Dinas Kesehatan KLU Terjunkan Tim Penanganan Kesehatan

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kavupaten Lombok Utara membawa bantuan obat-obatan dan masker

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara terjunkan Tim Penanganan Kesehatan (PKM) melakukan kaporitasi, dan melakukan assesement ke lokasi bencana banjir bandang dan longsor akibat curah hujan pada hari Minggu (16/10/22).

BACA JUGA: Bupati dan Wabup Lombok Utara Kunjungi Korban Tanah Longsor

Dinas Kesehatan KLU melakukan kaporitasi
Kadis Kesehatan KLU, dr. H Abdul Kadir

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H. Abdul Kadir, mengatakan, pihaknya menurunkan Tim SKM dan Puskel ke Desa Malaka Kecamatan Pamenang untuk membantu penanganan kesehatan akibat bencana banjir dan longsor, dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak bencana. 

Petugas medis yang dilengkapi dua unit mobil SKM dan Puskel disertai bantuan obat-obatan dan masker disiapkan untuk penanganan yang terdampak akibat banjir dan longsor di Malimbu dan sekitarnya di Desa Malaka Kecamatan Pamenang KLU.

Abdul Kadir menjelaskan, Kondisi terkini warga kesulitan air bersih akibat kondisi air yang ada sudah berubah warna dan tidak layak untuk di konsumsi. 

“Sejauh ini belum ada menerima laporan korban jiwa,” katanya.

Hasil assesment terdata dua orang sakit yaitu satu orang balita dan satu orang lansia. 

BACA JUGA: Festival Lasqi NTB, Tiga Peserta Asal KLU Raih Juara

Petugas kesehatan dikerahkan ke lokasi bencana banjir dan longsor, terutama penanganan anak anak balita dan lansia di Dusun Setangi dan Dusun Badung Desa Malaka Kecamatan Pamenang. ***

 

 




Wagub NTB: Stop Kirim Buruh Migran Ilegal

Wagub NTB menyampaikan, posyandu keluarga bisa dijadikan pusat edukasi berbasis dusun, misalnya edukasi perkawinan anak

LOTENG.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., menekankan kepada Kepala Desa dan Kepala Dusun setempat tidak boleh mempermudah mengirim pekerja ke luar negeri secara ilegal, bisa dikenakan Pasal 81 UU PPMI (Perlindungan Pekerja Migran Indonesia).

Wagub NTB MELARANG PENGIRIMAN BURUH MIGRAN SECARA ILEGAL

“Saya tidak melarang buruh ke luar negeri, kalau pekerjaan dan jaminannya bagus, melalui prosedur legal, ada pelatihannya sebelum berangkat, yakin pasti dapat rezeki”, tutur Ummi Rohmi, sapaan akrabnya, pada kegiatan Kunjungan Posyandu Keluarga di Kantor Desa Puyung, Jonggat, Lombok tengah, Selasa (11/10/22).

BACA JUGA: Shell Eco Marathon, NTB Juga Produksi Kendaraan Listrik 

Dijelaskan, hampir 100 persen pekerja yang bermasalah di luar negeri adalah buruh migran yang ilegal. Sebagian besar akhirnya ditelantarkan, disiksa, hingga sulit untuk dihubungi dan tidak bisa kembali ke tanah air.

Pada kesempatan yang sama, Ummi Rohmi menyampaikan. posyandu keluarga bisa dijadikan pusat edukasi berbasis dusun. Contohnya dengan edukasi masalah perkawinan anak, dimana para kader bisa memberikan pemahaman kepada anak-anak untuk fokus sekolah dan jangan dulu menikah.

“Lombok Tengah ini sekarang pusat pariwisata dunia, kita akan didatangi oleh seluruh dunia maka kita harus sehat, tentunya posyandu menjadi instrumen yang sangat penting untuk tindakan pencegahan terutama di bidang kesehatan”, ungkapnya.

Koordinator Kader Posyandu, Ayu Anggaraini menjelaskan, sasaran Posyandu Keluarga Desa Puyung sebanyak 117 anak dengan angka stunting sebanyak 28 anak.

BACA JUGA: Tenaga Ahli DPD RI: NTB Care Luar Biasa

“Kami sudah memberikan intervensi kepada keluarga yang memiliki anak stunting, seperti sosialisasi untuk edukasi terkait stunting, serta pemberian TMT (Makanan Tambahan) protein seperti telur”, pungkasnya. ***

 




Stop Merokok, Anda Pasti Bisa Melakukannya

Kesadaran diri untuk mengatakan bahwa seseorang sedang kecanduan rokok, akan mendorongnya berupaya untuk stop merokok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hampir tiap para perokok, pernah berkeinginan untuk berhenti merokok, atau berhenti vaping, dan sebagian besar gagal.

Kalau seseorang mencoba berhenti merokok dan sulit melakukannya, bersabarlah dan nikmatilah kenyataan, kebanyakan orang gagal beberapa kali sebelum berhenti dengan sukses. 

BACA JUGA: Merokok Merusak Hampir Semua Organ Tubuh

Seseorang yang mengaku kecanduan nikon mendorong termotivasi stop merokok

Kegagalan untuk berhenti merokok itu bukan berarti gagal total, ini tahapan penting agar seseorang benar-benar bebas rokok. Nikmatilah itu sebagai bagian dari perjalanan normal untuk berhenti menjadi perokok.

Informasi di bawah ini akan memudahkan dan membantu memastikan, ini adalah terakhir kalinya Anda harus melalui proses berhenti. Semua orang bisa bebas dari ketergantungan merokok!

Berhenti merokok, ini langkah awal

Langkah terpenting yang harus diambil adalah langkah pertama, mengakui bahwa kita memang benar-benar kecanduan rokok. Pengakuan ini penting.

Ketika ditanya mengapa Anda merokok, Anda mungkin akan menjawab, “Saya hanya suka merokok!” atau “Ini pilihan saya untuk merokok.” 

Ingat, perusahaan yang memproduksi rokok akan mempromosikan gagasan bahwa merokok adalah masalah pilihan pribadi. 

Sebenarnya tidak ada banyak pilihan seperti yang mereka sarankan kepada pelanggan mereka.

Tapi cobalah Anda tanyakan pada diri sendiri, dan jujurlah sepenuhnya: Apakah saya kecanduan tembakau? Apakah saya benar-benar membuat pilihan untuk bebas dari tembakau, ketika saya merokok?

Anda mungkin mempertimbangkan bahwa Anda perlu memiliki rokok. Hasil penelitian menunjukkan, kecanduan nikotin sama sulitnya dengan kecanduan heroin atau kokain.

BACA JUGA:

Dalam program 12 Langkah bebas Nikotin, langkah pertama adalah mengakui pada diri sendiri, “Saya benar-benar tidak berdaya untuk bebas dari rokok.” 

Membuat pengakuan ini mungkin tampak sepele, tetapi bagi banyak orang ini adalah bagian yang sangat penting dalam menyelesaikan perjalanan untuk menjadi seorang yang berhenti jadi perokok.

Perusahaan yang memproduksi rokok, biasanya memberi tahu perokok bahwa merokok adalah pilihan pribadi. Tahukah maksudnya, artinya produsen rokok membantu membuat pelanggannya menyangkal, bahwa merokok mereka sebenarnya kecanduan, Sama sekali bukan piliha,

Jika merokok adalah pilihan, lalu apa terburu-buru untuk berhenti? Produsen rokok telah menggunakan promosi ini untuk menjaga jutaan pelanggan membeli produk mematikan mereka.

Mengakui bahwa Anda merokok lebih karena kecanduan dan bukan pilihan, akan membantu memotivasi Anda untuk melanjutkan ke langkah berikutnya. Yaitu melawan candu nikotin, mengendalikan diri dan berusaha menjadi bukan perokok.

Pengakuan sebagai pecandu ini selanjutnya akan mengarahkan siapa pun agar bebas rokok nantinya. 

Pada bulan-bulan dan tahun-tahun setelah Anda berhenti, ketika godaan untuk merokok kadang-kadang menguasai Anda — dan itu akan — mengingatkan diri Anda sendiri, “Saya kecanduan dan saya tidak berdaya atas tembakau.” 

Mengatakan ini pada diri sendiri di saat-saat penuh hasrat akan membantu memberi Anda kekuatan untuk mengatakan ‘tidak’ pada ‘hanya sebatang’ rokok.

Jika Anda bisa melakukannya hanya selama lima menit tanpa menyerah, keinginan untuk merokok dapat dikendalikan atau hilang. 

Dengan cara ini, Anda akan dapat tetap bebas asap rokok seumur hidup. ***

 

 




Strategi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Gerakan orang tua asuh diharapkan jadi strategi efektif mencegah dan menurunkan angka stunting di Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gerakan menggalang masyarakat yang berkemampuan untuk menjadi orang tua asuh guna mencegah stunting (gizi buruk) pada anak, tengah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. 

Imbauan yang dilakukan Pemprov NTB itu diharapkan efektif untuk mencegah dan menurunkan angka stunting.

“Gerakan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam penanganan masalah stunting di Provinsi NTB,” ujar Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si kepada wartawan di Kantornya, Rabu (28/09/22). 

BACA JUGA: Penanganan Stunting Tanpa Pemotongan TPP ASN NTB

Dijelaskannya, selain mengoptimalkan posyandu keluarga yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-NTB, permasalahan stunting di NTB sangat membutuhkan banyak peran dan inovasi.

Walaupun belum berjalan, diharapkan gerakan orang tua asuh ini ke depan dapat menjadi salah satu solusi penanganan masalah stunting. 

Orang tua asuh diharapkan jadi strategi efektif dalam penanganan stunting

Selain itu, menampik pernyataannya sebelumnya tentang keterlibatan ASN dalam gerakan ini, ia mengatakan bahwa tidak ada pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN lingkup Pemprov NTB. 

“Ini hanya himbauan bagi ASN untuk dapat berpartisipasi untuk menjadi orang tua asuh. Jadi tidak ada pemotongan TPP,” tegasnya. 

Ditambahkan, ini pun murni merupakan usulannya untuk bersama berkolaborasi menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen secara nasional pada tahun 2024.

 “InsyaAllah program-program dan  inovasi yang diupayakan tidak akan menimbulkan resistensi bagi pihak manapun,”  tutur Iswandi.***

 

 




Penanganan Stunting Tanpa Pemotongan TPP ASN NTB

Upaya penanganan percepatan penurunan stunting di NTB, dilakukan dengan imbauan untuk menjadi orang tua asuh 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hingga saat ini belum ada terjadi pemotongan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) ASN untuk penanganan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat,.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Bappeda NTB)  Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si.menegaskan, instruksi Gubernur NTB tentang stunting itu dicabut mulai hari ini,

“Pertama saya tegaskan bahwa instruksi Gubernur tentang stunting itu dicabut, mulai hari ini,” kata Kepala Bappeda saat konferensi pers di kantor Bappeda NTB, Rabu (28/09/22).

BACA JUGA: Strategi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Upaya percepatan penurunan stunting Provinsi NTB, dilakukan melalui pembentukan orang tua asuh oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi NTB.

Hanya dilakukan dalam bentuk gerakan masyarakat saja.

“Jadi tidak memerlukan dasar hukum dalam bentuk instruksi gubernur melainkan cukup dengan himbauan saja,” tambah Iswandi.

Disampaikan Iswandi, mulai hari Rabu (28/09) instruksi Gubernur NTB nomor 050-13/606/KUM/2022 tentang Optimalisasi Posyandu Keluarga Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTB, dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi. 

Pednanganan stunting di NTB dengan cara inovatif, yakni gerakan orang tua asuh

Namun dikatakannya, penggalangan orang tua asuh memang belum berjalan dan tidak pernah ada rencana pemotongan gaji maupun tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) Aparatur Sipil Negara.

Upaya penurunan stunting akan terus digalakkan dengan inovasi-inovasi yang tidak menimbulkan resistensi dari kelompok manapun. 

Mantan Kepala Bapenda itu mengatakan, Provinsi NTB  mempunyai angka prevalensi stunting tergolong tinggi. Sehingga upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan memaksimalkan Posyandu Keluarga yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota se-NTB.

BACA JUGA: PLN Selain Urus Listrik Jugan Bantu Pariwisata NTB

 ‘’Misalnya, dengan pemberian makanan tambahan seperti protein hewani pada anak penderita stunting,” jelas Iswandi.

Semua pihak diajak bersinergi dan berkolaborasi, menurunkan angka stunting. Target NTB  menurunkan prevalensi stunting  hingga 14 persen pada tahun 2024. ***

 




Wagub NTB Ungkap Penyebab Tingginya Angka Stunting

Masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan sekitar dengan pola hidup yang bersih dan sehat untuk menurunkan stunting, ini kata Wagub NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kualitas pelayanan Posyandu diminta terus ditingkatkan, tak memberikan asupan makanan bergizi bagi sasaran Posyandu, tapi tidak kalah pentingnya menjaga kebersihan lingkungan

Permintaan tersebut disampaikan Wakil gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengunjungi Posyandu Eyat Mayang Utara, Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Kamis (22/09/22).

BACA JUGA: Ibu Negara Kunjungi Stand Dekranasda NTB

Wagub NTB mengatakan, stunting bisa diatasi dengan makanan bergizi

Wagub NTB yang biasa disapa akrab Ummi Rohmi ini menyebut 70 persen stunting diakibatkan lingkungan yang tidak bersih. 

Karena itu ia mengajak warga masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan sekitar dengan pola hidup yang bersih dan sehat.

Sebelumnya, di Posyandu Mawar, Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, wagub juga meminta agar para ibu ibu terus memberikan asupan makanan  bergizi yang mengandung protein hewani kepada anak. 

Karena kandungan gizi tersebut dapat membantu mencegah anak dari stunting.

“Ibu ibu jangan khawatir stunting dapat ditangani kok. Caranya berikan makanan  bergizi serta menjalankan pola hidup sehat, menjaga lingkungan dengan tidak buang air di sembarang tempat,” ujar Ummi Rohmi.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Lobar H. M. Mujibburahman mengatakan, angka stunting di Desa Batu Putih mencapai 39 kasus dengan jumlah sasaran 127.  Sedangkan di Desa Eyat Mayang mencapai 89 kasus dengan  312 jumlah sasaran.

“Penurunan angka stunting per Agustus 2022 di Lobar sudah  mencapai 18,96 persen. Capaian tersebut turun signifikan dari tahun kemarin. Itu membuktikan bahwa 900 Posyandu Keluarga di Lobar terus bekerja,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut  Mujiburrahman mengatakan, dengan sisa tiga bulan ini ia mengaku optimis stunting di dua desa tersebut akan terselesaikan tepat waktu. 

“Jika semua elemen bergerak dan tetap saling mendukung seperti pemprov NTB, Pemkab Lobar,  Pemdes dan  para Kader Posyandu dan dengan sisa waktu yang diberikan kita optimis akan nol stunting,” kata Mujib.

Ketua Kader Posyandu Keluarga Mawar, Desa Batu Putih  Hj. Juhaerah mengatakan, langkah pemberian asupan gizi melalui makanan mengandung protein hewani sudah dilakukan sejak Posyandu yang dipimpinnya beralih ke Posyandu Keluarga. 

BACA JUGA: Mandi Safar atau Rebo Bontong di Gili Mengundang Wisatawan

“Sejak pola itu kami laksanakan, penurunan stunting khususnya di dusun kami turun signifikan dan Alhamdulillah atas prestasi itu, Posyandu kami raih bintang tiga gemilang,” kata Juhaerah.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub NTB  menyerahkan bantuan berupa  telur untuk anak dan balita di masing masing Posyandu yang dikunjungi.***

 

 




Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting 

Khutbah Jum’at di seluruh masjid di NTB serentak menyerukan pencegahan stunting untuk meningkatkan kualitas SDM warga NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tumbuh kembang anak normal menjadi tujuan dan harapan bersama. Sebab anak yang sehat dan kuat serta berakhlak mulia menjadi impian pula sebagai penerus generasi bangsa Indonesia. 

Namun, anak yang lemah secara medis adalah anak yang kurang gizi dan sering sakit. 

Anak yang kekurangan gizi, bertubuh pendek, kecerdasannya juga “pendek” dikenal dengan nama stunting. 

BACA JUGA: Desiminasi Audit Kasus Stunting di KLU, Ini Pesan Wabup

Khutnah di masjid serentak menyerukan pentingnya mencegah stunting

Uraian itu disampaikan Dr. Subhan Abdullah Acim, MA  dalam Khutbah Jum’at bertempat di Masjid Raya Hubbul Wathon Islamic Center, Mataram (16/09/22).

“Anak stunting saat ini jumlahnya sangat banyak. Angka anak yang mengalami stunting di Indonesia, masih cukup tinggi. Angkanya mencapai 37 persen,” katanya.

Menurutnya, angka ini memperlihatkan, tiga atau empat dari 10 anak Indonesia dalam kondisi stunting.

Karena itu, tugas pencegahan stunting ini sangat penting bagi umat Muslim. Sehingga menjadi tema Khutbah yang disampaikan di ribuan masjid se-NTB.

“Penanganan anak stunting ini akan menjadi amal dan ibadah yang baik bagi semuanya, sesuai dengan peran kita di masyarakat, sebagai kepala keluarga, pendidik, pelajar, pekerja, dan peran penting lainnya menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Subhan Abdullah.

Diuraikan khatib, angka anak yang mengalami stunting di Indonesia, masih cukup tinggi, angkanya mencapai 37 persen. 

Angka ini memperlihatkan, tiga atau empat dari 10 anak Indonesia dalam kondisi stunting. 

“Di NTB yang kita cintai ini, kasus anak stunting ditargetkan turun sebesar 14 persen pada tahun 2024, sejalan dengan target Nasional. Dari 19 persen pada tahun 2022 menjadi sebesar 14 persen pada tahun 2024. Data ini menggambarkan bahwa warga NTB masih perlu bekerja keras menurunkan angka stunting ini. Semua pihak baik Pemerintah dan masyarakat perlu bergotong royong untuk mensukseskan penurunan stunting target 14 persen pada tahun 2024,” urainya. 

Islam mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, sehingga umat 

Islam harus tangguh dalam berbagai bidang. 

Tak hanya dalam urusan akhirat saja, namun segala lini kehidupan, baik sosial, budaya, kesehatan, gizi maupun ilmu pengetahuan, sehingga mampu berdiri sendiri, tak bergantung pada orang lain. 

“Dunia memang sangat berarti bagi manusia, karena merupakan ladang menuju Akhirat, yaitu tempat menanam, serta tempat investasi,” katanya. 

BACA JUGA: Kunjungan UNICEF Indonesia Bahas Penurunan Sanitasi SDG’s

Tak lupa, Khatib mengajak dengan bersama-sama bergerak dan mulai melakukan aksi nyata untuk mendukung upaya penanggulangan stunting di Provinsi NTB. Kerja keras, kerja sama, dan saling tolong menolong antar sesama untuk mendukung keberhasilan penanganan kasus anak stunting. 

“Mari kita bersama-sama membangun dan mengedukasi masyarakat bahwa stunting bukanlah aib. Menjadi tugas mulia kita bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak kita, terhindar dari berbagai penyakit, hidup sehat, makan makanan bergizi, mendapat ASI yang cukup, selalu berdoa agar kita selalu dalam rahmat dan lindungan Allah SWT,” ujarnya.***

 




World Cleanup Day di Empat Dusun Lekok Desa Gondang

Aksi sosial World Cleanup Day digelar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara yang difokudkan di empat dusun

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara gelar WCDI (World Cleanup Day Indonesia) di empat dusun dan pantai Sedayu Lekok desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Djohan mengatakan, aksi world cleaningup Day untuk meningkatkan kepedulian mengelola sampah

“Aksi sosial ini dinaungi dan digagas oleh organisasi independen Let’s Do It World yang berbasis di Estonia pada 2014 silam,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara, Drs Rusdianto, M. Si, Sabtu (17/09/22). 

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Sejak tergabungnya Indonesia dalam WCD yakni tahun 2018-2021, WCD Indonesia terus memimpin di posisi puncak berdasarkan jumlah keterlibatan relawan secara global.

Berkaitan dengan hal  di atas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara mengadakan kegiatan WCDI yang di pusatkan di empat (4) dusun yaitu, Dusun Lekok Selatan, Utara, Tenggara dan Dusun  Lekok Timur sampai ke Pantai Sedayu Desa Gondang Kecamatan Gangga. 

Kegiatan yang di fasilitasi KLH KLU ini melibatkan Kades, Kadus,Kecamatan, Kader Posyandu Puskesmas Gangga, Organisasi OPAL KLU, Pokdarwis dan para siswa siswi Madrasah dan masyarakat umum.

Tak ketinggalan pula Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, turut hadir memberikan saran dan motivasi kepada ratusan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Rusdianto menghimbau, agar masyarakat bersama-sama membersihkan sampah, mulai dari halaman rumah masing-masing. Kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian dan kolaborasi semua elemen masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah. 

Dikatakan Bupati Djohan, WCD Indonesia tahun ini diharapkan menjadi tempat untuk memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah. 

Ini menjadi pendorong untuk mengendalikan perubahan iklim dari sektor sampah di tingkat yang paling rendah. 

Selain itu WCDI 2022 diharapkan menjadi langkah untuk bergerak, bekerja, produktif, berkolaborasi dengan masyarakat membangun pengelolaan sampah yang lebih baik melalui berbagai upaya.

Ia menambahkan, aksi Cleanup dan pilah sampah di lingkungan masing-masing ini sebagai tindaklanjut surat dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun, tanggal 22 Agustus 2022, Nomor: .518/PSLB3/PUS/PLB.2/8/2022 tentang dukungan pelaksanaan kegiatan World Cleanup Day Indonesia 2022.

Menurut Bupati Djohan, WCD Indonesia 2022 adalah gerakan sosial yang bertujuan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk memiliki kesadaran membersihkan, menjaga dan memelihara lingkungan mulai dari diri sendiri, rumah dan masyarakat.

Tahun ini, WCDI Indonesia mengusung tema “Kami 13 Juta Menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”. 

Diharapkan sebanyak 13 juta relawan atau lima persen dari populasi masyarakat Indonesia dapat turut serta pada aksi tahun ini. 

Dan menjadi salah satu bagian dari sejarah aksi gotong royong pungut sampah terbesar di dunia, yang akan dilaksanakan serentak mulai tanggal 10 hingga 25 September 2022.

Dengan difasilitasi kantong plastik sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup KLU, peserta jalan santai diminta untuk dapat memungut sampah.

Pemungutan sampah plastik atau kaleng. mulai yang mereka temui di halaman rumah masyarakat dan di perjalanan, sampai menuju finish di pantai Sedayu Dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga.

BACA JUGA: Catcalling di Gili, Kadis Pariwisata NTB: Harus Bijak dan Tidak Panik

Bupati Djohan hadir memberikan saran dan motivasi dalam kegiatan world cleaningup day

Pada kesempatan ini juga Dinas Lingkungan Hidup KLU merangkai kan kegiatan Bersih Pantai dengan penanaman puluhan pohon pelindung berupa Ketapang Kencana dan Palm Ekor Tupai berukuran tinggi, kurang lebih 2 meter dengan jarak tanam 5 sampai dengan 7 meter di sepa jang jalan Pantai Sedayu dan kisaran kali secara sampai pinggiran Pantai Sedayu. 

Puluhan kantong Planterbak dibagikan gratis sebagai tempat sampah sementara di angkut dengan mobil Dumptruk ke TPA Jugil. 

Usai kegiatan, Bupati Djohan melanjutkan perjalanan ke Senaru Bayan menghadiri kegiatan Festival dan Funbike. ***

 




Desiminasi Audit Kasus Stunting di KLU, Ini Pesan Wabup 

Wabup Danny Karter ikuti desiminasi Hasil Audit Kasus Stunting di Kabupaten Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Apresiasi tinggi disampaikan Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R, ST., M.Eng, atas kinerja yang dilakukan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Lombok Utara. 

BACA JUGA: Penghargaan BNN RI untuk Bupati Lombok Utara

Saat desiminasi hasil audit stunting, Wabup Danny minta OPD kolaborasi mensukseskan penurunan stunting
Wabup Danny Karter

Hal itu disampaikan Wabup Danny yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting KLU, saat mengikuti desiminasi Hasil Audit Kasus Stunting di Kabupaten Lombok Utara, di Aula DP2KBPMD, Kamis (15/09/22). 

Ada pun hasil desiminasi audit yang telah di analisa oleh tim pakar sebagai acuan pembuatan program pada tahun berikutnya disosialisasikan pada masyarakat.

Sehingga mampu memberikan pemahaman dan pada akhirnya mampu membantu meningkatkan persentasi penurunan angka stunting di Lombok Utara.

“Saya minta semua OPD ikut bergerak bukan hanya dalam bidang kesehatan, namun juga pendidikan serta lainnya, menjalin kolaborasi yang baik untuk memberikan pengetahuan dan support dalam mensukseskan komitmen penurunan stunting,” imbuhnya.

Hadir pula Kadis P2KBPMD Ir. Hermanto Camat Kayangan Siti Rukayah SPt, para Tim Audit Kasus Stunting serta lainnya..***

BACA JUGA: Strategi Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN

 




Gerakan Sikat Gigi dan Mulut Bersama Dari Sekolah

Hadiri Peringatan HKGN 2022, Wagub NTB mengajak gerakan membersihkan gigi dan mulut bersama di sekolah

LOBAR.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., mendukung gerakan sikat gigi dan mulut bersama di sekolah sebagai edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Wagub NTB, saat memberikan sambutan pada Acara Sikat Gigi Bersama Anak Dalam Rangka Peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional dengan tema “Pulih Bersama Dengan Senyum Sehat Indonesia” bertempat di halaman Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (12/09/22).

BACA JUGA: Transformasi Digital Harus Diiringi Perilaku Cerdas dan Bijaksana

Wagub NTB menekankan gerakan sikat gigi di usia sekolah
Wagub Sitti Rohmi

“Dulu-dulu sering sekali kita lakukan gerakan sikat gigi bersama. Sehingga mari bersama kita mulai lagi dari TK, SD untuk gerakan sikat gigi bersama,” ajak Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Disebutkan Wagub, TK dan SD itu berada di bawah koordinasi Kabupaten.

“Saya rasa kalau kita memiliki komitmen bersama tidak ada yang sulit,” tambahnya.

Selain itu, kata Umi Rohmi kesehatan gigi dan mulut merupakan pintu masuk bagi kesehatan lambung. Kesehatan lambung otomatis kesehatan tubuh sehingga menjadi sangat penting.

Mengingat prevalensinya 60 persen angka yang cukup tinggi. Sehingga ini menjadi PR bersama. 

“Untuk itu, mari bersama lakukan gerakan ini melalui sekolah, melalui posyandu untuk mengedukasi anak-anak kita bagaimana pentingnya sikat gigi setiap hari. Semoga kita bisa bersama berjuang untuk derajat kesehatan di Lombok Barat, NTB dan Indonesia,” kata Wagub. 

Sementara itu, panitia penyelenggara Drg. Yuanita mengatakan kegiatan peringatan hari Kesehatan Gigi Nasional tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 12 September 2022.

Kesehatan Gigi dan Mulut dilatarbelakangi karena merupakan masalah kesehatan yang sering terabaikan. 

Menurut survei SKRT tahun 2021 penyakit gigi dan mulut memiliki urutan pertama untuk 10 penyakit yang dikeluhkan masyarakat dengan prevalensi 60 persen.

“Kelompok usia sekolah adalah kelompok yang paling rentan terkena masalah kesehatan gigi dan mulut. Sehingga sekolah menjadi strategi dalam penanggulangan kesehatan gigi dan mulut,” ungkapnya.

Karena itu sangat penting untuk diberikan perhatian lebih tentang pengetahuan bagaimana cara memelihara gigi dan mulut. 

BACA JUGA: Ironman Thriatlon 2022 Dibuka Sekda NTB

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan target 500rb siswa.

“Data terakhir kami terima melebihi target yaitu lebih dari 700rb siswa seluruh Indonesia,” pungkasnya.***