Hal itu disampaikan saat Bang Zul saat membuka acara Lomba Burung BerkicauNasional Piala Gubernur CUP 1 NTB di Lapangan Tugu Selong, Minggu (13/08/23).
Dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan pecinta burung berkicau tersebut, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu mengatakan, memberikan apresiasinya atas bersarnya minat peserta lomba.
Menurut Bang Zul, dengan diselenggarakannya lomba burung berkicau ini, masyarakat bisa semakin mencintai binatang, khususnya burung-burung, sekaligus kelestarian alam.
“Kegiatan ini perlu kita apresiasi bersama, kita patut bersyukur, atas semua inisiatif penyelenggaraan kegiatan serta besarnya minat para peserta lomba,” jelas Bang Zul.
Bang Zul berharap, masyarakat diminta untuk tidak menembaki burung agar taman dan hutan di NTB penuh dengan kicauan burung yang Indah.
“Mudah-mudahan tak ada lagi yang menembak burung sehingga taman dan hutan kita penuh dengan kicauan burung yang begitu Indah,” harap Bang Zul.
Ada puluhan kategorijenis burung yang dilombakan dalam kompetisi ini, seperti Murai Batu, Anis Merah, Cucak Hijau, Kenari dan lainnya.
Selain uang pembinaan, para peserta akan memperebutkan banyak hadiah yang telah disiapkan oleh panitia. ***
Zul-Rohmi Tebar 500 Ribu Bibit Ikan di Danau Gunung Jae
Kegiatan tebar ikan di danau Gunung Jae dan tanam pohon yang dilakukan pasangan Zul-Rohmi bagian dari promosi destinasi wisata Gunung Jae
MATARAM.LombokJournal.com ~Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul -Rohmi) kompak tebar benih ikan di destinasi wisata Gunung Jae Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Sabtu (12/08/23).
Tebar ikan di danau Gunung Jae
Kegiatan pasangan Zul-Rohmi ini diinisiasi Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FWE) NTB dan didukung penuh Pemprov NTB dan stakeholder terkait.
Kegiatan Zul-Rohmi yang diramaikan kehadiran Kwarda Gerakan Pramuka NTB, didahului dengan diskusi atau berbincang dengan masyarakat Desa Sedau, hari Jumat malam tanggal 11 Agustus 2023.
Kepala Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan Pokdarwis dalam kesempatan tersebut banyak yang bertanya dan memberikan masukan kepada pasangan Zul-Rohmi dan jajaran.
Usai kegiatan diskusi dengan masyarakat yang berlangsung semarak, Gubernur kemah bersama di destinasi wisata Gunung Jae.
Ini bagian promosi pariwisata yang dilakukan Pemprov NTB, sebab Gunung Jae memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk terus berkembang.
Pada Sabtu pagi, Gubernur, Wakil Gubernur, pimpinan Perangkat Daerah dan mitra terkait melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di kawasan destinasi setempat.
Ini bagian dari upaya pelestarian lingkungan dalam rangka pembangunan wisata berkelanjutan.
Gubernur Zul mengapresiasi kegiatan ini, apalagi jumlah bibit ikan yang ditebar sekitar 500 ribu ekor. Tebar bibit ikan di danau Gunung Jae, juga dilakukan di sejumlah bandungan besar di Lombok seperti bendungan Batujai, Pandanduri dan lainnya.
“Hari ini kita tebar setengah juta bibit ikan, mudahan satu saat akan bermanfaat bagi masyarakat. Acara ini luar biasa, apalagi banyak stakeholder yang hadir. Kita melihat spot yang bagus dan mudah-mudahan dengan penataan yang lebih baik ini akan menjadi destinasi unggulan kita kedepan,” kata Gubernur Zul saat melepas ikan.
Potensi perikanan
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, kegiatan yang dilakukan sekarang ini akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat.
“Pertama menebar ikan. Potensi perairan kita luar biasa. Ini menunjukkan bahwa banyak tempat-tempat untuk menebar ikan,” kata Umi Rohmi, sapaan Wagub.
Selanjutnya, kegiatan tebar bibit ikan ini adalah wujud bagaimana memperhatikan masalah lingkungan. Sehingga bibit ikan yang sudah ditebar harus dijaga dan dipelihara sampai nantinya bisa dinikmati.
“Kemudian kegiatan tanam pohon ini juga merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat dan tak hanya dinikmati short term saja namun manfaatnya dalam jangka waktu lima atau 10 tahun ke depan, sangat bermanfaat,” kata Wagub.
Menurutnya, ikan adalah sumber protein hewani. Jika dikaitkan dengan upaya menurunkan angka stunting, maka ikan adalah salah satu asupan protein yang sangat bermanfaat untuk menurunkan angka stunting di NTB.
“Oleh karena itu yok kita dorong semua potensi ini. Kita sudah diberikan banyak sekali nitmat oleh Allah SWT, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadi kegiatan ini bagus sekali dalam rangka meningkatkan konsumsi protein hewani,” ujar Umi Rohmi.
Ketua FWE NTB Ahmad Bulkaini mengapresiasi kehadiran Gubernur, Wakil Gubernur, pimpinan Perangkat Daerah dan stakeholder terkait dalam mensukseskan kegiatan tebar ikan dalam rangka HUT RI ke 78 tahun 2023 ini.
Ucapan terimakasih juga diberikan kepada para pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini seperti Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, OJK NTB, PT. Bank NTB Syariah, Hiswana Migas, Telkomsel, Bulog NTB, BPR NTB, BCA Group, BRI, Bursa Efek Indonesia, Astra Motor, Alfamart, BTPN Syariah.
“Terimakasih juga kami sampaikan kepada Bank Mandiri, Jamkrida NTB Bersaing, Kanwil Kenenag NTB, PLN Wilayah NTB, PT GNE, PTAM Giri Menang, IWAPI NTB, REI NTB, Pelindo, Ikatan Alumni Perikanan Universitas 45 Mataram, Pak Suryadi Jaya Purnama, Ibu Hj. Wartiah, Pak Nauvar Farinduan, Pak Lalu Hadrian Irfani, TGH Ibnu Kholil, H Kasdiyono dan Sekda Kota Mataram H Lalu Alwan Basri,” tutupnya.***
Pengolahan Sampah RDF/SRF di Kebon Kongok, Beroperasi
Pabrik pengolahan sampah RDF/SRF di Kebon Kongok merupakan wujud nyata industrialisasi persampahan
LOBAR.LombokJournal.com ~ Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) RDF/SRF dengan kapasitas 120 ton/hari di TPAR Kebon Kongok, Lombok Barat mulai beroperasi, Senin (07/08/23).
Ummi Rohmi sapaan Wagub mengungkapkan bangga, karena beroperasinya pengolahan sampah RDF/SRF ini wujud nyata industrialisasi persampahan di NTB.
“Akhirnya kita bisa mengoperasikan TPST RDF/SRF ini, dan ini baru langkah pertama dalam pengolaHan sampah yang terpadu,” ujar Wagub.
Menurutnya, keberadaan pengolahan sampah terpadu ini, maka sampah menggunung dapat diminimalisir. Dengan pengolahan sampah ini, sampah yang akan dibawa ke landflill tinggal residunya saja. Termasuk pemilahan sampah dari Kota Mataram dan Lombok Barat.
“Alhamdulillah sampah dari Kota Mataram yang selama ini hingga 300 ton sehari mulai berkurang dan saya mengapresiasi Kota Mataram dengan adanya MMC.(Mataram Maggot Centre), atau TPST Sandubaya bisa mengurangi sampah ke TPAR Kebon Kongok,” tambahmya.
Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Julmansyah, S.Hut., M.A.P, mengatakan ada 3 metode yang digunakan dalam mengoperasikan TPST ini, yakni pertama pengolahan RDF/SRF ini akan menghasilkan pelet sampah yang akan menjadi co-firing untuk PLTU Jeranjang.
Pada kesempatan tersebut juga ditanda tangani Perjanjian Kerjasama utk co-firing antara TPAR Kebon Kongok dengan anak perusahaan PLN agar pelet sampah sebanyak 1.000 ton uuntuk 6 bulan.
Kedua, sampah organik dari pengolahan sampah RDF/SRF ini dalam bentuk kompos dengan metode Takakura. Ketiga, plastik daur ulang yang terpilah dari proses TPST ini akan dikerjasamakan dengan BUMDes yang siap.
Pabrik RDF/SRF ini dibangun oleh BPPW (Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah) NTB Kemen PUPR, yang dilengkapi dengan sarana prasarananya.
Pihak TPAR Kebon Kongok sebagai operator dari pabrik ini. Dalam pengoperasian ini semua menggunakan EV (electrival vehical) atau kendaraan listrik.
Menurut Julmansyah ini wujud pemprov NTB mulai menerapkan pembangunan rendah karbon, karena dengan EV maka rendah emisi.
Selama 64 tahun NTB, baru sekarang memiliki atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang operasional dan layak. Wagub menekankan, “jangan sampai setelah peresmian tapi tidak berkelanjutan operasinya,” lanjutnya.
Pengoperasian TPST ini sebanyak 137 orang tenaga kerja yang berasal dari desa lingkar TPA. ***
Wagub NTB Ingatkan Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan
Dalam Rakor Ekoregion Bali-Nusra, Wagub NTB ingatkan pembangunan lingkungan berkelanjutan merupakan kebutuhan
MATARAM.LombokJournal.com ~Pembangunan lingkungan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan, karena potensi sumber daya alam kita besar.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan itu saat membuka rapat kerja Ekoregion Bali Nusra di Hotel Merumatta, Senggigi, Lombok Barat, Senin (24/07/23).
“Potensi sumberdaya alam kita sangat besar sehingga pembangunan lingkungan menjadi kebutuhan agar NTB yang indah ini tetap dapat dinikmati,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB
Selain itu juga Wagub mengatakan, Pemerintah Provinsi dengan program unggulan NTB Zero Waste dan NTB Hijau menunjukkan progress baik dalam pengelolaan lingkungan. Terlebih, NTB berkomitmen dengan Zero Emission 2050.
Sementara itu, Sekjen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono mengatakan, kualitas ekoregion dan kualitas hidup manusia harus dibangun harmonis.
“NTB dengan karakteristik daerah kepulauan berpotensi akan dampak perubahan iklim, pencemaran lingkungan dan isu lainnya baik landscape maupun seaside,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan lingkungan terus menbutuhkan terobosan baru dan leadership lingkungan agar harmonisasi dan keberlanjutan pembangunan lingkungan terjaga.
Hadir pula Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali Nusra, Kadis LHK NTB, Kadis LHK se kabupaten/ kota Bali Nusra, kepala UPT dan stakeholder lingkungan se Bali Nusra. ***
Pabrik Bata Plastik Mulai Beroperasi di NTB
Pabrik Block Solution Lombok (BSL) yang mendaur ulang sampah plastik menjadi bata plastik, merupakan daur ulang plastik yang spektakuler
LOBAR.LombokJournal.com ~ Pabrik Block Solution Lombok (BSL) yang akan mendaur ulang sampah plastik menjadi bata plastik resmi beroperasi di Provinsi NTB.
Hadirnya pabrik daur ulang plastikmenjadi bata plastik, di NTB itu merupakan pertama di dunia menggunakan inovasi teknologi terbarukan.
Dan pabrik bata plastik itu salah satu contoh, Provinsi NTB telah mencapai banyak hal dalam mendukung program industrialisasi.
Beroperasinya pabrik daur ulang plastik yang memproduksi bata plastik itu merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi NTB dengan PT Block Solutions. Pabrik bata plastik itu menjadikan NTB sebagai percontohan bagi daerah lain bahkan dunia.
“Kita berhasil mencapai banyak hal di NTB. Selain menjadi tuan rumah event-event internasional. Sekarang kita memiliki Pabrik daur ulang plastik yg spektakuler,” ungkap Bang Zul sapaan Gubernur NTB.
Ia mengatakan itu saat meresmikan Pabrik BSL di kawasan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi NTB di Banyumulek, Lombok Barat, Senin (26/06/23).
Bang Zul menjelaskan, adanya pabrik bata plastik itu banyak memberi manfaat bagi NTB. Di antaranya, pabrik ini akan mengurangi limbah plastik.
Selain menghasilkan peningkatan ekonomi, ke depan kawasan BRIDA akan menjadi kawasan ECO wisata industri di Indonesia.
Penjelasan Direktur Block Solutions Indonesia Jimmy Hutasoit, pembukaan pabrik Block Solutions di Provinsi NTB menjadi yang pertama menggunakan inovasi teknologiyang terbarukan.
Pabrik ini nantinya akan memproduksi 8-9 ton bata plastik per hari. Untuk membangun satu rumah dengan luas 6×6 persegi hanya membutuhkan 2 ton bata plastik.
“Terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTB yang telah mendukung dan mensupport PT Block Solutions dalam membangun pabrik di Lombok,” jelasnya.
Peresmian pabrik BSL tersebut turut dihadiri oleh Dubes Finlandi, Mr. Kaihilahti, Jukka-Pekka, Block Solutions Finlad Founder, Markus Silfverberg, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) Christine Halim, Deputi Kemenko Marves, Rofi Alhanif dan beberapa Forkompinda Pemerintah Provinsi NTB. ***
Ini Cara Pemprov NTB Tangani Sampah MXGP Samota
Mengatakan masalah sampah di even MXGP 2023, Dinas LHK NTB bekerja sama dengan dinas Lingkungan Hidup Sumbawa merekrut relawan sampah
SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Tiap perhelatan yang melibatkan jumlah penonton besar, termasuk event MXGP Samota, akan muncul masalah sampah.
Pelaksanaan Motocross Grand Prix atau MXGP Samota di Sirkuit Samota Sumbawa, digelar 23-25 Juni 2023, masalah sampah perlu perhatian serius berbagai pihak.
Masalah sampah dari ratusan ribu pengunjungharus mendapatkan penanganan serius. Jika tidak, masalah sampah ini akan menjadi sorotan dibandingkan event balapannya.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB telah mempersiapkan cara jitu menangani masalah sampah tersebut. Salah satunya merekrut relawan sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup (LHK) NTB Firmansyah mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan dinas Lingkungan Hidup Sumbawa.
Penanganan masalah sampah melibatkan Duta Lingkungan Hidup, anggota pramuka dari SMA/SMK di sekitar Sumbawa untuk menjadi relawan pada even MXGP Samota.
“Sampai saat ini, kami memastikan, relawan yang akan mengrus sampah di MXGP Samota sudah siap. Dan ada sekitar 250 orang relawan serta 1000 unit karung sampah sudah kita distribusikan,” tandas Firmansyah.
Sementara itu, Kepala UPT pengelola Sampah Sirkuit Samota MXGP Zulhaidar menyebutkan, pihaknya sudah mengantisipasi masalah persampahan selama gelaran event MXGP Samota.
Disebutkannya, ia telah menyediakan armada persampahan sebanyak 11 unit.
“Sudah kita siapkan tiga unit truck, lima unit mobil pick up dan tiga unit kendaraan roda tiga,” kata Zulhaidar, Minggu (25/06/23).
Dalam penanganan sampah yang volumenya rata-rata 8 ton per hari, ia bersama tim melakukan pemilihan sampah organik/anorganik yang berlangsung di posko.Tujuannya agar sampah yang dihasilkan mudah dikelola lebih lanjut.
“Tidak semua sampah kami manfaatkan. Terutama sampah plastik kami kumpulkan kemudia kami jual ke pengepul,” jelas Zulhaidar.***
NTB Segera Bangun Perusahaan Energi Terbarukan
Dibangunnya perusahaan energi itu merupakan buah manis dari harapan NTB melalui program Net Zero Emission di tahun 2050
MATARAM.LombokJournal.com ~ Perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan, akan dibangun Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Agustus mendatang.
Tepatnya pada 17 Agustus 2023 mendatang, di hari kemerdekaan Indonesia, peletakan batu pertama akan dilakukan oleh PT. Kaltimex Energy bersama dengan PT. Mitsui Indonesia selaku investor.
Dibangunnya perusahaan ini merupakan buah manis perjuangan Pemrov NTB, yang memiliki cita-cita Net Zero Emission di tahun 2050.
Karena kesungguhan itu, perusahaan energi terbarukan NTB akan menjadi yang pertama di Indonesia.
“Perjuangan bertahun-tahun akhirnya berbuah manis. Insya Allah pertengahan Agustus ini Mitsui dari Jepang dan mitranya, akan melakukan peletakan batu pertama untuk pengembangan energi terbarukan di NTB,” jelas Bang Zul, sapaan Gubernur, NTB di ruang kerja Pendopo, Senin (29/05/23).
Hal tersebut disampaikannya usai menerima kunjungan PT. Kaltimex Energy bersama dengan PT. Mitsui Indonesia terkait diskusi lebih lanjut tata-waktu proyek(projeck time line)
Project Eco -System dari perkembangan tahapan Proyek Pembangunan Pabrik Compressed Biogas (BioCNG) di Lombok.
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti menjelaskan, nantinya perusahaan investor akan bekerjasama dengan PT Gerbang NTB Emas (GNE) yang merupakan perusahaan daerah Provinsi NTB.
Perusahaan energi terbarukan yang dibangun akan memproduksi gas dan briket dari olahan sampah pertanian dan perhutanan yang ada di NTB.
Lokasi pembangunannya sendiri akan dilakukan di TPA Kebon Kongok, Lombok Barat.
“Zerowaste adalah ikhtiar kita menyiapkan bahan baku berkesinambungan,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB didampingi oleh Kadis ESDM, Kadis Pertanian, Kadis Perdagangan, Kadis LHK, Kadis Perinduatrian dan Kepala UPT TPA Kebon kongok.
Sementerara PT. Kaltimex Energy diwakili K. K. Ralhan (Komissaris merangkap Kaltimex Energy Group Chairman), Widi Pancono (Senior Advisor) dan Mustika Mustari (Bussiness Development Executive Rrenewable Energy Division).
“Kita sangat welcome, dan senang sekali bisa dibantu dalam membantu menyelesaikan permasalahan sampah di NTB,” ucap Bang Zul sapaan Gubernur NTB yang didampingi Wagub. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.
Bang Zul menyampaikan itu pada pertemuan dengan Pancanaka yang bekerjasama dengan Mars Envotec, bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Mataram, Rabu (03/04/23).
Sementara itu, perwakilan PT Pancanaka Taridi menjelaskan, Pancanaka adalah perusahaan nasional yang bekerjasama dengan Mars-Envotec dalam bentuk investasi pengolahan sampahyang sudah melakukan MOU bulan lalu.
“Ini adalah kunjungan yang kedua, dalam kunjungan pertama sudah melakukan pertemuan dengan Dinas ESDM, kemudian mengunjungi TPA Kebon Kongok bahkan sudah datang ke Brida, selanjutnya waktu itu melakukan MOU di Germany,” tuturnya.
Dijelaskan, investasi ini adalah upaya membantu pemerintah NTB mewujudkan visi misi zero waste 2030 dan produksi green energy.
“Jadi investasinya 100 persen dari kami dan teknologi sudah disiapkan sehingga membutuhkan lahan 2-3 hektar sebagai tempat pengolahan sampah dengan basis sirkular ekonomi, sehingga hasil pengolahan sampah bisa digunakan lagi,” jelasnya.
Setelah masalah utama terpecahkan, Pemprov NTB akan segera berkoordinasi dengan Pemda Lombok Barat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Alhamdulillah seteleh bertemu kepala dusun dan tokoh masyarakat ketemu sudah masalah utamanya. Insya Allah kami akan segera berkordinasi dengan Pemda Lobaruntuk menyelesaikan masalahnya,” tutur Bang Zul. ***
Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Zukieflimansyah saat Safari Ramadhan di Desa Tanju Kabupaten Dompu, Senin (0/04/23).
“Saya minta tolong kepada masyarakat, jaga hutan kita, agar tetap hijau,” kata Bang Zul panggilan akrab Gubernur.
Bang Zul mengatakan, ia tidak segan-segan menindak tegas para oknum yang dengan sengaja merusak hutan. Terlebih kalau yang bersangkutan dari kalangan aparatur Pemerintah Provinsi.
“Yang bermain-main dengan illegal logging ini, langsung dipecat. Kasih tau kita, kalau dari ASN Provinsi, kasih tau namanya siapa, kita langsung pecat,” tegasnya.
Bang Zul juga menyinggug, Safari Ramadhan dilaksanakan karena kebijakan Pemerintah Pusat melarang buka bersama, yang sering terkesan bermewah-mewahan. Terlebih mewaspadai terulangnya pandemi Covid-19.
“Kami ganti kegiatan tersebut dengan mengadakan Bazar Ramadhan, hal ini untuk meringankan beban masyarakat selama bulan Ramadhan ini,” ungkapnya.