Taruna Latsitarda Mulai  Latihan Ke Gili Terawangan 

Pemda KLU memberangkatkan sebanyak 287 Taruna Latsitarda untuk dipusatkan latihan integrasi dengan masyarakat di Gili Trawangan 

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Latihan Integritas Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XLII yang selama ini di Lombok Utara, Minggu (29/05/22) akan dipusatkan di Gili Trawangan. 

Latsitarda yang terdiri dari Taruna Akademi Militer (Akmil),  Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU), Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan Praja IPDN akan melakukan latihan integrasi di Gili Terawangan.

Pemda memberangkatkan sekitar 287 taruna peserta Latsitarda ke Gili Trawangan

Pemda Kabupaten Lombok Utara melalui OPD Dinas Lingkungan Hidup (KLH) dan OPD Dinas Perhubungan serta OPD lainnya, membantu penyiapan transportasi, konsumsi serta pasilitas penunjang untuk Latsitarda yang Latihan Integritas Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XLII ke Gili Trawangan,  Kecamatan Pamenang Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Peserta Latsitarda XLII Disambut di Lombok Utara

Kadis Lingkungsn Hidup, Drs Rusdianto, M.SI, Wahyu Darmawan, M.Si bersama Camat Pamenang, Datu Aryanata Bayuaji, S.IP, turut serta dalam pendampingan mulai penyeberangan hingga sampai di Gili Terawangan.  

Latsitarda Nusantara merupakan momentum untuk membangun sinergi TNI, Polri dan masyarakat. Latihan ini menjadi sarana guna menumbuhkan jiwa kejuangan, cinta tanah air serta semangat integrasi para Taruna untuk membangun sinergi dan soliditas TNI, Polri dan masyarakat.

Taruna/Taruni melaksanakan tugasnya  dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab, untuk memahami dan menghayati semangat persatuan dan kesatuan yang tercermin dalam sinergi dan kerja sama antar komponen bangsa

“Patuhi dan taati semua ketentuan yang berlaku sesuai Perduptar, termasuk protokol kesehatan dalam melaksanakan semua kegiatan,” pesan para pendamping.

BACA JUGA: Bupati Djohan Hadiri Peresmian Masjid Baitul Mugni, Kapu

Turut serta Kepala Desa Senaru, Raden Akribuana  yang selama ini mendampingi Taruna/Taruni melaksanakan tugas Desa Senaru, Bayan.*** 

 




Mahasiswa NTB Raih Medali Emas Di Malaysia

Sangat membanggakan, mahasiswa Indonesia peroleh medali emas dalam kompetesi Minggu Penyelidikan dan Inovasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Medali emas disabet salah satu mahasiswa Awarde Beasiswa LPP-NTB, Roi Boy Jon, dalam kompetisi yang cukup bergengsi di Malaysia yaitu Minggu Penyelidikan dan Inovasi (MPI).  

MPI  merupakan kompetisi produk yang mengundang para siswa, mahasiswa, atau peneliti dari setiap kampus yang ada di Malaysia. 

Program tersebut diinisiasi oleh 3 universitas besar Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Universiti Malaysia Terengganu (UMT), dan Universiti Kampus TATI (TATIUC).

“Proses seleksi program MPI ini tidaklah mudah dan terbilang ketat,” kata Roy Boy Jon.

BACA JUGA: Bunda Niken: di Dompu Kekerasan terhadap Perempuan Tertinggi

Menurutnya, sangat membanggakan jika projek inovasi yang digagas oleh anak-anak NTB dapat diapresiasi bahkan menjadi juara.

Jon sendiri mengaku tidak menyangka bisa mendapat penghargaan bergengsi ini. Sebab ia mengetahui, banyak peserta yang mempunyai inovasi yang luar biasa. 

“Tentunya kami merasa bangga, karena inovasi yang kami buat bisa diterima oleh masyarakat Malaysia secara luas. Dan ini menjadi kebanggaan karena nama Indonesia bisa masuk menjadi perbincangan dalam lomba tahunan yang di adakan oleh kampus seluruh Malaysia,” tuturnya.

Perlu diketahui dalam proses seleksinya di tahun ini terdapat 300 peserta dari seluruh Universitas Malaysia yang mendaftar di ajang MPI kali ini. 

Selanjutnya akan dipilih sebanyak 65 projek inovasi yang dapat dipaparkan atau dipresentasikan. ***

BACA JUGA: Penembakan Texas, 19 Siswa dan 2 Guru Tewas 

 




Wagub NTB Puji Ponpes Abul Barokat Wannafahat NWDI Loteng

Menurut Wagub NTB, ponpes ini mempunyai program unggulan yang tidak dimiliki di tempat lain

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat NWDI Bunkate Jonggat Lombok Tengah Pimpinan TGH. Muhammad Imanuddin Sumar. yang berbasis pada hafalan Al-Qur’an dan hadist serta berbahasa Inggris dan Arab mendapat pujian.

Pujian itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah program unggulan pondok pesantren tersebut.

Wagub NTB menghadiri acara halal bilhalal

“Saya bangga, dan pondok pesantren ini luar biasa, memiliki program unggulan dalam bahasa Arab dan Inggris sehingga kedepannya mampu bersaing diluar seiring kemajuan zaman di era dunia globalisasi,” puji Wagub NTB.

Ia mengatakan itu saat halal bihalal di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat  NWDI Bunkate Jonggat Lombok Tengah,  Kamis (26/05/22).

Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi ini mengakui, setiap kali kunjungannya ke daerah Lombok Utara,  Lombok Barat, Lombok Timur, banyak masyarakat menitipkan anak-anaknya masuk di Ponpes Abul Barokat ini. 

BACA JUGA: Progres MXGP Berjalan Baik, Pelaksanaan Sesuai Jadwal

Rata-rata mereka para orang tua senang dengan anak-anak mereka yang memiliki kemampuan yang sulit didapatkan di tempat lain. 

Kemampuan yang dimaksud yaitu mampu membaca kitab kuning, berbicara menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Sehingga ini menjadi luar biasa dan sangat dibutuhkan.

“Mudah-mudahan dengan dimiliki pondok pesantren ini bisa dicontoh oleh pondok-pondok pesantren yang lain. Dengan kemampuan yang dimiliki anak-anak bisa bersaing diluar negeri, misalkan di Mesir, Yordan, Amerika, Australia dan belahan dunia lainnya,” ujarnya.

Ummi Rohmi mengajak kepada para santri untuk bersemangat dalam belajar dan mendapatkan pendidikan yang luar biasa, berkat jasa Almagfurullah Maulana Syekh begitu mudahnya mendapatkan pendidikan di Pulau Lombok ini.

Menurutnya, dalam melanjutkan perjuangan harus menguasai bahasa dan melek teknologi, dengan teknologi akan mempermudah berbagai urusan pekerjaan dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Penembakan Texas, 19 Siswa dan 2 Guru Tewas 

“Mudah-mudahan pondok pesantren kedepannya makin maju, makin mensyiarkan kebaikan dan dengan kualitas pondok pesantren makin dikenal oleh masyarakat luas,” tandasnya. ***

 

 




Joki Cilik Ramai Dibahas dalam Program Kabar Bunda Niken

Resiko terjadi kecelakaan san eksploitasi anak sebagai Joki cilik, diperbincangkan dalam diskusi bersama Bunda Niken 

Bima.lombokjournal.com ~ Para orang tua joki cilik di Bima diminta membatasi buah hatinya menjadi joki pada pacuan kuda.

“Orang tua harus bergerak hatinya, untuk membatasi anak yang masih di bawah umur 10 misalnya untuk tidak menjadi joki,” kata Ketua TP. PKKB Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah.

Ia mengatakan itu saat roadshow di Kabupaten Bima, dalam program Kabar Bunda Niken (KBN) dengan mengusung  tema “Joki Cilik, secara off line dan hybrid”, Selasa (24/05/22) di Aula pendopo Bupati Dompu.

Hj Niken memberikan edukasi dan pemahaman kepada keluarga baik anak maupun bapak sebagai kepala rumah tangga, agar mengutamakan pendidikan bagi masa depan anaknya.

Mempertanyan profesi Joki Cilik

“Karena informasinya, saat lomba pacuan kuda, joki cilik ini tidak masuk sekolah,” kata Hj Niken.

BACA JUGA: Tour De Moyo, Menyelesaikan Perrsiapan Event MXGP

Persoalan lain yang dihadapi joki cilik saat pacuan, misalnya resiko kemungkinan  terjadi kecelakaan. Termasuk bila ada transaksi taruhan, merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak. 

Hal lain juga yang harus diperhatikan adalah  ada 10 hak anak yang harus dijamin oleh semua pihak.  Salah satunya adalah pendidikan dan kesehatan.

Diakuinya, Joki cilik adalah masalah kompleks yang terjadi di NTB. Namun menurutnya harus ada perlindungan khusus terhadap anak sebagai joki cilik. 

“Walaupun Pacuan kuda sebagai tradisi dan budaya di Bima,” katanya.

Sedangkan Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan, S. Pd, juga mengaku sangat khawatir keberadaan joki cilik ini. 

Menurutnya ada 3 hal yang harus diperhatikan mengenai persoalan joki cilik ini. Pertama terkait ekonomi, kedua pendidikan dan ketiga terkait hobi.

Kondisi ekonomi memaksa anak-anak ini menjadi joki cilik. Tergiur dengan bayaran yang hanya sedikit dibanding keselamatannya. 

Begitupun persoalan pendidikan, menjadi terbengkalai akibat anak tidak masuk sekolah. Tidak hanya itu, hobi turun temurun jadi faktor seorang anak berani menjadi joki.

“Disinilah peran orang tua untuk melarang anaknya menjadi joki karena masih terlalu kecil,” kata istri Wabup Bima.

Ditambahkan oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima, Nurdin, S.Sos, terkait joki cilik harus diatur khusus dengan regulasi.

“Misalnya joki colik harus diatas 10 tahun atau 15 tahun,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pemerhati anak Kabupaten Bima, Rufidah mengatakan, profesi joki cilik ini termasuk penggadean terhadap jiwa anak. 

“Karena pengaruhnya dan akibatnya  terhadap keamanan, pendidikan dan hak anak,” ujarnya 

Maka, semua pihak harus ikut peduli terhadap bentuk eksploitasi  anak ini. Baik itu orang tua joki, pemerintah, organisasi Pordasi Kabupayen Bima dan semua komponen masyarakat.

Regulasi Joki Cilik

Solusi lain yang mengemuka pada acara tersebut disampaikan salahsatu anggota pengurus Pordasi Kabupaten Bima, Drs. Irfan.

 Ia bersama pengurus daerah maupun pusat terus mengatur regulasi tentang kategori pacuan kuda tradisional ini.

“Misalnya joki harus sesuai kelas dan ukuran kuda, memakai pengaman lengkap saat latihan maupun pertandingan dan diasuransi,” terangnya.

Study and Development Institue, Ir. Irwan salah satu pemerhati anak NTB juga mengingatkan, agar permasalahan joki cilik ini minimal harus diatur oleh regulasi.

“Minimal Perbup atau Pergub, untuk mengatur dan melindungi para joki cilik ini,” tambah Irwan.

BACA JUGA: Gaya Rambut Pria yang nge-Tren Tahun 2022

Di akhir acara tersebut, Bunda Niken juga sempat berbicara dan ngobrol dengan orang tua joki cilik dan 4 anak yang berprofesi joki cilik.

Hadir pada kegiatan tersebut Camat dan ketua TP. PKK Kecamatan se Kabupaten Bima. ***

 

 




Wagub NTB dan Dirjen PAUD Diskusi Kondisi Pendidikan di NTB

Sambut Kunjungan Dirjen PAUD, Wagub berharap peningkatan literasi dan numerasi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (Dirjen PAUD) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Jumeri, S.TP. M.Si, mendiskusikan mengenai kondisi pendidikan di wilayah NTB, termasuk bagaimana cara peningkatan literasi dan numerasi di NTB.

Wagub menjelaskan Revitalisasi Posyandu
Wagub NTB dan Dirjen PAUD

“Kami ingin dan mudah-mudahan literasi dan numerasi di NTB terdapat peningkatan, maka dari itu semua elemen-elemen untuk meningkatkan kedua hal tersebut harus dibenahi segera,” ucap Wagub Sitti Rohmi.

Ia menyampaikan itu dalam diskusi menyambut  kunjungan kerja (Kunker) Dirjen PAUDdi Aula Pendopo Wagub, Mataram, Selasa (24/05/22).

BACA JUGA: Tour De Moyo, Meenyelesaikan Persiapan Event MXGP

Ummi Rohmi panggilan akrab Wagub memaparkan, Provinsi NTB memiliki program unggulan yaitu Revitalisasi Posyandu, dan peran PAUD turut serta dalam menyukseskan program ini.

Dijelaskan, dalam program unggulan Revitalisasi Posyandu, Posyandu merupakan pusat edukasi berbasis dusun, mulai dari masalah kesehatan, pendidikan dan sebagainya. 

“Disana kami juga menggandeng PAUD guna menyukseskan program ini,” terangnya.

Sementara itu, Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri, S.TP. M.Si, mengatakan, kunjungannya bersama tim di Provinsi NTB untuk memastikan kerjasama antara Pemerintah Pusat dengan daerah berjalan baik. 

“Kunjungan kerja kami disini tentu untuk memastikan kerjasama antara pemerintah pusat dengan daerah berjalan dengan baik. Tugas kami membantu daerah agar pelayanannya membaik, tentunya terkait dengan pelayanan pendidikannya,” katanya. 

Ia berharap kerjasama dan kolaborasi akan tetap terjalin dengan baik antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Ditjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek RI.

BACA JUGA: Penting, Museum Mengenang Letusan Rinjani dan Tambora

“Terimakasih sebelumnya bu Wagub telah menerima kami dengan baik, tak lupa juga agar kita terus menjalin kerjasama dan berkolaborasi untuk meningkatkan pendidikan di NTB,” harapnya.

Turut hadir dalam pertemuan, Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB bersama jajaranya dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. ***

 




Rumah Bahasa 2022, Ada Kelas Khusus Pelaku UMKM dan Pariwisata  

BRIDA NTB dan LPPNTB melakukan launching Rumah Bahasa 2022, kegiatan tahun ini tak hanya berfokus kelas TOEFL dan IELTS

MATARAM.lombokjournal.com ~ Launching Rumah Bahasa tahun 2022 di Aula Gedung Rumah Bahasa, berlangsung hari Senin (23/05/22).

BRIDA NTB yang resmi melaunching kegiatan kegiatan rumah bahasa tahun 2022, tidak hanya berfokus pada kelas TOEFL dan IELTS.

Melihat kebutuhan di Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini terdapat kelas General English yang dikhususkan kepada pelaku UMKM dan Pariwisata. 

Rumah bahasa 2022, kesempatan untu pelaku UMKM dan Pariwisata

Peningkatan kualitas bahasa asing bagi pelaku UMKM dan Pariwisata diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan internasional di NTB ke depan. 

Program Rumah Bahasa kali ini diikuti 450 peserta yang terdiri dari 50 Peserta Kelas IELTS, 250 Kelas TOEFL, dan 150 kelas General English yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat. 

BACA JUGA: Pengurus DPW Ikatan Alumni UII NTB Dilantik

Sebanyak 450 Peserta ini merupakan masyarakat NTB yang telah melalui berbagai proses seleksi, sehingga ditetapkan sebagai Peserta Rumah Bahasa tahun 2022.

Sejak pertama kali diselenggarakannya Rumah Bahasa sebagai Program Unggulan dalam Visi Misi NTB Sehat dan Cerdas, tercatat sebanyak 1860 orang Masyarakat NTB yang telah mengikuti kegiatan Rumah Bahasa, dan sudah tersertifikasi secara official. 

Dari data tersebut tentunya dapat memberikan gambaran peningkatan kualitas SDM masyarakat NTB dari segi penguasaan bahasa asing

Hal ini tentunya sejalan dengan harapan dari Pemerintah Daerah Provinsi NTB

Ahmad Muslim selaku Kabid PSDI BRIDA NTB menyampaikan harapannya, mengenai Program Rumah Bahasa NTB. 

Terserap di luar NTB

Melalui program ini Alumni Rumah Bahasa yang sudah tersertifikasi tidak hanya terserap di NTB saja. 

Namun juga dapat memberikan kesempatan yang lebih kepada mereka  untuk berkarya di luar NTB. Bahkan dapat melanjutkan studi keluar negeri, termasuk terlibat pada event – event Internasional yg di gelar di NTB. 

Selanjutnya, Rumah Bahasa pada gelombang ini akan diselenggarakan selama 3 bulan sejak Mei sampai Juli. 

Pada akhir pelatihan akan diadakan Test Official untuk seluruh peserta Rumah Bahasa.

BACA JUGA: Gelar Event Internasional, Seluruh Elemen Diminta Berbenah

Acara launching rumah bahasa tahun 2022 ini, dihadiri oleh Kepala Bidang PSDI BRIDA NTB Ahmad Muslim, S.Pd, Direktur LPPNTB Lalu Lauhul Hamdi, S.PD dan Kepala Divisi Pelatihan Sumber Daya Manusia LPPNTB Mahurni, M.TESOL.***

 

 




Pengurus DPW Ikatan Alumni UII NTB Dilantik 

Saat pelantikan Pengurus DPW IKA UII NTB, Gubernur NTB sampaikan keinginan pendirian kampus terbaik ada di Wilayah Indonesia Timur

LOBAR.lombokjournal.com ~ Pendirian kampus Universitas Indonesia (UII)  tidak hanya didirikan di wilayah pulau Jawa. 

Namun kampus-kampus terbaik tersebut bisa dikembangkan di wilayah Indonesia Bagian Timur, termasuk di Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB saat pelantikan pengurus DPW IKA NTB
Gubernur Zulkieflimansyah

“Sehingga ke depan, orang-orang Indonesia barat bisa kuliah di Indonesia timur termasuk di NTB,” kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Zul pada Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Alumni  (IKA) Universitas Islam Indonesia  (UII) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Periode 2021-2026 di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat, Senin (23/05/22).

Acara itu dirangkaikan dengan launching Kartu Tanda Anggota (KTA).

BACA JUGA:  Gelar Evebt Internasional, Seluruh Elemen Diminta Berbenah

“Jadi bukan lagi zamannya anak-anak Indonesia timur kuliah di Yogyakarta, Malang, Jakarta, Bogor dan Bandung, tetapi kita punya cita-cita agar orang Indonesia barat seperti Aceh Palembang bisa kuliah di tempat kita,” jelasnya.

Bagi Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB, kehadiran Ketua MA ke NTB, diharapkan menjadi inspirasi bagi alumni-alumni UII di NTB untuk berkiprah berkontribusi pada lembaga dan institusi yang ada.

“Saya bersyukur menjadi kebanggaan tersendiri, Ketua Umum pusat IKA UII ini adalah orang yang dimuliakan dan dihormati ditingkat nasional sebagai ketua Mahkamah Agung RI,” sanjung Bang Zul.

Seperti diketahui organisasi IKA UII adalah sebuah wadah berkumpulnya para alumni Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, antar fakultas dan juga lintas angkatan. 

Lahirnya Keluarga Alumni juga dilatar belakangi dorongan kuat untuk saling membantu sesama alumni, serta rasa tanggung jawab para alumni untuk ikut membina dan membangun almamaternya.

Menanggapi keinginan keinginan tersebut, Ketua Umum DPP IKA UII Prof. Dr. Syarifuddin, S.H., M.H. memberi apresiasi atas keinginan Gubernur untuk mendirikan dan mengembangkan kampus UII bisa berdiri di Provinsi NTB. 

“Beberapa waktu lalu, bersama para alumni UII bahwasanya ingin mengembangkan kampus UII bisa berdiri di Pekan Baru, apa salahnya dibangun juga di NTB,” jawabnya.

Selain itu ia menyampaikan pesan kepada para pengurus IKA UII yang baru saja dilantik, agar tetap menjaga kekompakan apapun kondisinya, menjaga almamater dan nama baik kampus serta nama baik organisasi. 

“Jangan lupa melakukan kerjasama yang baik dengan bapak Gubernur, agar bisa memberikan kontribusi dan arah yang benar sehingga bisa bermanfaat bagi provinsi NTB,” pesannya.

Ketua Pengurus Dewan Wilayah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII NTB, H. Muhammad Ramadhani berharap, IKA UII NTB dapat berkontribusi, berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se NTB. 

BACA JUGA: Sport Tourisma Diharapkan Jadi Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Khususnya mensukseskan program-program Pemerintah Daerah. 

Terlebih dengan suksesnya penyelenggaraan event MotoGP di NTB, ada MXGP sebentar lagi di selenggarakan di Samota Sumbawa.

“Dengan ikut terlibat memberikan kontribusi tersebut dalam mendukung program pemerintah. Sehingga alumni Ull turut andil untuk kemajuan daerah sesuai program mewujudkan visi NTB Gemilang,” tandasnya. ***

 

 




Santri Manba’ul Qur’an Didorong Belajar ke Luar Negeri

Mengaji, azan, dan berbagai skill yang dimiliki santri sangat dibutuhkan di luar negeri

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah para kyai dan ustadz dan semua yang hadir memotivasi Santri Manba’ul Qur’an mau belajar ke Luar Negeri.

Hal Itu disampaikan Gubernur NTB menghadiri dan memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an, Dusun Batu Ngulik, Desa  Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (21/05/22). 

Karena berdasarkan pengalaman Gubernur NTB sendiri yang telah menuntut ilmu di berbagai belahan dunia tersebut, anak NTB kebanyakan sukses sekokah di luar negeri. Anak NTB tak kalah dibandingkan dengan anak daerah lainnya  bahkan dengan anak-anak di luar negeri sekali pun. 

Gubernur Zulkieflimansyah

“Makanya kami Pemprov NTB rajin mengirim anak-anak di NTB ini belajar ke luar negeri. Karena jika di luar negeri anak NTB pasti sejahtera,” tutur Bang Zul. 

BACA JUGA: Membaca Sastra, Alternatif Menangkal Terorisme dan Radikalisasi

Dijelaskan, anak NTB khususnya para santri memiliki berbagai skill dapat bermanfaat di negeri rantau. 

Mengaji, azan, dan berbagai skill lainnya sangat dibutuhkan di sana, tutur gubernur. 

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Pendidikan Manba’ul Qur’an, Ustadz Ilham Fahmi dalam sambutannya mengapresiasi kedatangan Bang Zul dalam peletakan batu pertama Yayasan Pendidikan Manba’ul Qur’an.

Sejalan dengan harapan Gubernur Zul agar anak-anak NTB mau belajar ke luar negeri, Ustad Ilham juga berharap para santri di Yayasan Manba’ul Qur’an dapat menjadi generasi qurani yang mendunia. 

Mendorong santri belajar ke luar negeri

“Kita akan bangun generasi quraani yang gemilang sampai ke seluruh dunia,” harapnya.***

BACA JUGA: Kanal NTB Care Hadir, Dipuji Relawan Bumi Gora




Sukses Itu Hasil Kerja Keras, Ini Pesan Wagub NTB

Kata wagub, anak yang sukses pendidikannya menjadi kebanggaan orang tua

LOBAR.lombokjournal.com ~ Puncak kesuksesan itu dicapai dengan ketekunan, kerja keras tidak kenal menyerah, dan mampu mencari solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi. 

Wagub NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah mengingatkan itu pada Tasyakuran Penamatan Santiriawan-Santriwatri Kelas IX MTS dan Kelas XII MA Pondok Pesantren As-Sa’idiyah NWDI Tempos Daye, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Kamis (19/05/22).

“Dengan belajar tekun dilandasi nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan, maka apa yang dicita-citakan bersama para peserta didik dan orangtua akan bisa diperoleh dengan baik,” ujarnya. 

Menurutnya, terkait menuntut ilmu yang dibarengi dengan kerja keras, belajar di Pondok Pesantren memiliki nilai plus atau lebih dibandingkan dengan belajar di sekolah umum. 

Belajar di Ponpes disamping memperoleh pelajaran umum juga memperoleh ilmu agama dan pendidikan akhlaq. 

Sebaliknya di sekolah-sekolah umum hanya pelajaran umum yang bisa didapatkan.

Memberi pesan tentang mencapai sukses

“Karena itu para santri haruslah banyak bersyukur, hormat kepada para guru yang telah banyak mendidik dan menyampaikan ilmunya yang bermanfaat,” katanya.

Dan itu menjadi bekal para santri untuk menjadi pedoman hidup bersosialisasi dengan masyarakat dan bekal melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. 

BACA JUGA: Kunjungan Bappenas ke KLU, Bahas Isu Strategis UMKM

“Kecuali itu kesuksesasan kalian dalam menuntut ilmu menjadi kebanggaan orangtua, yang tujuan utama anaknya bisa sukses menempuh pendidikannya,” kata Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi yang juga Pengurus Besar Muslimat NWDI ini juga menginginkan para santri yang telah menamatkan pendidikannya, terus menggelorakan semangat belajarnya dan tidak pernah pupus harapan untuk melanjutkan pendidikannnya. 

Diingatkan, tidak ada istilah tidak mampu melanjutkan pendidikan karena terbentur biaya. Sebab saat ini banyak tawaran-tawaran beasiswa pendidikan dari pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya. 

“Namun syaratnya para santri haruslah punya kemauan dan berprestasi dan unggul di bidang-bidang tertentu. Alumni Ponpes di NTB sudah banyak yang membuktikan keberhasilan itu bisa diraih dengan kemauan dan kerja keras. Banyak alumni-alumni Ponpes yang telah sukses baik di legislatif maupun eksekutif,” kata Wagub memberi contoh.

Terkait dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi melalui media sosial yang ada di Handphone (Hp) saat ini, Wagub mengingatkan para santri untuk memanfaatkannya dengan hal-hal positif termasuk untuk belajar dan memperoleh informasi bermanfaat. 

“Hindari pemanfaatan Hp untuk hal-hal negatif dan merugikan diri sendiri dan mengecewakan orang tua,” terangnya.

Meningkatkan dan selalu memelihara kesehatan juga menjadi perhatian Wagub NTB. 

Ia ingin memastikan, warga masyarakat khususnya ibu-ibu untuk tetap menjaga kesehatan putra-putrinya dengan tetap menjaganya dengan makanan yang bergizi yang tidak mesti harus mahal. 

Sementara itu, Pimpinan Ponpes As-Sa’idiyah NWDI Tempos Daye Ustaz Munawir Said melaporkan, jumlah santri kelas IX MTS dan Kelas XII MA yang menamatkan pendidikannya tahun ini sebanyak 82 orang. 

Ponpes ini berdiri sejak tahun 2019 hampir 19 tahun yang lalu. 

BACA JUGA: Program PKK NTB, Keluarga Sehat Jauh dari Narkoba

Pihaknya bersama seluruh dewan guru dan masyarakat bertekad memajukan pendidikan di Ponpes, dengan berbagai program unggulan yang menjadi kebanggan orangtua dan masyarakat di Tempos Daye ini.

Kegiatan itu juga dihadiri anggota DPRD Provinsi NTB H. Samsu Rizal, Kakandepag Lobar Dr. H. Jalalussayuti, M.Pd anggota Forkompincam Kecamatan Gerung dan sejumlah pengurus NWDI Lombok Barat. 

Wagub NTB juga menyematkan tanda penamatan siswa secara simbolis kepada dua orang perwakilan santri. ***

 

 




Rekrutmen Beasiswa NTB Dilakukan Transparan

Selain rekrutmen Beasiswa NTB dilakukan seadil mungkin, tidak benar beasiswa NTB didominasi pulau tertentu

MATARAM.lombokjournal.com ~ Proses perekrutan penerima atau awardee beasiswa NTB yang selama ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Provinsi NTB (LPPNTB), dilakukan secara terbuka dan transparan melalui seleksi online dan offline. 

Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddi Amy, Senin (16/05/22) di Mataram. 

Menurutnya, tahapan seleksi dilakukan seadil mungkin dan penerima beasiswa merata berasal dari berbagai kabupaten dan kota di NTB. 

“Selama ini proses rekrutment dilakukan secara transparan didahului pengumuman dan sosialisasi secara online dan offline,” tutur Najam.

BACA JUGA: Sport Tourism Diharapkan Jadi Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Dari 454 awardee yang sudah dikirim ke luar negeri, sebarannya per kabupaten/kota adalah, Mataram: 85, Lobar: 62, Loteng: 58, KLU: 8, Lotim: 98, KSB: 21, Sumbawa: 68, Dompu: 14, Kota Bima: 15, Kab Bima: 25. 

Sehingga, tidak benar jika dikatakan sebaran penerima beasiswa NTB lebih didominasi pulau tertentu.

Lebih jauh dipaparkan, proses penyeleksian beasiswa NTB sendiri melalui beberapa tahapan. 

Di antaranya, Pendaftaran Online yang mana Calon Awardee mendaftarkan diri melalu website resmi LPPNTB https://lppntb.com, maupun melalui link yang sudah disediakan langsung oleh tim Beasiswa NTB.

Setelah itu akan dilakukan Seleksi Berkas. Setiap berkas yang diupload pada form pendaftaran diseleksi dan divalidasi. 

Calon awardee yang lulus seleksi berkas diumumkan melalui laman resmi LPPNTB untuk melanjutkan ke tahap Seleksi Wawancara. 

Calon awardee yang lulus seleksi wawancara diumumkan melalui laman resmi LPPNTB dan dinyatakan sebagai Awardee Beasiswa NTB. 

Hingga tahap Penempatan Kampus, persiapan keberangkatan, dan keberangkatan dilakukan seterbuka mungkin.

Sementara itu, terkait persoalan  program beasiswa yang dikatakan tidak berbasis kewenangan karena urusan pendidikan tinggi adalah kewenangan pusat. 

BACA JUGA: Wisatawan Mulai Berdatangan ke Obyek Wisata Senaru

Najamuddin menanggapi, obyek anggaran Program Beasiswa NTB  adalah masyarakat NTB yang menerima beasiwa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Program beasiswa itu sendiri ada kode rekeningnya yang dibuat berdasarkan persetujuan Kemendagri alias tidak bisa dibuat seenaknya oleh daerah. 

“Jadi yang dibiayai itu bukan lembaga pendidikan tinggi atau penyelenggaraan urusan pendidikan tinggi,” tandasnya. ***