Festival Rinjani 2024, Dorong Individu Kelola Lingkungan

Penyelenggaraan puncak acara Festival Rinjani yang ke V menyesuaikan dengan Hari Pangan Internasional

KLU.LombokJournal.com ~ Festival Rinjani untuk yang kelima diadakan di Desa Loloan Bayan Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat, Sabtu (26/10/24).

Festival Rinjani diikuti sekitar 100 peserta Youth Jambore dari sekitar 15 SMA/SMK, mahasiswa dan pecinta alam

Festival yang dirangkai dengan Jambore Pemuda tersebut dilaksanakan dari tanggal 26 hingga 28 Oktober 2024, bertajuk “Dimensi Waktu dalam Sistem Kedaulatan Pangan Saujana Rinjani”.

BACA JUGA : Sosialisasi LPSK, Perlindungan Inklusif untuk Saksi dan Korban 

Sekretaris Daerah NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyatakan festival kali ini adalah momentum untuk bagaimana tiap individu bertanggung jawab terhadap alam serta memiliki jiwa tata kelola lingkungan yang mungkin telah terabaikan.

“Festival  ini adalah bagian dari rekonstruksi ada pembelajaran bagi banyak orang,” ujar Miq Gite beberapa waktu silam saat Rapat Persiapan di Kantor Gubernur NTB.

Adapun Tokoh LSM yang menjadi mentor acara kolosal tersebut, Direktur Santiri Foundation Tjatur Kukuh menyatakan sekitar 100 peserta Youth Jambore dari sekitar 15 SMA/SMK, mahasiswa dan pecinta alam dari beberapa perguruan tinggi serta entitas direncanakan membersamai sekitar 1000 warga dan GenZMile Memaca Rinjani. 

Dan memaknai Kedaulatan Pangan Lokal diantara puncak Festival Rinjani V.

BACA JUGA : Keterbukaan Informasi di NTB, Modal Raih Kepercayaan Publik

“Kegiatan yang berlangsung sejak hari, Sabtu ini (26/10) di Tanah Pecatu Penghulu Adat Loloan dan puncaknya pada tanggal 28 Oktober 2024, rencananya dihadiri Sekda Provinsi NTB,” tuturnya.

Dalam pada itu, Ketua Panitia Festival, Nelda Nania mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk memeriahkan acara tersebut seperti Bazar Pangan, Atraksi Kesenian, Clean Area hingga Pemutaran Film serta Talkshow.

“Festival ini terlaksana dalam siklus empat tahun sekali. Kami menyesuaikan puncak Rinjani Festival V dengan Hari Pangan Internasional,” imbuhnya.

BACA JUGA : Jalin Persahabatan Lewat Olahraga Bersama Insan Pers 

Rencananya kegiatan Festival tahun 2024 dibuka oleh Penjabat Gubernur NTB Hassanudin. Adapun acara Festival Rinjani telah dimulai dengan praacara Ngobrol Pangan Indonesia dan Ngobrol Hero Kebudayaan (26/10/2024). Mari ikuti acaranya. Kita jaga lingkungan agar lestari dan bestari. rbg/dyd

 




Kadis LHK NTB Menerima Penghargaan ADI NITI 

Kepala Dinas (Kadis) LHK NTB mendapatkan penghargaan ADI NITI untuk Kategori Mitra Kerja (Pemda Prov/Kabupaten/Kota atau K/L) yang Mendorong Percepatan Penerapan Standar LH

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya menyerahkan penghargaan ADI NITI kepada Kadis LHK NTB dan Kadis LHK DIY serta Dinas Lingkungan Hidup Kab. Ciamis Jawa Barat dari unsur pemerintah daerah.

BACA JUGA : Penghargaan IMDI Early Adopter Award 2024 untuk NTB

Penghargaan ADI NITI ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan respon Kadis LHK NTB
Menteri KLH dan Kadis LHK NTB

Penghargaan itu diserahkan  pada Acara Pekan Standar (PeSTA) Lingkungan Hidup dan Kehutanan “Standardisasi LHK Menjaga Keberlanjutan Sumberdaya Alam”, 10-12 September 2024, Auditorium Manggala Wanabakti-KLHK, Jakarta.

Dalam Arahan pembukaan acara Menteri LHK RI menekankan bahwa kehadiran Badan Standarisasi Instrumen (BSI) KLHK yakni memberikan dan mengeluarkan guadline dan standar sebagai regulasi bagi investasi dan kegiatan pembangunan. 

Agar pembangunan ekonomi tidak mengabaikan ekologi, dimana kita belajar praktek baik dari Amerika Serikat dan Jepang terkait environmental protection dan yang  berbasis scientific . 

KLHK dan Pemda  akan menjaga di bagian implementasi dan pengawasannya dari setiap investasi melalui 3 layer yakni kesesuaian dengan standar melalui Binwas (pembinaan dan pengawasan), lalu langkah terakhirnya adalah penegakan hukum, ujar Prof. Siti Nurbaya.

Pekan Standar LHK Tahun 2024 mengagendakan Penetapan 9 Standar dokumen lingkungan, penanaman 54 standar spesifik di Amdalnet, serta pemberian Penghargaan Adi Niti kepada Mitra Kerja BPSILHK. 

BACA JUGA : Relawan Rohmi-Firin Menyemut Menyambut Ummi Rohmi di Taliwang

Kadis LHK NTB mendapatkan penghargaan ADI NITI untuk Kategori Mitra Kerja (Pemda Prov/Kabupaten/Kota atau K/L) yang Mendorong Percepatan Penerapan Standar, diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan respon DLHK NTB terhadap kegiatan penyusunan dan Penerapan Standar dokumen lingkungan.

Kadis LHK NTB menegaskan bahwa ini wujud sinergisitas antara BPSI (Badan Penerapqn Standar Instrumen) LHK dan Mitra Kerja baik dari Pemda, Ahli, LPJP maupun Dunia Usaha dapat secara nyata menciptakan penerbitan Persetujuan Lingkungan yang Mudah, Cepat, Baik dan Pasti. 

Serta mewujudkan Dokumen Lingkungan Amdal sebagai safeguard environment untuk menjamin keberlanjutan ( sustainability ) atas kegiatan pembangunan. Mengingat biaya recovery lingkungan sangat besar jika lingkungan tersebut rusak.

Penghargaan Adi Niti 2024 ini melengkapi pengakuan dan penghargaan dari Menteri LHK kepada Dinas LHK NTB. 

BACA JUGA : Karya Puisi yang Lahir dari Proses Gotong Royong

Sebelumnya, tahun 2022 Prov NTB menerima penghargaan sebagai Provinsi Terbaik dalam Indeks Respon IKLH. Penghargaan juga diterima tahun 2023 sebagai salah satu provinsi terbaik Kinerja Lingkungan Hidup Daerah dan Green Leadership.***

 

 




Lima Proklim di NTB Raih Penghargaan dari Kementerian LHK

Lima Proklim yang mendapatkan penghargaan, terdiri dari empat Proklim dengan kategori Lestari dan satu Proklim kategori Utama

JAKARTA. LombokJournal.com ~ Lima Proklim atau Program Kampung Iklim di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). 

Penghargaan  lima proklim itu langsung diserahkan Menteri LHK, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, dalam acara Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi Terbarukan (LIKE) yang digelar di Jakarta pada Jumat (09/08/24).

Menanggapi penghargaan ini, Pj Gubernur NTB, Hassanudin, mengajak semua pihak untuk mengapresiasi upaya nyata yang dilakukan oleh masyarakat dan komunitas di NTB dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya para pejuang lingkungan di provinsi tersebut.

BACA JUGA : Dinas Kominfotik NTB Terima Kunjungan Kejaksaan RI

“Tantangan perubahan iklim adalah kenyataan yang kita hadapi sehari-hari,” ujar Hassanudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut., MAP., menjelaskan bahwa Program Kampung Iklim yang mendapatkan penghargaan terdiri dari empat Proklim dengan kategori Lestari dan satu Proklim kategori Utama.

Julmansyah menambahkan bahwa penghargaan ini merupakan indikator bahwa desa-desa tersebut mampu mengelola lingkungan dengan baik.

BACA JUGA : Prodi Baru, Program Baru Universitas Bumi Gora

“Penghargaan Proklim ini menunjukkan bahwa desa-desa ini memiliki kemampuan dalam mengelola lingkungan dengan baik,” jelasnya. Ia juga menyatakan bahwa jika semua desa memiliki pemahaman yang baik terkait perubahan iklim, maka kabupaten dan kota di NTB akan lebih siap dalam beradaptasi dan bertahan menghadapi dampaknya di masa depan.

“Bagi komunitas yang lingkungannya rusak, kehidupan mereka akan lebih sulit. Sebaliknya, komunitas yang menjaga lingkungan dengan baik akan lebih mudah menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang,” ungkap Julmansyah.

BACA JUGA : Hasil Survei ISS, Pilgub NTB 2024 ; GASMAN Melesat

Adapun program iklim di NTB yang mendapatkan apresiasi pada tahun 2024 adalah Dusun Sapit di Desa Sapit, Lombok Timur; Dusun Kokok Pedek di Desa Sugian, Lombok Timur; Dusun Dasan Agung Kebun Indah di Desa Tanaq Beak, Lombok Tengah; Dusun Barantapen di Desa Seruni Mumbul, Lombok Timur; dan Desa Kopang Rembige di Lombok Tengah. nov/dyd

 




Festival LIKE, Pj Gubernur Hadir Bersama Presiden Jokowi 

Festival LIKE adalah rangkaian road to COP 28 UNFCCC, yang akan diselenggarakan di Dubai, UEA akhir November tahun ini

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Presiden RI Joko Widodo bersama Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin beserta pimpinan daerah se-Indonesia menghadiri Festival LIKE (Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi Terbarukan) di Jakarta Pusat, Jum’at (09/08/24). 

BACA JUGA : Calon Paskibra NTB Diingatkan terkait Perilaku dan Jejak Digital

Pj. Gubernur Hassanudin mengunjungi Booth DLHK di Festival LIKE, mendengar penjelasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Julmansyah
Pj Gubernur di Booth DLHK NTB di Festival Like

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur mengunjungi Booth Dinas LHK Provinsi NTB di Festival LIKE tersebut, setelah acara inti bersama presiden dan para menteri.

Saat mengunjungi Booth DLHK, Pj. Gubernur Hassanudin berkesempatan mendengar penjelasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Julmansyah, S.Hut., MAP atas hasil kerja selama 5 tahun untuk isu perubahan iklim di NTB. 

Pj Gubernur memberikan apresiasi atas kerja-kerja perubahan iklim di NTB selama ini.

“Aksi-aksi konkret baik dari sektor persampahan maupun sektor kehutanan mesti terus diperkuat melalui upaya kolaborasi dengan berbagai pihak,” tuturnya. 

BACA JUGA : Hasil Survei ISS, Pilgub NTB 2024 ; GASMAN Melesat

Festival ini diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), didukung oleh para mitra kerja di Indonesia Arena, Kawasan GBK, Jakarta pada tanggal 16 -18 September 2023. 

Penyelenggaraan Festival ini merupakan rangkaian Road to COP 28 UNFCCC, yang dilangsungkan di Dubai, UEA akhir November tahun ini.

BACA JUGA : Prodi Seni Pertunjukan Program Baru uNiversitas Bumi Gora

Festival LIKE adalah ajang mengenalkan aktualisasi kerja dan langkah-langkah korektif kebijakan, serta implementasinya pada sektor kehutanan dan lingkungan hidup dengan prinsip-prinsip penerapan berwawasan ekosistem lingkungan hidup dan kehutanan yang lestari. nov/dyd

 

 




Penandatanganan Kerja Sama Waste to Energy untuk Zero Carbon Emission

Penandatanganan Kerja sama ini jadi pendorong upaya Waste to Energy yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung target penggunaan energi terbarukan

LOMBOK BARAT, LombokJournal.com ~ Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Wilayah Bank Indonesia Provinsi NTB dan PT PLN UIW NTB dalam Implementasi Waste to Energy dilaksanakan pada Kamis (11/07/24) di PLTU Jeranjang, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. 

BACA JUGA : Panen Kapas di Lobar, Menuju Kedaulatan Sandang di Indonesia

Langkah ini bertujuan untuk mewujudkan Zero Carbon Emission pada tahun 2050.

Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Mayjen (Purn) Dr. Hassanudin, MM, yang diwakili oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, H. Sahdan, ST, MT, menyambut baik kerjasama ini. 

Ia berharap agar langkah ini dapat direplikasi oleh instansi lainnya guna mendorong upaya Waste to Energy yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung target penggunaan energi terbarukan untuk pembangkit listrik di NTB.

Menurut Pj Gubernur, oenanda tanganan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memanfaatkan limbah operasional sebagai sumber energi (biomassa). 

“Kita ketahui bersama bahwa limbah telah menjadi masalah lingkungan yang signifikan, terlebih di NTB sebagai daerah wisata yang mendunia. Pengelolaan limbah menjadi perhatian bersama yang menyangkut masa depan pariwisata yang ramah lingkungan, bersih, dan mendukung ekonomi hijau berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA : Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria NTB

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dengan inovasi dan teknologi yang ada, tantangan ini dapat diubah menjadi peluang yang bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan energi di NTB. PT PLN (Persero) UIW NTB dan PT PLN Indonesia Power UBP Jeranjang telah mengambil inisiatif positif dengan memanfaatkan limbah sebagai sumber energi berkelanjutan dan ramah lingkungan di NTB.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi NTB yang memiliki ambisi tinggi untuk mencapai netral karbon pada tahun 2050, dikenal sebagai NTB Net Zero Emissions 2050. “Dengan mendeklarasikan NTB Net Zero Emissions 2050, artinya jumlah emisi yang dihasilkan pada tahun 2050 akan sama dengan jumlah karbon yang diserap melalui aktivitas seperti pemanfaatan energi terbarukan, penggunaan kendaraan listrik, pengurangan volume sampah, dan penghijauan,” tambahnya.

Pj Gubernur juga menekankan pentingnya meningkatkan penggunaan energi terbarukan untuk menekan emisi karbon. 

“Alhamdulillah, NTB memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah. Berdasarkan dokumen NTB Energy Master Plan, potensi energi baru terbarukan di NTB meliputi bioenergi 298 MW, sampah kota 32 MW, angin (bayu) 2.605 MW, dan surya (PV) 10.628 MW,” jelasnya.

Saat ini, kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi daerah sebesar 22,43 persen, terdiri dari pemanfaatan B35 (Bio Solar), PLTS On Grid sebesar 21,6 MW, PLTS Off Grid PT Amman Mineral (AMNT) 28 MW, PLTM 18,59 MW, Cofiring PLTU dengan Biomassa dan Biogas skala rumah tangga.

Selain itu, sedang berlangsung pembangunan pabrik Bio LNG oleh Kaltimex Energy di Desa Sokong, Lombok Utara dengan kapasitas produksi 10 ton per hari dan 1 unit PLTMH 580 KW di Bendungan Pandan Duri yang diharapkan dapat terinterkoneksi dengan PLN tahun ini.

“Kita berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap berbagai ikhtiar kita untuk mengurangi dampak negative limbah terhadap lingkungan, tapi juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ketersediaan energi bersih dan terbarukan di NTB,” tandasnya.

BACA JUGA : Akuntabilitas Pemerintahan melalui Sistem Berbasis Elektronik

Selain itu kata Pj Gubernur, PKS ini kiranya juga dapat memperkuat sinergi antara berbagai pihak terkait dalam menciptakan solusi energy berkelanjutan dan ramah lingkungan di NTB.

Pada kesempatan tersebut turut Hadir Kepala Departemen Regional Bank Indonesia Arief Hartawan, Kepala Perwakilan BI NTB Berry Arifsyah Harahap, GM PT PLN UIW NTB Sujarwo dan pimpinan perangkat daerah provinsi NTB dan Lombok Barat. her

 




Ibu Negara dan Bunda Lale Lepas 300 Tukik di Sekotong, Lobar

Ibu Negara Iriana juga menyempatkan mengunjungi stand kerajinan yang terbuat dari daur ulang sampah plastik, termasuk pernak-pernik dan aksesoris lainnya

LOBAR.LombokJournal.com ~ PJ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat, Bunda Lale, mendampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara pelepasan 300 anak penyu (tukik) di Pantai Elak Elak, Sekotong, Lombok Barat, Kamis (30/05/24) . 

BACA JUGA : Road Show Mi6 Melakukan Mapping Isu Strategis di Pilgub NTB 2024

Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara pelepasan 300 anak penyu (tukik)

Acara ini juga melibatkan edukasi tentang daur ulang sampah plastik kepada siswa Sekolah Dasar di sekitar pantai.

Selain melepas tukik, Ibu Iriana juga mengunjungi stand kerajinan yang terbuat dari daur ulang sampah plastik, termasuk pernak-pernik dan aksesoris lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga sekitar.

BACA JUGA : Pembalap Lokal Ramaikan Pertamina Mandalika Racing Series

Kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Ibu Negara adalah penanaman transplantasi terumbu karang yang dilaksanakan oleh siswa SMKN 2 Sekotong. 

Sebanyak 100 buah karang ditanam di laut pada kedalaman 5 meter, dengan harapan dapat menggantikan terumbu karang yang rusak.

Ibu Iriana dan rombongan juga terlibat dalam kegiatan bersih-bersih pantai, yang merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di sekitar Pantai Elak Elak Man/her

BACA JUGA : Caleg Gagal Ramai Maju Bertarung di Pilkada 

 




Limbah Radio Aktif Dibuang ke Laut, Rachmat Hidayat Memprotes   

 Dengan membuang limbah radio aktif ke laut, Rachmat Hidayat menyebut Perusahaan Listrik Tokyo (TEPCO) dan Pemerintah Jepang telah melakukan tindakan egois

MATARAM.LombokJournal.com ~ Di Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, suara protes terhadap keputusan Perusahaan Listrik Tokyo Electric Power Company (TEPCO) Jepang membuang limbah radio aktif ke laut terus berkumandang.

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda 

Rachmat menegaskan bahwa laut bukanlah tempat pembuangan sampah
H. Rachmat Hidayat

Kali ini datang dari Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat. Rachmat menyatakan bahwa tindakan tersebut dianggapnya sebagai tindakan egois dan tidak ilmiah yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada ekosistem laut.

TEPCO memulai pembuangan limbah radioaktif ke laut untuk kelima kalinya pada 19 April, sebagai dampak dari gempa bumi dan tsunami tahun 2011 yang menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima. 

Rachmat Hidayat menekankan bahwa langkah ini akan merugikan kesehatan masyarakat Jepang dan kepentingan langsung masyarakat negara tetangga.

BACA JUGA : Musrenbang NTB, Miq Gite Optimis Menuju NTB Emas 2045

Meskipun Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memberikan lampu hijau untuk langkah tersebut, banyak pihak, termasuk Rachmat, menyoroti keraguan akan keamanan limbah radioaktif tersebut. 

Mereka mempertanyakan evaluasi independen terkait keamanannya.

Rachmat menegaskan bahwa laut bukanlah tempat pembuangan sampah, dan menyerukan tanggung jawab bersama dari Pemerintah Jepang dan TEPCO untuk menjaga laut yang merupakan warisan seluruh umat manusia.

Selain masalah limbah radioaktif, Rachmat juga menyoroti kompleksitas masalah lingkungan laut yang meliputi pencemaran plastik, perubahan iklim, overfishing, dan penambangan laut. Dia menegaskan bahwa solusi untuk perlindungan lingkungan laut membutuhkan kerja sama global dan kesadaran bersama dari individu, industri, dan pemerintah.

BACA JUGA : Potensi Pasangan MOFIQ Menang dalam Pilkada Sumbawa 2024

Rachmat menyimpulkan bahwa perlindungan laut dan kesejahteraan manusia saling terkait, dan upaya menjaga laut yang sehat adalah penting untuk masa depan planet ini.

 




Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat dan Angin Kencang Guncang Indonesia

Potensi cuaca ekstrem akan melanda berbagai wilayah Indonesia yang ditandai dengan hujan lebat dan angin kencang setidaknya hingga tanggal 18 Maret mendatang 

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Berbagai daerah di Indonesia kembali dilanda cuaca ekstrem saat memasuki masa pancaroba yang bertepatan dengan Bulan Ramadhan 2024. Namun, apa yang menyebabkan munculnya fenomena ini?

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem selama periode pancaroba, yang diprakirakan berlangsung Maret-April 2024, perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat.

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, telah memperingatkan akan potensi hujan lebat, angin kencang, bahkan fenomena puting beliung serta hujan es selama masa ini.

BACA JUGA : Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok Pangan di Bulan Ramadhan

Situasi cuaca ekstrem ini mengingatkan kita untuk tetap waspada

Dwikorita menjelaskan bahwa pola hujan selama peralihan musim ini cenderung tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat. 

Radiasi Matahari yang cukup besar pada pagi hingga siang hari memicu proses konveksi, yang kemudian memicu pembentukan awan, terutama awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menimbulkan hujan deras dan badai.

Bukan hanya itu, BMKG juga memprediksi bahwa cuaca ekstrem masih akan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Jabodetabek dan Jawa Barat, setidaknya hingga tanggal 18 Maret mendatang. Beberapa faktor yang mempengaruhi cuaca ekstrem ini antara lain:

Pertama, aktivitas atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase 4 (Samudera Hindia).

Kedua, gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial yang aktif di sebagian wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

BACA JUGA : Ramadhan, Masyarakat Diajak Menyambutnya dengan Suka Cita

Ketiga, gelombang atmosfer Kelvin yang diprediksi aktif di beberapa wilayah seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Keempat, Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau di Samudera Hindia tenggara Jawa.

Kelima, sirkulasi Siklonik di sejumlah wilayah seperti Australia bagian utara dan Teluk Carpentaria utara.

Keenam, daerah pertemuan angin (konfluensi) di berbagai perairan Indonesia, seperti Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Banda, dan sekitarnya.

Semua kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan, dan bahkan menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor.

BACA JUGA : Imam Shalat Tarawih di Lotim Meninggal Mendadak

Situasi cuaca ekstrem ini mengingatkan kita untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan selama masa pancaroba, terutama bagi para pelaku ibadah puasa di Bulan Ramadhan 2024. ***

 

 




Fasilitas Kajian Standar LH dan Kehutanan Diresmikan di NTB

Pembangunan gedung Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) jadi fasilitas standarisasi pengelolaan kawasan hutan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemprov NTB, melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Julmansyah S. Hut., M. AP, turut serta dalam peresmian fasilitas Kantor Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) Mataram. 

BACA JUGA : Kerja Sama TP PKK, Upaya Turunkan Angka Stunting di NTB

Peresmian fasilitas kantor BPSILHK jadi proses kajian lingkungan hidup dan kehutanan

Acara tersebut berlangsung di Jln Dharma Bhakti no.7 Langko Lingsar Lombok Barat, pada Rabu (28/02/24).

Julmansyah menyampaikan apresiasi atas pembangunan gedung baru BPSILHK yang berhasil direvitalisasi pasca-gempa bumi tahun 2018. 

Ia menekankan pentingnya fasilitas tersebut untuk meningkatkan proses kajian standarisasi instrumen terkait lingkungan hidup dan kehutanan.

“Pemprov, DLHK, dan UPT Kementerian LHK telah menjalin sinergi yang baik dalam sosialisasi dan kolaborasi. Bangunan ini menjadi wujud nyata kerja sama yang berdampak positif,” ungkap Julmansyah.

BACA JUGA : Konten Lokal Berdampak Positif Bagi Perekonomian NTB

Selain itu, ia menyoroti perlunya fasilitas standarisasi produk hasil hutan, termasuk dalam sektor wisata alam dan pengelolaan kawasan hutan. BPSILHK diharapkan menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan hasil hutan serta mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan.

Ir. Samidi M.Sc., Kepala Biro Umum Setjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, membacakan sambutan Menteri KLHK yang menyatakan bahwa gedung baru ini mendukung fasilitas proses kajian standarisasi BPSILHK Mataram. Ia juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung baru tersebut.

“Pembangunan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi bersama, dan kami berharap kolaborasi ini dapat ditingkatkan pada kegiatan selanjutnya,” ujar Samidi.

BACA JUGA : NTB Dari Rawan Pangan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Dengan selesainya pembangunan gedung baru ini, diharapkan fasilitas BPSILHK Mataram dapat meningkatkan kinerjanya dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di NTB dan Bali, wilayah kerjanya. san/her

 




Laut Indonesia Punya Potensi Sumber Daya yang Melimpah

Sumber daya laut yang dimiliki Indonesia selain perikanan, juga sumber daya mineral kelautan, termasuk minyak dan gas bumi, timah, emas, pasir kuarsa, dan lainnya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perauran Indonesia dengan wilayah kelautan yang luas memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah. 

BACA JUGA : Jembatan Jatibaru Diresmikan Pj Gubernur NTB

sumber daya kekayaan sumber daya mineral laut yang kita miliki tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia

Namun bukan hanya ikan yang menjadi kekayaan laut Indonesia. Kekayaan lainnya beragam karena ada enam potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, yakni:

1. Perikanan Tangkap dan Budi Daya; merupakan potensi sumber daya laut terbesar di Indonesia. Sebab laut Indonesia memiliki potensi lestari yang besar, karena itu mendukung perikanan tangkap dan budi daya.

Berbagai jenis ikan, udang, dan krustasea dikembangbiakkan di perairan Indonesia yang luas,  termasuk ikan bandeng dan udang.

2. Hutan Mangrove (Hutan Bakau) : luas  hutan bakau sebagai salah satu sumber daya laut mencapai 3.617.000 hektar. Hutan Bakau memiliki fungsi ekologis meliputi habitat binatang laut sekaligus fungsi perlindungan pantai dari abrasi.

Lebih dari itu memiliki fungsi ekonomis, seperti penggunaan kayu bakar, arang, dan kertas

3. Terumbu Karang :  Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia, mencapai 284,3 ribu km2. Terumbu karang memiliki manfaat ekonomis sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan objek wisata bahari.

Secara ekologis, terumbu karang bermanfaat secara ekologis untuk mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat menyebabkan abrasi.

BACA JUGA : Rakor di Bima, Pj Gubernur NTB Dukung Lawan Destruktive Fishing

4. Pertambangan dan Energi: Kekayaan  sumber daya mineral kelautan yang kita miliki tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia. 

Sumber daya mineral ini di antaranya minyak dan gas bumi, timah, emas dan perak, pasir kuarsa, monasit dan zirkon, pasir besi, agregat bahan konstruksi, posporit, kromit, dan masih banyak lagi yang lainnya.

5. Padang Lamun : Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup di bawah permukaan air. Ini membentuk padang luas di dasar laut, dan menjaga stabilisasi dasar, dan fungsi sebagai perangkap sedimen

Padang lamun juga merupakan daerah penggembalaan dan asuhan bagi hewan di lautan.

6. Pariwisata Bahari : Potensi sumber daya dan keanekaragaman flora dan fauna dapat dikembangkan menjadi komoditas pariwisata. Dan melibatkan berbagai jenis wisata, seperti bisnis, pantai, budaya, pesiar, alam, dan olahraga.

BACA JUGA : Kontingen DKKI NTB ke Kejuaraan Grand Prix XI di Gresik

Dengan potensi sumber daya yang beragam ini, penting untuk menjaga kelestarian lingkungannya demi keberlanjutan ekosistem. Sudah selayaknya bersama-sama menjaga keindahan dan keberlanjutan laut Indonesia.

Potensi sumber daya Indonesia yang melimpah dan beragam ini, penting untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan ekosistem. ***