.LombokJournal ~ Lalu Hardian Irfani tengah menyiapkan program Talent Scouting untuk mencari individu dengan bakat-bakat terbaik di Pondok Pesantren (Ponpes) seluruh Pulau Lombok. 

Menurut Ketua Komisi V DPRD NTB itu, kegiatan talent scouting itu menjadi panggung bakat-bakat unggul di ponpes, ini akan membuka mata khalayak bahwa Pondok Pesantren di Pulau Seribu Masjid memiliki potensi individu yang luar biasa di berbagai bidang.

BACA JUGA: Bakti Stunting, Wagub NTB Kunjungi Desa Pengadang

H. Ari di Pondok Pesantren

“Kegiatan Talent Scouting ini kami rancang juga sebagai bagian dari upaya nyata untuk mengangkat marwah Pondok Pesantren,” kata Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa NTB ini, Selasa (29/08/23). 

Lalu Hardian Irfani, politisi Lombok Tengah yang dekat dengan kalangan pondok pesantren ini dipersiapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar maju sebagai Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Dapil Pulau Lombok pada Pemilu 2024.

Lalu Hardian Irfani mengusus motto ‘Melayani Umat, Tawadhu Ulama’ ini mengatakan, pondok pesantrem telah lama menjadi pusat pendidikan Islam di Indonesia.

Pondok pesantren menjadi tempat para santri belajar agama, akhlak, dan ilmu pengetahuan umum. 

Namun, di balik fokus utama pada pendidikan agama itu, kata Hardian, pondok pesantren juga memiliki banyak individu berbakat dalam berbagai bidang.

Anggota DPRD NTB yang biasa disapa Haji Ari ini mengemukakan, pondok pesantren merupakan tempat yang merangkul berbagai aspek kehidupan, sehingga bukan hanya pendidikan agama yang diutamakan. 

BACA JUGA: NTB Kirim Komoditi Vanili ke Amerika

Bahkan banyak pondok pesantren di Pulau Lombok yang memiliki program-program pelatihan dan kegiatan di luar kurikulum utama, seperti seni, olahraga, bahasa, musik, tari, debat, dan lainnya.

“Ini membuka pintu bagi para santri yang memiliki bakat-bakat kreatif dan potensi di bidang-bidang tersebut,” imbuh pria yang dikenal dekat dengan para alim ulama di Pulau Seribu Masjid ini.

Ditegaskan, program Talent Scouting yang disiapkan pihaknya tersebut akan menjadi panggung bagi santri-santri dengan bakat terbaik tersebut. 

Nantinya, para santri yang terpilih dan terjaring dalam program Talent Scouting ini akan mendapat pembinaan yang akan mengarahkan mereka untuk pencapaian masa depan yang lebih baik.

Lalu Hadrian  menjelaskan, bagi para santri talent scouting ini akan menjadi ajang bagi mereka mengembangkan potensi individu secara holistik. Sebab memang didesain untuk mengenali dan mendukung bakat para santri.

Bukan hanya mendukung pertumbuhan mereka dalam bidang tertentu, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri dan identitas positif.

BACA JUGA: Bang Zul: Bibit Crosser Banyak Dimiliki NTB

“Santri dengan bakat-bakat unggul itu sering kali memiliki keterampilan khusus yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Seorang santri yang memiliki bakat dalam debat atau pidato dapat mengasah keterampilan berbicaranya, yang juga bermanfaat dalam pelajaran agama dan ilmu pengetahuan,” kata Hadrian

Talent scouting ini juga membantu para santri untuk lebih awal mengenali minat dan potensi karir mereka di masa depan. Ini membimbing mereka dalam memilih jalur pendidikan dan profesi yang sesuai dengan keahlian mereka. 

Menurutnya, dengan santri-santri yang memiliki masa depan cerah, secara tidak langsung akan meningkatkan marwah, citra, dan reputasi pondok pesantren di mata masyarakat secara luas.

Ia menegaskan kesiapan dirinya menjembatani bakat-bakat terbaik dari pondok pesantren di Pulau Lombok untuk mencapai masa depan yang cerah tersebut dengan memanfaatkan jejaring yang dimilikinya. Program talent couting yang disiapkannya, akan memiliki link and match dengan para pemangku kepentingan.

Sehingga mereka yang memiliki bakat-bakat terbaik tersebut akan terus mendapat kesempatan secara berkelanjutan. 

Hal itu memungkinkan mereka yang memiliki bakat di bidang akademik, bisa mengakses beasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan yang mereka inginkan. Sedang yang memiliki bakat di bidang olahraga juga akan didekatkan dengan industri olahraga sesuai dengan bakat mereka. Pun mereka yang memiliki kelebihan dan bakat di bidang seni, akan mendapatkan akses serupa.

“Sebagai panggung untuk para santri dengan bakat terbaik dari pondok pesantren di Pulau Lombok, Talent Scouting ini kami siapkan sebagai investasi masa depan untuk anak-anak kita yang menempuh pendidikan di pondok pesantren,” ucap Ari.

Dalam jangka panjang kata H Ari, para santri-santri yang telah sukses melalui program Talent Scouting ini, akan terlibat dalam pengembangan bakat adik-adik mereka. 

BACA JUGA: Pasar Tradisional Tak Boleh Tergerus Zaman

Antara lain dengan berpartisipasi dalam bentuk dukungan pelatihan, mentorship, atau bahkan dukungan finansial.

“Kami meyakini sepenuhnya, dengan dukungan yang tepat, bakat-bakat unggul dari pondok pesantren dapat menginspirasi, mencapai prestasi luar biasa, dan pada akhirnya berkontribusi besar pada masyarakat secara luas,” kata Hadrian (*)

 

 




Wagub NTB Hadiri HUT ke-72 SDN 6 Mataram

Wagub NTB, Ummi Rohmi mengungkapkan kenangan bertemu para guru saat masih belajar di SD Negeri 6 Mataram

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Jalillah menceritakan betapa senang dan bahagianya ketika menghabiskan masa-masa sekolahnya di SDN 6 Mataram. 

BACA JUGA: Bang Zul Buka Rakerpim Muhammadiyah Wilayah NTB

Wagub NTB mendorong guru-guru menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan
Wagub NTB, Ummi Rohmi

Kenangan bahagia itu dingkapkan Wagub NTB saat menghadiri masa-masa SD dalam kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 SD Negeri 6 Mataram, Sabtu (19/08/23).

Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi itu masa kecilnya bersekolah di SD Negeri 6 Mataram. 

Diceritakan, kebahagiaan dan semangat Wagub NTB bertemu guru-guru kala itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk mengikuti setiap proses belajar waktu itu.

BACA JUGA: Lalu Hardian Irfani Ajak Generasi Musa Isi Kemerdekaan

“Saya ingat betul, waktu saya mau berangkat ke sekolah ada rasa senang dalam hati. Karena kita akan bertemu guru-guru dan teman yang baik. Menghabiskan waktu bermain dan belajar,” kenang Wagub NTB, Ummi Rohmi.

Menurut Ummi Rohmi, masa kecil yang dilalui di lingkungan sekolah dasar sangat dinikmati tanpa beban hidup dan rasa takut yang merusak masa-masa itu. 

Bahkan Ummi Rohmi merasakan mau berangkat ke sekolah tidak merasa stress, dan sebagian justru rasa rindu yang besar untuk segera bertemu guru-guru dan bermain di sekolah.

“Untuk itu, saya berharap bahwa lingkungan sekolah harus mampu mendidik anak-anak bangsa dengan rasa aman dan kebahagiaan yang menyertai,” harap Ummi Rohmi.

Dengan demikian, Wagub NTB  terus mendorong guru-guru menyulap sekolah menjadi lingkungan yang menyenangkan bagi anak-anak dalam belajar. 

Kemudian lingkungan sekolah juga harus ditetap jaga kebersihan dan keindahannya. 

BACA JUGA: Jajanan Tradisional Berpotensi Gairahkan Sektor Pariwisata

“Saya juga meminta kepada anak-anak ku, agar selalu taat dan nurut sama guru-gurunya. Karena guru adalah orang tua kedua kita dalam mendidik dan mengajari kita,” pinta Wagub NTB kepada ratusan siswa SDN 6 Mataram.

Wagub NTB, Ummi Rohmi berharap bahwa anak-anak akan menjadi generasi yang berbakti kepada guru dan orang tua serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. ***

 

 




Ummi Rohmi dan Bunda Niken Mengisi Workshop Bunda Literasi 

Harapan Ummi Rohmi agar anak-anak yang sedang mengantri Posyandu di tiap dusun bisa sambil membaca

MATARAM,LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur, Ummi Rohmi mengatakan, perpustakaan yang layak ke depan diupayakan ada di setiap desa, bahkan di pojok baca diharapkan Ummi Rohmi di setiap Poyandu Keluarga di tiap dusun di se-Provinsi NTB. 

BACA JUGA: 101 Pembalap dari 13 Negara Berlaga di Sirkluit Mandalika

Ummi Rohmi bersama Bunda Literasi mengisi workshop
Bunda Literasi dan Wagub NTB

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang biasa disapa Ummi Rohmi, saat bersama Bunda Literasi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati mengisi Workshop Bunda Literasi di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB yang baru, di JIn. Pemuda No. 63, Kota Mataram, Jum’at (11/08/23).

“Supaya anak-anak yang sedang mengantri Posyandu bisa sambil membaca,” tutur Ummi Rohmi. 

Senada dengan Ummi Rohmi, Bunda Literasi NTB, dalam kesempatan itu mengajak semua pihak mendukung gerakan literasi berbasis keluarga. 

Bunda Niken juga menjabarkan definisi literasi sebagai kedalaman pengetahuan, yang membantu seseorang menganalisa dan membuat sebuah inovasi atau produk tertentu dari pemahaman tertentu.

BACA JUGA: NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bakti Stunting

Tak hanya itu, Bunda Niken juga mengingatkan pentingnya membaca sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT dalam Al-Quran. Perintah membaca diperuntukkan bagi seluruh manusia agar terus belajar tak pandang usia. 

BACA JUGA: Bang Zul Resmikan Kawasan Literasi di Mataram

“Kita disuruh membaca belajar terus menerus dengan membaca tanpa memandang usia, seperti Rasulullah SAW yang mendapatkan wahyu pertama di usia 40 tahun,” jelasnya.***

 

 




Bang Zul Resmikan Kawasan Wisata Literasi di Mataram

Bang Zul apresiasi inovasi yang akan dikembangkan pengelola gedung layanan perpustakaan empat lantai ini, khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat.

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gedung Layanan Perpustakaan masyarakat di komplek Bumi Perkemahan Jaka Mandala, jalan Pemuda, Gomong, Mataram diresmikan Bang Zul panggilan akrab Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah.

Kawasan itu disebut sebagai kawasan wisata literasi, Bang Zul berharap agar gedung layanan ini melengkapi koleksi literasinya dari seluruh dunia. 

BACA JUGA: 101 Pembalap dari 13 Negara Berlaga di Sirkuit Mandalika

“Juga menyediakan bentuk literasi non tradisional buku tapi juga audio visual dan sering sering menggelar seminar seminar literasi,” ujar Bang Zul di Mataram, Jumat (11/08/23). 

Bang Zul mengapresiasi inovasi yang akan dikembangkan pengelola gedung layanan perpustakaan empat lantai ini dalam meningkatkan literasi masyarakat.

Drs Muhammas Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI mengatakan, pendidikan atau edukasi dan sekolah akademis adalah dua hal berbeda. 

Melalui literasi, pengetahuan dan teori yang diperoleh dari membaca buku di sekolah dan kampus belum cukup melahirkan sumberdaya manusia yang kompetitif, dengan kebutuhan dunia yang dimulai dengan literasi tentang lingkungan sendiri dan tuntutan zaman. 

BACA JUGA: NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting

“Karena itu tantangannya bagaimana meningkatkan kegemaran literasi untuk mengimbangi minat baca yng sudah tinggi melalui inovasi literasi sehingga menghasilkan produk produk yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, H Mahdi mengatakan, gedung empat lantai tersebut telah mulai pelayanan sejak Juli lalu meski lantai tiga dan empat masih belum difungsikan. 

Sedangkan lantai satu diperuntukkan khusus bagi anak dan lantai dua untuk umum dengan 900 item koleksi literasi. 

“Gedung layanan perpustakaan ini luasnya 3000 m2 berdiri diatas lahan 5000 m2 yang kami sebut kawasan wisata literasi”, sebutnya. 

BACA JUGA: Bawaslu Duga Ada Oknum Pejabat Pemprov NTB Tak Netral

Kegiatan tersebut juga menggelar workshop literasi dengan narasumber Wakil Gubernur, Bunda Literasi NTB dan dihadiri para kepala OPD serta para pegiat literasi se NTB.***

 




Wagub NTB Hadiri Kongres X HIMMAH NWDI 

Dalam kongres X HIMMAH NWDI, Wagub NTB mengajak kader HIMMAH NWDI mengisi perjuangan dengan kerja keras dan bersungguih-sungguh  

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB,. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri Kongres X HIMMAH NWDI Tahun 2023 yang bertajuk “Menguatkan Spirit Islam Moderat Yang Inovatif untuk Indonesia Maju”, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Mataram, Jum’at (04/08/23).

Dalam sambutannya Wagub NTB mengingatkan slogan HIMMAH NWDI yaitu Profesional Moralis, dan ini diharapkan terwujud dalam seluruh kegiatan NWDI.

BACA JUGA: Rakor Progres Pendidikan Kecakapan Wirausaha

Selain itu, Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB mengajak kader-kader HIMMAH NWDI dalam mengisi perjuangan dengan pedoman ikhtiar maksimal, kerja keras dan bersungguh-sungguh.

Wagub NTB mengungkapkan, pimpinan atau Ketua Umum PB Pusat HIMMAH NWDI, berkiprah pada tanggung jawab yang diemban, tidak pernah setengah-setengah. 

“Dalam berkiprah itu dilakukan dengan penuh kesungguh-sungguhan sehingga hasilnya tidak sekedar-kedar,” ungkapnya.

Ditambahkan Wagub NTB, pengkaderan HIMMAH harus sungguh-sungguh menghasilkan kader-kader pemuda tangguh yang memiliki etos kerja keras yang luar biasa. 

BACA JUGA: PT AMGM Pinjam 110 Miliar Tanpa Persetujuan DPRD 

Dan pandai menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, melek teknologi, berakhlak mulia dan bisa mengisi setiap kesempatan yang ada.

“Jadi setiap opportunity yang ada dibiarkan begitu saja, sehingga jangan hanya sebagai penonton tetapi harus menjadi pelaku disetiap kesempatan yang ada,” ujar Ummi Rohmi..

Wagub NTB berharap,  penyelenggaraan Kongres X HIMMAH NWDI menjadi momentum mewujudkan apa yang menjadi impian perjuangan HIMMAH NWDI.

BACA JUGA: Pemilu 2024, Milenial dan Gen Z Punya Kemandirian Memilih

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum PB NWDI, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, senior-senior dan alumni HIMMAH, kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan tamu undangan lainnya.***

 




Gubernur NTB: Belajar Science Tak Harus di Luar NTB

Gubernur NTB menutup agenda Youth Science Camp atau YSC 2023, pesannya agaenda YSC ke depan pesertanyajangan hanya dari NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengimbau, untuk belajar bidang science dan teknologi, tidak harus lanjut di kampus-kampus besar yang ada di Pulau Jawa.

BACA JUGA: Anak Muda NTB Harus Menguasai Ilmu Teknologi

Menurut Gubernur NTB, belajar science harus riang gembira

Menurut Gubernur NTB, kuliah belajar bidang science dan teknologi bisa di Mataram baik negeri bahkan swasta pun di NTB.

“Siapa saja yang tertarik pada bidang science dan teknologi tidak harus lanjut ke luar daerah atau kuliah di kampus-kampus besar yang ada di Pulau Jawa. Tapi bisa kuliah di Mataram baik negeri bahkan swasta pun di NTB. Yang penting untuk Strata Duanya (S2) bisa di luar negeri,” kata Gubernur NTB pada penutupan NTB agenda Youth Science Camp atau YSC 2023 bertajuk Stem Awareness in Youth for Next Generation (SAYANG), di  Aula Rinjani Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB Kamis, (27/07/23).

Selain itu, Gubernur NTB menyampaikan, partisipan YSC ke depan hendaknya bukan hanya dari NTB tapi dari seluruh Indonesia. 

BACA JUGA: Kerja Sama NTB dan Konjen RRT ke Depan Diperluas

Agenda YSC 2023 yang ditutup Bang Zul sapaan Gubernur NTB itu, diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB bekerja sama dengan Univeristas Teknologi Mara (UiTM) Malaysia dan Dosen Fakultas Teknik Mesin Universitas Mataram (UNRAM) 

Riang dan Gembira

Bang Zul menambahkan, memperkenalkan pelajaran Matematika, Fisika dan Kimia harus menggunakan teknik yang riang dan gembira agar anak-anak suka dan jatuh cinta sehingga tidak takut dengan pelajaran tersebut. 

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu mengapresiasi cara BRIDA NTB memperkenalkan pelajaran yang memang kebanyakan anak-anak tidak suka. 

Cara BRIDA memperkenalkan Science dan Teknologi dengan Ceria, riang dan gembira sudah tepat untuk menyongsong era baru untuk Indonesia Jaya. 

“Apa yang dilakukan teman-teman BRIDA dengan mengenalkan Science dan Teknologi dengan ceria riang gembira adalah suatu keniscayaan untuk menyongsong era baru untuk Indonesia Jaya,” sambung Bang Zul.

“Terima kasih kepada semua pihak penyelenggara alhamdulillah kita tutup semoga banyak menghadirkan kebaikan dan keberkahan untuk kita semua,” tutur Bang Zul. 

BACA JUGA: Wagub NTB Ingatkan Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan

Kegiatan yang digelar sejak Sabtu (22/07/2023) lalu hingga Kamis (27/07/2023)  ini diikuti siswa kelas SMP, SMA/SMK sederajat, serta guru dibimbing langsung oleh instruktur Universitas Teknologi Mara (UiTM) Malaysia dan Dosen Fakultas Teknik Mesin Universitas Mataram.

Kegiatan kelasnya penyampaian materi selama empat hari di kelas Drobotik, Robo Maker, dan Microkontroller.***

 

 




Harapan Wagub NTB, Tiap Desa Punya Perpustakaan Inklusi

Wagub NTB pinya harapan, tiap desa di NTB punya perpustakaan menarik, yang bisa jadi destinasi wisata

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Jalillah berharap tiap desa di NTB memiliki perpustakaan berbasis inklusi yang menyenangkan. 

BACA JUGA: Belajar Science Tak Harus di Luar NTB

Wagub berharap tiap desa di NTB punya perpustakaan
Wagub NTB menyerahkan tanda mata

Dan perpustakaan itu dapat diakses masyarakat seluas-luasnya. Perpustakaan yang tak hanya menghadirkan buku-buku berkualitas tetapi juga menyuguhkan teknologi yang informatif bagi masyarakat. 

Harapan adanya perpustaan tiap desa itu diungkapkan Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB saat menjadi narasumber di acara Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) XXIV Ikatan Pustakawan Indonesia (Rakerpus XXIV IPI) dan Seminar Ilmiah Nasional 2023, di Hotel Lombok Raya Kamis, (27/07/23), yang dihadiri 450 orang pustakawan se-Indonesia.

“Kita di NTB sedang beriktiar bagaimana semua desa di NTB punya perpustakaan yang menarik,” tutur Ummi Rohmi, sapaan Wagub.

BACA JUGA: Kongres Advokat Luncurkan Program Satu Desa Satu Advokat

Wagub NTB juga mengapresiasi Perpustakaan Nasional Indonesia yang telah banyak bertransformasi. 

Perpustakaan Nasional, diungkapkan Wagub, tak hanya sekedar tempat membaca buku, tetapi juga menjadi tempat transfer teknologi dan menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan.

Tak lupa pula, Ummi Rohmi juga mengajak para peserta Rakerpus untuk jalan-jalan menikmati keindahan Nusa Tenggara Barat. 

Karena Provinsi NTB telah dikaruniai berbagai potensi alam dan budaya yang luar biasa, yang sayang jika tidak dinikmati. 

BACA JUGA: Peringatan Hari Anak Nasional dan Kak Seto

“Mudah-mudahan bapak ibu sempat untuk menikmati keindahan Nusa Tenggara Barat,” tandasnya. ***

 

 




Bunda Niken Disambut Antusias Anak-anak Di Dompu 

Mengikuti Gebyar PAUD di Dompu, Bunda Niken menekankan pentingnya “Gerakan Transisi PAUD-SD Yang Menyenangkan”

DOMPU.LombokJournal.com ~ Kedatangan Bunda Niken panggilan  Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah di Dompu, selaku Bunda PAUD disambut antusias anak-anak, guru PAUD hingga masyarakat.

BACA JUGA: Kerja Sama NTB dan Konjen RRT ke Depan Diperluas

Kedatangan Bunda Niken di Dompu disambut antusias anak-anak

Kedatangan Bunda Niken untuk mengikuti Kegiatan Gebyar PAUD Kabupaten Dompu, di halaman Kantor Bupati Dompu, Senin (24/07/23)

Saat menyampaikan sambutan Bunda Niken menekankan pentingnya “Gerakan Transisi PAUD-SD Yang Menyenangkan”. Kegiatan Gebyar PAUD ini menjadi salah satu cara mendukung transisi PAUD-SD yang menyenangkan tersebut.

Menurut Bunda Niken, Gebyar PAUD ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan bakat dan kemampuannya. Termasuk orang tua hingga guru dapat memperkuat silaturahmi melalui kegiatan ini.

Bunda Niken menegaskan, PAUD tidak mewajibkan Membaca, Tulis dan Menghitung (Calistung). Hanya ada enam kompetensi dasar yang harus diutamakan oleh PAUD.

BACA JUGA: Ballona Kertasari Festival, Majukan Pariwisata KSB

Enam kompetensi dasar PAUD yang disampaikan Bunda Niken, yakni kemampuan mengenal nilai agama, moral dan akhlak, kemampuan sosial dan emosional, kemampuan kognitif, kemampuan bahasa dan komunikasi, kemampuan motorik kasar dan halus, dan kemampuan seni dan budaya.

Bunda Niken juga turut mengucapkan selamat Hari Anak Nasional yang baru saja diperingati pada 23 Juli lalu.

“Selamat Hari Anak Nasional, untuk seluruh anak-anakku semua, mari kita semua menciptakan ruang untuk anak-anak kita tumbuh berkembang di lingkungan yang aman dan menyenangkan,” ajaknya.

BACA JUGA: Bang Zul Istighosah dan Haflah Al Qur’an di Bima

Bunda Niken berharap anak-anak di NTB, khususnya di Kabupaten Dompu, menjadi generasi emas untuk menyambut cita-cita Indonesia Emas 2045 mendatang. ***

 




Peringatan Hari Anak Nasional dan Kak Seto

 Kehadiran Kak Seto di acara Hari Anak Nasional, ia menanyakan bagaimana anak-anak di Mandalika? Ia berharap di kawasan Mandalika tidak ada modus operandi yang melakukan eksploitasi anak.

Merasakan keceriaan anak-anak di Hari Anak Nasional
Penulis: Lalu Gita Ariadi

LombokJournal.com ~ Selain mengikuti pemberian penghargaan NTB sebagai Provinsi Layak Anak (Provila) Sabtu (22/07/23), juga berkesempatan mengikuti puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-39 Tahun 2023.

Acara Peringatan Hari Anak Nasional itu dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof Dr (HC) KH Ma’ruf Amin dan Ibu, di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang Jawa Tengah, Minggu (23/07/23).

BACA JUGA: Ballona Kertasari Festibal, Majukan Pariwisata KSB

Namanya juga Hari Anak Nasional, nuansa acara penuh dengan tingkah polah anak-anak  Indonesia yang ceria. Tari, musik bahkan MC nya pun dari kalangan anak-anak. Suasana acara dikemas santai. Tamu pun duduk melantai di atas beanbag.

Surprise, sambil menunggu acara Hari Anak Nasional dimulai, tiba-tiba datang dan duduk disamping kiri saya Kak Seto yang dikenal sangat dekat dengan dunia anak-anak. 

Tak pelak, kehadiran Kak Seto di acara Hari Anak Nasional itu langsung digruduk anak-anak sambil teriak-teriak memanggil dan menyebut-nyebut nama Kak Seto. 

Rupanya yang ngefans Kak Seto bukan saja anak-anak tetapi mantan anak-anak yang kini sudah jadi Ibu-ibu dan Bapak-bapak juga berebut foto bareng atau selfi dengan Kak Seto. Kak Seto menikmati suasana keceriaan anak-anak dan mantan anak-anak dengan memberi senyumnya yang khas.

Di tengah obrolan-obrolan santai dengan Kak Seto, pembicaraan kami mundur ke belakang mengenang masa jaya-jayanya TVRI yang melahirkan figur-figur legend seperti Kak Seto ini. 

Lalu teringat Pak Tino Sidin dengan topi khasnya mengajar menggambar. Penyiar-penyiar berita top, Tuty Aditama, Sambas dari desa ke desa, Ahmad Syarif, Sazli Rais, Yasir Denhas juga Max Sopacoa dan lain lain. 

BACA JUGA: Terima Kasih dan Selama Jalan Bang HBK

Ketika tahu saya dari NTB, Kak Seto langsung tanya bagaimana anak-anak di Mandalika? Saya lalu ingat memang sebelumnya pernah bertemu Kak Seto di Kute Mandalika. 

Waktu masih jadi komisaris, PT ITDC memang pernah mengundang khusus Kak Seto untuk mengedukasi anak-anak di Pantai Mandalika. 

Lalu Gita Ariadi bersanding dengan kak Seto di Hari Anak Nasional
,Miq Gita bertemu Kak Seto

Konsultasi fasilitas-fasilitas yang harus disiapkan agar Mandalika ramah anak serta bagaimana agar di kawasan Mandalika tidak ada modus operandi yang melakukan eksploitasi anak.

Dalam obrolan-obrolan tersebut saya ikut memanggil dengan sebutan Kak Seto. Di ujung akhir obrolan, dengan tertawa yang tertahan Kak Seto kemudian bercanda. 

Dulu ketika usia saya 27 tahun ke atas selalu di panggil KAK SETO. Tapi kini, di usia 72 tahun, rasanya mungkin lebih tepat kalo dipanggil KEK  SETO, katanya sambil kami ngakak bersama. 

BACA JUGA: PAUD Merupakan Tempat Bermain dan Bergembira

Alhamdulillah, sore itu menjadi Hari Anak Nasional yg ceria.  Semoga tetap sehat dan panjang umur KAK…..ehhh KEK SETO……!!!! ***

 

 




Program Desa Sehat Mahasiswa KKN Unram 

Dalam program Desa Sehat, Mahasiswa KKN Unram melakukan penyuluhan bahaya pernikahan dini dan pencegahan stunting 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Mahasiswa KKN Unram gelar penyuluhan bahaya pernikahan usia dini dan pencegahan stunting dalam program Desa Sehat, di Kantor Desa Persiapan Reban Madani, Sabtu (01/07/2023).

BACA JUGA: Roadshow Gebyar PAUD Bunda Niken di Sumbawa

Program Desa Sehat Mahasiswa KKN Unram dengan penyuluhan bahaya perikahan usia dini dan pencegahan stunting

Program Desa Sehat yang dilakukan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang sedang  Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) periode 2022/2023, dimulai pagi hari pukul 08.00 hingga selesai. 

Bekerja sama dengan salah satu dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram, Hera Alvina Satriawan, S.H., M.H. sebagai salah satu narasumber penyuluhan program Desa Sehat.

Terkait Desa Sehat, nara sumber menyebut salah satu Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus dilindungi dan dijaga, yaitu anak. 

“Adik-adik yang berusia di bawah 19 tahun merupakan tabungan atau investasi negara karena memiliki peran penting dalam menjaga dan meneruskan cita-cita bangsa. Oleh karena itu, penting untuk membentuk Peraturan Desa terkait pencegahan pernikahan usia dini,” katanya.

BACA JUGA: Siswa Diajak Bijak Gunakan Media Sosial

Selain itu, mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram juga turut mengundang Ahmad Nova Alfandi, Duta GenRe (Generasi Remaja) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Selain itu juga Nia Rahma Hartati, S. Tr. Gz., narasumber yang berprofesi sebagai ahli gizi di Puskesmas Lingsar, Lombok Barat, menyampaikan materi terkait bahaya pernikahan usia dini dan pencegahan stunting.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, Kepala Dusun, staff desa, tokoh agama dan adat, serta remaja Desa Persiapan Reban Madani. 

Selama kegiatan program Desa Sehat ini, para peserta kegiatan penyuluhan ini menyimak dengan antusias.

BACA JUGA: Bantuan CSR untuk UMKM Madu Trigona Bengkaung

Penyuluhan terkait bahaya pernikahan usia dini dan pencegahan stunting ini diharapkan menjadi awal dari tuntasnya masalah pernikahan usia dini dan stunting di Desa Persiapan Reban Madani, Kabupaten Lombok Barat.***