Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Dilirik Dunia

Dibagunnya KEK Mandalika, jajaran Pemerintah Daerah, para alim ulama, dan seluruh masyarakat Lombok Tengah berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Wabil khusus kepada Presiden Indonesia ke-5 Ibu Hj Megawati Soekarnoputri

MATARAM.lombokjournal.com ~ PERISTIWA 9 April 2015 itu tak akan pernah bisa dilupakan Bupati Lombok Tengah dua periode (2010-2020), H Suhaili FT, tiap kali mengingatnya, batinnya trenyuh kemudian matanya sembab.

Ia sedang bertutur saat pertemuan  para tokoh Lombok Tengah untuk pelurusan sejarah tentang KeK Mandalika, Senin (13/12/21),  suara  mantan Ketua DPRD NTB tersebut tersendat, tangannya menyapu matanya yang berkaca-kaca.

Meeeuruskan sejarah dibangunnya KEK Mandalika Para tokoh menelusuri sejarah KEK Mandalika

Ini tentang Mandalika. Suhaili tengah bertutur tentang hal yang tak banyak diketahui khalayak.

Pada Kamis, 9 April 2015, Presiden Joko Widodo sedang melakukan kunjungan kerja ke NTB. Ini adalah kunjungan kerja Presiden untuk kali pertama ke Bumi Gora, setelah mengucap sumpah jabatan 20 Oktober 2014.

BACA JUGA: Desa Tangguh Bencana Dorong Masyarakat Gotong Royong Antisipasi Bencana

Kedatangan Kepala Negara disambut suka cita. Sebagai Kepala Daerah, Suhaili turut menyambut kedatangan Presiden Jokowi sejak di bandara.

Sebagai penanggung jawab wilayah, Bupati Suhaili punya kebanggaan tersendiri atas kunjungan Presiden. Hatinya membuncah.

Tentu pula, ia memiliki harapan besar. Terutama untuk perhatian besar Pemerintah Pusat terhadap pengembangan Kawasan Mandalika yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2014.

Di ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Presiden diagendakan mendapat penjelasan dan pemaparan dari Gubernur NTB kala itu,  TGB HM Zainul Majdi,  KEK Mandalika salah satu yang telah dihimpun sebelumnya untuk dipaparkan di hadapan Presiden Jokowi.

Namun, rupanya dalam pemaparan itu, Pemprov NTB “menepikan” Mandalika. Pemprov NTB rupanya punya mimpi yang lain. Yakni pengembangan Global Hub di Kayangan, Lombok Utara.

Sebuah bandar baru yang akan terdiri dari pelabuhan besar, kawasan industri, dan fasilitas-fasilitas terintegrasi di dalamnya. Butuh Rp 150 triliun paling sedikit, untuk mewujudkan hal tersebut.

Di hadapan Presiden, pemaparan tentang Global Hub itu sedemikian lengkap dan detil. Pendek kata, Global Hub dipaparkan sebagai masa depan Pulau Lombok dan Bumi Gora.

“Foto Mandalika ditampilkan satu. Kecil saja,” ungkap Suhaili mengenang.

Kecewa sudah pasti. Tapi ia memendam dalam-dalam hal tersebut. Tak hendak pula ia menunjukkannya pada siapa pun. Suhaili sempat keluar sejenak dari ruang VIP Bandara, menenangkan hati, sebelum kemudian masuk kembali.

Usai presentasi Global Hub, Presiden Jokowi dan rombongan kemudian menuju Mataram. Presiden bermalam di Pulau Seribu Masjid. Agenda esoknya Presiden meresmikan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Praya, Lombok Tengah.

Kemudian diagendakan ke Lombok Utara lokasi dibangunnya Global Hub, dan selanjutnya ke Doroncanga di Dompu untuk meresmikan Festival Pesona Tambora.

Malam harinya, telepon seluler Suhaili berdering. Di ujung telepon, Paspampres dan Protokol Presiden menyampaikan bahwa Presiden Jokowi membulatkan hati untuk berkunjung ke Mandalika usai meresmikan Kampus IPDN.

Presiden bahkan ingin menunaikan Salat Jumat bersama-sama dengan masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna di sana.

Suhaili mengucap rasa syukur mendapat kabar tersebut. Ia haqqulyakin, doa seluruh masyarakat Lombok Tengah telah diijabah.

Sungguh tak dinyana, Presiden Jokowi memutuskan sendiri, akan berkunjung ke Mandalika.

Dalam kunjungan ke Mandalika saat itu, Presiden memastikan menyiapkan anggaran Rp 1,8 triliun dari anggaran Pemerintah Pusat untuk pembangunan Mandalika.

Dan sejak itu, sejarah mencatat, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus ini terus berderap kencang. Beberapa kali semenjak kunjungan tahun 2015 tersebut, Presiden Jokowi kembali beranjangsana ke Mandalika.

Yang terbaru, tentu saja saat meresmikan Sirkuit Mandalika, tanggal 12 November lalu. Sepekan setelahnya, digelar ajang balap internasional kelas dunia World Superbike (WSBK) yang telah absen dari Indonesia selama 27 tahun.

Miliaran pandangan mata dari seluruh dunia pun tertuju ke Mandalika. Tertuju ke Indonesia. Menjadikan country branding Indonesia pun kini sejajar dengan negara-negara yang telah lebih dulu mengecap kemajuan.

“Perhatian Bapak Presiden sungguh luar biasa. Ini membuktikan ketulusan beliau memimpin bangsa,” kata Suhaili.

Dia menegaskan, komitmen, keberpihakan Presiden yang ditindaklanjuti dengan sokongan anggaran yang besar dari Pemerintah Pusat, telah menjadikan Mandalika seperti saat ini. Sebab, keuangan daerah, baik Lombok Tengah maupun Pemprov NTB, tak akan mampu.

Mantan Kedua DPD Partai Golkar NTB tersebut menuturkan segala cerita ini di hadapan para alim ulama dari Lombok Tengah yang diundang secara khusus oleh Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri dalam pertemuan di Kantor Bupati Loteng, Senin (13/12/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengucapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT dan juga dari lubuk hati yang paling dalam, menghaturkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan juga Presiden ke-5 RI Ibu Hj Megawati Soekarnoputri. Pemkab Lombok Tengah ingin membuka mata khalayak di Bumi Gora, bahkan Indonesia, betapa sumbangsih yang besar dari Presiden Jokowi dan juga kontribusi nyata dari Ibu Mega, Mandalika bisa seperti sekarang.

Secara khusus, Bupati Loteng mengundang Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat untuk hadir. Rachmat diharapkan bisa menyampaikan pula ucapan terima kasih Pemerintah Daerah, para alim ulama, dan seluruh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna kepada Presiden Jokowi dan juga ke Ibu Mega.

BACA JUGA : Memanfaatkan Limbah Batubara PLTU Jadi Batako

Turut hadir pula dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah, dan juga Ketua DPRD Lombok Tengah M Tauhid yang juga menyampaikan harapan serupa.

Berproses Lama

Tentu saja, perhatian Presiden Jokowi pada Mandalika bukanlah datang tiba-tiba. Melainkan melalui sebuah proses yang perlu juga diketahui khalayak.

Presiden Jokowi tahu persis, bahwa lahan-lahan di KEK Mandalika telah dibebaskan semenjak 1987 silam. Namun semenjak itu, tak banyak kemajuan yang didapat Mandalika. Meski pemerintahan pun berganti-ganti kemudian.

Beginilah semuanya bermula. Dimulai dari langkah DPRD NTB Periode tahun 1999-2004. Dalam pertemuan kemarin, hal tersebut pun mengemuka.

Kala itu, DPRD NTB yang dipimpin HL Serinata mengambil inisiatif membentuk Panitia Khusus tentang tanah Mandalika. Pansus diketuai Wakil Ketua DPRD NTB kala itu H Abdurrahim dengan pimpinan DPRD NTB lainnya sebagai Wakil Ketua Pansus.

Program utama DPRD dengan membentuk Pansus kala itu adalah bagaimana mengembalikan tanah Mandalika yang saat itu dikuasai oleh LTDC, anak usaha Group Rajawali, perusahaan milik Peter Sondakh.

Totalnya 1.250 hektare. Tanah itu dibeli melalui pinjaman berupa sindikasi perbankkan. Namun, menjadi kredit macet, yang kemudian asetnya lantas diserahkan ke Badan Penyehatan Perbankkan Nasional, dan HPL nya menjadi milik negara. Pinjaman tidak bisa dibayar. Sisa utangnya Rp 771 miliar.

Kepada Ibu Mega yang kemudian menjadi Presiden menggantikan H Abdurrahman Wahid, diusulkan agar sertifikat HPL kawasan eks LTDC tersebut diberikan kepada Pemprov NTB.

Dalam pertemuan dengan Ibu Mega, selain pimpinan DPRD NTB, juga hadir Gubernur NTB kala itu H Harun Al Rasyid. Usulan tersebut kemudian disetujui oleh Presiden Megawati.

Dalam prosesnya kemudian, pada 2003, terjadi suksesi kepemimpinan di NTB. Ketua DPRD NTB kala itu, HL Serinata kemudian terpilih menjadi Gubernur NTB menggantikan Gubernur Harun. Saat itu, sertifikat HPL lahan Mandalika secara resmi telah diserahkan negara kepada NTB.

Namun begitu, dalam lima tahun periode kepemimpinan Gubernur NTB HL Serinata, pembangunan Mandalika belum sempat terealisasi. Meski kala itu, sudah ada rencana kerja sama dengan Badan Usaha Milik Uni Emirat Arab untuk pengembangannya.

Sampai kemudian kembali terjadi suksesi kepemimpinan di NTB. Di mana Gubernur NTB kemudian dijabat TGB HM Zainul Majdi. Kemudian Presiden kala itu dijabat Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan kemudian, sertifikat HPL tersebut malah kembali kepada Pemerintah Pusat dari Pemerintah NTB seiring dengan kerja sama pembangunan Mandalika dengan Badan Usaha dari Uni Emirat Arab.

Lalu pada tahun 2008, Menteri Pariwisata saat itudijabat Jero Wacik, digelar pertemuan di Gedung Sapta Pesona Kementerian Parwisata. HPL Mandalika diminta dikembalikan ke Pemprov NTB, karena belum juga terbangun.

Tapi, sampai tahun 2014, hal tersebut tidak terwujud. Sampai kemudian Joko Widodo terpilih menjadi Presiden.

Pada awal tahun 2015, seluruh Ketua DPD PDI Perjuangan dikumpulkan oleh Ketua Umum Hj Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka dan menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

Saat itu, hadir pula Menko PMK Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Kala itu, PDI Perjuangan memang sedang menggelar Rapat Kerja Nasional.

Seluruh Ketua DPD PDI Perjuangan diminta menyampaikan usulan pembangunan dan seluruh uneg-uneg di daerahnya masing-masing ke pada Presiden Joko Widodo. Bu Mega kemudian mempersilakan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB untuk menyampaikan usulan pertama kali.

Usulan tentang pentingnya pembangunan Mandalika pun mengemuka. Di mana, kawasan ini telah dicita-citakan sejak lama pengembanganya oleh Bu Mega kala menjabat Presiden. Sebuah kawasan wisata yang indah tiada tara. Memiliki pasir putih yang khas, berbulir seperti merica.

Kepada Kepala Negara disampaikan, pembangunan kawasan Mandalika akan menjadi mercusuar bagi Indonesia. Dan disampaikan pula, di dalam kawasan seluas 1.250 hektare tersebut di dalamnya masih ada lahan milik masyarakat yang belum dibebaskan.

Presiden pun menyampaikan, Mandalika akan menjadi prioritas untuk ditangani Pemerintah Pusat. Semenjak itu, gerak cepat dimulai. Presiden Jokowi mengunjungi Mandalika.

Presiden Jokowi pun ingat betul bagaimana di tengah lahan tersebut masih ada tanah milik masyarakat yang belum dibayar.

Masyarakat pemilik lahan hanya sempat diberikan dana tali asih yang sepenuhnya diprakarsai Ketua DPRD NTB kala itu HL Serinata, yang kemudian menjadi Gubernur NTB.

Dinamika yang Lumrah

Dalam perkembangannya, tentu banyak dinamika yang terjadi dalam perkembangan Mandalika. Sebuah dinamika yang disebut sangat wajar dalam hal mencapai tujuan pembangunan daerah yang diharapkan.

Bupati Pathul Bahri menjelaskan, dirinya tahu persis, bagaimana komitmen pendahulunya Bupati Suhaili FT dalam memprioritaskan pembangunan Mandalika.

Pathul yang di periode kedua Suhaili FT memimpin Lombok Tengah menjabat Wakil Bupati menjelaskan, bagaimana Bupati Suhaili kala itu selalu mengerahkan aparat sipil negara di Pemkab Loteng untuk melakukan aksi-aksi bersih setiap Jumat di kawasan Mandalika.

Pada saat yang sama, Pemkab Loteng juga membangun jalan. Membagun pula pasar seni di dalam kawasan Mandalika. Meski hal tersebut diketahui bukanlah kewenangan Pemkab Loteng.

Semuanya karena komitmen yang kuat dari Bupati Suhaili waktu itu untuk membangun Mandalika.

Karena itu, sejarah yang dituturkan Bupati Suhaili adalah hal yang tak boleh dilupakan sedikitpun oleh setiap warga Gumi Tatas Tuhu Trasna. Betapa sumbangsih Presiden Jokowi dan juga Ibu Mega sedemikian luar biasa untuk Lombok Tengah.

Doa dari seluruh alim ulama dan masyarakat Lombok Tengah pun dimunajatkan kehadirat Allah SWT. Semoga Presiden Jokowi dan Ibu Mega, selalu diberkahi. Selalu mendapat kesehatan dan keafiatan dalam memimpin derap kemajuan negara. Dan semoga seluruh apa yang telah dilakukan untuk Mandalika, untuk Lombok, untuk NTB, dan untuk Indonesia, sepenuhnya tercatat sebagai ibadah di sisi Yang Maha Kuasa.

Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Tengah M Tauhid menegaskan ucapan terima kasih yang sama untuk Presiden Jokowi dan Ibu Mega. Apa yang dilakukan kedua pemimpin Indonesia ini telah menjadikan mimpi masyarakat Lombok Tengah menjadi nyata.

Dream comes true,” katanya.

Keberadaan Mandalika sungguh kata Tauhid telah memberi sumbangsih besar untuk pembangunan Lombok Tengah. Dia memberi contoh.

Dengan keberadaan Mandalika, Pendapatan Asli Daerah Lombok Tengah kini melonjak. Jika sebelumnya hanya berkutat pada Rp 219 miliar. Maka mulai tahun depan, Pemkab Loteng bisa menargetkan PAD menjadi Rp 315 miliar dengan penambahan yang didapat dari keberadaan Mandalika.

Sementara itu, TGH Maarif Makmun Dirase yang mewakili para alim ulama yang hadir menegaskan, sungguh masyarakat Lombok Tengah, dan juga masyarakat Bumi Gora akan kufur nikmat manakala tidak mensyukuri perhatian yang telah diberikan Presiden Jokowi dan juga Ibu Mega.

TGH Maarif mengemukakan, para alim ulama di Pulau Seribu Masjid tahu persis, Presiden Jokowi tidak menerima dukungan signifikan dari masyrakat NTB dalam dua kali penyelenggaraan Pilpres. Namun, hal tersebut rupanya tidak pernah mengecilkan perhatian Presiden kepada NTB.

Karena itu, kata TGH Maarif, apa yang ditunjukkan Presiden dalam perhatiannya untuk NTB, menunjukkan Kepala Negara menjalankan betul apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

Nilai lebih untuk Presiden Jokowi, karena memperlakukan begitu baik masyarakat NTB, padahal di satu sisi, dukungan dalam kontestasi politik tidak berasal dari masyarakat NTB.

“Jazakumullah khairan kami sampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Ibu Hj Megawati,” kata TGH Maarif.

Me




Sebutan ‘Inaq-Amaq’ Masyarakat Sasak, Punya Akar Tasawuf

Salah satu keturunan Alawiyyin, Dr. H. S. Ali Jadid al-Idrus, M. Pd mengatakan, sebutan Amaq, sebutan Inaq itu merupakan simbol-simbol tradisi tasawuf

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Meski tidak banyak, ada juga sebagian masyarakat Sasak Lombok di era sekarang, ada yang gengsi memanggil orang tuanya dengan panggilan Inaq-Amaq (bhs Ind. Ibu-Bapak).

Anak-anak Sasak (suku asli di Lombok) di masa kini lebih banyak memanggil orang tuanya dengan panggilan ibu-bapak, ayah-bunda, mama-papa, dan mami-papi.

Padahal panggilan Inaq-Amaq memiliki makna yang mendalam jika dikaji melalui ilmu tasawuf.

Munculnya berbagai tradisi di Lombok tidak terlepas dari pengaruh penyebaran Islam di pulau ini. Salah satu tradisi tersebut adalah sebutan Inaq-Amaq untuk panggilan pada Ibu-Bapak.

BACA JUGA;

Menparekraf Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Desa Senaru

“Sebutan Amaq, sebutan Inaq itu sebuah bentuk simbol-simbol tradisi tasawuf yang sangat dalam,” kata salah satu keturunan Alawiyyin, Dr. H. S. Ali Jadid al-Idrus, M. Pd, (Kamis, 29 Juni 2017) yang lalu.

Jadi ucapan Ali Jadi Al Idrus itu tentu sudah berlangsung lama.

Kata “Inaq” berakar dari kata Bahasa Arab “Inaun” yang berarti wadah. Sederhananya kata inaq-amaq memiliki makna orang yang mewadahi.

Inilah salah satu tradisi yang mempertemukan tradisi muslim dari Timur Tengah dengan masyarakat lokal.

“Inaq, amaq itu kalau dalam ilmu tasawuf itu orang yang mewadahi. Di situlah titik temunya tradisi kami dengan Lombok ini khususnya,” jelas dosen di UIN Mataram ini.

Seperti diketahui penyebaran Islam ke Nusantara, khususnya Lombok salah satunya melalui strategi pendekatan tasawuf.

Di samping itu, selain tradisi panggilan inaq-amaq, masih banyak lagi tradisi di Pulau Lombok yang mengandung nilai tasawuf.

“Tinggal nanti bisa diukur tradisi Lombok itu banyak mengandung tasawuf. Orang-orang Lombok itu sangat cinta dengan tasawuf. Di situlah titik temu mereka itu,” jelasnya.

Sehingga Jadid menegaskan, orang memanggil orang tuanya dengan panggilan inaq-amaq bukanlah orang kampungan atau jadul.

BACA JUGA: Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

“Jadi jangan berpikir orang sebut inaq, orang sebut amaq itu orang second line. Tidak. Tidak ada strata seperti itu,” tegasnya.

@ng




Menakjubkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

Semula jadi ejekan, tapi kerja keras dan keuletan Taufik dan kelompok taninya menakjubkan, yaitu mengubah tanah nonproduktif jadi kebun sayur yang meningkatkan pendapatan petani

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Lahan pertanian seluas sekitar 1.17 hektar yang semula dianggap nonproduktif, disulap jadi kebun sayuran segar.

Keberhasilan mengolah lahan di Dusun Batu Ampar, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara itu, tak lepas dari tekad dan kerja keras Taufik Hidayat dan kawan-kawannya di KelompoK Tani “Berkah Bersama”, di bawah binaan Kepala Kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Tanjung, Aki Suharti, S.Pt dan PPL Desa Sokong Yody Cahyanto.

Hasil Cabe dari upaya Taufik yang menakjubka Tnaman sayuran lainnya yang menakjubkan dari lahan yang semula nonproduktif

Melihat lahan nonproduktif, Taufik dan kelompoknya menggagas untuk menanam sayur-sayuran, termasuk menanam cabe.

Alasannya, sayur-sayuran menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari dan bernilai ekonomi tinggi. Dan para petani pun punya perhatian menanam sayuran pada areal persawahan maupun perkebunan, karena bisa meningkatkan pendapatan.

Menggagas menanam sayur-sayuran akhirnya juga menyasar kebun kurang produktif di Dusun Sokong, yang merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh UPTD Tanjung.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide inovasi

Semula Taufik menanam sayuran seluas kurang lebih 25 are sejak peristiwa gempa bumi 7,0 skr menimpa Lombok Utara.

Kemudian menanam sayuran dikembangkan lagi hingga 1,17 Ha, kerja sama dengan pemilik kebun warga setempat yang terletak di Dusun Batu Ampar, Tanjung yang jadi salah satu contoh gagasan Taufik Hidayat selaku Ketua Kelompok Tani “Berkah Bersama”.

Taufik sendiri bersama keluarga pernah ikut progeram transimigrasi ke Kalimantan Utara dan kembali ke tempat asalnya karena peristiwa Perang Sampit.

Tanah yang semula non produkrtif jadi kebun sayur yang menakjubkan

Ia termasuk petani ulet yang tidak gampang menyerah meski dalam kegiatannya pernah jadi gunjingan orang-orang di dusunnya.

Semula upaya menanam sayuran itu tak berjaan mulus, karena Taufik sering diejek dan diragukan keberhasilan. Namun Taufik dan kawan-kawanya tak putus asa, dan keuletan dan kerja keras itu merubah lahan yang tidak produktif menjadi produktif.

“Alhamduillah, akhirnya tanah yang tak produktif itu bisa bernilai ekonomi,” kata Taufik kepada lombokjournal.com yang sempat mewawancarinya, Selasa (12/10/21).

Modal 60 juta

Taufik menuturkan, modal sebanyak 60 juta rupiah disiapkan untuk memulai menanam sayur-sayuran. Mulai biaya pengembangan tanah nonproduktif itu. Dimulai dari pembersihan lokasi, pengolahan, pembibitan, penanaman hingga perawatan untuk tanaman sayuran.

“Ternyata dengan modal 60 jutaan dan hasilnya cukup bagus. Kami sudah jalani sejak September 2018,” tutur Taufik.

Manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh warga setempat dan laku di pasar Tanjung. Karena banyak permintaan hingga ke luar daerah KLU, maka kami mencoba kerja sama dengan pemilik kebun sistim bagi hasil dan kerja kelompok, tuturnya.

BACA JUGA: Duta Petani Milenial KLU Diskusi dengan Wabup

“Sayurnya bagus, segar, tidak mengandung bahan kimia, serta harganya terjangkau bahkan lebih murah dibanding beli di pasar. Keuntungannya bisa metik sendiri, pilih sayur yang disukai sendiri dan juga bisa foto-foto sama keluarga,” ungkap Taufik Hidayat.

Taufik pun mengaku hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah atas usaha bertani yang dilakukan bersama anggotanya. Ia berharap mendapatkan bantuan hand traktor dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan (DKPPP – KLU).

Rencananya, pada panen perdana yang diperkirakan di awal bulan Januari 2022 akan mengundang Bupati dan OPD terkait, untuk bersama sama menyaksikan langsung usaha yang di lakukannya, tutur Taufik.

@ng

 




Usai Ijab Kabul Langsung Cerai, Cerita Dari Sumbawa

Sungguh mengejutkan apa yang dikatakan mempelai pria usai ijab kabul, ia menyatakan mencerai istri yang baru dinikahinya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kejadian di Desa Gapit, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat memang membuat siapa saja akan mengurut dada.

Ini cerita tentang perkawinan dua sejoli, seorang pria berinisial IM (25 tahun) dan perempuan berinisial HA (23), pada hari Minggu (04/07/21).

Apa yang terjadi? Dalam sebuah video yang sempat viral memperlihatkan seorang pria muda itu merebut mik usai ijab kabul. Sungguh mengagetkan apa yang diucapkan

“Saya talak tiga atau cerai kamu,” ujar pengantin pria.

BACA JUGA: Akhir Pandemi Covid-19 Mulai Terlihat di Dunia

Sungguh tak terduga apa yang diucapkan pria ini, dan tentu saja memancing reaksi orang-orang yang hadir dalam akad nikah hari Minggu itu. Terutama dari keluarga pihak perempuan.

Keluarga dari pihak perempuan langsung bereaksi menyerang mempelai pria itu.

Keributan pun terjadi. Pihak keluarga mempelai wanita yang keberatan langsung menyerang pengantin pria tersebut.

Menurut keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata, insiden yang berlangsung pada momen akad nikah itu tidak berkepanjangan

Permasalahan tersebut telah dimediasikan yang melibatkan Polsek Empang.

Entah bagaimana jalan ceritanya. Singkatnya, usai mediasi, kedua mempelai yang sempat cerai akhirnya rujuk kembali. Persoalan yang melatarbelakangi sikap mempelai pria itu bisa diredam dalam dialog keluarga.

Mereka sudah berjanji akan membangun rumah tangga yang baik.

“Perkara sudah tangani Polres dan Polsek. Sudah dilakukan restorative justice kedua pihak. Keduanya sudah kembali menjadi suami istri yang sah,” kata Hari Brata, Rabu (07/07/21).

Tentu saja masyarakat masih bertanya-tanya. Sebab hingga kini belum dijelaskan penyebab pengantin pria menyatakan talak.

BACA JUGA: Konsultasi Online Gratis, Layanan RSUD NTB untuk Covid-19

Polisi hanya menjelaskan, itu masalah pribadi antara pengantin sebelum pernikahan berlangsung.

Sayangnya, tidak diungkapkan apa yang dimaksud masalah pribadi itu.

Red




Perajin Perak di Kamasan, Mataram, Butuh Perhatian Pemda

Pandemi Covid-19 sempat membuat Ahmad Baihaqi, perajin perak di Kamasan, Karang Baru, Kota Mataram beralih profesi menjadi buruh bangunan 

MATARAM.lombokjournal.com — Tidak salah kalau pandemi Covid-19 disebut tak hanya mengancam kesehatan, tapi juga melumpuhkan sendi kehidupan ekonomi masyarakat.

Ahmad Baihaqi, 43, perajin perak asal Kamasan, Kota Mataram, saat ini harus bertahan hidup dengan prihatin, karena penghasilannya sebagai perajin perak hanya pas-pasan. Meski pun ia masih bersyukur, karena istrinya bisa membantu kebutuhan sehari-hari, dengan berjualan es, kopi dan makanan kecil seadanya di kampungnya di Kamasan.

Lebih dari setahun lalu, sebelum terjadinya pandemi Covid-19, nafasnya masih longgar.

Saat itu, dalam sehari rata-rata ia mendapat pesanan membuat perhiasan perak sebanyak 7 – 8 pesanan. Bagi Baihaqi, dengan pesanan sebanyak itu, ia bisa hidup bersama istri dan 4 orang anaknya dengan layak.

Dengan jumlah pesanan itu, kalau dihitung penghasilannya tiap perhiasan ia bisa mengantongi hasil bersih sekitar Rp 250 ribu, maka hasil total yang masuk tiap hari bisa lebih dari cukup untuk membiayai hidup di kampung yang sederhana.

Saat itu, Baihaqi tak pernah mengkhawatirkan beban hidup keluarganya termasuk biaya sekolah 4 orang anak-anaknya. Lebih dari itu, ia masih bisa mempekerjakan remaja di kampungnya untuk membantu pekerjaannya. Remaja di kampungnya bisa diberi job sebagai tukang ampelas, mentata perak, atau pekerjaan kecil lainnya.

“Saya tinggal fokus mengerjakan yang utama. Mereka selain dapat penghasilan, juga sekaligus melihat proses pembuatan perhiasan, mereka belajar agar nanti bisa jadi pengrajin perak,” cerita Baihaqi.

Apa boleh buat, masa ‘yang menyenangkan’ itu (mudahan hanya sementara) sudah berlalu. Baihaqi saat ini tidak bisa lagi mempekerjakan orang lain. Ia harus mengerjakan pesanan perhiasan itu seorang diri.

Sekarang paling banyak ia mendapat 2 pesanan, dan itu pun tidak rutin. Kadang-kadang ada pesanan, dan lebih sering harus lebih sabar menanti.

“Itu pun kalau ada pesanan. Sebab pada awal pandemi, bukan hanya pesanan sepi tapi sama sekali tidak ada pesanan. Semua pengrajin di Kamasan benar-benar jadi penganggur,” tutur Baihaqi.

Padahal hidup terus berlanjut, dan biaya kebutuhan sehari-hari terus menuntut. Seperti halnya Baihaqi, karena nganggur tak ada pesanan, banyak perajin mencari pekerjaan lain, salah satunya menjadi buruh bangunan.

Ternyata menjadi buruh bangunan pun juga tak lancar, karena banyak proyek-proyek bangunan yang ditunda. Banyak para kontraktor yang harus ‘merumahkan’ para buruh bangunannya.

“Saat nganggur saya juga mau jadi buruh bangunan. Untungnya, pada saat seperti itu ada teman yang pesan perhiasan, akhirnya saya membatalkan niat. Saya tetap mengerjakan kerajinan perak, ada atau tidak pesanan,” kata Baihaqi, ternyata ia masih bisa tersenyum.

Kampung cikal bakal perajin emas

Kampung Kamasan, Karang Baru, Kota Mataram, Lombok, diceritakan sebagai kampung yang merupakan cikal bakal para perajin emas. Kampung Sekarbela, Ampenan, yang saat ini dikenal sebagai pusat kerajinan emas terbesar di Lombok, dulu para perajinnya belajar menjadi pande emas dari perajin di Kampung Kamasan.

Tapi akhirnya para perajin Sekarbela lebih berjaya. Tahu sebabnya? Ya, orang-orang di Sekarbela dikenal sangat ulet dan lebih gigih berwirausaha. Sehingga di Sekarbela tumbuh puluhan toko yang menjual perhiasan emas, dan terus berkembang. Di Kamasan saat ini hanya ada satu toko yang menjadi showroom yang menjual erajinan perak.

Nama Kamasan sebenarnya semula bernama Keemasan, yang menandai bermukimnya para perajin emas.

“Dulu saya juga mengerjakan perhiasan emas, akhirnya sekarang fokus mengerjakan perak,” cerita Baihaqi. Ia memilih menjadi perajin perak, karena mengerjakan emas banyak resikonya.

Terutama soal kesehatan, sebab untuk melebur emas harus menggunakan bahan kimia. Karena pengaruh zat kimia itu, umumnya para perajin emas saat usia tua merasakan dampak penggunaan bahan kimia itu.

Selain itu, kalau tidak teliti benar, mengerjakan kerajinan emas banyak ruginya sebab emas lebih cepat susut.

Di Kampung Kamasan memang sangat dikenal sebagai tempat para perajin perhiasan dan keris. Soal kerajinan keris, di Kamasan sangat dikenal dalam penyamplengan keris. Sampleng keris merupakan penambahan logam, baik emas, perak, tembaga, dan lainnya pada gagang dan sarung keris.

Tapi kejayaan para perajin perhiasan dan keris di Kamasan hanyalah masa lalu. Saat ini sebagian besar perajin di Kamasan benar-benar kehilangan mata pencahariannya.

Setelah pandemi  Covid-19 berlalu, apakah para perajin perak di Kamasan bisa kembali bangkit?

“Kami berharap uluran tangan dan dukungan pemerintah, agar perajin yang cukup lama terpuruk ini bisa kembali bekerja,” harap Baihaqi.

Rr    

 

 

 




Inilah Daftar Milenial Paling Kaya di Dunia

lombokjournal.com

Ada 2.755 miliuner di seluruh dunia, yang jumlah total seluruh kekayaannya mencapai USD13 triliun.

Tapi tahukah bahwa 100 di antara orang terkaya itu masuk kategori milenial.

Yang dimaksud milenial yaitu mereka yang lahir di antara tahun 1981 sampai 1996. Berarti saat ini banyak orang yang masih berusia muda tapi kekayaannya sudah berlimpah. Ini menurut data Forbes.

Mark Zuckerberg

Forbes baru saja mengeluarkan daftar anak-anak muda milllennial yang menjadi orang terkaya di dunia.

Dari 10 milenial yang ada dalam daftar tersebut, Amerika dan China bersaing ketat dengan masing-masing memiliki 4 orang di dalam daftar tersebut walau Mark Zuckerberg, si pendiri Facebook, masih berada di urutan pertama.

Kalangan milenial atau anak-anak muda ini merepresentasikan sekitar 3,8 persen dari seluruh miliuner yang ada di dunia, dengan kombinasi kekayaan total USD573,1 miliar.

BACA JUGA:

Kekayaan Bos Facebook, Mark Zuckerberg Mencapai Rp1.460 Triliun

Milenial paling tua yang masuk daftar orang kaya raya itu baru memasuki usia ke-40 pada 2021. Sedangkan yang paling muda ada di usia 25 tahun.

Berarti, millennial itu merupakan miliuner termuda di dunia. Bahkan ada yang masuk golongan Gen-Z, yakni Wang Zelong dari China yang berusia 24 tahun dan Kevin David Lehmann dari Jerman, yang masih berusia 18 tahun. Wow..

Ternyata milenial terkaya itu sebagian besar berasal dari Amerika dan Cina. Dari 10 orang millennial terkaya dunia itu, empat orang berasal dari Amerika dan 4 orang berasal dari China.

Sisanya masing-masing dari Rusia dan Brasil, yakni Pavel Durov si pendiri Telegram dan Eduardo Saverin yang pernah menjadi investor awal Facebook, sebelum dikhianati oleh Mark Zuckerberg.

China memang menjadi tempat kedua bagi miliuner muda di dunia. Dari 100 orang miliuner itu sebanyak 33 orang berasal dari Amerika, sedangkan China menduduki posisi kedua dengan 23 miliuner.

BACA JUGA:

Bank Indonesia Optimis, Pertumbuhan Ekonomi NTB Meningkat

Faktanya, sebanyak 86 persen anak muda terkaya di dunia itu memiliki kekayaan yang bertambah banyak dibanding setahun lalu.

Misalnya, Mark Zuckerberg yang pada 2020 tercatat memiliki kekayaan hanya USD35 miliar naik menjadi USD97 miliar di tahun ini.

Sedangkan Zhang Yiming yang menduduki posisi dua dalam daftar tersebut memiliki kekayaan USD19,4 miliar di 2020 dan kini kekayaan mencapai USD35,6 miliar.

Berikut daftar 10 anak muda milenial yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

  • Mark Zuckerberg (AS) kini berusia 36 tahun dengan total kekayaan USD97 miliar
  • Zhang Yiming (China) berusia 37 tahun, total kekayaan USD35,6 miliar
  • Yang Huiyan & family (China) usia 39 total kekayaan USD29,6 miliar
  • Dustin Moskovitz (AS) usia 36 kekayaan USD17,8 miliar
  • Su Hua (China) usia 39 tahun kekayaan USD17,8 miliar
  • Pavel Durov (Rusia) usia 36 tahun total kekayaan USD17,2 miliar
  • Lukas Walton usia 34 tahun total kekayaan USD15.6 miliar
  • Eduardo Saverin (Brasil) usia 39 tahun dengan total kekayaan USD14,6 miliar
  • Cheng Yixiao (China) berusia 37 tahun dengan total kekayaan USD14,1 miliar
  • Brian Chesky (AS) berusia 39 tahun, total kekayaan USD13,7 miliar

Uzon.id




Dukun Santet pun Bela Palestina

lombokjournal.com

Para dukun santet ikut geram atas serangan-serangan Israel ke kubu Hamas di Palestiina, dalam perang Israel-Hamas yang berlangsung 11 hari.

Sejalan dengan keberpihakan rakyat dan pemerintah Indonesia yang kompak berpihak ke Palestina, para dukun santet pun beraksi dengan mengirim ‘paket’ ke Israel.

Aksi para dukun itu ditayangkan dalam video berdurasi 22 menit 22 detik memperlihatkan aktivitas dukun santet yang digambarkan mengirim paket santet ke Israel di channel YouTube Kang Ujang Busthomi Cirebon yang diunggah pada 17 Mei 2021.

BACA JUGA:

Indonesia Bela Palestina, Tapi Ada Nitizen Hina Palestina

Video berjudul “[LIVE]DUEL VS 30!DIUNDANG NYANTET ISR4EL!” telah mendapat lebih dari 1,1 juta views dan 40 ribu likes.

Boleh percaya atau tidak, kebetulan banget sehari setelah 30 dukun santet Nusantara mengirim paket ke Israel, Israel pun menyatakan gencatan senjata dengan Hamas, hari Jum’at (21/05/21) Tentu saja peran aktif para dukun santet yang pro Palestina itu mengundang beragam komentar dari para nitizzen.

Netizen ada yang berkelakar, “Israel akhirnya mengakhiri pertempurannya dengan Hamas setelah para dukun Indonesia beraksi,” seperti  dituturkan oleh akun Twitter @NUgarislucu.

Sementara itu, akun @afneradrifsalut kepada dukun Indonesia karena mereka peduli terhadap rakyat Palestina.”

Empat dukun terlihat sedang melakukan ritual, salah satunya mengatakan kepada host bahwa “Para dukun Nusantara akan membantu Palestina yang diserang oleh Israel.”

Host yang mengekan peci dan sarung itu kemudian bertanya, “Maksudnya, Israel mau digimanain ini?”

“Akan dihancurkan,” tegas dukun itu.

“Kirimnya pakai apa?”

“Mengirim rudal jin ke sananya,” jawab si dukun lagi.

BACA JUGA:

Aksi Bela Palestina, Gubernur NTB Dituntut Bentuk Tim Pengelola Bantuan Satu Pintu

Setelah itu, dukun itu juga mengklaim rudal jin tidak akan mempan dihadang rudal Israel yang dikenal sebagai sistem Iron Dome. Menurut dukun, malah rudal akan berbalik sendiri ke Israel.

Sedangkan dukun lainnya mengatakan santet akan tiba “dalam dua hari” yang dikirim lewat angin.

Uzon.id




Indonesia Bela Palestina, Tapi Ada Nitizen Hina Palestina

lombokjournal.com

Ini yang dilakukan Hilmiadi alias Ucok (23), yang sehari-hari bekerja sebagai cleaning service di universitas di Mataram.

Laki-laki asal Kecamatan Gerung, Lombok Barat, itu harus berurusan dengan polisi karena membuat konten di akun TikTok @ucokbangcok.

Dalam video berdurasi 13 detik, telihat Ucok sedang berjoget dengan iringan musik, tapi liriknya asal-asalan dengan nada penghinaan ke Palestina.

“Palestina Babi, Mari Kita Bantai. Babi, Babi, Babi,” ucap dia sambil menari-nari.

BACA JUGA:

Aksi Bela Palestina, Tuntut Gubernur NTB Bentuk Pengelola Bantuan Satu Pintu

Dia ditangkap setelah dilaporkan warga bernama Zainudin Pratama pada 15 Mei 2021. Reskrimum Polres Lombok Barat menetapkan HL sebagai tersangka atas dugaan melanggar pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hilmiadi merupakan salah satu (mungkin) dari banyak orang Indonesia yang tidak paham sejarah bagaimana negara Israel bisa berdiri setelah mencaplok tanah Palestina.

Mungkin saja kelakuanya yang tidak pantas itu karena tidak pernah tahu bahwa Israel bukan saja berlaku tidak senonoh pada masjid bersejarah milik umat Islam di Yerusalem. Tapi pendudukan Israel di Palestina membuat anak-anak dan warga Palestina lainnya mengalami penderitaan tak terkira.

Karena itu Presiden Jokowi mengecam keras serangan Israel ke Palestina. Dan Menlu RI, Retno Palupi dalam sidang PBB menegaskan keberpihakan Indonesia pada Palestina, dan menyerukan segera diakukan gencatan senjata.

Akhirnya sudah diduga, Hilmiadi menyesal dan minta maaf, dan mengaku khilaf melalui unggahan video di TikTok pada Minggu (16/05/21).

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, tolong dimaafkan atas kekhilafan saya, dan saya cuman salah paham aja. Dan saya salah sebut, ternyata yang menjajahnya itu adalah Israel, Israel f*ck you, mohon maaf ya atas kekhilafan saya”.

Tapi terlambat, kata-kata penghinaan sudah terucap.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mengatakan kepada media bahwa HL terancam dijerat Pasal 28 ayat 2 jo 45A ayat 2 UU ITE, dengan ancamannya 6 tahun penjara.

Bukan hanya warga Gerung itu yang berurusan dengan polisi. Ada lagi netizen pro-Israel yang menghujat Palestina melalui akun TikTok @sarinaborumanik.

Video tersebut diduga dibuat oleh seorang wanita asal Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Perempuan itu terlihat santai tengah menyeterika baju, sementara mulutnya memaki Palestina, saat membuat video konten.

“Apa kalian? Palestina, Palestina, Israel yang benar. Palestina babi. Udah? Eh asal kelen tahu ya, ustaz dari Arab aja mengakui kalau Israel nggak salah,” kata perempuan itu.

Video itu sempat ditelusuri lagi oleh Uzone.id ke platform TikTok, tampaknya TikTok sudah menghapus konten yang bikin huru-hara itu.

Namun video itu masih bisa melihat jejak digitalnya di Facebook dan menyebar di aplikasi perpesanan WhatsApp.

Perempuan itu membuat Bupati Tapteng Ahmad Sibarani meminta maaf lewat media. Dia pun berharap polisi atau pihak berwajib memproses sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

BACA JUGA:

Dukun Santet pun Bela Palestina

Nitizen Bengkulu

Apa yang ada dipikiran MS, seorang siswi SMA di Bengkulu Tengah, Bengkulu, yang membuat konten video berdurasi 8 detik di TikTok.

Dalam video tersebut, MS mengeluarkan ucapan tak pantas kepada Palestina. Dia pun akhirnya diamankan oleh polisi setelah videonya viral.

Selain meminta maaf kepada warga Palestina, dia mengungkapkan alasan bikin video tersebut.

“Saya hanya iseng dan bercandaan saja bukan maksud berbuat apa-apa dan saya juga tidak menyangka bisa seramai ini,” ujar dia.

Sayangnya, pihak sekolah membuat hukuman terlalu berat bagi MS. Dia dikeluarkan dari sekolah karena telah menghina Palestina.

Pihak yang tidak setuju MS dikeluarkan dari sekolah datang dari Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Dia mengatakan kepada wartawan, seharusnya hak pelajar jangan diputus karena bila diputus akan merugikan pelajar tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan bahwa terkait media sosial, tentunya UU ITE menjadi rujukan.

Menurutnya, sepanjang TikTok dipakai hal positif, tidak menyebarkan berita bohong, tidak untuk diskreditkan orang atau pihak atau organisasi nggak masalah.

“Tapi kalau sudah masuk ranah seperti yang kamu sampaikan itu, ya akan berhadapan dengan UU ITE,” kata Kharis kepada media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/05).

Abdul Kharis juga minta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk bertanggung jawab. Menurutnya, Kominfo harus melakukan tindakan preventif hingga peneguran ke TikTok terkait adanya konten yang bermasalah.

BACA JUGA:

Wabup KLU Inspeksi ke Obyek Wisata

“Agar masyarakat mengerti bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki konstitusi dan ideologi,” kata anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha.

Rr

Sumber: Uzon.id




Cerita Hidup Anak Rantau

Yuni Wahidah, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Perginya seseorang dari asal dimana ia tumbuh besar ketanah rantauan untuk menjalani kehidupan baru dan  mencari pengalaman baru, yang biasanya kita sebut dengan merantau ialah sebuah tindakan satu langkah lebih maju dibandingkan orang-orang yang menetap di daerahnya.

Perjuangan hidup di kota orang bukanlah sebuah tindakan yang dapat diambil oleh semua orang. Oleh karena itu tak sedikit dari mereka berbangga hati dengan julukan anak perantau.

Kamu siap pergi merantau maka dengan secara tidak langsung kamu siap mengambil risiko dengan tanggung jawab yang akan kamu pikul dengan sendirinya.

Memutuskan pilihan untuk keluar dari zona nyaman memang merupakan tantangan khusus untuk diri pribadi, akan tetapi untuk melalui hidup diperantauan akan mengajarkan kamu arti sesungguhnya bahwa hidup ini butuh tekad dan semangat yang kuat.

Susah dan senang akan kamu alami ketika kamu sudah pergi merantau di tanah orang dan akan ada banyak hal yang membuat kamu merasakan bahwa hidup ini sangat berarti. Kamu akan merasakan kesepian, kesendirian, kerinduan dan bahkan ketika semua itu tidak terbendung lagi maka kamu akan menangis.

Yang menjadi problematika utama orang perantau ialah kerinduan yang sangat mendalam yang dirasakannya. Bahkan ketika rindu itu sedang melanda dan ketika kamu tidak bisa bercerita kepada siapapun maka sedih yang teramat dalam akan kamu rasakan.

Sejujurnya kesedihan terberat yang ada di hati anak perantau adalah ketika jauh dari ibunya.

Namun di lubuk hatinya pula, anak rantau percaya bahwa orang yang akan dia bahagiakan selain ibunya adalah ayahnya. Karena tangis dan pengorbanan yang begitu besar yang telah dirasakan oleh anak perantau banyak dari mereka yang menjadikan ini sebagai pacuan untuk sukses dengan impian dan tujuan dasar ia merantau.

BACA JUGA: Aktivitas Manusia yang Merusak Lingkungan

Menjadi seorang anak rantau, berjalan di negeri orang, tiada satupun saudara, hanya teman sebagai andalan, Begitulah nasib sebagian orang saat ini. khusunya saya.

Saya berjalan kesana kemari hanya untuk mencari setitik ilmu. Hanya bisa mengingat kata-kata terakhir orang tua yang memberikan motivasi untuk saya dalam membentuk Kesabaran dalam hati agar saya bisa menerima keadaan hidup di tanah perantauan.

Walau terkadang keadaan tidak seperti yang saya inginkan, tapi itulah yang harus saya lalui .

Orang tua dan saudara yang jauh di kampung, tidak akan tahu apa yang saya alami di rantau, Keluarga hanya tahu bahwa keadaan saya baik-baik saja,. Saya tidak selalu bergantung pada mereka” Saya tidak ingin terlena dengan kehidupan yang membuat jejak langkah ini terhenti”

Saya harus berjalan menemukan siapa saya, bagaimana saya bisa mempertahankan hidup walau dengan sesuap nasi.

Walau terkadang hati menangis karena nasib, namun sebenarnya tangisan hanya membuat lemah. Namun tangisan bisa hadir sebagai ungkapan suara hati. Entah bagaimana masa depan.

BACA JUGA: Memperjuangkan Hak-hak Perempuan

ini yang selalu saya membayangkannya setiap saat, Tapi biar semuanya berjalan menurut waktu. Karena apa yang ada didepan itulah yang harus saya hadapi. Entah esok atau lusa akan terjadi dalam hidup ini, Hanya Tuhan yang tahu semua ini.***

Sajak dariku….

Pengorbananku adalah tekadku

Langkahku adalah ikhtiarku

Impianku adalah cita-citaku

Kuyakin apa yang kugapai akan membahagiakanmu

Dan kuyakin kebahagian yang utuh akan kembali kelak kita bersatu




Kisah Luar Biasa Alumni Awardee Beasiswa NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Pengalaman luar biasa dan inspiratif terdengar menakjubkan dari lontaran cerita para alumni awardee beasiswa luar negeri NTB, pada acara perdana Bincang Gemilang yang digagas Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Rabu (05/05/2021).

Acara Bincang Gemilang dengan tema refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebebasan Pers itu berlangsung di halaman Kantor Dinas Kominfotik Provinsi NTB.

Salah satu alumni penerima beasiswa di Polandia, Mia Riskana mengaku, ia adalah salah satu dari 5 penerima beasiswa angkatan pertama yang dalam waktu 2 tahun mampu menyelesaikan pendidikan S2.

“Bahkan saya dianugerahi lulusan terbaik dari universitas,” ungkapnya dengan semangat.

Mia berharap program beasiswa ini terus dilaksanakan untuk anak-anak NTB yang lain. ia mengatakan,  investasi pendidikan tidak sekejap mendatangkan hasil.

Namun diyakininya, makin banyak alumni beasiswa luar negeri akan mampu memberikan warna untuk masa depan NTB bahkan Indonesia.

“Karena investasi dipendidikan itu bukan seperti investasi d ibisnis. Hasilnya tidak seperti membalikkan telapak tangan. Tapi bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas,” ungkapnya.

Di Polandia bukan hanya ilmu di kelas yang didapat, tapi pengalaman beradaptasi, berinteraksi dengan semua orang sedunia. Itu yang tidak mudah didapatkan.

“Ini program luar biasa, semoga beasiswa ini terus diberikan kepada anak NTB,” tutupnya.

Cerita lainnya datang dari, alumni beasiswa dari Universitas di Malaysia, Najmul Wathan asal Dompu. Ia tidak pernah bermimpi untuk kuliah dan mendapatkan beasiswa.

“Karena saya hanya anak kampung, jauh dipelosok dan orang tua hanya petani,” ceritanya.

Namun, begitu ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri dengan beasiswa, semangatnya menggelora.

Pengalaman kuliah disana, ia dapat menjadi relawan mengajar, bahkan dibayar oleh universitas dan diberikan fasilitas seperti mobil, rumah dan perabotanya lengkap.

“Sehingga saya mengajak 7 orang temannya untuk berpartisipasi dalam sebuah projek disana,” ungkapnya.

Sehingga Najmul berharap pengalaman dan kepercayaan dirinya dapat tertular untuk anak-anak dipelosok kampung se-NTB.

Lain halnya dengan Tatang, salah satu ASN di Pemrov.NTB yang menempuh pendidikan di Polandia.

Menurutnya, tantangan saat awal disana adalah bagaimana menyusaikan diri dan beradaptasi dengan budaya dan makanan disana.

“Saya ingat betul, bagaimana pesan Pak Gubernur saat melepas kami, kalau anak NTB bisa mengaji, azan atau jadi imam, maka carilah masjid,” ulasnya.

Ini pengalaman dan cara beradaptasi yang dilakukannya. Bahkan karena kepercayaan dirinya sebagai anak NTB, saat tugas study ke Portugal ia bahkan diterima menjadi agensi disalah satu agen wisata.

Alasannya, karena ia berasal dari NTB.

“Jadi mereka tahu NTB terkenal dengan pariwisatanya, dan kebetulan pimpinannya pernah berlibur ke NTB. Jadi saya mengajak pimpinan agensi itu untuk berwisata ke NTB,” ujarnya.

Dari cerita pengalaman tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., sangat optimis, jika anak-anak NTB diberikan kesempatan untuk berkompetisi. Kemampuannya tidak akan kalah dengan yang lainnya, bahkan ketika harus bergaul dan berkompetisi di luar negeri.

Bahkan Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini yakin, pengalaman kuliah di luar negeri ini memberikan kepercayaan diri bagi anak-anak NTB untuk mengisi pembangunan di NTB maupun di Indonesia, bahkan dunia.

Bahkan anak NTB ini jauh lebih hebat di tempat kuliah mereka.

“Artinya semangat mereka ini yang mahal dan harus terus didorong,” harap Gubernur.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos, M.M., mengatakan acara Bincang Gemilang ini menjadi ajang untuk menyampaikan kabar tentang keberhasilan program NTB Gemilang.

BACA JUGA:

“Salah satunya kita angkat tema tentang  1.000 Cendekia untuk NTB Gemilang, menghadirkan alumni dari Eropa, Malaysia,” jelasnya.

Rencananya kegiatan Bincang Gemilang ini akan dilaksanakan setiap pekan, untuk menyampaikan kabar-kabar gemilang lainnya dari seluruh program unggulan Provinsi NTB.

 Edy

@diskominfotik_ntb