Program Beasiswa NTB Dikenalkan pada Mahasiswa Dompu

Gubernur NTB kenalkan program Beasiswa NTB yang akan berlangsung seterusnya

DOMPU.lombokjournal.com ~ Program Beasiswa NTB sebagai bentuk wujudkan cita-cita Pemprov NTB untuk mengirimkan 1000 muda-mudi NTB untuk studi ke luar negeri.

Pengenalan program Beasiswa NTB disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah kepada Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Dompu.

Saat itu Bang Zul sapaan Gubernur NTB memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dengan tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam dalam Mewujudkan Dompu Mashur dan NTB Gemilang” bertempat di STKIP YAPIS Dompu, pada Selasa (18/10/22).

BACA JUGA: Roadshow Industrialisasi di Kabupaten Dompu

Bang Zul mengenalkan program beasiswa NTB ke mahasiswa Dompu

“Insya Allah program beasiswa ini akan tetap dilanjutkan sampai seterusnya, karena menurut saya, anak-anak NTB ini luar biasa potensinya untuk dikirim ke luar negeri,” tutur Bang Zul. 

Ia juga berharap mudah-mudahan di luar negeri anak-anak NTB bisa sadar kalau mereka tidak kalah dengan orang yang berkulit putih dan bermata biru. Sehingga bukan hanya sanggup menjadi pemimpin di Dompu tapi juga di NTB bahkan di Indonesia. 

Menurut Bang Zul, Sumber Daya Alam (SDA) itu penting, tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) jauh lebih penting. Banyak dilihat sekarang masyarakat Dompu mulai percaya bahwa Dompu punya hasil tambang emas yang luar biasa. Begitu yang diberitakan. 

“Jangan gampang terbuai akan berita, karena gampang terjebak oleh retorika. Oleh karenanya, kami kawal dengan memberikan beasiswa pada anak-anak Dompu untuk belajar tentang teknik pertambangan agar paham dan tidak mudah dibohongi orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Ir. H. Ridwan Syah, turut menyampaikan, masyarakat Dompu harus mulai berpikir, untuk mengadakan event internasional itu SDM nya juga harus siap, hospitality dan wawasan pengetahuan SDM nya perlu diasah. 

“Masyarakat NTB harus mulai berubah mindsetnya, dengan kedatangan tamu-tamu dari luar setiap tahunnya, akan menjadikan orang NTB yang berpikiran dan berwawasan global”, ucapnya. 

BACA JUGA: Ulama Jangan Jauhi Politik, Ini Harapan Bang Zul

Selanjutnya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Peresmian Lapangan Futsal, serta Pembagian Sembako bagi dhuafa.

 




Wagub NTB Resmikan Showroom Pertanian SMKN 1 Narmada

Siswa-siswi dalam era dunia bisnis, menurut Wagub NTB, harus memiliki kecakapan dalam dunia bisnis

LOBAR.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri sekaligus melaunching Showroom Pertanian atau Penjualan  Aneka Ragam Bibit Hortikultura dan Tanaman Hias, bertempat di SMKN 1 Narmada Lombok Barat, Senin (17/10/22).

Dalam sambutannya, Wagub menyebutkan bahwa barometer suatu sekolah itu berhasil apabila siswa-siswinya dalam proses belajar mengajar menyenangkan.

BACA JUGA: Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di NTB Digelar

Wagub NTB mendorong siswa ahar memiliki kecakapan di era dunia bisnis

“Jika siswa-siswinya belajarnya senang riang gembira, bisa dikatakan bahwa sekolah itu berhasil,” puji Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Dipaparkan Umi Rohmi, dalam era dunia bisnis Umi Rohmi mengajak kepada siswa-siswi SMKN 1 Narmada untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk memiliki keterampilan di era dunia bisnis. Di antaranya memiliki kemampuan memecahkan masalah, mampu mengatur diri sendiri, menguasai teknologi dan membangun jaringan.

“Dengan memiliki kecakapan seperti itu, siswa-siswi nantinya siap bersaing di era dunia bisnis dengan kemampuan yang dimiliki,” pungkasnya.

Tak lupa, Wagub memberikan apresiasi dan berikan ucapan selamat kepada SMKN 1 Narmada dengan inovasinya mendirikan shoroom pertanian atau penjualan aneka bibit holtikultura dan tanaman hias.

“Semoga tidak hanya launching-launching tapi awal untuk meraih kesuksesan kedepannya sesuai yang dihajatkan SMK untuk siap bekerja,” tutupnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Narmada H. Mahmud S.Pd., M. Si., menceritakan SMKN 1 Narmada berdiri tahun 2008, kini memiliki siswa 803 siswa terdiri dari 29 rombongan belajar. Selain itu memiliki core pertanian dan komputer dan memiliki 9 konsentrasi jurusan.

Terkait peresmian Showroom pertanian atau penjualan aneka bibit holtikultura SMKN 1 Narmada merupakan inovasi dari core pertanian menjadi penyempurnaan dalam proses pembelajaran bagi siswa.

“Ini menjadi tempat praktik langsung di lapangan tidak hanya belajar teori-teori saja di kelas sehingga menjadi suatu produk dan bisa dipasarkan langsung di shoroom yang akan diresmikan hari ini,” tuturnya.

BACA JUGA: Bupati dan Wabup Lombok Utara Kunjungi Korban Tanah Longsor

Selanjutnya, Wagub Umi Rohmi bersama rombongan meninjau produk hasil siswa-siswi SMKN 1 Narmada. Adapun yang disediakan cukup lengkap seperti bibit Kelengkeng, Durian, Mangga, Nangka, Manggis dan lainnya. ***

 

 




Loka Karya 7 Festival Panen Hasil Belajar di KLU

Kadisbudpora KLU atas nama bupati yang membuka loka karya ini menaruh harapan, lokakarya ini akan meningkatkan kualitas pendidikan di KLU

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Lokakarya ke-7 Festival Panen Hasil Belajar dibuka Bupati Lombok Utara yang diwakili Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Adnan,S.Pd,Mpd, Minggu (16/10/22).

Kegiatan berlangsung dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (16/10/22), dipusatkan di gedung SD Bertingkat Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Duta Bahasa Diminta Maksimalkan dan Perluas Programnya

Adnan berharap peserta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran

Lokakarya dimaksudkan untuk memberdayakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan proses dan hasil peserta didik.

Dalam sambutannya, Adnan memberikan gambaran tentang sekolah sebagai tempat belajar dan belajar untuk berprilaku yang baik. Sekolah juga sebagai ekosistem pendidikan yang merupakan sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dengan faktor abiotik (unsur tak hidup). 

Bila kedua unsur itu dikelola dengan tepat sangat membantu proses pembelajaran murid menjadi berkualitas.

“Selaku Kepala Dinas, tentunya saya sangat mendukung pelaksanaan program pendidikan guru penggerak, serta menaruh harapan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lombok Utara,” tukas Adnan.

Adnan menuturkan, program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan langkah strategis dari Pemerintah Republik Indonesia, dengan mewujudkan guru yang berdaya.  

Ia mengimbau agar peserta workshop bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, untuk menyerap materi dan informasi, sehingga sekembalinya ke sekolah diharapkan dapat mengembangkan materi pembelajaran yang lebih baik dari sebelumnya.

“Bupati sangat mendukung pelaksanaan program pendidikan guru penggerak, serta menaruh harapan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lombok Utara,” terang Adnan. 

Kegiatan lokakarya ke7 calon guru penggerak, merupakan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan Guru Penggerak. 

Loka Karya 7 Festival Panen Hasil Belajar yang diikuti oleh Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan ke 4 se Kabupaten Lombok Utara berjumlah 54 orang, mulai dari jenjang pendidikan Paud sampai SMA/SMK, jumlah pengajar Praktik 9 orang.

BACA JUGA: Festival Budaya Lombok Utara 2022 di Desa Bentek

Di akhir acara, Kadis Dikbutpora dan para undangan lainnya langsung menuju STAN stan yang sudah tersedia menampilkan berbagai karya Calon Guru Penggerak ***

 

 




Duta Bahasa Diminta Maksimalkan dan Perluas Programnya

Buka Kegiatan Krida Bahasa dan Sastra, Bunda Literasi Inginkan Duta Bahasa ajak masyarakat gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bunda Literasi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menginginkan Duta Bahasa dan Duta Bahasa Yuwana NTB, lebih memaksimalkan perannya.

Selain itu mengajak masyarakat mesosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta memperluas program-programnya.

BACA JUGA: Talenta NTB Berpartisipasi dalam Shell Eco Marathon 2022

Bunda Literasi mengajak Duta Bahasa mendorong masyarakat gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Duta Bahasa

Bunda Literasi menyampaikannya saat membuka kegiatan Krida Bahasa dan Sastra dalam rangka pembinaan finalis Duta Bahasa 2022 di Kantor Bahasa, Mataram, Jumat (14/10/22).

“Menjadi Duta merupakan penggerak, insiprator sekaligus pemimpin, saya berharap teman-teman mengajak, dimulai dari lingkungan masyarakat sekitar untuk penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dengan keberadaan komunitas-komunitas pecinta bahasa yang ada di NTB ajak juga mereka untuk berkolaborasi tentu hal tersebut dapat bermanfaat buat kalian,” terangnya.

Bu Niken panggilan akrabnya menjelaskan, kolaborasi yang bisa dilakukan oleh Duta Bahasa NTB banyak cara, mulai dari mengajari anak usia dini cara membaca hingga membuat klub membaca buku.

“Dengan mengajari cara membaca kita juga membutuhkan komunikasi, dengan begitu komunikasi yang digunakan harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” kata Bunda Niken.

Menurutnya, mengajari anak usia dini membaca dan membuat klub membaca buku, dapat mengasah keterampilan teman-teman.

Bunda Niken mengungkapkan, bangga terhadap Duta Bahasa dan Duta Bahasa Yuwana terpilih yang masih ingin berdedikasi dan tetap berusaha mengeksistensikan Bahasa Indonesia.

“Saya bangga karena masih ada anak-anak yang hingga kini memberikan dedikasinya terhadap Bahasa Indonesia,” terangnya.

BACA JUGA: Ragam Kesenian Islami di Festival Qasidah LASQI

Sebelumnya, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas, mengatakan kegiatan ini digagas untuk untuk memberikan pembinaan kepada pemenang Duta Bahasa dan Duta Bahasa Yuwana, dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan literasi dan menyangkut kebahasaan dan kesastraan.

“Terimakasih Bu Niken dan saya berharap sebagai Bunda Literasi NTB kepada adik-adik Duta Bahasa dan Duta Bahasa Yuwana dapat memberikan arahan seperti apa saja yang perlu dan harus mereka lakukan untuk memajukan daerah tercinta kita ini,” tandasnya. ***

 

 




Bupati Djohan Resmikan Masjid Silaturahim SMPN 3 Kayangan 

Masjid Silaturahim, menurut Bupati Djohan berasal dari sumbangan masyarakat yang dikumpulkan melalui Mar-C

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, Djohan Syamsu mengucapkan terima kasih  kepada para Donatur dan para relawan dari Medical Emergenciy Rescue Committee (Mar-C) Mer-c yang berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan masjid, di Kompleks SMPN 3 Desa Gumantar, Kayangan.

BACA JUGA: Maulid Adat Bayan dan Sesait, Lestarikan Ritual Adat

Bupati Djohan ajak masyarakat makmurkan masjid Silaturahim

Bupati Djophan menyampaikan itu saat meremikan Masjid Silaturahim yang berada di Kompleks SMPN 3 Kayangan Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Rabu (12/11/22).

Masjid Silaturahim dibangun dengan sumber dana dari sumbangan masyarakat Indonesia melalui Mar-C.

Saat peresmian, selain Bupati Djohan Sjamsu, tampak hadir juga Kadis Dikbudpora KLU Adnan., M.Pd, Camat Kayangan Siti Rukayah, S.Pt, Kepala Cabang MER – C Mataram  dr. Ade Irma Ramdani, Kades Gumantar Japarti, Kapolsek Kayangan IPTU Hadi Suprayitno, S.Sos serta undangan lainnya.

“Setelah masjid ini kita resmikan, saya mengajak kepada kita semua khususnya yang berada di dalam SMPN 3 Kayangan ini untuk selalu memakmurkan masjid ini serta menjaga kebersihan,” ujarnya.

Masa depan Lombok Utara berada tangan generasi muda sebagai generasi penerus, karena itu rajinlah masuk sekolah dan belajar dengan baik.

Harapan kita output dari para siswa dan siswi di sekolah SMPN 3 Kayangan akan menjadi lebih baik dan dapat bersaing dengan sekolah yang ada di KLU.

Di tempat yang sama, Kadis Dikbudpora KLU Adnan mengatakan, akibat gempa bumi 2018 lalu masih banyak sarana pendidikan yang belum terbangun di Lombok Utara. 

Salah satunya SMPN 3 Kayangan meskipun bangunan secara fisik belum maksimal, tapi sudah masuk dalam katagori sekolah penggerak.

“Terimakasih para Donatur Mer-c yang telah memberikan sumbangan berupa satu unit bangunan masjid yang berada di kompleks SMPN 3 Kayangan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Cabang MER – C Mataram, Ade Irma Ramdani menceritakan, Merc didirikan pada tahun 1999 pasca Konflik Ambon  dan bergerak di bidang kedaruratan medis.

Ade mengatakan, pemberian nama Masjid Silaturahim sebagai bentuk pengingat tali persaudaraan silaturahmi, antara Mar-C dengan masyarakat di Desa Gumantar.

BACA JUGA: Wagub NTB: Stop Kirim Buruh Migran Ilegal

“Haparan kita dengan telah selesai di bangun Masjid ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,  khususnya bagi tenaga pendidik dan Siswa siswi  SMPN 3 Kayangan,” harapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan peresmian oleh bupati bersama dengan Kepala Cabang Mer-c.***

 

 

 




Merubah Indonesia, Kirim 100 Ribu Sekolah Keluar Negeri

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, mengungkapkan cara merubah Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sangat mudah merubah Indonesia, dengan cara mengirimkan anak-anak dalam negeri untuk bersekolah di berbagai penjuru dunia. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul mengatakan itu saat membuka acara Seminar Nasional (Rakornas) Asosiasi Program Studi Informatika (APSI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) yang berlangsung di Hotel Grand Legi, Mataram, Selasa (11/10/22).

BACA JUGA: Wagub NTB: Stop Kirim Buruh Migran Ilegal 

Bang Zul mengatakan, cara merubah Indonesia dengan mengirim 100 ribu pelajar ke luar negeri

“Gampang sekali merubah Indonesia ini, dengan mengirim setiap tahun 100 ribu anak muda dalam negeri maka Indonesia akan berubah sendiri, dari luar negeri mereka akan mengguncang dunia,” tutur Bang Zul. 

Bang Zul juga berpendapat, agar Prodi Informatika dapat mendiskusikan berbagai ilmu dengan memanfaatkan momen tempat wisata yang ada di sekitar NTB, seperti di Gili Trawangan, Sembalun, Mandalika dan lain sebagainya. 

“Ajaklah berjalan-jalan, sehingga Prodi Informatika betul-betul kaya dengan sentuhan manusia, dulu waktu saya kuliah teman teman saya menjelaskan digitalisasi ribet banget, susah ditangkap dengan bahasa umum, jarang ada yang mampu bercerita dengan ilustrasi,” tuturnya.

Adanya Beasiswa NTB memberikan kesempatan bagi putra putri daerah untuk dapat bersekolah di luar negeri dan tentu menjadi kesempatan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. 

“Beasiswanya NTB tidak harus pulang ke NTB, kalau mereka bisa menjadi diaspora yang menyebar ke seluruh dunia menurut kami jauh lebih menghasilkan cita-cita bersama,” ungkapnya

Bang Zul juga berpesan, sehebat apapun teknologi tidak dapat menggantikan jiwa dan rasa kemanusiaan yang harus dijaga dan tetap diasah.

BACA JUGA: Shell Eco Marathon, NTB Juga Produksi Kendaraan Listrik

“Kita tidak akan pernah bisa menggantikan jiwa dan rasa kemanusiaan kita yg paling berharga,  maka teknologi boleh saja maju tetapi kemanusiaan kita harus tetap dijaga dan diasah untuk terus saling menguatkan demi kemajuan, kesejahteraan dan kebahagiaan bersama,”  pesannya.***

 

 

 




Pengurus IS-NWDI Siap Jadi Garda Terdepan Cerdaskan Bangsa

Pengurus IS NWDI se Nusa Tengga Barat diminta fokus yang bisa membuat bermanfaat bagi ummat

MATARAAM.lombokjournal.com ~ Pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah Ikatan Sarjana Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (IS-NWDI)  se Nusa Tenggara Barat diingatkan agar menjadi garda terdepan mencerdaskan generasi bangsa.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu saat membuka acara rapat kerja bersama IS-NWDI di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Sabtu (08/10/22)

BACA JUGA: Ponpes Tak Boleh Ketinggalan Zaman, Harus Melek Teknologi

Wagub NTB ingatkan pengurus IS NWDI agar jadi garda depan mencerdaskan bangsa
Waguvb HJ Sitti Rohmi

“Kepada semua pengurus IS NWDI NTB, Saya berpesan agar tetap kompak, terutama dalam kerja-kerja organisasi. Ikatan Sarjana harus menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa,” tutur Ummi Rohmi. 

Ia berpesan agar seluruh pengurus dapat berfikir terbuka dan luas dalam mengikuti perkembangan zaman. 

“Kita bisa terus bergerak kita tidak fokus terhadap hal yang akan mengkerdilkan kita tapi kita harus fokus kepada hal yang bisa membuat kita bermanfaat bagi ummat. Mulai dari hal kecil atau dari sekeliling kita dan terus bertambah semakin luas. Kita Harus berpikir harus produktif harus kita gunakan pemikiran kita sebaik-baiknya,” tegas Ummi Rohmi.

Senada dengan Wagub NTB,  Ketum Pimpinan Pusat (Pimpus) Ikatan Sarjana NWDI Heri Hadi Saputra mengatakan, M.Pd IS-NWDI sebagai garda terdepan membangun generi bangsa dan juga membangun perguruan tinggi.

“NWDI menjadi garda terdepan untuk membangun perguruan tinggi, ini tantangan yang luar biasa dan hanya kita yang bisa melakukannya, kita tidak boleh berpuas diri,” ungkapnya.

Selain itu ia mengingatkan, seluruh pengurus dan anggota terus mengembangkan  potensi diri dari berbagai aspek, salah satunya pada aspek ekonomi.

BACA JUGA: Beasiswa NTB Cara Buka Jendela Dunia, Ini Pesan Bang Zul

“Dan saya yakin di antara teman-teman ada sarjana ekonomi yang handal, dan meskipun bukan sarjana ekonomi saya yakin teman-teman mempunyai keinginan untuk belajar ekonomi dengan baik dan mempunyai integritas dan potensi NWDI,” tuturnya. ***

 

 




Ponpes Tak Boleh Ketinggalan Zaman, Harus Melek Teknologi

Wagub NTB mengajak Ponpes menyesuaikan atas berkembangnya teknologi dari waktu ke waktu

LOTIM.lombokjournal.com ~ Seluruh elemen masyarakat terlebih Ponpes atau Pondok Pesantren untuk melek teknologi dan mengikuti perkembangan zaman. 

Ajakan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat hadir dalam pengajian akbar Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, dan tasyakuran Milad PPTI NWDI Wanasaba ke-75, serta Haul ke-10 Almaghfurullahu TGH Lalu Moh. Zainuddin Munir di Komplek YTI PPTI NWDI Wanasaba Lombok Timur, Kamis (06/10/22).

Wagub ajak kalangan Ponpes melek tekhnologi

Ke depan Ponpes agar menyesuaikan atas berkembangnya teknologi dari waktu ke waktu.

BACA JUGA: Santri Ridlol Walidain Diajak Berani Mimpi Besar

“Kita harus mengikuti perkembangan zaman dan melek teknologi, agar lulusan menjadi berkualitas dan bermanfaat untuk semuanya dan bisa bersaing,” ungkap Umi Rohmi sapaan akrab Wagub 

Tak lupa Umi Rohmi mengucapkan, selamat milad kepada Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam NWDI Wanasabe yang ke-75 karena sudah banyak memberikan kontribusi pembangunan SDM .

“Yang paling utama adalah membangun SDM, tanpa itu mustahil  bisa membangun Negeri,” ujarnya.

Selain itu, Umi Rohmi mengapresiasi panitia penyelenggara yang mendukung program pemerintah melalui sosialisasi pencegahan nikah dini. Dan pencegahan stunting sebagai rangkaian peringatan hari lahirnya Pondok.

“Ini luar biasa, stunting harus terus dicegah,” kara Ummi Rohmi.

Ia minta orang tua harus memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anaknya. Dengan memberikan protein hewani seperti telur, daging, sayur mayur dan lain sebagainya agar pertumbuhan anak menjadi sehat.

Sementara itu, Pembina Ponpes Tarbiyatul Islam TGH. Fahrul Irfan menyampaikan, peringatan Maulid Nabi diiringi dengan Milad ke-75 PPTI dirangkaikan dengan Haul ke 10 dari TGH. Zaenuddin Munir selaku Pendiri PPTI.

Beberapa kegiatan yang telah diselenggarakan oleh kepanitiaan antara lain Lomba MTQ, Lomba tilawatil Qur’an, Lomba Tahfiz, Tasyrih dan sahil Qur’an, Lomba Kasidah lagu-lagu  perjuangan NWDI untuk para muslimat.

BACA JUGA: Gubernur Sarankan, Ponpes Harus Punya Guru Matematika yang Menyenangkan

“Termasuk Lomba kebersihan, kita juga gelar sosialisasi pencegahan perkawinan dini dan pencegahan Stunting diikuti oleh siswa-siswi/para santri dan santriwati di lingkungan PPTI, yang bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur dan pihak Puskesmas,” ungkapnya. ***

 




Kepala BRIDA Kunjungi Kampus di Kabupaten dan Kota Bima

Kunjungan Kepala BRIDA ke Kabupaten dan Kota Bima memfasilitasi masyarakat untuk mandiri dengan berkolaborasi

KOTABIMA.lombokjournal.com ~ Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) didirikan sebagai bentuk dukungan terhadap program Industrialisasi di Provinsi NTB, mewujudkan NTB sejahtera dan mandiri melalui program-program unggulan.

Kepala BRIDA, H. Wirawan Ahmad, S.Si, MT mewakili Gubernur NTB, mengatakan itu saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke sejumlah kampus Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Mengawali kunker, Kepala BRIDA didampingi General Manager Geopark Tambora-SAMOTA Biosphare Reserve Pulau Sumbawa, Ir. Hadi Santoso, ST., MM., bersilaturahmi dengan Rektor dan Jajaran kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Bima dan kampus Institut Agama Islam  Muhammadiyah (IAIM) Bima.

BACA JUGA: Beasiswa NTB Cara Buka Jendela Dunia, Ini Pesan Bang Zul

“Kunjungan kerja dan silaturahmi ini untuk menyelaraskan program Pemprov NTB membangun NTB melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” kata Wirawan Ahmad, Selasa (04/10/22) di Kota Bima.

BRIDA menfasilitasi dan merangkul masyarakat untuk mandiri dengan berkolaborasi, jelasnya.

BRIDA NTB merupakan pengembangan dari Science, Technology and Industrial Park yang menjadi pusat penelitian/kajian di daerah, serta  juga menjadi pusat pengembangan desain prototype inovasi di Provinsi NTB.

Sebagai Badan Riset dan Inovasi Daerah pertama di Indonesia, pihaknya juga fokus dalam Industri peralatan dan permesinan, layanan penelitian, Beasiswa NTB atau 1000 cendikia, Rumah Bahasa NTB, Industrialisasi Unggul, Start-up NTB serta Edukasi Wisata.

“Kami juga siap menfasilitasi siapa saja, baik perseorangan, UMKM atau institusi yang mau masuk ke dunia bisnis,” ujar pria kelahiran Sumbawa ini.

BRIDA sebagai mitra Perguruan Tinggi untuk mencetak SDM unggul, sehingga para anak muda atau mahasiswa dapat mengeyam pendidikan setinggi-tingginya. 

Pemprov. NTB memiliki program unggulan Beasiswa NTB atau 1000 cendekia.

“Ini telah diamanatkan oleh Pemerintahan Zul-Rohmi, agar dimanfaatkan seluas-luasnya dan mendapatkan manfaat sebaik-baiknya,” tegas Wirawan.

Menurutnya, kategori beasiswa yang ada program di antaranya program beasiswa umum, yang dirancang untuk mengirim putra-putri terbaik NTB keluar negeri untuk menyelesaikan jenjang pendidikan S2. 

Dari berbagai jurusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau dunia kerja. Pemprov NTB juga membantu persyaratan untuk dapat lolos mengikuti beasiswa ini. 

Seperti kendala bahasa, mahasiswa dapat mengikuti program di Rumah Bahasa NTB. Anak-anak muda dididik agar dapat memenuhi kompetensi bahasa asing dengan gratis

“Hingga hari ini, ada 735 awardee yang sudah dikirim ke kampus-kampus di berbagai negara, dengan target 1000 selama 5 tahun. Selama kuliah semua kebutuhan ditanggung oleh beasiswa,” jelas Kaban.

Selanjutnya Beasiswa Stimulan Unggulan (BS-U) adalah bantuan dana parsial bagi penyelenggara pendidikan di NTB, dan mahasiswa NTB pada PTS/PTN di Indonesia yang memenuhi persyaratan penerima bantuan. 

“Beasiswa ini sifatnya parsial, salah satu komponennya ditanggung, bisa SPP, KKN atau salah satu kebutuhannya. Alhamdulillah mahasiswa UM Bima dan IAIN juga ada yang memperoleh beasiswa ini,  insya Allah dalam waktu dekat akan masuk ke rekening masing-masing,” ungkapnya.

Selanjutnya ada Beasiswa Stimulan-Kerjasama (BS-K) merupakan beasiswa berprestasi. Jadi Pemprov. NTB bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di NTB. Sifatnya juga parsial dan dengan didasari perjanjian kerjasama dengan kampus.

Kemudian ada Beasiswa Miskin Berprestasi NTB ditujukan bagi masyarakat asal NTB yang miskin dan/atau berprestasi akademik atau non akademik pada jenjang pendidikan D1, D2, D3, atau S1 pada PTS/PTN.

PTS penyelenggara BMB NTB adalah PTS yang terpilih berdasarkan persebaran demografi pada Kabupaten/Kota, dan memiliki Program Studi unggulan sebagai sasaran pembangunan daerah.

“Saya harap, mulai sekarang adik-adik persiapkan diri, gantung cita-cita, tancapkan niat dan komitmen bahwa setelah lulus S1, ada mahasiswa disini yang mendapatkan beasiswa NTB,” tutupnya di hadapan mahasiswa.

Sementara itu, General Manager Geopark Tambora-SAMOTA Biosphere Reserve Pulau Sumbawa Ir. Hadi Santoso, ST., MM.mengatakan, kehadiran Kepala BRIDA NTB yang mewakili Gubernur NTB, harus dimanfaatkan dengan baik.

“Kita sudah memudahkan akses untuk bertemu langsung dengan Kepala BRIDA  NTB. Maka akses ini seharusnya dapat disambut dan ditindaklanjuti oleh kampus dan mahasiswa di Bima. Sehingga bisa saling memberikan kebermanfaatan,” pesan Hadi.

Rektor Universitas Muhamadiyah Bima, Dr Ridwan, SH., MH., menyampaikan apresiasi dan bangga atas kunjungan Kepala BRIDA NTB di kampusnya.

“Kami merasa terhormat, Kepala BRIDA NTB mengunjungi dan bersilaturahmi kampus kami. Trima kasih banyak Bang Hadi Santoso yang telah menjebatani pertemuan ini,” ucapnya.

Semoga kerjasama untuk beasiswa ini dapat diteruskan dan ditingkatkan di tahun berikutnya, demi membangun SDM unggul dan berkompeten di NTB.

“Kami siap mendukung serta bersinergi untuk membangun NTB yang lebih Gemilang,” tegas Ridwan.

Senada dengan Rektor Institut Agama Islam (IAI ) Muhammadiyah Bima, yang diwakili Pembantu Rektor III Dr. Ihlas, M.Pd mengatakan, beasiswa untuk kampusnya agar lebih ditingkatkan lagi ke depan

“Kami berterima kasih kepada Gubernur NTB, karena mahasiswa IAIM Bima banyak yang terakomodir dalam beasiswa NTB. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program ini. Menginvestasikan pendidikan bagi generasi muda NTB,” tutupnya.

BACA JUGA: Bunda PAUD NTB Silaturrahmi di Lombok Utara

Usai bertemu dan berdialog dengan jajaran rektor dan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Bima dan Institut Agama Islam (IAI ) Muhammadiyah Bima, kepala BRIDA NTB menghadiri dan bertemu dengan Pimpinan Kampus dan mahasiswa STIPAR Soromandi Bima serta STKIP Harapan Bima, sekaligus menghadiri acara Audisi Golden Talent Hunt 

Area NTB I di Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.***

 




Bunda PAUD NTB Silaturahmi di Lombok Utara

Pengembangan PAUD yang Holistik dan Integratif itu yang diharapkan Bunda PAUD NTB

KLU.lombokjoutnal.com ~ Pengelolaan PAUD saat ini adalah penyelenggaraan PAUD yang holistik dan integratif, karena itu 11 Bunda PAUD di Lombok Utara diharapkan juga mensosialisasikan sasaran penyelenggaraan PAUD yang holistik dan integratif.

Hal itu disampaikan Bunda PAUD NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, M.Sc saat silaturrahim dengan 11 Bunda PAUD dari lima Kecamatan se Kabupaten Lombok Utara, Selasa (04/10/22). 

BACA JUGA: Beasiswa NTB Cara Buka Jendela Dunia, Ini Pesan Bang Zul

Bunda PAUD menjelaskan tentang pengelolaan PAUD yang holistik dan integratif
Bunda PAUD bersama anak-anak di KLU

“Holistik integratif artinya terintergrasi dengan beberapa layanan, ada 5 layanan yaitu Layanan pendidikan, kesehatan, pengasuhan, perlindungan/keamanan dan kesejahteraan. Bunda PAUD harus tahu dan hafal ini karena Bunda PAUD yang akan menerapkan di wilayah masing-masing, kelilingi PAUD di desanya dan sampaikan tentang PAUD Holistik Integratif ini,” pesan Bunda Niken. 

Bunda Niken selaku Bunda PAUD NTB mengaku senang bisa menyapa sekaligus bersilaturrahmi dengan 11 Bunda PAUD se-Kecamatan KLU. 

Pentingnya peran Bunda PAUD di NTB untuk membantu meningkatkan kualitas dan membantu PAUD yang ada di wilayah masing-masing. 

“Menjadi Bunda PAUD adalah amanah, tugas untuk memberikan perhatian kepada PAUD yang ada di wilayah masing-masing untuk meningkatkan kualitas PAUD dan membantu PAUD yang ada di wilayah masing-masing. Juga untuk memastikan anak-anak yang berada di masa golden agenya, di masa-masa utama perkembangannya bisa mendapatkan layanan yang sebaik-baiknya,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqan menjelaskan, pentingnya pola mendidik anak yang benar. Agar ke depan anak-anak yang berada di masa emas dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Ia menyampaikan, dalam pola mendidik anak di usia ini yaitu, pertama lihat dari kecakapan anak sehingga nanti akan kelihatan potensi belajarnya, serius atau kreatif. 

BACA JUGA: Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta Tragedi Sepakbola

“Kedua, saya ingin mengingatkan Bunda PAUD dan Ibu Guru bahwa pada usia ini anak-anak butuh model untuk dicontoh. Ketiga, pada usia anak TK diperlukan keterlibatan orang tua dengan sungguh-sungguh. Itu semua diperlukan untuk membangun rasa percaya diri dan semangat anak-anak kita,” kata Aidy Furqan. ***