Rekomendasi Pendirian Fakultas Kedokteran untuk UMMAT
Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mendapat rekomendasi untuk mendirikan Fakultas Kedokteran
MATARAM.LombokJournal.com ~ Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendirikan Fakultas Kedokteran. Dukungan ini dinyatakan melalui RekomendasiPendirian Fakultas Kedokteran yang diterbitkan oleh Pemprov NTB.
Pj Gubernur NTB, DRS H Lalu Gita Ariadi M.Si yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, memberikan dukungan melalui terbitnya rekomendasi pendirian Fakultas Kedokteran ini dalam acara yang berlangsung di Ruang Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram pada Kamis (04/04/24).
Dr. Najam, yang juga merupakan kader aktif Persyarikatan Muhammadiyah NTB, menyampaikan pesan dan motivasi dari Gubernur NTB kepada seluruh Civitas Akademica UMMAT.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Najam menyatakan bahwa percepatan proses pendirian Fakultas Kedokteran di UMMAT disambut baik oleh Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. Dia juga mengapresiasi dedikasi UMMAT dalam melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang telah berkontribusi di lingkungan Pemerintah Provinsi maupun kabupaten di NTB.
Rektor UMMAT, Drs. H. Abdul Wahab, M.A., menyambut baik rekomendasi pendirian Fakultas Kedokteran dan mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Dia menegaskan komitmen UMMAT untuk terus memperbaiki layanan pendidikan dan kualitas sarana prasarana guna mendukung pendidikan di bidang kedokteran.
Kebutuhan akan tenaga kesehatan di Provinsi NTB yang masih sangat dibutuhkan menjadi dorongan bagi pihak kampus, termasuk UMMAT, untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang kesehatan.
UMMAT melihat pendirian Fakultas Kedokteran sebagai sebuah peluang untuk menghasilkan lulusan terbaik yang akan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan tenaga medis di NTB, mulai dari kabupaten hingga pelosok desa. ***
Pendidikan di Sumbawa Barat Raih Banyak Prestasi
Pj Gubernur menekankan, peran aktif menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan layanan pendidikan yang berkualitas
TALIWAN.LombokJournal.com ~Pj. Gubernur NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M.Si, mengungkapkan apresiasi terhadap kinerja insan pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Saat kunjungan ke SMAN 1 Taliwang, Pj Gubernur menyatakan peran penting pendidik dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah, Sabtu (30/03/24).
Dalam pertemuan dengan para tokoh pendidik dan kepala sekolah di Taliwang, Drs. H. L. Gita Ariadi menyoroti berbagai prestasi yang telah diraih oleh tenaga kependidikan di wilayah tersebut.
Ditekankan, pentingnya peran aktif dalam menciptakan lingkungan belajaryang kondusif serta memberikan pelayanan yang berkualitas bagi generasi muda.
Pj. Gubernur NTB berterima kasih kepada kepala sekolah, para guru, dan pengawas di SMA, SMK, serta SLB yang terus berjuang memajukan dunia pendidikan di KSB.
“Di KSB bisa menjadi contoh terdepan bagi putra-putri anak bangsa kita, terutama dengan torehan prestasi-prestasi yang membanggakan,” tuturnya.
Mengenali tantangan dalam meningkatkan kualitas di daerah, Pj. Gubernur NTB berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan infrastrukturnya.
“Tugas pemerintah provinsi adalah bagaimana Dana Alokasi Khusus (DAK) di bidang pendidikan menengah atas di kabupaten/kota se-NTB dapat diperjuangkan terus,” tukasnya.
Beliau mengajak semua pihak terkait untuk bersama-sama meningkatkan standarnya dan memastikan setiap anak mendapatkan akses kualitas yang sama.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh insan pendidik di KSB untuk terus berprestasi, dan memberikan yang terbaik bagi perkembangandi daerah tersebut. ssn/dyd
Kunjungan ke Kabupaten dan Kota Bima, Diakhiri di STKIP Bima
Saat kunjungan ke STKIP Taman Siswa Bima, Pj Gubernur NTB menekankan peran lembaga pendidikan seperti STKIP Taman Siswa dalam mencerahkan dan mencerdaskanbangsa
MATARAM.LombokJournal.com ~ Setelah menyelesaikan kunjungan kerja di Kota dan Kabupaten Bima, Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengunjungi Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, Jumat (23.02/24) .
Kunjungan tersebut diadakan dalam konteks silaturahmi dan diskusi bersama para dosen serta akademisi, fokus pada pengembangan sektor pendidikan, terutama di wilayah Kabupaten Bima.
Pada awal diskusi, Pj Gubernur NTB mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada keluarga besar STKIP Taman Siswa Bima atas kontribusinya dalam memajukan kesejahteraan umum dan meningkatkan tingkat kecerdasan masyarakat.
Miq Gita sapaan Pj Gubernur akrab disapa, menekankan peran lembaga pendidikan seperti STKIP Taman Siswa dalam mencerahkan dan mencerdaskan bangsa. Ia menegaskan, tanggung jawab pemerintah untuk memberikan dukungan dan dorongan yang diperlukan.
Miq Gita kemudian berbagi pengalaman tentang rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Kabupaten dan Kota Bima.
Beberapa agenda kunjungan telah melakukan rapat koordinasiterkait penanganan Destructive Fishing, peresmian Gong Perdamaian Nusantara, hingga inspeksi di kawasan perairan teluk Bima yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Kunjungan dalam konteks kerjasama, Pj Guberrnur NTB yang didampingi oleh Kadislutkan NTB Muslim, ST, MSi, berharap agar dapat menjalin kerjasama program dengan STKIP Taman Siswa.
Secara khusus, Pj Gubernur NTB mengajak untuk menyelaraskan program unggulan dari Dinas Kelautan dan Perikanan dengan agenda pengembangan dari STKIP Taman Siswa.
“Mudah-mudahan dari dinas kelautan perikanan ada program unggulan yang bisa disinergikan sebaik-baiknya dengan STKIP Taman Siswa,” ujar Miq Gita.
Diharapkan, dalam kunjungan kerjasama tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal bagi maasing-masing pihak. ***
Pj Gubernur NTB Apresiasi Ponpes Al Ikhlas Taliwang
Pj Gubernur NTB hadir pada peringatan milad kr 40 Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang sudah 40 Tahun Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
KSB.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si hadir dan memberikan sambutan dalam Milad ke – 40 Pondok Pesantren Al Ikhlas Taliwang Sumbawa Barat NTB Indonesia.
Pj Gubernur NTB tampak didampingi oleh Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S.Sos.,MM yang memang pernah berkiprah sebagai WR 3 di Universitas Cordova (Undova Indonesia). Undova adalah salah jenjang lembaga pendidikan tertinggi dibawah naungan Yayasan Wakaf Ponpes Al Ikhlas.
Al Mukarrom KH Zulkifli Muhadli telah terbukti melaksanakan tujuan pembangunan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum.
Karenanya, atas nama Pemprov NTB kami mengapresiasi Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat yang sudah berkhidmatselama 40 tahun lamanya, ungkap Miq Gita.
Hal tersebut disampaikan Miq Gite, sapaan Pj Gubernur, saat memberikan sambutan pada Milad Ponpes Modern Al Ikhlas Taliwang KSB, Kamis (01/03/24).
Ponpes yang didirikan 1 Februari 1984 oleh Dr. KH Lalu Zulkifli Muhadli, kini telah berusia 40 tahun.
“Alhamdulillah, berkesempatan hadir pada Milad Ponpes Modern Al Ikhlas Taliwang KSB. Ponpes yang didirikan 1 Februari 1984 oleh Almukarrom Dr. KH Lalu Zulkifli Muhadli, kini telah berusia 40 tahun. Selama itu Ponpes Modern Al Ikhlas turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Karena itu, perlu untuk diberikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Barakallah!” jelas Miq Gite.
Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Taliwang Dr. K.H. Zulkifli Muhadli SH, MM, menjelaskan Rangkaian HUT ke 40 Ponpes ini akan berlangsung selama 1 tahun hingga 1 Februari 2025 memdatang. Selama itu, akan diisi oleh berbagai kegiatan seperti seminar, bedah buku, dan berbagai kegiatan lainnya.
“Rangkaian HUT ke-40 Ponpes ini akan dilaksanakan selama 1 tahun penuh,” jelasnya.
Hadir memberikan sambutan, Rektor Universitas Darussalam Gontor – Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasi yang juga Ketua Badan Wakaf Ponpes Al Ikhlas. Dalam kesempatan tersebut, KH Hamid menjelaskan Ponpes ini dalam proses tumbuh kembangnya, berafiliasike Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo.
Ponpes modern Al Ikhlas telah mampu menunjukkan berbagai kemajuan dan prestasi.
Seorang alumni ponpes Al Ikhlas lulusan tahun 2002, Prof. Faris Al Fadhat kini wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogjakarta juga hadir memberikan testimoni dan inspirasi bagi santri yang masih menimba ilmu di Ponpes Al Ikhlas. ***
Bunda Lale Dorong Pembentukan Sekolah Bersinar
Bunda Lale mendorong pembentukan Sekolah Bersinar untuk memitigasi masalah narkoba di lingkungan sekolah
MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, Bunda Lale sapaan Penjabat (PJ) Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj Lale Prayatni Gita Ariadi, dan mendorong pembentukan “Sekolah Bersinar” untuk pencegahan peredaran narkoba.
Pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam memitigasi permasalahan narkoba di lingkungan sekolah.
Rakor yang berlangsung Kamis (19/10/23) di Ruang tamu Pendopo Gubernur itu, menyoroti urgensi masalah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah, upaya konkret yang diambil Pemprov NTB mengatasi permasalahan Narkoba yang menjangkit kalangan pelajar.
PJ Ketua TP PKK Provinsi NTB, yang akrab disapa Bunda Hj. Lale menegaskan komitmennya untuk melindungi generasi muda NTB dari ancaman narkoba, dengan membentuk sekolah bersinar.
Bunda Lale mengingatkan, pertama pencegahan dilakukan dengan sosialisasi di sekolah. Kedua, pelajar di sekolah yang positif itu direhabilitasi pihak BNN. Dan ketiga, dampak dari anak-anak yang sudah terjaring positif narkotika itu jangan sampai putus sekolah.
“Untuk mengatasi persoalan narkoba di kalangan pelajar ini pertama pencegahan dilakukan dengan sosialisasi di sekolah. Kedua, anak-anak yang sudah positif itu direhabilitasioleh pihak BNN. Selanjutnya dampak dari anak-anak yang sudah terjaring positif narkotika itu jangan sampai putus sekolah, maka saya mendorong terbentuknya sekolah bersinar,” jelas Bunda Lale.
Pada rapat tersebut, Bunda Hj. Lale membahas pembentukan anggota Tim dari PKK Provinsi, Kabupaten/Kota, BNN Provinsi, DP3AP2KB, dan Dinas Pendidikan.
Bunda Hj. Lale juga menyoroti langkah-langkah yang akan diambil dalam program Sekolah Bersinar.
Program yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari narkoba.
Selain itu, program ini akan memfasilitasi edukasi tentang bahaya narkoba bagi siswa dan orang tua, serta memberikan dukungan konseling bagi mereka yang terkena dampak penyalahgunaan narkoba.
“Sekolah Bersinar, ditujukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari narkoba. Selain itu, program ini akan memfasilitasi edukasi tentang bahaya narkoba bagi siswa dan orang tua,” tutur Bunda Lale.
PJ Ketua TP PKK Provinsi NTB menambahkan, bahwa Sekolah Bersinar adalah langkah penting untuk melindungi masa depan generasi muda dan memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang sehat dan produktif.
Dilanjutkan Bunda Lale, pada tanggal 28 Oktober di hari Sumpah Pemuda Ketua OSIS se NTB yang turut serta dalam Upacara Bendera di Lapangan Bumi Gora untuk mendeklarasikan “Anti Narkoba”, dan tetap di deklarasi pada apel pagi.
Dan tentunya tetap membentuk satuan tugas serta menyusun suatu aksi untuk jangka menengah dan panjang.
“Sekolah bersinar ini merupakan langkah penting untuk melindungi masa depan generasi muda NTB dan memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang sehat dan produktif,” tandasnya.
Rakor ini mencerminkan tekad Pemprov NTB dengan semua pihak berperan aktif dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan positif di sekolah. ***
Indra Jaya Usman, Silaturahmi Dengan Guru Semasa Sekolah
Sumber kebijaksanaan dan pengetahuan rak ternilai, Indra Jaya Usman mengabdi dan bersilaturahmi dengan guru tiada henti
MATARAM.LombokJournal.com ~ Indra Jaya Usman, menginspirasi generasi muda tentang pentingnya berbhakti, mengabdi, dan terus terhubung menjaga silaturahmidengan para guru semasa sekolah.
Bagi Indra Jaya Usman, Ketua DPD Partai Demokrat NTB yang akrab disapa Iju ini, sekolah boleh berakhir, tetapi belajar, mengabdi, dan menghormati guruadalah perjalanan seumur hidup.
”Mengabdi, bersilaturahmi, dan mengunjungi guru adalah cara kita mengenang akar pendidikan kita dan menghormati warisan intelektual mereka yang membentuk kita,” ucap Indra Jaya Usman, Rabu (18/10/23).
Indra Jaya Usman, anggota DPRD Lombok Barat tiga periode ini, terlahir dari keluarga pendidik. Ayahandanya, Drs. H. Salehi, adalah guru sekolah menengah pertama dan sudah mulai mengabdi sejak tahun 1973.
Dari SMP Peringgarata di Lombok Tengah, ayahanda Indra Jaya Usman pindah tugas ke SMP 2 Lingsar lalu mendapat promosi sebagai Kepala Sekolah SMP Sesaot.
Pindah tugas lagi sebagai Kepala Sekolah SMP 1 Lingsar, SMP Sigerongan, dan SMP Dasan Griya. Terakhir sebagai Kepala Sekolah SMP 1 Narmada, sebelum menjadi Pengawas Pendidikan dan purnabhakti pada 2010.
Memiliki ayahanda seorang guru, menjadikan Iju tahu persis, bagaimana di dalam senyap, seorang pendidik bekerja dua kali lebih keras dibanding murid-muridnya karena guru tidak hanya mengajar, tapi juga menginspirasi, dan memotivasipada saat bersamaan.
Bagaimana seorang guru di luar jam pelajaran yang harus merencanakan, menilai, dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak didiknya.
Dan bagaimana komitmen dan pengorbanan seorang guru menghabiskan waktu, tenaga, dan hati mereka untuk membangun masa depan murid-murid mereka, bahkan ketika dunia tidak melihatnya.
Karena itu, Iju mengungkapkan, betapa mengabdi dan berbhakti kepada para guru, tidaklah cukup hanya dengan kata-kata.
Namun, haruslah dilakukan dengan aksi dan tindakan nyata. Itulah mengapa, kepada para gurunya semenjak menjalani pendidikan dasar hingga ke sekolah menengah, IJU tak pernah sedikitpun alpa.
Dia rutin bersilaturahmi dan mengunjungi mereka dengan mendatanginya langsung di kediaman masing-masing.
Politisi kelahiran Narmada tahun 1980 ini menamatkan pendidikan dasar di kampung halamannya, tepatnya di SDN 3 Narmada. Selepas itu, Ijumelanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, lalu melanjutkan kembali pendidikan di MAPK Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram.
Sebelum menempuh pendidikan sarjananya di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta.
Lulus dan melanjutkan pendidikan ke tahap lebih tinggi, tak pernah membuat silaturahmi Iju dengan para gurunya terputus.
Dan hal itu, tak hanya dilakukan IJU semasa satu setengah dekade terakhir dirinya menjabat sebagai Anggota DPRD di Gumi Patut Patuh Patju. Tapi, dilakukannya secara istiqomah jauh sebelum memangku amanah sebagai wakil rakyat.
Bahkan, tidak hanya kepada guru-gurunya di sekolah formal. Perhatian besar juga diberikan IJU kepada gurunya di lembaga pendidikan non formal seperti guru ngajinya pada masa kecil di Taman Pendidikan Alquran.
”Beliau-beliau semua telah memberi kami lebih dari sekadar pelajaran. Beliau-beliau memberi kami wawasan tentang kehidupan,” imbuh IJU yang dalam Pemilu 2024 mendatang, memperluas ladang pengabdian dengan mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan Lombok Barat dan Lombok Utara.
Bagi IJU, para gurunya di pendidikan dasar adalah sumber kebijaksanaan pertama. Sebab, mereka membantu dirinya memulai perjalanan pendidikan dan mengajarkan dasar-dasar yang dibutuhkan untuk meraih impian.
Guru di sekolah menengah pertama, adalah pemandu dalam mengeksplorasi dunia pengetahuan. Mereka membantu membentuk pikiran yang kritis dan analitis. Sementara guru di sekolah menengah atas, adalah penuntun menuju masa depan.
Mereka mempersiapkan anak didiknya untuk menghadapi tantangan dunia nyata. Karena itu, penghormatan dan pengabdian kepada mereka bagi IJU, adalah sebuah keharusan.
”Jangan pernah lelah mengunjungi dan menyapa mereka, karena guru-guru kita sesungguhnya adalah sumber inspirasi dan sumber pengetahuan yang tak ternilai,” ucap Iju.
Dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat, rekam jejak IJU menunjukkan bagaimana dirinya mengusulkan dan memperjuangkan berbagai inisiatif untuk para guru.
Aktif menjaga hubungan dan berkomunikasi secara intens dengan para gurunya, telah membuat IJU menjelma menjadi politisi yang memahami permasalahan pendidikan secara lebih baik.
Sehingga IJU adalah sebaik-baik contoh, bahwa wakil rakyat yang yang memahami dunia pendidikan dengan baik, cenderung lebih berkomitmen terhadap perbaikan sistem pendidikan.
Berbicara, bersilaturahmi, dan berinteraksi dengan guru, membuat IJU memahami masalah di lapangan, sehingga dirinya pun menyiapkan sejumlah program untuk mengejar perbaikan, dan berkontribusi menciptakan kebijakan yang lebih baik untuk pendidikan.
Karena itu, jangan heran jika IJU begitu lantang bersuara dan berada di garis depan untuk memperjuangkan kesejahteraan para guru.
Ia terlibat aktif terhadap sejumlah upaya untuk mengevaluasi gaji, tunjangan, dan fasilitas kerja guru serta memastikan mereka mendapatkan hak-hak mereka. Jangan bertanya-tanya pula jika IJU fasih bicara tentang berbagai masalah yang terkait dengan biaya pendidikan, akses kesetaraan, dan kualitas pengajaran. Termasuk bagaimana mengidentifikasi dan memperjuangkan solusi yang lebih efektif untuk mengatasi aneka permasalahan tersebut. Dan jangan geleng-geleng pula, manakala mendapati IJU turun tangan langsung membantu guru-guru dalam menggalang dana untuk peralatan dan bahan ajar yang diperlukan di sekolah guna melengkapi pembiayaan serupa yang disiapkan dari anggaran pemerintah.
Iju juga menjadi inisiator sejumlah advokasi untuk kebijakan yang pro pendidikan. Antara lain dengan mengusulkan dan mendukung kebijakan pro-pendidikan untuk memperbaiki sistem pendidikan, termasuk mengatasi masalah pendanaan, akses, dan kualitas pendidikan.
Dalam kegiatan advokasi tersebut, Iju tidak sungkan mengundang para guru sebagai sebagai ahli yang terbukti telah memberikan wawasan berharga tentang praktik terbaik dan isu-isu pendidikan yang perlu diatasi. Iju juga memprakarsai praktik baik tentang bagaimana menjalin komunikasi terbuka dengan guru-guru, sehingga membuka ruang bagi para pengambil kebijakan dapat mendengarkan langsung masukan guru-guru dan mencari solusi bersama.
Sejumlah forum-forum akademis seperti seminar dan lokakarya juga diinisiasi IJU di mana guru-guru dan para pendidik dapat berbagi pengalaman, tantangan, dan rekomendasi mereka untuk memperbaiki sistem pendidikan.
“Perubahan pendidikan memang bisa dimulai di lembaga legislatif. Sebab, wakil rakyat memiliki kekuatan untuk mengubah kurikulum, alokasi anggaran, dan menciptakan peraturan yang mendukung pendidikan lebih baik,” kata Iju.
Begitu banyaknya jejak kotribusi yang telah diberikannya kepada dunia pendidikan, IJU tetap merendah dengan menyebut bahwa apa yang dilakukannya tak akan pernah sebanding dengan kontribusi yang telah diberikan oleh para guru.
Itu sebabnya, dirinya pun mengajak para generasi muda Bumi Gora untuk terus dan tidak lelah menghormati, berbhakti, dan mengabdi kepada para guru.
“Mengabdi dan silaturahmi dengan guru itu ikatan abadi dengan pengetahuan dan kebijaksanaan. Beliau-beliau para guru, adalah cahaya yang akan terus menerangi jalan kita,” ucap Iju. (*)
Studium Generale di IAIH NW Lombok Timur
Sejumlah Profesor melakukan studium generale di IAIH NW Lombok Timur, untuk memulai semester ganjil tahun ajaran 2023/2024
LOTIM.LombokJournal.com ~ Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (IAIH NW) Lombok Timur (Lotim) menggelar Studium Generale di Aula Majlis Dakwah Hamzanwadi II Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Selasa (03/09/23).
Studium generale di IAIH NW itu Sebagai langkah awal untuk memulai perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2023/2024.
Sejumlah Profesor yang mengisi studium generale di IAIH NW Lotim dengan tema RevitalisasiKajian Kutub al-Turats dalam Menguatkan Nilai-nilai Spiritual dan Intelektual. Dengan menghadirkan Guru Besar dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jawa Timur, Prof. H Kojin, Agus Zaenal Fitri dan H Teguh.
Pada tahun akademik 2023/2024 IAIH NW Lotim menerima sebanyak 1.070 orang mahasiswa baru yang tersebar di semua program studi yang dikelolanya.
Selain itu pihak civitas akademik IAIH NW Lotim terus melakukan akselerasi dan inovasi untuk menunjukan eksistensinya. Serta pengembangan kompetensi SDM yang ada di lingkungan kampus IAIH NW Lotim, baik untuk dosen maupun untuk mahasiswa.
Menghadapi era civil society 5.0 kita harus mampu berkompetisi dengan cara meningkatkan kompetensi diri dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini.
Hal itu diungkapkan Rektor IAIH NW Lotim KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani dalam sambutannya saat membuka kegiatan studi general tersebut.
“Yang harus kita miliki di era sekarang ini adalah kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual dan kecerdasan digital,” tegasnya.
Sedangkan Prof Kojin dalam pemaparan materinya yang mengangkat tema ‘Turats Sebagai Warisan Abadi bagi Setiap Generasi’.
Menurutnya, Turats adalah Peninggalan yang bermanfaat ilmu/harta dari generasi pendahulu. Peninggalan berupa ilmu dan ini peninggalan abadi
Katanya, kesuksesan adalah orang yang bisa menggunakan kesempatan yang ada.
“Gunakan waktumu sebaik-baiknya. Jangan hanya makan dan tidur. Jadikan waktumu untuk ilmumu bertambah.Itulah yang namanya santri beneran,” ujarnya.
Dikatakan, yang harus dilakukan generasi tetap membaca berkali-kali karena akan menemukan kemulian. Setelah itu, harus menulis agar bisa menjadi peninggalan.
“Tapi, harus diingat semakin tinggi ilmu seseorang makan semakin tinggi adab dan akhlaknya. Peganglah filsafat padi, semakin berbuah semakin merunduk,” katanya.
Sementara itu Mudir Forum Mudir Mahad PTKIN, H Teguh, banyak dari mahasiswa baru yang masuk ke perguruan tinggi agama tidak bisa baca tulis al-Quran dan Bahasa Arab, sehingga ini yang membuat kita di Forum Mudir Ma’had PTKIN memberikan kelas khusus untuk belajar dan menulis arab.
Prof Agus Zaenal Fitri, menerangkan ilmu itu bukan di laptop akan tetapi ilmu itu ada dalam hati. Maka harus kita bersungguh-sungguh karena kesuksesan milik orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
Penggunaan media digital telah memberikan kontribusi munculnya ruang publik baru di mana banyak muslim yang berbicara Agama Islam.
“Kajian Turats akan lebih dinamis namun salah satu tantangan berdakwah yang dihadapi saat ini adalah masalah penguasaan teknologi digital,” tegasnya.
Dengan kondisi ini, katanya, kecerdasan santri harus lebih dari 2 atau 3 di antaranya, kecerdasan intelektual, spiritual, emosional dan kecerdasan tahan banting.
“Sudah saatnya kajian turats dengan media sosial (ngaji bil medsos). Dibandingkan dengan ngaji konvensional, kelebihannya adalah jangkauannya lebih luas,” uajarnya.
Kegiatan studium general di awal tahun akademik 2023/2024 yang mengangkat tema Pendidikan Islam di Era 5.0 Revitalisasi Kajian Kutub Turats dalam Menguatkan Nilai-nilai Spiritual dan Intelektual ini, turut dihadiri oleh semua Wakil Rektor IAIH, Dekan, Kaprodi, Dosen, dan ribuan mahasiswa dan santri NW. ***
Pj Gubernur NTB Beri Penguatan Pembangunan Pendidikan
Miq Gite sapaan Pj Gubernur NTB mengingatkan agar berhati-hati mengelola anggaran pendidikan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat, Drs HL Gita Ariadi, MSi bersilaturahmi dengan komunitas sekolah dan memberikan penguatan terkait pembangunan pendidikan NTB.
“Kita saling mengingatkan agar berhati hati dalam pengelolaan program dan proyek pembangunan pendidikan,” tegas Miq Gite di depan para kepala sekolah negeri, Dinas Dikbud kabupaten/ kota dan Kantor Cabang Dinas di Teater Tertutup Taman Budaya NTB, Selasa (26/09/23).
Hal tersebut disampaikan Miq Gite terkait pengelolaan anggaran pendidikan di antara beberapa hal lain. Dalam tugas dan fungsi sekolah, Miq Gite menekankan agar penyiapan sumber daya manusia yang berdaya saing dilaksanakan sebaik baiknya dengan fokus pada program yang menjadi kewenangan provinsi seperti beasiswa di tengah keterbatasan anggaran.
Pembiayaan beasiswa difokuskan pada penguatan bahasa asing sejak kelas 12 dengan memanfaatkan peluang kerja sama beasiswa di lembaga pemerintah sampai perguruan tinggi.
Sebagai Pj Gubernur, Miq Gite menambahkan untuk memelihara stabilitas politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan serta menekankan tetap melahirkan inovasi dan kreatifitas untuk berkontribusi dalam pembangunan NTB hingga berakhirnya tugas Penjabat Gubernur.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Dr Aidy Furqon mengatakan, kegiatan penguatan kali ini dihadiri oleh sekolah negeri.
“Nanti akan ada pula koordinasi dengan sekolah sekolah swasta untuk penguatan dan silaturahmi,” kata Aidy.
Selain komunitas sekolah SMA, SMK dan SLB serta kepala lembaga pendidikan, hadir pula sebagai narasumber, Humas Polda NTB dalam penguatan keamanan memelihara kondusifitas daerah, Ketua KPU NTB tentang politik dan tahapan Pemilu serta Ketua Bawaslu memberikan pemaparan tentang netralitas ASN dan politik praktis. ***
Perpisahan Bunda Niken sebagai Bunda PAUD NTB
Selama 5 tahun bertugas menjadi Bunda PAUD NTB, pengakuan menyenangkan diungkapkan Bunda Niken bersama anak-anak
MATARAM.LombokJournal.com ~ Perpisahan Bunda Paud NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bunda Niken dirangkaikan dengan Pentas Seni di Museum NTB, Sabtu (09/09/23).
Perpisahan dengan Bunda Niken juga dirangkai dalam kegiatan “Museum Disabilitas”, yakni dengan Lomba Mewarnai tingkat SDLB dan TK/Paud se NTB.
Bund Niken mengatakan, selama 5 tahun bertugas sebagai Bunda Paud, memberikan kesan yang sangat menyenangkan bersama dengan anak-anak tercinta. Termasuk dengan guru-guru yang memiliki semangat juang untuk mendidik anak-anak menjadi generasi penerus bangsa.
“Saya bertugas selama 5 tahun bertugas sebagai Bunda Paud, merupakan masa-masa yang sungguh menyenangkan. Karena saya berinteraksi dengan anak anak Paud se NTB dengan berbagai kondisinya dan semuanya menjanjikan masa depan yang baik untuk masa depan kita. Bertemu dengan para guru Paud yang merupakan orang orang yang memiliki motivasiyang tinggi, semangat, apapun yang terjadi mereka adalah guru dari anak anak kita tercinta,” tutur Bunda Niken.
Bunda Niken mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya agar pendidikan Anak Usia Dini mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah agar semakin dikuatkan, semakin diperbaiki, ditingkatkan kualitasnya,
Menurut Bunda Niken, PAUD merupakan investasi yang besar Untuk meletakkan dasar dasar yang kuat untuk generasi ke depan.
“Kita ingin mereka memiliki rasa percaya diri sejak usia dini, mampu berbicara yang baik sejak usia dini, mengutarakan perasaan dan pikiranya. Menjadi anak anak yang cerdas, semangat dan menyikapi semuanya dengan positif. Itu adalah bekal yang baik untuk kita semua agar generasi selanjutnya menjadi generasi yang kuat dan tangguh, karena masa depan kita tau seperti apa,” ujar Bunda Niken.
Ke depan, Bunda Niken berharap agar museum dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk terus menggali pengetahuan, inspirasi, semangat dan tempat anak anak bangsa berkumpul dan menyalurkan rasa ingin tahunya tentang berbagai hal.
“Kegiatan mewarnai hari ini sangat bagus, sangat sayang kalau sekali setahun. Kalau bisa setiap sebulan, dua bulan karena didalam museum begitu banyak peninggalan sejarah dan cerita cerita yang bisa kita pelajari. Sehingga saya oikir semua yang ada di museum ini bisa menjadi inspirasi untuk dikenal anak anak kita. Pertama pertama dengan mewarnai objek – objek yang ada di museum, sehingga mereka ingin tahu apa kisah yang sedang diwarnai, sehingga mereka ingin datang kembali ke museum,” tutup Bunda Niken. ***
Bunda Niken Apresiasi Kartu Mandalika Duta Bahasa NTB
Duta Bahasa NTB yang akan mengikuti Pemilihan Duta Bahasa 2023 Tingkat Nasional beraudensi dengan Bunda Niken
MATARAM.LombokJournal.com ~ Duta Bahasa NTB masing-masing Gusti Bagus Naufal mahasiswa Universitas Mataram (Unram), dan Mila Sari mahasiswi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram beraudensidengan Bunda Niken yang juga Bunda Literasi NTB.
Kedua Duta Bahasa NTB itu akan mengikuti ajang Pemilihan Duta Bahasa 2023 Tingkat Nasional pada tanggal 25-30 September di Jakarta Pusat.
Bunda Niken memberikan apresiasiatas inovasi kartu “Mandalika” yang telah dibuat oleh Duta Bahasa NTB sebagai bentuk media bagi generasi muda untuk memudahkan dalam belajar literasi dan bahasa.
“Kartu yang sangat menarik dan tentunya ke depan harus ada bentuk digital sehingga tidak hanya bisa dimainkan dengan kartu tetapi juga di media digital juga bisa diakses,” tutur Bunda Niken di ruang tamu Pendopo Gubernur NTB, Kamis (07/09/23).
Ia juga memberi pesan, Duta Bahasa NTB agar terus mencari pengalaman dan percaya diri untuk berkomunikasi dengan audience sehingga mampu meningkatkan skill komunikasi.
“Selamat semoga sukses, yang penting sekarang banyak mencari pengalaman, semakin banyak pengalaman maka akan semakin terbiasa,” pesannya.
Mila Sari menjelaskan, kartu “Mandalika” sebagai akronim dari meningkatkan daya literasi melalui kartu dan tema Duta Bahas kali ini ada daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).
“Kartu Mandalika ini asal usulnya saat kami melakukan sosialisasi di pulau Sumbawa, disana banyak anak-anak yang masih semangat untuk belajar sehingga kami inisiatif untuk membuat sebuah permainan sekaligus media untuk belajar bagi anak-anak” jelasnya.
Sementara itu, Gusti Bagus Naufal menuturkan persiapan-persiapan yang telah dilakukan dalam mengikuti ajang Pemilihan Duta Bahasa 2023 Tingkat Nasional, seperti penyusunan laporan, persiapan minat dan bakat, bahkan kostum yang akan dikenakan.
“Banyak sekali yang telah kami persiapkan, salah satunya kostum yang akan dikenakan, kami membawa mengusung tema yang membawa nilai – nilai budaya dari Provinsi NTB,” tuturnya.***